cover
Contact Name
Zulkarnain
Contact Email
dzul9787@gmail.com
Phone
+6287832631987
Journal Mail Official
selaparang.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan No.1, Pagesangan, Kec. Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Bar. 83115
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan
ISSN : 26145251     EISSN : 2614526X     DOI : https://doi.org/10.31764/jpmb.v5i1.6393
SELAPARANG : Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan merupakan jurnal yang mendiseminasikan setiap pemikiran dan ide gagasan atas hasil penelitian dan pemanfaatan teknologi untuk diimplementasikan kepada masyarakat mencakup ; (1). Bidang ilmu pengetahuan ; MIPA (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi), Terapan, Sosial, Budaya, Ekonomi, dan Kesehatan, (2). Pelatihan dan peningkatan hasil pendidikan dan (3). Pengembangan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,601 Documents
PEMERIKSAAN GOLONGAN DARAH ABO PADA ANAK SD YPK WIBONG DI KAMPUNG TABLANUSU DISTRIK DEPAPRE Fajar Bakti Kurniawan; Afika Herma Wardani; Rudolfo Tubalawony; Yulianus Wima Krisna Alfreda
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 3 (2023): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i3.16978

Abstract

ABSTRAKGolongan darah penting karena terkait dengan keberhasilan transfusi, transplantasi, dan kelainan genetik. Mayoritas siswa SD YPK Wibong di Desa Tablanusu, Kecamatan Depapre, tidak mengetahui golongan darahnya. Karena pemahaman tes golongan darah itu penting, maka pemeriksaan golongan darah dan rhesus wajib bagi siswa kelas I-IV di YPK Wibong. Strategi Konseling dan tes golongan darah digunakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini. Sebanyak 57 siswa mengikuti pemeriksaan golongan darah. Hasil pengabdian kepada masyarakat bergolongan darah A 12,5%, golongan darah B 25%, golongan darah AB 3,5%, dan golongan darah O 59%. Pemeriksaan rhesus mengungkapkan bahwa semua siswa memiliki rhesus positif (Rh+). Layanan ini dapat berfungsi untuk meningkatkan kesadaran golongan darah dan pentingnya mengetahui golongan darah seseorang. Hasil pengabdian masyarakat untuk golongan darah A sebesar 12,5%, golongan darah B sebesar 25%, golongan darah AB sebesar 3,5%, dan golongan darah O sebesar 59%. Pemeriksaan rhesus mengungkapkan bahwa semua siswa memiliki rhesus positif (Rh+). Proyek pengabdian ini dapat berfungsi untuk meningkatkan kesadaran golongan darah dan pentingnya mengetahui golongan darah seseorang. Kata kunci: darah; ABO; rhesus; siswa Blood type is significant since it is linked to the success of transfusions, transplants, and genetic disorders. The majority of students at SD YPK Wibong in Tablanusu Village, Depapre District, are unaware of their blood type. Because understanding ABO and rhesus blood groups is important, blood groups and rhesus must be examined for students in grades I-IV at YPK Wibong. The strategy used in this community service project is counseling and examination of each student's ABO and rhesus blood groups. 57 pupils took part in the blood group examination. Community service results in blood type A 12.5%, blood type B 25%, blood type AB 3.5%, and blood type O 59%. The rhesus examination revealed that all students had positive rhesus (Rh+). This service can serve to improve blood type awareness and the importance of knowing one's blood type. Community service outcomes for blood group A are 12.5%, blood group B are 25%, blood group AB are 3.5%, and blood group O are 59%. The rhesus examination revealed that all students had positive rhesus (Rh+). This service project can serve to improve blood type awareness and the importance of knowing one's blood type. Keywords: blood; ABO; rhesus; students
PELATIHAN KADER MENGENAI TATALAKSANA ANEMIA PADA IBU MENYUSUI Irna Trisnawati; Ari Antini; Marisa Marisa; Salsabila Salsabila; Rifa Rifa; Inayah Inayah
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 4 (2023): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i4.19728

