cover
Contact Name
Zulkarnain
Contact Email
dzul9787@gmail.com
Phone
+6287832631987
Journal Mail Official
selaparang.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan No.1, Pagesangan, Kec. Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Bar. 83115
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan
ISSN : 26145251     EISSN : 2614526X     DOI : https://doi.org/10.31764/jpmb.v5i1.6393
SELAPARANG : Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan merupakan jurnal yang mendiseminasikan setiap pemikiran dan ide gagasan atas hasil penelitian dan pemanfaatan teknologi untuk diimplementasikan kepada masyarakat mencakup ; (1). Bidang ilmu pengetahuan ; MIPA (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi), Terapan, Sosial, Budaya, Ekonomi, dan Kesehatan, (2). Pelatihan dan peningkatan hasil pendidikan dan (3). Pengembangan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,601 Documents
Pengabdian masyarakat : membangun kemampuan penetapan harga produk makanan sesuai tren pasar dan target konsumen bagi UMKM Aliah Ghina; Leriza Desitama Anggraini; Reny Aziatul Pebriani
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.24666

Abstract

AbstrakUMKM di Indonesia memainkan peran penting dalam perekonomian nasional. Namun, banyak UMKM masih mengalami kesulitan dalam menentukan harga produk makanan yang optimal. Hal ini dapat menghambat pertumbuhan dan keberlanjutan usaha mereka.Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk membangun kemampuan UMKM dalam menetapkan harga produk makanan yang sesuai dengan tren pasar dan target konsumen. Penerapan metode kegiatan ini melibatkan pemanfaatan teknik pelatihan, pendampingan, dan konsultasi. Materi pelatihan mencakup konsep penetapan harga, analisis tren pasar, analisis target konsumen, dan strategi penetapan harga yang efektif.  Hasil kegiatan menyatakan bahwa ada perubahan yang terjadi dalam peningkatan pemahaman UMKM tentang konsep penetapan harga, peningkatan kemampuan UMKM dalam menganalisis tren pasar dan target konsumen, peningkatan kemampuan UMKM dalam menetapkan harga produk makanan yang optimal. Kata kunci: UMKM; harga produk penjualan; harga jual; tren pasar; target konsumen Abstract MSMEs in Indonesia play an important role in the national economy. However, many MSMEs still experience difficulties in determining optimal prices for food products. This can hinder the growth and sustainability of their business. The aim of this community service activity is to build the ability of MSMEs to set prices for food products in accordance with market trends and consumer targets. This activity method is carried out using training, mentoring and consultation methods. Training materials cover pricing concepts, market trend analysis, consumer target analysis, and effective pricing strategies. The results of the activity stated that there were changes that occurred in increasing MSMEs' understanding of the concept of pricing, increasing the ability of MSMEs in analyzing market trends and target consumers, increasing the ability of MSMEs in setting optimal prices for food products. Keywords: MSMEs; product sales prices;  selling prices;  market trends; consumer targets
Gerakan pengelolaan air limbah rumah tangga (GELORA) menggunakan Moringa oleifera di desa Aranio RT. 02, kabupaten Banjar Faris Zaky Mahendra; Apipah Apipah; Humaira Azlia; Saidatu Rasidah; Lenie Marlinae
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.23182

