cover
Contact Name
Zulkarnain
Contact Email
dzul9787@gmail.com
Phone
+6287832631987
Journal Mail Official
selaparang.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan No.1, Pagesangan, Kec. Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Bar. 83115
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan
ISSN : 26145251     EISSN : 2614526X     DOI : https://doi.org/10.31764/jpmb.v5i1.6393
SELAPARANG : Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan merupakan jurnal yang mendiseminasikan setiap pemikiran dan ide gagasan atas hasil penelitian dan pemanfaatan teknologi untuk diimplementasikan kepada masyarakat mencakup ; (1). Bidang ilmu pengetahuan ; MIPA (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi), Terapan, Sosial, Budaya, Ekonomi, dan Kesehatan, (2). Pelatihan dan peningkatan hasil pendidikan dan (3). Pengembangan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,601 Documents
SOSIALISASI LATIHAN BATUK EFEKTIF DI RSUD KARAWANG Yumi Dian Lestari; Grace Evelyn; Tasya Khoerunnisa
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 3 (2023): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i3.17166

Abstract

ABSTRAKPneumonia merupakan peradangan dari parenkim paru, pada asinus berisi cairan radang dengan atau  tanpa  disertai  infiltrasi  dari  sel  radang  ke  dalam  dinding  alveoli  dan  rongga  interstisium. Penyakit ini ditandai dengan batuk disertai nafas cepat dan atau nafas sesak. Sesak napas yang tidak  diatasidengan  cepat  dapat  mengakibatkan  gagal  nafasdan bisa  menyebabkan  kematian. Oleh  karena  itu  perlu  penanganan  secara  suportif  yang  salah  satunya  adalah  latihan  batuk efektif.Kegiatan dilaksanakan di Ruang Rawat Inap RSUD karawang bulan Juli 2022. Kegiatan  diawali  dengan pengukuran  frekuensi  napas, kemudian dilakukan pemberian  terapi latihan  batuk  efektif sehingga  frekuensi  napas dalam  batas  normaldengan  cara  demontrasi, diakhiri dengan posttest yaitu mengukur frekuensi napas pasien pneumonia. Hasildari kegiatan pengabdian  masyarakat  sebelum  dilakukan  latihan  batuk  efektif  didapatkan 20 orang  pasien dengan pneumonia mengalami frekuensi napas yang tinggi (lebih dari 25 kali/menit), kemudian setelah   dilakukan   penyuluhan   dan   demonstrasi   latihan   batuk efektif   terdapat   15   pasien pneumonia orang yang mengalami frekuensi napas dalam batas normalyaitu 23-25 kali/menit, dan 5 orang lainnya frekuensi napas  yang tinggi (lebih dari 25 kali/menit). Dapat disimpulkan adanya  peningkatanfrekuensisetelah  diberikan latihan  batuk  efektif. Diharapkan  kegiatan pemberian latihan batuk efektif ini dapat diterapkan dan dapat dijadikan sebagai intervensi oleh perawat tentang latihan batuk efektif pada pasien pneumonia. Kata Kunci: frekuensi napas; pneumonia; latihan batukefektif ABSTRACTPneumonia  is  an  inflammation  of  the  lung  parenchyma,  the  acini  contains  inflammatory  fluid with  or  without  infiltration  of  the  inflammatory  cells  into  the  alveoli  wall  and  the  interstitial cavity.  This  disease  is  characterized  by  coughing  with  rapid  breathing  and  /  or  shortness  of breath. Shortness of breath that is not resolved quickly can lead to respiratory failure and can lead to death. Therefore it needs supportive handling, one of which is effective cough training. The activity was carried out in the Sawahlunto Hospital inpatient room in September 2019. The activity  began  with  measuring  the  frequency  of  the  breath,  then  providing  effective  cough training  therapy  so  that  the  respiratory  rate  was  within  normal  limits  by  means  of  a demonstration,  ending  with  a  posttest,  namely  measuring  the  respiratory  rate  of  pneumonia patients. The results of community service activities before effective cough training were found that  16  patients  with  pneumonia  experienced  a  high  respiratory  rate  (morethan  25  times  / minute),  then  after  counseling  and  demonstrations  of  effective  cough  training  there  were  11 pneumonia patients who experienced breathing frequencies within the limit. normal, namely 23-25 times / minute, and 5 other people with high respiratory rates (more than 25 times / minute). It  can  be  concluded  that  there  is  an  increase  in  frequency  after  being  given  effective  cough exercises. It is hoped that the activity of providing effective cough training can be applied and can be used as an intervention by nurses on effective cough training in pneumonia patients Keywords: respiratory rate; pneumonia; cough exercises are effective
SOSIALISASI APLIKASI E-PEKEN SEBAGAI SARANA PENJUALAN ONLINE UMKM KELURAHAN SEMOLOWARU KOTA SURABAYA Oktavia Brianita; Zalwa Navy Dindaputri; Bagus Nuari Harmawan
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 3 (2023): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i3.16334

