cover
Contact Name
Zulkarnain
Contact Email
dzul9787@gmail.com
Phone
+6287832631987
Journal Mail Official
selaparang.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan No.1, Pagesangan, Kec. Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Bar. 83115
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan
ISSN : 26145251     EISSN : 2614526X     DOI : https://doi.org/10.31764/jpmb.v5i1.6393
SELAPARANG : Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan merupakan jurnal yang mendiseminasikan setiap pemikiran dan ide gagasan atas hasil penelitian dan pemanfaatan teknologi untuk diimplementasikan kepada masyarakat mencakup ; (1). Bidang ilmu pengetahuan ; MIPA (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi), Terapan, Sosial, Budaya, Ekonomi, dan Kesehatan, (2). Pelatihan dan peningkatan hasil pendidikan dan (3). Pengembangan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,601 Documents
PEMBERDAYAAN REMAJA MELALUI KEGIATAN PENYULUHAN KESEHATAN REPRODUKSI DI SMA NEGERI 2 LANGKE REMBONG Ursula Fatmawati Panggor; Maria Desiratna Sujut; Jayanthi Petronela Janggu
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 3 (2023): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i3.17022

Abstract

ABSTRAKMasa remaja merupakan masa peralihan antara masa anak-anak dan masa dewasa. Masa remaja merupakan masa yang penting, dimana remaja sangat rentan terhadap masalah yang kompleks dan sulit untuk diatasi sendiri. Permasalahan yang sering dihadapi remaja adalah terkait dengan seks (kehamilan yang tidak diinginkan, aborsi dan resiko tertular penyakit menular seksual), kecanduan narkoba dan HIV/AIDS. Permasalahan remaja dapat muncul terkait dengan perbedaan kebutuhan dan kemampuan mengaktualisasikan diri di lingkungan tempat tinggalnya. Kurangnya pengetahuan tentang kesehatan reproduksi merupakan salah satu faktor predisposisi terjadinya masalah kesehatan reproduksi remaja. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk mencegah masalah kesehatan reproduksi pada remaja. Metode yang digunakan adalah penyuluhan. Pendidikan kesehatan adalah suatu cara yang digunakan untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan seseorang melalui teknik pembelajaran atau instruksi langsung dengan tujuan untuk mengubah atau mempengaruhi perilaku manusia, baik secara individu, kelompok maupun masyarakat agar lebih mandiri dalam mencapai tujuan hidup yang sehat. Kata kunci : remaja; kesehatan reproduksi; penyuluhan. ABSTRACTAdolescence is a transitional period between childhood and adulthood. Adolescence is an important period, where adolescents are very vulnerable to complex problems that are difficult to overcome alone. Problems that are often faced by adolescents are related to sex (unwanted pregnancies, abortion, and the risk of contracting sexually transmitted diseases), drug addiction, and HIV/AIDS. Adolescent problems can arise related to differences in needs and abilities to actualize themselves in the environment where they live. Lack of knowledge about reproductive health is one of the predisposing factors for adolescent reproductive health problems. The purpose of this service is to prevent reproductive health problems in adolescents. The method used is counseling. Health education is a method used to increase one's knowledge and abilities through learning techniques or direct instruction with the aim of changing or influencing human behavior, both individually, in groups, and in society so that they are more independent in achieving healthy life goals. Keywords: adolescents; reproductive health; counseling
PENYULUHAN PERTANIAN DALAM MENINGKATKAN PEREKONOMIAN PETANI SAWI KOMODITAS TANAMAN HORTIKULTURA DI P4S WANUA LAMPOKO, KABUPATEN BONE, PROVINSI SULAWESI SELATAN Hasmidar Hasmidar; Islawati Islawati; Murni Djafar; Usman Usman; Syainullah Wahana; Rahmawati Tahir
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 3 (2023): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i3.16207