Abstract

ABSTRAKPrevalensi Anemia pada ibu hamil di Indonesia tahun 2019  yaitu 48,9%, dan 50,5% pada ibu nifas. Anemia di kabupaten Karawang pada tahun 2015 sebanyak 27,2% dan meningkat di tahun 2016 menjadi 39,1%. Penyebab utama anemia pada ibu nifas adalah anemia sejak hamil yang dikombinasikan dengan anemia karena perdarahan pada saat melahirkan. Salah satu akibat anemia    pada ibu nifas adalah gangguan menyusui. Tujuan kegiatan yaitu meningkatkan pengetahuan kader mengenai  anemia, ASI eksklusif, gizi seimbang dan meningkatkan keterampilan konseling mengenai tatalaksana anemia serta pengolahan sayur bayam yang benar. Metode pelaksanaan melalui pelatihan yang terdiri dari penyampaian materi, praktikum, pendampingan, dan evaluasi. Mitra dalam pelatihan meliputi kader di kelurahan Tanjung Pura dan Tanjung Mekar masing masing 7 orang serta ibu menyusui sebagai sasaran konseling bagi kader. Kegiatan dilaksanakan pada bulan  Maret sampai dengan September 2023. Hasil evaluasi pelatihan menunjukkan adanya peningkatan skor rata-rata pengetahuan sebanyak 14 poin, rata rata skor kemampuan kader dalam konseling pada ibu menyusui dengan menggunakan media leaflet  adalah 11 poin dari total skor 17 dan rata -rata skor kemampuan teknik pengolahan sayur bayam adalah 8 dari total skor 10. Kesimpulan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan dan keterampilan pada kader setelah mendapatkan pelatihan. Kata kunci: anemia; ibu menyusui; konseling; pelatihan kader. ABSTRACTThe prevalence of anemia in pregnant women in Indonesia is 48.9%, and 50.5% in post partum mothers. Anemia in Karawang district in 2015 was 27.2% and increased in 2016 to 39.1%. The main cause of post partum anemia is anemia since pregnancy combined with anemia due to bleeding during childbirth. One of the causes of post partum anemia is disruption of breastfeeding. The aim of the activity is to increase cadres' knowledge about anemia, exclusive breastfeeding, balanced nutrition and improve counseling skills regarding anemia management and correct spinach processing. The implementation method is through training consisting of material delivery, practicum, mentoring and evaluation. The partners involved each 7 cadres in Tanjung Pura and Tanjung Mekar sub-district as well as breastfeeding mothers as targets for counseling for cadres. The activity held from March to September 2023. The results show an increase in the average knowledge score of 14 points, the  cadres' ability in counseling breastfeeding mothers using leaflet media is 11 points out of a total score of 17 and the ability in spinach processing techniques was 8 out of a total score of 10. The conclusion that there was an increase in knowledge and skills among cadres after receiving training. Keywords: anemia; breastfeeding mothers; counseling; cadre training.
KONTRIBUSI SOSIAL MAHASISWA INBOUND UNIVERSITAS KHAIRUN DALAM MENJAGA KEBERSIHAN PANTAI KELURAHAN KOLONCUCU Anisa Dwi Astuti; Kholisoh Kholisoh; Saniyyah Cinta Frandista
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 3 (2023): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i3.16717

