cover
Contact Name
Zulkarnain
Contact Email
dzul9787@gmail.com
Phone
+6287832631987
Journal Mail Official
selaparang.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan No.1, Pagesangan, Kec. Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Bar. 83115
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan
ISSN : 26145251     EISSN : 2614526X     DOI : https://doi.org/10.31764/jpmb.v5i1.6393
SELAPARANG : Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan merupakan jurnal yang mendiseminasikan setiap pemikiran dan ide gagasan atas hasil penelitian dan pemanfaatan teknologi untuk diimplementasikan kepada masyarakat mencakup ; (1). Bidang ilmu pengetahuan ; MIPA (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi), Terapan, Sosial, Budaya, Ekonomi, dan Kesehatan, (2). Pelatihan dan peningkatan hasil pendidikan dan (3). Pengembangan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,601 Documents
Cegah perilaku merokok sejak dini dengan intervensi media edukasi anti rokok (mekar) pada anak-anak MIN 3 Banjar Hadrianti H.D Lasari; Anis Kamila Saleha; Melly Damayanti; Salma Rizqy Awalia; Prisa Aulia Zam-Zam
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.25188

Abstract

Abstrak Perilaku merokok memiliki berbagai dampak buruk bagi kesehatan, seperti penyakit kanker (paru-paru, kulit, ginjal), penyakit jantung, katarak, dan kerusakan berbagai organ tubuh. Berdasarkan hasil diagnosa komunitas di Desa Tiwingan Lama RT 02, ditemukan bahwa 27 (21,3%) anggota rumah tangga merokok, dan sebagian besar mulai merokok sejak usia remaja. Tingginya prevalensi usia pertama kali merokok pada masa remaja menunjukkan perlunya pencegahan sejak dini. Oleh karena itu, diperlukan kegiatan intervensi di Desa Tiwingan Lama RT 02. Tujuan dari kegiatan intervensi ini yaitu untuk meningkatkan pengetahuan anak sekolah dasar mengenai bahaya dari perllaku merokok. Metode yang digunakan adalah metode ceramah yang didukung berbagai media edukasi. Media digunakan agar penyampaian materi lebih menyenangkan dan menarik minat serta fokus anak-anak. Media edukasi yang digunakan yaitu poster, simulasi bahaya merokok, permainan bisik berantai dan permainan ular tangga raksaksa anti rokok. Instrument evaluasi yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pre-test dan post-test, yang terdiri dari kegiatan monitoring dan evaluasi intervensi. Hasil evaluasi kegiatan intervensi menunjukkan terjadinya peningkatan pengetahuan peserta, di mana nilai rata-rata pre-test sebesar 60,9, meningkat menjadi 81,8 pada post-test. Diharapkan dengan edukasi tentang bahaya merokok sejak dini, anak-anak dapat menghindari perilaku merokok di masa depan. Kata kunci: perilaku merokok; bahaya merokok; perubahan perilaku dini; media edukasi AbstractSmoking behavior has various adverse health effects, such as cancer (lung, skin, kidney), heart disease, cataracts, and damage to various organs. The government has made various efforts to plan a healthy living community movement, one of the indicators is not smoking. According to data from the Ministry of Health in South Kalimantan, the prevalence of active smokers aged 10-18 years was 2.8%, and the age of first smoking at the age of 15-19 years was 58.4%. The high prevalence of age of first smoking in adolescence indicates the need for early prevention. Based on the results of community diagnosis in Tiwingan Lama RT 02 Village, it was found that 27 (21.3%) household members smoked, and most started smoking since adolescence, therefore, efforts that can be made are to instill early knowledge about the dangers of smoking. The intervention was conducted with children at MIN 3 Banjar using interesting educational media to capture their attention and focus. The educational media used was a giant snakes and ladders game. Based on the pre-test and post-test results, 71% of children experienced an increase in knowledge about the dangers of smoking. It is expected that with early education about the dangers of smoking, in the future they will not smoke. Keywords: smoking behavior; dangers of smoking; early behavioral changes; educational media
Pengolahan kembali sampah plastik kemasan kopi menjadi produk bernilai jual bagi masyarakat desa Srijaya Akhmad Dimyati; Taufik Nur Wahid; Anggraeni Anggraeni; Vivy Strawberry; Andin Audina Dwiutami Rahman; Tri Sugiarti; Gina Dhea Ramadhani; Patrecia Yosefani Brigita Sanches
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.25954

