cover
Contact Name
Zulkarnain
Contact Email
dzul9787@gmail.com
Phone
+6287832631987
Journal Mail Official
selaparang.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan No.1, Pagesangan, Kec. Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Bar. 83115
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan
ISSN : 26145251     EISSN : 2614526X     DOI : https://doi.org/10.31764/jpmb.v5i1.6393
SELAPARANG : Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan merupakan jurnal yang mendiseminasikan setiap pemikiran dan ide gagasan atas hasil penelitian dan pemanfaatan teknologi untuk diimplementasikan kepada masyarakat mencakup ; (1). Bidang ilmu pengetahuan ; MIPA (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi), Terapan, Sosial, Budaya, Ekonomi, dan Kesehatan, (2). Pelatihan dan peningkatan hasil pendidikan dan (3). Pengembangan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,601 Documents
PENERAPAN MESIN PENGASAP BAGI USAHA RUMAH TANGGA SE’I IKAN DI SEKITAR PANTAI KELURAHAN OEBA KOTA KUPANG Jahirwan Ut Jasron; Gusnawati Gusnawati; Reinner Ishaq Lerrick
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 4 (2023): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i4.19662

Abstract

ASBTRAKIkan merupakan salah satu spesies yang banyak diminati oleh konsumen termasuk di Kota Kupang. Salah satu perolehan ikan di Kota Kupang di dapat dengan cara tangkapan dari laut yang jumlahnya cukup melimpah. Ikan-ikan hasil tangkapan nelayan selain langsung dijual untuk dikomsumsi ada pula yang dikeringkan secara alami dengan proses penggaraman dan bantuan sinar matahari. Setelah kering maka ikan tersebut dapat disimpan dan dijual segera. Kondisi tersebut menimbulkan permasalahan yaitu pengeringan ikan sangat tergantung dengan kondisi alam dan kadang cepat busuk karena kurangnya proses pengeringan sehingga menyebabkan nilai jual, cita rasa ikan yang dijual oleh nelayan ini menjadi jatuh. Selain itu ada juga yang mengolah hasil tangkapan dengan metode pengasapan. Untuk menghasilkan ikan asap bermutu, perlu pengetahuan tentang teori kesegaran ikan yang meliputi proses kemunduran mutu ikan, penanganannya untuk mempertahankan kesegaran ikan, penilaian kesegaran ikan baik secara subjektif (organoleptik) maupun secara objektif (laboratory). Selanjutnya, teknik pengolahan mulai dari pemilihan bahan baku, bahan asap, bahan pembantu, waktu dan suhu pengasapan, pengemasan, penyimpanan yang baik dan sesuai dengan SNI ikan asap,Dari pantauan dan hasil wawancara dengan salah satu usaha pengasapan ikan di kelurahan Oeba diperoleh data bahwa mereka sudah memulai usaha sejak tahun 2012 dengan kebutuhan ikan bahan baku sekitar 40 kg/hari namun peralatan yang digunakan masih sangat tradisionil. Program pengabdian pada masyarakat ini mencoba memberikan aplikasi praktis terapan di bidang perikanan dengan cara, pembekalan soft skill kepada beberapa masyarakat yang tergabung dalam sebuah usaha industri rumah tangga untuk dapat menerapkan teknik pengasapan ikan. Sementara itu mitra se’i ikan,  berperan dalam penyediaan lahan untuk bagi pemanfaatan mesin pengasap. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa mesin pengasap telah  berfungsi dengan baik dan dapat dioperasikan oleh mitra tanpa hambatan yang berarti. Kata Kunci: se’i ikan; mesin pengasap; industri rumah tangga. ASBTRACTFish is a species in excellent consumer demand, including in Kupang City. One of the fish harvests in Kupang City is caught by catching them from the sea, which is relatively abundant. Apart from being directly sold for consumption, the fish caught by fishermen are also dried naturally with the salting process and the help of sunlight. Once dry, the fish can be stored and sold immediately. This condition raises problems, namely, the drying of fish is very dependent on natural conditions, and sometimes it spoils quickly due to a lack of drying process, causing the selling value and taste of the fish sold by these fishermen to fall. Apart from that, some process their catch using the smoking method. To produce quality smoked fish, knowledge of fish freshness theory is needed. It includes decreasing fish quality, handling it to maintain freshness, and assessing fish freshness subjectively (organoleptic) and