cover
Contact Name
Zulkarnain
Contact Email
dzul9787@gmail.com
Phone
+6287832631987
Journal Mail Official
selaparang.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan No.1, Pagesangan, Kec. Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Bar. 83115
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan
ISSN : 26145251     EISSN : 2614526X     DOI : https://doi.org/10.31764/jpmb.v5i1.6393
SELAPARANG : Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan merupakan jurnal yang mendiseminasikan setiap pemikiran dan ide gagasan atas hasil penelitian dan pemanfaatan teknologi untuk diimplementasikan kepada masyarakat mencakup ; (1). Bidang ilmu pengetahuan ; MIPA (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi), Terapan, Sosial, Budaya, Ekonomi, dan Kesehatan, (2). Pelatihan dan peningkatan hasil pendidikan dan (3). Pengembangan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,601 Documents
Pendampingan penulisan rencana pembelajaran semester berbasis masalah dan proyek bagi dosen Agung Hartoyo; Ahmad Yani T; Dona Fitriawan; Nurfadilah Siregar; Edy Yusmin; Ade Mirza; Asep Nursangaji; Sugiatno Sugiatno; Yulis Jamiah; Rachmat Saputra
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.24153

Abstract

AbstrakPengabdian ini merupakan pelaksanaan lanjutan dari kedua instituti yaitu untan dan unu kalbar untuk memajukan mutu perguruan tinggi di perguruan swasta. Tujuannya adalah memperkenalkan fitur-fitur kurikulum baru. Tujuan dari perangkat pembelajaran tersebut adalah untuk memasukkan pendidikan karakter untuk memfasilitasi perwujudan Profil Pancasila dan enam dimensinya. Pengabdian ini dilaksanakan di Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Barat dan dilaksanakan dalam bentuk bantuan pembuatan alat desain pembelajaran semester dengan menggunakan pembelajaran berbasis model dan studi kasus. Langkah-langkah pelaksanaan kegiatannya adalah:. 1) Mengidentifikasi permasalahan pembelajaran yang bersifat umum dan khusus,  2) Merumuskan hasil belajar yang berbeda, 3) Menentukan alat penilaian yang diperlukan, 4) Mengembangkan proses pembelajaran kurikulum baru, 5) Memasukkan tujuan pembelajaran ke dalam rencana pembelajaran. Hasil dari layanan pendampingan ini adalah: 1) Membantu pembuatan RPS sampai selesai, 2) RPS yang terdokumentasi sebagai acuan proses pembelajaran, 3) terciptanya kurikulum baku di UNU Kalbar berpedoman dengan aturan kemenristekdikti. Kata kunci: rencana pembelajaran semester; pembelajaran berbasis masalah; pembelajaran berbasis proyek AbstractThis service is a continued implementation of the two institutes, namely untan and unu kalbar to advance the quality of higher education in private universities. The aim is to introduce the features of the new curriculum. The purpose of the learning tools is to incorporate character education to facilitate the realization of the Pancasila Profile and its six dimensions. This service was carried out at the Nahdlatul Ulama University of West Kalimantan and was carried out in the form of assistance in making semester learning design tools using model-based learning and case studies. The steps of implementing the activities are:. 1) Identifying general and specific learning problems, 2) Formulate different learning outcomes, 3) Determine the necessary assessment tools, 4) Develop a new curriculum learning process, 5) Incorporate learning objectives into the learning plan. The results of this mentoring service are: 1) Assist in making the RPS until it is completed, 2) Documented RPS as a reference for the learning process, 3) the creation of a standardized curriculum at UNU Kalbar is guided by the rules of Kemenristekdikti. Keywords: semester learning plan; problem based learning; project based learning
Pendampingan dan pelatihan calistung (baca tulis dan behitung) di SDN 1 Cempaga yang mengalami kesulitan dalam membaca menulis dan berhitung Ni Wayan Sri Darmayanti; Ni Komang Ayu Ulan Dari; Ni Ketut Sri Partini; Kadek Yuni Wulandari; Ni Wayan Epi Ani; Ni Wayan Widiani; I Nyoman Sudirman; Komang Gede Trisna Purwantara
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.23584