Abstract

Abstrak Sampah plastik menjadi salah satu permasalahan yang cukup serius saat ini, khususnya di Indonesia. Indonesia sebagai negara berkembang masih belum dapat memfokuskan diri terhadap pengolahan sampah plastik agar tidak menjadi suatu permasalahan yang menimbulkan banyak akibat. Sampah plastik dapat mengakibatkan dampak yang buruk baik bagi lingkungan dan manusia, oleh karena itu pengolahan terhadap sampah plastik perlu dilakukan dengan tujuan meminimalisir resiko dampak tersebut. Hal ini sebagaimana yang dilakukan pada kegiatan pengabdian yang dilaksanakan di Desa Srijaya, Kecamatan Tirtajaya Kabupaten Karawang. Tim pengabdian bersama dengan masyarakat mengumpulkan dan mengolah kembali kemasan kopi bekas sebagai salah satu jenis sampah plastik menjadi produk bernilai jual. Sasaran mitra yang dilibatkan pada kegiatan ini ialah ibu-ibu rumah tangga di Desa Srijaya dengan jumlah keterlibatannya yaitu sebanyak 10 orang. Metode pelaksanaan kegiatan ialah melalui sosialisasi pelatihan dan praktek secara langsung dalam membuat olahan kemasan kopi menjadi produk bernilai jual. Dalam kegiatan ini, tim pengabdian bersama dengan masyarakat Desa Srijaya khususnya ibu-ibu rumah tangga berhasil mengumpulkan banyak kemasan kopi bekas yang biasanya dibuang dan dibakar, tetapi kemudian dapat dimanfaatkan dengan dibuat menjadi tas keranjang, tas laptop dan dompet. Barang-barang tersebut merupakan produk bernilai jual yang juga sekaligus dapat menjadi tambahan penghasilan bagi masyarakat apabila dapat diteruskan keberlanjutannya. Kata kunci: sampah plastik; pengabdian; kemasan kopi; produk AbstrackPlastic waste is one of the most serious problems today, especially in Indonesia. Indonesia as a developing country has not been able to focus on processing plastic waste so that it does not become a problem that causes many consequences. Plastic waste can have a bad impact on the environment and humans, therefore plastic waste processing needs to be carried out in order to minimize the risk of these impacts. This is as was done in the community service activities carried out in Srijaya Village, Tirtajaya District, Karawang Regency. The community service team together with the community collected and reprocessed used coffee packaging as one type of plastic waste into products that have a selling value. The target partners involved in this activity were housewives in Srijaya Village with a total of 10 people involved. The method of implementing the activity was through socialization, training and direct practice in making processed coffee packaging into products that have a selling value. In this activity, the community service team together with the Srijaya Village community, especially housewives, managed to collect a lot of used coffee packaging that is usually thrown away and burned, but can then be used by making it into basket bags, laptop bags and wallets. These items are products that have sales value and can be an additional source of income for the community if they can continue to be developed. Keywords: plastic waste; community service; coffee packaging; products
Pendampingan kegiatan pelatihan muatan pemetaan rencana tata ruang bagi agen gotong royong di kabupaten Sumbawa Barat Fariz Primadi Hirsan; Hanny Maria Caesarina; Febrita Susanti; Sri Rahmi Yunianti
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.23602