Abstract

Abstrak Masalah kesehatan masyarakat dari hasil kegiatan pengalaman belajar lapangan adalah pembuangan limbah langsung ke sungai. Berasal dari limbah air dapur, air kamar mandi, air cuci pakaian, dan air wastafel ke sungai sebanyak 4.125 liter. Pembuangan limbah ke sungai disebabkan oleh kurangnya pengetahuan dan kesadaran dalam mengelola limbah. Oleh karena itu, dilaksanakan  program pengelolaan limbah rumah tangga guna menekan kejadian pencemaran lingkungan. Program tersebut berisikan pemberian penyuluhan limbah padat dan limbah cair rumah tangga, pemberian bibit kelor sebagai pengelolaan limbah cair yang juga dapat dimanfaatkan menjadi bahan olahan dan menanggulangi permasalahan limbah, kegiatan gotong-royong untuk membersihkan lingkungan sekitar khusunya saluran air yang ada, serta monitoring dan evaluasi. Program ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan peran aktif masyarakat desa akan pentingnya menjaga status kesehatan dan lingkungan. Hasil pengabdian menghasilkan output peningkatan >50% (76%) pengetahuan peserta terkait limbah cair rumah tangga dan tanaman kelor, serta peningkatan >50% (71%) pengetahuan peserta terkait penyuluhan limbah padat hasil pre-test dan post-test yang telah diisi. Pada kegiatan gotong royong juga terjadi peningkatan kebersihan lingkungan dengan hasil rekapitulasi penilaian lembar observasi yaitu skor baik. Kata kunci: limbah rumah tangga; kelor; sampah Abstract A public health problem from the results of the field learning experience activities is the direct disposal of waste into the river. Coming from kitchen water waste, bathroom water, clothes washing water, and sink water to the river as much as 4,125 liters. The disposal of waste into the river is caused by a lack of knowledge and awareness in managing waste. Therefore, a household waste management program was implemented to reduce the incidence of environmental pollution. The program contains the provision of counseling on household solid and liquid waste, the provision of moringa seeds as liquid waste management which can also be used as processed materials and overcome waste problems, mutual cooperation activities to clean the surrounding environment, especially existing waterways, and monitoring and evaluation. This program is expected to increase the knowledge, awareness, and active role of the village community on the importance of maintaining health status and the environment. The results of the service resulted in an output increase of >50% (76%) of participants' knowledge related to household liquid waste and moringa plants, as well as an increase of >50% (71%) of participants' knowledge related to solid waste counseling from the pre-test and post-test results that had been filled out. In mutual cooperation activities, there was also an increase in environmental cleanliness with the results of the recapitulation of the observation sheet assessment, namely a good score. Keywords: household waste; moringa; garbage
Budidaya maggot: solusi alternatif pengolahan limbah organik di kota Kupang, provinsi Nusa Tenggara Timur Kevin Cleary Wanta; Yansen Hartanto; Y.I.P. Arry Miryanti; Herry Santoso; Judy Retti B. Witono
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 1 (2024): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i1.22242

Abstract

Abstrak Permasalahan limbah organik merupakan hal yang kompleks untuk diselesaikan. Kondisi serupa juga dialami di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), di mana volume limbah organiknya sangat tinggi. Selama ini, pengolahan limbah organik yang dilakukan masih belum memberikan hasil yang optimal. Kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam pengolahan limbah organik masih perlu ditingkatkan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, partisipasi, dan wawasan masyarakat dalam pengolahan limbah organik melalui budidaya maggot. Bentuk kegiatan yang dilaksanakan ada dua, yaitu seminar dan pelatihan. Kegiatan ini melibatkan berbagai komunitas atau instansi terkait di Kota Kupang, seperti Dinas Lingkungan Hidup, biara, sekolah, restoran, hotel, pelajar, dan lain-lain. Keberhasilan kegiatan ini diukur melalui tahapan pre- dan post-test di mana proses evaluasi memberikan hasil yang positif. Pemahaman peserta terhadap materi meningkat tajam dari 0,98 menjadi 3,15 (dari skala 4). Lebih jauh, 80% responden juga menyatakan kesediaannya untuk menerapkan ilmu yang diberikan. Meskipun target kegiatan telah tercapai, tantangan untuk membudidayakan maggot sebagai solusi alternatif pengolahan limbah organik masih banyak. Oleh karena itu, kerja sama dan partisipasi pemerintah, industri, akademisi, dan masyarakat harus ditingkatkan ke depannya. Kata kunci: limbah organik; budidaya; maggot; kupang Abstract The problem of organic waste is a complex matter to solve. This condition is also experienced in Kupang City, East Nusa Tenggara (NTT) Province, where the volume of organic waste is very high. So far, the processing of organic waste that has been carried out has yet to provide optimal results. Community awareness and participation in processing organic waste still need to improve. This service activity aims to increase community awareness, participation, and insight into processing organic waste through maggot cultivation. There are two forms of activities carried out, namely seminars and training. This activity involves various communities or related institutions in Kupang City, such as the Environmental Service, monasteries, schools, restaurants, hotels, students, etc. The success of this activity is measured through the pre- and post-test stages, where the evaluation process shows positive results. The participants' understanding of the material increased sharply from 0.98 to 3.15 (on a scale of 4). Furthermore, 80% of respondents also expressed willingness to apply the knowledge provided. Even though the activity target has been achieved, there are still many challenges in cultivating maggots as an alternative solution for processing organic waste. Thus, cooperation and participation from government, industry, academics, and society must be increased in the future. Keywords: organic waste; cultivation; maggot; kupang
Manajemen kesehatan tanaman hortikultura di desa Sukorambi kabupaten Jember Ankardiansyah Pandu Pradana; Rachmi Masnilah; Zidna Nurul Izzatika; Mohammad Hoesain; Saifuddin Hasjim; Wagiyana Wagiyana; Suharto Suharto; Fariz Kustiawan Alfarisy; Bambang Irawan
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 1 (2024): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i1.21214

