cover
Contact Name
Zulkarnain
Contact Email
dzul9787@gmail.com
Phone
+6287832631987
Journal Mail Official
selaparang.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan No.1, Pagesangan, Kec. Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Bar. 83115
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan
ISSN : 26145251     EISSN : 2614526X     DOI : https://doi.org/10.31764/jpmb.v5i1.6393
SELAPARANG : Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan merupakan jurnal yang mendiseminasikan setiap pemikiran dan ide gagasan atas hasil penelitian dan pemanfaatan teknologi untuk diimplementasikan kepada masyarakat mencakup ; (1). Bidang ilmu pengetahuan ; MIPA (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi), Terapan, Sosial, Budaya, Ekonomi, dan Kesehatan, (2). Pelatihan dan peningkatan hasil pendidikan dan (3). Pengembangan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,601 Documents
OPTIMASI POPULASI SAPI BALI BETINA UNGGUL MELALUI INSEMINASI BUATAN DAN SOSIALISASI DI KOPERASI PETERNEKAN 'TUNAS RIDHO ILAHI' DI PULAU LOMBOK, NTB DENGAN STRAW SEXING Lalu Unsunnidhal; Asmarani Kusumawati; Muhammad Muhsinin; Raudatul Jannah
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 4 (2023): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i4.19332

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan populasi dan kualitas sapi Bali betina unggul di Koperasi Peternakan "Tunas Ridho Illahi," Kabupaten Lombok Timur, NTB. Koperasi ini menjadi wadah bagi peternak sapi potong dengan fokus pada budidaya Sapi Bali, yang memiliki makna kultural dan genetik di Pulau Lombok. Meskipun diakui sebagai Plasma Nuftah Indonesia, produktivitas sapi Bali belum optimal disebabkan oleh kualitas bibit yang buruk. Solusi diusulkan melalui sosialisasi dan pelaksanaan inseminasi buatan dengan bibit sapi Bali betina unggul, dengan kolaborasi antara dosen Universitas Mataram dan koperasi. Metode melibatkan koordinasi awal, sosialisasi, dan pelaksanaan inseminasi buatan. Koordinasi awal membangun pemahaman tentang masalah dan rencana kerja. Sosialisasi mengedukasi tentang pemilihan sapi betina unggul dan inseminasi buatan. Langkah ini diharapkan meningkatkan produktivitas dan kualitas ternak. Hasilnya menunjukkan kolaborasi sukses dalam mengatasi kendala, memulai perbaikan kualitas genetik sapi Bali betina unggul. Melalui diskusi, presentasi, dan partisipasi peternak, sosialisasi efektif menginformasikan dan memotivasi. Kegiatan ini menciptakan kesadaran dan keterlibatan aktif komunitas peternak. Pelatihan praktis memberi panduan tentang persiapan sapi betina untuk inseminasi buatan. Meskipun tahap inseminasi belum terlaksana, pendekatan kolaboratif ini diharapkan memberikan dampak positif dalam mengembangkan sektor peternakan di wilayah ini. Kata kunci: sapi bali betina unggul; inseminasi buatan; sosialisasi; kolaborasi; produktivitas ternak ABSTRACTThis study aims to increase the population and quality of superior female Bali cattle in the Animal Husbandry Cooperative "Tunas Ridho Illahi," East Lombok Regency, NTB. This cooperative is a forum for beef cattle breeders with a focus on the cultivation of Bali cattle, which has cultural and genetic significance on the island of Lombok. Even though it is recognized as Indonesian Nuftah Plasma, the productivity of Bali cattle is not optimal due to the poor quality of the breed. The solution was proposed through socialization and implementation of artificial insemination with superior female Bali cattle, in collaboration between Mataram University lecturers and cooperatives. The method involves initial coordination, socialization, and implementation of artificial insemination. Initial coordination builds understanding of the problem and work plan. Socialization educates about the selection of superior female cows and artificial insemination. This step is expected to increase the productivity and quality of livestock. The results show a successful collaboration in overcoming obstacles, starting to improve the genetic quality of superior female Bali cattle. Through discussions, presentations, and farmer participation, socialization effectively informs and motivates. This activity creates awareness and active involvement of the farming community. Practical training provides guidance on preparing cows for artificial insemination. Although the insemination stage has not yet been carried out, this collaborative approach is expected to have a positive impact on developing the livestock sector in this region. Keywords: superior female bali cattle; artificial insemination; collaboration; livestock productivity
EDUKASI DAN PELATIHAN PENGOLAHAN SAMPAH ORGANIK DAN ANORGANIK DI DESA PARENRENG, KABUPATEN PANGKEP Sukri Palutturi; St. Rosmanely; Agus Bintara; Rizky Chaeraty Syam; Aslina Asnawi; Eva Arista; Adhelin Tiku Rombedatu; Chelnilo Pasudi; Amanda Amalia Putri; Yuana Wira Dwi Satya Ilham Putra
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 3 (2023): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i3.15932

