cover
Contact Name
Zulkarnain
Contact Email
dzul9787@gmail.com
Phone
+6287832631987
Journal Mail Official
selaparang.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan No.1, Pagesangan, Kec. Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Bar. 83115
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan
ISSN : 26145251     EISSN : 2614526X     DOI : https://doi.org/10.31764/jpmb.v5i1.6393
SELAPARANG : Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan merupakan jurnal yang mendiseminasikan setiap pemikiran dan ide gagasan atas hasil penelitian dan pemanfaatan teknologi untuk diimplementasikan kepada masyarakat mencakup ; (1). Bidang ilmu pengetahuan ; MIPA (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi), Terapan, Sosial, Budaya, Ekonomi, dan Kesehatan, (2). Pelatihan dan peningkatan hasil pendidikan dan (3). Pengembangan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,601 Documents
Transformasi limbah daun kering menjadi pupuk organik: inovasi untuk keberlanjutan pertanian di dusun Payak Cilik Andika Andika; Andreas Ronald Setianan; Thomas Hughie Firnaldo; Firminus Berkasa; Colorus Pakar; Dian Budyanti Prasetyaningrum; Syofiatun Utami; Gregorius Arya Puspa Yudha Negara; Laely Nur Azmi; Reisa Wahyu Fitriana; Bryan Mahendra; Pradanang Reza Saputra; Antonius Febrian Doni Pratama; Della Nanda Luthfiana; Titi Laras
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 1 (2024): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i1.21279

Abstract

AbstrakDi Indonesia, limbah kayu, ranting, dan daun mewakili sumber limbah terbesar ketiga, dengan kontribusi sekitar 13% terhadap volume limbah total. Dusun Payak Cilik, yang berlokasi di Desa Srimulyo, Kecamatan Piyungan, Bantul menghadapi tantangan dalam pengelolaan limbah daun kering, yang kerap diatasi melalui pembakaran terbuka. Praktik ini tidak hanya menyebabkan emisi gas rumah kaca tetapi juga menimbulkan risiko kesehatan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk mengedukasi Ibu-ibu anggota Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga  (PKK) Payak Cilik, tentang pemanfaatan limbah daun kering sebagai kompos, dengan harapan meningkatkan pemahaman dan keterampilan dalam mengolah limbah menjadi pupuk organik yang berharga. Pendekatan PKM dilakukan melalui serangkaian tahapan, yang meliputi identifikasi masalah, penyuluhan, penyediaan alat dan bahan, praktik pembuatan kompos, dan evaluasi. Sebelum penyuluhan, rata-rata pemahaman awal para peserta tentang kompos dari daun kering dan metode pengolahannya berada pada tingkat 40% dan 30%, yang dikategorikan sebagai kurang dan buruk. Namun, setelah mengikuti penyuluhan, terjadi peningkatan signifikan yaitu rata-rata 71.43% dalam pemahaman mereka tentang kompos dari daun kering dan manfaatnya. Pemahaman tentang tahapan-tahapan dalam pembuatan kompos juga meningkat menjadi 70%. Penyuluhan ini berhasil membangkitkan minat seluruh peserta untuk menerapkan pengetahuan yang telah mereka peroleh. Secara keseluruhan, kegiatan penyuluhan dan praktik dalam program PKM ini terlaksana dengan sangat baik. Sebagai saran untuk PKM selanjutnya, inisiatif ini dapat diterapkan di komunitas pedesaan lainnya di seluruh Indonesia. Kata kunci: daun kering; edukasi lingkungan; limbah organik; pupuk kompos; pertanian berkelanjutan AbstractIn Indonesia, wood, twig and leaf waste represents the third largest source of waste, contributing around 13% to the total waste volume. Payak Cilik Hamlet, located in Srimulyo Village, Piyungan Sub-district, Bantul, faces challenges in managing dry leaf waste, often addressed through open burning. This practice not only causes greenhouse gas emissions but also poses health risks. This community service activity (PKM) aims to educate members of the Payak Cilik Family Welfare Empowerment (PKK) on using dry leaf waste as compost, hoping to increase their understanding and skills in processing waste into valuable organic fertilizer. The PKM approach is carried out through a series of stages, which include problem identification, counseling, provision of tools and materials, composting practice, and evaluation. Before the counseling, the participants' average initial understanding of compost from dried leaves and its processing methods were 40% and 30%, respectively, categorized as poor and poor. However, after attending the counseling, there was a significant increase of 71.43% on average in their understanding of compost from dried leaves and its benefits. The understanding of the stages in composting also increased by 70%. The counseling succeeded in arousing the interest of all participants to apply the knowledge they had gained. Overall, the extension and practical activities in this PKM program were very well implemented. As a suggestion for future PKM, this initiative can be implemented in other rural communities throughout Indonesia. Keywords: dry leaves; compost; environmental education; organic waste; sustainable agriculture
Navigasi ruang digital: pemberdayaan santri MA Plus Nurul Islam Sekarbela melalui literasi digital dalam mengidentifikasi dan melawan hoax Irwandi Irwandi; Muhammad Hudri; Muhammad Fauzi Bafadal
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.24237