Abstract

ABSTRAKKampus STIP YAPI BONE menjalin kerjasama (MoU) dalam program pendampingan petani dan kegiatan lapangan mahasiswa untuk banyak berbaur kepada masyarakat secara berkelanjutan melakukan penelitian di Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya (P4S) Wanua Lampoko Kabupaten Bone. Mitra kerjasama pada kegiatan pengabdian ini adalah Kelompok P4S Wanua Lampoko, mereka memiliki petani yang terampil. Adapun tujuan dilakukan kegiatan pengabdian ini yaitu untuk meningkatkan pengetahuan petani tentang pengembangan  pertanian  organik  dalam  mendukung  ketahanan  pangan dan meningkatkan perekonomian petani. Permasalahan utama kelompok tani, yaitu masih terbatasnya pengetahuan dan praktek cerdas dalam melakukan inovasi terhadap perkembangan pasar dimana mayoritas masyarakat belum mengetahui penanganan secara cepat tepat akan produksi sawi organik yang menghasilkan kualitas jaminan mutu sawi yang dihasilkan sesuai standar keamanan mutu dan dengan harga yang cukup baik. Dalam mengatasi permasalahan tersebut, maka pihak akdemisi dapat menjalankan tridarma perguruan tinggi terkait di bidang pendidikan yaitu memberikan informasi dari hasil-hasil riset yang telah dijalankan selama ini. Pengabdian kepada masyarakat adalah tanggung jawab bersama mitra P4S Wanua Lampoko, memegang amanah dalam menjalankan penyuluhan kepada petani dengan rangkaian pelatihan penjualan, pengembangan bisnis hingga pendampingan peningkatan kapasitas kepada masyarakat dalam sistem penyuluhan dimana pemahaman informasi dapat tersampaikan dengan baik, secara berkelanjutan melalui penerapan standar sistem penjaminan mutu. Kata kunci: komoditas hortikultura; sawi; p4s wanua lampoko; sulawesi selatan ABSTRACTThe YAPI BONE STIP Campus has collaborated (MoU) in a farmer assistance program and student field activities to mingle a lot with the community on an ongoing basis conducting research at the Wanua Lampoko Self-Help Agriculture and Rural Training Center (P4S), Bone Regency. The collaborative partner in this community service activity is the P4S Wanua Lampoko Group, they have skilled farmers. Counseling on marketing strategies in business development by private universities (PTS) STIP YAPI BONE, by farmers in Lampoko village to develop product business information. The main problem of farmer groups, namely the limited knowledge and smart practices in innovating on market developments. The efforts of STIP YAPI BONE students are involved in building student capacity in conducting research, as well as strategies to expand the marketing area of mustard greens and produce the best agricultural technology with strategies for mainstreaming smart practices, which can be realized immediately with group independent smallholders. The majority of people do not know about the fast and precise handling of organic mustard production which produces quality assurance of mustard greens produced according to quality safety standards and at a fairly good price. In overcoming these problems, academics can carry out the tridarma of related tertiary institutions in the field of education, namely providing information from research results that have been carried out so far. Community service is a joint responsibility of P4S Wanua Lampoko partners, holding the mandate in carrying out counseling to farmers with a series of sales training, business development to capacity building assistance to the community in an extension system where understanding of information can be conveyed properly, in a sustainable manner through the implementation of a standard guarantee system quality. Keywords: horticultural commodities; mustard; p4s wanua lampoko; south sulawesi
PELATIHAN PEMBUATAN SOUVENIR BERBASIS RESIN SEBAGAI PELUANG USAHA MASYARAKAT DI DESA WISATA RINDU HATI, BENGKULU TENGAH Dian Fita Lestari; Neni Murniati; Dionni Ditya Perdana
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 3 (2023): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i3.17077