Abstract

ABSTRAKKelurahan Semolowaru merupakan salah satu kelurahan yang berada di Kecamatan Sukolilo, Kota Surabaya. Kelurahan Semolowaru merupakan salah satu kelurahan yang memiliki jumlah Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang cukup banyak, seperti fashion, makanan dan minuman, craft, dan agribisnis. Namun, banyak dari UMKM yang berada di Kelurahan Semolowaru masih belum menerapkan digital marketing, sehingga potensi yang dimiliki UMKM masih belum menjangkau masyarakat luas. Seiring berkembangnya teknologi dan informasi banyak sekali bermunculan aplikasi untuk mempermudah dalam memasarkan produk. Adanya inovasi aplikasi berupa platform belanja secara online (e-commerce) bernama Pemberdayaan dan Ketahanan Ekonomi Nang Suroboyo atau biasa dikenal dengan E-Peken, aplikasi yang dibuat oleh pemerintah Kota Surabaya dirasa menjadi jalan keluar untuk permasalahan pelaku UMKM yang ada. Namun adanya inovasi ini perlu dilakukan sosialisasi agar UMKM mengetahui secara mendalam mengenai E-Peken dan menjadi langkah awal bagi UMKM untuk menuju penjualan berbasis digital sehingga memperluas jangkauan pasar untuk mendapatkan penghasilan yang mampu meningkatkan taraf hidup. Kata kunci: sosialisasi; e-peken; UMKM. ABSTRACTSemolowaru Village is one of the villages in Sukolilo District, Surabaya City. Semolowaru Village is one of the villages that has a large number of Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs), such as fashion, food and beverage, craft, and agribusiness. However, many MSMEs in Semolowaru Village have not implemented digital marketing so that the potential of MSMEs has not reached the wider community. Along with the development of technology and information, many applications have sprung up to make it easier to market products. There is an application innovation in the form of an online shopping platform (e-commerce) called Empowerment and Economic Resilience Nang Suroboyo or commonly known as E-Peken, an application made by the Surabaya City government is felt to be a way out for the problems of existing MSMEs. However, this innovation needs to be socialized so that MSMEs know in depth about E-Peken and become the first step for MSMEs towards digital-based sales so as to expand market reach to earn income that can improve their standard of living. Keywords: socialization; e-peken; MSMEs.
PELATIHAN DIGITAL MARKETING BERBASIS POTENSI LOKAL DAERAH PADA ANGGOTA KARANG TARUNA DESA WANGEN KABUPATEN KLATEN Puspa Novita Sari
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 3 (2023): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i3.17238