Abstract

ABSTRAKMata kuliah Modul Nusantara di Universitas Khairun memiliki kegiatan akhir yaitu kontribusi sosial. Kontribusi sosial yang kami lakukan bertemakan “Edukasi dengan aksi pembersihan sampah di lokasi Reklamasi Kota Ternate Utara”. Kegiatan ini dilakukan oleh seluruh mahasiswa PMM 2 (Pertukaran Mahasiswa Merdeka 2) didampingi masing-masing dosen Modul Nusantara serta bantuan masyarakat sekitar pesisir pantai, agar wilayah sekitar pesisir pantai bersih dan meminimalisir adanya sampah plastik. Penulisan ini bertujuan memberikan pengalaman kepada mahasiswa dalam memberikan kontribusi nyata terhadap kebersihan area pantai di Kelurahan Koloncucu serta menjadi cerminan yang baik kepada masyarakat dengan tidak membuang sampah sembarang di area pantai serta membuat masyarakat sadar terhadap pentingnya menjaga daerah pesisir pantai Kota Ternate Utara. Metode pelaksanaan kontribusi sosial ini berperan untuk menjaga kebersihan di area Pantai Kelurahan Koloncucu, Kota Ternate Utara. Kegiatan ini terbagi menjadi tiga tahap, di antaranya persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Hasil dari kegiatan kontribusi sosial membuat daerah pesisir pantai Kelurahan Koloncucu terlihat lebih elok dibandingkan sebelumnya. Walaupun tidak bersih secara menyeluruh, setidaknya sampah-sampah tersebut berkurang. Berdasarkan kegiatan yang telah dilakukan, mahasiswa sudah dapat memberikan kontribusi dengan baik pada lingkungan sekitar pantai serta menjadikan hal tersebut sebagai pengalaman yang mengesankan bagi diri mereka. Kata kunci: kontribusi sosial; modul nusantara; kebersihan; sampah; ternate. ABSTRACTThe Nusantara module learned at Khairun school incorporates the latest developments, social responsibility. Our Urban Engagement campaign focuses on "training on waste cleanup methods at the North Ternate City Rescue Site". The occasion was brought together by all the students of PMM 2 (Pertukaran Mahasiswa Merdeka 2), all the teachers of the Nusantara module and  the neighbors of the coastal area. This approach aims to reduce plastic waste while preserving the best  living space by the beach. Besides providing opportunities for students to contribute to the effective clean up of Koloncucu's coastal area by reducing To prevent littering in  the sand, this article advises readers on the importance of saving the coastal area of North Ternate City. North Ternate North town of Koloncucu  is kept clean by  this commitment to the  area. Organizing, implementing and evaluating this activity are its three phases. Social engagement projects have reshaped the former look of Koloncucu's coastal area. While not completely spotless,  less wasteful. The students had the opportunity to influence the environmental factors on the ocean side and create something  amazing for themselves through the exercises they participated in.  by participating in environmentally friendly exercises. Keywords: social contribution; nusantara module; clean; garbage; ternate.
PELATIHAN HYGIENE SANITASI OLAHAN MAKANAN LOKAL DI KEPULAUAN SERIBU UTARA Parantika, Asep; Hurdawaty, Ramon; Kusumaningrum, Dewi Ayu
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 4 (2023): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i4.19304