Abstract

AbstrakKegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kemampuan santri di MA Plus Nurul Islam Sekarbela dalam mengidentifikasi dan melawan hoax melalui pelatihan literasi digital. Dengan metode campuran, pelatihan melibatkan 55 santri kelas 3 Madrasah Aliyah dan menggunakan survei pre-test dan post-test serta wawancara dan observasi. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam literasi digital, dari skor rata-rata 55,3 menjadi 78,5 (p < 0,01). Santri merasa lebih mampu memverifikasi informasi dan sadar akan bahaya hoax. Temuan mendukung teori literasi digital dan pembelajaran konstruktivis, serta menekankan pentingnya integrasi literasi digital ke dalam kurikulum, peningkatan fasilitas teknologi, dan kolaborasi dengan pemangku kepentingan untuk keberlanjutan program.  Kata kunci: literasi digital; hoax; santri; pengabdian. AbstractThe community service aims to enhance the ability of students at MA Plus Nurul Islam Sekarbela to identify and combat hoaxes through digital literacy training. Using a mixed-methods approach, the training involved 55 third-grade Madrasah Aliyah students and utilized pre-test and post-test surveys, as well as interviews and observations. The results showed a significant increase in digital literacy, with average scores rising from 55.3 to 78.5 (p < 0.01). The students felt more capable of verifying information and were more aware of the dangers of hoaxes. The findings support digital literacy and constructivist learning theories, emphasizing the importance of integrating digital literacy into the curriculum, improving technological facilities, and collaborating with stakeholders for program sustainability. Keywords: digital literacy; hoax; education; students; community service.
Perlindungan hukum kepada anak korban bullying pada SMA Averos kota Sorong Wahab Aznul Hidaya; A. Sakti R. S. Rakia; Muhammad Ali; Hasriyanti Hasriyanti; Kristi W. Simanjuntak
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.22844

