cover
Contact Name
Zulkarnain
Contact Email
dzul9787@gmail.com
Phone
+6287832631987
Journal Mail Official
selaparang.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan No.1, Pagesangan, Kec. Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Bar. 83115
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan
ISSN : 26145251     EISSN : 2614526X     DOI : https://doi.org/10.31764/jpmb.v5i1.6393
SELAPARANG : Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan merupakan jurnal yang mendiseminasikan setiap pemikiran dan ide gagasan atas hasil penelitian dan pemanfaatan teknologi untuk diimplementasikan kepada masyarakat mencakup ; (1). Bidang ilmu pengetahuan ; MIPA (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi), Terapan, Sosial, Budaya, Ekonomi, dan Kesehatan, (2). Pelatihan dan peningkatan hasil pendidikan dan (3). Pengembangan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,601 Documents
EDUKASI KESEHATAN MENTAL WARGABINAAN MELALUI PENDEKATAN PSIKOSOSIAL PADA WARGABINAAN LEMBAGA PEMASYARAKATAN NARKOTIKA KARANG INTAN Rudiansyah, Muhammad; Wulandari, Anggun; Yolanda, Zuhrufa Wanna; Rahman, Fauzie; Ridwan, Agus Muhammad; Assyaida, Muhammad Abdus Salam; Wati, Ratna Mulia
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 4 (2023): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i4.19198

Abstract

ABSTRAKBerdasarkan laporan bulanan data kesakitan bulan November 2022 terkait kondisi psikologis dan kesehatan mental wargabinaan di Lembaga Permasyarakatan Narkotika Klas IIA Karang Intan Martapura, Kalimantan Selatan, terdapat beberapa permasalahan psikologis, seperti loneliness, rendahnya harapan hidup, homesick, rendahnya intensitas komunikasi dan sosial antar wargabinaan, tingginya rasa curiga dan kecemasan individu terhadap wargabinaan lainnya, dan dampak halusinasi pada panca indera (neurologis) yang masih ada di wargabinaan tersebut.  Tujuan dari program ini adalah agar wargabinaan mampu membentuk keharmonisan, meningkatkan hubungan sosial, dan menurunkan potensi hilangnya harapan hidup para wargabinaan. Metode kegiatan dengan Forum Group Discusssion  (FGD) dan penyuluhan kesehatan mental yang dilaksanakan dengan 3 tahapan, yaitu persiapan,pelaksanaan dan evaluasi. Kegiatan ini diikuti oleh 25 orang wargabinaan. Program yang dilaksanakan terdiri dari FGD, edukasi terkait resiliensi, penerimaan diri dan motivasi diri untuk wargabinaan, sehingga wargabinaan menjadi lebih sejahtera, productif dan memiliki sikap yang positif. Selain itu, games akan dilaksanakan untuk mengurang stress dan melatih komunikasi dan teamwork antar sesama wargabinaan. Berdasarkan hasil pre-post test dari 25 responden dapat diketahui bahwa terdapat peningkatan sebesar 80% pada peserta, yang menunjukkan bahwa pemberian edukasi yang dilakukan oleh psikolog mampu menambah pengetahuan serta kemampuan wargabinaan dalam menerima diri dan memberi makna pada kehidupan mereka. Kata kunci: wargabinaan; kecemasan; psikologis; kesehatan mental. ABSTRACTBased on the monthly report of pain data for November 2022 regarding the psychological condition and mental health of inmates at the Class IIA Narcotics Correctional Institution Karang Intan Martapura, South Kalimantan, there are several psychological problems, such as loneliness, low life expectancy, homesickness, low communication and social intensity between inmates, the high level of individual suspicion and anxiety towards other inmates, and the impact of hallucinations on the five senses (neurological) that still exist in these inmates. The aim of this program is for the inmates to be able to form harmony, improve social relations, and reduce the potential for loss of life expectancy for the inmates. The activity method is Forum Group Discussion (FGD) and mental health education which is carried out in 3 stages, namely preparation, implementation and evaluation. This activity was attended by 25 inmates. The program implemented consists of FGDs, education related to resilience, self-acceptance and self-motivation for inmates, so that inmates become more prosperous, productive and have a positive attitude. Apart from that, games will be held to reduce stress and train communication and teamwork between fellow inmates. Based on the pre-post test results from 25 respondents, it can be seen that there was an increase of 76% in participants, which shows that the education provided by psychologists was able to increase the knowledge and ability of the inmates to accept themselves and give meaning to their lives. Keywords: community development; anxiety; psychological; mental health.
EDUCATION ON THE RISKS OF USURY, GHARAR, AND MAYSIR IN E-COMMERCE BUSINESS Havis Aravik; Ahmad Tohir
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 3 (2023): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i3.20056

