cover
Contact Name
Zulkarnain
Contact Email
dzul9787@gmail.com
Phone
+6287832631987
Journal Mail Official
selaparang.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan No.1, Pagesangan, Kec. Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Bar. 83115
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan
ISSN : 26145251     EISSN : 2614526X     DOI : https://doi.org/10.31764/jpmb.v5i1.6393
SELAPARANG : Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan merupakan jurnal yang mendiseminasikan setiap pemikiran dan ide gagasan atas hasil penelitian dan pemanfaatan teknologi untuk diimplementasikan kepada masyarakat mencakup ; (1). Bidang ilmu pengetahuan ; MIPA (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi), Terapan, Sosial, Budaya, Ekonomi, dan Kesehatan, (2). Pelatihan dan peningkatan hasil pendidikan dan (3). Pengembangan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,601 Documents
PELATIHAN PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI NEARPOD SEBAGAI INOVASI PEMBELAJARAN DI ERA 5.0 Irma Darmayanti; Dias Ayu Budi Utami; Pungkas Subarkah; Harun Alrasyid; Nikmah Trinarsih
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 4 (2023): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i4.19219

Abstract

ABSTRAKPemanfaatan teknologi di era pandemi corona kemarin, mengubah sistem pembelajaran di Indonesia menjadi online/daring. Pemanfaatan gadget menjadi peran utama dalam proses pembelajaran melalui kelas online. Hal ini membuat siswa menjadi terbiasa belajar mandiri menggunakan teknologi yang mempunyai basic visual audio. Ketika pandemi usai, kegiatan belajar menjadi tatap muka membuat siswa menjadi kurang bersemangat karena harus beradaptasi kembali. Seperti hal nya yang dirasakan siswa SMK Bakti Purwokerto. Dengan permasalahan yang ada, maka kegiatan pelatihan penggunaan  teknologi Nearpod dilaksanakan dengan peserta pelatihan Bapak dan Ibu guru SMK Bakti Purwokerto sebagai inovasi pembelajaran dengan tujuan menjadikan siswa lebih termotivasi dalam belajar dan tujuan pembelajaran disekolah tercapai. Pelatihan dilaksanakan selama dua hari dengan model workshop. Pelatihan yang dimulai tanggal 31 Agustus sampai dengan 1 September 2023 dikemas dalam bentuk ceramah dan praktek langsung oleh para peserta. Hasil evaluasi menunjukan peningkatan pemahaman peserta terhadap materi pelatihan relatif kecil(28,44%), namun motivasi peserta cukup besar(89,29%) untuk dapat menerapkan Nearpod kedalam KBM. Kata kunci: inovatif; nearpod; pembelajaran; teknologi. ABSTRACTThe utilization of technology in the corona pandemic era has changed the learning system in Indonesia to online. The use of gadgets plays a major role in the learning process through online classes. This makes students accustomed to learning independently using technology that has a basic audio visual. When the pandemic is over, learning activities become face-to-face, making students less excited because they have to adapt again. This is what students of SMK Bakti Purwokerto feel. With the existing problems, training activities on the use of Nearpod technology were carried out with training participants Mr. and Mrs. teachers of SMK Bakti Purwokerto as a learning innovation with the aim of making students more motivated in learning and achieving school learning goals. The training was held for two days with a workshop model. The evaluation results show that the increase in participants' understanding of the training material is relatively small (28.44%), but the motivation of the participants is quite large (89.29%) to be able to apply Nearpod into KBM. Keywords: nearpod; innovative; learning; technology.
EDUKASI PENTINGNYA AKTIVITAS FISIK UNTUK MENURUNKAN RISIKO SERANGAN STROKE BAGI LANSIA Ilham Fatria
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 3 (2023): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i3.17115