Abstract

Abstrak Bullying di lingkungan sekolah telah menjadi fenomena yang meresap dan kompleks. Artikel ini membahas beragam aspek terkait bullying, termasuk definisi, faktor-faktor yang mendorong perilaku ini, dampaknya terhadap korban dan pelaku, serta langkah-langkah pencegahan yang dapat diambil. Bullying merupakan perilaku agresif yang merugikan, di mana individu yang lebih kuat secara fisik atau mental menyalahgunakan kekuasaannya untuk menyakiti individu yang lebih lemah secara berulang. Meningkatkan kesadaran tentang masalah bullying di kalangan guru dan siswa di SMA Averos Kota Sorong. Dengan memberikan informasi yang komprehensif tentang definisi, faktor-faktor pendorong, dan dampak dari perilaku bullying, diharapkan para peserta akan memiliki pemahaman yang lebih baik tentang kompleksitas masalah ini. Mitra pengabdian adalah SMA Averos Kota Sorong Papua Barat Daya dan dihadiri dengan 38 siswa/siswi. Metode penyuluhan atau sosialisasi merupakan pendekatan yang efektif untuk menyampaikan informasi dan membahas masalah tertentu serta cara mengatasi permasalahan yang sedang terjadi. Kegiatan pengabdian masyarakat yang terstruktur dengan baik dapat membantu dalam mengatasi masalah bullying di sekolah. Langkah-langkah seperti penyusunan materi edukasi, melibatkan konselor, dan pengukuran pengetahuan sebelum dan sesudah penyuluhan merupakan bagian penting dari pendekatan ini. Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran dan pengetahuan tentang bullying dapat ditingkatkan di kalangan guru dan siswa, serta kontribusi signifikan dalam pencegahan bullying di SMA Averos Kota Sorong. Kata kunci: bullying SMA ; kota Sorong ; tindak pidana Abstract Bullying in school settings has become a pervasive and complex phenomenon. This article discusses various aspects of bullying, including the definition, factors that drive this behaviour, its impact on victims and perpetrators, and preventive measures that can be taken. Bullying is an aggressive, harmful behaviour in which a physically or mentally stronger individual abuses his or her power to repeatedly harm a weaker individual. Raising awareness about bullying issues among teachers and students at SMA Averos Sorong City. By providing comprehensive information on the definition, driving factors, and impact of bullying behaviour, it is expected that the participants will have a better understanding of the complexity of this issue. The service partner was SMA Averos Kota Sorong, Southwest Papua and was attended by 38 students. The extension or socialisation method is an effective approach to convey information and discuss certain problems and how to overcome the problems that are happening. Well-structured community service activities can help in overcoming the problem of bullying in schools. Steps such as developing educational materials, involving counsellors, and measuring knowledge before and after counselling are important parts of this approach. Through this activity, it is expected that awareness and knowledge about bullying can be increased among teachers and students, as well as a significant contribution in bullying prevention in SMA Averos Kota Sorong. Keywords: bullying ; high school ; Sorong city ; criminal offence
Inovasi crude tanin sebagai feed-additive dalam silase sebagai upaya mempercepat pertumbuhan ternak potong Alditya Putri Yulinarsari; Suci Wulandari; Satria Budi Kusuma; Niati Ningsih; Nur Muhamad; Amal Bahariawan
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.22609