Abstract

ABSTRAKPermasalahan lingkungan merupakan isu yang tidak bisa dihindari, termasuk di Desa Parenreng. Sampah merupakan salah satu permasalahan yang dihadapi oleh pemerintah Desa Parenreng, yang selama ini belum dilakukan pengolahan sehingga menimbulkan masalah lingkungan. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat mengenai pengolahan sampah organik dan sampah anorganik. Metode kegiatan yang digunakan intervensi fisik terkait pelatihan pengolahan sampah plastik dengan metode ecobrick dan pelatihan pengolahan sampah organik menjadi kompos menggunakan metode praktik, dan intervensi non-fisik edukasi pengolahan sampah anorganik dengan metode ecobrick menggunakan metode ceramah dan diskusi secara langsung di Kantor Desa Parenreng Kabupaten Pangkep. Evaluasi kegiatan dilakukan dengan memberikan pre-post dan post-test. Hasil kegiatan pengabdian yang dilakukan menunjukan adanya peningkatan pengetahuan mitra sebesar 22,1% setelah dilakukan kegiatan ini. Selain itu, hasil pelatihan pengolahan sampah organik dihasilkan satu karung kompos, pelatihan sampah anorganik menghasilkan sebuah taman ecobrick. Diperlukan dukungan pemerintah desa agar kegiatan pengolahan sampah organik dan anorganik dapat terus berlangsung dan memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar. Kata kunci: pengolahan sampah; organik; anorganik; edukasi; pelatihan ABSTRACTEnvironmental problems are an unavoidable issue, including in Parenreng Village. Garbage is one of the problems faced by the Parenreng Village government and has not been processed so far, causing environmental problems. The purpose of this activity is to increase the community's knowledge and skills regarding the processing of organic and inorganic waste. The activity method used is physical intervention related to plastic waste processing training using the ecobrick method and training on processing organic waste into compost using practical methods, and non-physical educational interventions on inorganic waste processing using the ecobrick method using lecture methods and direct discussions at the Parenreng Village Office, Pangkep Regency. Evaluation of activities is carried out by giving a pre-post-, and post-test. The results of the service activities carried out showed an increase in partners' knowledge of 22.1% after this activity was carried out. In addition, the results of the organic waste processing training resulted in a sack of compost, and the inorganic waste training resulted in an ecobrick garden. The support of the village government is needed so that organic and inorganic waste processing activities can continue and provide benefits to the surrounding community. Keywords: garbage processing; organic; anorganic; training
PELATIHAN PEMBUATAN DAN PEMASARAN PRODUK PUPUK ORGANIK CAIR DARI URINE SAPI PADA KELOMPOK TANI SUBUR DESA LUBUK BAYAS Ihsan Effendi; Adelina Lubis; Ilham Ramadhan Nasution; Dhian Rosalina; Tohap Parulian
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 4 (2023): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i4.19484

