cover
Contact Name
Zulkarnain
Contact Email
dzul9787@gmail.com
Phone
+6287832631987
Journal Mail Official
selaparang.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan No.1, Pagesangan, Kec. Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Bar. 83115
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan
ISSN : 26145251     EISSN : 2614526X     DOI : https://doi.org/10.31764/jpmb.v5i1.6393
SELAPARANG : Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan merupakan jurnal yang mendiseminasikan setiap pemikiran dan ide gagasan atas hasil penelitian dan pemanfaatan teknologi untuk diimplementasikan kepada masyarakat mencakup ; (1). Bidang ilmu pengetahuan ; MIPA (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi), Terapan, Sosial, Budaya, Ekonomi, dan Kesehatan, (2). Pelatihan dan peningkatan hasil pendidikan dan (3). Pengembangan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,601 Documents
Peningkatan literasi siswa melalui program membaca bersama di perpustakaan SDN 166 Tangru Waddi Fatimah; Nur Afni Aprilia; A. Alfiani Damayanti
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 1 (2024): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i1.22185

Abstract

Abstrak Sekolah Dasar dipilih untuk menanamkan literasi siswa sejak usia dini karena diharapkan siswa memperoleh kebiasaan berliterasi sebagai bekal untuk menghadapi masa yang akan datang. Banyak kebijakan literasi yang diterapkan di sekolah dasar oleh pemerintah. Mengingat literasi sangat penting dalam kehidupan sehari-hari, perlu adanya tindakan dalam mengatasi masalah ini. Menurut Direktorat Sekolah Dasar, literasisiswa di Indonesia masih sangat rendah dibandingkan dengan negara lain di dunia. Ada beberapa sekolah, termasuk SDN 166 Tangru, di mana pengembangan literasi masih belum optimal.Oleh karena itu, salah satu langkah awal yang dilakukan adalah dengan program Peningkatan Literasi Siswa Melalui Program Membaca Bersama di Perpustakaan SDN 166 Tangruyang menyediakan buku bacaan sesuai dengan tingkat siswa dan didampingi oleh guru untuk memastikan kegiatan membaca rutin bersama siswa berjalan dengan baik. Kegiatan ini dilaksanakan melalui tahapan yang dimulai dari perencanaan awal untuk melihat situasi dan kondisi bagaimana  kemampuan  literasi siswa. Kegiatan ini dilakukan untuk menganalisis kesiapan dalam melakukan pengabdian dengan melakukan membaca bersama di perpustakaan dalam  meningkatkan literasi siswa di SD 166 Tangru dengan total 49 SiswaTahapan pelaksanaan selanjutnya yaitu tim pengabdi melakukan pembimbingan terhadap siswa yang masih belum mahir membaca mulai dari kegiatan membaca 15 menit sebelum jam pelajaran dan penataan serta pembenahan perpustakaan dan pojok baca di SDN 166 Tangru. Semoga dengan adanya kegiatan ini siswa dapat memiliki perubahan yang signifikan yg awalnya belum bisa mengeja mulai bisa mengeja, begitupun dengan siswa yg belum mahir membaca perlahan mereka mulai bisa meskipun belum sepenuhnya bisa membaca tapi sedikit mengalami perubahan. Kata kunci: literasi; perpustakaan. Abstract Elementary schools were chosen to instill literacy in students from an early age because it is hoped that students will acquire literacy habits as preparations for facing the future. Many literacy policies are implemented in elementary schools by the government. Considering that literacy is very important in everyday life, action is needed to overcome this problem. According to the Directorate of Primary Schools, student literacy in Indonesia is still very low compared to other countries in the world. There are several schools, including SDN 166 Tangru, where literacy development is still not optimal. Therefore, one of the first steps taken was the program to Increase Student Literacy through the Shared Reading Program at the SDN 166 Tangru Library which provides reading books according to the student's level and is accompanied by a teacher to ensure that routine reading activities with students run well. This activity is carried out through stages starting from initial planning to see the situation and conditions of students' literacy abilities. This activity was carried out to analyze readiness to carry out service by reading together in the library in increasing student literacy at SD 166 Tangru with a total of 49 students. The next stage of implementation is that the service team provides guidance to students who are still not proficient in reading starting from reading activities 15 minutes before time. lessons and arrangement and improvement of the library and reading corner at SDN 166 Tangru. Hopefully, with this activity, students can make significant changes, from initially not being able to spell to being able to spell, as well as students who are not yet proficient at reading, they are slowly starting to be able to, even though they are not yet fully able to read, but are experiencing slight changes. Keywords: literacy; library
Sosialisai Kendaraan Listrik Berbasis Baterai (KLBB) bagi driver online Andri Setiyawan; Febri Budi Darsono; Abdurrahman Abdurrahman; Doni Yusuf Firdaus; Sanli Faksi; Muhammad Syamsuddin Nurul Iman
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 1 (2024): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i1.21610