Abstract

ABSTRAKStroke adalah salah satu penyebab utama kematian dan disabilitas di dunia. Walapun serangan stroke dapat menyerang individu dari segala usia, tetapi semakin bertambahnya usia maka semakin besar kemungkinan untuk terkena serangan stroke. Secara bertahap lansia akan terus mengalami penurunan fungsional dan fisiologis tubuh yang merupakan akumulasi dari degenerasi yang akan mengarah pada berbagai risiko terkena penyakit termasuk serangan stroke. Diketahui seseorang yang sedang atau sangat aktif melakukan aktivitas fisik memiliki risiko kejadian serangan stroke atau kematian yang lebih rendah dibandingkan mereka yang memiliki tingkat aktivitas fisik yang rendah. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan informasi dan meningkatkan pengetahuan lansia tentang penyakit stroke, tanda dan gejala awal, faktor risiko penyakit stroke, waktu yang tepat untuk harus ke Rumah Sakit serta pentingnya aktivitas fisik untuk menurunkan risiko serangan stroke bagi lansia. Metode dalam kegiatan ini adalah dilakukan dengan sosialisasi materi dan melakukan contoh latihan. Adapun tahapan kegiatan terbagi menjadi 5 tahapan yaitu tahap persiapan dan analisis kebutuhan, tahap  perencanaan model kegiatan, tahap pembuatan materi edukasi, tahap pelaksanaan kegiatan dan tahap evaluasi kegiatan. Hasil dari kegiatan yang dilakukan berdasarkan observasi, pre-test dan post-test untuk mengetahui dampak dari kegiatan edukasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dari informasi yang disampaikan pada materi saat pelaksanaan kegiatan. Dari hasil pengolahan data didapatkan nilai sebesar 86,48% dari lansia peserta kegiatan dapat memahami materi yang diberikan. Diperlukan pengawasan secara berkala khususnya pada program yang berkaitan dengan olahraga  untuk melakukan program aktivitas fisik bersama secara rutin dengan intensitas yang menyesuaikan kondisi dan kebutuhan lansia serta meningkatkan kreatifitas bentuk aktivitas agar meningkatnya antusias para lansia. Kata kunci: lansia; stroke; aktivitas fisik ABSTRACTStroke is one of the leading causes of death and disability in the world. Even though a stroke can strike individuals of all ages, the older you get, the more likely you are to have a stroke. Gradually the elderly will continue to experience functional and physiological decline in the body which is an accumulation of degeneration which will lead to various risks of disease including stroke. It is known that someone who is or is very active in physical activity has a lower risk of stroke or death than those who have a low level of physical activity. The purpose of this activity is to provide information and increase the knowledge of the elderly about stroke, early signs and symptoms, risk factors for stroke, the right time to go to the hospital and the importance of physical activity to reduce the risk of stroke for the elderly. The method in this activity is carried out by socializing the material and doing sample exercises. The activity stages are divided into 5 stages, namely the preparation and needs analysis stage, the activity model planning stage, the educational material creation stage, the activity implementation stage and the activity evaluation stage. The results of the activities carried out based on observation, pre-test and post-test to determine the impact of educational activities indicate an increase in knowledge from the information conveyed in the material during the implementation of the activity. From the results of data processing, it was obtained a value of 86.48% of the elderly participants in the activity being able to understand the material provided. Periodic supervision is needed, especially in programs related to sports to carry out routine joint physical activity programs with an intensity that adapts to the conditions and needs of the elderly and increases the creativity of activity forms so that the enthusiasm of the elderly increases. Keywords: elderly; stroke; physical activity
PEMBUATAN PESTISIDA NABATI DALAM MENDUKUNG SISTEM PENGELOLAAN HAMA TERPADU DI DESA MATANG ARA JAWA, KABUPATEN ACEH TAMIANG Mulyani, Cut; Iswahyudi, Iswahyudi; Navia, Zidni Ilman; Fauzia, Arisna
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 4 (2023): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i4.19647