Abstract

ABSTRAKMasalah utama yang dihadapi kelompok tani Subur adalah hama dan penyakit tanaman, maka untuk memenuhi bahan pangan bagi penduduknya pemerintah berusaha meningkatkan produksi pertanian per satuan luas dengan menerapkan Intensifikasi pertanian, salah satu kegiatannya adalah mengendalikan hama dan penyakit tanaman dengan menggunakan pestisida sintetis. Dampak buruk pemakaian pestisida sintetis yaitu dapat merusak kesuburan dan struktur tanam karena merusak kesuburan dan struktur tanam. Biourin merupakan pupuk cair yang berbahan dasar urin yang mengandung unsur yang lengkap yaitu nitrogen, fosfor, dan kalium dan unsur mikro lain yang bermanfaat untuk tanaman. Peserta yang ikut dalam kegiatan ini berjumlah 20 orang anggota dari kelompok tani Subur di Desa Lubuk Bayas. Metode pelaksanaannya adalah penyuluhan, praktek pembuatan dan pemasaran pupuk organik cair berbahan baku urin sapi. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah memberikan pengetahuan mengenai langkah langkah pembuatan dan bagaimana memasarkan pupuk organik menjadi pupuk organik cair. Kemudian mempraktekkan langkah-langkah pembuatannya. Diharapkan dengan adanya kegiatan ini  kelompok tani Subur Desa Lubuk Bayas sebagai mitra kegiatan dapatk memanfaatkan limbah cair urin sapi sebagai pupuk organik cair yang ramah lingkungan. Kata kunci: pupuk organik; urine sapi; lubuk bayas. ABSTRACTThe main problem faced by the Subur farmer group is plant pests and diseases. To meet food needs for the population, the government is trying to increase agricultural production per unit area by implementing agricultural intensification; one of its activities is controlling pests and plant diseases using synthetic pesticides. As a result, the use of synthetic pesticides can also damage fertility and planting structure because it damages fertility and planting structure. Biourin is a urine-based liquid fertilizer that contains complete elements, namely nitrogen, phosphorus, potassium, and other microelements that are beneficial to plants. Participants who participated in this activity were 20 members of the Subur farmer group in Lubuk Bayas Village. The implementation method is counseling, the practice of making and marketing liquid organik fertilizer from cow urine (biourin). The purpose of this community service activity is to provide knowledge on the manufacture and marketing of organik fertilizers into liquid organik fertilizers. Then, practice the manufacturing steps. This activity will provide a wawasan for the Subur farmer group in Lubuk Bayas Village to utilize cow urine liquid waste as an environmentally friendly organik fertilizer as plant fertilizer.. Keywords: organik fertilizer; cow urine; lubuk bayas.
STRATEGI PELESTARIAN ANYAMAN PURUN KHAS SUKU BANJAR SEBAGAI SALAH SATU PENINGKAT EKONOMI MASYARAKAT DI DESA LUBUK CEMARA PADA ERA MODERN Ainun Salida; Inom Nasution; Rizky Mulyani; Robiyatul Adawiyah
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 3 (2023): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i3.16997

Abstract

ABSTRAKDesa Lubuk Cemara merupakan salah satu kampung khas Banjar dan merupakan salah satu desa penghasil pengerajin purun yang terletak di Kec. Perbaungan Kab. Serdang Bedagai. Bagi masyarakat Desa tersebut tanaman purun merupakan salah satu mata pencaharian mereka serta dapat meningkatkan perekonomian, guna membangun nilai jual serta pemberdayaan anyaman purun kreativitas, inovasi serta strategi pemasaran sangat diperlukan.Tujuan dari pengabdian ini untuk mengetahui strategi apa yang digunakan oleh pengrajin dalam upaya pelestarian anyaman purun yang menjadi salah satu peningkat ekonomi masyarakat di Desa Lubuk Cemara. Metode yang digunakan ialah pendekatan kualitatif dengan menggunakan analisis deskriptif, kemudian penulis juga melakukan sosialisasi serta penyuluhan terhadap narasumber secara keseluruhan. Dengan subjek penelitian Ibu pengrajin purun yang berlokasi di dusun II desa Lubuk Cemara, dengan evaluasi agar dapat meningkatkan hasil kerajinan purun di desa tersebut serta dapat memperbaiki keadaan ekonomi masyarakat desa Lubuk Cemara dan juga dapat menambah wisatawan yang hendak berkunjung ke desa tersebut. Hasil pengabdian ini menunjukkan bahwa anyaman purun ini mampu untuk meningkatkan perekonomian warga daerah setempat serta dapat meringankan beban kepala rumah tangga dalam mencukupi kebutuhan mereka sehari-hari.Terdapat faktor pendukung yaitu hadirnya alat yang memudahkan proses pengerjaan anyaman purun tersebut, juga faktor penghambat berupa masih minimnya pengetahuan menggunakan IT dalam proses pemasaran. Kata kunci: Strategi; purun; wirausaha; ekonomi. ABSTRACTLubuk Cemara village is one of the typical Banjar villages and is one of the villages producing purun craftsmen which is located in Kec. District consortium Serdang Bedagai. For the people of this village, purun plants are one of their livelihoods and can improve the economy, to build sales vallue and empower creativity in purun weaving, innovation and marketing strategies are very necessary. The aim of this service is to find out what strategies the craftsmen use in an effort top reserve purun weaving which is one of the economic enchancers of the community in Lubuk Cemara village. The method used is a qualitative approach using descriptive analysis. Then the author also carries out outreach and counseling to the resource person as a whole. The research subject ia a purun craftsman who is location in hamlet II, Lubuk Cemara village, by carrying out an evaluation to improve the results of purun crafts in the village and improve the economy of the Lubuk Cemara village community and increase tourists who want to visit the village. The result of this service show that purun weaving is able to improve the economy of local residents and can ease the burden on the head of the household in meeting their daily needs.There are supporting factors, namely the existence of tools that maket he purun waving process easier, as well as inhibiting factors in the form of the lack of knowledge of using IT in the marketing process. Keywords: strategy; purun; businessman; economy.
PERAN RELAWAN MUHAMMADIYAH DISASTER MANAJEMENT CENTER (MDMC) DALAM PENANGGULANGAN BENCANA BANJIR BANDANG KABUPATEN KONAWE UTARA SULAWESI TENGGARA TAHUN 2019 Agustian Agustian; Nur Annisa Fitri
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 3 (2023): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i3.15943