Abstract

ABSTRAKPemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi di era digital yang semakin berkembang telah menjadi kebutuhan bagi setiap individu, organisasi, maupun komunitas. Hal ini seiring dengan perubahan perilaku masyarakat dalam mengakses informasi. Desa Wangen merupakan salah satu desa di Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten, yang kaya akan potensi di sektor pertanian, pariwisata, kerajinan tangan, dan UMKM. Namun, masih terdapat kendala dalam memasarkan produk-produk tersebut secara efektif. Kendala tersebut dihadapi oleh anggota Karang Taruna Desa Wangen. Desa Wangen memiliki beragam produk unggulan yang dapat dikembangkan melalui pemasaran digital, namun masih minim pengetahuan dan keterampilan dalam hal tersebut. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah memberikan pengetahuan dan wawasan terkait digital marketing untuk mengembangkan potensi lokal. Metode pelaksanaan diselenggarakan dalam 3 (tiga) tahapan pelaksanaan yakni focus group discussion, sarasehan, dan pendampingan teknis. Hasil pengabdian adalah peserta pelatihan mampu memanfaatkan digital marketing untuk memasarkan produk yang tercermin dalam business project. Kata kunci: pemasaran digital; pelatihan; potensi lokal; kewirausahaan; karang taruna. ABSTRACTThe use of information and communication technology in the growing digital era has become a necessity for every individual, organization, and community. This is in line with the changes in people's behavior in accessing information. Wangen Village is one of the villages in Polanharjo Sub-district, Klaten Regency, which is rich in potential in the agricultural, tourism, handicraft, and MSME sectors. However, there are still obstacles in effectively marketing these products. These obstacles are faced by the members of Karang Taruna in Wangen Village. Wangen Village has various superior products that can be developed through digital marketing, but still lacks knowledge and skills in this regard. Therefore, digital marketing training can be a solution to the problem of equipping Karang Taruna members in developing local potential. The training is held in three stages, namely focus group discussions, seminars, and technical assistance. The output of the activity is a business project created by the participants, where the majority of 45% of the entire group chose the culinary sector. Overall, the value of each training dimension ranges from 4.01 to 5.00, and the average value of all training dimensions is 4.27 or if expressed in percentage, the success rate is 85.4%. This indicates that, viewed from the dimensions of goals and objectives, material, instructors, methods, and participants, the implementation of the training program can be considered successful. Keywords: digital marketing; training; local potential; entrepreneurship; youth organization
RAINWATER HARVESTING SYSTEM SEBAGAI UPAYA PENYEDIAN AIR DI DESA GILI KETAPANG Aulia Dewi Fatikasari; Bagas Aryaseta; Pardi Sampe Tola
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 3 (2023): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i3.16756