Abstract

ABSTRAKDesa Matang Ara Jawa memiliki produk unggulan tanaman desa yaitu tanaman padi dan menjadi penyumbang hasil panen padi untuk Kabupaten Aceh Tamiang. Hasil panen tersebut sering sekali mengalami kegagalan panen akibat adanya serangan hama. Poktan Tunas Karya menjadi kelompok tani yang bergerak di bidang pertanian yang menghasilkan padi seluas 25 hektar. Berdasarkan survei awal, tanaman padi pada mitra memiliki permasalahan pada serangan hama wereng cokelat yang menyebabkan gagal panen. Dalam pengendaliannya, mereka hanya memanfaatkan pestisida berbahan dasar kimia sintetis, sehingga padi yang dihasilkan tidak baik bagi kesehatan. Selain itu, tingkat pengetahuan Poktan dalam pembuatan pestisida nabati juga masih rendah. Tujuan dari pengabdian ini yaitu untuk meningkatkan keterampilan kepada kelompok tani dengan membuat pestisida nabati dalam meningkatkan produksi kualitas tanaman padi mereka. Metode yang digunakan yaitu melakukan demonstrasi kepada Poktan dengan jumlah peserta sebanyak 16 orang petani. Tahapan kegiatan dari PKM ini adalah survei awal dengan melakukan pendataan pengetahuan peserta, melakukan kegiatan demonstrasi, serta melaksanakan evaluasi kegiatan berupa angket. Hasil evaluasi kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan terhadap pengelolaan hama terpadu, kemudahan pembuatan pestisida nabati, serta kemudahan pengaplikasian pada padi. Ke depannya, kegiatan ini dapat menjadi penggagas bagi Poktan untuk menggunakan pestisida nabati pada pertaniannya dalam mendukung Ketahanan Pangan Berkelanjutan. Kata kunci: manyak Payed; hama; pestisida nabati; dan ramah lingkungan. ABSTRACTMatang Ara Jawa Village has a superior crop product, namely rice, and is a contributor to the rice harvest for Aceh Tamiang District. These crops often experience crop failure due to pest attacks. Poktan Tunas Karya is a farmer group engaged in agriculture that produces 25 hectares of rice. Based on the initial survey, the partner's rice plants had problems with brown planthopper pests that caused crop failure. In its control, they only use synthetic chemical-based pesticides, so the rice produced is not good for health. In addition, the Poktan's level of knowledge in making botanical pesticides is also still low. The purpose of this service is to improve skills to farmer groups by making botanical pesticides in improving the production quality of their rice plants. The method used is to conduct demonstrations to farmer groups with a total of 16 participants. The activity stages of this PKM are an initial survey by collecting data on participants' knowledge, conducting demonstration activities, and carrying out activity evaluations in the form of questionnaires. The results of the activity evaluation showed an increase in knowledge of integrated pest management, ease of making botanical pesticides, and ease of application to rice. In the future, this activity can be an initiator for Poktan to use botanical pesticides on their farms in supporting Sustainable Food Security. Keywords: manyak Payed; pest; botanical pesticides; and environmentally friendly.
PEMBERDAYAAN PETUGAS PENDAFTARAN TENTANG SISTEM PENOMERAN DOKUMEN REKAM MEDIS DI KLINIK MODERN DESA WONOMULYO KECAMATAN PONCOKUSUMO KABUPATEN MALANG Wisoedhanie Widi A.; Rea Ariyanti; Vincensia Dea P.P
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 3 (2023): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i3.16483

Abstract

ABSTRAKKegiatan Program Kemitraan Masyarakat “Pemberdayaan Petugas Pendaftaran Rawat Jalan Tentang Sistem Penomeran Dokumen Rekam Medis Di Klinik Modern Desa Wonomulyo Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang” merupakan salah satu kegiatan peningkatan pengelolaan manajemen rekam medis yang bertujuan untuk memperluas wawasan dan meningkatkan pemahaman petugas pendaftaran rawat jalan tentang sistem penomeran dokumen rekam medis pada layanan pendaftaran rawat jalan sekaligus melengkapi ketersediaan dokumen standar operasional prosedur tentang sistem penomeran dokumen rekam medis. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah penyuluhan, demonstrasi dan praktik secara langsung tentang sistem penomeran dan penyusunan standar operasional prosedur. Kegiatan ini dilaksanakan dalam 3 (tiga) kali pertemuan pada tanggal 01, 08 dan 15 Juni 2023 dengan peserta yang terlibat adalah petugas pendaftaran di Klinik Modern sejumlah 3 (tiga) orang dan juga dihadiri oleh pimpinan Klinik Modern. Hasil kegiatan menunjukkan terdapat peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader sebesar 29,10% dan tersedianya standar operasional prosedur sistem penomeran dokumen rekam medis. Kendala yang ditemukan dalam pelaksanaan kegiatan adalah perumusan waktu yang dapat menghadirkan seluruh petugas pendaftaran secara bersamaan. Adanya komunikasi dan koordinasi yang kooperatif serta fasilitas yang mendukung kegiatan pengabdian masyarakat dari pihak pimpinan Klinik Modern beserta kepala instalasi rekam medis dan petugas pendaftaran, sehingga kegiatan pengabdian masyarakat dapat berjalan optimal sesuai perencanaan sebagai salah satu upaya peningkatan indicator mutu layanan pada klinik kesehatan.  Kata kunci: penomeran; rawat jalan; rekam medis. ABSTRACTThe Community Partneship Program Activity “Empowering Outpatient Registration Officers Regarding The Medical Record Document Numbering System at the Modern Clinic on Wonomulyo Village, Poncokusumo District, Malang Regency” is one of the activities to improve medical record management which aims to broaden insight and increase the understanding of outpatient registration services as well as complementing the availability of standard operating procedure documents regarding the medical record document numbering system. The method used in this activity are counseling, demonstrations and hands-on practice on the numbering system and preparation of standard operating procedures. This activity was carried out in 3 (three) meeting on 01, 08 and 15 June 2023 with 3 (three) people involved as registration officers at the Modern Clinic and also attended by leaders of the Modern Clinic. The results of the activity showed that there was an increase in the knowledge and skills of cadres by 29,10% and the availability od standard operating procedures for medical record document numbering systems. The obstacle found in the implementation of the activity is the formulation of a time that can present all registration officers simultaneously. There is cooperative communication and coordination as well as facilities that support community service activities from the leadership of the Modern Clinic along with the head of medical record installation and registration officers, so that community service can run optimally according to plan as one of the efforts to improve service quality indicators at health clinics.. Keywords: numbering; outpatient; medical records
PEMBERDAYAAN IBU RUMAH TANGGA DESA BRANGKAL KAB. JOMBANG MELALUI PRODUK BERBAHAN KULIT JAGUNG DAN BONGGOL JAGUNG Ririn Febriyanti; Slamet Boediono; Rifa Nurmilah
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 4 (2023): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i4.19727