Abstract

Abstrak Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) yaitu (1) memberikan pengetahuan dan keterampilan PT Rima Kinanti Lestari selaku mitra dan kelompok ternak binaannya dalam mengolah pakan sehingga ketersediaannya dapat terjaga. (2) Mengetahui manfaat penambahan crude tanin kulit kopi pada silase untuk mendukung pertumbuhan ternak potong. Pengabdian masyarakat dilaksanakan pada bulan Agustus-November 2023 dan berlokasi pada kediaman mitra di Bagorejo, Gumukmas, Jember. Kegiatan ini melibatkan mitra dan 25 kelompok ternak binaan. Tahapan pengabdian diantaranya yaitu Focus Group Discoussion (FGD), penyuluhan, pelatihan, serta monitoring dan evaluasi oleh tim pengabdian. Hasil kegiatan PKM  yaitu seluruh target pada setiap tahapan telah terpenuhi. Pendekatan edukatif pengabdian memiliki dampak positif diantaranya meningkatnya pengetahuan mitra dan kelompok ternak binaan terkait teknologi pengawetan hijauan yaitu silase dengan penambahan crude tanin kulit kopi dan manfaat yang ditimbulkan setelah diberikan langsung untuk ternak potong. Setelah kegiatan ini terlaksana diharapkan mitra dapat secara mandiri mengembangkan teknologi silase crude tanin kulit kopi dengan tetap didampingi oleh tim pengabdian. Kata kunci: crude tanin; kulit kopi; silase; ternak potong Abstract The aim of community service activies is to provide knowledge and skills PT Rima Kinanti Lestari as a partner and all livestock group to processing feed so that its availability can be maintained. Furthermore, the benefits of adding crude tannin husk coffee to silage support the growth of livestock. Community service held in August-November 2023 and location at Bagorejo, Gumukmas, Jember. This activity involves partners and 25 livestock group built PT Rima Kinanti Lestari. The stages of service includ Focus Group Discussion (FGD), counseling, training, and monitoring evaluation. The conclusion has been achieved of all activity targets at each stage. The educational approach to service has a positive impact, include to increasing the knowledge of partners and assited livestock group regrading forage preservation technology namely silage with the addition of crude tannin coffe husk and the benefits thaht arise after be given directly to livestock. After this activity is carried out, it is hoped that partners can indpendently develop silage technology crude tannin coffe husk  while still being accompanied by the service team. Keywords: crude tannin; coffee husk; silage; livestock
Efisiensi pengembangan usaha akuakultur melalui pemanfaatan pompa air bertenaga turbin hidro vortex di desa Tambong kabupaten Banyuwangi Mita Ayu Liliyanti; Agung Fauzi Hanafi; Yeddid Yonatan Eka Darma
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 1 (2024): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i1.21833

Abstract

Abstrak                                                                                 Potensi Desa Tambong yang belum tersentuh untuk pengembangan usaha adalah pemanfaatan aliran sungai sebagai sumber tenaga penyedia air untuk kegiatan akuakultur. Permasalahan yang dihadapi  masyarakat Desa Tambong adalah belum tersedia teknologi yang efisien selain penggunaan pompa listrik yang membutuhkan modal tinggi. Oleh karena itu, kegiatan ini ditujukkan untuk mengenalkan dan menerapkan teknologi yang ramah lingkungan yang dapat menyuplai air ke dalam wadah akuakultur. Alat yang tepat digunakan adalah pompa air bertenaga turbin hidro vortex yang mampu memanfaatkan pusaran air sebagai sumber tenaga untuk menggerakkan pompa. Kegiatan ini dilaksanakan pada 29 November 2023 di Dusun Krajan, Desa Tambong, Kecamatan Kabat, Kabupaten Banyuwangi dengan melibatkan 20 – 25 peserta. Pompa air turbin hidro vortex yang didesain pada kegiatan pengabdian ini memilki diameter bak pusaran 0,8 m, tinggi bak pusaran 0,4 m, lebar masukkan pusaran 0,14 meter, diameter turbin 0,65 m, dan tinggi turbin 0,25 m, serta mampu memompa air sebesar 1,5 liter/menit dengan memanfaatkan debit air sungai sebesar 44,8 liter/detik. Kata kunci: desa tambong; akuakultur; pompa air; turbin hidro vortex. AbstractThe untapped potential of Tambong Village for business development lies in harnessing river flows as a sustainable energy source to supply water for aquaculture activities. The challenge faced by the residents of Tambong Village is the absence of efficient technologies, with electric pumps being the only available option, necessitating substantial capital investment. Consequently, this initiative aims to introduce and implement eco-friendly technology capable of providing water to aquaculture containers. The ideal solution is the utilization of a hydro vortex turbine-powered water pump, designed to harness water vortices as a power source for driving the pump. This project was executed on November 29, 2023 in Krajan Hamlet, Tambong Village, Kabat District, Banyuwangi Regency, involving 20–25 participants. The hydro vortex turbine water pump created for this initiative features a vortex tank with a diameter of 0.8 m, a height of 0.4 m, a vortex entry width of 0.14 meters, a turbine diameter of 0.65 m, and a turbine height of 0.25 m. It is capable of pumping water at a rate of 1.5 liters per minute, leveraging the river's water discharge of 44.8 liters per second. Keywords: tambong village; aquaculture; water pump; hydro vortex turbine.
Edukasi kewirausahaan berbasis digital melalui pelatihan dan pendampingan bagi siswa tingkat Sekolah Menengah Atas Joni Bungai; Indra Perdana; Supriyadi Supriyadi; Ratna Pancawati
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.24196