Abstract

Abstrak Pengetahuan dan pemahaman yang kuat tentang pengendalian hama dan penyakit tanaman merupakan aspek penting dalam mendukung produktivitas dan keberlanjutan sektor pertanian. Studi ini mengevaluasi efektivitas program edukasi manajemen kesehatan tanaman hortikultura di Desa Sukorambi, Kabupaten Jember. Program ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman petani terkait praktik-praktik pengendalian yang lebih baik melalui partisipasi aktif petani dan mahasiswa dalam penyampaian materi. Metode yang digunakan terdiri atas penyampaian materi melalui metode visual dan diskusi, yang memungkinkan pemahaman oleh petani. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman petani tentang manajemen kesehatan tanaman, yang tercermin dalam peningkatan skor pemahaman dan motivasi. Hasil dari analisis SWOT menunjukkan bahwa program ini memiliki kekuatan dalam keterlibatan aktif petani dan dukungan dari universitas. Namun, ada kelemahan yang perlu diatasi, terutama terkait dengan keterbatasan anggaran dan infrastruktur. Program ini juga menghadapi peluang seperti potensi dukungan tambahan dari pihak eksternal dan peluang untuk memperluas jaringan kerja sama dalam sektor pertanian. Ancaman yang harus diperhatikan adalah perubahan kebijakan pemerintah yang dapat memengaruhi pendanaan program, serta potensi penurunan minat petani seiring berjalannya waktu. Kesimpulannya, program ini memiliki dampak positif dalam meningkatkan pemahaman petani terkait pengendalian hama dan penyakit tanaman. Dengan upaya lebih lanjut dan dukungan tambahan, program ini memiliki potensi untuk terus berperan penting dalam mendukung pertanian berkelanjutan dan produktif di wilayah Desa Sukorambi, Kabupaten Jember. Kata kunci: hama; motivasi; patogen; pemahaman; seminar Abstract A strong knowledge and understanding of pest and disease control in plants are essential aspects to support productivity and sustainability in the agricultural sector. This study evaluates the effectiveness of an educational program on horticultural plant health management in Sukorambi Village, Jember Regency. The program aims to enhance farmers' understanding of improved pest and disease control practices through active participation of farmers and students in delivering the materials. The methods employed include the presentation of materials through visual aids and discussions, facilitating comprehension by farmers. The evaluation results indicate an improvement in farmers' understanding of plant health management, reflected in increased comprehension scores and motivation. The SWOT analysis reveals that the program has strengths in active farmer engagement and university support. However, it also identifies weaknesses, primarily related to budget constraints and infrastructure limitations. The program presents opportunities, such as potential external support and opportunities for expanding collaboration networks within the agricultural sector. Threats to be monitored include potential changes in government policies affecting program funding and the risk of declining farmer interest over time. In conclusion, this program has had a positive impact on enhancing farmers' understanding of pest and disease control in plants. With further efforts and additional support, the program has the potential to continue playing a crucial role in promoting sustainable and productive agriculture in the Sukorambi Village, Jember Regency. Keywords: pest; motivation; pathogen; understanding; seminar
Pemberdayaan masyarakat untuk pencegahan stunting dengan program KETAN SEHAT (Kebun dan Taman Sehat Bebas Stunting) di desa Aranio Monicha Septrya Marpaung; Hamdanah Hamdanah; Adelia Puspita Sari; Muhamad Khafiz Irwannor; Muhamad Ihsan Fadhiel; Nita Pujianti
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.23512

