cover
Contact Name
Zulkarnain
Contact Email
dzul9787@gmail.com
Phone
+6287832631987
Journal Mail Official
selaparang.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan No.1, Pagesangan, Kec. Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Bar. 83115
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan
ISSN : 26145251     EISSN : 2614526X     DOI : https://doi.org/10.31764/jpmb.v5i1.6393
SELAPARANG : Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan merupakan jurnal yang mendiseminasikan setiap pemikiran dan ide gagasan atas hasil penelitian dan pemanfaatan teknologi untuk diimplementasikan kepada masyarakat mencakup ; (1). Bidang ilmu pengetahuan ; MIPA (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi), Terapan, Sosial, Budaya, Ekonomi, dan Kesehatan, (2). Pelatihan dan peningkatan hasil pendidikan dan (3). Pengembangan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,601 Documents
Pelatihan pengadaan barang dan jasa di desa Baumata kabupaten Kupang Arifin Sanusi; Jack C. A. Pah; Adi Yermia Tobe; Daud Pulo Mangesa; Dominggus G. H. Adoe; Jahirwan Ut Jasron; Verdy Koehuan; Matheus M. Dwinanto
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.23361

Abstract

Abstrak Pelatihan pengadaan barang dan jasa di desa melalui program pengabdian masyarakat ini diperuntukan bagi apatur desa untuk Desa Baumata, Desa Baumata Barat, Desa Baumata Timur, Desa Baumata Utara, dan Desa Bokong. Tujuan dari penyelenggraan kegiatan ini anatara lain, Pertama Memberikan pengetahuan kepada para aparatur desa agar dalam pelaksanaan pengadaan barang dan jasa sesuai dengan peraturan.  Kedua  memberikan pemahaman tentang pengadaan barang dan jasa di desa dengan  metode swakelola. Ketiga menjelaskan cara pengadministrasian dokumen pengadaan barang dan jasa. Keempat memberikan pemahaman cara pengawasan dan kontrak dalam pelaksanaa pengadaan barang/jasa di desa melalui swakelola. Dengan adanya pelatihan ini diharapkan aparatur desa tidak salah dalam proses pengadaan barang dan jasa melalui swakelola baik dari segi proses, pelaksanaan, pengawasan, administrasi, dan pertanggungjawaban.  Pelatihan  diikuti 10 orang peserta, adapun khalayak sasaran peserta terdiri dari Ketua TPK dan angota TPK dari lima desa. Pelaksanaan kegiatan pelatihan ini menggunakan metode ceramah, tutorial, contoh kasus, dan diskusi. Hasil dari pelaksanaan kegiatan dievaluasi melalui posttest. Dari 10 peserta memiliki nilai rerata 85. Semua peserta antusias mengikuti acara hingga selesai dan merasakan manfaat pelatihan untuk meningkatakan akuntabilitas dan transparansi pengunaan dana desa. Peserta pelatihan juga menilai bahwa pelatihan ini penting dan sangat diperlukan bagi perangkat desa. Kata kunci: swakelola, barang, jasa, aparatur desa. Abstract Training on procurement of goods and services in villages through this community service program is intended for village officials for Baumata Village, West Baumata Village, East Baumata Village, North Baumata Village, and Bokong Village. The objectives of holding this activity include, firstly, providing knowledge to village officials so that the procurement of goods and services is by regulations. Second, it provides an understanding of the procurement of goods and services in villages using self-management. Third, it explains how to administer goods and services procurement documents. Fourthly, it provides an understanding of how to supervise and contract the implementation of the procurement of goods/services in villages through self-management. With this training, it is hoped that village officials will avoid mistakes in procuring goods and services through self-management in process, implementation, supervision, administration, and accountability. Ten participants attended the training, and the target audience of participants consisted of the TPK Chair and TPK members from five villages. This training activity was implemented using lectures, tutorials, case examples, and discussion methods. The results of implementing activities are evaluated through a posttest. Of the 10 participants, the average score was 85. All participants enthusiastically attended the event until the end and felt the benefits of the training in increasing accountability and transparency in using village funds. The training participants also considered that this training was essential and essential for village officials.Keywords: self-management, goods, services, village apparatus.
PKM pembuatan web E-Commerce dengan CMS wordpress untuk meningkatkan penjualan pada UMKM E-Nambah kota Tangerang Tri Ika Jaya Kusumawati; Dinda Triana; Ravindra Safitra
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.24123