Abstract

AbstrakKemampuan untuk memanfaatkan teknologi digital menjadi sangat penting di era globalisasi dan kemajuan teknologi informasi saat ini, tidak hanya untuk individu tetapi juga untuk keberlangsungan berbagai sektor usaha dan industri. Menyadari pentingnya keterampilan digital, terutama di kalangan generasi muda, sekolah dipandang perlu mengintegrasikan pendidikan kewirausahaan dengan teknologi digital dalam kurikulum dan kegiatan ekstrakurikuler. Mitra dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah SMA Kristen Palangka Raya. Terdapat beberapa permasalahan prioritas antara lain: kurangnya variasi kegiatan kewirausahaan yang dapat mengakomodir minat, bakat dan karakteristik siswa; kurangnya pengetahuan tentang pemanfaatan platform digital Canva untuk tujuan bisnis; kurangnya keterampilan tentang manajemen produksi suatu produk kewirausahaan berbasis digital. Berdasarkan permasalahan tersebut, kegiatan pengabdian ini bertujuan memberikan edukasi, berbagi pengetahuan kepada siswa dan guru tentang esensi kewirausahaan, pemanfaatan platform digital Canva untuk tujuan bisnis dan manajamen dasar kewirausahaan berbasis digital. Kegiatan ini melibatkan 23 orang siswa dan 4 orang guru sebagai peserta. Metode pelaksanaan melalui pelatihan dan pendampingan dengan teknik ceramah, tanya jawab, demonstrasi, tutorial dan praktik. Diperoleh hasil utama yaitu terjadinya peningkatan pengetahuan dan keterampilan siswa sebanyak 38,28%. Sedangkan hasil tambahannya adalah terciptanya prototype produk yang bernilai jual dari para siswa. Kata kunci: pelatihan; kewirausahaan digital; canva; manajemen; minat kewirausahaan. AbstrackThe ability to utilize digital technology has become crucial in the era of globalization and the advancement of information technology today, not only for individuals but also for the sustainability of various business and industrial sectors. Recognizing the importance of digital skills, especially among the younger generation, schools are seen as needing to integrate entrepreneurship education with digital technology into the curriculum and extracurricular activities. The partner in this community service activity is SMA Kristen Palangka Raya. There are several priority issues, including: the lack of variety in entrepreneurship activities that can accommodate the interests, talents, and characteristics of students; the lack of knowledge about utilizing the digital platform Canva for business purposes; and the lack of skills in managing the production of a digital-based entrepreneurial product. Based on these issues, this community service activity aims to provide education, share knowledge with students and teachers about the essence of entrepreneurship, the utilization of the digital platform Canva for business purposes, and basic management of digital-based entrepreneurship. This activity involves 23 students and 4 teachers as participants. The implementation methods include training and mentoring through lectures, Q&A sessions, demonstrations, tutorials, and practice. The main result obtained is an increase in students' knowledge and skills by 38.28%. Meanwhile, the additional result is the creation of prototype products with market value by the students. Keywords: training; digital entrepreneurship; canva; management; entrepreneurial interest.
Pendampingan pembuatan arang batok kelapa dengan motode vacum di desa Korleko kabupaten Lombok Timur Muanah Muanah; Suwati Suwati; Marianah Marianah; Basirun Basirun; Novi Yanti Sandra Dewi
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.24169