Abstract

ABSTRAKRiba, Gharar dan Masyir merupakan salah satu permasalahan yang sering kali ditemukan dalam berbagai aktivitas ekonomi dan bisnis, baik konvensional maupun online. Islam membolehkan Islam membolehkan bisnis termasuk pada bidang e-commerce dengan syarat tidak mengandung riba, gharar, dan maysir. Karena ketiganya secara tegas dilarang Al-Qur’an dan Hadits. Pemahaman tentang ini sangat penting sekali, karena banyak model bisnis kontemporer berbasis jual beli online tidak lagi taat dan patuh terhadap aturan tersebut. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman secara komprehensif tentang masalah tersebut, sehingga mendapatkan kejelasan dan mampu di implementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Metode yang digunakan adalah metode ceramah, diskusi, demontrasi, dan evaluasi. Peserta kegiatan berjumlah 15 orang dari Prodi Perbankan Syariah Sekolah Tinggi Ekonomi dan Bisnis Syariah (STEBIS) Indo Global Mandiri. Hasil pengabdian ini memperlihatkan bahwa 66,7 % belum mengetahui konsep Riba, Gharar dan Maysir, sedangkan 33,3% persen sudah mengetahui. 80% setuju kegiatan ini sangat bermanfaat dan 20% menyatakan tidak (biasa). Dalam konteks ini tidak bisa dipungkiri bahwa ada beberapa bisnis online yang mengandung riba, gharar, dan maysir. Masyarakat perlu paham dan mengerti, serta berhati-hati supaya terhindar dari kegiatan tersebut. Kata Kunci; edukasi; riba; gharar; maysir; e-commerce ABSTRACTUsury, Gharar and Masyir are problems that are often found in various economic and business activities, both conventional and online. Islam allows Islam allows business, including in the e-commerce sector, provided that it does not contain usury, gharar and maysir. Because all three are expressly prohibited by the Koran and Hadith. Understanding this is very important, because many contemporary business models based on online buying and selling no longer obey and comply with these rules. The aim of this service is to provide comprehensive knowledge and understanding of these problems, so that they gain clarity and can be implemented in everyday life. The methods used are lecture, discussion, demonstration and evaluation methods. The activity participants numbered 15 people from the Sharia Banking Study Program at the Indo Global Mandiri College of Economics and Business (STEBIS). The results of this service show that 66.7% do not know the concepts of Riba, Gharar and Maysir, while 33.3% already know. 80% agreed that this activity was very useful and 20% said it was not (usual). In this context, it cannot be denied that there are several online businesses that contain usury, gharar and maysir. The public needs to understand and understand, and be careful to avoid these activities. Keywords: education; usury; gharar; maysir; e-commerce
PMP MGMP GURU PPKN PENDAMPINGAN DAN PELATIHAN PEMBUATAN BUKU AJAR BERBASIS DIGITAL BERBASIS FLIPBOOK Sudirman, I Nyoman; Janawati, Desak Putu Anam; Sueca, I Nengah; Putra, Kadek Yogi Dwi Payana; Febrianti, Ni Komang
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 4 (2023): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i4.19890