Abstract

ABSTRAKSalah satu aplikasi ilmu bidang biologi terkait pengawetan spesimen kering dengan menggunakan blok resin atau biasa disebut dengan bioplastik. Teknik resin ini memiliki potensi menjadi salah satu usaha yang dapat diaplikasikan dan dikembangkan menjadi sebuah kerajinan seperti menjadi sebuah souvenir. Desa Rindu Hati merupakan salah satu desa wisata di Bengkulu Tengah dengan jumlah pengunjung yang cukup banyak. Hal ini dapat menjadi peluang ekonomi bagi masyarakat desa Rindu Hati untuk menghasilkan karya kerajinan yang memiliki nilai daya jual kepada wisatawan. Sehingga tujuan dari kegiatan pengabdian ini yaitu untuk memberikan pelatihan ketrampilan membuat souvenir dengan bahan resin yang menjadi peluang usaha untuk masyarakat. Kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan cara ceramah, diskusi dan praktek langsung pembuatan souvenir berbasis resin. Peserta yang terdiri dari ibu-ibu PKK Desa Rindu Hati sebanyak 15 orang  ini sangat antusias mengikuti pelatihan ini, peserta melakukan praktek pembuatan sendiri yang didampingi oleh tim pengabdian. Peserta sebelumnya belum pernah mendapatkan ilmu tentang teknik resin sehingga tertarik untuk mengembangkan dan mengaplikasikan teknik resin ini untuk kemudian dibuat menjadi produk kerajinan sebagai souvenir. Berdasarkan hasil evaluasi, peserta kegiatan berpendapat bahwa kegiatan pelatihan ini sangat bermanfaat untuk peserta, selain mendapat wawasan pengetahuan baru, peserta juga dapat melatih ketrampilan baru yang bisa menjadi peluang usaha untuk dikembangkan di desa Rindu Hati. Kata kunci: bioplastik; resin; rindu hati; souvenir. ABSTRACTOne use of science in biology is the preservation of dry specimens with resin blocks, sometimes known as bioplastics. This resin technology has the potential to grow into a business that may be applied to and developed into a craft, such as a souvenir. Rindu Hati Village is one of the most popular tourist destinations in Central Bengkulu. This could be a profitable business opportunity for the Rindu Hati village community to make products with a marketable value to tourists. The aim of this service activity is to demonstrate to people how to make souvenirs from resin, which can be used to develop a business in the community. This service activity is carried out through lectures, conversations, and hands-on practice make some souvenirs with resin-based. The participants, comprising of 15 Rindu Hati Village PKK women, were very eager about participating in this program. The participants completed their own practice of making them accompanied by a community service team. The participants had never learned about resin techniques before, therefore they were interested in creating and implementing this resin technique to create handcraft products as keepsakes. According to the evaluation, the participants thought that this training activity was very useful for the participants because, in addition to gaining new knowledge insights, participants could also practice new skills that could become business opportunities in Rindu Hati village. Keywords: bioplastic; resin; rindu hati; souvenir.
PENYULUHAN PENYAKIT HIPERTENSI DAN DIABETES: MENINGKATKAN PEMAHAMAN DAN KESADARAN MASYARAKAT DALAM MENANGGULANGI MASALAH KESEHATAN Lilis Tuslinah; Miqdad Nurabdullah Al Anshari; Ilham Nurfadilah; Naufal Sauqi; Childa Syundari; Asep Dani Ramadhan; Ikhal Muhamad Al-Haz
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 3 (2023): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i3.15944

Abstract

ABSTRAKPenyakit hipertensi dan diabetes telah menjadi masalah kesehatan global yang mendesak, termasuk di Desa Tarisi. Tingginya kasus hipertensi dan diabetes di Desa Tarisi menunjukkan adanya kebutuhan yang mendesak untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang penyakit ini. Oleh karena itu, dilakukan kegiatan penyuluhan dengan metode ceramah dan pengerjaan pretest serta posttest untuk meningkatkan pengetahuan peserta, yang meliputi ketua RT dan RW Desa Tarisi sebanyak 27 orang. Data statistik menunjukkan bahwa angka kejadian hipertensi dan diabetes di Desa Tarisi terus meningkat secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Faktor-faktor risiko seperti pola makan yang tidak sehat, kurangnya aktivitas fisik, dan gaya hidup tidak seimbang telah berkontribusi pada tingginya prevalensi penyakit ini. Selain itu, rendahnya pemahaman mengenai faktor risiko, gejala, pencegahan, dan pengelolaan penyakit ini juga menjadi faktor yang memperburuk situasi. Hasil analisis data menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pengetahuan peserta setelah menerima penyuluhan. Pengetahuan peserta sebelum penyuluhan (pretest) sebesar 26%, sedangkan setelah penyuluhan (posttest) meningkat menjadi 63%. Peningkatan pengetahuan sebesar 39% ini menunjukkan efektivitas dari kegiatan penyuluhan tersebut. Kata kunci: hipertensi; diabetes; pengetahua; desa tarisi. ABSTRACTHypertension and diabetes have become pressing global health issues, including in Tarisi Village. The high cases of hypertension and diabetes in Tarisi Village indicate an urgent need to improve the knowledge and awareness of the community about these diseases. Therefore, counselling activities with lecture methods and pretest and posttest work were carried out to improve the knowledge of participants, which included 27 heads of RT and RW of Tarisi Village. Statistical data shows that the incidence of hypertension and diabetes in Tarisi Village has increased significantly in recent years. Risk factors such as unhealthy diet, lack of physical activity, and unbalanced lifestyle have contributed to the high prevalence of these diseases. In addition, a low understanding of the risk factors, symptoms, prevention and management of these diseases is also a factor that exacerbates the situation. The results of data analysis showed a significant increase in participants' knowledge after receiving counselling. Participants' knowledge before counselling (pretest) was 26%, while after counselling (posttest) it increased to 63%. This 39% increase in knowledge shows the effectiveness of the counselling activity. keywords: hypertension; diabetes; knowledge; tarisi village.
EDUKASI PEMANFAATAN BOTOL BEKAS MINUMAN (SAMPAH PLASTIK) MENJADI WADAH MEDIA TANAM BUDIDAYA KOMODITAS HORTIKULTURA DENGAN PENDEKATAN 3R (REDUCE, REUSE, RECYCLE) Hendris Syah Putra; Ulidesi Siadari; M. Fariz Afif Hasibuan
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 3 (2023): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i3.17005