Abstract

ABSTRAKDesa Gili Ketapang merupakan desa yang terletak di pulau kecil di Kabupaten Probolinggo. Secara umum permasalahan yang mendasar di wilayah Desa Gili Ketapang yaitu ketersediaan air bersih. Oleh karena itu, pembangunan di Desa ini  mengutamakan penyediaan air bersih yang cukup untuk kebutuhan. Pemanfaatan air hujan merupakan salah satu solusi untuk menyediakan air bersih. Air hujan dapat menjadi sumber yang bermanfaat bagi masyarakat terutama pada wilayah-wilayah yang kesulitan mendapatkan akses air bersih salah satunya menggunakan Rainwater Harvesting System. Oleh karena itu dilaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat dalam bentuk penyediaan alat yang berguna untuk menyediakan air bersih melalui proses penyaringan sederhana dengan memanfaatkan air hujan yaitu dengan membuat Rainwater Harvesting System. Pelaksanaan kegiatan di lokasi terbagi menjadi 2 kegiatan yaitu kegiatan sosialisasi berupa pemaparan materi di dalam Balai Desa dan kegiatan praktik merakit yang dilakukan di area sekitar Balai Desa. Kegiatan ini memberikan dampak positif yaitu memberikan pemahaman kepada masyarakat Gili Ketapang  mengenai penampungan air hujan agar dapat  digunakan untuk kebutuhan sehari hari. Kegiatan ini juga dihadiri oleh masyarakat Gili Ketapang dengan karakteristik terbanyak yaitu berjenis kelamin perempuan 73%, usia sekitar 36-45 tahun sebanyak 40%, dan pekerjaan terbanyak yaitu ibu rumah tanggal sebesar 34%. Kata kunci: rainwater harvesting system;, air bersih; air hujan; pemanfaatan air. ABSTRACTGili Ketapang Village is a village located on a small island in Probolinggo Regency. In general, the fundamental problem in the Gili Ketapang Village area is the availability of clean water. Therefore, the development in this village prioritizes the provision of sufficient clean water for human needs. Utilization of rainwater is one solution to provide clean water. Rainwater can be a useful resource for the community, especially in areas that have difficulty getting access to clean water, one of which is using the Rainwater Harvesting System. Therefore, community service activities are carried out in the form of providing tools that are useful for providing clean water through a simple filtering process by utilizing rainwater, namely by making a Rainwater Harvesting System. The implementation of activities at the location is divided into 2 activities, namely socialization activities in the form of presentation of material in the Village Hall and practical assembly activities carried out in the area around the Village Hall. This activity had a positive impact, namely providing understanding to the people of Gili Ketapang about rainwater harvesting so that it can be used for their daily needs. This activity was also attended by the people of Gili Ketapang with the most characteristics, namely female sex 73%, around 36-45 years of age 40%, and the most occupations were housewives by 34%. Keywords: rainwater harvesting system; clean water; rain water; utilization of water.
PELATIHAN PEMBUATAN LILIN AROMATERAPI BERBAHAN DASAR MINYAK JELANTAH, SOY WAX DAN MINYAK ATSIRI UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS PROFESIONAL MUDA DI VIHARA VIMALAKIRTI Risya Sasri; Hairida Hairida; Eny Enawati; Masriani Masriani; Ira Lestari; Maria Ulfah; Rini Muharini; Rahmat Rasmawan; Andi Ifriany; Rachmat Sahputra; Erlina Erlina; Tulus Junanto; Melur Regista Cahyani; Irene Yudea Listra; Marisa Marisa; Bella Agustina; Fia Tiaraseta; Pingkan Ramadhan Sailendra
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 3 (2023): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i3.17241

Abstract

ABSTRAKInovasi lahir dari ide kreatif yang dihasilkan dari pemikiran kritis terhadap permasalahan sekitar dan ketangkasan dalam membaca peluang untuk menyelesaikan suatu permasalahan. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan melatih  kreativitas professional muda di Vihara Vimalakirti dalam membuat lilin aromaterapi berbahan dasar minyak jelantah, soy wax dan minyak atsiri sehingga membuka peluang untuk ide bisnis bagi pengusaha pemula. Metode pendekatan dan partisipasi yang dilakukan berupa tutorial, pendampingan dan evaluasi. Tutorial dilakukan oleh narasumber dan fasilitator yang merupakan dosen dan mahasiswa prodi pendidikan kimia FKIP UNTAN. Pendampingan intensif pembuatan lilin aromaterapi dilakukan oleh fasilitator dan peserta pelatihan. Evaluasi pelaksanaan kegiatan dilakukan menggunakan kuisioner melalui google form. Berdasarkan evaluasi yang dilakukan, sebayak 94,7% peserta pelatihan menyatakan bahwa pelatihan ini sangat mereka butuhkan dan bermanfaat bagi peningkatkan keterampilan mereka. Sebanyak 94,7% juga mengatakan bahwa materi dan metode yang disampaikan oleh narasumber dan fasilitator sangat baik, jelas dan runut, sehingga memberikan kemudahan untuk memahaminya. Dengan demikian, PKM yang dilakukan prodi pendidikan kimia FKIP UNTAN berhasil memberikan wawasan secara keilmuan dan keterampilan bagi peserta pelatihan. Kata kunci: kreativitas; lilin aromaterapi; minyak atsiri; minyak jelantah; soy wax. ABSTRACTInnovation is born from creative ideas that result from critical thinking about surrounding problems and skill in reading opportunities to solve a problem. This community service aims to provide knowledge and train the creativity of young professionals at the Vimalakirti Temple in making aromatherapy candles made from used cooking oil, soy wax, and essential oils to open opportunities for business ideas for novice entrepreneurs. Approach and participation methods are in the form of tutorials, mentoring, and evaluation. Tutorials were conducted by resource persons and facilitators who were lecturers and students of the Chemistry Education Study Program, FKIP UNTAN. Facilitators and training participants carry out intensive assistance in making aromatherapy candles. The implementation of activities is evaluated using a questionnaire through the Google form. Based on the evaluation, 94.7% of the training participants stated they needed this training, which helped improve their skills. As much as 94.7% also said that the materials and methods presented by the resource persons and facilitators were excellent, explicit, and sequential, making them easy to understand. Thus, the PKM conducted by the FKIP UNTAN chemistry education department succeeded in providing scientific insight and skills for the trainees. Keywords: creativity; aromatherapy candles; essential oils; used cooking oil; soy wax
PENINGKATAN KEMAMPUAN MASYARAKAT MENGOLAH SAMPAH MENJADI PUPUK ORGANIK DENGAN TEKNOLOGI TAKAKURA Abadi Sanosra; Iskandar Umarie; Taufan Abadi; Eko Budi Satoto; Nanang Saiful Rizal; Erna Ipak Rahmawati; Nely Ana Mufarida; Muhtar Muhtar; Amri Gunasti
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 3 (2023): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i3.15312