Abstract

ABSTRAKKeigiatan peinangguilangan beincana yang dilakuikan oleih MDMC Suilaweisi Teinggara meiruipakan reispon banjir bandang yang teirjadi di Kabuipatein Konawei Uitara builan Juini 2019. Banjir bandang yang teirjadi akibat cuirah huijan yang tinggi seihingga meiluiapnya air dari Suingai Lalindui, Suingai Lasolo, dan Suingai Landawei meingakibatkan banjir di eimpat Kabuipatein di Suilaweisi Teinggara yaitui Konawei Uitara, Konawei, Konawei Seilatan, dan Kolaka Timuir. Dampak banjir bandang itui yaitui keiruisakan banguinan, ruimah, masjid dan infrastruiktuir jalan, jeimbatan puituis, ratuisan lahan heiktar peirtanian/ peirkeibuinan/ tambak teireindam dan gagal panein. Tuilisan ini beirtuijuian uintuik meindeiskripsikan peinangguilangan beincana banjir yang teilah dilakuikan oleih Muihammadiyah Disasteir Manageimeint Ceinteir (MDCM) Suilaweisi Teinggara pada builan Juini 2019. Ada beibeirapa tahapan yang teilah dilakuikan yaitui; a. Asseismeint deingan meingirimkan tim dari Leimbaga Peinangguilangan Beincana Pimpinan Puisat Muihammdiyah uintuik meinuinjaui beincana; b. Peingorganisasian deingan meimeintuik tim reilawan dan meimbuika pos koordinasi (Poskor) yang beirada di Uiniveirsitas Muihammadiyah Keindari lantai V dan meimbeintuik Pos layanan (Posyan) di Deisa Tangguiluiri Keicamatan Aseira, Kabuipatein Konawei Uitara; c. Reilawan meimbeintuik tim SAR meimbantui meimbeirsihkan fasilitas uimuim seperti balai desa, sekolah, dan tempat ibadah; Tim Keiseihatan membuka pelayanan kesehatan dengan penerima manfaat 259 pasien laki-laki dan 108 pasien perempuan;Tim Logistik membagikan bantuan paket sembako kepada 749 orang; tim psikososial melakukan kegiatan olahraga senam pagi di posko pengungsian dilanjutkan makan bersama, selanjutnya juga memberikan edukasi pada anak-anak; mengadakan lomba menggambar. Kata kunci: peiran reilawan; banjir bandang; MDMC                                                         ABSTRACTDisasteir manageimeint activitieis carrieid ouit by MDMC Souitheiast Suilaweisi arei a reisponsei to flash floods that occuirreid in North Konawei Reigeincy in Juinei 2019. Flash floods that occuirreid duiei to high rainfall reisuilting in oveirflowing wateir from thei Lalindui Riveir, Lasolo Riveir, and Landawei Riveir reisuilteid in flooding in fouir districts in Souitheiast Suilaweisi nameily North Konawei, Konawei, Souith Konawei, and Eiast Kolaka. Thei impact of thei flash floods was damagei to buiildings, houiseis, mosquieis and road infrastruictuirei, brokein bridgeis, huindreids of heictareis of agricuiltuiral land / plantations / ponds weirei suibmeirgeid and crop failuirei. This papeir aims to deiscribei thei flood disasteir manageimeint that has beiein carrieid ouit by Muihammadiyah Disasteir Manageimeint Ceinteir (MDCM) Souitheiast Suilaweisi in Juinei 2019. Theirei arei seiveiral stageis that havei beiein carrieid ouit, nameily; a. Asseissmeint by seinding a teiam from thei Muihammdiyah Ceintral Leiadeirship Disasteir Manageimeint Instituitei to visit thei disasteir; b. Organizing by forming a voluinteieir teiam and opeining a coordination post (Poskor) locateid at thei Uiniveirsity of Muihammadiyah Keindari on thei fifth floor and forming a seirvicei post (Posyan) in Tangguiluiri Villagei, Aseira District, North Konawei Reigeincy; c. Volunteers formed a SAR team to help clean public facilities such as village halls, schools, and places of worship; the Health Team opened health services with the beneficiaries of 259 male patients and 108 female patients; the Logistics Team distributed basic food packages to 749 people; the psychosocial team conducted morning gymnastics sports activities at the evacuation post followed by eating together, then also provided education to children; held a drawing competition. Keywords: voluinteieir rolei; flash flood; MDMC
PELATIHAN PENGEMBANGAN BAHAN AJAR IPA BERBASIS CONCEPTUAL CHANGE TEXT BAGI GURU KELAS SD Yogi Kuncoro Adi
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 4 (2023): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i4.19697