Abstract

ABSTRAKDesa  Brangkal merupakan  salah satu  desa bagian  dari Kecamatan  Bandar Kedung Mulyo, Kabupaten Jombang, Provinsi Jawa Timur. Bentang  alam  desa  Brangkal  berupa dataran rendah di  tepi sungai Brantas.  Mata pencaharian  penduduk desa Brangkal  sebagian besar di sektor pertanian  dan perdagangan. Dari  sektor pertanian ini,  warga penduduk desa Brangkal banyak  yang  menanam padi,  jagung,  sayur-sayuran,  maupun  lainnya.   Permasalahan yang terjadi, pada musim panen jagung masyarakat sekitar biasanya  menggunakan daun jagung digunakan sebagai pakan sapi, dibakar maupun  dibuang. Begitu juga dengan bonggol jagung yang dibuang saja, sehingga lama kelamaan akan menimbulkan jamur  maupun bau busuk di lingkungan sekitar.  Dari permasalahn di atas, pengabdi melalui program Pengabdian  kepada Masyarakat  memberikan  pelatihan  tentang  Bonggol  jagung  dan  kulit jagung  yang dapat dijadikan  bunga  kering  dan  hiasan.  Kegiatan  ini  bertujuan  untuk mengembangkan kewirausahaan ibu-ibu rumah tangga untuk mendukung pengembangan ekonomi kreatif. Hasil dari kegiatan  ini meliputi:  1) meningkatkan  semangat kewirausahaan  ibu-ibu rumah  tangga dalam  upaya   mendukung  kegiatan   pengembangan  masyarakat;  2)   komunitas  wirausaha memiliki kemampuan perencanaan bisnis; 3) meningkatkan kemampuan komunitas wirausaha dalam melakukan operasi bisnis. Metode yang digunakan adalah pelatihan, pendampingan dan evaluasi. Hasil yang diperoleh yaitu selama  program pengabdian masyarakat  sampai akhir kegiatan, para mitra mampu mengembangkan bisnis dengan baik dan memperoleh pendapatan sampingan. Serta menjadi lebih kreatif dan inovatif. Kata kunci: pemanfaatan; bonggol jagung; kelobot jagung; hiasan; bunga kering. ABSTRACTBrangkal Village is one of the villages part of Bandar Kedung Mulyo District, Jombang Regency, East Java Province. The landscape of Brangkal village is a lowland on the banks of the Brantas river. The livelihoods of Brangkal village residents are mostly in the agricultural and trade sectors. From this agricultural sector, many residents of Brangkal village grow rice, corn, vegetables and others. The problem that occurs is that during the corn harvest season, local people usually use corn leaves as cattle feed, burn them or throw them away. Likewise, if you just throw away corn cobs, over time it will cause mold and a bad smell in the surrounding environment. Based on the problems above, service providers through the Community Service program provide training on corn cobs and corn husks which can be used as dried flowers and decorations. This activity aims to develop entrepreneurship among housewives to support the development of the creative economy. The results of this activity include: 1) increasing the entrepreneurial spirit of housewives in an effort to support community development activities; 2) the entrepreneurial community has business planning capabilities; 3) increasing the ability of the entrepreneurial community to carry out business operations. The methods used are training, mentoring and evaluation. The results obtained were that during the community service program until the end of the activity, the partners were able to develop their business well and earn side income. And become more creative and innovative. Keywords: utilization; corn cobs; corn cobs; ornaments; dried flowers.
PENGHIJAUAN LINGKUNGAN SEKOLAH SEBAGAI UPAYA PENDIDIKAN MITIGASI PERUBAHAN IKLIM DI SMP NEGERI 29 PONTIANAK UTARA Aji Ali Akbar; Atiqa Nur Latifa Hanum; Aliyah Nur’aini Hanum; Ery Hermawati; Ibrahim Ibrahim; Susilarasati Susilarasati
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 3 (2023): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i3.19770