Abstract

ABSTRAKSelama ini, warga Desa Sukogidri masih belum memiliki kepedulian untuk memproses sampah yang berasal dari kegiatan rumah tangga. Untuk mengantisipasi kelangkaan pupuk, hilangnya kesuburan tanah dalam waktu jangka panjang dan mudahnya serta murahnya penggunaan teknologi takakura, maka masyarakat Desa Sukogidri perlu diberikan edukasi mengenai pentingnya menggunakan pupuk organik serta memberikan pelatihan pembuatan sampah organik dengan metode takakura. Tujuan kegiatan ini adalah pertama, masyarakat memiliki pola pikir bahwa sampah organik dalam waktu jangka panjang dapat mempertahankan dan bahkan membuat tanah menjadi bertambah subur, sehingga masyarakat tidak tergantung lagi pada pupuk buatan. Tujuan kedua adalah agar masyarakat terampil mengolah sampah organik sisa rumah tangga dan sampah organik yang berasal dari lingkungan sekitar menjadi pupuk organik dengan teknologi takakura. Tahapan pelaksanaan kegiatan dilakukan mulai dari observasi, koordinasi lapangan, menyiapkan peralatan, menyiapkan bahan, penyuluhan penggunaan pupuk organik, praktek membuat pupuk organik, penyerahan peralatan dan bahan serta penguatan kelompok masyarakat.  Penguatan kelompok masyarakat ini dilakukan dengan cara menunjuk Koordinator Desa, Koordinator Dusun, Koordinator Dasawisma serta ketua kelompok Penilaian dilakukan dalam skala 0 sampai 100. Nilai 0 dianggap sangat tidak mampu dan nilai 100 dianggap sangat mampu. Kegiatan Program Kemitraan Masyarakat Stimulus (PKMS) ini telah memberikan dampak positif dari kategori kurang mampu menjadi mampu bagi peserta pada khususnya dan kepada masyarakat sukogidri pada umumnya dalam memahami manfaat pupuk organik maupun dalam pembuatan pupuk organik.            Kata kunci: pupuk organik; takakura; sampah organik; lahan pertanian. ABSTRACTSo far, the residents of Sukogidri Village still do not have the awareness to process waste from household activities. To anticipate the scarcity of fertiliser, the loss of soil fertility in the long term and the easy and cheap use of takakura technology, the people of Sukogidri Village need to be educated about the importance of using organic fertiliser and provide training in making organic waste using the takakura method. The objectives of this activity are first, the community has the mindset that organic waste in the long term can maintain and even make the soil more fertile, so that people are no longer dependent on artificial fertilisers. The second goal is for the community to be skilled in processing organic waste from households and organic waste from the surrounding environment into organic fertiliser with takakura technology. Stages of activity implementation were carried out starting from observation, field coordination, preparing equipment, preparing materials, counselling on the use of organic fertiliser, practice making organic fertiliser, handing over equipment and materials and strengthening community groups. The assessment was carried out on a scale of 0 to 100. A score of 0 is considered very incapable and a score of 100 is considered very capable. This Stimulus Community Partnership Program (PKMS) activity has had a positive impact from the category of less capable to capable for participants in particular and to the Sukogidri community in general in understanding the benefits of organic fertiliser and in making organic fertiliser. Keywords: organic fertiliser; takakura; organic waste; farmland
PEMANFAATAN LAHAN NON PRODUKTIF AREA PERKOTAAN DENGAN MEMBANGUN HIDROPONIK Maria Oktaviani Jehanus; Albert Christian Limbong; Valentino Dionna; Agrienta Bellanov
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 3 (2023): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i3.17089