Abstract

Abstrak Perubahan paradigma dalam kegiatan ekonomi menciptakan transformasi signifikan pada bisnis online, di mana internet dan teknologi informasi memainkan peran kunci. UMKM E-Nambah, usaha kuliner yang fokus pada makanan rumahan dengan sentuhan pedas, awalnya memanfaatkan pemasaran melalui jaringan pertemanan dan media sosial. Kendati berhasil, keterbatasan informasi stok barang secara real-time menjadi hambatan, mempengaruhi keputusan pembelian calon pelanggan. PKM ini bertujuan membantu meningkatkan efisiensi dan kepercayaan pelanggan dengan menerapkan e-commerce menggunakan Content Management System (CMS) WordPress. Integrasi informasi stok otomatis dengan media sosial, transparansi bahan makanan pada setiap produk, dan pengurangan ketidakpastian terkait ketersediaan stok menjadi fokus implementasi. Metode ini diharapkan memfasilitasi transaksi online, mempromosikan produk baru, dan menyelenggarakan promo menarik, bertujuan memperluas pangsa pasar, meningkatkan keterlibatan pelanggan, serta memberikan informasi komprehensif. Implementasi ini diharapkan memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan bisnis UMKM E-Nambah dalam era digital. Berdasarkan hasil yang dibuat telah dilakukan penilaian dari mitra menggunakan usability testing sederhana pada web e-commerce yang dibangun nilai penerimaan rata-rata 79,77%, sedangkan untuk pelatihan yang diberikan mendapatkan nilai rata-rata 85,33%. Angka ini menunjukkan bahwa hasil kegiatan PKM ini sudah baik dan dapat diterima. Kata kunci: e-commerce; content  management  system; wordpress; toko E-Nambah; usability testing. Abstract The paradigm shift in economic activities is creating a significant transformation in online business, where the internet and information technology play a key role. UMKM E-Nambah, a culinary business that focuses on home-cooked food with a spicy touch, initially utilized marketing through friendship networks and social media. Even though it was successful, limited real-time stock information was an obstacle, affecting potential customers' purchasing decisions. This PKM aims to help increase fficiencyand customer trust by implementing e-commerce using the WordPress Content Management System(CMS). Integration of automatic stock information with social media, transparency of food ingredientsfor each product, and reducing uncertainty regarding stock availability are the focus of implementation. This method is expected to facilitate online transactions, promote new products, and hold attractive promotions, aimed at expanding market share, increasing customer engagement, and providing comprehensive information. This implementation is expected to make a positive contribution to the growth of the E-Nambah MSME business in the digital era. Based on the results, an assessment was carried out from partners using simple usability testing on the e-commerce website that was built, with an average acceptance score of 79.77%, while the training provided received an average score of 85.33%. This figure shows that the results of this PKM activity are good and acceptable. Keywords: e-commerce; content management system; wordpress; e-nambah store; usability testing.
Pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI) dalam penyediaan bahan ajar pada guru SMAN 1 Waru Sidoarjo Ari Cahaya Puspitaningrum; Mochamad Nurhadi; Moch. Anang Karyawan; Abdullah Khoir Riqqoh; Syifa Karima
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.22996