Abstract

AbstrakPendampingan kegiatan pelatihan muatan pemetaan rencana tata ruang dilakukan untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan agen gotong royong tentang prinsip-prinsip pemetaan dan perencanaan tata ruang yang efektif, serta penerapannya dalam konteks lokal. Kegiatan ini bertujuan untuk mengimplementasikan program pelatihan pemetaan rencana tata ruang kepada agen gotong royong di Kabupaten Sumbawa Barat sebagai upaya peningkatan kapasitas dan pemberdayaan komunitas lokal dalam pengelolaan dan perencanaan penggunaan lahan yang lebih efektif dan berkelanjutan. Agen gotong royong sendiri merupakan representasi dari masyarakat yang ada di Kabupaten Sumbawa Barat yang dipilih dan diseleksi sebagai perwakilan elemen masyarakat yang memiliki kontribusi terhadap keikutsertaan dalam pembangunan termasuk dalam menindaklanjuti rencana tata ruang. Jumlah agen gotong royong yang dilibatkan dalam kegiatan kali ini, sejumlah 70 orang, dimana kegiatan ini dilaksanakan melalui serangkaian metode pendampingan dan pelatihan yang meliputi perencanaan kegiatan, implementasi pelatihan, pendampungan langsung pada peserta, pendampingan pasca pelatihan, pengukuran keberhasilan dan kolaborasi. Kegiatan ini ini diharapkan dapat membantu dalam merencanakan penggunaan lahan secara lebih terstruktur dan sesuai dengan regulasi yang berlaku, serta mendukung inisiatif lokal dalam pengelolaan sumber daya alam. Hasil dari pelatihan ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemampuan peserta untuk menginterpretasi dan merencanakan tata ruang yang efektif, serta meningkatnya kesadaran akan pentingnya perencanaan yang kolaboratif dan inklusif dalam konteks pembangunan berkelanjutan. Pendampingan kegiatan pelatihan dapat menjadi strategi yang efektif untuk memperkuat keterlibatan masyarakat dalam proses pembangunan sekaligus memberikan peluang untuk memainkan peran aktif dalam pengambilan keputusan dan perencanaan tata ruang di wilayah mereka. Kata kunci: pendampingan; pelatihan; peta rencana tata ruang; agen gotong royong. AbstractAssistance with training activities on spatial planning mapping is carried out to improve the skills and knowledge of mutual cooperation agents regarding the principles of effective mapping and spatial planning, as well as their application in the local context. This activity aims to implement a spatial planning mapping training program for mutual cooperation agents in West Sumbawa Regency as an effort to increase capacity and empower local communities in more effective and sustainable land use management and planning. Mutual cooperation agents themselves are representatives of the community in West Sumbawa Regency who are selected and selected as representatives of community elements who contribute to participation in development, including following up on spatial planning. The number of mutual cooperation agents involved in this activity is 70 people, where this activity is carried out through a series of mentoring and training methods which include activity planning, training implementation, direct assistance to participants, post-training mentoring, measuring success and collaboration. It is hoped that this activity can help in planning land use in a more structured manner and in accordance with applicable regulations, as well as supporting local initiatives in natural resource management. The results of this training show a significant increase in participants' ability to interpret and plan effective spatial planning, as well as increased awareness of the importance of collaborative and inclusive planning in the context of sustainable development. Facilitating training activities can be an effective strategy to strengthen community involvement in the development process while providing opportunities to play an active role in decision making and spatial planning in their area. Keywords: adjacent; training; spatial planning mapping; gotong royong agent.
Peningkatan kompetensi pengelolaan dokumen dana kas pada guru SMK akuntansi sebagai persiapan uji kompetensi teknisi akuntansi Aryanto Aryanto; Ida Farida; Hikmatul Maulidah; Silvia Vinda Ayulin; Cristabelle Angeline Manoppo
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 1 (2024): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i1.21977