Abstract

ABSTRAKLahan non produktif di area perkotaan cukup banyak dijumpai salah satunya, Kota Surabaya. Kota Surabaya merupakan kota metropolitan yang terus berkembang, sehingga adanya masalah lahan non produktif yang cukup signifikan. Lahan non produktif yang terletak di Sentra Kuliner Sukolilo Surabaya, dahulu sudah dimanfaatkan dengan menanam tanaman hidroponik. Namun, seiringnya berjalannya waktu sistem tanaman hidroponik itupun mengalami kerusakan pada bagian mesin, selang, serta perlu ditambahkan bibit baru serta vitamin untuk dihidupkan kembali. Tim pengabdian bersama ketua RW melakukan sosialisasi kepada masyarakat daerah setempat dilanjutkan dengan mepraktekkan bagaimana cara melakukan perawatan tanaman secara langsung menggunakan sistem hidroponik ini, mulai dari menyiapkan area, media tanam, hingga saluran airnya, metode kegiatan ini dikenal sebagai learning by doing. Dengan adanya kegiatan ini, masyarakat setempat mengaku lebih mengerti pentingnya memanfaatkan lahan non produktif dengan memanfaatkan lahan di sekitar tempat tinggalnya dengan cara membangun sistem hidroponik serta memperhatikkan lingkungan sekitar agar tetap asri meski berada di area perkotaan. Banyak keuntungan yang diperoleh dari sistem ini, salah satunya adalah lingkungan yang asri. Kata kunci: lahan non produktif; hidroponik ABSTRACTThere are quite a lot of non-productive land in urban areas, one of which is the city of Surabaya. The city of Surabaya is a metropolitan city that continues to grow, so there are quite significant non-productive land problems. Non-productive land located in the Sukolilo Culinary Center, Surabaya, has previously been utilized by planting hydroponic plants. However, as time goes by, the hydroponic plant system experiences damage to the machine, hose, and needs to be added with new seeds and vitamins to be revived. The service team together with the RW head carried out outreach to the local community, followed by practicing how to care for plants directly using this hydroponic system, starting from preparing the area, planting media, to the water channels, this method of activity is known as learning by doing. With this activity, local people admitted that they better understand the importance of utilizing non-productive land by utilizing the land around their homes by building a hydroponic system and paying attention to the surrounding environment so that it remains beautiful even though they are in an urban area. There are many benefits to be gained from this system, one of which is a beautiful environment. Keywords:  non-productive land; hydroponics.
PELATIHAN PENGEMBANGAN MODUL AJAR BERDIFERENSIASI BAGI GURU-GURU DI SDN 1 JERINGO Muhardini, Sintayana; Haifaturrahmah, Haifaturrahmah; Ibrahim, Ibrahim; Sudarwo, Raden; Anam, Khaerul; Herianto, Agus; Mahsup, Mahsup; Setiawan, Irma; Khosiah, Khosiah; Mayasari, Deviana
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 3 (2023): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i3.17475