Abstract

Abstrak Pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh  dengan keadaan di SD N 1 Cempaga yang masih terdapat beberapa siswa dari kelas 1 sampai kelas 4 yang mengalami kesulitan dalam membaca, menulis dan berhitung. Sehingga perlu dilakukannya pendampingan bagi siswa yang mengalami kesulitan membaca, menulis dan berhitung (calistung) di SD 1 Cempaga. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di SD N 1 Cempaga, yang dilakukan mulai dari awal bulan Oktober sampai akhir bulan November 2023. Dalam pelaksanaanya, pengabdian ini dibantu oleh mahasiswa PPL ITP Markandeya Bali yang berjumlah 5 orang mahasiswa. Kegiatan pendampingan ini dilaksanaan selama 120 menit. Jumlah siswa yang mengikuti kegiatan pengabdian ini kurang lebih berjumlah 15 orang dari beberapa kelas. Proses pelaksanaan pengabdian ini dilaksanakan menggunakan metode pendampingan belajar secara langsung di sekolah yang dilakukan di luar jam pembelajaran berlangsung. Berdasarkan hasil pelaksanaan kegiatan pengabdian yang dilaksankan di SD N 1 Cempaga dapat meningkatkan kemampuan membaca, menulis dan berhitung (calistung) siswa yang mengalami kesulitan belajar. Dalam kegiatan pendampingan ini, siswa dibantu dalam mengenal huruf dan merangkai huruf menjadi suku kata dan lanjut hingga siswa dapat merangkai huruf secara mandiri dan lancar dalam membaca,  siswa juga di ajarkan untuk mengenal angka dari angka 1 sampai 20 kemudian membantu menjumlahkan 2 angka dan mengurangi angka-angka Kata kunci: pendampingan; calistung; kesulitan Abstract This research was motivated by the situation at SDN 1 Cempaga where there were still several students from grade 1 to grade 4 who had difficulty in reading, writing and arithmetic. So it is necessary to provide assistance for students who have difficulty reading, writing and counting (calistung) at SD 1 Cempaga. This service activity was carried out at SD N 1 Cempaga, which was carried out from the beginning of October to the end of November. In its implementation, this service was assisted by PPL ITP Markandeya Bali students totaling 5 students. This mentoring activity was carried out for 120 minutes. The number of students who participated in this service activity was approximately 15 people from several classes. The process of implementing this service is carried out using the method of direct learning assistance at school which is carried out outside of learning hours. Based on the results of the implementation of service activities carried out at SD N 1 Cempaga, it can improve the reading, writing and numeracy skills (calistung) of students who have learning difficulties. In this mentoring activity, students are assisted in recognizing letters and stringing letters into syllables and continue until students can string letters independently and fluently in reading, students are also taught to recognize numbers from numbers 1 to 20 then help add 2 numbers and reduce numbersKeywords: mentoring; calistung; difficulty
Achievement motivation training untuk kesuksesan akademis dan karir pada siswa SMAN 1 Blitar Nunuk Latifah; Anna Widayani; Ika Rachmawati; Rani A. Normawati; Shanti Ike Wardani; Adiguna S. W. Utama; Hindra Kurniawan
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.22578