Abstract

ABSTRAKKepulauan Seribu Utara dengan tiga kecamatan yaitu Pulau Harapan, Pulau Kelapa, dan Pulau Panggang/Pulau Pramuka memiliki usaha mikro kecil menengah di bidang makanan lokal serta memiliki usaha catering dan usaha warung makan. Berdasarkan hasil survey dan observasi, penjamah makanan masih kurang memahami higiene sanitasi. Kesadaran masyarakat mengenai kebersihan pengolahan makanan masih sangat rendah. Tujuan pengabdian ; 1) mengetahui peningkatan pengetahuan higiene dan sanitasi penjamah makanan sebelum dan sesudah pelatihan, 2) mengetahui peningkatan higiene sanitasi sarana pengolahan makanan, 3) mengetahui tanggapan peserta terhadap kegiatan pelatihan. Pengabdian masyarakat dilakukan di Kepulauan Seribu Utara dengan lokasi 3 (tiga) pulau yaitu Pulau Kelapa, Pulau Harapan dan Pulau Pramuka. Metode deskriptif dengan teknik survei lapangan, dokumentasi, wawancara, dan kegiatan pelatihan. Peserta Pengabdian masyarakat adalah 30 orang pemilik usaha makanan lokal. Hasil Pengabdian masyarakat menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan tentang higiene dan sanitasi makanan sebelum dan sesudah diberikan pelatihan yang diketahui dari hasil pre-test dan post-test, peningkatan higiene dan sanitasi setelah pelatihan cukup baik, terlihat adanya perubahan pada beberapa usaha makanan yang mengikuti standar higienitas. Peserta pelatihan memberikan tanggapan yang baik mengenai materi pelatihan, instruktur pelatihan, dan metode pendekatan. Kata kunci: hygiene; sanitasi; kuliner local; pengolahan makanan; UMKM. ABSTRACTThe North Thousand Islands with three sub-districts namely Harapan Island, Kelapa Island, and Panggang Island/Pramuka Island have a Home Food Industry with local food and have a catering business and a food stall business. Based on the results of surveys and observations, food handlers still lack understanding of sanitation hygiene. Public awareness regarding the cleanliness of food processing is still very low. The purpose of the activities; 1) knowing the increase in hygiene and sanitation knowledge of food handlers before and after training, 2) knowing the increase in sanitation hygiene of food processing facilities, 3) knowing participants' responses to training activities. The research was conducted in the North Thousand Islands with locations of 3 (three) islands namely Kelapa Island, Harapan Island and Pramuka Island. Descriptive method with field survey techniques, documentation, interviews, and training activities. The research sample is 30 local food business owners. The results showed that there was an increase in knowledge about food hygiene and sanitation before and after the training was given which was known from the results of the pre-test and post-test, the improvement in hygiene and sanitation after the training was quite good, it was seen that there were changes in several food businesses that followed hygiene standards. The training participants gave good responses regarding the training materials, training instructors, and approach methods. Keywords: hygiene; sanitation; local food; food processing; UMKM.    
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN KURIKULUM MERDEKA DI SMP Kr. SENDANG TULUNGAGUNG Tri Lestari; Anita Lie; Luluk Prijambodo; Anthony Wijaya
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 3 (2023): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i3.20024

Abstract

ABSTRAKTujuan dari pengabdian ini yaitu memberikan pelatihan dan pengabdian kurikulum merdeka untuk para guru di SMP Kristen Sendang Tulungagung. Kegiatan ini merupakan salah satu cara untuk membantu guru dalam mengurangi learning loss di sekolah. Jumlah peserta yang mengikuti dalam kegiatan ini yaitu sebanyak 13 orang guru. Metode pelaksanaan yang digunakan yaitu pelatihan kurikulum merdeka secara tatap muka, pendampingan pembuatan modul ajar selama 2 bulan, dan penerapan modul ajar di kelas masing-masing sesuai dengan bidang studi. 90 % guru yang mengikuti pelatihan ini telah menyelesaikan modul ajar dengan baik dan benar, selain itu guru juga memanfaatkan media dalam pembuatan modul ajar menjadi lebih menarik. Guru memberikan respon yang baik dari hasil kegiatan ini dan guru lebih paham dan yakin untuk mengimplementasikan kurikulum merdeka ini dengan baik dan benar. Kegiatan ini memiliki dampak positif bagi sekolah, guru, masyrakat, peserta didik, dan tim yaitu peningkatan kualitas pembelajaran, meningkatnya keaktifan peserta didik, keberagaman pembelajaran, pengembangan guru, dan membangun kemitraan antara SMP Kristen Sendang Tulungagung dan Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya. Harapan kami, tim pengabdian masyarakat dari lembaga manapun perlu melakukan kegiatan ini lebih banyak lagi. Karena masih banyak sekolah yang sulit dijangkau, membutuhkan pelatihan dan pendampingan kurikulum merdeka. Kata kunci: guru; kurikulum merdeka; pengabdian masyarakat; peserta didik. ABSTRACTThe purpose of this community service is to provide training and assistance for the "Kurikulum Merdeka" to teachers at SMP Kristen Sendang Tulungagung. This activity is one way to assist teachers in reducing learning loss in the school. The number of participants involved in this activity is a total of 13 teachers. The implementation method used includes face-to-face training on the "Kurikulum Merdeka," two months of module creation assistance, and the application of teaching modules in their respective classes according to the subject area. 90 % of the teachers who participated in this training have successfully completed the teaching modules accurately and effectively. Additionally, the teachers have also enhanced the appeal of teaching modules by utilizing multimedia resources. The teachers have responded positively to the outcomes of this activity, becoming more knowledgeable and confident in properly implementing the "Kurikulum Merdeka." This activity has had a positive impact on the school, teachers, community, students, and the team, leading to the improvement of teaching quality, increased student engagement, diversified learning, teacher development, and the establishment of a partnership between SMP Kristen Sendang Tulungagung and Widya Mandala Surabaya Catholic University. Our hope is that community service teams from various institutions will conduct similar activities more frequently. This is necessary as there are still many schools that are difficult to reach, requiring training and assistance in implementing the "kurikulum merdeka." Keywords: teacher; kurikulum merdeka; community service; students.
PENDAMPINGAN UMKM MENUJU INDUSTRI KREATIF MELALUI IMPLEMENTASI DIGITAL MARKETING KEPADA PELAKU UMKM DESA KEDUNGDALEM, KABUPATEN PROBOLINGGO Dwi Sukma Novitasari; Marseto Marseto; Fauzatul Laily Nisa
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 3 (2023): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i3.16002