Abstract

ABSTRAK                                                               Perangkat pembelajaran yang digunakan oleh guru telah mengalami perubahan, saat ini dalam kurikulum merdeka, guru harus mengembangkan perangkat pembelajaran berupa modul ajar yang berprisip pada diferensiasi proses pembelajaran. Salah satunya adalah dalam pengembangan modul ajar. Kemampuan guru untuk menyesuaikan diri dan mengembangkan modul ajar berdiferensiasi masih kurang sehingga tujuan pengabdian ini yaitu untuk menambah wawasan guru dan keterampilan guru dalam mengembangkan modul ajar berdiferensiasi, khususnya bagi guru yang ada di SDN 1 Jeringo kecamatan Gunungsari. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini yaitu deskriptif kualitatif. Pelaksanaan kegiatan pengabdian ini meliputi tiga tahapan: tahap persiapan, tahap implementasi dan tahap evaluasi kegiatan pengabdian. Hasil pengabdian ini menunjukkan bahwa kegiatan sudah berjalan dengan lancar , setiap guru berhasil mengembangkan produk berupa modul ajar berdiferensiasi sesuai dengan mata pelajaran yang di ajarkan di kelas masing-masing.ABSTRACTThe learning tools used by teachers have changed, currently in the independent curriculum, teachers must develop learning tools in the form of teaching modules that are based on the differentiation of the learning process. One of them is in the development of teaching modules. The teacher's ability to adapt and develop differentiated teaching modules is still lacking, so the purpose of this service is to add to the teacher's insight and teacher skills in developing differentiated teaching modules, especially for teachers at SDN 1 Jeringo, Gunungsari sub-district. The method used in this service is descriptive qualitative. The implementation of this service activity includes three stages: the preparation stage, the implementation stage and the evaluation stage of the service activity. The results of this dedication show that the activity has been running smoothly, each teacher has succeeded in developing a product in the form of differentiated teaching modules according to the subjects taught in their respective classes.
SOSIALISASI EDUKASI TENTANG ASUHAN KEBIDANAN BERBASIS BUDAYA GUNA MENINGKATKAN PENGETAHUAN PADA KELOMPOK IBU HAMIL Nurrahmi Umami; Ririn Ariyanti; Ika Yulianti; Nur Citra; Ratnanengsih Ratnanengsih; Doris Noviani; Gusriani Gusriani; Tanti Tri Lestary
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 3 (2023): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i3.16484

Abstract

ABSTRAKPelayanan kebidanan yang optimal merupakan faktor penting untuk mencegah terjadinya komplikasi juga mengurangi angka kesakitan dan kematian ibu dan bayi. Memahami perilaku terkait pelayanan kebidanan khususnya yang berhubungan dengan aspek budaya menjadi hal yang penting untuk mengetahui dampak kesehatan bagi ibu dan bayi. Tujuan pengabdian ini untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman ibu terkait asuhan kebidanan dari perspektif budaya. Metode pelaksanaan dilakukan dengan tiga tahap yakni, tahap persiapan, tahap pelaksanaan dan tahap akhir. Kegiatan dilakukan pada tanggal 13 Juni 2023 di Kabupaten Malinau dengan jumlah peserta 30 orang yang merupakan kelompok ibu hamil. Peningkatan pengetahuan kelompok ibu hamil di evaluasi dengan kuis pada akhir kegiatan dengan hasil kelompok ibu hami dapet membedakan mana yang termasuk asuhan kebidanan secara fakta dan asuhan kebidanan mitos dilihat dari aspek kebudayaan. Kesimpulan ada peningkatan pengetahuan kelompok ibu hamil setelah dilakukan sosialisasi terkait asuhan kebidanan berbasis budaya. Kata kunci: edukasi; asuhan kebidanan; budaya; ibu hamil. ABSTRACTOptimal midwifery services are an important factor in preventing complications as well as reducing maternal and infant morbidity and mortality. Understanding behavior related to midwifery services, especially those related to cultural aspects, is important to know the health impact on mothers and babies. The purpose of this service is to increase mothers' knowledge and understanding regarding midwifery care from a cultural perspective. The implementation method is carried out in three stages: the preparatory stage, the implementation stage, and the final stage. The activity was carried out on June 13, 2023, in Malinau Regency, with 30 participants who were pregnant women. The increase in knowledge of the pregnant women group was evaluated with a quiz at the end of the activity, with the results showing that the group of pregnant women was able to distinguish between factual midwifery care and mythical midwifery care from a cultural perspective. In conclusion, there was an increase in the knowledge of the pregnant women's group after socialization regarding culture-based midwifery care. Keywords: education; midwifery care; culture; pregnant woman
PEMBEDAYAAN POKTAN HARAPAN DESA SLATENG MELALUI PENGETAHUAN ECO-ENZIM MENUJU PERTANIAN BERKELANJUTAN Basuki Basuki; Ahmad Ilham Tanzil; Fefi Nurdiana Widjayanti
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 3 (2023): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i3.16990