Abstract

AbstrakFenomena perubahan karakter pada generasi Z  telah berdampak pada kualitas peserta didik. Hal ini menjadi tantangan krusial khususnya bagi pendidik untuk menghadapi generasi yang lahir pada era digital saat ini. Permasalahan yang menjadi tantangan dalam menghadapi peserta didik di SMAN 1 Blitar diantaranya adalah ketergantungan teknologi, isolasi sosial, dan kurangnya motivasi belajar.  Adanya sistem zonasi juga mempengaruhi input peserta didik yang memiliki kualitas dari pendidikan, mental dan kepribadian yang bervariasi. Sehingga diperlukan pendekatan holistik yang melibatkan pendidikan karakter, motivasi berprestasi, pengenalan potensi diri, dan kecerdasan emosional untuk membantu peserta didik menghadapi kompleksitas dunia modern. Sasaran kegiatan ini adalah siswa kelas 10, 11 dan 12 SMAN 1 Blitar yang berjumlah 500 orang. Melalui implementasi Achievement Motivation Training (AMT), bertujuan untuk peningkatan motivasi siswa dalam mencapai tujuan akademis dan karir. Evaluasi kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan melalui pretest sebelum kegiatan dan postest setelah kegiatan. Hasil kegiatan ini menunjukkan peningkatan pemahaman siswa terkait penggalian potensi diri dan motivasi berprestasi meningkat rata-rata 79 point dari sebelum kegiatan sebesar 78 point. Hal ini mencakup perlunya pendidikan karakter, literasi tentang masa depan, dan dukungan sosial untuk meningkatkan motivasi dan kualitas hidup peserta didik di era digital. Kata kunci: generasi Z; literasi; pendekatan holistik; pendidikan karakter AbstractThe phenomenon of character change in generation Z has had an impact on the quality of students. This is a crucial challenge especially for educators to deal with the generation born in the current digital era. Problems that become challenges in dealing with students at SMAN 1 Blitar include technology dependence, social isolation, and lack of motivation to learn.  The zoning system also affects the input of students who have varying quality of education, mentality and personality. Thus, a holistic approach involving character education, achievement motivation, self-potential recognition, and emotional intelligence is needed to help students deal with the complexities of the modern world. The targets of this activity were 500 students in grades 10, 11 and 12 of SMAN 1 Blitar. Through the implementation of Achievement Motivation Training (AMT), it aims to increase student motivation in achieving academic and career goals. The evaluation of this community service activity was carried out through a pretest before the activity and a posttest after the activity. The results of this activity showed an increase in students' understanding related to exploring their potential and achievement motivation increased by an average of 79 points from before the activity of 78 points. This includes the need for character education, literacy about the future, and social support to increase the motivation and quality of life of students in the digital era. Keywords: generation Z; literacy; holistic approach; character education
Pelatihan pembuatan pupuk kompos berbasis eco enzyme Rima Nindia Selan; Yeremias M. Pell; Gusnawati Gusnawati; Demit B. N. Riwu; Jahirwan Ut Jasron
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 1 (2024): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i1.22246

Abstract

Abstrak Masyarakat Kelurahan Oepura, Kota Kupang, NTT selama ini mempunyai usaha ternak babi yang menghasilkan limbah cair dan padat. Selama inimasyarakatbelummemanfaatkanlimbah ternakbabi sebagaibahandasarpupukkompos.Tujuan kegiatan pengabdian kali ini yaitu untuk memberikan pengetahuan kepada mitra baagaimana membuat pupuk kompos dari kotoran babi berbasis eco enzyme. Kegiatan Pengabdian diadakan pada bulan Agustus Tahun 2023, bertempat di pekarangan warga yang memiliki ternak babi. Metode pengabdian dilakukan dengan sosialisasi, penyuluhan, pelatihan dan pendampingan tentang pengolahan limbah kotoran ternak, Hasil yang diperoleh yaitu mitra sudah dapat membuat pupuk kompos berbasis eco enzyme secara mandiri dan mengaplikasikan penggunaan pupuk tersebut di tanaman. Kata kunci: pupuk kompos; limah ternak; eco enzyme. Abstract The people of Oepura Village, Kupang City, NTT have had a pig farming business which produces liquid and solid waste. So far, people have not used pig waste as a basic ingredient for compost fertilizer. The aim of this service activity is to provide knowledge to partners on how to make eco enzyme-based compost fertilizer. The service activity will be held in August 2023, taking place in the yards of residents who have pigs. The service method is carried out through socialization, counseling, training and mentoring regarding livestock manure waste processing. The results obtained are that partners are able to make eco enzyme-based compost fertilizer independently and apply the fertilizer to plants. Keywords: compost fertilizer; livestock manure; eco enzyme
Pendampingan pembuatan produk tisane dan aromaterapi dari bahan dasar jahe merah pada Kader Lansia di desa Pandansari, kecamatan Poncokusumo, kabupaten Malang Achmad Syukkur; Yustina Emi Setyobudi
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 1 (2024): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i1.21385