objectively (laboratory). Furthermore, processing techniques start from selecting raw materials, smoked ingredients, supporting materials, smoking time and temperature, packaging, good storage, and following SNI smoked fish. They started their business in 2012 with a raw material fish requirement of around 40 kg/day, but the equipment used is still very traditional. This community service program tries to provide practical applications in fisheries by providing soft skills to several members of the home industry to apply fish-smoking techniques. Meanwhile, the fish se'i partners play a role in providing land for smoking machines. The activity results show that the smoking machine is functioning well and can be operated by partners without significant obstacles. Keywords: fish se'i; smoking machine; home industry
PENINGKATAN KAPASITAS PRODUKSI DENGAN TEKNOLOGI MIXING DOUBLE ATTACK UNTUK MEMENUHI PERMINTAAN PASAR KERUPUK SINGKONG DESA DAWUHAN KABUPATEN BLITAR Nilawati Fiernaningsih; sugeng Hadi Susilo; Anna Widayani
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 3 (2023): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas produksi untuk memenuhi permintaan pasar. Pengrajin kerupuk ini berpotensi untuk memanfaatkan potensi yang ada diwilayahnya. Hal ini dikarenakan sumber daya alam yang menjadi bahan baku tersedia. Tetapi selama ini proses produksi hanya dilakukan secara manual, terutama proses pengadukan adonan kerupuk singkong, sehingga membutuhkan waktu yang lama. Sedangkan pasar untuk penjualan kerupuk singkong masih luas. Untuk itu akan dilakukan pendampingan dalam peningkatan kapasitas produksi dengan teknologi mixing double attack. Dampaknya akan scale up keterampilan mitra dalam produksi, kualitas produk akan meningkat, dan jumlah produksi meningkat. Selain itu juga mendukung RIRN dalam Bidang Pangan. Solusi yang dapat diterapkan dengan penerapan iptek kepada masyarakat proses produksi kerupuk singkong dengan mesin pengaduk adonan kerupuk singkong dengan teknologi mixing double attack dan manajemen pengelola pengrajin kerupuk singkong di Dusun Kedungsuruh Desa Dawuhan Kabupaten Blitar. Di akhir program dievaluasi dan pendampingan serta monitoring dalam menjalankan usaha. Hasil dari kegiatan ini adalah ketrampilan produksi kerupuk singkong dan produksi kerupuk singkong meningkat sebesar 30% setelah pendampingan pengabdian maka kualitas hasil produksi kerupuk singkong juga meningkat. Kata kunci: alat produksi; manajemen usaha; pengrajin krupuk; produksi ABSTRACTThis Community Service aims to increase production capacity to meet market demand. These cracker craftsmen have the potential to take advantage of the potential that exists in their region. This is because the natural resources that are raw materials are available. However, the production process has only been done manually, especially when mixing the cassava cracker dough, so it takes a long time. Meanwhile, the market for selling cassava crackers is still wide. For this reason, assistance will be carried out in increasing production capacity by mixing double attack technology. The impact will increase partners' skills in production, product quality, and production volume will increase. Besides that, it also supports RIRN in the Food Sector. The solution that can be applied is the application of science and technology to the community in the cassava cracker production process with a cassava cracker dough mixer machine with mixing double attack technology and management of cassava cracker craftsmen in Kedungsuruh Hamlet, Dawuhan Village, Blitar Regency, at the end of the program evaluation, assistance, and monitoring in running the business. This activity resulted in cassava cracker production skills, and cassava cracker production increased by 30% after the companion service, and the quality of cassava cracker production also increased. Keywords: cracker craftsmen; production tools; production; management
PENYULUHAN SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN PENGETAHUAN DAN KEMAMPUAN LITERASI KESEHATAN IBU HAMIL Aditya, Renny; Joyce, Joyce; Halim, Kevin Stanley
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 4 (2023): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i4.19648