Abstract

ABSTRAKSampah merupakan residu dari aktivitas yang dilakukan oleh manusia. Residu menjadi salah satu penyebab terjadinya kerusakan lingkungan. Sampah juga terdapat di lingkungan sekolah. Lingkungan sekolah merupakan lingkungan yang perlu dijaga agar aktivitas pembelajaran berjalan dengan baik, lancar dan kondusif. Kepedulian terhadap lingkungan sekolah menjadi pembentukan karakter dari siswa. Pengetahuan yang dimiliki siswa akan semakin bermanfaat jika diimplementasikan. Dengan demikian maka tim pengabdian melakukan kegiatan pengabdian dengan tema “Pemanfaatan Botol Minuman (Sampah Plastik) Menjadi Wadah Media Tanaman Budidaya Komoditas Hortikultura dengan Pendekatan 3 R (Reduce, Reuse, dan Recycle)”. Tema tersebut diangkat dengan alasan bahwa sekolah pada umumnya telah melakukan pengelolaan terhadap sampah, akan tetapi pengelolaan yang dilakukan pada umumnya hanya berupa himbauan “membuang sampah pada tempatnya. Berdasarkan hasil pretest dan post test maka diketahui bawah pengetahuan siswa mengalami peningkatan. Kegiatan yang dilakukan pada hari kedua berjalan dengan baik, tim dan siswa menanam sawi dengan memanfaatkan botol bekas minuman. Sawi yang ditanam oleh siswa dibawa kerumah masing-masing untuk dilakukan perawatan agar tanamannya berkembang dengan baik. Setelah 30-40 hari tanaman tersebut dapat dipanen. Kata kunci: pengabdian; pengelolaan; reduce reuse recycle; sampah. ABSTRACTWaste is residue from activities carried out by humans. Residue is one of the causes of environmental damage. Garbage is also found in the school environment. The school environment is an environment that needs to be maintained so that learning activities run well, smoothly and conductively. Concern for the school environment becomes the formation of the character of students. The knowledge possessed by students will be more helpful if implemented. Thus, the community service team carried out community service activities with the theme "Utilization of Beverage Bottles (Plastic Waste) as Media Containers for Horticultural Commodity Cultivation Plants with the 3R Approach (Reduce, Reuse, and Recycle)". This theme was raised because schools generally have managed waste, but the management that is carried out is generally only in the form of an appeal to "dispose of waste in its place. Based on the pretest and post-test results, it is known that the student's knowledge has increased. The activities on the second day went well; the team and students planted mustard greens using used drinking bottles. The mustard greens planted by the students were taken to the homes of each student to be cared for so that the plants developed well. After 30-40 days, the plants can be harvested. Keywords: service; management; reduce reuse recycle; waste.
PENGUATAN EKONOMI PEREMPUAN KEPALA KELUARGA BERBASIS PEMANFAATAN LIMBAH RUMAH TANGGA SEBAGAI ECOENZYM DI DESA SIGAR PENJALIN LOMBOK UTARA Earlyna Sinthia Dewi; Muliatiningsih Muliatiningsih; Suhairin Suhairin; Karyanik Karyanik; Nur Annisa Istiqamah; Desy Ambar Sari
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 3 (2023): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i3.15970