Abstract

ABSTRAKDesa Kedungdalem menjadi salah satu desa di Kecamatan Dringu yang berpotensi dari segi ekonomi ditunjukkan dengan adanya berbagai jenis Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Dengan memiliki sejumlah UMKM dapat membantu meningkatkan perekonomian masyarakat Desa Kedungdalem. Permasalahan dari pelaku UMKM Desa Kedungdalem adalah dari segi pemasaran yang masih konvesional ditengah pesatnya kemajuan teknologi masa kini. Oleh karena itu, jangkauan penjualan juga masih terbatas. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat yaitu untuk mengembangkan UMKM Desa Kedungdalem menuju industri kreatif dengan target pencapaian UMKM Desa Kedungdalem memiliki akun media sosial sebagai media pemasaran serta terdaftarnya titik lokasi usaha melalui Google Maps. Metode pelaksanaan kegiatan ini dilakukan melalui dua kegiatan yaitu Sosialisasi Digital Marketing dan Pendampingan Rebranding Produk dari segi kemasan dan logo. Pelaksanaan kegiatan pengabdian dilakukan secara offline yang berlokasi di Balai Desa Kedungdalem yang dihadiri oleh narasumber dan 9 Mitra UMKM serta secara door-to-door pada 9 lokasi Mitra UMKM. Dari pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat, Tim pengabdian telah membuat 3 akun sosial media untuk pelaku UMKM Desa Kedungdalem dan 1 website sebagai media pemasaran UMKM serta terdaftarnya 9 titik lokasi UMKM pada Google Maps. Dengan adanya kegiatan pengabdian masyarakat melalui sosialisasi dan pendampingan Rebranding dapat membantu UMKM Desa Kedungdalem menjadi lebih kreatif dan inovatif dalam pengembangan usaha. Kata kunci: UMKM; industri kreatif; digital marketing; rebranding produk. ABSTRACTKedungdalem Village is one of the villages in Dringu District with economic potential shown by the existence of various types of Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs). Having a number of MSMEs can help improve the economy of the people of Kedungdalem Village. The problem of MSME players in Kedungdalem Village is in terms of marketing which is still conventional in the midst of rapid technological advances today. Therefore, the sales range is also still limited. The purpose of community service activities is to develop MSMEs in Kedungdalem Village towards the creative industry with the target of achieving MSMEs in Kedungdalem Village to have social media accounts as marketing media and registered business location points through Google Maps. The method of implementing this activity is carried out through two activities, namely Digital Marketing Socialization and Product Rebranding Assistance in terms of packaging and logos. The implementation of service activities was carried out offline located at Kedungdalem Village Hall which was attended by resource persons and 9 MSME Partners and door-to-door at 9 MSME Partner locations. From the implementation of community service activities, the service team has created 3 social media accounts for MSME actors in Kedungdalem Village and 1 website as MSME marketing media and registered 9 MSME location points on Google Maps. With the existence of community service activities through socialization and assistance, Rebranding can help MSMEs in Kedungdalem Village become more creative and innovative in business development. Keywords: MSMEs; creative industries; digital marketing; product rebranding.
“RATU DONGENG” ANTIBULLYING DALAM PENDAMPINGAN P5 DI DESA BESAKIH, KECAMATAN RENDANG, KARANGASEM Sueca, I Nengah; Sudirman, I Nyoman; Lahallo, Cardian Althea Sthephanie; Sukawana, I Wayan; Novita, Ni Wayan
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 4 (2023): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i4.19509