Abstract

Abstrak Jahe merah memiliki nama latin Zingiber officinale Linn varvrubrum, merupakan jenis tanaman terna dengan rimpang kuat dan menjalar, yang memiliki kandungan minyak atsiri, oleoresin dan pati lebih tinggi daripada jenis jahe lainnya, pengolahan jahe merah akan meningkatkan nilai ekonomi dan nilai manfaat khususnya manfaat kesehatan. Tujuan kegiatan yaitu melakukan pendampingan kepada kader dengan memberikan edukasi mengenai manfaat dan khasit jahe merah serta pengolahan jahe merah menjadi tisane dan aromaterapi. Kegiatan yang dilaksanakan : penguatan pengetahuan kader terkait khasiat dan manfaat jahe merah terhadap kesehatan dan pembuatan produk jahe merah melalui pengolahan jahe merah menjadi tisane dan aromaterapi. Hasil evaluasi didapatkan nilai rata-rata pretest 49,23 menjadi 80,77 saat posttest atau meningkat sebesar 64,06%, sedangkan hasil evaluasi pengolahan jahe merah menjadi tisane jahe dan aromaterapi didapatkan nilai rata-rata pretest 47,69 menjadi 86,92 saat posttest atau meningkat sebesar 82,26%. Hasil pengabdian ini diharapkan dapat memberikan edukasi kepada masyarakat khsususnya para kader terkait peningkatan nilai ekonomi dan nilai manfaat dari jahe merah menjadi sebuah produk tisane dan aromaterapi jahe merah. Kata kunci: kader lansia;  jahe merah; tisane jahe; aromaterapi jahe; kesehatan. Abstract Red ginger has the Latin name Zingiber officinale Linn varvrubrum, is a type of herb plant with strong and spreading rhizomes, which has higher essential oil, oleoresin and starch content than other types of ginger. Processing red ginger will increase its economic value and beneficial value, especially health benefits. The aim of the activity is to provide assistance to cadres by providing education about the benefits and properties of red ginger as well as processing red ginger into tisane and aromatherapy. Activities carried out: strengthening cadres' knowledge regarding the properties and benefits of red ginger for health and making red ginger products through processing red ginger into tisane and aromatherapy. The evaluation results obtained an average pretest score of 49.23 to 80.77 during the posttest or an increase of 64.06%, while the evaluation results of processing red ginger into ginger tisane and aromatherapy obtained an average pretest value of 47.69 to 86.92 during the posttest. posttest or increased by 82.26%. It is hoped that the results of this service will provide education to the community, especially cadres, regarding increasing the economic value and beneficial value of red ginger into a red ginger tisane and aromatherapy product. Keywords: elderly cadres; red ginger; ginger tisane; ginger aromatherapy; health.
Edukasi budidaya kelapa (Cocos nucifera L.) menggunakan teknik good agriculture practice di kecamatan Gumukmas kabupaten Jember Ramadhan Taufika; Usken Fisdiana; Siti Humaida; Dwi Rahmawati; Dyah Nuning Erawati
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 1 (2024): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i1.21619