Abstract

Abstrak Di era digital ini, pemanfaatan teknologi terkini, yaitu kecerdasan buatan/Artificial Intelligence (AI) mengalami perkembangan yang pesat di dunia pendidikan. Berdasarkan penelitian sebelumnya, telah ditemukan beberapa kegiatan pengabdian yang dilakukan di sekolah tentang pemanfaatan teknologi AI dalam penyelenggaraan kegiatan pembelajaran.  Dalam kegiatan PkM ini, dilakukan pelatihan dan pendampingan pada guru SMA Negeri 1 Waru Sidoarjo tentang pemanfaatan aplikasi AI, yang meliputi Humata.AI, Canva, dan Perplexity.AI. Jumlah  guru yang mengikuti pelatihan dan pendampingan sebanyak 28 guru. Tujuan dari kegiatan PkM adalah meningkatkan kemampuan, keterampilan, dan kompetensi guru dalam bidang teknologi informasi. Pelaksanaan kegiatan PkM diawali dengan observasi dan wawancara, kemudian dilanjutkan persiapan kegiatan, pelaksanaan kegiatan, dan evaluasi. Evaluasi dilakukan dengan menyebarkan pre-test dan post-test kepada peserta untuk mengetahui peningkatan pemahaman dan pengetahuan peserta dalam menggunakan aplikasi AI. Berdasarkan hasil pre-test dan post-test menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan dan keterampilan guru dalam menggunakan AI sebesar 92,86%. Selain itu, selama pendampingan, menunjukkan bahwa guru SMAN 1 Waru semakin terampil dalam menggunakan aplikasi AI dalam menyediakan bahan ajar. Kegiatan PkM ini mampu memberikan kemudahan dan meningkatkan efektifitas dan efisiensi bagi guru dalam menyediakan bahan ajar. Kata kunci: artificial intelligence; kecerdasan bisnis; pelatihan; pendampingan; pendidikan; pengabdian. Abstract In this digital era, the use of the latest technology, namely artificial intelligence (AI), is experiencing rapid development in the world of education. Based on previous research, it has been found that several community service activities have been carried out in schools regarding the use of AI technology in organizing learning activities. In this PkM activity, training and assistance was provided to teachers at SMA Negeri 1 Waru Sidoarjo regarding the use of AI applications, which include Humata.AI, Canva, Perplexity.AI. The number of teachers who took part in this training and mentoring was 28 teachers. The aim of this PkM activity is to improve teachers' abilities, skills and competencies in the field of information technology. Implementation of PkM activities begins with observation and interviews, then continues with activity preparation, activity implementation, and evaluation. Evaluation is carried out by distributing pre-tests and post-tests to participants to determine the increase in participants' understanding and knowledge in using AI applications. Based on the results of the pre-test and post-test, it shows that there is an increase in teacher knowledge and skills in using AI by 92.86%. In addition, during mentoring, it was shown that SMAN 1 Waru teachers were increasingly skilled became more skilled in using AI applications in providing teaching materials. This PkM activity is able to provide convenience and increase effectiveness and efficiency for teachers in providing teaching materials. Keywords: artificial intelligence; business intelligence; education; mentoring; service; training.
Sampan wisata menggunakan sel surya di Danau Cibogas desa Sialang Jaya, kecamatan Rambah, kabupaten Rokan Hulu, provinsi Riau Ridwan Sinurat; Ahmad Fathoni; Nurhikmah Sasna Junaidi; Suyitno Suyitno; Murry Harmawan Saputra; Jeki Mediantari Wahyu Wibawanti; Muhammad Yuhendri; Listi Hariani
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 1 (2024): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i1.22547

Abstract

AbstrakDanau Cipogas terletak di Desa Sialang Jaya, Kecamatan Rambah, Kabupaten Rokan Hulu, Profinsi Riau. Kegiatan Kosabangsa ini dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan potensi wisata di Danau Cipogas Desa Sialang Jaya sebagai destinasi wisata pilihan bagi wisatawan baik yang ada di Kabupaten Rokan Hulu maupun dari luar Kabupaten Rokan Hulu. Sampan wisata yang di buat menggunakan motor listrik 3.000 Watt dengan memanfaatkan energi matahari sebagai bahan bakar sehingga bisa menghemat bahan bakar. Dengan demikian akan menjadi icon tersendiri bagi wisatawan  dan masyarakat yang berkunjung ke Danau Cipogas Desa Sialang Jaya.  Wisata danau Cipogas sebelumnya memiliki wahana perahu atau sampan akan tetapi tidak dikelola dengan maksmimal. Pengabdian ini dilakukan dengan tujuan agar meningkatnya wisatawan yang datang ke destinasi wisata danau cipogas. Metode pengabdian ini dilakukan dengan survey lokasi mitra, proses pembuatan perahu dan pendampingan. Mitra pengabdian ini adalah kelompok sadar wisata (Pokdarwis) Remsi jaya yang berada di Desa Sialang Jaya. Jumlah mitra yang terlibat dalam kegiatan pengabdian ini sebanyak 57 orang. Kata kunci : danau cipogas ; rokan hulu ; sampan wisata ; sel surya. AbstractCipogas Lake is located in Sialang Jaya Village, Rambah District, Rokan Hulu Regency, Riau Province. This Kosabangsa activity was carried out with the aim of increasing the tourism potential of Cipogas Lake, Sialang Jaya Village as a tourist destination of choice for tourists both in Rokan Hulu Regency and from outside Rokan Hulu Regency. The tourist canoe is made using a 3,000 Watt electric motor using solar energy as fuel so it can save fuel. In this way, it will become a special icon for tourists and the public who visit Cipogas Lake, Sialang Jaya Village. Cipogas Lake tourism previously had boat rides or canoes, but they were not managed optimally. This service is carried out with the aim of increasing tourists coming to the Lake Cipogas tourist destination. This service method is carried out by surveying partner locations, the boat building process and mentoring. This service partner is the Remsi Jaya tourism awareness group (Pokdarwis) located in Sialang Jaya Village. The number of partners involved in this service activity was 57 people. Keywords : cipogas lake; upper rokan; tourist sampan; solar cells
Peningkatan partisipasi masyarakat melalui praktik Participatory Rural Appraisal (PRA) dalam pengembangan agrowisata desa Kekait Siska Ita Selvia; Zuhdiyah Matienatul Iemaaniah; Lalu Hadryan Sukma; Awanis Zakirah; Nabilah Nur Fikriyyah; Firda Salzabilla Syehan; Baiq Sevia Aulia Triputri; Nopiana Fitri
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 1 (2024): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i1.21811