Abstract

ABSTRAKSeiring dengan pertumbuhan jumlah penduduk, ketersediaan ruang semakin padat yang mengakibatkan menyusutnya ketersediaan RTH dan kawasan resapan air. Kota Pontianak memiliki permasalahan pada musim kemarau terjadi kekeringan dan berpotensi terjadi banjir pada musim hujan. Edukasi terkait pentingnya menjaga lingkungan dan peduli terutama di lingkungan sekolah merupakan salah satu kegiatan penting yang harus dilaksanakan. PKM ini bertujuan Menangani krisis RTH dalam upayamemberikan pendidikan mitigasti perubahan iklim dalam bentuk kegiatan penghijauan dengan penanaman spesies pohon di lingkungan sekolah, dengan memperhatikan peran dan fungsi pohon bagi lingkungan sekolah. Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura dalam kegiatan PKM ini melaksanakan kegiatan penghijauan di SMPN 29 Pontianak. Metode PKM ini dengan cara partisipatif bagi insan pendidik dan anak didik khususnya di SMPN 29 Pontianak. Program ini dilaksanakan dikarenakan lokasi tersebut dekat batas kota yang masih memerlukan penghijauan serta berada pada kawasan gambut. Kepedulian warga SMPN 29 Pontianak harus terus ditingkatkan dan dikembangkan terhadap menjaga lingkungan sekitar terutama di lingkungan sekolah. Oleh karena itu, lewat kegiatan ini diharapkan  dapatKegiatan PKM ini memberikan luaran berupa pengetahuan dan pendidikan prilaku bagi anak usia sekolah untuk menumbuhkan rasa peduli para tenaga pendidik dengan menyelenggarakan aksi penghijauan sekaligus memberikan sosialisasi terikat terhadap bahaya dampak perubahan iklim. Tenaga pendidik dan warga anak didik SMPN 29 Pontianak serta partisipasi dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Pontianak dan forum Komunitas Hijau Pontianak menunjukan adanya tanggung jawab atau tindakan langsung dalam menjaga lingkungan sekiar dan upaya mencegah terjadinya perubahan iklimpenghijauan. Kata kunci: penghijauan; upaya mitigasi; lingkungan hidup; sekolah ABSTRACTAlong with population growth, the availability of space is getting denser, which results in shrinking the availability of green spaces and water catchment areas. Pontianak City needs help in the dry season with drought and potential flooding in the rainy season. Education related to the importance of protecting the environment and caring, especially in the school environment, is one of the essential activities that have been carried out. This PKM aims to address the RTH crisis by providing climate change mitigation education through greening activities by planting tree species in the school environment considering the role and function of trees for the school environment. The Faculty of Engineering of Tanjungpura University, in this PKM activity, carried out greening activities at SMPN 29 Pontianak. The PKM method is participatory for educators and students, especially at SMPN 29 Pontianak. This program has been implemented because the location is near the city boundary, which still needs greening, and is in a peat area. The awareness of SMPN 29 Pontianak residents must continue to be improved and developed towards protecting the surrounding environment, especially in the school environment. Therefore, through this activity, it is hoped that this PKM activity will provide outputs in the form of knowledge and behavioral education for school-age children to foster a sense of caring for educators by organizing greening actions as well as providing socialization bound to the prevent of Climate Change impact. Keywords: greening; mitigation efforts; environment; school
EDUKASI DAN PELATIHAN PEMANFAATAN MINYAK JELANTAH SEBAGAI LILIN AROMATERAPI Basransyah Basransyah; Eka Masrifatus Anifah; Rochmat Bagus Al Fitrah; Deta Lestari Smith; Meutya Dwi Leoriza; Arenita Patricia Sarira; Ilham Tubagus; Nistia Endah Juniar; Nur Laylatul Magfiroh; Reni Anggraini Minanga
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 3 (2023): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i3.16113