Abstract

ABSTRAKProyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) menjadi prioritas utama dalam dunia pendidikan karena banyaknya penyimpangan karakter, seperti kekerasan, intoleransi, dan maraknya bullying di lingkungan sekolah. Bullying merupakan perilaku yang tidak diharapkan terutama pada lingkungan sekolah karena bully termasuk salah satu perilaku agresif. Selain rendahnya pendidikan guru dan lokasi sekolah di pelosok, PWP Surya Dhyana Kresna juga mengalami masalah keterbatasan fasilitas pembelajaran, keterbatasan media pembelajaran, serta permasalah bullying. Kondisi tersebut sangat mengkhawatirkan, jika tidak diberikan edukasi sedini mungkin kepada siswa, orang tua, dan guru tentang bahaya bullying. Untuk mengatasi hal itu, perlu dilakukan pengabdian “Ratu Dongeng” Anti-bullying. Program ini bertujuan untuk menguatkan P5 dan mencegah bullying yang terjadi di PWP Surya Dhyana Kresna, serta meningkatkan keterampilan guru dalam manajemen kelas. Metode Pengabdian ini dilaksanakan melalui metode PALS (participatory action learning system). Hasil pengabdian ini menunjukkan bahwa (1) pelaksaan pengabdian masyarakat ini dapat mengatasi permasalahan manajemen kelas yang dialami oleh guru-guru PWP Surya Dhyana Kresna, (2) pengabdian masyarakat ini dapat mengatasi bullying dan dapat meningkatkan pemahaman guru, orang tua, serta siswa dalam penguatan karakter, serta penguatan profil pelajar pancasila (P5). Kata kunci: ratu dongeng; antibullying; profil pancasila. ABSTRACTThe Project for Strengthening the Profile of Pancasila Students (P5) is a top priority in the world of education because of the many character deviations, such as violence, intolerance and widespread bullying in the school environment. Bullying is unwanted behavior, especially in the school environment because bullying is an aggressive behavior. Apart from low teacher education and school locations in remote areas, PWP Surya Dhyana Kresna also experiences problems with limited learning facilities, limited learning media, and bullying problems. This condition is very worrying, if education is not provided as early as possible to students, parents and teachers about the dangers of bullying. To overcome this, it is necessary to carry out anti-bullying "Fairy Tale Queen" services. This program aims to strengthen P5 and prevent bullying that occurs at PWP Surya Dhyana Kresna, as well as improving teacher skills in classroom management. This service method is implemented through the PALS (participatory action learning system) method. The results of this service show that (1) the implementation of this community service can overcome classroom management problems experienced by PWP Surya Dhyana Kresna teachers, (2) this community service can overcome bullying and can increase understanding of teachers, parents and students in strengthening character, as well as strengthening the profile of Pancasila Students (P5). Keywords: ratu dongeng; antibullying; profil pancasila.
DIVERSIFIKASI PEMBUATAN TEMPE GEMBUS BERBAHAN DASAR AMPAS TAHU GUNA MENINGKATKAN PENDAPATAN KELOMPOK PEMBUAT TAHU DI DESA MEURANDEH LAMA, KOTA LANGSA Kartika Aprilia Putri; Herlina Putri Endah Sari; Andri Yusman Persada; Suri Purnama Febri; Juliati Juliati; Syahriandi Syahriandi
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 3 (2023): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i3.17514