Abstract

ABSTRAKKabupaten Bangli, Provinsi Bali, memiliki 13 Sekolah Menengah Keguruan (SMK) yang tersebar di 4 Kecamatan. Pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan merupakan bagian penting dari kurikulum di SMK tersebut. Namun, belum ada kantor resmi untuk organisasi MGPM PPKN di Kabupaten Bangli, dan guru-guru PPKN menghadapi kendala dalam mengembangkan buku ajar digital berbasis flipbook. Dalam rangka mengatasi permasalahan ini, dilakukan kegiatan Pengabdian Masyarakat Pemula (PMP) dengan pendekatan berbagai metode seperti sosialisasi, pelatihan, pendampingan, evaluasi, dan keberlanjutan program. Tujuan kegiatan pengabdian ini ialah memberikan pengetahuan dan pemahaman terhadap guru membuat buku ajar digital berbasis flipbook dengan menggunakan aplikasi canva dan heyzine. Kegiatan ini melibatkan guru-guru PPKN SMK di Kabupaten Bangli. Hasil dari kegiatan ini adalah peningkatan pemahaman guru-guru PPKN tentang pembuatan buku ajar digital berbasis flipbook menggunakan aplikasi Canva dan Heyzine. Mereka juga berhasil membuat beberapa buku ajar PPKN berbasis flipbook, yang dapat meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah-sekolah di Kabupaten Bangli. Kegiatan PMP ini memberikan dampak positif dalam menyegarkan dan memperbarui pemahaman guru-guru PPKN tentang pemanfaatan teknologi dalam pendidikan. Saran untuk ke depan adalah melanjutkan pendampingan dan pelatihan serupa serta memperluas dampak positif ini ke wilayah lain di Provinsi Bali. Kata kunci: buku ajar digital berbasis flipbook; guru PPKn; teknologi pendidikan ABSTRACTBangli Regency, Bali Province, has 13 Teachers' Secondary Schools (SMK) spread across 4 sub districts. Learning Pancasila and Citizenship Education is an important part of the curriculum at the vocational school. However, there is no official office for the MGPM PPKN organization in Bangli Regency, and PPKN teachers face obstacles in developing flipbook-based digital textbooks. In order to overcome this problem, Beginner Community Service (PMP) activities were carried out using various methods such as socialization, training, mentoring, evaluation and program sustainability. The aim of this service activity is to provide knowledge and understanding for teachers to create flipbook-based digital textbooks using the Canva and Heyzine applications. This activity involved PPKN SMK teachers in Bangli Regency. The result of this activity is an increase in PPKN teachers' understanding of creating flipbook-based digital textbooks using the Canva and Heyzine applications. They also succeeded in making several flipbook-based PPKN textbooks, which can improve the quality of learning in schools in Bangli Regency. This PMP activity has had a positive impact in refreshing and updating PPKN teachers' understanding of the use of technology in education. Suggestions for the future are to continue similar assistance and training and expand this positive impact to other areas in Bali Province. Keywords: digital textbooks based on flipbooks; PPKN teachers; educational technology
PENANAMAN SIKAP NASIONALISME MELALUI PELATIHAN PASKIBRA DAN UPACARA BENDERA 17 AGUSTUS DESA TAHAI JAYA Najah, Triwid Syafarotun; Naufal, Rahmad; Mahmudah, Rifaatul; Fajariani, Devi Julia; Nurjannah, Syarifah; Rahmah, Tasya Aulia; Khumairah, Silvani; Arofathur, Digdoyo; Setiyawati, Siska; Pratama, Lara Putri; Syahputra, Rahmat
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 4 (2023): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i4.19176