Abstract

ABSTRAKPengetahuan ibu hamil sangat penting untuk menciptakan perilaku sehat. Salah satu upaya yang dapat dilakukan yaitu melalui literasi kesehatan. Literasi kesehatan pada ibu hamil dipengaruhi oleh karakteristik demografi seperti tingkat pendidikan. Pada tahun 2019, Kelurahan Alalak Selatan Kota Banjarmasin menjadi kelurahan dengan tingkat pendidikan paling rendah serta angka putus sekolah yang tinggi. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan literasi kesehatan pada ibu hamil di Kelurahan Alalak Selatan. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah penyuluhan. Materi yang diberikan berupa kesehatan selama kehamilan dan literasi kesehatan. Sasaran kegiatan berjumlah 30 orang ibu hamil yang terdata di Puskesmas Alalak Selatan. Kegiatan dimulai dengan pengumpulan data, perencanaan, hingga perizinan kegiatan. Kemudian dilakukan pengisian kuisioner umum dan kuisioner HLS-EU-SQ10-IDN versi Bahasa Indonesia. Hasil evaluasi kegiatan menunjukkan adanya perubahan tingkat pengetahuan dari sebelum (33,3%) menjadi (66,7%). Kegiatan penyuluhaan ini mampu meningkatkan pengetahuan ibu hamil. Kata kunci: literasi kesehatan; ibu hamil; pengetahuan; perilaku sehat ABSTRACTKnowledge for a pregnant mother is very important for create healthy behavior, in order to have a healthy pregnancy. One of the efforts that can be made is through health literacy. Health literacy in pregnant mothers is influenced by demographic characteristics such as the level of education. In 2019, South Alalak Kelurahan Banjarmasin City became the village with the lowest level of education and high dropout rate. This dedication is aimed at improving the health knowledge and literacy of pregnant mothers in South Alalak Kelurahan. The method used in this devotion is forgiveness. The material provided is about health during pregnancy and health literacy. Target activity of 30 pregnant mothers in the South Alalak Puskesmas. Activity starts with data collection, planning, and licensing. Then the general questionnaire and the Indonesian version of the HLS-EU-SQ10-IDN questionnaire were filled in. The results of the evaluation showed a change in the level of knowledge from before (33.3%) to (66.7%). This counseling activity is able to increase the knowledge of pregnant women. Keywords: health behavior; health literacy; knowledge; pregnant-women
EDUKASI PETUGAS PENDAFTARAN TERKAIT PROSES REGISTRASI PASIEN Nita Dwi Nur Aini; Wisoedhanie Widi A.; Bhre Diansyah D.K.
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 3 (2023): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i3.16351

Abstract

ABSTRAKBelum sesuainya kualifikasi yang dimiliki oleh petugas pendaftaran serta tata cara registrasi dan sistem penamaan yang benar menjadi permasalahan yang terdapat pada klinik X. Adapun tujuan dari dilakukannya edukasi terkait sistem registrasi pasien yaitu dapat meningkatkan pengetahuan petugas pendaftaran terkait kualifikasi petugas dan tata cara registrasi pasien yang meliputi sistem penamaan yang benar. Kegiatan ini dilaksanakan selama 3 hari dengan peserta yang terlibat adalah petugas pendaftaran dan direktur klinik X dengan jumlah 4 orang dengan metode sosialisasi dan diskusi interaktif. Kegiatan ini diawali dengan sosialisasi terkait tata cara registrasi pasien kemudian dilanjutkan dengan materi terkait kualifikasi dan jumlah tenaga pendaftaran menggunakan metode analisis perhitungan SDM dan terakhir menjelaskan terkait sistem penamaan. Sebelum dan sesudah kegiatan, peserta akan diberikan tes sebagai salah satu alat untuk evaluasi dalam kegiatan ini. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta yang menunjukkan peningkatan sebesar 30% dari nilai pretest yaitu 60.00 dan nilai postest yaitu 90.00. Adanya peningkatan pengetahuan dan peserta dalam kegiatan ini dapat membantu dalam meningkatkan kemampuan petugas pendaftaran dalam proses registrasi pasien sesuai dengan prosedur yang berlaku dan menciptakan kesan baik saat melakukan proses registrasi pasien.   Kata kunci: sistem registrasi pasien; petugas pendaftaran; kegiatan; sosialisasi ABSTRACTThe incompatibility of the qualifications of the registrar as well as the registration procedures and the correct naming system is a problem that exists at clinic X. The purpose of conducting education related to the patient registration system is to increase the knowledge of registrars regarding the qualifications of officers and procedures for patient registration which includes correct naming system. This activity was carried out for 3 days with participants involved being registrars and director of clinic X with a total of 4 people with interactive socialization and discussion methods. This activity began with socialization regarding patient registration procedures, then continued with material related to the qualifications and number of registration staff using the HR calculation analysis method and finally explained the naming system. Before and after the activity, participants will be given a test as a tool for evaluation in this activity. The results of the activity showed an increase in the participants' knowledge which showed an increase of 30% from the pretest score, which was 60.00 and the posttest score, which was 90.00. An increase in knowledge and participants in this activity can help improve the ability of registration officers in the patient registration process in accordance with applicable procedures and create a good impression when carrying out the patient registration process.. Keywords: patient registration system; registration officer; activity; socialization
PENYULUHAN MASYARAKAT PENGRAJIN MEBEL BAMBU TENTANG TEKNIS PENGGAMBARAN DI DESA BELEGA, GIANYAR Rahayu, Ni Nyoman Sri; Dewi, Ni Made Emmi Nutrisia; Persada, Nyoman Gema Endra
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 4 (2023): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i4.19212

