cover
Contact Name
Zulkarnain
Contact Email
dzul9787@gmail.com
Phone
+6287832631987
Journal Mail Official
selaparang.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan No.1, Pagesangan, Kec. Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Bar. 83115
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan
ISSN : 26145251     EISSN : 2614526X     DOI : https://doi.org/10.31764/jpmb.v5i1.6393
SELAPARANG : Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan merupakan jurnal yang mendiseminasikan setiap pemikiran dan ide gagasan atas hasil penelitian dan pemanfaatan teknologi untuk diimplementasikan kepada masyarakat mencakup ; (1). Bidang ilmu pengetahuan ; MIPA (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi), Terapan, Sosial, Budaya, Ekonomi, dan Kesehatan, (2). Pelatihan dan peningkatan hasil pendidikan dan (3). Pengembangan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,601 Documents
Strategi pengoptimalan pembelajaran kewirausahaan di SMK sebagai upaya mendukung program merdeka belajar Nayang Helmayunita; Mega Asri Zona; Fiola Finomia Honesty
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.22786

Abstract

Abstrak Pembelajaran kewirausahaan di SMK terdiri dari 16 jam pelajaran. Jumlah jam pelajaran yang banyak ini seharusnya diikuti dengan hasil yang baik. Pemberian jam pelajaran yang maksimal diharapkan dapat membantu tujuan dari Dkirektur Jenderal Vokasi untuk menjadikan SMK sebagai sarana pencetak wirausahawan muda yang mandiri dan berkontribusi terhadap negeri. Akan tetapi, pelaksanaan di lapangan masih belum maksimal. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk membantu Guru SMK yang mengajar kewirausahaan dalam mengoptimalkan pembelajaran kewirausahaan sehingga dapat membantu siswa SMK mengoptimalkan potensinya sebagai calon wirausaha. Pada akhirnya, tingkat pengangguran terbuka yang berasal dari lulusan SMK akan berkurang. Kegiatan ini dilaksanakan di SMK di Bukittinggi. Khalayak sasaran dari kegiatan ini adalah Guru yang mengajar mata Pelajaran Kewirausahaan di Kota Bukittinggi.  Metode yang digunakan yaitu metode ceramah dan diskusi untuk meningkatkan pemahaman guru.  Hasil dari kegiatan ini adalah meningkatnya kemampuan guru dalam membuat modul dan mengajarkan mata pelajaran kewirausahaan. Setelah kegiatan ini, sebanyak 52,4% guru yang berpartisipasi telah memahami cara untuk menciptakan pembelajaran Kewirausahaan yang menarik. Pelatihan ini tidak hanya memberikan pengetahuan bagi guru mengenai model pembelajaran kewirausahaan, namun juga mengenai pengembangan bahan ajar, tapi lebih juga pada pemberian motivasi kepada siswa SMK Akuntansi. Kata kunci: kewirausahaan; Sekolah Menengah Kejuruan; merdeka belajar. Abstract Entrepreneurship learning at vocational schools consists of 16 hours of lessons. This large number of study hours should be followed by good results. It is hoped that providing maximum lesson hours can help the Director General of Vocational Studies' goal of making vocational schools a means of producing young entrepreneurs who are independent and contribute to the country. However, implementation in the field is still not optimal. This community service aims to help vocational school teachers who teach entrepreneurship optimize entrepreneurship learning so that they can help vocational school students optimize their potential as prospective entrepreneurs. In the end, the level of open unemployment originating from vocational school graduates will decrease. This activity was carried out at Vocational High School in Bukittinggi. The target audience for this activity is teachers who teach entrepreneurship subjects in Bukittinggi. The method used is the lecture and discussion method to increase teacher understanding. The result of this community service is an increase in teachers' abilities to create modules and teach entrepreneurship subjects. After this activity, 52.4% of participating teachers understood how to create interesting entrepreneurship learning. This activity not only provides knowledge for teachers regarding entrepreneurial learning models, but also regarding the development of teaching materials, but also motivates Accounting Vocational School students. Keywords: entrepreneurship; vocational school; freedom of learning.
Sosialisasi pengelolaan sampah berdasarkan analisis timbulan dan komposisi sampah Novi Kartika Sari; Firdha Cahya Alam; Nurul Mawaddah; Aulia Annas Mufti; Ahmad Daudsyah Imami; Alfian Zurfi; Muhammad Khalid
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 1 (2024): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i1.21927