Abstract

ABSTRAKPengabdian Penguatan Ekonomi Perempuan Kepala Keluarga (PEKKA) Berbasis Pemanfaatan Limbah Rumah Tangga Sebagai Ecoenzym Di Desa Sigar Penjalin Lombok Utara. Pengabdian ini dilaksanakan di Desa Sigar Penjalin Kecamatan Tanjung Kabupaten Lombok Utara. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan mitra mengenai pengolahan sisa-sisa makanan atau sampah rumah tangga menjadi produk yang memiliki nilai tambah dan bernilai ekonomis. Selain itu, produk yang dihasilkan dari pengolahan limbah tersebut juga dapat memberikan sumbangan pendapatan dalam perekonomian mitra. Pelaksanaan kegiatan pengabdian dilakukan dengan dua metode yaitu metode pelatihan dan pendampingan dengan pemberian pre test sebelum kegiatan pelatihan dimulai dan post test setelah kegiatan pelatihan selesai. Pelatihan dan pendampingan dilakukan dengan praktek pembuatan ecoenzym oleh anggota mitra dengan pendampingan oleh tim pelaksana kegiatan hingga ecoenzym dapat dipanen, yaitu selama 3 bulan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa anggota mitra umumnya langsung membuang sampah rumah tangga tanpa diolah yaitu sebesar 76%. Hasil pelatihan pembuatan ecoenzym menunjukkan terjadi peningkatan pemahaman anggota mitra mengenai ecoenzym sebesar 16% dibandingkan sebelum dilaksanakan kegiatan pelatihan, anggota mitra yang tidak mengetahui tentang ecoenzyme adalah 84%. Hal ini menunjukkan rendahnya pengetahuan dan pemahaman bahwa sampah dapat diolah menjadi produk yang bernilai ekonomis sehingga dapat menjadi salah satu sumber pendapatan yang pada akhirnya akan meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup . Kegiatan pengabdian ini akan berlangsung selama 4 bulan sejak awal persiapan kegiatan hingga produk ecoenzym dapat dipanen. Kata kunci: ekoenzym; Limbah rumah tangga; PEKKA. ABSTRACTEconomic Strengthening Service for Women-Headed Households (PEKKA) Based on the Utilization of Household Waste as Ecoenzymes in Sigar Penjalin Village, North Lombok. This service was carried out in Sigar Penjalin Village, Tanjung District, North Lombok Regency. This service activity aims to increase partners' knowledge about processing food or household waste into products that have added value and economic value. In addition, the products produced from processing this waste can also contribute to the income of the partner's economy. The implementation of community service activities is carried out using two methods, namely training and mentoring methods by giving a pre-test before the training activities begin and a post-test after the training activities are completed. Training and mentoring are carried out by practising making eco enzymes by partner members with assistance from the activity implementation team until the eco enzymes can be harvested, which is for 3 months. The results of the activity show that partner members generally directly dispose of household waste without processing, which is 76%. The results of the training on making eco enzymes showed an increase in partner members' understanding of ecoenzymes by 16% compared to before the training activities were carried out, partner members who did not know about ecoenzymes were 84%. This shows the low knowledge and understanding that waste can be processed into economically valuable products so that it can become a source of income which will ultimately improve welfare and quality of life. This service activity will last for 4 months from the beginning of the preparation of activities until the eco enzyme products can be harvested.  Keywords: ecoenzyme; Household waste; PEKKA.
SIMULASI INISIASI MENYUSU DINI (IMD) PADA IBU HAMIL Rohani Siregar
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 3 (2023): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i3.16249

Abstract

ABSTRAKInisiasi Menyusu Dini merupakan pemberian Air Susu Ibu (ASI) kepada bayi baru lahir dalam 30 menit sampai satu jam pertama setelah bayi lahir, dimana bayi diletakkan di dada ibu dan membiarkan bayi sampai menemukan puting susu ibunya. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil dengan cara simulasi tentang IMD pada 30 menit sampai 1 jam pertama kelahiran bayi dengan menampilkan video yang berisi tentang IMD dan diberikan juga leafleat sebagai bahan bacaan ibu hamil untuk persiapan IMD. Peserta penyuluhan dan pelatihan ini sebanyak 36 orang ibu hamil di Desa Karangraharja. Manfaat dilakukan penyuluhan dan pelatihan ini yaitu untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang IMD. sehingga nantinya pada saat ibu melahirkan bayinya mengerti bahwa IMD itu sangat penting dilakukan karena bayi secara langsung mendapatkan kolostrum melalui IMD, IMD juga merupakan awal pemberian ASI secara eksklusif sampai bayi berusia 6 bulan. Metode pengabdian masyarakat ini berupa simulasi dan  penyuluhan tentang IMD, dan memberikan kuesioner pre dan post test. Hasil pengabdian masyarakat ini dapat membuktikan bahwa adanya peningkatan pengetahuan Ibu hamil tentang IMD  yaitu pengetahuan sebelum dilakukan simulasi dan penyuluhan sebesar 44% sedangkan setelah dilakukan simulasi dan penyuluhan meningkat menjadi 87%, artinya ada peningkatan pengetahuan pre dan post dengan nilai rata-rata  97%. Kata kunci: inisiasi menyusu dini; asi eksklusif; bayi baru lahir ABSTRACTEarly Breastfeeding Initiation is the provision of Mother's Milk (ASI) to newborns baby within the first 30 minutes to one hour after the baby is born, where the baby is placed on the mother's chest and allows the baby to find its mother's nipple. The purpose of this community service is to increase the knowledge of pregnant women by means of a simulation about IMD in the first 30 minutes to 1 hour of the baby's birth by showing a video containing IMD and also giving leaflets as reading material for pregnant women for IMD preparation. The participants of this counseling and training were 36 pregnant women in the village Karangraharja. The benefit of this counseling and training is to increase pregnant women's knowledge about IMD. so that later when the mother gives birth to her baby she understands that IMD is very important because the baby directly gets colostrum through IMD, IMD is also the beginning of exclusive breastfeeding until the baby is 6 months old. This community service method is in the form of simulation and counseling about IMD, and giving pre and post test. The results of this community service can prove that there was an increase in pregnant women's knowledge about IMD, namely knowledge before the simulation and counseling was carried out by 44% while after the simulation and counseling was carried out it increased to 87%, meaning that there was an increase in pre and post knowledge with an average value of 97%. Keywords: early breastfeeding initiation; eksklusif breastfeeding; newborns baby
PEMBERDAYAAN KADER KESEHATAN MENGENAI IN DEPTH INTERVIEW UNTUK MENGKAJI MASALAH PSIKOSOSIAL DI KELURAHAN SUKOHARJO KOTA MALANG Yafet Pradikatama Prihanto; Felisitas A. Sri; Oktavia Indriyani
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 3 (2023): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i3.16661