Abstract

AbstrakDesa Kekait adalah salah satu desa di Kecamatan Gunung Sari, Lombok Barat, NTB dengan banyak potensi pertanian dan wisata hingga disebut Desa Agrowisata. Keanekaragaman sumber daya alam seperti pertanian, perkebunan, keindahan alam, air terjun dan juga warisan budaya menjadi satu kesatuan daya tarik wisatawan. Namun, potensi yang ada tidak terkelola dengan baik dan bahkan masyarakat lokal dan stakeholder yang ada di tingkat desa kurang dapat membaca peluang, merumuskan potensi dan masalah serta penyusunan program pengembangan desa. Dalam pengembangan dan pembangunan desa, unsur masyarakat lokal adalah ujung tombak yang menentukan suatu desa berkembang atau tidak. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini sebagai upaya meningkatkan partisipasi aktif masyarakat dalam menemukenali potensi dan masalah yang ada dari berbagai sektor sebagai pondasi dalam penyusunan strategi pengembangan agrowisata di Desa Kekait. Metode yang digunakan pada pengabdian ini adalah Participatory Rural Apraisal (PRA) sehingga dapat memfasilitasi masyarakat desa agar membagi, mengembangkan, dan menganalisa pengetahuan mereka mengenai kehidupan yang dijalani dan kondisi mereka sendiri. PRA ini digunakan untuk perencanaan dan aksi didalam memanfaatkan metode partisipasi yang nantinya akan menjadi program pengembangan desa agrowisata. Alat PRA yang digunakan antara lain pemetaan desa, akar masalah, bagan arus masukan keluaran, kalender musim dan diagram venn. Dalam PRA, masyarakat desa berperan aktif dan antusias dalam pemetaaan masalah sosial dan penyebabnya. Hasil dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat menunjukan Desa Kekait memiliki banyak potensi yang dapat dikembangkan menjadi desa wisata berupa potensi daya tarik (atraksi) alam dan budaya yang beraneka ragam untuk dapat menarik wisatawan. Adapun beberapa potensi yang didapat dalam proses PRA antara lain potensi perkebunan aren dan juga industri kecil menengah. Sedangkan permasalahan dan kendala yang dialami adalah pendanaan serta kurangnya pengetahuan dan peluang masyarakat lokal untuk mengembangkan hasil pertanian sebagai bisnis wisata yang sangat menjanjikan. Oleh karena itu, pentingnya mempromosikan serta kerjasama dengan berbagai pihak untuk mengembangkan potensi dan meningkatkan skill dibidang budidaya pertanian dengan teknologi modern serta manajeman bisnis sebagai proses awal penyusunan program agrowisata di Desa Kekait. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini tercapai dengan meningkatnya partisipasi masyarakat dari pengetahuan awal terkait eksplorasi potensi masalah hanya 60%, meningkat menjadi 95%. Alat yang digunakan dalam mengetahui peningkatan kemampuan masyarakat adalah dengan melakukan uji kuesioner kepada partisipan sebelum kegiatan dan sesudah kegiatan. Kata kunci: perencanaan; agrowisata; kekait; PRA  Abstract Kekait Village is one of the villages in Gunung Sari District, West Lombok, NTB, with a lot of agricultural and tourist potential until it is called Agrotourism Village. The diversity of natural resources such as agriculture, plantations, natural beauty, waterfalls, and cultural heritage has become a single attraction for tourists. However, existing potential needs to be better managed, and even local communities and existing stakeholders at the village level are less able to read opportunities, formulate potentials and problems, and prepare village development programs. In village development, the local community element is the cutting edge that determines whether or not a village develops. This community service activity aims to increase the community's active participation in discovering the potential and existing problems of various sectors as a basis for preparing the agritourism development strategy in Kekait Village. The method used in this service is Participatory Rural Appraisal (PRA). It can facilitate the village community to share, develop and analyze their knowledge of their life and conditions. This PRA is used for planning and action in utilizing participation methods that will later become agrotourism village development programs. PRA tools include village mapping, problem roots, input-output flow charts, season calendars, and Venn diagrams. In PRA, the village community actively and enthusiastically maps social problems and their causes. The results of community service activities show that Kekait Village has much potential to be developed into a tourist village in the form of a potential attraction (attraction) of nature and diverse culture to attract tourists. Some of the potentials obtained in the PRA process include the potential of palm plantations and small- and medium-sized industries. Meanwhile, the problems and obstacles experienced are funding and the need for knowledge and opportunities for local communities to develop agricultural products as an up-and-coming tourist business. Therefore, it is essential to promote and cooperate with various parties to develop potential and improve skills in agricultural cultivation with modern technology and business management as the initial process of preparing agri-tourism programs in Kekait Village. This goal of community service is achieved by increasing community participation from initial knowledge related to exploring potential problems by only 60%, increasing to 95%. The tool used to determine the improvement of people's abilities is to perform questionnaire tests on participants before and after the activity. Keywords: planning; agrotourism; kekait; PRA
Penanaman pohon di area gunung beser sebagai wujud aktualisasi kearifan lokal dalam memelihara sumber mata air Nyai Kartika; Reiza D. Dienaputra; Susi Machdalena; Nany Ismail; Prima Agustina; Witakania Sundasari; Rony Hidayat
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 1 (2024): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i1.21717