Abstract

Abstrak Penggunaan kendaraan listrik merupakan salah satu solusi untuk menekan peningkatan polusi udara yang disebabkan oleh emisi karbon khususnya yang terjadi di kota-kota besar Indonesia. Berdasarkan observasi lapangan maka perlu diadakan kegiatan Edukasi dan Sosialisasi Penerapan Kendaraan Listrik Berbasis Baterai Bagi Driver Online di Kota Semarang Dalam Upaya Green Energy Transportation. Metode yang digunakan adalah penerapan secara langsung. Fokus kegiatan ini adalah: (1) Aspek Pengetahuan Kendaraan Listrik Berbasis Baterai, (2) Aspek Perawatan Kendaraan Listrik Berbasis Baterai: meliputi pelatihan perawatan berkala pada Kendaraan listrik Berbasis Baterai. Terselenggaranya Kegiatan Pengabdian Edukasi dan Sosialisasi Penerapan Kendaraan Listrik Berbasis Baterai Bagi Driver Online di Kota Semarang Dalam Upaya Green Energy Transportation. Fokus pengabdian pada pengetahuan driver online terkait pengetahuan dasar sistem kendaraan listrik. Kata kunci: driver online; kendaraan listrik; sosialisasi Abstract Using electric vehicles is one of the solutions to reduce the increase in air pollution caused by carbon emissions, especially in big cities in Indonesia. Based on field observations, it is necessary to hold an Education and Socialisation activity on the Application of Battery-Based Electric Vehicles for Online Drivers in Semarang City to Green Energy Transportation. The method used is direct application. The focus of this activity is (1) Knowledge aspects of battery-based electric vehicles, (2) Maintenance aspects of battery-based electric vehicles, including periodic maintenance training on battery-based electric vehicles. It was implementing Education and Socialisation of Battery-Based Electric Vehicle Implementation for Online Drivers in Semarang City to Green Energy Transportation. The service focuses on the knowledge of online drivers related to basic knowledge of electric vehicle systems. Keywords: online driver; electric vehicle; socialisation
Pemberdayaan masyarakat melalui ceramah nuzulul quran di Mesjid Al Muhajjrin Lombok Barat Palahuddin Palahuddin; Ibrahim Ibrahim; Heri Gunawan; Mintasrihardi Mintasrihardi; Mas’ad Mas’ad; Sri Rejeki; Muhammad Ali; Iwan Tanjung Sutarna; Zainuddin Zainuddin; Swandi Swandi; Mardiya Hayati; Asri Asri
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.23049

Abstract

Abstrak Ceramah Nuzulul Quran sebagai instrumen penting dalam memperdalam pemahaman dan mengaktualisasikan ajaran Al-Quran dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatan pemahaman dan implementasi nilai-nilai Nuzulul Quran melalui ceramah di Mesjid Al Muhajjirin Lombok Barat. Metode pengabdian dilaksanakan melalui serangkaian beberapa tahap diantaranya: perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Hasil dan pembahasan pengabdian kepada masyarakat adalah kegiatan nuzulul quran mencerminkan perubahan positif dalam pola pikir dan prilaku masyarakat, yang tercermin dalam peningkatan solidaritas sosial, tanggung jawab moral, dan partisipasi aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan. Kegiatan  partisipatif dalam ceramah Nuzulul Quran dapat menjadi model efektif dalam memperkuat pemahaman agama dan mempromosikan nilai-nilai yang terkandung dalam ajaran Al-Quran untuk membangun masyarakat yang lebih harmonis dan berdaya. Kata kunci: ceramah; nuzulul qur’an; model; petunjuk Abstract Nuzulul Quran lectures are an important instrument in deepening understanding and actualizing the teachings of the Koran in everyday life. The aim of this community service is to increase understanding and implementation of the values of the Nuzulul Quran through lectures at the Al Muhajjirin Mosque, West Lombok. The service method is implemented through a series of stages including: planning, implementation and evaluation. The results and discussion of community service are that nuzulul quran activities reflect positive changes in people's thought patterns and behavior, which are reflected in increased social solidarity, moral responsibility, and active participation in social activities. Participatory activities in Nuzulul Quran lectures can be an effective model in strengthening religious understanding and promoting the values contained in the teachings of the Koran to build a more harmonious and empowered society. Keywords: lecture; nuzulul qur'an; model; instruction
Peningkatan kapabilitas penerapan 5R pada siswa SMK Assa'adah untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi kerja Alviani Hesthi Permata Ningtyas; Poerwo Sudirjdo; Ilham Arifin Pahlawan; Rilo Chandra Muhamadin; Rizkyansyah Alif Hidayatullah; Muhammad Bima Alamsyah; Mohammad Rizal Safri
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.23632