Abstract

Abstrak Tuntutan bagi guru saat ini wajib memiliki sertifikat kompetensi sesuai bidang keilmuannya. Bagi guru jurusan akuntansi salah satu sertifikat kompetensi yang sesuai adalah teknisi akuntansi yang terbagi menjadi beberapa klaster uji. Permasalahan yang terjadi adalah masih banyak guru SMK jurusan akuntansi yang belum memiliki seritifikat kompetensi teknisi akuntansi klaster pengelolaan dokumen dana kas. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan untuk guru akuntansi di wilayah Bregaslang dengan tujuan mengenalkan dan meningkatkan kompetensi guru pada klaster Pengelolaan Dokumen Dana Kas sebagai persiapan mengikuti uji sertifikasi kompetensi teknisi akuntansi. Metode yang diterapkan dalam pelaksanaan kegiatan ini adalah metode ceramah, tutorial, dan diskusi. Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan di ruang Laboratorium Akuntansi pada tanggal 4 Januari 2024 yang dihadiri oleh 18 guru akuntansi dari SMK di wilayah Brebes, Tegal, Slawi, dan Pemalang. Hasil kegiatan pengabdian ini adalah mampu memberikan wawasan dan pengetahuan baru tentang pengelolaan dokumen dana kas. Hal ini terlihat dari hasil nilai post-test yang meningkat dibandingkan dengan nilai pre-test yang diberikan kepada peserta. Kata kunci: literasi digital. dana kas; kompetensi guru; teknisi akuntansi Abstract The current demand for teachers is that they must have a competency certificate according to their scientific field. For teachers majoring in accounting, one of the appropriate competency certificates is accounting technician which is divided into several test clusters. The problem that occurs is that there are still many vocational school teachers majoring in accounting who do not yet have a competency certificate for cash fund document management cluster accounting technicians. This community service activity was carried out for accounting teachers in the Bregaslang area with the aim of introducing and improving teacher competency in the Cash Fund Document Management cluster as preparation for taking the accounting technician competency certification test. The methods applied in carrying out this activity are lecture, tutorial and discussion methods. Community service activities were carried out in the Accounting Laboratory room on January 4 2024, which was attended by 18 accounting teachers from vocational schools in the Brebes, Tegal, Slawi and Pemalang areas. The results of this service activity are able to provide new insights and knowledge about cash fund document management. This can be seen from the results of the post-test scores which have increased compared to the pre-test scores given to participants. Keywords: cash funds; teacher competency; accounting technician
Optimalisasi labeling, packaging, dan branding potensi produk desa Alai untuk peningkatan nilai jual Faradilla Ayang Nurfitri; Della Ayu Safitri; Cahya Gita Amanda; Andi Saputra; Desti Ayuningsih; Emilda Emilda; Zenal Mutaqin
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.25986