Abstract

ABSTRAKIndonesia merupakan negara agraris dengan sebagain mata pencaharian penduduk sebagai petani. Luas lahan pertanian di Indonesia 7.463.948 hektar. Tanah sawah di Indonesia dan khususnya di pulau Jawa dalam kurun waktu 25 tahun terakhir mengalami dengradasi. Kandungan C-Organik tanah sawah dalam kategori rengdah < 2%. Lahan yang terdegradasi secara terus-menerus dapat menurunkan hasil dan tidak berkelanjutan. Penggunaan organisme dan produk eco-enzim mampu meningkatkan kualitas lahan sawah. Tujuan kegiatan pengabdian yaitu pembedayaan kelompok tani harapan desa slateng dalam rangka pembuatan eco-enzim menuju pertanian berkelanjutan. Kegiatan yang dilakukan meliputi sosialisasi Pengelolaan Limbah Pertanian dan pentingnya pertanian berkelanjutan yang ramah lingkungan danpelatihan praktek  pembuatan eco-enzim di kelompok tani harapan Metode yang digunakan dalam kegiatan ini terbagi atas model participatory  rural  appraisal  (PRA), edukatif. Hasil kegiatan pengabdian yang dilakukan di Desa Slateng terkait pembedayaan poktan harapan desa slateng melalui pengetahuan eco-enzim menuju pertanian berkelanjutan dapat disimpulkan bahwa tingkat keantusiasan petani terutama anggota poktan harapan sangat tinggi dalam mengikuti kegiatan sebesar 96%, tingkat pengetahuan meningkat 250%, serta keberlanjutan program sangat diinginkan dengan presentase 95%. Kata kunci: degradasi lahan sawah; eco-enzim; pertanian berkelanjutan; pupuk organik cair (POC) ABSTRACTIndonesia is an agricultural country, with part of the population's livelihood as farmers. The area of agricultural land in Indonesia is 7,463,948 hectares. Paddy soils in Indonesia, particularly on the island of Java, have deteriorated over the last 25 years. The C-Organic content of paddy soil is in the low category of 2%. Continuously degraded land can reduce yields and is not sustainable. The use of organisms and eco-enzyme products can improve the quality of paddy fields. The purpose of the service activity is to empower the Harapan Farmer Group in Slateng Village in the Context of Making Eco-Enzymes for Sustainable Agriculture. The activities carried out included socialization of Agricultural Waste management, the importance of environmentally friendly sustainable agriculture, and practical training on making eco-enzymes at the Harapan Farmer Group. The methods used in this activity were divided into Participatory Rural Appraisal (PRA) models and educational methods. The results of the community service activities carried out in Slateng Village regarding the empowerment of Poktan Harapan in Slateng Village through eco-enzyme knowledge towards sustainable agriculture can be concluded that the level of enthusiasm of farmers, especially members of Poktan Harapan, is very high in participating in activities by 96%, the level of knowledge increases by 250%, and the sustainability of the program is very desirable with a percentage of 95%. Keywords: paddy field degradation; eco-enzyme; sustainable agriculture; liquid organic fertilizer