Abstract

Abstrak Stunting (kerdil) adalah suatu keadaan di mana balita memiliki panjang atau tinggi badan yang kurang jika dibandingkan dengan umur seusianya. Berdasarkan data survei lapangan yang telah dilakukan di Desa Aranio, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, didapatkan 21 anak yang berstatus stunting, yaitu 58,6% di antaranya pendek dan 41,4% di antaranya sangat pendek. Tujuan program KETAN SEHAT untuk membantu meningkatkan pengetahuan, kesadaran dan kesehatan warga desa khususnya ibu yang memiliki balita dan kader kesehatan akan pentingnya pemenuhan gizi serta sebagai alternatif yang dilakukan untuk mendapatkan bahan makanan yang dapat melengkapi gizi keluarga khususnya untuk balita. Metode yang dilakukan pada kegiatan pengabdian ini yaitu (1) edukasi dan sosialisasi mengenai stunting dan program KETAN SEHAT, (2) pembentukan tim pengurus tanaman, dan (3) pembuatan KETAN SEHAT. Setelah dilakukan uji statistik pada hasil pre-test dan post-test menggunakan uji normalitas data dan uji wilcoxon diketahui p-value < 0,05, oleh karena itu berarti terjadi perbedaan yang bermakna antara pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan karena terjadi peningkatan skor pada kebanyakan peserta. Saran untuk keberlanjutan program yaitu untuk dapat dilaksanakan pada musim hujan saja, karena apabila dilaksanakan pada musim kemarau terdapat kendala berupa kesulitan air untuk menyirami tanaman. Kata kunci: stunting; penyuluhan; kebun; taman. Abstract Stunting is a condition in which toddlers have less length or height when compared to their age. Based on field survey data conducted in Aranio Village, Banjar Regency, South Kalimantan, 21 children were stunted, of which 58,6% were short and 41,4% were very short. The purpose of the KETAN SEHAT program is to help increase the knowledge, awareness and health of villagers, especially mothers who have toddlers and health cadres about the importance of fulfilling nutrition and as an alternative to get food ingredients that can complement family nutrition, especially for toddlers. The methods carried out in this service activity are (1) education and socialization about stunting and the KETAN SEHAT program, (2) the formation of a plant management team, and (3) the creation of KETAN SEHAT. After statistical tests were carried out on the pre-test and post-test results using the data normality test and the Wilcoxon test, it was found that the p-value   < 0.05, therefore it means that there is a significant difference between knowledge before and after counseling because there is an increase in scores in most participants. The suggestion for the sustainability of the program is to be implemented in the rainy season only, because if it is carried out in the dry season there are obstacles in the form of water difficulties to water plants. Keywords: stunting; counseling; plants; garden.
Sosialisasi program makan bersama guna pembentukan karakter siswa di SMPN 1 Sukamulia kabupaten Lombok Timur Aliahardi Winata; Baiq Nurhayatun; Zedi Muttaqin; Deviana Mayasari; Muhamad Yunus; Sintayana Muhardini; Sirajuddin Sirajuddin; M. Firman Ramadhan
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.24633

Abstract

AbstrakProgram pendidikan karakter telah menjadi fokus utama dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Salah satu pendekatan yang diadopsi oleh sekolah adalah program makan bersama, yang bertujuan untuk menggabungkan aspek interaksi sosial, nilai-nilai, dan kesadaran nutrisi sebagai sarana pembentukan karakter siswa. Kegiatan pengabdian ini  dilakukan di SMP 1 Sukamulia, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. Mitra sasaran terdiri dari siswa SMP 1 Sukamulia. Kegiatan ini mengungkapkan bahwa program makan bersama di SMP 1 Sukamulia secara signifikan berkontribusi terhadap pembentukan karakter positif siswa. Terdapat peningkatan yang bermakna dalam aspek kerjasama, tanggung jawab, dan kesadaran sosial di antara peserta program ini. Selain itu, program ini juga berhasil meningkatkan pemahaman siswa tentang nutrisi dan pentingnya makanan seimbang. Hasil penelitian ini menyoroti pentingnya pendekatan holistik dalam pendidikan karakter. Program makan bersama bukan hanya berperan dalam memenuhi aspek gizi siswa, tetapi juga dalam membentuk karakter mereka secara menyeluruh. Implikasi dari temuan ini menggarisbawahi perlunya pengintegrasian program serupa dalam kurikulum pendidikan nasional untuk memajukan pendidikan karakter di Indonesia. Kata kunci : pembentukan karakter; pendidikan karakter; program makan bersama.AbstractCharacter education programs have become the main focus in efforts to improve the quality of education in Indonesia. One of the approaches adopted by schools is the community meal program, which aims to combine aspects of social interaction, values, and nutritional awareness as a means of building student character. This service activity was carried out at SMP 1 Sukamulia, East Lombok, West Nusa Tenggara. The target partners consist of students from SMP 1 Sukamulia. This activity revealed that the communal eating program at SMP 1 Sukamulia significantly contributed to the formation of students’ positive character. There is a significant increase in aspects of cooperation, responsibility, and social awareness among participants in this program. Apart from that, this program also succeeded in increasing students’ understanding of nutrition and the importance of a balanced diet. The results of this research highlight the importance of a holistic approach to character education. The shared meal program not only plays a role in fulfilling students’ nutritional aspects but also in shaping their overall character. The implications of these findings underscore the need to integrate similar programs into the national education curriculum to advance character education in Indonesia. Keywords : character formation; character education; communal dining program
Efektivitas upaya intervensi dalam mencegah dan mengendalikan penyakit hipertensi pada kelompok pra lansia dan lansia Ruth Abigail Vania Girsang; Khuliyah Candraning Dinayah; Aditya Sukma Pawitra; Bian Shabri Putri Irwanto
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.23054