Abstract

ABSTRAKDesa Meurandeh Lama merupakan salah satu desa yang terdapat di Kecamatan Langsa Lama, Kota Langsa. Sebagian masyarakat merupakan pengusaha kecil dan menengah, salah satunya kelompok masyarakat yang aktif dalam usaha pembuatan tahu. Peningkatan produksi tahu selain memberikan dampak positif dengan meningkatnya pendapatan masyarakat, juga memberi dampak negatif berupa meningkatnya limbah ampas tahu yang dapat menimbulkan bau dan pencemaran udara. Limbah ampas tahu saat ini hanya dijadikan sebagai makanan ternak. Kegiatan PKM ini bertujuan untuk menyelesaikan permasalahan mitra terkait proses produksi pengolahan limbah ampas tahu dengan cara dimanfaatkan untuk dijadikan tempe gembus serta pemasaran melalui media online (Digital Marketing). Metode yang digunakan yaitu pelatihan dan pembuatan tempe gembus berbahan dasar limbah ampas tahu, pelatihan dan pendampingan design produk tahu dan tempe gembus, pelatihan dan pendampingan pemasaran produk tahu dan tempe gembus dengan sistem Digital Marketing. Hasil yang diperoleh dari kegiatan PKM ini yaitu kelompok masyarakat dapat membuat produk tempe gembus dari limbah ampas tahu, memasarkan produk  tahu dan tempe gembus melalui media online (Digital Marketing). Produk tempe gembus yang dihasilkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat khususnya mitra  di Desa Meurandeh Lama, Kota Langsa Kata kunci: diversifikasi; tempe;  gembus; langsa. ABSTRACTMeurandeh Lama Village is one of village in Langsa Lama District, Langsa City. Most of the community are low and midlle businessman, such as group of community that actively in tofu production. The increase of tofu production not only have positive impact with the increase of community income, but also have negative impact in increasing the tofu waste production that causes odour and pollution. So far, the tofu waste only used as cattle food. This community service activities aim to solve partner problems related to the production process of processing tofu dregs waste by using it to make tempe gembus and marketing it through online media (Digital Marketing). The method used is training and making tempe gembus made from tofu waste, training and assistance in designing tofu and tempe gembus products, training and marketing assistance for tofu and tempe gembus products with the Digital Marketing system. The tempe gembus product produced can improve the economy of the community, especially partners in Meurandeh Lama Village, Langsa City. Keywords: difercification; tempe; gembus; langsa
PELATIHAN PENINGKATAN KREATIVITAS GURU MELALUI PENGEMBANGAN ALAT PERAGA DARI BARANG BEKAS DI PULAU TUNDA Muhamad Syarif Sumantri; Edwita Edwita; Perawati Bte Abustang; Sastra Wijaya; Anna Maria Oktaviani; Fitriyani Fitriyani; Yuyun Elizabeth Patras
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 3 (2023): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i3.16988