Abstract

ABSTRAKPerkembangan kurikulum selalu membawa perkembangan pembelajaran. Dalam bentuk terpadu, bahan ajar IPA SD harus dikembangkan untuk mencapai nilai inovatif. Melalui bantuan Conceptual Change Text (CCT), guru diharapkan mampu mengembangkan bahan ajar IPA SD untuk mengatasi miskonsepsi siswanya. Guru sendiri mungkin saja menimbulkan miskonsepsi di kalangan siswa. Pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan melalui metode pelatihan yang terdiri dari sesi ceramah, diskusi, tanya jawab, dan penugasan. Modus yang digunakan adalah tatap muka dengan tiga kali pertemuan, terdiri dari ceramah, pendampingan pengembangan bahan ajar, dan refleksi-evaluasi program ini. Keberhasilan program ini diukur melalui kuesioner mengenai pemahaman dan dampak pelatihan. Pada akhirnya, program ini dapat meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru dalam mengembangkan bahan ajar IPA SD yang dapat mengatasi miskonsepsi. Namun, guru memerlukan dukungan lebih dalam mengimplementasikan pemahaman dan keterampilannya secara mandiri. Kata kunci: bahan ajar ipa; conceptual change text, guru sd. ABSTRACTCurriculum developments always bring learning developments. In the integrated form, Elementary science teaching materials must be developed to achieve innovative value. Through the assistance of Conceptual Change Text (CCT), teachers are expected to be able to develop elementary science teaching materials to overcome their students' misconceptions. The teachers themselves may cause misconceptions among students. This community service is implemented through a training method consisting of lecture sessions, discussions, questions and answers, and assignments. The mode used is face-to-face with three meetings, consisting of lectures, assistance in developing teaching materials, and reflection-evaluation of this program. The success of this program is measured through a questionnaire regarding the understanding and impact of the training. Ultimately, this program can improve teachers' understanding and skills in developing elementary science teaching materials that can overcome misconceptions. However, teachers need more support in implementing their understanding and skills independently. Keywords: science learning materials; conceptual change text; elementary school teacher.
SOSIALISASI DAN PENDAMPINGAN PENGEMBANGAN KEPARIWISATAAN DI DESA NUNKOLO, NUSA TENGGARA TIMUR Aplimon Jerobisonif; I Gusti Ngurah Wiras Hardy; Debri A. Amabi; Thomas K. Dima; Theodora Murni C. Tualaka; Maria L. Hendrik; Imanuel N. Mbake
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 3 (2023): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i3.17003