Abstract

Abstrak Hipertensi merupakan penyakit tidak menular dengan prevalensi tertinggi di Desa Suwaloh dengan jumlah kasus 74 orang yang penderitanya merupakan pra lansia dan lansia. Tujuan dari program “Suwaloh BERPOTENSI” adalah untuk memberikan upaya intervensi dalam mencegah dan mengendalikan penyakit hipertensi sesuai dengan kondisi sumber daya dan karakteristik masyarakat. Metode pelaksanaan program ini terdiri dari sosialisasi kesehatan (SOLASI), pembekalan berupa buku saku dan lagu (BUKSI dan LUSI), serta demonstrasi senam hipertensi (SELASI) yang dilangsungkan pada tanggal 17 Januari 2023. Sasaran dalam program ini adalah kelompok umur pra lansia dan lansia yang berjumlah 50 orang. Hasil yang telah dicapai pada Program “Suwaloh BERPOTENSI” adalah jumlah peserta yang hadir sebanyak 40 orang (80%) serta terjadi peningkatan pengetahuan >10% berdasarkan pre-test dan post-test. Oleh karena itu, program “Suwaloh BERPOTENSI” disimpulkan berhasil dilaksanakan dengan efektif dan optimal sebagai upaya intervensi penyakit hipertensi pada kelompok pra lansia dan lansia. Kata kunci: hipertensi; pra lansia; lansia; intervensi; sosialisasi Abstract Hypertension is a non-communicable disease with the highest prevalence in Suwaloh Village with 74 cases whose occupants are pre-elderly and elderly. The "Suwaloh BERPOTENSI" program aims to provide intervention efforts in preventing and controlling hypertension in accordance with the condition of resources and the characteristics of the community. The method of the program implementation consisted of health socialization (SOLASI), providing pocket book and song (BUKSI and LUSI), and demonstration of hypertension exercises (SELASI) which were held on January 17, 2023. The targets in this program were the pre-elderly and elderly age group with a total of 50 people. The results that have been achieved in the "Suwaloh BERPOTENSI" Program were the number of participants who attended by 40 people (80%) and there was an improvement in knowledge >10% between pre-test and post-test. Therefore, the "Suwaloh BERPOTENSI" program was concluded to have been successfully implemented effectively and optimally as an intervention effort for hypertension in the pre-elderly and elderly groups. Keywords: hypertension; middle age; elderly; intervention; socialization
Implementasi smart learning menggunakan ChatGPT pada SMAS Bodhicitta Medan Irpan Adiputra Pardosi; Hardy Hardy; Sio Jurnalis Pipin; Tanti Tanti; William William
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.22549