Abstract

Abstrak Produksi kelapa di Kabupaten Jember setiap tahun mengalami fluktuasi karena beberapa faktor. Salah satu penyebab yaitu mayoritas petani di Indonesia belum melakukan teknik budidaya kelapa menggunakan aplikasi Good Agriculture Practice (GAP). Kecamatan Gumukmas merupakan salah satu daerah dengan penghasil kelapa yang rendah dibandingkan dengan daerah lain di Kabupaten Jember. Hasil analisis situasi melalui wawancara dengan Ketua Gapoktan Jaya Makmur di Desa Menampu, Kecamatan Gumukmas diketahui permasalahan yang terjadi terkait produksi kelapa yang rendah adalah mitra memiliki pengetahuan yang rendah terkait budidaya kelapa. Informasi lain yang diperoleh dari mitra Gapoktan Jaya Makmur Desa Menampu Kecamatan Gumukmas, mulai dari tahun 1990 sejak introduksi kelapa di Kecamatan Gumukmas, budidaya kelapa yang dilakukan oleh mitra secara mandiri dan tidak ada edukasi dari pihak terkait. Solusi untuk menyelesaikan permasalahan mitra antara lain memberikan informasi dan pengetahuan kepada mitra. Langkah tersebut dilaksanakan oleh tim pengabdi dengan memberikan edukasi tentang budidaya Kelapa Dalam menggunakan aplikasi GAP mulai dari tahap persemaian benih, pembibitan, serta pemeliharaan kelapa pada fase Tanaman Menghasilkan. Tahap kegiatan meliputi koordinasi rencana kegiatan, edukasi budidaya kelapa menggunakan teknik GAP, serta evaluasi. Hasil dari pelaksanaan kegiatan pengabdian adalah pengetahuan mitra mengenai budidaya kelapa meningkat. Hal ini dilihat dari sesi tanya jawab serta hasil pretest dan post test mitra pada saat pengabdian. Hasil akhir pengabdian ini mitra berkeinginan untuk budidaya kelapa dengan teknik GAP. Kata kunci: budidaya; edukasi; kelapa; pengetahuan; permasalahan Abstract Coconut production in Jember Regency fluctuates every year due to several factors. One of the reasons is that the majority of farmers in Indonesia have not implemented coconut cultivation techniques using the Good Agriculture Practice (GAP) application. Gumukmas District is one of the areas with low coconut production compared to other areas in Jember Regency. The results of the situation analysis through interviews with the Chair of Gapoktan Jaya Makmur in Menampu Village, Gumukmas District revealed that the problem that occurs related to low coconut production is that partners have low knowledge regarding coconut cultivation. Other information obtained from partners of Gapoktan Jaya Makmur, Menampu Village, Gumukmas District, starting from 1990 since the introduction of coconut in Gumukmas District, coconut cultivation was carried out by partners independently and there was no education from related parties. Solutions to resolve partner problems include providing information and knowledge to partners. This step was carried out by the service team by providing education about Deep Coconut cultivation using the GAP application starting from the seed sowing, nursery and coconut maintenance stages in the Producing Plants phase. The activity stage includes coordination of activity plans, education on coconut cultivation using the GAP technique, and evaluation. The result of implementing community service activities is that partners' knowledge regarding coconut cultivation increases. This can be seen from the question and answer session as well as the results of the partners' pretest and posttest during the service. The final result of this service is that partners wish to cultivate coconuts using the GAP technique. Keywords: cultivation; coconuts; education; knowledge; problems
PENDIDIKAN DAN PELATIHAN UNTUK MENGOPTIMALISASIKAN KETRAMPILAN MENGAJAR BAHASA INGGRIS SEBAGAI BAHASA ASING BAGI SISWA TK DAN PAUD Nida, Faridatun; Jannah, Lisna Syahadatul; Satriawan, Satriawan
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 4 (2023): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i4.19416

Abstract

ABSTRAKGlory Learning Center (GLC) adalah sebuah lembaga bimbingan belajar bahasa Inggris untuk siswa TK yang telah bekerjasama dengan beberapa TK di wilayah Purwokerto, Purbalingga, Jatilawang, Banyumas, hingga Banjarnegara. Perekrutan pengajar di GLC lebih berfokus pada kemampuan calon pengajar dalam menangani siswa di kelas. Sementara itu, ketrampilannya dalam mengajar bahasa Inggris menjadi persyaratan tambahan untuk kegiatan pembelajaran di kelas. Akibatnya, terdapat keluhan dari orang tua siswa, seperti cara mengajar yang kurang sesuai dan pelafalan yang kurang tepat. Melihat permasalahan ini, pengabdian berupa edukasi dan pelatihan dilakukan agar mereka memiliki pemahaman tentang pembelajaran bahasa Inggris, khususnya untuk siswa TK. Pengajar diperkenalkan dan melakukan praktik mengenai cara menggunakan kamus daring yang dapat dimanfaatkan sebagai penunjang pembelajaran, khususnya dalam hal pelafalan. Survei pasca kegiatan menunjukan keberhasilan kegiatan dengan indikator kognitif para peserta. Sebanyak 80 % pengajar dapat memahami materi dengan baik dan dapat menggambarkan rencana implementasinya di kelas. Selain itu, terjadi peningkatan pada pengenalan terhadap kamus. Awalnya, hanya sekitar 20% pengajar yang mengetahui adanya kamus daring untuk pembelajaran pelafalan. Setelah kegiatan pengabdian dilaksanakan, seluruh pengajar memahami dan termotivasi dalam memanfaatkannya. Dengan demikian, kegiatan pengabdian ini memberikan dampak baik bagi pengajar, khususnya bagi mereka yang memiliki latar belakang keilmuan non-bahasa. Kegiatan ini juga meningkatkan nilai jual lembaga bimbingan tersebut karena memiliki sumber daya berkualitas yang menunjang kegiatan pembelajaran. Kata kunci: pembelajaran bahasa Inggris; TK dan PAUD; glory learning center ABSTRACTProblems in the beginner-level English learning try to be solved by a community service activity, Amikom Mitra Masyarakat scheme. It is carried out by giving education and learning to teacher in Glory Learning Center (GLC). Teacher recruitment at GLC is more focused on how to handle children in class and English teaching skills become an additional requirement. Seeing this problem, service needs to be carried out so that they will have a better understanding of English learning for kindergarten students. Hence, they not only convey the material based on the module, but also have consideration in delivering learning material and assessing student learning outcomes. Then, teachers are introduced to online dictionaries that can be used as learning reference, especially in terms of pronunciation. The teachers also practice to use the dictionary. Through the post-activity survey, it was seen that the activity was successful with the cognitive indicators of the participants. Teachers can understand the material well and can describe the implementation plan in class. Thus, this service activity has a good impact on teachers, especially for those who have non-language education background, as well as increasing the value of institution because it has quality resources. Keywords: english learning; kindergarten and early childhood education; glory learning centre
Pemberdayaan masyarakat dalam pengolahan sampah organik di desa Aranio RT.01 kabupaten Banjar Kalimantan Selatan Andini Octaviana Putri; Erlangga Muthaharramadhan; Anita Salsabilla Aprilia Adzra; Arina Alifia Nur Assyfa; Che Che Rinda Putri
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.23345