Abstract

ABSTRAKKegiatan ini merupakan hasil survei awal yang dilakukan menunjukkan pentingnya alat peraga yang ramah lingkungan dengan memanfaatkan barang bekas. Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar di Pulau Tunda mengalami permasalahan dengan keterbatasan alat peraga. Keberadaan alat peraga menjadi salah satu kunci dalam melaksanakan proses pembelajaran. Masih rendahnya kreativitas guru dalam membuat alat peraga dalam hal ini menjadi kedala untuk proses pembelajaran. Alat peraga ini bisa dibuat dengan meningatkan kreativitas antara guru melalui pelatihan pemanfaatan barang bekas. Pelatihan ini bertujuan memanfaatkan barang di sekitar dan dijadikan media pembelajaran anak untuk guru dan siswa. Pendekatan penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dalam pelatihan ini terdapat siswa yang berjumlah 30 siswa yang terdiri dari 10 siswa perempuan dan 20 siswa laki-laki serta 10 guru. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil pelatihan ini memberikan pemahaman dan keterampilan bagi guru untuk memanfaatkan barang bekas menjadi alat peraga, dapat mempermudah cara pembelajaran baik di sekolah dan mengurangi limbah barang bekas. Kata kunci: alat peraga; barang bekas; kreativitas guru ABSTRACTThis activity is the result of an initial survey conducted showing the importance of environmentally friendly teaching aids by utilizing used goods. The implementation of teaching and learning activities on Tunda Island experienced problems with limited teaching aids. The existence of teaching aids is one of the keys in carrying out the learning process. The low creativity of teachers in making teaching aids in this case is a problem for the learning process. These teaching aids can be made by increasing creativity among teachers through training on th eutilization of used goods. This training aims to utilize items around and be used as children's learning media for teachers and students. This research approach uses descriptive qualitative methods in this training there are 30 students consisting of 10 female students and 20 male students and 10 teachers. Data collection techniques through observation, interviews and documentation. The results of this training provide an understanding and skills for teachers to utilize used goods into teaching aids, can facilitate good learning methods at school and reduce used good swaste. Keywords: teaching aids; used items; teacher creativity
PENGEMBANGAN DAN IMPLEMENTASI APLIKASI PENGELOLAAN PROSES BISNIS PADA PT XYZ Irpan Adiputra Pardosi; Gunawan Gunawan; Apriyanto Halim; Arruhu Nahya; Kenny Calnelius Winata; Vanness Pratama
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 4 (2023): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i4.19616

Abstract

ABSTRAKSistem enterprise adalah sistem yang membantu untuk mengatur proses bisnis di dalam suatu kesatuan perusahaan serta menyediakan manajemen reporting tool. PT XYZ adalah perusahaan yang bergerak di bidang pembuatan jok sepeda motor bermerek Bola Dunia. Persediaan pada perusahaan ini meliputi persediaan bahan baku dan persediaan produk. Transaksi yang terjadi di perusahaan setiap harinya berkisar ratusan transaksi. Namun, sayangnya transaksi yang dilakukan masih ditangani oleh masing-masing divisi sesuai proses bisnisnya sehingga hal ini mengakibatkan sering dibutuhkan waktu dan upaya untuk menyelesaikan laporan transaksi, karena terjadinya redundansi data yang harus diperiksa lagi secara manual. Pada proses pengabdian yang dilakukan meliputi analisis kebutuhan pengguna dilaksanakan bersama dengan stakeholder, memodelkan wireframe, pengembangan berbasis fungsionalitas prototipe (submodul) dan aplikasi dikembangkan pada platform desktop serta pengujian terhadap fungsionalitas aplikasi menggunakan black box testing yang dilakukan pada saat proses penyampaian cara penggunaan kepada mitra dan memberikan hasil sesuai dengan fitur yang diajukan sebelumnya. Aplikasi yang dikembangkan ini akan diimplementasikan di perusahaan. Pada saat implementasi, pihak perusahaan merasa terbantu dengan adanya aplikasi yang dikembangkan. Kata kunci: sistem enterprise; wireframe; prototipe; proses bisnis. ABSTRACTAn enterprise system is a system that helps to manage business processes within a unified company and provides management reporting tools. PT XYZ is a company engaged in the manufacture of Bola Dunia branded motorbike seats. Inventory at this company includes raw material inventory and product inventory. The transactions that occur in the company every day range from hundreds of transactions. However, unfortunately the transactions carried out are still handled by each division according to their business processes, so this often results in the need for time and effort to complete transaction reports, due to data redundancy which must be checked again manually. The service process carried out includes analysis of user needs carried out together with stakeholders, modeling wireframes, development based on prototype functionality (submodules) and applications developed on desktop platforms as well as testing of application functionality using black box testing which is carried out during the process of conveying how to use it to partners and gives results in accordance with the previously proposed features. The application developed will be implemented in the company. During implementation, the company felt helped by the application being developed. Keywords: enterprises system; wireframe; prototype; business process.