Abstract

AbstrakKegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk memberikan pelatihan kepada 27 guru dan 18 siswa di SMAS Bodhicitta Medan tentang implementasi Smart Learning menggunakan ChatGPT, dengan fokus pada personalisasi pengalaman belajar dan integrasi teknologi berbasis artificial intelligence (AI) pada pembelajaran. Metode pelaksanaan meliputi identifikasi kebutuhan, perencanaan dan desain pelatihan, pelaksanaan pelatihan, serta monitoring dan evaluasi melalui pre-test dan post-test. Hasil pra-test menunjukkan bahwa sebelum pelatihan, pemahaman siswa dan guru tentang smart learning dan penggunaan ChatGPT masih terbatas. Namun, hasil post-test menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman dan penerimaan terhadap integrasi ChatGPT dalam pembelajaran. Survei penerimaan mengindikasikan bahwa 82% siswa dan 78% guru merasa penggunaan ChatGPT efektif dan memenuhi kebutuhan pembelajaran. Meskipun beberapa responden menyatakan kurang efektif dalam penggunaan teknologi AI dalam pembalajaran, namun tingkat penerimaan yang tinggi menunjukkan respons positif terhadap penggunaan teknologi AI dalam kelas, menandakan pentingnya adaptasi metode pembelajaran yang inovatif. Kegiatan ini berhasil meningkatkan kualitas pembelajaran dan mendorong integrasi teknologi canggih dalam pendidikan. Kata kunci: ChatGPT; smart learning;  artificial intelligence, pelatihan. Abstract This community service activity aims to provide training to 27 teachers and 18 students at SMAS Bodhicitta Medan on the implementation of Smart Learning using ChatGPT, with a focus on personalising the learning experience and integrating artificial intelligence (AI)-based technology in learning. The implementation method includes needs identification, training planning and design, training implementation, and monitoring and evaluation through pre-test and post-test. The pre-test results showed that before the training, students' and teachers' understanding of smart learning and the use of ChatGPT was still limited. However, the post-test results showed a significant increase in understanding and acceptance of ChatGPT integration in learning. The acceptance survey indicated that 82% of students and 78% of teachers felt the use of ChatGPT was effective and fulfilled the learning needs. Although some respondents expressed a lack of effectiveness in the use of AI technology in teaching, the high level of acceptance indicates a positive response to the use of AI technology in the classroom, signalling the importance of adapting innovative learning methods. This activity successfully improved the quality of learning and encouraged the integration of advanced technology in education. Keywords: chatgpt; smart learning;  artificial intelligence; training.
Pemanfaatan teknologi takakura untuk membuat pupuk dari sampah organik Setiyo Ferdi Yanuar; Iskandar Umarie; Rofi Budi Hamduwibawa; Nanang Saiful Rizal; Eko Budi Satoto; Nely Ana Mufarida; Sofyan Rofi; Aditya Dimas Pratama; Abadi Sanosra; Muhtar Muhtar; Amri Gunasti
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 1 (2024): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i1.21765

Abstract

Abstrak Salah satu program dari Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan adalah memberi kontribusi kepada kalangan eksternal atau masyarakat umum. Upaya tersebut dilakukan dengan mengatasi problem yang terjadi dimasyarakat, salahsatunya adalah terkait tumpukan sampah. Hanya saja anggota Kwartir Daerah Hizbul Wathan (HW) Kabupaten Jember memiliki permasalahan yakni belum mampu memanfaatkan teknologi takakura secara maksimal untuk mengatasi sampah serta sekaligus menciptakan pupuk organik. Oleh karena itu perlu dilakukan pendampingan penerapan teknologi Takakura bagi anggota Kwartir Daerah Hizbul Wathan (HW) Kabupaten Jember. Tujuan dari kegiatan Pengabdian Kemitraan Masyarakat Stimulus (PKMS) ini adalah tercapainya tingkat keberdayaan menerapkan teknologi takakura untuk mengatasi banjir dan sampah serta kekeringan. Solusi yang ditawarkan adalah Bimbingan dan Penyuluhan serta simulasi teknologi Takakura. Metode pelaksanaan kegiatan ini dilaksanakan dengan diawali melakukan observasi serta melakukan koordinasi, dilanjutkan dengan memberikan bimbingan dan penyuluhan, simulasi penerapan teknologi Takakura serta evaluasi keberhasilan program. Adapun rata-rata peningkatan kemampuan peserta adalah sebesar 44,79 poin. Hasil evaluasi ini mengindikasikan bahwa kegiatan pengabdian masyarakat ini telah berhasil meningkatkan kemampuan peserta. Kata kunci: takakura; sampah organik; pupuk; hizbul wathan AbstractOne of the programs of the Hizbul Wathan Scout Movement is to contribute to external circles or the general public. This effort is done by overcoming problems that occur in the community, one of which is related to piles of garbage. It's just that members of the Hizbul Wathan (HW) Regional Kwartir of Jember Regency have a problem that is not yet able to utilize takakura technology to the fullest to overcome waste and at the same time create organic fertilizer. Therefore, it is necessary to assist the application of Takakura technology for members of the Hizbul Wathan Regional Quartet (HW) of Jember Regency. The purpose of this Stimulus Community Partnership Service (PKMS) activity is to achieve the level of empowerment to apply Takakura technology to overcome floods and waste and drought. The solution offered is Guidance and Counseling and simulation of Takakura technology. The method of implementing this activity is carried out by starting with observation and coordination, followed by providing guidance and counseling, simulating the application of Takakura technology and evaluating the success of the program. The average increase in participants' abilities was 44.79 points. The evaluation results indicate that this community service activity has succeeded in improving the ability of participants. Keywords: takakura; organic waste; fertilizer; hizbul wathan
PENINGKATAN KESEHATAN MENTAL REMAJA MELALUI TERAPI BRAIN GYM DAN ICE BREAKING DI SMK BHAKTI KENCANA SOREANG KABUPATEN BANDUNG Anri Anri; Lia Nurlianawati; Denni Fransiska Helena M.; Asep Aep Indarna; Wini Resna Novianti
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 1 (2024): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i1.21870