Abstract

ABSTRAKTulisan ini memiliki tujuan untuk mempublikasikan hasil pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan oleh Kelompok 77 Kuliah Kerja Nyata (KKN) IAIN Palangka Raya di desa Tahai Jaya, Kecamatan Maliku, Kabupaten Pulang Pisau. Dalam tulisan ini mendeskripsikan mengenai penanaman sikap nasionalisme melalui pelatihan Paskibra dan Upacara Bendera 17 Agustus di Desa Tahai Jaya. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini yaitu Diskusi, Koordinasi Persiapan Pelatihan Paskibra dan Pelaksanaan Pelatihan Paskibra. Hasil dari tulisan pada pelatihan ini menunjukkan bahwa; (1) Penanaman sikap nasionalisme tersebut dapat dilakukan melalui pelatihan fisik dalam paskibra dan pembentukan mental dalam menenanamkan sikap nasionalisme. Bentuk latihan fisik yang diterapkan kepada anggota paskibra Desa Tahai Jaya meliputi dua bentuk pelatihan, antara lain Peraturan Baris Berbaris (PBB) dan latihan formasi. Adapun pembentukan mental yang dilakukan dengan dua metode, yaitu pembiasaan dan keteladanan yang merupakan nilai dan sikap yang menjadi tolak ukur nasionalisme. (2) Penanaman sikap nasionalisme melalui pelaksanaan Upacara Bendera 17 Agustus juga memiliki peran dalam menanamkan sikap nasionalisme. Hal ini sesuai dengan makna upacara bendera, yaitu untuk mengekspresikan rasa cinta tanah air dan penghormatan atas pengorbanan para pahlawan yang telah gugur demi kemerdekaan Indonesia. Kata kunci: paskibra; upacara bendera; nasionalisme ABSTRACTThis paper aims to publish the results of community service carried out by the IAIN Palangka Raya Community Service Group (KKN) in Tahai Jaya Village, Maliku District, Pulang Pisau Regency. This paper describes the cultivation of nationalism through Paskibra training and the 17 August Flag Ceremony in Tahai Jaya Village. The methods used in this research are Discussion, Coordination of Paskibra Training Preparation and Implementation of Paskibra Training. The results of this paper on training indicate that; (1) The cultivation of the attitude of nationalism can be done through physical training in paskibra and mental formation in instilling the attitude of nationalism. The form of physical training applied to members of the Tahai Jaya Village paskibra includes two forms of training, including Marching Regulations (PBB) and formation training. The mental formation is carried out with two methods, namely habituation and exemplary, which are the values and attitudes that become the benchmark for nationalism. (2) The cultivation of nationalism through the implementation of the August 17 Flag Ceremony also has a role in instilling nationalism. This is in accordance with the meaning of the flag ceremony, which is to express love for the country and respect for the sacrifices of the heroes who have died for Indonesia's independence.Keywords: paskibra; flag ceremony; nationalism
PENYULUHAN IBU BALITA TERKAIT PENTINGNYA KENAIKAN BERAT BADAN BALITA DI POSYANDU Nurpratama, Widya Lestari; Viorina, Visca; Wahyuningtyas, Hilda Clara; Zendrato, Juniar; Khoirunnisa, Khoirunnisa; Alifah, Regi Wafa
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 4 (2023): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i4.19170

Abstract

ABSTRAKPentingnya kedatanag balita ke posyandu salah satunya untuk memantau tumbuh kembang dan status gizi balita melalui penimbangan berat badan. Permasalahan yang ada masih kurangnya partisipasi masyarakat untuk membawa balita ke posyandu. Oleh karena itu tujuan dari kegiatan ini yaitu memberikan penyuluhan ibu balita terkait pentingnya kenaikan berat badan balita di posyandu. Metode yang dilakukan pada kegiatan ini yaitu penyuluhan dengan media leaflet dan video dilakukan pada 20 orang ibu balita dan pengukuran pengetahuan dilakukan dengan pemberian pre test dan post test melalui kuesioner. Hasil dari kegiatan penyuluhan ini yaitu terdapat peningkatan pengetahuan dilihat dari hasil pre test dari ibu balita yaitu rata-rata 69 poin dan setelah post test rata-rata mendapatkan 79 poin. Kesimpulan yang didapatkan dari hasil kegiatan ini yaitu penyuluhan ibu balita terkait pentingnya kenaikan berat badan balita di posyandu dengan media leaftlet dan video dapat meningkatkan pengetahuan ibu balita. Saran selanjutnya untuk kegiatan penyuluhan yang melibatkan ibu balita harus berkoordinasi juga dengan tokoh masyarakat lingkungan sekitar tempat kegiatan agar ibu balita yang datang bisa lebih banyak lagi. Kata kunci: balita; posyandu; penyuluhan; penimbangan ABSTRACTThe importance of weighing toddlers at the posyandu is to combine the growth and development of toddlers and the nutritional status of toddlers. The problem that exists is the lack of community participation in bringing toddlers to posyandu. Therefore, the aim of this activity is to educate mothers of toddlers regarding the importance of increasing the weight of toddlers at posyandu. The method used in this activity was counseling using leaflets and videos which was carried out on 20 mothers of toddlers and measuring knowledge was carried out by administering pre-tests and post-tests through questionnaires. The results of this outreach activity were that there was an increase in knowledge seen from the pre-test results of the toddler mothers, namely an average of 69 points and after the post-test the average was 79 points. The conclusion obtained from the results of this activity is that balita mother counseling regarding the importance of increasing the weight of toddlers at posyandu using leaflets and videos can increase the knowledge of mothers of toddlers. The next suggestion for outreach activities involving mothers of toddlers is to coordinate with local community leaders around the location of the activity so that more mothers of toddlers can come. keywords: toddlers; posyandu; counseling; weighing
PELATIHAN PEMBUATAN FILTER AIR MEMBRAN KERAMIK SEBAGAI SOLUSI PEMENUHAN AIR BERSIH DI DESA WALUYA Nisah, Firda Ainun; Suci, Farradina Choria; Safariyani, Eva; Sena, Mochamad Rafi; Febriyani, Putri; Wahid, Taufik Nur
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 4 (2023): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i4.19743