Abstract

ABSTRAKMebel bambu banyak diproduksi oleh pengrajin di Desa Belega. Masalah yang dipecahkan dalam pengabdian ini adalah terkait upaya yang dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan teknis penggambaran mebel interior bambu. Tujuan Kegiatan pengabdian ini adalah agar dapat meningkatkan pengetahuan teknis penggambaran mebel interior bambu yang mana pengetahuan mengenai gambar sangat diperlukan ketika berhadapan dengan klien dan menjelaskan mebel. Manfaat kegiatan: (1) Dapat mempermudah pengrajin dalam produksi; (2)  Meningkatkan pengetahuan pengrajin mengenai teknis penggambaran.   Metode diantaranya: (1) Input: Metode survey, observasi ke workshop, dokumentasi dan wawancara; (2) Proses: Digunakan teknik penyuluhan individu. Pendekatan dengan datang ke tempat bekerja pengrajin, memberikan informasi mengenai teknis penggambaran meliputi dimensi, denah, tampak samping, potongan, perspektif, skala; (3) Output : Metode evaluasi. Tim kembali bertanya menggunakan kuisioner guna mengetahui pemahaman peserta. Skor peserta pada kuisioner tahap kedua menunjukkan peningkatan dibanding kuisioner pertama yang menandakan peserta sudah mendapatkan pemahaman yang benar sesuai materi yang dijelaskan. Keahlian mengolah bambu menjadi mebel bagi masyarakat di Desa Belega adalah potensi desa yang harus dipertahankan. Jika sebelumnya pengrajin bambu terbiasa dengan pekerjaan lapangan, dengan adanya kegiatan penyuluhan ini, pengrajin bambu mendapat pengetahuan tambahan mengenai teknis gambar. Sehingga harapannya mereka dapat lebih mudah membaca gambar kerja sebagai panduan dalam mengerjakan mebel bambu. Kata kunci: penyuluhan; pengrajin; mebel bamboo; teknis penggambaran. ABSTRACTMany bamboo furniture is produced by craftsmen in Belega Village. The problem solved in this community service is related to efforts made to improve knowledge of technical drawing for bamboo furniture. The aim of this community service activity is to increase knowledge of technical drawing for bamboo furniture, where it is very necessary when dealing with clients and explaining furniture. Benefits of the activity: (1) Can make production easier for craftsmen; (2) Increasing craftsmen's knowledge about technical drawings. In this counseling, a survey was carried out by observing visiting craftsmen's workshops using individual counseling techniques. The methods include: (1) Input: Survey method, observations to the workshop, documentation and interviews; (2) Process: its used Individual technique counseling. Approach by coming to the craftsman's work place, providing information about technical drawings including dimensions, plans, side views, cuts, perspectives, scale; (3) Output: Evaluation method. The team asked questions for the twice using a questionnaire to find out the participants' understanding. The participant's score on the second questionnaire showed an increase compared to the first questionnaire. Its indicating thFdiat the participant had gained the correct understanding according to the subject explained. The skill of processing bamboo into furniture for the people of Belega Village is a potential of the village that must be maintained. If previously bamboo craftsmen were accustomed to field work, with this community service activity, bamboo craftsmen gained additional knowledge of technical drawing for bamboo furniture. So it is hoped that they can more easily read working drawings as a guide in working on bamboo furniture. Keywords: counseling; craftsmen; bamboo furniture; technical drawing.
PENDAMPINGAN DONASI JELANTAH BAGI WARGA KAMPUS MELALUI PROGRAM JENGRINDA (JELANTAH MEMBANGUN SAMARINDA) Vita Pramaningsih; Sri Sunarti; Deny Kurniawan; Rabiatul Adawiyah; Muhammad Risky
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 3 (2023): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i3.15393