Abstract

AbstrakKelurahan Sukarame, Kota Bandar Lampung merupakan salah satu kelurahan dengan jumlah kepadatan penduduk yang tinggi diiringi dengan peningkatan timbulan sampah setiap tahunnya.  Pemerintah telah telah menyediakan fasilitas dan infrastruktur dalam mengelola sampah namun Kelurahan Sukarame masih memiliki probelmatika dalam penggunaannya seperti banyaknya TPS Ilegal. Hal tersebut mengindikasi bahwa terdapat permasalahan pada kesadaran dan kurangnya pemahaman masyarakat dalam pengelolaan sampah hingga pemanfaatan fasilitas pengelolaan sampah di Kelurahan Sukarame. Oleh karena itu, edukasi dan sosialisasi terkait pengelolaan sampah perlu dilakukan terhadap stakeholder atau tokoh masyarakat di Kelurahan Sukarame seperti ketua-ketua Rukun Tetangga (RT) atau Rukun Warga (RW). Kajian dasar yaitu mengidentifikasi timbulan, densitas, dan komposisi sampah mengacu pada SNI 19-3964-1994. Karakteristik sampah (kelembapan dan niai kalor) akan diidentifikasi melalui formula empiris berdasarkan komposisi sampah. Sosialisasi diberikan kepada peserta perwakilan Kelurahan Sukarame. Keberhasilan sosialisasi teridentifikasi melalui 10 pertanyaan sederhana terkait konsep dasar persampahan. Hasil timbulan sampah yang didapatkan di Kelurahan Sukarame sebesar 0,08±0,02 kg/orang/hari atau 0,24±0,05 L/orang/hari. Komposisi sampah teridentifikasi adalah 73% sampah organik biodegradable, diikuti dengan sampah plastik 26,5%. Karakteristik sampah memiliki kelembapan relatif 47% dan nilai kalor 3.097 Kkal/kg. Pewadahan sampah disarankan menggunakan wadah terpilah tiga jenis sampah (organik, plastik, dan lainnya). Pengolahan sampah yang dianjurkan adalah pengolahan dengan metode komposting secara individual/komunal (sampah organik), pirolisis (sampah plastik), dan bank sampah atau TPS3R untuk pengelolaannya. Hasil sosialisasi ditemukan bahwa lebih dari 50% peserta memiliki peningkatan pemahaman dan berhasil teredukasi. Kata kunci: sosialisasi; pengelolaan sampah; kelurahan sukarame; timbulan sampah AbstractSukarame Subdistrict, Bandar Lampung City is one of the subdistricts with a high population density accompanied by an increase in waste generation every year. The government has provided facilities and infrastructure for managing waste, but Sukarame Village still has problems with its use, such as the number of illegal TPS. This indicates that there are problems with community awareness and lack of understanding in waste management and the use of waste management facilities in Sukarame Village. Therefore, education and outreach regarding waste management needs to be carried out among stakeholders or community figures in Sukarame Village, such as the heads of the Neighborhood Association (RT) or Community Association (RW). The basic study is identifying waste generation, density and composition referring to SNI 19-3964-1994. Waste characteristics (moisture and heat value) will be identified through empirical formulas based on waste composition. Socialization was given to participants representing Sukarame Village. The success of socialization was identified through 10 simple questions related to basic waste concepts. The waste generation results obtained in Sukarame Village were 0.08 ± 0.02 kg/person/day or 0.24 ± 0.05 L/person/day. The identified waste composition is 73% biodegradable organic waste, followed by 26.5% plastic waste. The characteristics of the waste have a relative humidity of 47% and a calorific value of 3,097 Kcal/kg. It is recommended that waste containers be used in containers separated by three types of waste (organic, plastic, and others). The recommended waste processing is processing using individual/communal composting methods (organic waste), pyrolysis (plastic waste), and waste banks or TPS3R for management. The results of the socialization revealed that over 50% of participants experienced an improvement in understanding and were successfully educated. Keywords: socialization; waste management; sukarame subdistrict; solid waste production
Pelatihan Penerapan Alat Inovasi Alat Pengeringan Berbasis Solar Dryer Dan Pengemasan Produk Ikan Terbang Di Kelurahan Mosso, Provinsi Sulawesi Barat Muhammad Nur; Muhammad Nur Ihsan; Wulan Ayuandiani; Fahrul Fahrul; Rasti Sapri; Tikawati Tikawati
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.26199