Abstract

Abstrak Banyaknya civitas akademika yang belum mengimplementasikan 5R pada area bengkel permesinan, sehingga masih diperlukannya kegiatan penunjang 5R. 5R adalah suatu metode manajemen yang berasal dari Jepang, yang fokus pada organisasi dan kebersihan tempat kerja. Singkatan 5R mengacu pada lima konsep dasar dalam metode ini yaitu, Resik, rapi, ringkas, rawat, dan rajin. 5R memiliki tujuan yang baik dalam peningkatan kebersihan dan kondisi keselamatan di bengkel. Peningkatnya produktivitas melalui pengurangan waktu pemborosan dan peningkatan kualitas hasil kerja. Evaluasi penerapan 5R dapat membawa perubahan positif dalam bengkel permesinan dengan peningkatan efisiensi dan produktivitas. Kegiatan ini dilakukan dengan cara sosialisasi dan kunjungan untuk mengetahui implementasi dari 5R yang telah dilakukan di SMK.  SMK Assa’adah merupakan SMK yang  memerlukan evaluasi dalam penerapan 5S yang telah dilakukan di bengkel permesinan. Apakah 5R sudah diterapkan dengan baik ataukah masih memerlukan perbaikan. Kegiatan sosialisasi dilakukan didalam ruang kelas dengan memberikan materi tentang 5R dan memberikan contoh nyata kegiatan yang perlu dilakukan untuk mendukung 5R. Selain itu setelah melakukan kunjungan untuk menilai penerapan 5R yang telah dilakukan di SMK Assa’adah sudah terdapat banner sebagai pengingat 5R saat bekerja dibengkel dan toolsbox yang digunakan siswa sudah tersedia tepat disamping mesin bubut jadi lebih mudah dalam mengambil peralatan bengkel. Hanya perlu membuat rak atau wadah untuk menampung peralatan bengkel seperti kunci pas, kunci ring,  palu dan kunci inggris. Perlu dilakukan pembatasan penataan mesin CNC bubut karena dalam satu ruangan terdapat beberapa mesin CNC. Kata kunci: 5R; bengkel; permesinan; efisiensi. Abstract 5S is a management method originating in Japan, which focuses on the organization and cleanliness of the workplace. The abbreviation 5S refers to five basic concepts in this method, namely, Sort, Straighten, Shine, Standardize and Sustain. 5S has a good purpose in improving cleanliness and safety conditions in the workshop. Increasing productivity through reducing waste time and improving the quality of work results. Evaluation of the application of 5R can bring positive changes in the machining workshop with increased efficiency and productivity. SMK Assa'adah requires evaluation in the application of 5S that has been carried out in the machining workshop. We need to make sure that the 5R has been implemented properly or does it still need improvement. After making a visit to assess the application of the 5Rs that have been carried out at SMK Assa'adah, there is already a banner as a reminder of the 5S when working in the workshop and the toolbox used by students is available right next to the lathe, so it is easier to put and take workshop equipment. Only need to make shelves or containers to hold workshop equipment such as wrenches, ring wrenches, hammers and wrenches. It is necessary to limit the arrangement of CNC lathe machines because in one room there are several CNC machines. Keywords: 5S; workshop; machine; efficiency.
Optimasi media sosial dan desain kemasan produk sebagai pendorong pertumbuhan usaha di Desa Kemang Reny Aziatul Pebriani; Tien Yustini; Lili Syafitri
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.23005