Abstract

ABSTRAKPenggunaan minyak goreng terus meningkat terutama dalam industri makanan. Minyak sisa hasil penggorengan disebut dengan minyak jelantah. Ibu-ibu biasanya akan membuang minyak jelantah ke selokan, wastafel cuci piring maupun ke tempat pembuangan sampah. Hal ini dapat menyumbat pipa buangan rumah tangga dan mencemari lingkungan. Pemerintah Kota Samarinda memiliki program Jengrinda dengan mengajak masyarakat berdonasi jelantah untuk membangun kota Samarinda. Penelitian ini bertujuan untuk mengajak warga kampus mengumpulkan minyak jelantah dalam upaya mengendalikan pencemaran lingkungan dari hal kecil dan ikut berpartisipasi dalam program Pemerintah Kota Samarinda. Metode yang digunakan adalah melakukan sosialisasi dan pendampingan untuk mengumpulkan minyak jelantah melalui pengajian rutin mingguan kampus. Kemudian menyediakan derigen, mengkoordinir pengambilan jelantah melalui pick up atau pengambilan ke rumah maupun secara mandiri, koordinasi dengan PT. GSP sebagai pengelola minyak serta evaluasi dengan kuesioner. Kegiatan ini melibatkan seluruh warga kampus baik mahasiswa, dosen, tendik, klining servis, satpam. Hasil kuesioner setelah 4 minggu kegiatan menunjukkan bahwa 88,43% responden mengetahui tentang program jelantah membangun Samarinda, serta ikut mendonasikan minyak jelantah. Jelantah terkumpul sebanyak 2 derigen atau setara dengan 25 liter selama 4 minggu. Kesimpulannya warga kampus menyadari bahwa jelantah menyebabkan pencemaran lingkungan dan bersedia berpartisipasi dalam program donasi jengrinda. Kata kunci: minyak goreng; jelantah; program jengrinda. ABSTRACTThe cooking oil continues to increase, especially a food industry. The leftover oil from frying is called used cooking oil. Mothers will usually throw used cooking oil the gutter, dishwashing or landfill. This household waste pipes, pollute the environment. Samarinda City Government has Jengrinda program inviting people donate used cooking oil to build city of Samarinda. The study to invite campus residents to collect used cooking oil an effort to control environmental pollution from small things and participate the Samarinda City Government program. Method used is to conduct socialization and assistance to collect used cooking oil through weekly campus recitation. Then provide derigants, coordinate the collection of used cooking oil through pick up or to the house independently, coordinate with PT GSP the oil manager and evaluate a questionnaire. Activity all campus residents including students, lecturers, staff, clining service, and security. The results of questionnaire after 4 weeks of activity showed 88.43% respondents about used cooking oil program Samarinda, participated donating used cooking oil. Used cooking oil collected as 2 derigants the equivalent of 25 liters for 4 weeks. Conclusion, residents are used cooking oil environmental pollution and willing to participate the jengrinda donation program. Keywords:ABSTRAKPenggunaan minyak goreng terus meningkat terutama dalam industri makanan. Minyak sisa hasil penggorengan disebut dengan minyak jelantah. Ibu-ibu biasanya akan membuang minyak jelantah ke selokan, wastafel cuci piring maupun ke tempat pembuangan sampah. Hal ini dapat menyumbat pipa buangan rumah tangga dan mencemari lingkungan. Pemerintah Kota Samarinda memiliki program Jengrinda dengan mengajak masyarakat berdonasi jelantah untuk membangun kota Samarinda. Penelitian ini bertujuan untuk mengajak warga kampus mengumpulkan minyak jelantah dalam upaya mengendalikan pencemaran lingkungan dari hal kecil dan ikut berpartisipasi dalam program Pemerintah Kota Samarinda. Metode yang digunakan adalah melakukan sosialisasi dan pendampingan untuk mengumpulkan minyak jelantah melalui pengajian rutin mingguan kampus. Kemudian menyediakan derigen, mengkoordinir pengambilan jelantah melalui pick up atau pengambilan ke rumah maupun secara mandiri, koordinasi dengan PT. GSP sebagai pengelola minyak serta evaluasi dengan kuesioner. Kegiatan ini melibatkan seluruh warga kampus baik mahasiswa, dosen, tendik, klining servis, satpam. Hasil kuesioner setelah 4 minggu kegiatan menunjukkan bahwa 88,43% responden mengetahui tentang program jelantah membangun Samarinda, serta ikut mendonasikan minyak jelantah. Jelantah terkumpul sebanyak 2 derigen atau setara dengan 25 liter selama 4 minggu. Kesimpulannya warga kampus menyadari bahwa jelantah menyebabkan pencemaran lingkungan dan bersedia berpartisipasi dalam program donasi jengrinda. Kata kunci: minyak goreng; jelantah; program jengrinda. ABSTRACTThe cooking oil continues to increase, especially a food industry. The leftover oil from frying is called used cooking oil. Mothers will usually throw used cooking oil the gutter, dishwashing or landfill. This household waste pipes, pollute the environment. Samarinda City Government has Jengrinda program inviting people donate used cooking oil to build city of Samarinda. The study to invite campus residents to collect used cooking oil an effort to control environmental pollution from small things and participate the Samarinda City Government program. Method used is to conduct socialization and assistance to collect used cooking oil through weekly campus recitation. Then provide derigants, coordinate the collection of used cooking oil through pick up or to the house independently, coordinate with PT GSP the oil manager and evaluate a questionnaire. Activity all campus residents including students, lecturers, staff, clining service, and security. The results of questionnaire after 4 weeks of activity showed 88.43% respondents about used cooking oil program Samarinda, participated donating used cooking oil. Used cooking oil collected as 2 derigants the equivalent of 25 liters for 4 weeks. Conclusion, residents are used cooking oil environmental pollution and willing to participate the jengrinda donation program. Keywords: cooking oil; used cooking oil; jengrinda program.
TRANSFORMASI PERPUSTAKAAN: PERAN TEKNOLOGI DIGITAL DALAM PENGEMBANGAN LAYANAN INTERLIBRARY LOAN (STUDI KASUS SMP MUHAMMADIYAH KABUPATEN PONOROGO) Wulansari, Ayu; Wahrudin, Bambang; Rif'an, Moh.
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 4 (2023): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i4.17682