Abstract

ABSTRAKPenggunaan minyak jelantah yang berulang kali dapat membahayakan kesehatan manusia. Selain itu, minyak jelantah yang dibuang ke badan air dapat menyebabkan pencemaran lingkungan. Warga RT 32 Kelurahan Karang Jati Balikpapan mengumpulkan minyak jelantah ke bank sampah. Namun, nilai jual ke pengepul yang sangat murah menyebabkan minyak jelantah tidak memberikan nilai ekonomis yang cukup besar. Minyak jelantah dapat digunakan kembali sebagai bahan baku lilin aromaterapi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mensosialisasikan bahaya penggunaan dan pembuangan minyak jelantah serta melakukan pelatihan pembuatan lilin aromaterapi dengan bahan dasar minyak jelantah. Metode kegiatan pengabdian masyarakat dimulai dari survei lokasi, identifikasi permasalahan, perumusan solusi, sosialisasi, persiapan peralatan dan bahan, pelatihan, pemantauan, serta evaluasi kegiatan. Setelah kegiatan pelatihan, terjadi peningkatan pemahaman dan perubahan sikap masyakat menjadi lebih baik terhadap minyak jelantan yang dihasilkan. Sebanyak 53,9% masyarakat mengumpulkan minyak jelantah dan 54% masyarakat menjual minyak jelantah yang dihasilkan, 84,6% masyarakat mengetahui bahwa minyak jelantah dapat diolah menjadi produk baru, dan sebanyak 68,2% masyarakat mengetahui serta memahami cara mengolah minyak jelantah menjadi lilin aromatherapi. Pengolahan minyak jelantah menjadi lilin aromatherapi menghasilkan produk kreatif bernilai ekonomi tinggi yang dapat menambah pendapatan bagi masyarakat dan dapat mengurangi pencemaran lingkungan. Kata kunci: aromaterapi; lilin; minyak jelantah; pelatihan; pencemaran. ABSTRACTUsing used cooking oil can deteriorate human health. Furthermore, the discharge of used cooking oil into water bodies can cause environmental pollution. Residents of RT 32, Karang Jati Village, Balikpapan, have collected used cooking oil in the waste bank and have sold it to used cooking collectors. However, the price of used-cooking oil is very cheap, so selling used cooking oil does not provide much economic value. Used cooking oil can be reused as a raw material for aromatherapy candles. This community empowerment aims to improve the understanding of the impact of using and disposing of used cooking oil and to conduct training in producing aromatherapy candles with basic ingredients of used cooking oil. The method of community empowerment includes surveys of location, identification of problems, formulation of solutions, preparation of equipment and materials, training, monitoring, and evaluation of whole community empowerment activities. After the training, there was an increased understanding and a change in behavior toward cooking oil waste discharge and utilization. The results show that around 53.9% of respondents have already collected used cooking oil, 54% of the respondents have sold the used cooking oil that they collected, 84.6% of the respondent people know that used cooking oil can be reused into new products, and 68.2% of the respondent know and understand how to reuse waste cooking oil into aromatherapy candles. Reusing used cooking oil in aromatherapy candles can produce creative and innovative products with high economic value. Furthermore, selling aromatherapy products can increase income for the community and reduce environmental pollution. Keywords: aromatheraphy; candles; pollution; trainings; used cooking oil.
PEMBERDAYAAN KELOMPOK PEMUDA MEWUJUDKAN GERAKAN MASYARAKAT SEHAT DI KELURAHAN AFA- AFA KOTA TIDORE KEPULAUAN Arsad, Aswia; Jailan, Marwah; Jafar, Aldalia Nagita; Muslim, Kiki; Basri, Della; Mansyur, Suryani
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 4 (2023): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i4.19752