Abstract

ABSTRAKKrisis pasokan air bersih menjadi permasalahan serius yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat. Untuk memecahkan masalah tersebut dilakukan sosialisasi dan pelatihan dalam memperkenalkan teknologi filter air membran keramik sebagai solusi untuk mengatasi masalah pasokan air bersih. Kegiatan ini dilaksanakan di SMK Hidayatul Muhibbin yang merupakan sekolah menengah atas di desa Waluya. Dalam tahap sosialisasi dilakukan pembahasan mengenai pentingnya penggunaan air bersih dan manfaat filter keramik. Sementara itu, tahap pelatihan berfokus pada praktik yang dilakukan secara langsung agar siswa dapat memahami megenai cara untuk membuat serta merawat filter air membran keramik. Hasil dari kegiatan pengabdian ini menunjukan bahwa sebanyak 94,16% siswa memahami pentingnya air bersih dan tata cara pembuatan filter air. Pelatihan pembuatan filter air juga telah berhasil dilakukan dengan tingkat keberhasilan 94%. Hal ini menunjukan bahwa kegiatan pengabdian ini efektif dalam meningkatkan pemahaman masyarakat dan mendorong masyarakat untuk mengadopsi teknologi filter air membran keramik sebagai solusi yang efektif dalam memenuhi kebutuhan air bersih. Kata kunci: filter air; membran keramik; air bersih ABSTRACTThe crisis of clean water supply is a serious problem that directly affects people's welfare. To address this issue, an activity was conducted to investigate the important role of outreach and training in introducing ceramic membrane water filter technology as a solution. This activity takes place at SMK Hidayatul Muhibbin, which is a high school in the village of Waluya. During the socialization stage, discussions emphasized the significance of using clean water and the benefits of ceramic filters. Meanwhile, the training stage focused on direct practice to help the students understand how to make and maintain ceramic membrane water filters. The service activity results revealed that 94.16% of the students understood the importance of clean water and the procedures for making water filters. The training program was also successful, with a 94% success rate. This demonstrates the effectiveness of this service activity in increasing public awareness and encouraging people to adopt ceramic membrane water filter technology as an effective solution to meet clean water needs. Keywords: water filter; ceramic membrane; clean water
EDUKASI KEAMANAN DALAM PENGGUNAAN OBAT SIRUP BAGI KADER PUSKESMAS ALIANYANG DI KOTA PONTIANAK Rizkifani, Shoma; Nurbaeti, Siti Nani; Wahdaningsih, Sri; Ropiqa, Meri; Indriyani, Risa; Agustriangga, Muhammad Rafly
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 4 (2023): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i4.19282