Abstract

AbstrakKelurahan Mosso adalah wilayah pesisir penghasil ikan terbang di Sulawesi Barat. Kelurahan Mosso termasuk wilayah strategis karena terletak di jalan poros menuju ibukota Sulawesi Barat. Hal ini menjadikan pemerintah mendirikan sentral pengolahan ikan terbang pada lokasi tersebut. Salah satu usaha utama di Sentra tersebut adalah pengeringan ikan terbang. Permasalahan utama masyarakat di kelurahan mosso, masih belum mempunyai teknologi alat inovasi pengeringan ikan terbang pada sentra tersebut adalah pendapatan dan kesejahteraan masyarakat masih rendah. Hal ini terjadi karena masyarakat hanya melakukan olahan ikan terbang seperti ikan kering dan masih menggunakan teknologi yang masih sangat sederhana dan tidak menerapkan cara pengeringan ikan yang baik dan benar. Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan pelatihan pengeringan ikan yang baik dan benar serta memperkenalkan penerapan alat pengering ikan dengan menggunakan inovasi teknologi sederhana untuk meningkatkan produksi yang lebih maksimal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan selama dua kali yaitu kegiatan pelatihan prosedur pengolahan produk pengeringan ikan yang baik dan benar sesuai SOP dan SSOP dan pelatihan dan penerapan alat pengeringan ikan terbang yang dilaksanakan pada Hari Sabtu, tanggal 27 Agustus 2023 bertempat di Aula Kantor Camat Sendana, Kelurahan Mosso, Kabupaten Majene, Provinsi Sulawesi Barat. Kemudian selanjutnya pelatihan pengemasan dilaksanakan pada hari Minggu, 11 Agustus 2024 di Rumah Produksi Kelompok Purnama. Evaluasi tingkat pengetahuan dan keterampilan mitra dilakukan pada awal dan akhir kegiatan. Metode yang digunakan untuk mengetahui pengetahuan mitra adalah metode kuesioner dan tingkat keterampilan mitra dilakukan dengan metode pengamatan langsung pada masing-masing individu yang tergabung dalam kelompok mitra. Hasil dari kegiatan ini adalah terdapat 85% peningkatan keterampilan dan pengetahuan kepada kelompok mitra usaha dalam penerapan inovasi pengeringan ikan terbang dengan Solar Dryer. selain itu, terdapat peningkatan 90% pengetahuan terkait dengan pengemasan produk ikan kering yang lebih baik serta memiliki daya simpan yang lebih lama. Keywords: ikan terbang; masyarakat; penerapan teknologi; pengeringan; Sulawesi Barat AbstractMosso Village is a coastal area that produces flying fish in West Sulawesi. This prompted the government to set up a flying fish processing centre on the site. One of the main initiatives in Sentra is the drying of flying fish. The main problem of the people in the Mosso Village, still not have the technology of innovative drying flying fishing in the center is the income and well-being of the community is still low. It's because people just treat flying fish like dry fish and still use technology that's still very simple and doesn't apply a good and correct way of drying fish. The aim of this activity is to provide good and correct fish drying training as well as introduce the application of fish dryers using simple technology innovations to maximize production. The activities of dedication to the community were carried out twice, namely training procedures for processing good and correct fish drying products in accordance with SOP and SSOP and training and application of flying fishing drying equipment on Saturday, August 27, 2023 in the Camat Sendana Office Hall, Mosso Village, district of Majene, West Sulawesi Province. Then the next packaging training will be held on Sunday, August 11, 2024 at the Purnama Group Production House. The degree of knowledge and abilities of partners is assessed at the end of the activity. The questionnaire approach is used to determine partners' knowledge, and the degree of abilities of partners is determined through direct observation of each participant in the partnership group. The result of this activity is that there is an 85% increase in skills and knowledge to the business partner group in implementing the innovation of drying flying fish with Solar Dryer. In addition, there is a 90% increase in knowledge related to better packaging of dried fish products and has a longer shelf life. Keywords: flying fish; mosso village; society; solar dryer; West Sulawesi
Pemupukan urea berlapis biochar gulma pakis kawat dengan metode benam (pocket system) pada komoditas kelapa sawit dalam program pendampingan perkebunan masyarakat Ika Fitriana Dyah Ratnasari; Roni Ismoyojati; Ilham Febriansyah
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.25468