Abstract

ABSTRAKMasalah Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) masyarakat masih memerlukan perhatian, Permasalahan PHBS berdasarkan laporan Pengalaman Belajar Lapangan 1 mahasiswa Fakultas Ilmu kesehatan tahun 2022, yaitu rendahnya pengetahuan PHBS (81,9%) .Tujuan kegiatan pengabdian pada masyarakat yaitu meningkatkan pengetahuan dan kesadaran berperilaku hidup bersih dan sehat di Kelurahan Afa Afa melalui pemberdayaan kelompok pemuda sebagai alternatif pemecahan masalah PHBS di kelurahan Afa- Afa. Metode pemberdayaan masyarakat dilakukan dalam bentuk penyuluhan dan diskusi serta partisipasi dari peserta dan masyarakat dalam kerja bakti, senam dan pemanfaatan media sosialisasi PHBS. Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan Agustus dan September tahun 2023 dengan peserta penyuluhan sebanyak 19 orang pemuda dari karang taruna Mote Garo. Berdasarkan evaluasi dengan pre dan post test , terdapat peningkatan pengetahuan pemuda sebesar 3,01 yaitu dari 8,05 sebelum penyuluhan menjadi 11,06 setelah penyuluhan, serta partisipasi aktif dari pemuda dan masyarakat kelurahan Afa- Afa. Pemanfaatan media menggunakan banner dan pamflet serta media sosial melalui akun Instagram dan tiktok. Dampak dari kegiatan pengabdian masyarakat yaitu adanya peningkatan pengetahuan dan kepedulian kelompok pemuda dalam berpartisipasi  mewujudkan masyarakat sehat di kelurahan Afa-Afa. Disarankan agar kegiatan pemberdayaan kelompok pemuda dilanjutkan dengan pembentukan tim pokja PHBS di Karang Taruna Mote Garo kerjasama dengan instansi kesehatan dan elemen masyarakat seperti Tim PKK dan kelurahan.  Kata kunci: pemberdayaan masyarakat; pemuda; perilaku hidup bersih dan sehat ABSTRACTThe problem of Clean and Healthy Living Behavior (PHBS) in the community still requires attention. The problem of PHBS is based on the Field Learning Experience report of 1 student of the Faculty of Health Sciences in 2022, namely low knowledge of PHBS (81.9%). The aim of community service activities is to increase knowledge and awareness behaving in a clean and healthy lifestyle in Afa Afa Subdistrict through empowering youth groups as an alternative solution to PHBS problems in Afa-Afa subdistrict. Community empowerment methods are carried out in the form of counseling and discussions as well as participation from participants and the community in community service, exercise and the use of PHBS socialization media. This activity was carried out in August and September 2023 with 19 young people from the Mote Garo Youth Organization participating in the outreach. Based on evaluations with pre and post tests, there was an increase in youth knowledge by 3.01, namely from 8.05 before counseling to 11.06 after counseling, as well as active participation from youth and the community of Afa-Afa subdistrict. Utilization of media using banners and pamphlets as well as social media via Instagram and TikTok accounts. The impact of community service activities is that there is an increase in knowledge and awareness of youth groups in participating in creating a healthy society in the Afa-Afa sub-district. It is recommended that youth group empowerment activities be continued with the formation of a PHBS working group team at Karang Taruna Mote Garo in collaboration with health agencies and community elements such as the PKK Team and sub-districts. Keywords: community empowerment; youth; clean and healthy living behavior
EDUKASI BAHAYA RADIASI ELEKTROMAGNETIK DARI PENGGUNAAN GADGET BERLEBIH PADA ANAK DAN REMAJA Dian Nuramdiani
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 3 (2023): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKSalah satu dampak negatif dari perkembangan teknologi informasi yang demikian pesat adalah penggunaan gadget berlebih di kalangan anak dan remaja. Penggunaan gadget berlebih tidak hanya berdampak buruk pada psikologis, sosial, dan emosional anak, melainkan pada kesehatan fisik. Telah dilakukan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) pada tanggal 28-29 November 2021 dengan sasaran remaja dan orang tua yang memiliki anak usia dini. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi mengenai dampak negatif dari penggunaan Gadget berlebih, terutama dari dampak radiasi gelombang elektromagnetik yang dipancarkan. Metode yang digunakan adalah ceramah, diskusi, dan tanya jawab, serta diakhiri dengan pemberian kuisioner untuk mengevaluasi kegiatan PKM. Kegiatan PKM diikuti oleh peserta yang terdiri dari 19 orang remaja di lingkungan Cisaranten Kulon, dan 18 orang tua, khususnya para orang tua/wali siswa di Kober Bina Insan Cendekia. Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama Politeknik Al Islam Bandung dengan Posyandu Teratai II Cisaranten Kulon, Kecamatan Arcamanik Kota Bandung melalui program kegiatan Pembinaan Keluarga Balita dan Pembinaan Keluarga Remaja. Seluruh rangkaian kegiatan PKM ini sesuai dengan yang direncanakan, terlihat dari antusias peserta yang terlibat aktif dalam sesi diskusi dan tanya jawab, serta peningkatan pemahaman peserta ditinjau dari nilai rata-rata pretest (50,4) dan posttest (89,0) dengan rata-rata kenaikan nilai sebesar 38,6. Kata kunci: anak usia dini; gadget; penyuluhan; radiasi elektromagnetik; remaja. ABSTRACTOne of the negative impacts of the rapid development of information technology is the excessive use of gadgets among children and adolescents. Excessive gadget use not only has a negative impact on children's psychological, social, and emotional well-being but also physical health. Community service activities were carried out on November 28-29, 2021 with the target of teenagers and parents who have early childhood. This activity aims to provide education about the negative impact of excessive Gadget use, especially from the impact of electromagnetic wave radiation emitted. The methods used were lectures, discussions, and questions and answers, and ended with giving questionnaires to evaluate PKM activities. PKM activities were attended by participants consisting of 19 teenagers in the Cisaranten Kulon neighborhood, and 18 parents, especially parents/guardians of students at Kober Bina Insan Cendekia. This activity results from the collaboration between Al Islam Polytechnic of Bandung and Posyandu Teratai II Cisaranten Kulon, Arcamanik District, Bandung City, through the Toddler Family Development and Adolescent Family Development activity programs. The whole series of PKM activities was in accordance with the plan, as seen from the enthusiasm of the participants who were actively involved in the discussion and question and answer sessions, as well as the increase in participants' understanding as seen from the average score of the pretest (50.4) and posttest (89.0) with an average score increase of 38.6. Keywords: early childhood; gadgets; counseling; electromagnetic radiation; adolescents.
DIVERSIFIKASI PRODUK UMKM KERUPUK KEMPLANG DI DESA LEMBAK UNTUK MENINGKATKAN DAYA SAING PRODUK Desi Rovita; Leriza Desitama Anggraini; Try Wulandary; Endah Dewi Purnamasari
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 3 (2023): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i3.16965