Abstract

Abstrak Kebersihan lingkungan merupakan bagian penting dari kehidupan manusia dan menjadi fokus dalam ilmu kesehatan. Lingkungan yang bersih dan sehat harus bebas dari kotoran seperti debu, sampah, dan bau agar terhindar dari berbagai penyakit yang disebabkan oleh mikroba, virus, bakteri, dan patogen lainnya. Kegiatan sehari-hari masyarakat menyebabkan bertambahnya sampah yang menumpuk, sementara sikap acuh tak acuh terhadap sampah mencemari lingkungan. Berdasarkan data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menunjukkan jumlah timbunan sampah di Indonesia terus meningkat, dengan sebagian besar terdiri dari sampah organik dan plastik. Sampah organik, terutama dari rumah tangga, menjadi jenis sampah yang dominan. Penanganan sampah organik masih belum optimal, dengan sebagian besar dibuang secara tidak tepat, mengakibatkan dampak negatif bagi lingkungan dan kesehatan masyarakat. Kurangnya tempat pembuangan sampah yang memadai, rendahnya kesadaran dan kemauan masyarakat untuk mengelola sampah, serta minimnya pemahaman akan manfaat dan keengganan memanfaatkan kembali sampah semakin memperburuk kondisi lingkungan. Hasil diagnosa komunitas di Desa Aranio RT. 01 menunjukkan masih banyak rumah tangga yang membuang sampah secara tidak tepat, disebabkan oleh kurangnya kesadaran dan jarak yang jauh ke tempat pembuangan sampah. Untuk mengatasi masalah ini, diperlukan pengelolaan sampah yang lebih baik, termasuk pendekatan seperti penggunaan Eco-enzyme. Melalui program pengabdian masyarakat EcoGrow di Desa Aranio RT.01, dilakukan sejumlah kegiatan termasuk penyuluhan, pelatihan pembuatan Eco-enzyme dan hidroponik, pembentukan komunitas, serta monitoring dan evaluasi. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan sikap masyarakat terkait pengelolaan sampah setelah program dilaksanakan. Melalui kolaborasi antara komunitas dan pemerintah setempat, upaya pengelolaan sampah yang berkelanjutan dan ramah lingkungan dapat terwujud. Kata kunci: lingkungan; sampah; eco-enzyme; pengelolaan; komunitas. Abstract Environmental cleanliness is an important part of human life and is a focus in the field of health sciences. A clean and healthy environment must be free from dirt such as dust, waste, and odor to avoid various diseases caused by microbes, viruses, bacteria, and other pathogens. Daily activities of the community lead to an accumulation of waste, while an indifferent attitude towards waste pollutes the environment. Data from the Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan shows that the amount of waste piles in Indonesia continues to increase, with the majority consisting of organic and plastic waste. Organic waste, especially from households, is the dominant type of waste. The handling of organic waste is still not optimal, with the majority being disposed of improperly, resulting in negative impacts on the environment and public health. The lack of adequate waste disposal facilities, low awareness and willingness of the community to manage waste, as well as the limited understanding of the benefits and reluctance to reuse waste, further exacerbate environmental conditions. The community diagnosis results in Desa Aranio RT. 01 indicate that many households do not dispose of waste properly, due to lack of awareness and the distant location of waste disposal sites. To address this issue, better waste management is needed, including approaches such as the use of Eco-enzymes. Through the EcoGrow community service program in Desa Aranio RT.01, several activities are carried out including education, training in Eco-enzyme and hydroponic production, community formation, as well as monitoring and evaluation. Evaluation results indicate an increase in knowledge and attitudes of the community regarding waste management after the program implementation. Through collaboration between the community and local government, efforts for sustainable and environmentally friendly waste management can be realized. Keywords: environment; waste; eco-enzyme; management; community.                                                                                                                                       
Peningkatan implementasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Destana Rambipuji dalam operasi penanggulangan bencana Hadziqul Abror; Eriska Eklezia Dwi Saputri; Riska Laksmita Sari; Welayaturromadhona Welayaturromadhona; Agus Triono
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.23443