Abstract

Abstrak Hingga saat ini permintaan kopra kelapa semakin meningkat karena dalam penjualan jarak jauh kopra tersebut tidak mengalami kerusakan sehingga para petani kelapa semakin meminatinya. Selain tingginya permintaan, pengolahan kopra menghasilkan limbah berupa tempurung kelapa. Belakangan ini masyarakat Desa Korleko mengolah batok kelapa menjadi arang. Dalam pengolahannya menimbulkan beberapa kendala karena asapnya mengganggu lingkungan. Maka berdasarkan hasil survei, tim pelaksana dan mitra kegiatan mengatasi permasalahan tersebut dengan memberikan bantuan pembuatan arang dengan metode vakum. Kegiatan yang dilaksanakan pada Kamis 24 Agustus 2023 ini diikuti oleh 24 peserta. Kegiatan dilaksanakan dalam dua tahap yaitu penyuluhan dan pelatihan atau praktek pembuatan arang dengan metode vakum. Kegiatan yang dilaksanakan berjalan dengan lancar, hal ini terlihat dari antusiasme peserta selama kegiatan berlangsung. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat sebesar 90% karena pada dasarnya pengetahuan terkait pembuatan arang sudah ada di mitra, namun metode pembakaran vakum merupakan teknologi baru bagi mitra. Pembuatan arang dengan cara ini juga mampu meningkatkan jumlah produksi sebesar 50% dari sebelumnya dan arang yang dihasilkan lebih baik atau berkualitas karena potensi menjadi abu sangat kecil. Kata kunci: batok kelapa; arang; metode vakum.Abstract Until now, the demand for coconut copra is increasing because in long distance sales the copra is not damaged, so coconut farmers are increasingly interested in it. Apart from the high demand, copra processing produces waste called coconut shells. Recently, people in Korleko Village have processed coconut shells into charcoal. In processing it causes several problems because the smoke disturbs the environment. So, based on the survey results, the implementation team and activity partners solved this problem by providing assistance in making charcoal using the vacuum method. The activity carried out on Thursday 24 August 2023 was attended by 24 participants. Activities were carried out in two stages, namely counseling and training or practice in making charcoal using the vacuum method. The activities carried out ran smoothly, this could be seen from the enthusiasm of the participants during the activities. The results obtained from this activity were able to increase the community's knowledge and skills by 90% because basically the knowledge related to making charcoal already existed with the partners, but the vacuum burning method was a new technology for the partners. Making charcoal using this method is also able to increase the amount of production by 50% from before and the charcoal produced is better or of better quality because the potential for it to become ash is very small. Keywords: coconut shell; charcoal; vacuum method.
Meningkatkan daya saing UKM CV Ragil Jaya Craft melalui optimalisasi pemasaran media sosial Erni Ummi Hasanah; Andika Andika; Mochamad Syamsiro; Danang Wahyudi
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.23075