Abstract

ASBTRAKUMKM Krisna berdiri dari tahun 2012 yang beralamatkan di Desa Lembak kabupaten Muara Enim. Pada UMKM Krisna produk yang dimiliki hanya kerupuk saja, hal ini menyebabkan para konsumen tidak memiliki banyak pilihan ketika mau membeli produk di UMKM Krisna. Pengembangan produk UMKM dapat dilakukan dengan diversifikasi produk yaitu membuat beraneka ragam produk selain dari produk asal yaitu kerupuk, misalnya kemplang besar goreng, kemplang unyil, kemplang rasa pedas. Diversifikasi produk dapat dilakukan dengan cara, merubah bentuk atau menambah bentuk, perbaikan kemasan dan peninjauan harga kemasan setelah dilakukannya diversifikasi. Tujuan dari Pengadian kepada Masyarakat  yaitu untuk mengembangkan produk UMKM Krisna dan meningkatkan daya saing produk dengan cara diversifikasi produk. Metode pelaksanaan yang digunakan yaitu observasi secara langsung dan wawancara dengan pemilik UMKM Krisna, kemudian dilakukan pengabdian kepada masyarakat. Hasil dari Pengadian Kepada Masyarakat dalam penelitian ini, produk UMKM Krisna menjadi lebih banyak varian. Kata Kunci: berinovasi; daya saing; diversifikasi; produk UMKM. ABSTRACTKrisna MSME was established in 2012 which is addressed in Lembak Village, Muara Enim regency. In Krisna MSMEs, the products owned are only crackers, this causes consumers not to have many choices when they want to buy products at Krisna MSMEs. The development of MSME products can be done by diversifying products, namely making a variety of products other than the original product, namely crackers, for example fried large kemplang, unyil kemplang, spicy flavored kemplang. Product diversification can be done by, changing the shape or adding shape, improving packaging and reviewing packaging prices after diversification. The purpose of Community Service is to develop Krisna MSME products and increase product competitiveness by diversifying products. The implementation method used is direct observation and interviews with MSME owner Krisna, then community service is carried out. As a result of Community Service in this study, Krisna MSME products became more variants. Keyword: innovating; competitiveness; diversification; MSME products