Abstract

ABSTRAKPerpustakaan mengalami transformasi yang signifikan berkat perkembangan teknologi digital. Salah satu aspek yang paling memengaruhi penggunaan perpustakaan adalah layanan Interlibrary Loan (ILL), yang memungkinkan akses ke berbagai perpustakaan. Fokus pengabdian ini adalah transformasi perpustakaan dalam rangka inter library loan (ILL) di perpustakaan yang tergabung dalam FOSKAM yang selama ini belum melakukan pengembangan pengelolaan perpustakaan secara digital secara terstruktur dalam rangka kerjasama layanan. Hal ini menghambat kegiatan layanan perpustakaan yang berdampak pada kurangnya peningkatakan kualitas pendidikan karena tidak memiliki fasilitas pendukung sebagai penunjang pembelajaran yang berbasis teknologi. Tujuan utama dari pengabdian ini pendampingan dalam pengelolaan perpustakaan baik secara fisik maupun digital sehingga kolaborasi keduanya mampu menunjang pembelajaran pada warga sekolah terutama siswa. Metode yang digunakan dalam merealisasikan tujuan adalah pertama, melakukan Focus Group Discussion (FGD) dengan pihak mitra baik dari pihak manajemen sekolah dan pengelola perpustakaan sehingga dapat memotret permasalahan dan kendala dalam pengelolaan perpustakaan yang dihadapi mitra. Data yang diperoleh sebagai bahan dalam merancang pengelolaan perpustakaan baik dari segi manajemen serta sistem informasinya. Kedua, Workshop pengelolaan perpustakaan sekolah mencakup manajemen pengelolaan perpustakaan sekolah meliputi pengorganisasian, pengolahan koleksi, promosi perpustakaan dan integrasi program literasi. Ketiga, Pendampingan pengelolaan perpustakaan digital Pendampingan ini implementasi dari workshop manajemen pengelolaan perpustakaan berbasis teknologi informasi, pengolahan bahan pustaka, pembuatan klasifikasi dan katalogisasi serta digitalisasi koleksi. Luaran dari pengabdian ini . Secara keseluruhan baik dari manajemen dalam pengelolaan perpustakaan berbasis ICT sebagai embrio perpustakaan digital. Keempat, melakukan integrasi perpustakaan yang telah terbangun secara digital dan membentuk konsep kerjasama perpustakaan dalam meningkatkan layanan atau interlibrary loan.Hasil pengabdian ini adalah sekolah Muhammadiyah yang tergabung didalam FOSKAM telah memiliki kesiapan sistem informasi menuju digital library dan bermuara pada kerjasama layanan antar perpustakaan sekolah di sekelingkup Muhammadiyah Kabupaten Ponorogo Kata kunci: transformasi; perpustakaan; inter-library loan; ILL ABSTRACTLibraries are experiencing a significant transformation thanks to developments in digital technology. One of the aspects that most influences library use is the Interlibrary Loan (ILL) service, which allows access to various library collections. The focus of this service is library transformation in the context of inter library loans (ILL) in libraries that are members of FOSKAM which so far have not developed structured digital library management in the context of service collaboration. This hampers library service activities which results in a lack of improving the quality of education because it does not have supporting facilities to support technology-based learning. The main objective of this service is assistance in managing libraries both physically and digitally so that the collaboration between the two is able to support learning for school residents, especially students. The method used to realize the goal is first, conducting a Focus Group Discussion (FGD) with partners from both school management and library management so that they can photograph the problems and obstacles in library management faced by partners. The data obtained is used as material in designing library management both in terms of management and information systems. Second, the school library management workshop covers school library management including organizing, processing collections, library promotion and integration of literacy programs. Third, digital library management assistance. This assistance is the implementation of information technology-based library management workshops, processing library materials, classifying and cataloging and digitizing collections. The output of this dedication. Overall good management in ICT-based library management as the embryo of a digital library. Fourth, integrate libraries that have been built digitally and form the concept of library cooperation in improving services or inter-library loans. The result of this service is that Muhammadiyah schools that are members of FOSKAM have ready information systems for digital libraries and this leads to service collaboration between school libraries in the surrounding area. Muhammadiyah Ponorogo Regency Keywords: transformation; library; inter-library loan; ILL.
PENGEMBANGAN YOUNG TECHNOPRENEUR UNNES MELALUI PENGELOLAAN USAHA BERBASIS DIGITAL ENTREPRENEUR Febri Budi Darsono; Andri Setiyawan; M. Hilman Gumelar Syafei; Umar Makarim Wibisono; Stephen Dwi Arjuna; Muhammad Syamsuddin Nurul Iman; Abdurrahman Abdurrahman
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 3 (2023): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i3.17227