Abstract

ABSTRAKKegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini didahului dengan studi pendahuluan dengan Puskesmas Bareng Kota Malang dan didapatkan data bahwa kelurahan Sukoharjo merupakan kelurahan dengan populasi lansia terbanyak dan sebagian besar tinggal bersama dengan keluarganya (671 lansia). Kelurahan ini memiliki kader yang sangat aktif, berjumlah 16 orang. Pihak Puskesmas mengatakan bahwa Kader di kelurahan tersebut telah mendapatkan berbagai macam pelatihan untuk mengatasi masalah kesehatan dasar pada masyarakat, namun Puskesmas belum pernah memberikan pelatihan mengenai cara menggali permasalahan psikologis, terutama pada lansia dan keluarganya (caregiver informal). Berdasarkan fenomena tersebut, maka dipilih pelatihan teknik wawancara mendalam untuk kader kesehatan yang berjumlah 16 orang. Pelatihan ini berupa praktik wawancara mendalam (in depth interview) dengan tujuan kader kesehatan dapat menggali semua permasalahan psikologis yang dialami oleh pendamping lansia atau caregiver informal dalam merawat lansia, karena data tersebut tidak akan diperoleh apabila hanya dengan wawancara biasa. Data mengenai permasalahan psikologis ini dapat digunakan sebagai dasar untuk mengajarkan terapi sederhana lanjutan dalam mengtasi permasalahan psikologis. Kegiatan pengabdian masyarakat dimulai dengan perijinan ke Puskesmas Bareng, Dinas kesehatan Kota Malang, kemudian berkoordinasi dengan ketua kader kesehatan RW 01 kelurahan Sukoharjo. Setelah koordinasi dengan pihak yang terkait, maka disepakati bahwa pelaksanaan kegiatan ini dilakukan secara luring (penjelasan dan praktik langsung). Kegiatan dilakukan selama 3 hari, pada tanggal 4, 5 dan 6 Juli 2023. Kegiatan di hari pertama adalah dilakukan pre test dengan hasil 4,62, kemudian dijelaskan mengenai teori permasalahan psikososial dan teknik wawancara mendalam. Pada hari kedua, pelaksana pengabdian masyarakat memberikan contoh / role play mengenai teknik wawancara mendalam. Hari ketiga diawali dengan praktik langsung role play ulang mengenai teknik wawancara dilanjutkan dengan praktik langsung teknik wawancara mendalam oleh para kader kesehatan dilanjutkan penilaian, didapatkan rata-rata nilai praktikum 8,91. Pertemuan ketiga diakhiri dengan post test untuk mengevaluasi kognitif kader kesehatan dan didapatkan nilai 9,71. Berdasarkan proses yang telah terjadi dapat disimpulkan bahwa kegiatan ini berjalan dengan efektif dan berhasil, dibuktikan dengan perubahan nilai pre dan post test. Keberhasilan kegiatan ini juga karena dukungan penuh dari STIKes Panti Waluya Malang, dinas kesehatan Kota Malang, Puskesmas Bareng dan Kader Kesehatan RW 01 dan RW 02 Kelurahan Sukoharjo.  Kata Kunci : caregiver; kader; lansia; wawancara ABSTRACTThis Community Service Activity (PKM) was preceded by a preliminary study with the Public Health Center in Malang City and data obtained that the Sukoharjo sub-district is the sub-district with the largest elderly population and most of them live with their families. This kelurahan has very active cadres, totaling 16 people. The Puskesmas said that the cadres in the kelurahan had received various kinds of training to deal with basic health problems in the community, but the Puskesmas had never provided training on how to explore psychological problems, especially for the elderly and their families (informal caregivers). Based on this phenomenon, training in in-depth interview techniques was selected for 16 health cadres. This training is in the form of in-depth interview practice with the aim of health cadres being able to explore all the psychological problems experienced by elderly companions or informal caregivers in caring for the elderly, because such data cannot be obtained through regular interviews. This data regarding psychological problems can be used as a basis for teaching advanced simple therapies in overcoming psychological problems. Community service activities began with permits to go to the Public Health Center together, the Health Office of Malang City, then coordinated with the head of the RW 01 health cadre, Sukoharjo village. After coordination with related parties, it was agreed that the implementation of this activity would be carried out offline (explaination and direct practice). The activity was carried out for 3 days, on the 4th, 5th and 6th of July 2023. The activity on the first day was a pre-test with a result of 4.62, then explained the theory of psychosocial problems and in-depth interview techniques. On the second day, the community service executor gave an example/role play regarding the in-depth interview technique. The third day begins