Abstract

AbstrakPenanaman pohon disekitar hutan gunung Beser penting dilakukan, karena fungsi pohon di hutan untuk ketersediaan sumber air dan penahan erosi jika terjadi hujan. Penanaman pohon dilakukan sebagai upaya menjaga keseimbangan alam tersebut. Metode yang dilakukan adalah metode lapangan, dengan dua tahapan kerja yaitu, tahapan persiapan survey lapangan, di antaranyan menyiapkan bibit tanaman yang akan ditanam di hutan. Selanjutnya tahapan pelaksanaan, yaitu hari dimana dilakukan penanaman di hutan gunung Beser. Tujuan Pengabdian Pada Masyarakat dengan melibatkan mahasiswa KKN di Desa Nagarawangi dapat terjun langsung ikut serta dalam program penanaman kembali hutan. Dengan kegiatan ini diharapkan selain bernilai kebermanfaatan bagi masyarakat,dengan penanaman hutan gunung Beser dapat mencegah erosi, dan penghijauan kembali hutan, juga pengalaman berharga bagi mahasiswa peserta KKN dengan ikut serta bersama dengan Kelompok Tani Hutan Benteng Muda Mandiri. Kelompok Tani Hutan ini yang berkegiatan dalam basis tradisi mendapatkan kesempatan melaksanakan program Daya Desa Budaya pada tahun 2021 yang lalu. Kegiatan yang dilaksanakan yaitu mengadakan berbagai pelatihan dalam upaya pelestarian budaya dan pelestarian lingkungan terutama hutan dan mata air. Kata kunci: penanaman pohon; kearifan lokal AbstractPlanting trees around the Mount Beser forest is important, because the function of trees in the forest is to provide water sources and resist erosion when it rains. Tree planting is done as an effort to maintain natural balance. The method used is a field method, with two work stages, namely, the field survey preparation stage, including preparing plant seeds to be planted in the forest. The next stage of implementation is the day when planting is carried out in the Mount Beser forest. The aim of Community service is to involve KKN Student in Nagarawangi Village who can directly participate in the forest replanting program. With this activity, it is hoped that apart from being of value to the community, planting the Mount Beser forest can prevent erosion and reforest the forest, as well as being a valuable experience for student participating in KKN by participating together with Benteng Muda Mandiri Forest Farmer Group. This Forest Farmers Group, which carries out activityes on a traditional basis, had the opportunity to implement the Daya Cultural Village Program in 2021. The activities carried out include holding various trainings in efforts to preserve culture and preserve the environment, especially forests and springs. Keywords: tree planting; local wisdom
Pendampingan masyarakat usia produktif untuk pencegahan HIV AIDS dan pengurangan stigma di desa Ambengan Singaraja Putu Sukma Megaputri; Ni Made Karlina Sumiari Tangkas; Putu Dian Prima Kusuma Dewi; Made Bayu Oka Widiarta; Dewi Aprelia Meriyani
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.23855