Abstract

AbstrakDesa Kemang dipilih sebagai lokasi pengabdian karena potensi bisnis lokalnya dan potensi untuk mengembangkan infrastruktur digital yang dirasakan masih sangat kurang bahkan para pemilik usaha belum mengetahui cara penjualan dengan memanfaatkan media sosial dan membuat desain kemasan produk yang menarik. Mengatasi permasalahan tersebut maka pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan penerapan media sosial serta mendesain kemasan produk sebagai faktor pendorong pertumbuhan usaha di Desa Kemang. Pengabdian dilakukan melalui serangkaian kegiatan, termasuk workshop, pelatihan, dan konsultasi individu dengan pemilik usaha lokal yang meliputi survei terhadap pemilik usaha di Desa Kemang. Metode pelaksanaan meliputi penyampaian materi yang disampaikan mencakup strategi media sosial, desain kemasan produk, dan praktik terbaik dalam pemasaran digital. Evaluasi dilakukan melalui survei dan wawancara dengan peserta untuk mengukur peningkatan pemahaman dan keterampilan mereka. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman dan penerapan media sosial serta desain kemasan produk yang telah dipelajari oleh para pelaku usaha.Top of Form Kata kunci: media sosial; desain kemasan; pertumbuhan; usaha. AbstractKemang Village was chosen as the service location because of its local business potential to develop digital infrastructure which is still very lacking and business owners don't even know how to sell by utilizing social media and creating attractive product packaging designs. To overcome these problems, this service aims to increase the understanding and application of social media and design product packaging as a driving factor for business growth in Kemang Village. The service is carried out through a series of activities. The implementation method includes the delivery of material that includes social media strategy, product packaging design, and best practices in digital marketing. Evaluation is carried out through surveys and interviews. The results of the service show a significant increase in the understanding and application of social media and product packaging design that has been studied by business actors. Keywords: social media; packaging design; growth; business.
Penerapan teknologi produksi pada usaha pembuatan tahu Sumber Makmur Semarang Muhammad Khumaedi; Muhammad Harlanu; Pudji Astuti; Aldias Bahatmaka; Indah Anisykurlillah
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 1 (2024): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i1.21490

Abstract

Abstrak Makanan tahu merupakan lauk pauk pokok bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Namun ironisnya, sebagaian besar para pembuat tahu masih banyak mengalami permasalahan, terutama pada aspek produksi. Sebagai mitra dalam kegiatan ini adalah Bapak Sutrisno, yang telah menekuni usaha pembuatan tahu sejak tahun 1999. Pada aspek produksi, paling tidak terdapat lima permasalahan yang harus segera ditangani, yaitu terkait dengan mesin penggiling yang sudah usang dan suara bising, alat press tahu yang tidak praktis dan waktu pengepresan lama, ruang produksi yang tidak tertata rapi, pekerja tidak menerapkan Keselamatan dan Kesehatan kerja (K3), dan peralatan pendukung produksi yang tidak tertata dan tidak higienis. Hasil dari pengabdian ini adalah: mesin penggiling kedelai dengan tenaga penggerak motor listrik 2HP (Horse Power), alat press tahu yang digerakkan motor listrik DC (Direct Current) dengan sumbu horizontal, penataan tempat produksi, penyuluhan tentang pentingnya K3 dan memberikan bantuan baju seragam bagi pekerja, melakukan penataan tempat dan peralatan produksi sehingga bersih, rapi dengan memperhatikan aspek ergonomis. Kata kunci: penerapan; teknologi produksi; usaha; pembuatan tahu Abstract Tofu is a staple side dish for most Indonesians. But ironically, most tofu makers still experience many problems, especially in the production aspect. The partner in this activity is Mr. Sutrisno, who has been in the tofu-making business since 1999. In the production aspect, there are at least five problems that must be addressed immediately, namely related to the worn-out and noisy grinding machine, the impractical tofu press and the long pressing time, the production room that is not neatly organized, workers do not apply Occupational Safety and Health (OSH), and the unorganized and unhygienic production support equipment. The results of this service are a soybean grinding machine with a 2HP (Horse Power) electric motor drive, a tofu press driven by a DC (Direct Current) electric motor with a horizontal axis, arrangement of production space, counselling on the importance of OSH and providing uniform assistance for workers, arranging production space and equipment so that it is clean, neat by paying attention to ergonomic aspects. Keywords: application; production technology; business; tofu making
Edukasi makanan bergizi dan manfaat kacang hijau sebagai contoh makanan bergizi di SDN 09 Pontianak Timur Sri Wahdaningsih; Nadhiirah Nadhiirah
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 1 (2024): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i1.21676