Abstract

ABSTRAKDalam upaya menciptakan wirausaha baru mandiri yang berbasis iptek maka perlu bagi tenant menguasai aspek digital entrepreneur dalam pengelolaan usaha dan pemasaran berbasis digital. Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan pelatihan kepada tenant dalam pemasaran produk barang/jasa sesuai dengan usaha yang dijalankan berbasis digital. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah penerapan secara langsung dengan tahapan persiapan, analisa permasalahan, Pelatihan dalam implementasi digital entrepreneurship, Pendampingan dalam mengelola modal usah, dan Evaluasi pelaksanaan kegiatan. Kegiatan pengabdian terlaksana dengan dihadiri oleh 3 tenan dan mahasiswa yang berminat wirausaha yang berjumlah 14 orang. Materi yang disampaikan terkait pengembangan usaha melalui media digital Instagram. Optimalisasi penggunaan media digital pada era digital sangat diperlukan branding, selling, dan sharing. Pendampingan dilakukan untuk dalam pengelolaan usaha berbasis digital melalui Instagram. Hasil menunjukan terdapat peningkatan follower yang signifikan setelah tenan mengikuti kegiatan yakni sebesar 70,4% pada MDPL, 100% pada F Project, dan 72,4% pada Bengkel Autoscar. Selain itu, bagi mahasiswa yang sebelumnya tidak memiliki minat usaha setelah mengikuti kegiatan ini muncul ide untuk membuka usaha. Kata kunci: digital entrepreneur; wirausaha; usaha; technopreneur; media ABSTRACTTo create new independent entrepreneurs based on science and technology, tenants must master digital entrepreneur aspects in managing digital-based business and marketing. The solutions offered in this service are, first, the application of science and technology in digital-based business management. Second, tenant assistance training in marketing goods/services by the business being run. With this dedication, it is hoped to increase productivity and business development for MDPL Farm tenants, Unnes Machine Visit Service Workshop (F Project), and Autoscar Workshop. The method used in this service is direct application with the preparation stage, problem analysis, training in the implementation of digital entrepreneurship, assistance in managing venture capital, and evaluating the implementation of activities. The dedication activity was carried out in the presence of 3 tenants and students interested in entrepreneurship, totaling 14 people. The material presented is related to business development through Instagram digital media. Optimizing the use of digital media in the digital era needs branding, selling, and sharing. Assistance is provided for managing digital-based businesses through Instagram. The results showed a significant increase in followers after participating in the activity, namely 70.4% at the MDPL, 100% at the F Project, and 72.4% at the Autoscar Workshop. In addition, students who previously had no business interest after participating in this activity came up with the idea to open a business. Keywords: digital entrepreneur; entrepreneur; business; technopreneur; media
OPTIMALISASI PENYULUHAN KESEHATAN DALAM KOMUNITAS REMAJA INDONESIA TENTANG KESEHATAN REPRODUKSI Selly Kresna Dewi; Sapariah Anggraini; Gertrudis Tutpai
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 4 (2023): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i4.14775