Abstract

ABSTRAKNusa Tenggara Timur (NTT) dikenal akan keanekaragaman budaya dan keindahan alamnya yang dihasilkan dari kehadiran beragamnya suku yang ada. Desa Nunkolo, sebagai sebuah komunitas pedesaan, menawarkan pengalaman otentik tentang adat istiadat, sosial budaya, arsitektur tradisional, dan kehidupan sehari-hari yang khas. Potensi yang dimiliki tersebut menjadi dasar perlunya menciptakan kesadaran di antara pemerintah daerah, para tetua adat, dan masyarakat terhadap keunikan yang dimiliki sehingga menjadi langkah awal untuk melindungi dan melestarikan arsitektur tradisional sonaf (istana raja) dan aset budaya lainnya. Tujuan kegiatan pengabdian ini dilaksanakan adalah untuk menciptakan kesadaran masyarakat desa tentang keberagaman potensi warisan budaya yang dimiliki untuk dilestarikan serta dikembangkan sebagai potensi pariwisata dan menjadikannya sebagai arahan pengembangan desa wisata. Kegiatan ini dilakukan dengan metode ceramah (sosialisasi), diskusi, serta tanya jawab mengenai pengidentifikasian dan pentingnya melestarikan serta memanfaatkan potensi yang ada sebagai atribut produk pariwisata. Setelah kegiatan ini dilaksanakan dilakukan evaluasi menganai upaya yang dilakukan oleh masyarakat dan pemangku kepentingan. Hasil dari kegiatan ini adalah meningkatnya animo masyarakat dalam menyadari potensinya sebagai desa wisata untuk dikembangkan serta kesadaran untuk menjaga dan melestarikan budaya yang ada. Kata kunci: desa wisata; potensi pariwisata; Nusa Tenggara Timur; warisan budaya. ABSTRACTEast Nusa Tenggara (NTT) is known for its cultural diversity and natural beauty resulting from the presence of various ethnic groups. Nunkolo Village, as a rural community, offers an authentic experience of customs, socio-culture, traditional architecture and daily life. This potential is the basis for the need to create awareness among local government, elders, and the community of its uniqueness as a step towards protecting and preserving the traditional architecture of the sonaf (king's palace) and other cultural assets. This service activity aims to create awareness in the village community about the diversity of potential cultural heritage owned to be preserved and developed as tourism potential and make it a direction for developing a tourist village. In order to conduct this activity, the method used was lecture (socialization), discussion, question and answer regarding the identification of existing potential as an attribute of tourism products and the importance of preserving and utilizing that potential. In addition to this activity, an evaluation was conducted regarding the efforts made by the community and stakeholders. The result of this activity is the community's increasing interest in realizing the existing potential as a tourist village to be developed as well as the awareness to maintain and preserve the existing culture. Keywords: tourism village; tourism potential; East Nusa Tenggara; cultural herritage.
SOSIALISASI PENGENDALIAN HAMA PENGGEREK BUAH KOPI (PBKo) DI KTH TANI MAKMUR, DESA NGLURUP, KECAMATAN SENDANG, KABUPATEN TULUNGAGUNG Devina Cinantya Anindita; Aptika Hana P. Nareswari; Yudha Saputra
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 3 (2023): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i3.17236