Abstract

Abstrak Desa Alai yang terletak di Kecamatan Lembak Kabupaten Muara Enim merupakan salah satu desa yang berada di Provinsi Sumatera Selatan dengan potensi UMKM produk tahu dan singkong. Namun, UMKM di Desa Alai belum berkembang dan UMKM yang ada masih terbatas dengan kemasan yang kurang memberikan identitas produk. Kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan nilai jual produk potensial Desa Alai, Sumatera Selatan melalui labeling, packaging, dan branding. Metode pelaksanaan kegiatan yang digunakan adalah metode ceramah yang terdiri dari tiga tahapan yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Kegiatan sosialisasi ini dilaksanakan selama dua hari dengan jumlah peserta 32 orang yang merupakan pelaku UMKM tahu dan petani singkong di Desa Alai. Hasil pelaksanaan Kegiatan menunjukkan 85% peserta merasa pelatihan sangat bermanfaat, mudah dipahami, dan memberikan wawasan baru. Kegiatan ini meningkatkan kesadaran bagi peserta tentang pentingnya pemasaran visual dalam persaingan pasar. pemberdayaan pelaku UMKM tahu dan petani singkong di Desa Alai juga dapat mengoptimalkan pemasaran produk mereka agar dapat bersaing di pasar yang lebih luas. Kata kunci: label; kemasan; merek; nilai jual. Abstract  Alai Village, located in Lembak District, Muara Enim Regency, is one of the villages in South Sumatra Alai Village, located in Lembak District, Muara Enim Regency, is one of the villages in South Sumatra Province with the potential for tofu and cassava product MSMEs. However, MSMEs in Alai Village have not developed and existing MSMEs are still limited with packaging that does not provide product identity. This socialization activity aims to increase the selling value of potential products in Alai Village, South Sumatra through labeling, packaging, and branding. The method of activity implementation used is the lecture method which consists of three stages, namely preparation, implementation, and evaluation. This socialization activity was carried out for two days with 32 participants who were tofu MSME players and cassava farmers in Alai Village. The results of the activity showed that 85% of participants felt that the training was very useful, easy to understand, and provided new insights. This activity increases awareness about the importance of visual marketing in market competition. empowerment of tofu MSME players and cassava farmers in Alai Village can also optimize the marketing of their products in order to compete in a wider market. Keywords: labeling; packaging; branding; selling value.
Inventarisasi penyakit pada warga di sekitar SMA Santa Maria 2 Bandung berbasis praktik kolaborasi interprofesional Susanti Niman; Yovita Mercya; Tina Shinta Parulian; Lanang Eko Sampurno; Florentina Dian Maharina; Yovita Tri Katarina; Friska Sinaga; Yura Witsqa Firmansyah; Decky Gunawan; July Ivone; Wenny Wati
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 1 (2024): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i1.22026

Abstract

AbstrakPemeriksaan kesehatan dalam upaya preventif merupakan hal utama untuk dilakukan pada masyarakat. Permasalahan yang terjadi pada mitra (SMA Santa Maria 2 dan Kecamatan Kiaracondong) adalah belum adanya praktik kolaborasi interprofesional dalam menginventerisasi penyakit pada warga. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan menginventarisasi penyakit pada warga di sekitar SMA Santa Maria 2 Bandung berbasis praktik kolaborasi interprofesional. Metode pemberdayaan dilakukan menggunakan demonstrasi. Pelayanan kesehatan diikuti 86 warga masyarakat di wilayah sekitar SMA Santa Maria 2 Bandung pada Sabtu, 2 September 2023. Praktik kolaborasi interprofesional dilakukan oleh profesi dengan latar belakang keilmuan keperawatan, farmasi, rekam medis dan kedokteran. Hasil kegiatan pelayanan kesehatan pada masyarakat didapatkan data demografik (rata-rata usia 49 tahun dan masyarakat berjenis kelamin perempuan 57%), tanda vital dan riwayat kesehatan, diagnosa medis dan obat (pre-hipertensi 38.4%; gula darah tidak normal 4,5%; asam urat 10%; dan kolestrol 45%). Praktik kolaborasi interprofesional berjalan dengan baik dapat terlihat dari perilaku kolaboratif berdasarkan hasil self reported tim. Penyakit terbanyak berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan adalah hipertensi. Praktik kolaborasi interprofesional dapat dilakukan melalui kegiatan pengabdian masyarakat seperti pelayanan kesehatan masyarakat. Kata kunci: asam urat; hipertensi; kolestrol; praktik kolaborasi interprofesional AbstractThe practice of interprofessional collaboration through the cooperation of health professionals can have a positive impact on health services. Effective interprofessional collaboration practices will provide safe and high-quality health care to patients. This community service activity aims to provide health services to the community through free health checks and medication based on interprofessional collaboration practices. The empowerment method was carried out using demonstrations. Health services were attended by 86 community members in the area around Santa Maria 2 Bandung High School on Saturday, September 2, 2023. Interprofessional collaboration practices are carried out by professionals with scientific backgrounds in nursing, pharmacy, medical records, and medicine. The results of health service activities in the community obtained demographic data (average age of 49 years and 57% female), vital signs and medical history, medical diagnoses, and drugs (pre-hypertension 38.4%; abnormal blood sugar 4.5%; uric acid 10%; and cholesterol 45%). The practice of interprofessional collaboration goes well can be seen from collaborative behavior based on the results of the self-reported team. The most common disease based on the results of the health examination is hypertension. Interprofessional collaboration practices can be carried out through community service activities such as community health services. Keywords: cholesterol; hypertension; the practice of interprofessional; urin acid
Pendampingan pembuatan produk minuman dan snack sehat dari bahan dasar jahe merah pada kader lansia Achmad Syukkur; Yafet Pradikatama
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.25317