Abstract

ABSTRAKCemaran etilen glikol pada obat sirup disinyalir sebagai salah satu penyebab gangguan ginjal akut yang berujung kematian pada anak. Gangguan ginjal akut progresif atipikal (Atypical Progressive Acute Kidney) merupakan gangguan yang gempar dibicarakan sebab menewaskan seratus lebih anak di Indonesia. Gangguan ginjal akut yang menyebabkan kematian tersebut diduga kuat terjadi karena adanya kandungan senyawa ethyleme glycol (EG), diethylene glycol (DEG) dan ethylene glycol butyl ether (EGBE) pada obat sirup. BPOM mengimbau masyarakat untuk lebih waspada, menjadi konsumen cerdas, dan memperoleh obat melalui sarana resmi, yaitu di apotek, toko obat berizin, puskesmas atau rumah sakit terdekat. Masalah tersebut tidak saja dipandang sebagai masalah kesehatan, tetapi telah menjadi tanggung jawab bersama diantaranya dari institusi pendidikan seperti Fakultas Kedokteran. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) bertujuan untuk membekali kader Puskesmas Alianyang dengan informasi, edukasi dan keterampilan terkait informasi penggunaan obat sirup yang aman. Dalam pelaksanaan kegiatan PKM ini terdiri dari beberapa kegiatan diantaranya adalah perancangan metode edukasi, pembuatan media edukasi penggunaan obat sirup yang aman, dan pemberian pre-test, post-tes. Hasil menunjukkan terjadi peningkatan pemahaman kader dengan indikator nilai rata-rata pre-test adalah 56,67 dan nilai rata-rata post-test adalah 58,75. Kesimpulannya trerjadi peningkatan pemahaman kader Puskesmas Alianyang Kata Kunci: sirup; edukasi; puskesmas; kemanan ABSTRACTEthylene glycol contamination in drug syrup is suspected as one of the causes of acute kidney failure which leads to death in children. Atypical Progressive Acute Kidney Disorder (Atypical Progressive Acute Kidney) is a disorder that is being talked about because it kills more than one hundred children in Indonesia. The acute kidney disorder that caused the death is strongly suspected to have occurred because of the compounds ethylene glycol (EG), diethylene glycol (DEG) and ethylene glycol butyl ether (EGBE) in the syrup. BPOM urges the public to be more vigilant, to be smart consumers, and to obtain medicines through official means, namely at pharmacies, licensed drugstores, health centers or the nearest hospital. This problem is not only seen as a health problem, but has become a shared responsibility, including from educational institutions such as the Faculty of Medicine. Community Service Activities (PKM) aim to equip Alianyang Health Center cadres with information, education and skills related to information on the safe use of syrup drugs. In carrying out this PKM activity, it consists of several activities including designing educational methods, making educational media on the safe use of syrup drugs, and administering pre-test, post-test. The results showed an increase in understanding of cadres with an indicator of the average pre-test score of 56.67 and the average post-test score of 58.75. In conclusion, there has been an increase in the understanding of Alianyang Health Center cadres. Keywords: syrup; education; public health center
PENYULUHAN PENDIDIKAN LINGKUNGAN DI KALANGAN PELAJAR SEKOLAH MENENGAH ATAS HOSANA MEDAN Aulia Putra Daulay; Sahat Raja Marigo Girsang; Muhtar Ardansah Munthe
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 4 (2023): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i4.19163