Abstract

AbstrakDesa Rambipuji memiliki topografi daratan dengan ketinggian berkisar 145 mdpl dan dilalui oleh sungai Dinoyo yang mengalir dari hulu lereng pengunungan Argopuro. Kondisi sungai terus mengalami pendangkalan, puncaknya pasca banjir bandang 2006 dan sampai saat ini belum ada normalisasi sungai Dinoyo. Desa Rambipuji sangat rawan banjir karena permukaan air sungai Dinoyo relatif sejajar dengan perkampungan padat penduduk sehingga hampir tiap tahunnya mengalami bencana banjir. Untuk menanggulangi bencana banjir yang tiap tahun terjadi, Desa Rambipuji membentuk Desa Tanggap Bencana (Destana) Rambipuji. Destana ini secara cepat dan tanggap melakukan kerja penanggulangan bencana pada pra bencana, darurat bencana serta pasca bencana. Dalam menjalankan fungsinya, Destana terdiri dari unsur pengurus dan relawan. Destana ini sudah dibekali dengan kemampuan teknis kebencanaan, namun saat operasi penanggulangan bencana relawan seringkali bekerja dengan membahayakan diri sendiri seperti tanpa APD yang memadai dan mengabaikan potensi bahaya dari kegiatannya. Untuk itu, penting dilakukan adopsin konsep K3 dari dunia industri untuk diimplementasikan Destana Rambipuji sebagai upaya meminimalisir resiko dan meningkatkan kepatuhan relawan pada prosedur kerja yang memenuhi aspek K3. Adapun kegiatan pengabdian ini meliputi tahap persiapan program pada bulan Juni-Juli 2023; Sosialisasi K3 dalam operasi tangguh bencana dan bimbingan teknis penyusunan job safety analysis (JSA) operasi bencana yang dilaksanakan pada tanggal 29 Juli 2023; serta pendampingan penyusunan SOP kerja berbasis K3 yang dilaksanakan pada bulan Agustus-November 2023. Dari kegiatan ini, relawan Destana Rambipuji memiliki kesadaran terkait pentingnya budaya K3, mampu melakukan managemen resiko saat operasi tanggap bencana, mampu menyusun dokumen JSA, serta melengkapi SOP kerja berbasis K3. Kata kunci: K3; destana; tangguh bencana; banjir AbstractRambipuji Village has a land topography with an altitude of around 145 metres above sea level and is traversed by the Dinoyo river which flows from the upstream slopes of the Argopuro mountains. The condition of the river continues to silt up, culminating in the 2006 flash flood and until now there has been no normalisation of the Dinoyo river. Rambipuji village is prone to flooding because the Dinoyo river's water level is relatively level with the densely populated villages, so flooding occurs almost every year. To cope with the floods that occur every year, Rambipuji Village formed the Rambipuji Disaster Response Village (Destana). This Destana quickly and responsively carries out emergency work in pre-disaster, disaster emergency and post-disaster. In carrying out its functions, Destana consists of administrators and volunteers. Destana has been equipped with disaster technical skills, but during disaster management operations volunteers often work by endangering themselves such as without adequate PPE and ignoring the potential dangers of their work. For this reason, it is important to adopt the Occupational Health and Safety (OHS) concept from the industrial world to be implemented by Destana Rambipuji as an effort to minimise risk and increase volunteer compliance with work procedures that meet OHS aspects. The service activities include the program preparation stage in June-July 2023; OHS socialisation in disaster resilient operations and technical guidance on the preparation of job safety analysis (JSA) for disaster operations carried out on 29 July 2023; and assistance in preparing OHS-based work SOPs carried out in August-November 2023. From this activity, Destana Rambipuji volunteers have an awareness of the importance of OHS culture, are able to carry out risk management during disaster response operations, are able to compile JSA documents, and complete OHS-based work SOPs. Keywords: HSE; disaster response village; disaster resilience; flood
Pendampingan penyusunan instrumen asesmen diagnostik matematika untuk mendesain pembelajaran beriferensiasi di Sekolah Dasar Falistya Roisatul MN; Nawang Sulistyani; Mochammad Archi Maulyda; Tyas Deviana
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 1 (2024): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i1.22258