Abstract

Abstrak Lebih dari 12 juta orang yang berusia di atas 15 tahun menderita  selama periode ini, sementara lebih dari 19 juta orang di bawah usia 15 tahun enghadapi kesulitan mental yang serius (Rikerdas, 2018). Perubahan prilaku dan pola pikir, gangguan konsentrasi, penurunan nafsu makan, dan bahkan menyakiti diri sendiri adalah beberapa indikasi penyakit mental pada anak muda. Bekrja untuk mempromosikan kesejahtraan emotional anak muda melalui program Brain Gym dan pemecah kebekuan. Brain Gym adalah program Latihan yang mengitegrasikan fungsi otak kiri dan kanan, hal ini meningkatkan aliran darah dan oksigenasi ke otak, yang pada gilirannya meningkatkan hormone serotonin, endrfin, dan dopamine yang membuat perasaan senang, dan pemecah kebekuan adalah kegiatan yang menghangatkan anda saat anda merasa tidak enak badan. Dalam upaya untuk menumbuhkan  dinamika kelompok yang ada. Hasil analisis sebelum dan sesudah  edukasi yaitu sebelum edukasi dan kegiatan brains gym dan ice breaking, sebagian besar siswa mengalami tekanan ringan sebanyak 62 (38,27%) dan sebagian kecil mengalami tekanan sedang. tekanan 56 (34,27%) dan normal 44 (27,26%). Dan sesudah dilakukan kegiatan edukasi dan praktek brains gym dan ice breaking hamper seluruh reponden 88 (54,32%) normal, Sebagian besar 64 (39,51%) stress ringan dan Sebagian kevil 10 (6,17%) stress sedang. Penerapan senam otak dan ice breaking setelah kegiatan edukasi Pendamping dapat membangun fokus belajar siswa Kata kunci: kesehatan mental; brain gym; ice breaking AbstractMore than 12 million people over the age of 15 suffered during this period, while more than 19 million people under the age of 15 faced serious mental difficulties (Rikerdas, 2018). Changes in behavior and thought patterns, impaired concentration, decreased appetite, and even self-harm are some indications of mental illness in young people. Working to promote the emotional well-being of young people through the Brain Gym and icebreaker programs. Brain Gym is an exercise program that integrates left and right brain functions, this increases blood flow and oxygenation to the brain, which in turn increases the hormones serotonin, endrphin, and dopamine which make you feel happy, and icebreakers are activities that warm you up when you feel feeling unwell. In an effort to grow existing group dynamics. The results of the analysis before and after education, namely before education and brains gym and ice breaking activities, the majority of students experienced mild pressure, 62 (38.27%) and a small number experienced moderate pressure. pressure 56 (34.27%) and normal 44 (27.26%). And after carrying out educational activities and brain gym and ice breaking practices, almost all of the respondents, 88 (54.32%) were normal, most of them, 64 (39.51%) were mildly stressed and a small number of 10 (6.17%) were moderately stressed. Applying brain exercises and ice breaking after accompanying educational activities can build students' learning focus Keywords: mental health; brain gym; ice breaking