Abstract

Abstrak HIV/AIDS masih menjadi penyakit menular yang tidak bisa disembuhkan dan sering kali orang dengan HIV/AIDS mengalami stigma serta diskriminasi dengan sesama atau masyarakat sekitar. Sesuai dengan prong 1 untuk penanggulangan HIV/AIDS bahwa pencegahan HIV/AIDS menjadi satu hal terpenting khusunya pada usia produktif. Tujuan pengabdian ini adalah untuk melakukan pendampingan pada masyarakat usia produktif untuk melakukan pencegahan HIV/AIDS dan pengurangan stigma yang dilakukan di Desa Ambengan. Metode yang dilakukan dengan tahap pra persiapan, tahap persiapan, tahap pelaksanaan dan tahap evaluasi. Sasaran yang diberikan pengbdian masyarakat adalah 15-20 orang masyarakat usia reproduktif dengan tempat pengabdian di Desa Ambengan. Tahap pra persiapan mulai dari pendekatan dengan tokoh masyarakat dan perbekel Desa Ambengan, selanjutnya pelaksanaan dengan teknik pemberian edukasi dan pendampingan. Selanjutnya melakukan monitoring dan evaluasi kegiatan untuk memantau keberhasilan peningkatan pengetahuan dan pendampingan yang dilakukan. Hasil pengabdian masyarakat ini adalah terdapat peningkatan pengetahuan rata-rata nilai pre test sebelum diberikan edukasi dengan nilai 70,8 selanjutnya setelah diberikan edukasi pengetahuan mereka meningkat menjadi 88,5. Simpulannya adalah pendampingan yang dilakukan efektif untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat usia reproduktif dalam mencegah penularan HIV/AIDS dan penurunan stigma serta diskriminasi. Kata kunci: pengabdian; HIV-AIDS; pendampingan; pengetahuan AbstractHIV/AIDS is still an infectious disease that cannot be cured and people with HIV/AIDS often experience stigma and discrimination from each other or the surrounding community. In accordance with prong 1 for HIV/AIDS prevention, HIV/AIDS prevention is one of the most important things, especially in the productive age. The aim of this service is to provide assistance to people of productive age to prevent HIV/AIDS and reduce stigma in Ambengan Village. The method used is the pre-preparation stage, preparation stage, implementation stage and evaluation stage. The target for community service is 15-20 people of reproductive age with a place of service in Ambengan Village. The pre-preparation stage starts from approaching community leaders and Ambengan Village equipment, then implementation using education and mentoring techniques. Next, carry out monitoring and evaluation activities to monitor the success of increasing knowledge and mentoring carried out. The result of this community service was that there was an increase in knowledge, the average pre-test score before being given education was 70.8, then after being given education, their knowledge increased to 88.5. The conclusion is that the assistance provided is effective in increasing knowledge of people of reproductive age in preventing HIV/AIDS transmission and reducing stigma and discrimination. Keywords: devotion; HIV-AIDS; accompaniment; knowledge
Kampung sehat: transformasi masyarakat melalui edukasi PHBS, scabies, malaria, tuberkulosis, hipertensi dan jumat bersih di kampung Yobeh kabupaten Jayapura Ellen R. V. Purba; Ester Rumaseb; Elisabeth Mebri; Gemi Rahayu; Fitri Diah Muspitha; Rospuana Mandowen; Yudi Prayitno
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.24073