Abstract

ABSTRAKLingkungan merupakan tempat yang harus diperhatikan dan dilestarikan, permasalahan lingkungan yang terjadi saat ini banyak disebabkan oleh aktivitas manusia yang mengakibatkan rusaknya lingkungan. Kerusakan lingkungan yang terjadi harus memberikan pemahaman kepada setiap manusia terlebih terhadap siswa-siswi Sekolah Menengah Atas. Pemberian materi lingkungan hidup terhadap peserta didik SMA Hosana Medan yang meningkatkan pemahaman dan kepedulian mereka terhadap lingkungan sekitar meraka dan lingkungan hidup seperti kerusakan hutan yang terjadi. Pengenalan lingkungan dilakukan dengan kegiatan penyuluhan yang bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pemahaman dan kepedulian peserta terhadapa lingkungan. Kegiatan ini dimulai dengan pemberian materi oleh narasumber, selanjutnya melaksanakan pre-test sebelum pemberian materi dan melakukan post-test setelah pemberian materi, kemudian akan dilakukan analisis data menggunakan uji Paired Sample t-test. Berdasarkan hasil analisis, kesimpulan yang didapatkan dari penyuluhan ini yaitu meningkatnya pemahaman dan kepedulian peserta atas kerusakan lingkungan yang terjadi dan perlunya menjaga dan melestarikan lingkungan baik disekolah maupun dilingkungan pribadi siswa setelah dilakukan pemberian materi oleh narasumber. Kata kunci: pendidikan; lingkungan; sekolah; kerjasama ABSTRACTThe environment is a place that must be considered and preserved, many environmental problems that occur today are caused by human activities that result in environmental damage. Environmental damage that occurs must provide understanding to every human being, especially high school students. Provision of environmental materials to Hosana Medan High School students who increase their understanding and concern for the surrounding environment and the environment such as forest destruction that occurs. Environmental recognition is carried out with counseling activities that aim to find out how much understanding and concern participants have about the environment. This activity begins with the provision of material by the resource persons, then carrying out a pre-test before giving the material and conducting a post-test after giving the material, then data analysis will be carried out using the Paired Sample t-test. Based on the results of the analysis, the conclusion obtained from this counseling is the increased understanding and concern of participants for environmental damage that occurs and the need to maintain and preserve the environment both at school and in the student's private environment after the provision of material by the resource persons. Keywords: education; environment; school; collaborate
PELATIHAN PENGGUNAAN APAR UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PENGGUNAAN APAR UNTUK KESIAPSIAGAN KEBAKARAN PADA CIVITAS AKADEMIK DI POLTEKKES MALANG TAHUN 2023 Ani Asriani Basri; Nafilatul Fitri; Fariz Zuvil Arganata
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 4 (2023): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i4.19617

Abstract

ABSTRAK Institusi Pendidikan memiliki beberapa risiko potensi bahaya salah satunya adalah kebakaran pada gedung. Dengan adanya potensi bahaya tersebut maka sebaiknya harus dikendalikan dengan tepat agar tidak menyebabkan sakit, cedera, dan bahkan kecelakaan yang serius serta mencegah timbulnya kerusakan pada alat dan lingkungan. Tim Pengabdian bermaksud untuk mengadakan Pengabdian kepada masyarakat khususnya pada civitas akademik di Poltekkes Malang sebanyak 26 responden dengan tema “Pelatihan Penggunaan APAR Untuk Meningkatkan Kemampuan Penggunaan Apar Dan Kesiapsiagan Kebakaran Pada Civitas Akademik di Poltekkes Malang tahun 2023’. Prosedur kegiatan pengabdian masyakarat melalui beberapa tahapan dimana tahap pertama adalah tahap persiapan, tahap kedua adalah pelaksanaan kegiatan yaitu Kegiatan pre-test, Penyampaian materi dengan Ceramah, Diskusi dan demonstrasi menggunakan Apar dan fire blanket serta Kegiatan evaluasi post- test. Berdasarkan hasil Pre-test dan Post-test kuesioner menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pemahaman secara keseluruhan yaitu 12%. Adapun kenaikan tingkat paling tinggi pada materi jenis APAR sebanyak 19% dan teknik cara memadamkan api sebanyak 7%, dengan adanya kegiatan ini civitas akademik dapat meningkatkan pengetahuan dan skill dalam menggunakan APAR maupun fire blanket sebagai bentuk kesiapsiagan dalam menghadapi bencana terutama kebakaran. Implikasi dari kegiatan pengabdian ini adalah membentuk struktur organisasi Tanggap darurat di tingkat Poltekkes Malang yang akan di usulkan dan disahkan oleh Direktur Kata Kunci: APAR; civitas akademik; kebakaran ABSTRACTEducational institutions have several potential hazard risks, one of which is a fire in the building. With this potential danger, it should be controlled appropriately so as not to cause pain, injury, and even serious accidents and prevent damage to equipment and the environment. The Community Service Team intends to hold community service, especially for the academic community at the Malang Poltekkes as many as 26 respondents with the theme "Training on the Use of Fire Extinguisher to Improve the Ability to Use Fire Extinguisher and Fire Preparedness in the Academic Community at the Malang Poltekkes in 2023'. The procedure for community service activities goes through several stages where the first  stage is the preparation stage, the second stage is the implementation of activities, namely pre-test activities, material delivery with lectures, discussions and demonstrations using APAR  and fire blankets  and post-test evaluation activities. Based on the results of the  Pre-test  and Post-test questionnaires showed that there was an increase in overall understanding of 12%. The highest level increase in fire extinguisher type material as much as 19% and techniques for extinguishing fires as much as 7%, with this activity the academic community can increase knowledge and skills in using fire extinguishers and fire blankets as  a form of preparedness in dealing with disasters, especially fires. The implication of this service activity is to form an emergency response organizational structure at the Malang Poltekkes level which will be proposed and ratified by the Director Keywords: fire extinguisher; academic community; fire
PELATIHAN FRAKSINASI MINYAK NILAM ACEH SEBAGAI ANTIBAKTERI PADA PEMBUATAN PEMBERSIH LANTAI Maryam, Siti; Prajaputra, Vicky; Isnaini, Nadia; Lubis, Mhd. Ra’ul Ashari; Aqil, Atallah; Tamaara, Rita Erliza Putri; Haryati, Fhonna; Bilqis, Shaikha Sayuna; Ariza, Maziatul
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 4 (2023): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i4.19776