with a role play again regarding interview techniques followed by direct practice of in-depth interview techniques by health cadres followed by an assessment, obtaining an average practicum score of 8.91. The third meeting ended with a post test to evaluate the cognitive health cadres and obtained a score of 9.71. Based on the process that has occurred, it can be concluded that this activity was running effectively and successfully, as evidenced by changes in pre and post test scores. The success of this activity was also due to the full support of the Waluya Malang STIKes, the Malang City Health Office, the Joint Health Center and Health Cadres RW 01 and RW 02 Sukoharjo Village. Keywords: caregiver; cadre; elderly; interview
PEMBERDAYAAN KADER POSYANDU LANSIA DALAM UPAYA PENINGKATAN KUALITAS HIDUP WANITA MENOPAUSE DI KELURAHAN SUKOHARJO KOTA MALANG Ifa Pannya Sakti; Emy Sutiyarsih
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 3 (2023): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKSetiap wanita akan menghadapi perubahan mulai dari masa menarche sampai tahap menopause. Wanita menopause mengalami penurunan hormon estrogen dan progesteron. Penurunan hormon secara progresif dan ireversibel dapat memicu terjadinya keluhan secara fisik dan psikologis, yang dapat juga memicu  suatu  keadaan  yang berpengaruh  pada kualitas hidupnya. Dalam menghadapi masa menopause, perempuan perlu dipersiapkan, sehingga mampu beradaptasi terhadap perubahan yang terjadi. Berdasarkan informasi dari Puskesmas Bareng jumlah lansia wanita di RW 1 dan RW 2, Kelurahan Sukoharjo, Kota Malang sebanyak 112 orang dan jumlah Kader posyandu  16 orang.Para kader belum pernah mendapatkan pelatihan terkait peningkatan kulaitas hidup wanita menapouse. Tujuan  Kegiatan PkM untuk meningkatkan pengetahuan para kader tentang cara meningkatkan kualitas hidup wanita menapouse yang dilakukan secara luring di Balai RW 01 Kelurahan Sukoharjo, dilaksanakan selama tiga kali pada tanggal 5 – 7 Juli 2023.  Metode pelaksanaan Kegiatan PkM  adalah Pelatihan Kader meliputi materi konsep menopause, kualitas hidup wanita menopause, dan simulasi senam osteoporosis sebagai upaya peningkatan kualitas hidup wanita menopause. Kehadiran peserta 100%. Nilai rata-rata pre-test  65,62 dan post-test  82,50 terjadi kenaikan dari segi kognitif sebesar 25,88%. Pada penilaian observasi simulasi senam osteoporosis didapatkan hasil rata-rata 82,50. Dari hasil penilaian tersebut dapat disimpulkan  kegiatan PkM  memberi dampak positif pada peserta. Kader kesehatan memiliki peran penting dalam upaya peningkatan kualitas hidup wanita menopause, perlu diberikan edukasi kesehatan secara berkala agar dapat memberikan informasi yang benar kepada wanita menopause. Kata kunci: kader posyandu lansia; kualitas hidup; wanita menopause ABSTRACTEvery woman will face changes from menarche to menopause. Women in menopause has a decrease hormones estrogen and progesterone. Progressive and irreversible decrease in hormones can trigger physical and psychological gripe, that can also trigger a condition that affects the quality of life. In facing menopause, women need to be prepared, so they can adapt with the changes. Based on the information from Bareng Health Center, the number of elderly women in RW 1 and RW 2, Sukoharjo Village, Malang City are 112 person and the number of Kader Posyandu are 16 person. PkM activities are carried out offline at Balai RW 01 Sukoharjo Village, it held for three times on 5 – 7 July 2023. The PkM activities carried out are Kader Training covering material on the concept of menopause, quality of life for menopause women, and osteoporosis exercise simulation as an effort to improve quality life for menopause women. There are 100% attendance of participants. The average value of the pre-test was 65.62 and the post-test was 82.50, there was increase in cognitive terms of 25.88%. In the observation assessment of the osteoporosis exercise simulation, the average result was 82.50. The results of this assessment can be concluded that PkM activities gives positive impact on participants. Health cadres have an important role in efforts to improve the quality of life of menopause women, it needs to give information of health education in periodically for menopause women Keywords: elderly posyandu cadres; quality of life; menopause women
PEMBERDAYAAN KADER KESEHATAN DALAM PENGGUNAAN APLIKASI “STIKez PEDULI” UNTUK MENINGKATKAN TARAF KESEHATAN Nanta Sigit; Romaden Marbun; Raswati Prapti Rahayu
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 3 (2023): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i3.15819