Abstract

Abstrak Jahe merah merupakan tanaman tradisional yang kaya akan manfaat untuk kesehatan, antara lain dapat mengurangi nyeri, menurunkan skor WOMAC pada pasien osteoarthritis, dan meningkatkan dayat tahan tubuh. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini untuk meningkatkan keterampilan kader lansia dalam pengolahan jahe merah menjadi minuman dan snack sehat dalam bentuk serbuk atau bubuk dan ting ting jahe merah. Metode pelaksanaan kegiatan memberikan edukasi kepada kader terkait manfaat dan khasiat jahe merah terhadap kesehatan, dan memberikan pelatihan dalam pembuatan produk jahe merah dalam bentuk bubuk jahe dan ting ting jahe merah. Hasil evaluasi pengetahuan kader didapatkan peningkatan 45,8% pada aspek kognitif dari hasil pretest didapatkan nilai rata-rata 59 (kategori kurang) menjadi nilai rata-rata 86 pada hasil post test atau dengan kategori baik. Sedangkan hasil evaluasi aspek keterampilan kader dalam mengolah jahe merah menjadi serbuk/bubuk dan ting-ting jahe merah didapatkan peningkatan 46,7% dari nilai rata-rata 60 (kategori cuku) saat pretest menjadi nilai rata-rata 88 (kategori baik) saat post test. Kata kunci: kader lansia; jahe merah; kesehatan; bubuk jahe merah; ting ting jahe merah. Abstract Red ginger is a traditional plant that is rich in health benefits, including reducing pain, reducing WOMAC scores in osteoarthritis patients, and increasing endurance. The aim of this community service activity is to improve the skills of elderly cadres in processing red ginger into healthy drinks and snacks in the form of red ginger powder and ting ting. The activities carried out were to increase cadres' knowledge regarding the benefits and properties of red ginger for health, and to improve the skills of elderly cadres in making red ginger products by making snacks and drinks from red ginger base ingredients in the form of ginger powder and red ginger ting ting. Evaluation is carried out by conducting pre-tests and post-tests on cadres' knowledge and utilization/processing of red ginger into a product. The results of the evaluation of cadre knowledge showed an increase of 45.8% in the cognitive aspect. From the pretest results, the average score was 59 (poor category) to an average score of 86 in the post test results or in the good category. Meanwhile, the results of the evaluation of the cadres' skill aspects in processing red ginger into powder/powder and red ginger ting-ting showed an increase of 46.7% from an average score of 60 (cuku category) at pretest to an average score of 88 (good category) at post test. Keywords: elderly cadres; red ginger; health; red ginger powder; ting-ting jahe merah.
Peningkatan pengetahuan wanita usia subur tentang SADARI Atriana Yuri Saputri; Nur Alfi Fauziah; Ayu Vera Fabella; Chindi Ardila; Dalina Dalina; Derina Arisyah; Fitri Ratna Kusuma; Mareta Kurnia D.; Hellen Febriyanti
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 1 (2024): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i1.22207