Abstract

Abstrak Salah satu kesulitan yang dialami guru di sekolah mitra dalam implementasi kurikulum merdeka yaitu mendesain pembelajaran berdiferensiasi pada mata pelajaran matematika. Hal penting yang harus dilakukan guru dalam merancang pembelajaran berdiferensiasi adalah melakukan asesmen diagnostic yang dapat membantu guru dalam mengidentifikasi kebutuhan dan memetakan kemampuan siswa. Tujuan kegiatan ini adalah melakukan pendampingan penyusunan instrument asesmen diagnostic matematika untuk mendesain pembelajaran berdiferensiasi di sekolah dasar. Metode yang digunakan  untuk mengatasi permasalahan mitra yaitu melalui kegiatan: 1) workshop penyusunan instrumen asesmen diagnostik; 2) pendampingan penyusunan instrumen asesmen diagnostik; 3) implementasi asesmen diagnostik; 4) monitoring dan evaluasi; serta 5) pelaporan. Keberhasi;an program pengabdian kepada masyarakat ini ditunjukkan adanya peningkatan hasil pre-test dan post-test pengetahuan guru tentang konsep dan penyusunan instrument asesmen diagnostic. Instrument assessment diagnostic yang telah disusun berdasarkan hasil pendampingan, digunakan guru sebagai acuan dalam mendesain pembelajaran berdiferensiasi. Kelas yang bediferensiasi dapat menyajikan jalan yang berbeda dalam rangka memperoleh pengetahuan, memahami ide-ide dan mengembangkan produk sehinga pembelajaran terlaksana secara efektif. Kata kunci: asesmen diagnostic; instrumen asesmen; kurikulum Merdeka; pembelajaran berdiferensiasi  Abstract One of the difficulties experienced by teachers at partner schools in implementing the merdeka curriculum is designing differentiated learning in mathematics subjects. The important thing that teachers must do in designing differentiated learning is to carry out diagnostic assessments that can help teachers identify needs and map student abilities. This activity aims to assist in preparing mathematics diagnostic assessment instruments to design differentiated learning in elementary schools. The method used to overcome partner problems is through activities: 1) workshops on preparing diagnostic assessment instruments; 2) assistance in preparing diagnostic assessment instruments; 3) implementation of diagnostic assessments; 4) monitoring and evaluation; and 5) reporting. The success of this community service program is demonstrated by an increase in pre-test and post-test results in teacher knowledge regarding the concept and preparation of diagnostic assessment instruments. Teachers use the diagnostic assessment instrument prepared based on the mentoring results as a reference in designing differentiated learning. Differentiated classes can present different paths to gaining knowledge, understanding ideas, and developing products so that learning can occur effectively. Keywords: diagnostic assessment; assessment instruments; independent curriculum; differentiated learning