Abstract

Abstrak Anak-anak merupakan kelompok rentan terhadap ketidakseimbangan gizi, membutuhkan pemahaman tentang pentingnya aspek gizi dalam pilihan makanan sehari-hari. Kegiatan edukasi makanan bergizi dilakukan di SDN 09 Pontianak Timur untuk meningkatkan pemahaman siswa/i kelas 5 terhadap makanan bergizi. Hasil pretest menunjukkan pemahaman siswa yang rendah 41,19, tetapi melalui sosialisasi, pemberian contoh bubur kacang hijau, dan penyampaian materi menggunakan media power point, terjadi peningkatan signifikan. Berdasarkan hasil posttest menunjukkan peningkatan rata-rata pemahaman siswa sebesar 17,86% menjadi 59,76 mencerminkan efektivitas kegiatan edukasi. Evaluasi ini penting untuk memastikan siswa/i dapat menerapkan pengetahuan gizi dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, kegiatan edukasi makanan bergizi dapat menjadi langkah efektif dalam membentuk pemahaman positif terkait gizi pada anak-anak. Kata kunci: Edukasi makanan bergizi; kacang hijau; SDN 09 Pontianak Timur Abstract Children are a group vulnerable to nutritional imbalances, requiring an understanding of the importance of nutritional aspects in daily food choices. Nutritious food education activities were carried out at SDN 09 East Pontianak to increase grade 5 students' understanding of nutritious food. The pretest results showed low understanding (41.19), but through socialization, providing examples of green bean porridge, and delivering material using power point media, there was a significant increase. The posttest showed an increase in the average to 59.76, reflecting the effectiveness of educational activities. This evaluation is important to ensure students can apply nutritional knowledge in everyday life. Thus, nutritional food education activities can be an effective step in forming a positive understanding regarding nutrition in children. Keywords: education on nutritious food; mung beans; SDN 09 East Pontianak
Membina kesejahteraan kolektif: kepemimpinan kooperatif inklusif dalam membangun desa partisipatif dan kompetitif Dienul Aslam Syukur; Hendra Pribadi; Bau Toknok; Wahyu Prianto; Syukur Umar; Amati Eltriman Hulu
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 1 (2024): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i1.22043

Abstract

AbstrakPedesaan di Indonesia terus menghadapi tantangan signifikan terkait tingkat kemiskinan yang masih tinggi. Hingga tahun 2020, data menunjukkan bahwa wilayah pedesaan menyumbang sekitar 12,82% tingkat kemiskinan, sedangkan di perkotaan hanya sebesar 7,28%. Terdapat optimisme terkait potensi pembangunan pedesaan yang efektif, mengingat kedekatan pedesaan dengan sumber daya alam nasional. Salah satu aspek penting dalam pembangunan desa adalah inklusi sosial, yang menekankan pemenuhan hak-hak masyarakat, pemerataan ekonomi, partisipasi, dan pemberdayaan masyarakat. Fokus utama saat ini adalah pengembangan wilayah pedesaan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah terpencil. Peran kepemimpinan, terutama model kepemimpinan inklusif-kooptatif, semakin mendapat perhatian. Penelitian ini menggunakan metode Focus Group Discussion (FGD). Metode ini bukan hanya untuk pengumpulan data, tetapi juga sebagai alat pendidikan dan pemberdayaan masyarakat, memperkuat kapasitas dan partisipasi masyarakat dalam perencanaan dan pelaksanaan kegiatan positif. Konsep struktur sosial dalam masyarakat tradisional Kulawi mencerminkan evolusi dalam kepemimpinan, khususnya melalui pendekatan inklusi-kooptatif. Meskipun ada konflik dalam menjalankan fungsi kepemimpinan, terlihat bahwa inklusi sosial di pedesaan memiliki dampak positif pada pengentasan kemiskinan. Pendekatan ini menciptakan lingkungan inklusif yang memungkinkan partisipasi aktif seluruh komponen masyarakat, memastikan keberlanjutan pengembangan ekonomi dan sosial. Adopsi model kepemimpinan inklusif-kooptatif menjadi kunci untuk menggerakkan pembangunan pedesaan yang efektif, efisien, merata, dan berkeadilan. Kata kunci: kepemimpinan, pembangunan desa, inklusi kooptative AbstractRural areas in Indonesia continue to face significant challenges related to high levels of poverty. Until 2020, data shows that rural areas account for around 12.82% of the poverty rate, while in urban areas it is only 7.28%. There is optimism regarding the potential for effective rural development, considering the proximity of villages to national natural resources. One important aspect of village development is social inclusion, which emphasizes fulfilling community rights, economic equality, participation and community empowerment. The main focus currently is the development of rural areas to improve the welfare of people in remote areas. The role of leadership, especially the inclusive-cooptative leadership model, is receiving increasing attention. This research uses the Focus Group Discussion (FGD) method. This method is not only for data collection, but also as a tool for education and community empowerment, strengthening community capacity and participation in planning and implementing positive activities. The concept of social structure in traditional Kulawi society reflects the evolution in leadership, especially through an inclusive-cooptative approach. Even though there are conflicts in carrying out leadership functions, it appears that social inclusion in rural areas has a positive impact on poverty alleviation. This approach creates an inclusive environment that allows active participation of all components of society, ensuring sustainable economic and social development. Adoption of an inclusive-cooptative leadership model is the key to driving effective, efficient, equitable and just rural development. Keywords: leadership, village development, co-optative inclusion
PENERAPAN TEKNOLOGI PEMOTONGAN HEWAN PADA USAHA SATE KAMBING “PUTRO WIDODO” SEMARANG Widodo, Rahmat Doni; Sumbodo, Wirawan; Sunyoto, Sunyoto
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 4 (2023): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i4.19909