Abstract

AbstrakKanker payudara merupakan penyakit tidak menular (PTM) yang merupakan suatu tumor ganas yang terbentuk dari sel-sel payudara yang tumbuh dan berkembang tanpa terkendali. Kanker Payudara dapat dideteksi secara dini dengan SADARI atau pemeriksaan payudara sendiri. Program deteksi dini kanker payudara yang dapat dilakukan oleh masyarakat dengan melakukan SADARI.  SADARI merupakan sebuah metode deteksi dini yang sederhana karena dapat dilakukan secara mandiri. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan wanita usia subur (WUS) dan memberikan edukasi mengenai SADARI dengan menitikberatkan pada usaha preventif dan promotif dalam mencegah dan mengatasi gejala kanker payudara. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini dengan melalui ceramah, dan diskusi serta tanya jawab, dimana sebelum dan sesudah kegiatan ibu diberikan pretest dan posttest. Hasil pengabdian ini menunjukkan bahwa pelaksaan kegiatan yang dilakukan pada tanggal 12 Januari 2024 dengan jumlah peserta 14 wanita usia subur dapat meningkatkan pengetahuan peserta dari nilai rata-rata 5 menjadi 13. Kegiatan ini meningkatkan pengetahuan peserta mengenai SADARI dan memberikan kesadaran kepada peserta untuk mencegah adanya tanda dan gejala kanker payudara. Kata kunci: Wanita Usia Subur (WUS); SADARI AbstractBreast cancer is a non-communicable disease (NCD) which is a malignant tumor formed from breast cells that grow and develop uncontrollably. Breast cancer can be detected early by BSE or breast self-examination. An early breast cancer detection program that can be carried out by the community by doing BSE. BSE is a simple early detection method because it can be done independently. The aim of this activity is to increase knowledge of women of childbearing age (WUS) and provide education about BSE with an emphasis on preventive and promotive efforts in preventing and treating the symptoms of breast cancer. The method used in this activity is through lectures, discussions and questions and answers, where before and after the activity the mother is given a pretest and posttest. The results of this service show that carrying out activities carried out on January 12 2024 with 14 women of childbearing age as participants can increase participants' knowledge from an average score of 5 to 13. This activity increases participants' knowledge about BSE and provides awareness to participants to prevent signs of -signs and symptoms of breast cancer. Keywords: woman of reproductive age; breast self-examination
Pelatihan perencanaan strategi bisnis bagi pengusaha pemula Dorojatun Prihandono; Syam Widia; Widya Prananta
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 1 (2024): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i1.21816

Abstract

Abstrak Bagi mahasiswa, tantangan yang paling umum dialami adalah keputusan untuk memulai sebuah usaha. Bukan tanpa alasan, bayang-bayang akan kerugian dan keterbatasan akses permodalan masih menjadi tantangan besar bagi mahasiswa. Belum lagi masalah ketimpangan produksi dan pemasaran, juga menjadi tantangan yang dihadapi mahasiswa. Oleh sebab itu diperlukan sebuah strategi untuk mahasiswa untuk mendampingi mahasiswa menjalankan sebuah usaha. Manajemen strategis diperlukan untuk mengetahui bagaimana kondisi kita saat ini, menetapkan target, serta metode atau cara dalam mencapai sebuah target. Metode yang digunakan dalam program ini terdiri atas empat langkah mulai analisis penilaian kebutuhan, pengembangan, monitoring dan evaluasi. Pengabdian ini dilaksanakan di Fakultas Ekonomika dan Bisnis, UNNES tanggal 26 Agustus 2023 dikemas dalam bentuk ceramah dan praktek langsung oleh para peserta. Hasil dari pelatihan ini para peserta mampu membuat roadmap keberlanjutan sebuah bisnis yang adapatif bagi dunia bisnis yang dinamis. Kata kunci: kewirausahaan; mahasiwa berwirausaha; manajemen strategis; strategic planning Abstract For students, the most common challenge experienced is the decision to start a business. The threat of loss and limited access to capital, problems of production and marketing inequality are also challenges for students. the problem of production and marketing inequality is also a challenge faced by students. Therefore, a strategy is needed for students to help students in running a business. The method used in this program consists of four steps starting from needs assessment analysis, development, monitoring and evaluation. This service was carried out at the UNNES Faculty of Economics and Business on August 26, 2023, packaged in the form of lectures and direct practice by the participants. As a result of this training, the participants were able to create a business sustainability roadmap that is adaptive to the dynamic business world. Keywords: entrepreneurshi; entrepreneurial student; strategic managemen; strategic planning
Perencanaan sustainable tourism berbasis budaya dan kearifan lokal untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat Annur Fitri Hayati; Jean Elikal Marna; Oknaryana Oknaryana; Mega Asri Zona; Yolandafitri Zulvia; Dian Fitria Handayani; Arif Adrian
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.26014