Abstract

ABSTRAKMinyak nilam Aceh dikenal sebagai salah satu minyak esensial berkualitas tinggi yang dihasilkan dari tanaman nilam (Pogostemon cablin) yang tumbuh subur di wilayah Aceh. Meskipun memiliki potensi besar sebagai komoditas bernilai tinggi, harga jual minyak nilam Aceh yang cenderung bersifat fluktuatif menjadi tantangan dalam perkembangannya, sehingga mengakibatkan dampak ekonomi yang merugikan bagi petani nilam dan produsen lokal, serta potensi penurunan motivasi dalam pengembangan dan pelestarian nilam. Untuk menjaga kestabilan harga, maka dikembangkan berbagai produk turunan nilam, salah satunya adalah produk pembersih lantai. Pada kegiatan pengabdian ini, kelompok usaha masyarakat dilatih dalam memanfaatkan minyak nilam hasil fraksinasi menjadi produk pembersih lantai. Tingkat pemahaman masyarakat mengenai pelatihan tersebut diuji melalui pre-test dan post-test. Berdasarkan hasil tes dari 20 orang peserta, tingkat pemahaman peserta dalam pembuatan produk pembersih lantai meningkat dari 25% menjadi 95%. Kegiatan ini berkontribusi dalam menjaga stabilitas harga jual minyak nilam, memperkuat ekonomi lokal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kata kunci: kegiatan pelatihan; minyak nilam; patchouli alkohol; produk cairan pembersih lantai. ABSTRACTAceh patchouli oil is known as one of the high-quality essential oils produced from the patchouli plant (Pogostemon cablin) thriving in the Aceh region. Despite its significant potential as a high-value commodity, the fluctuating nature of Aceh patchouli oil prices presents a challenge to its development, resulting in adverse economic impacts for patchouli farmers and local producers, as well as the potential decline in motivation for patchouli cultivation and preservation. To maintain the price stability, various derivative products of patchouli have been developed, one of which is floor cleaning products. Through this community engagement initiative, the community was trained in the fractional distillation of patchouli oil and its utilization in floor cleaning liquid product manufacturing. The participants' understanding of the training was assessed through pre-tests and post-tests. Based on the test results from 20 participants, the participants' comprehension of floor cleaning product manufacturing increased from 25% to 95%. This activity contributes to maintaining the stability of Aceh patchouli oil prices, strengthening the local economy, and enhancing community welfare. Keywords: training activity; patchouli oil; patchouli alcohol; floor cleaning liquid product.