Abstract

ABSTRAKKegiatan pengabdian ini merupakan keberlanjutan dari pengabdian yang sudah dilaksanakan pada mitra, yaitu usaha sate kambing “Putro Widodo” di Semarang, yang mempunyai masalah terkait proses pemotongan/penyembelihan kambing. Sate Widodo Sampangan Semarang tiap hari menyembelih rata-rata 6 ekor kambing. Proses penyembelihan dan pengambilan daging tiap ekor kambing membutuhkan waktu 1 jam karena dikerjakan tanpa bantuan alat yang memadai. Sebagai solusinya, tim pelaksana bersama mitra pengabdian akan merancang dan membuat alat bantu pemotongan kambing berupa meja khusus yang ergonomis yang menyatu dengan tiang gantungan kambing sebagai sarana menarik kulit kambing dan proses pemisahan daging dengan tulangnya menjadi mudah. Proses penarikan kulit nantinya dengan bantuan katrol penarik (hoist) dengan sumber tenaga motor listrik sehingga meringankan pekerja. Sebagai tim pelaksana kegiatan ini melibatkan dosen dan mahasiswa dengan bidang keahlian yang sesuai dengan kebutuhan lapangan. Dalam pembuatan mesin/alat yang akan diterapkan di mitra akan dilaksanakan di workshop jurusan Teknik Mesin FT Unnes, dengan melibatkan teknisi dan mahasiswa. Metode pengabdian ini yaitu: 1) Penyuluhan, 2) Demontrasi, 3) Praktik Langsung, dan 4) Pendampingan. Pelaksanaan pengabdian dilakukan pada saat hari raya Idul Adha 1444 H di salah satu kompleks perumahan di Kota Semarang. Kelayakan desain alat mendapatkan skor presentase sebesar 83,1% yang dapat diartikan bahwa desain alat bantu penyembelihan dan pengulitan kambing sangat layak untuk digunakan. Efektivitas dan efisiensi alat bantu penyembelihan dan pengulitan kambing mendapat skor sebesar 82,5% yang dapat disimpulkan bahwa alat bantu penyembelihan dan pengulitan kambing sangat efektif dan efisien. Dan aspek ergonomi mendapat skor 85% yang dapat diartikan alat bantu penyembelihan dan pengulitan kambing ini sangat ergonomis. Kata kunci: kambing; pengulitan; penyembelihan; teknologi ABSTRACTThis service activity is a continuation of the service that has been carried out with partners, namely the goat satay business "Putro Widodo" in Semarang, which has problems related to the goat slaughtering and slaughtering process. Sate Widodo Sampangan Semarang slaughters an average of six goats every day. The process of slaughtering and taking the meat from each goat takes 1 hour because it is done without the help of adequate tools. As a solution, the implementing team, together with service partners, will design and make a goat slaughtering tool in the form of a special ergonomic table that is integrated with the goat gallows as a means of pulling the goat skin and making the process of separating the meat from the bones easy. The process of pulling the skin will be done with the help of a pulley (hoist) with an electric motor power source, thereby making it easier for workers. As a team implementing this activity, it involves lecturers and students with areas of expertise that suit the needs of the field. The manufacture of machines and tools that will be implemented by partners will be carried out in the Mechanical Engineering department workshop at FT Unnes, involving technicians and students. The methods of this service are: 1) counseling, 2) demonstration, 3) direct practice, and 4) mentoring. The dedication was carried out during the Idul Adha 1444 H holiday in one of the housing complexes in Semarang City. The feasibility of the tool design received a percentage score of 83.1%, which means that the design of the tool for slaughtering and skinning goats is very suitable for use. The effectiveness and efficiency of goat slaughtering and skinning aids received a score of 82.5%, indicating that goat slaughtering and skinning aids are very effective and efficient. And the ergonomics aspect received a score of 85%, which means that this goat slaughtering and skinning aid is very ergonomic. Keywords: goat; skinning; slaughter; technology.
Edukasi mobilisasi dini post operasi untuk mengurangi rasa nyeri dan mempercepat proses penyembuhan Hapipah Hapipah; Istianah Istianah; Ernawati Ernawati; Baik Heni Rispawati; Heny Marlina Riskawaty
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 1 (2024): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i1.22138