Abstract

Abstrak Gulma pakis kawat merupakan salah satu jenis gulma berbahaya yang ada di areal perkebunan kelapa sawit. Hal ini dikarenakan gulma tersebut menjadi kompetitor bagi tanaman kelapa sawit dalam mendapatkan unsur hara, selain itu pertumbuhan gulma pakis kawat yang sangat cepat dan sulit untuk dikendalikan. Pengolahan gulma pakis kawat menjadi biochar merupakan solusi yang tepat untuk pengendalian gulma sekaligus memberikan nilai guna gulma pakis kawat untuk dijadikan sebagai bahan pembenah tanah maupun media pelapis urea. Biochar pakis kawat yang dijadikan sebagai media pelapis urea merupakan suatu teknologi slow release fertilizer (SRF) yang saat ini banyak dikembangkan untuk mengurangi laju penguapan pupuk urea, sehingga biaya pemupukan dapat diminimalkan dan pertumbuhan kelapa sawit menjadi lebih optimal. Teknologi pemupukan urea berlapis biochar gulma pakis kawat dapat dikombinasikan dengan metode benam guna menambah efektifitas penyerapan urea oleh tanaman kelapa sawit. Metode benam juga dapat mengurangi hilangnya urea akibat aliran permukaan (run off) sehingga pemupukan menjadi lebih optimal. Kegiatan ini diikuti oleh kelompok tani perkebunan kelapa sawit. Hasil dari kegiatan ini yaitu petani perkebunan kelapa sawit dapat mengetahui pengendalian gulma pakis kawat dan memanfaatkannya untuk dijadikan sebagai bahan baku biochar. Produk yang dihasilkan dari kegiatan ini kemudian diterapkan dan dikombinasikan dengan metode pemupukan yakni benam guna meningkatkan efisiensi pemupukan urea pada kelapa sawit. Kata kunci: kelapa sawit; gulma; pakis kawat; biochar; benam Abstract Wire fern weed is one of the dangerous weeds in oil palm plantations. This is because the weed is a competitor for oil palm plants in obtaining nutrients, besides the growth of wire fern weeds which are very fast and difficult to control. Processing wire fern weeds into biochar is the right solution for weed control while providing the use value of wire fern weeds to be used as soil improver and urea coating media. Wire fern biochar used as urea coating media is a slow release fertilizer (SRF) technology that is currently being developed to reduce the evaporation rate of urea fertilizer, so that fertilization costs can be minimized and oil palm growth becomes more optimal. Wire fern weed biochar-coated urea fertilization technology can be combined with the benam method to increase the effectiveness of urea absorption by oil palm plants. The benam method can also reduce the loss of urea due to run off so that fertilization becomes more optimal. The result of this activity is that oil palm plantation farmers can know how to control wire fern weeds and utilize them as raw materials for biochar. The products produced from this activity are then applied and combined with the fertilization method, namely benam, to increase the efficiency of urea fertilization in oil palm. Keywords: oil palm; weeds;  wire fern; biochar; pocket system
Pengembangan youngpreneurship dalam pengabdian kepada masyarakat melalui analisis swot, value proposition, dan google trends Syifa Fajar Maulani; Melia Handayani; Kukuh Widiyanto; Siti Kurotul Ainiah; Anisa Yuli Rahmawati; H. Herli Salim; Roby Naufal Arzaqi
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 1 (2024): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i1.22086