Abstract

AbstrakDi era digital, Usaha Kecil dan Menengah (UKM) menghadapi tantangan besar dalam adaptasi dengan perubahan perilaku konsumen yang memerlukan transformasi bisnis agar tetap kompetitif. Sebagai pilar ekonomi, responsivitas UKM terhadap ancaman global dan situasi krisis sangat vital. Namun, ada hambatan dalam pemanfaatan teknologi digital, diperparah oleh pandemi Covid-19 yang mempengaruhi produksi dan pendapatan UKM, seperti yang dialami oleh CV Ragil Jaya Craft. Hasil wawancara dengan pemilik CV Ragil Jaya Craft menunjukkan bahwa meskipun mereka telah melayani pasar domestik dan internasional, mereka masih menggunakan pemasaran konvensional. Ketika pandemi berlangsung hampir dua tahun, dampaknya signifikan terhadap usaha mereka, termasuk penurunan permintaan yang mempengaruhi omset penjualan. Pembatasan mobilitas selama pandemi menghambat pemasaran konvensional yang diandalkan, memaksa mereka untuk beralih ke pemasaran digital. Namun, optimasi pemasaran digital, khususnya media sosial, masih menjadi kesulitan. Untuk mengatasi ini, tim Pengabdian Kepada Masyarakat dari Universitas Janabadra menginisiasi program pelatihan untuk memperkuat pemanfaatan media sosial. Program ini mencakup diskusi dan pelatihan intensif tentang strategi pemasaran digital. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan: pemahaman tentang pentingnya pemasaran media sosial meningkat dari 35% menjadi 80%, dan pemahaman memilih platform yang sesuai dengan target pasar dari 50% menjadi 87%. Sementara itu, pelatihan strategi optimasi media sosial meningkatkan pemahaman dari 10% menjadi 60%. Bagian yang masih kurang ini menunjukkan perlunya pendampingan lanjutan untuk memastikan bahwa keterampilan yang diperoleh dapat diterapkan secara efektif dalam operasi bisnis sehari-hari, mendukung ekspansi pasar dan peningkatan kapasitas produksi secara berkelanjutan. Kata kunci: pelatihan UKM; pemasaran media sosial; transformasi digital; tantangan UKM. AbstractIn the digital era, Small and Medium Enterprises (SMEs) face significant challenges in adapting to changes in consumer behavior that require business transformation to remain competitive. As an economic pillar, SMEs' responsiveness to global threats and crises is crucial. However, there are obstacles in utilizing digital technology, exacerbated by the COVID-19 pandemic, which has impacted SME production and revenue, as experienced by CV Ragil Jaya Craft. Interviews with the owner of CV Ragil Jaya Craft revealed that although they have served both domestic and international markets, they still rely on conventional marketing. During the nearly two-year pandemic, its impact was significant on their business, including a decline in demand affecting sales turnover. Mobility restrictions during the pandemic hindered the conventional marketing strategies they relied on, forcing a shift to digital marketing. However, optimizing digital marketing, especially social media, remains a challenge. To address this, the Community Service Team from Janabadra University initiated a training program to strengthen the use of social media. This program includes intensive discussions and training on digital marketing strategies. The evaluation results showed significant improvements: understanding the importance of social media marketing increased from 35% to 80%, and understanding how to choose platforms suitable for the target market rose from 50% to 87%. Meanwhile, training in social media optimization strategies increased understanding from 10% to 60%. This gap highlights the need for further mentoring to ensure the skills acquired can be effectively applied in daily business operations, supporting market expansion and sustainable production capacity enhancement. Keywords: digital transformation; SME challenges; SME training; social media marketing
Sosialisasi literasi dan manajemen keuangan keluarga pada masyarakat kawasan pesisir tambak Lorok Semarang Erisa Aprilia Wicaksari; M. Aulia Rachman; Bogy Febriatmoko
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.23015

Abstract

AbstrakPengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada Masyarakat Komunitas Koperasi dibawah naungan TPQ Nurul Fahmi di daerah Tambak Lorok mengenai literasi Keuangan dan manajemen keuangan keluarga yang efektif dan efesien. Kegiatan ini diinisiasi dengan adanya dampak pada masa pandemi yang mengakibatkan penurunan pendapatan keluarga, kemudian kondisi recovery pasca pandemi Covid-19 memungkinkan para masyarakat melakukan perbaikan dalam penghasilan. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini adalah dengan memberikan edukasi kepada masyarakat dengan beberapa tahapan yaitu, tahapan perencanaan, tahapan sosialisasi dan edukasi. Kegiatan ini diselenggarakan secara offline di basecamp komunitas (rumah Bapak Anis Hariri). Pengabdian ini memberikan materi tentang pentingnya mengelola keuangan keluarga setelah pandemi COVID-19 dan masa pemulihan; mengelola keuangan setelah Lebaran Idul Fitri; tahapan mengelola keuangan keluarga; berbagai rencana investasi; dan cara menerapkan rencana pengeluaran yang telah dialokasikan. Kata kunci: koperasi; literasi keuangan; manajemen keuangan. Abstract This community service aims to provide knowledge and understanding to the Cooperative Community Community under the auspices of TPQ Nurul Fahmi in the Tambak Lorok area regarding financial literacy and effective and efficient family financial management. This activity was initiated due to the impact of the pandemic which resulted in a decrease in family income, then the recovery conditions after the Covid-19 pandemic allowed the community to make improvements in income. The method used in this community service is to provide education to the community in several stages, namely, the planning stage, the socialization stage and education. This activity was held offline at the community basecamp (Mr. Anis Hariri's house). This service provides material about the importance of managing family finances after the COVID-19 pandemic and the recovery period; managing finances after Eid al-Fitr; stages of managing family finances; various investment plans; and how to implement allocated expenditure plans. Keywords: cooperative; financial literacy; financial management.
Pelatihan pembuatan bodi kendaraan bagi SMK berbasis pesantren Rizki Setiadi; Wirawan Sumbodo; Febrian Arif Budiman
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 1 (2024): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i1.22135