Abstract

Abstrak Pasien dengan tindakan operasi atau pembedahan mencapai angka peningkatan yang sangat signifikan tiap tahunnya. Masalah yang umum terjadi setelah operasi adalah pasien merasakan nyeri pada luka dan faktor lain yang membuat pasien tidak mau untuk bergerak lebih awal dan istirahat di tempat tidur. Kondisi ini akan menimbulkan berbagai dampak diantaranya dapat memperlambat proses penyembuhan paska operasi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan pasien dan keluarga terkait mobilisasi dini post operasi guna mengurangi rasa nyeri dan mempercepat proses penyembuhan. Metode yang digunakan pada kegiatan ini berupa penyuluhan kesehatan yang dilakukan dengan cara ceramah, diskusi dan demonstrasi mempraktekkan bebeberapa gerakan sederhana dengan menggunakan media LCD proyektor dan leaflet. Kegiatan ini dilakukan di ruang Flamboyan RSUD Praya Lombok Tengah pada tanggal 9 Agustus 2023 dengan sasaran kegiatan yaitu pasien paska bedah yang sedang menjalani perawatan dan keluarga pasien sebanyak 42 orang. Hasil pengabdian kepada masyarakat ini didapatkan adanya peningkatan pengetahuan peserta penyuluhan kesehatan sebelum dan sesudah penyampaian materi mobilisasi dini post operasi, yaitu sebagian besar pada kategori kurang yaitu 27 orang (64,3%) meningkat menjadi cukup 26 orang (61,9%). Kegiatan penyuluhan kesehatan diruang perawatan bisa dilakukan secara berkelanjutan untuk meningkatkan pengetahuan dan kemandirian pasien dan keluarga melakukan mobilisasi dini post operasi sehingga menurunkan tingkat ketergantungan pasien diruang perawatan.Kata kunci: edukasi; mobilisasi dini; post operasi. AbstractThe number of patients undergoing surgery is increasing every year. Common problems that arise after surgery are pain in the wound area and other things that make patients reluctant to move or rest in bed. This condition has many side effects, including delaying the recovery process after surgery. The community's mission is to increase awareness among patients and families about exercise early after surgery to reduce pain and speed recovery. The method used in this activity is health education through lectures, discussions and practical demonstrations of simple exercises using an LCD screen and posters. This activity was carried out in the Flamboyan room at Praya Hospital, Central Lombok on August 9 2023 with the target of the activity being post-surgical patients who were undergoing treatment and 42 patients' families. As a result of this community service, it was found that there was an increase in the knowledge of health education participants before and after the delivery of post-operative early mobilization material, namely the majority in the inadequate are 27 people (64.3%) to sufficient category 26 people (61.9%). Medical training in the treatment room can be carried out immediately to increase the awareness and independence of patients and their families through a rapid recovery after surgery to reduce the dependence of the patient on the treatment room.Keywords: education; early mobilization; post operation.