Abstract

ABSTRAKPermasalah pada tanaman budidaya salah satunya yaitu pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT). OPT dapat menyebabkan kerugian pada tanaman budidaya hingga 100%. Masyarakat Desa Nglurup, Kecamatan Sendang sebagai besar adalah peternak dan petani kopi. Permasalah yang ada pada lahan kopi milik Kelompok Tani Hutan (KTH) Tani Makmur adalah serangan hama. Salah satu hama utama pada tanaman kopi adalah Hypotenemus hampei atau lebih dikenal dengan PBKo. PBKo dapat menyebabkan biji buah kopi rusak dan menurunkan kualitas biji kopi. Upaya pengendalian tanaman kopi yaitu dengan menggunakan pengendalian secara terpadu. Pengendalian secara terpadu dapat dimulai dengan melakukan penyiangan gulma, pemangkasan cabang tanaman kopi serta pengendalian dengan menggunakan perangkap PBKo. Kegiatan pengendalian hama secara terpadu dilaksanakan melalui proses sosialisasi terkait cara pengendalian hama yang tepat dan dilanjutkan dengan praktek pemasangan perangkap, sanitasi dan pemangkasan cabang tanaman kopi. Pelaksanaan pengabdian dengan sosialisasi terkait pengendalian hama terpadu sangat membantu petani dalam mengendalikan serangan hama PBKo dan sebagian KTH Tani Makmur sudah memahami cara pengendalian hama secara terpadu. Kata kunci: hypotenemus hampei; kopi; pengendalian, ABSTRACTOne of the problems with cultivated plants is the control of Plant Pest Organisms (OPT). OPT can losses to cultivated plants up to 100%. Nglurup Village, Sendang District, mostly are coffee breeders and farmers. The problem with the coffee plantation belonging to “forest farmer group Tani Makmur is pest attacks. One of the main pests on coffee plants is Hypotenemus hampei or PBKo. PBKo can damage the coffee cherries and reduce the quality of the coffee beans. Efforts to control coffee plants are by using integrated control. Integrated management can be started by weeding, pruning coffee plant branches and using PBKo traps. Integrated pest management activities are carried out through a socialization process regarding proper pest control methods and continued with the practice of setting traps, sanitation and pruning coffee plant branches. Implementation of service with socialization related to integrated pest management helps farmers in controlling PBKo pest attacks and as KTH Tani Makmur already understands how to control pests managenent. Keywords: coffee; hypotenemus hampei; management
PELATIHAN PRODUKSI TEKNOLOGI BIOINTENSIF VERMIKOMPOS BAGI PETANI KOPI ROBUSTA DI DESA BADEAN KABUPATEN JEMBER Pradana, Ankardiansyah Pandu; Setyawati, Intan Kartika; Tanzil, Ahmad Ilham
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 4 (2023): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i4.17621

Abstract

ABSTRAKProgram ini bertujuan untuk memberikan pendampingan sekaligus mengevaluasi dampak program pelatihan vermikompos terhadap pemahaman, motivasi, dan keterampilan para petani kopi Robusta di Desa Badean. Pendekatan sosial digunakan untuk menganalisis interaksi kompleks antara faktor individu, lingkungan, dan pendidikan dalam mempengaruhi perubahan perilaku. Metode pengabdian kepada masyarakat dilakukan dengan penyampaian materi dan pelatihan langsung. Analisis dampak dilakukan dengan survei pra-dan-pasca program dengan menggunakan skala skor 1 hingga 10 untuk mengukur pemahaman, motivasi, dan keterampilan. Data dianalisis menggunakan uji-t berpasangan, dengan nilai p yang rendah menunjukkan signifikansi perubahan. Hasil program mengungkapkan bahwa pelatihan berhasil meningkatkan pemahaman peserta tentang vermikompos, dengan nilai statistik t sebesar -9.49 dan nilai p sebesar 5.54 × 10-6. Selain itu, motivasi peserta juga meningkat, ditunjukkan oleh statistik t sebesar -5.26 dan nilai p sebesar 5.19 × 10-4. Keterampilan peserta dalam pengelolaan cacing dan pengomposan juga meningkat dengan nilai statistik t sebesar -7.36 dan nilai p sebesar 4.26 × 10-5. Program pelatihan vermikompos berhasil meningkatkan pemahaman, motivasi, dan keterampilan petani melalui pendekatan komprehensif yang mencakup penyampaian materi, praktik langsung, dan interaksi sosial. Saran untuk peningkatan program di masa depan meliputi pendampingan yang lebih intensif dan dukungan berkelanjutan guna memastikan efek positif yang berkelanjutan. Kata kunci: cacing; organic; penyuluhan; social; vermikompos ABSTRACTThis program aims to provide mentoring while evaluating the impact of the vermicomposting training program on the understanding, motivation, and skills of Robusta coffee farmers in the village of Badean. A social approach is used to analyze the complex interactions among individual factors, the environment, and education in influencing behavioral changes. Community engagement methods are carried out through material delivery and direct training. Impact analysis is conducted through pre- and post-program surveys using a scale of scores from 1 to 10 to measure understanding, motivation, and skills. Data is analyzed using paired t-tests, with low p-values indicating significant changes. The program's results reveal that the training successfully improved participants' understanding of vermicomposting, with a statistical t-value of -9.49 and a p-value of 5.54 × 10-6. Additionally, participants' motivation also increased, as indicated by a statistical t-value of -5.26 and a p-value of 5.19 × 10-4. Participants' skills in worm management and composting also improved, with a statistical t-value of -7.36 and a p-value of 4.26 × 10-5. The vermicomposting training program successfully enhanced the understanding, motivation, and skills of farmers through a comprehensive approach that includes material delivery, hands-on practice, and social interaction. Suggestions for future program improvement include more intensive mentoring and ongoing support to ensure sustained positive effects. Keywords: worms; organic; counseling; social; vermicompost
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN SABUN CAIR KOMBINASI DAUN KELOR DAN MADU DI DESA TELAGA LANGSAT KABUAPTEN TANAH LAUT Karina Erlianti; Juwita Ramadhani; Hasniah Hasniah; Lia Mardiana
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 3 (2023): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i3.16773