Abstract

ABSTRAKSTIKez Peduli adalah aplikasi yang dikembangkan untuk membantu masyarakat poncokusumo kabupaten malang terkait dalam melakukan pelacakan untuk menurunkan prevalensi penyakit hipertensi. Cara kerja dari aplikasi ini mengandalkan partisipasi masyarakat untuk saling membagikan data lokasinya agar penelusuran riwayat kesehatan dapat dilakukan. Dengan mengunduh aplikasi STIKez Peduli, masyarakat dapat mengakses berbagai fitur. Serta, sejumlah manfaat lainnya yaitu aplikasi ini juga dapat menampilkan statistik prevalensi kasus sepuluh penyakit terbesar di Kabupaten malang dan di lokasi sekitar penggunanya dan mampu meningkatkan pengetahuan warga terkait trend penyakit yang ada di Kabupaten Malang agar dapat dilakukan pencegahan dini untuk mengurangi resiko terjadinya penyakit. Program kemitraan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman para kader dan juga masyarakat terkait pentingnya pentingnya pendampingan kader kesehatan dalam pemanfaatan penggunaan aplikasi berbasis android STIKez Peduli untuk meningkatkan taraf kesehatan di dusun Sukosari desa Pandansari, Poncokusumo, Kabupaten Malang. kegiatan ini dilaksanakan sebanyak 3 kali melalui pemberian materi dan diskusi interaktif kepada 25 orang kader kesehatan. Dari hasil evaluasi yang dilakukan pada nilai pre-test dan post-test, diketahui bahwa terjadi peningkatan pemahaman terkait pentingnya pemanfaatan aplikasi berbasis android STIKez Peduli untuk meningkatkan taraf kesehatan di dusun Sukosari desa Pandansari, Poncokusumo, Kabupaten Malang, rata nilai pre-test sebesar 60, dan setelah diberikan edukasi, rerata nilai post-test menjadi 80. Kegiatan ini perlu dilakukan sebagai upaya meningkatkan kesadaran, dan mendorong masyarakat khususnya kader kesehatan dalam memberikan informasi yang sesuai kepada tenaga Kesehatan. Kata kunci: aplikasi STIKez peduli; kader kesehatan; pendidikan kesehatan; ABSTRACTSTIKez Peduli is an application developed to help the Poncokusumo community in Malang Regency in tracking to reduce the prevalence of hypertension. The workings of this application rely on community participation to share location data with each other so that medical history tracing can be carried out. By downloading the STIKez Cares application, people can access various features. As well as, a number of other benefits, namely this application can also display statistics on the prevalence of cases of the ten largest diseases in Malang Regency and in locations around its users and is able to increase residents' knowledge regarding disease trends in Malang Regency so that early prevention can be carried out to reduce the risk of disease. This partnership program aims to increase the understanding of cadres and also the community regarding the importance of assisting health cadres in utilizing the STIKez Cares android-based application to improve health standards in Sukosari hamlet, Pandansari village, Poncokusumo, Malang Regency. This activity was carried out 3 times through the provision of materials and interactive discussions to 25 health cadres. From the results of the evaluation carried out on the pre-test and post-test values, it is known that there has been an increase in understanding regarding the importance of using the STIKez Cares android-based application to improve health standards in Sukosari Hamlet, Pandansari Village, Poncokusumo, Malang Regency, with an average pre-test score of 60 , and after being given education, the average post-test score is 80. This activity needs to be carried out as an effort to increase awareness, and encourage the community, especially health cadres, to provide appropriate information to health workers. Keywords: STIKez peduli app; health cadres; health education.