Abstract

AbstrakTransformasi masyarakat di kampung Yobeh Jayapura melalui edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta pemahaman mengenai penyakit seperti scabies, malaria, tuberkulosis, dan hipertensi merupakan upaya penting dalam meningkatkan kualitas hidup. Program tambahan seperti "Jumat Bersih" juga memainkan peran krusial dengan mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan, meningkatkan kesadaran kolektif, dan mengajarkan tanggung jawab bersama dalam menciptakan lingkungan yang sehat. Melalui kombinasi edukasi kesehatan dan prakarsa komunitas, diharapkan terjadi penurunan prevalensi penyakit dan peningkatan kesejahteraan masyarakat kampung Yobeh secara keseluruhan. Kegiatan tersebut bertujuan untuk membentuk kebiasaan hidup sehat, seperti mencuci tangan, menggunakan air bersih, dan menjaga kebersihan lingkungan, yang efektif dalam mencegah penyakit. Pelaksanaan kegiatan dilakukan di Kampung Yobeh Kabupaten Jayapura Papua pada tanggal tanggal 20 Maret 2024 dengan metode diskusi dan sosialisasi melalui penyuluhan langsung, pelatihan kader kesehatan desa, pemeriksaan kesehatan, edukasi rekayasa lingkungan pencegahan malaria dan Program "Jumat Bersih". Evaluasi dan pemantauan dilakukan secara berkala untuk menilai efektivitas kegiatan dan menentukan langkah-langkah perbaikan yang diperlukan. Kegiatan diikuti oleh masyarakat yang berjumlah 68 orang yang berada di Wilayah Kampung Yobeh Kabupaten Jayapura Papua. Hasil pemberdayaan menunjukan tingkat kesadaran masyarakat tentang pentingnya kebersihan dan pencegahan penyakit meningkat dengan rutin mencuci tangan dengan sabun dan menggunakan air bersih. Peningkatan pengetahuan masyarakat menunjukan bahwa pengetahuan tentang PHBS (83%), scabies (76%), malaria (85%) tuberculosis (80%) dan hipertensi (81%). Pemeriksaan kesehatan rutin berhasil mendeteksi lebih awal kasus hipertensi, sehingga penanganannya lebih cepat dan efektif. Program "Jumat Bersih" berhasil menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat, mengurangi tempat berkembang biaknya nyamuk penyebab malaria. Kata kunci: hipertensi; jumat bersih; malaria; scabies; transformasi masyarakat; tuberculosis AbstractThe transformation of the community in Yobeh Jayapura village through education on Clean and Healthy Living Behavior (PHBS) and understanding of diseases such as scabies, malaria, tuberculosis, and hypertension is an important effort to improve the quality of life. Additional programs such as "Clean Friday" also play a crucial role by encouraging active community participation in maintaining environmental cleanliness, raising collective awareness, and teaching shared responsibility in creating a healthy environment. Through a combination of health education and community initiatives, it is hoped that there will be a decrease in disease prevalence and an improvement in the overall welfare of the Yobeh village community. The activity aims to form healthy living habits, such as washing hands, using clean water, and maintaining a clean environment, which are effective in preventing diseases. The implementation of the activity was carried out in Yobeh Village, Jayapura Regency, Papua on  March 20, 2024 with discussion and socialization methods through direct counseling, training of village health cadres, health checks, environmental engineering education for malaria prevention and the "Clean Friday" Program. Evaluation and monitoring are carried out periodically to assess the effectiveness of activities and determine necessary improvement measures. The activity was attended by a community of 68 people in the Yobeh Village Area, Jayapura Regency, Papua. The results of the empowerment show  that the level of public awareness about the importance of hygiene and disease prevention has increased by regularly washing hands with soap and using clean water. The increase in public knowledge showed that knowledge about PHBS (83%), scabies (76%), malaria (85%), tuberculosis (80%) and hypertension (81%). Routine health checks have succeeded in detecting cases of hypertension early, so that the treatment is faster and more effective. The "Clean Friday" program has succeeded in creating a cleaner and healthier environment, reducing the breeding grounds of mosquitoes that cause malaria. Keywords: hypertension; clean friday; malaria; scabies; community transformation; tuberculosis
Kemandirian ekonomi masjid melalui pemberdayaan masyarakat dengan pemanfaatan lahan sekitar masjid untuk usaha hidroponik Saat Egra; Dwi Santoso; Etty Wahyuni; Anang Sulistyo; Mohammad Wahyu Agang
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.22818

Abstract

AbstrakPengabdian kepada masyarakat merupakan salah satu bentuk kontribusi yang penting dalam mengembangkan potensi lokal dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Hidroponik dipilih dalam kegiatan PKM ini bertujuan untuk membangun kemitraan antara Masjid dan masyarakat sekitar dalam mengembangkan usaha tanam pada lahan terbatas milik masjid. Selain itu, pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan ekonomi kreatif dan pemberdayaan masyarakat melalui metode pertanian modern. Pengabdian ini meggunakan tanaman sawi sendok (pakcoy) karena tergolong sebagai common market dan cepat tumbuh. Lokasi kegiatan ini di Masjid Kampus Nurul ilmi Universitas Borneo Tarakan (Maskam UBT), Masjid Hujan Assalam, dan Masjid Al-Miftah. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, pelatihan/bimbingan teknis, implementasi, evaluasi dan monitoring. Metode hidroponik yang digunakan adalah sistem Nutrient Film Technique (NFT) dan dan sistem wick. Pengabdian ini mendapat respon positif dari ketiga masjid baik karena menggunakan masjid sebagai sentra aktivitasnya, juga guna meningkatkan kemandirian keuangan pengelolaan masjid, meningkatkan pemberdayaan dan pendapatan masyarakat disekitar masjid. Kata kunci: Hidroponik; masjid; pemberdayaan; ekonomi kreatif. AbstarctCommunity service is an important form of contribution to developing local potential and improving the quality of life in the community. Hydroponics was chosen in this empowerment activity to build partnerships between the mosque and the surrounding community in developing planting businesses on limited land owned by the mosque. Besides that, this service aims to improve the creative economy and community empowerment through modern agricultural methods. This activity uses spoon mustard (pakcoy) because it is classified as a common market and fast growing. The locations of this activity are the Nurul Ilmi Campus Mosque Universitas Borneo Tarakan (Maskam UBT), the Hujan Assalam Mosque, and the Al-Miftah Mosque. The implementation methods include socialization, training and technical guidance, implementation, evaluation, and monitoring. The hydroponic methods used are the Nutrient Film Technique (NFT) system and the wick system. This service received a positive response from the three mosques because it uses the mosque as the center of its activities as well as to increase the financial independence of mosque management, community empowerment, and income around the mosque. Keywords: hidroponic; mosque; empowerment; creatif economy.
Pelatihan dan pendampingan pengembangan modul ajar dalam menyiapkan Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) pada guru MI Muhammadiyah 02 Pendil Probolinggo Zukhrufurrohmah Zukhrufurrohmah; Octavina Rizky Utami Putri; Tyas Deviana
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 1 (2024): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i1.22277