Abstract

Abstrak  SMK Roudlotul Mubtadiin Balekambang merupakan SMK yang berbasis Pesantren yang sedang mengembangkan kendaraan listrik.  Bodi yang saat ini dibuat hanya menggunakan campuran fiberglass dan resin kemudian di cat. Hasil dari pembuatan bodi masih terlalu tipis, terlihat belum rata, dan kurang memuaskan. Berdasarkan hasil penelitian sebelumnya, menunjukkan bahwa bodi kendaraan listrik yang dikembangkan belum diukur secara matematis terkait kekuatan dan tampilan bodi yang kurang baik. Pelaksanakan program pengabdian kepada masyarakat ini ditempuh dengan berbagai metode agar target luaran yang diharapkan dapat tercapai dengan efektif dan efisien. Beberapa metode yang ingin diterapkan antara lain dengan ceramah, demonstrasi, praktik langsung, dan pendampingan. Pilihan metode disesuaikan dengan materi dan tujuan yang ingin dicapai. Berdasarkan hasil pelatihan hasil pre-test diperoleh rata-rata pengetahun siswa sebesar 47,9 dengan nilai terendah 25 dan tertinggi 25. Hasil post-test menunjukkan bahwa skor terendah pengetahuan pembuatan bodi kendaraan listrik yaitu sebesar 50 dan tertinggi sebesar 85, dengan rata-rata nilai sebesar 67,83. Berdasarkan hasil pre-test dan post-test maka terdapat peningkatan pengetahuan sebesar 41,60%. Selain peningkatan pengetahuan, juga terdapat peningkatan pembuatan bodi kendaran listrik dengan material komposit ramah lingkungan. Kata kunci: bodi; komposit; kendaraan listrik; pesantren. Abstract  Roudlotul Mubtadiin Balekambang Vocational School is an Islamic boarding school-based vocational school that is developing electric vehicles. The body that is currently made using only a mixture of fiberglass and resin is then painted. The results of making the body are still too thin, look uneven, and unsatisfactory. Based on the results of previous studies, shows that the body an electric vehicle that has been developed has not been measured mathematically regarding the strength and appearance the body that is not good. The implementation of this community service program is carried out by various methods to achieve the expected output targets effectively and efficiently. Some of the methods to be applied include lectures, demonstrations, hands-on practice, and mentoring. The choice of method is adjusted to the material and objectives to be achieved. The pre-test training results obtained an average student knowledge of 47.9 with the lowest score of 25 and the highest score of 25. The post-test results showed that the lowest score for knowledge of electric vehicle body making was 50 and the highest was 85, with an average value of 67.83. Based on the pre-test and post-test results, there was an increase in knowledge of 41.60%. In addition to increasing knowledge, there is also an increase in the manufacture of electric vehicle bodies with environmentally friendly composite materials. Keywords:  body; composite; electric vehicle; islamic boarding schools