Abstract

Abstrak Nagari (Desa) Garagahan adalah nagari tertua di Kecamatan Lubuk Basung. Nagari ini memiliki alam yang indah dan sangat cocok untuk dikembangkan potensi pariwisatanya. Selain wisata alam dan budaya, Nagari Garagahan terkenal memiliki UMKM Cincau Hijau, yang memasok 80% dari cincau hijau yang ada dipasaran Lubuk Basung. Namun demikian seluruh potensi tersebut belum ada upaya yang lebih masif untuk menggali dan mengelola, hal ini dikarenakan kurangnya sumberdaya manusia serta sense of belonging masyarakat yang masih belum terbangun secara maksimal. Dari permasalahan diatas maka kegiatan pengabdian ini akan terinternalisasi kedalam Rencana Jangka Menengah (RPJM) Nagari, sehingga pengabdian ini memiliki urgensi untuk dilaksanakan. Untuk mengatasi berbagai masalah yang dihadapi oleh mitra maka tim pengabdian Universitas Negeri Padang menyusun solusi sebagai berikut: (1) Pendampingan penentuan lokasi wisata berbasis budaya Nagari garagahan, (2) Melakukan pelatihan manajemen wisata kepada anggota pojok sadar wisata (Pokdarwis), (3) Melakukan Pelatihan Manajemen UMKM. Untuk mencapai hasil tersebut, tim pengabdian menggunakan tiga metode pendekatan, yaitu: survey lapangan, pendampingan, pelatihan, dan praktek langsung. Hasil yang dicapai pada kegiatan ini adalah, (1) Pemetaan lokasi wisata di Nagari Garagahan, (2) Peningkatan keberdayaan Masyarakat Nagari Garagahan melalui Pariwista dan Pengembangan UMKM. Kata kunci: sustainable tourism; UMKM; manajemen. Abstract Nagari Garagahan is the oldest village in Lubuk Basung District. This village has beautiful nature and is very suitable for developing its tourism potential. In addition to natural and cultural tourism, Nagari Garagahan is famous for having an MSME that produces Green Grass Jelly, which supplies 80% of the green grass jelly available on the Lubuk Basung market. However, there has been no more massive effort to explore and manage all of this potential, due to the lack of human resources and the community's sense of belonging which has not been optimally built. From the problems above, this community service activity will be internalized into the Village Medium-Term Plan (RPJM), so that this activity has an urgency to be implemented. To overcome various problems faced by Nagari Garagahan, the community service team has prepared the following solutions: (1) Assistance in determining cultural-based tourism locations in Nagari Garagahan, (2) Conducting tourism management training for members of the Tourism Awareness Corner (Pokdarwis), (3) Conducting MSME Management Training. To achieve these results, the community service team used three approaches: field surveys, mentoring, training, and direct practice. The outputs are (1) Mapping of tourist locations in Nagari Garagahan, (2) Increasing the empowerment of the Nagari Garagahan community through tourism and UMKM development. Keywords: sustainable tourism;  MSME; management.