Abstract

AbstrakKurikulum Merdeka belum dikenal dengan baik dan menyeluruh oleh Sebagian besar sekolah di Probolinggo, termasuk sekolah mitra MI Muhammadiyah 2 Pendil. Hal ini menjadi tantangan bagi sekolah mitra untuk mendapatkan informasi menyeluruh untuk memahami kurikulum merdeka dan mempersiapkan implementasi kurikulum merdeka, khususnya dalam Menyusun Modul Ajar. Oleh karena itu, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pendampingan kepada sekolah mitra dalam pemahaman tentang Kurikulum Merdeka, best practice pelaksanaan kurikulum merdeka di sekolah, dan pendampingan pengembangan Modul Ajar. Sejalan dengan tujuan tersebut, rangkaian kegiatan disusun dalam 3 tahapan yaitu tahap persiapan, inti, dan evaluasi. Tahap persiapan dilaksanakan koordinasi dengan sekolah mitra terkait jadwal pelaksanaan seminar dan pendampingan. Selanjutnya, tahap inti dilakukan dengan kegiatan seminar materi tentang kurikulum merdeka secara luring dan daring, kegiatan pendampingan pengembangan modul ajar selama 3 kali pertemuan secara daring. Modul Ajar yang dikembangkan oleh bapak ibu guru sekolah mitra menjadi produk akhir untuk dievaluasi dan menjadi salah satu ukuran ketercapaian kegiatan. Tahap evaluasi dilakukan pada tahap pelatihan dan pendampingan melalui lembar observasi dan angket evaluasi pengembangan modul ajar. Setelah rangkaian kegiatan pengabdian selesai dilakukan, dapat disimpulkan bahwa kegiatan pengabdian terlaksana dengan baik dan diikuti antusias oleh bapak ibu guru sekolah mitra. Hasil pengembangan modul ajar menunjukkan bahwa tidak kurang dari 60% guru sekolah mitra dapat mengembangkan Modul Ajar dengan komponen lengkap. Sedangkan Modul Ajar lainnya masih perlu disempurnakan. Kesulitan guru sekolah mitra dalam mengembangkan Modul Ajar berupa LKPD dan Instrumen penilaian juga sejalan dengan hasil penelitian dan pengabdian yang telah ada, dimana guru harus memiliki kecermatan terhadap penentuan indiaktor penilaian dan memahami dengan tepat model pembelajaran yang dipilih. Kata kunci: pelatihan; pendampingan; modul ajar; implementasi kurikulum merdeka Abstract The Merdeka Curriculum is not yet well and comprehensively known by most schools in Probolinggo, including the MI Muhammadiyah 2 Pendil partner school. It is a challenge for school partners to obtain comprehensive information to understand the independent curriculum and prepare for the implementation of the independent curriculum, especially in preparing teaching modules. Therefore, this activity aims to assist school partners in understanding the Independent Curriculum, best practices for implementing the independent curriculum in schools, and assistance in developing Teaching Modules. In line with this aim, the series of activities is organized into three stages: preparation, core and evaluation. The preparation stage is carried out in coordination with partner schools regarding the seminar and mentoring schedule. Next, the core stage was carried out with material seminar activities about the independent curriculum offline and dare and mentoring activities for developing open modules during three bold meetings. The Teaching Module developed by the partner school teachers becomes the final product to be evaluated and one measure of activity achievement. The evaluation stage is carried out at the training and mentoring stage through observation sheets and open module development evaluation questionnaires. After the series of service activities were completed, it could be concluded that the service activities were carried out well and were enthusiastically participated in by the partner school teachers. The results of developing teaching modules show that no less than 60% of partner school teachers can develop teaching modules with complete components. Meanwhile, other teaching modules still need to be refined. Assisting partner school teachers in developing teaching modules along with student reading materials, LKPD, and assessment instruments that are also in line with the results of existing research and service, where teachers must be careful in determining assessment indicators and understand the appropriate learning model chosen.. Keywords: training; mentoring; teaching modules; implementation of the independent curriculum