Abstract

ABSTRAKDaun kelor merupakan bagian dari tanaman kelor yang memiliki aktifitas antioksidan dan antibakteri yang bermanfaat untuk kulit. Bahan alam lain yang memiliki manfaat untuk kulit yaitu madu yang dapat melembabkan kulit. Desa Telaga Langsat Kabupaten Tanah Laut meruapakan desa yang memiliki hasil kebun berupa daun kelor dan juga merupakan sentra madu kelulut di Kabupaten Tanah Laut. Pelaksanaan kegiatan ini bertujuan untuk memberikan informasi yang benar mengenai manfaat daun kelor dan madu kelulut untuk kesehatan kulit serta memberikan pelatihan pemanfaatan tanaman ini sebagai bahan dasar untuk membuat produk sabun cair herbal kaya manfaat. Metode yang digunakan yaitu pemberian penyuluhan diikuti dengan pelatihan pembuatan produk sabun cair serta memberikan contoh desain kemasan yang menarik.  Pengabdian kepada Masyarakat telah dilaksanakan pada tanggal 17 Juni 2023 yang diikuti oleh ibu-ibu anggota PKK Desa Telaga Langsat. Desain pretest dan postest digunakan untuk mengukur pengetahuan peserta  sebelum  dan  setelah  kegiatan.  Skor pretest pada kegiatan ini adalah sebesar 1,7 dan skor pretest adalah 4,6. Hasil  preteset  dan  post  test tersebut  menunjukkan  terjadi  peningkatan pemahanan peserta sebesar 58% mengenai manfaat daun kelor dan madu untuk Kesehatan kulit serta cara pembuatannya menjadi sabun cair. Kata Kunci: daun kelor; madu; sabun cair ABSTRACTMoringa leaves are part of the moringa plant that have antioxidant and antibacterial activities beneficial for the skin. Another natural ingredient that is beneficial for the skin is honey, which can moisturize the skin. Telaga Langsat Village in Tanah Laut Regency is a village that produces moringa leaves and is also a center for stingless bee honey in the Tanah Laut Regency. The implementation of this activity aims to provide accurate information about the benefits of moringa leaves and stingless bee honey for skin health and to provide training on how to utilize these plants as the main ingredients to create beneficial herbal liquid soap products. The method used in this activity involved providing counseling followed by training on how to make the liquid soap products and providing attractive packaging design examples. The Community Service was conducted on June 17, 2023, and was attended by the women members of the PKK of Telaga Langsat Village. Pretest and posttest designs were used to measure the participants' knowledge before and after the activity. The pretest score for this activity was 1.7, and the posttest score was 4.6. The results of the pretest and posttest showed a 58% improvement in participants' understanding of the benefits of moringa leaves and honey for skin health and how to turn them into liquid soap. Keywords: moringa leaves; honey; liquid soap