Abstract

ABSTRAKRemaja adalah generasi masa depan yang akan memimpin dan membawa perkembangan suatu negara kedepannya. Di Indonesia angka pernikahan usia dini, pergaulan bebas seperti seks bebas dan narkoba masih menjadi masalah yang setiap tahunnya meningkat. Oleh sebab itu, perlu dilakukan mengoptimalisasi kesehatan dalam komunitas remaja Indonesia tentang kesehatan reproduksi untuk menguatkan pemahaman mereka pentingnya memahami kesehatan reproduksi secara komfrehensif. Penyuluhan kesehatan dilaksanakan online dengan zoom meeting terhadap 167 remaja yang tersebar diseluruh Indonesia. Metode yang digunakan adalah ceramah dan diskusi tentang tumbung kembang remaja, bahaya pernikahan dini, penyuluhan tentang bahaya seks bebas, kehamilan dan perilaku aborsi dikalangan remaja. Pada kegiatan ini didapatkan 167 remaja memiliki pengetahuan baik sebesar 98%. Remaja membutuhkan informasi yang benar dan dari orang yang tepat sehingga informasi yang diterima benar dan remaja dapat berprilaku dengan baik, sehingga perlu adanya pendampingan terhadap remaja untuk mencari informasi yang valid dan perlunya penguatan dari orangtua terkait pentingnya mengenal perkembangan remaja Kata kunci: kesehatan reproduksi; penyuluhan; remaja ABSTRACTTeenagers are the future generation who will lead and bring the development of a country in the future. In Indonesia, the number of early marriages, promiscuity such as free sex and drugs is still a problem that increases every year. Therefore, it is necessary to optimize health in the Indonesian adolescent community about reproductive health to strengthen their understanding of the importance of understanding reproductive health comprehensively. Health counseling was carried out online with zoom meetings for 167 adolescents spread throughout Indonesia. The methods used are lectures and discussions about adolescent development, the dangers of early marriage, counseling about the dangers of free sex, pregnancy and abortion behavior among adolescents. In this activity, 167 adolescents had good knowledge of 98%. Adolescents need the right information and from the right people so that the information received is correct and adolescents can behave properly, so there is a need for assistance to adolescents to find valid information and the need for reinforcement from parents related to the importance of recognizing adolescent development. Keywords: reproductive health; extension; adolescent
OPTIMISASI PEMERIKSAAN KESEHATAN LANSIA: PENDAMPINGAN TERINTEGRASI DI 'POSYANDU LANSIA NUSA INDAH’ Waryati, Sri Yuli; Andika, Andika
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 4 (2023): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i4.19778

Abstract

ABSTRAKDi era modern, Indonesia mengalami peningkatan jumlah lansia. Khususnya di Dusun Sidorejo, Desa Ngestiharjo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul, banyak lansia kesulitan mengakses layanan kesehatan. Situasi ini semakin diperparah dengan bertambahnya penyakit kronis di kalangan mereka. Sebagai respons, sebuah kegiatan pengabdian masyarakat (PKM) diadakan pada tanggal 8 April 2023, pukul 07.00 hingga 11.00 WIB di Dusun Sidorejo. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan akses lansia ke layanan kesehatan berkualitas, meliputi pemeriksaan rutin, konseling gizi, dan senam lansia. Kegiatan tersebut dijalankan bekerja sama dengan kader dan pengurus Posyandu Lansia Nusa Indah serta partisipasi masyarakat setempat. Sebanyak 67 lansia berpartisipasi, dengan pelaksanaannya terbagi menjadi tiga tahapan: persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Berdasarkan evaluasi, 55,52% peserta merasa sangat puas dengan layanan yang diberikan. Lebih jauh, terjadi kenaikan jumlah peserta Posyandu Lansia dari 51 orang di bulan sebelumnya menjadi 67 orang, menandakan efektivitas program PKM tersebut. Dengan kolaborasi yang erat antara tim PKM, kader, dan masyarakat, layanan kesehatan bagi lansia di Dusun Sidorejo telah meningkat. Ini bukan hanya berdampak pada peningkatan kualitas hidup lansia, namun juga meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya layanan kesehatan untuk kelompok usia tersebut. Kata kunci: fasilitas dan layanan kesehatan; kesehatan lansia; pemberdayaan masyarakat; posyandu lansia. ABSTRACTIn the modern era, Indonesia is experiencing an increase in the number of elderly people. Especially in Sidorejo Hamlet, Ngestiharjo Village, Kasihan Sub-district, Bantul Regency, many elderly people have difficulty accessing health services. This situation is further exacerbated by the increase in chronic diseases among them. As a response, a community service activity (PKM) was held on April 8, 2023, from 07.00 to 11.00 WIB in Sidorejo Hamlet. The activity aimed to improve the elderly's access to quality health services, including routine check-ups, nutrition counseling, and elderly gymnastics. The activity was carried out in collaboration with cadres and administrators of Posyandu Lansia Nusa Indah as well as local community participation. A total of 67 elderly people participated, with the implementation divided into three stages: preparation, implementation, and evaluation. Based on the evaluation, 55.52% of participants were very satisfied with the services provided. Furthermore, there was an increase in the number of Posyandu Lansia participants from 51 people in the previous month to 67 people, indicating the effectiveness of the PKM program. With close collaboration between the PKM team, cadres, and the community, health services for the elderly in Sidorejo Hamlet have improved. This not only has an impact on improving the quality of life of the elderly but also increases community awareness of the importance of health services for this age group. Keywords: elderly health; elderly posyandu; community empowerment; health facilities and services.