Abstract

Abstrak Tingkat pengangguran di Indonesia yang cukup tinggi sangat mempengaruhi tingkat kesejahteraan masyarakat kita. Anak-anak di jalanan yang harusnya masih bisa meraih jenjang pendidikan yang tinggi justru harus harus kandas karena ekonomi keluarga yang tidak mendukung. Adapun permasalahan umur yang menjadi batasan untuk mecari kerja sehingga harus menunggu umur yang tepat agar bisa melamar pekerjaan. Dengan adanya ilmu tentang kewirausahaan disini yaitu untuk memberikan ilmu pengetahuan bagi mereka baik pengangguran lulusan sekolah maupun mahasiswa yang masih mengalami kendala dalam bekerja. Dengan memanfaatkan kreativitas yang ada sehingga hal itu setidaknya bisa membuat pengangguran, lulusan sekolah dan mahasiswa bisa mendapatkan penghasilan. Dengan menggunakan metode pelaksanaan berupa penyampaian materi mengenai business model canvas, analisis sumber daya manusia yang dimiliki, analisis ide produk dengan google trends lalu diungkapkan melalui value propotion sehingga mendapatkan hasil serta arah yang jelas mengenai usaha yang dijalankan. Setelah itu dilakukanlah kegiatan praktikum untuk membuat produk dengan satu contoh yaitu cold pressed juice yang dimana mahasiswa/i bisa memanfaatkan buah-buahan serta sayuran yang ada sehingga menghasilkan produk minuman sari buah murni tanpa campuran air atau pemanis buatan lainnya. Melalui kegiatan pengabdian kepada Masyarakat ini, mahasiswa memperoleh pemahaman mendalam baik itu mengenai bisnis, pemasaran, sustainable melalui konsep bisnis cold pressed juice. Dalam kegiatan ini diharapkan bisa membekali mahasiswa dengan keterampilan seta pengetahuan yang baik untuk terjun ke dunia bisnis, menciptakan lapangan pekerjaan serta memberikan kontribusi positif untuk kemajuan ekonomi Indonesia. Kata kunci: pengabdian kepada masyarakat; value propotion canvas; google trends; bussiness idea. Abstract The relatively high unemployment rate in Indonesia greatly affects the level of welfare of our society. Children on the streets who should still be able to achieve a high level of education have to fail because the family economy is not supportive. The problem with age is that it limits them when looking for work, so they have to wait for the right age to be able to apply for a job. The existence of knowledge about entrepreneurship is here to provide knowledge for those who still experience problems in working. Utilizing existing creativity can at least enable them to earn income. By using an implementation method in the form of delivering material regarding the business model canvas, analyzing the human resources they have, analyzing product ideas using Google Trends, and then expressing them through value proportions so that they get clear results and direction regarding their business. After that, practical activities were carried out to make products with one example, namely cold pressed juice, where they could use existing fruits and vegetables to produce pure fruit juice drink products without a mixture of water or other artificial sweeteners. Through this community service activity, students gain a deep understanding of business, marketing, and sustainability through the cold-pressed juice business concept. It is hoped that this activity can equip students with good skills and knowledge to enter the business world, create jobs, and make a positive contribution to Indonesia's economic progress. Keywords: community service; value proportion canvas; google trends; business idea.
Pendampingan bahasa inggris guiding bagi anggota pokdarwis desa Medana kecamatan Tanjung kabupaten Lombok Utara Ilham Ilham; Irwandi Irwandi; Fira Fira; Chinta Shaqila; Saniyatil Wida; Rima Rahmaniah; Hijril Ismail; Fauzi Bafadal
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.26333

Abstract

Abstrak Masih rendahnya kemampuan berbahasa Inggris  yang dimiliki masyarakat desa  Medana merupakan masalah serius yang perlu segera diberikan solusi. Mitra sasaran dari kegiatan ini anggota pokdarwis yang ada di Desa Medana kabupaten Lombok Utara. Peserta yang terlibat dalam kegiatan ini  terdiri atas   20 orang anggota Pokdarwis. Kegiatan Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan bahasa inggris guiding bagi anggota Pokdarwis desa Medana. Metode dalam pelatihan dilakukan dengan menggunakan metode pelatihan. Pencapaian hasil pengabdian masyarakat ini adalah meningkatnya kemampuan peserta dalam materi prinsip -prinsip pemahaman lintas budaya (Cross Cultural Understanding), kultur, nilai dalam sebuah budaya dan attitude terhadap budaya lain, pelatihan komunikasi lintas secara verbal dan non verbal,   salam dan perkenalan (greeting and introduction), tourist welcoming, tourism vocabulary, tour guide dialogue, menjelaskan produk dan budaya yang ada di daerah tersebut, dan homestay reservation,teori dan materi dasar hospitality. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kegiatan pendampingan ini telah tercapai dengan baik. Kata kunci: pendampingan; bahasa inggris guiding; pokdarwis Abstract The low level of English language skills possessed by the people of Medana village is a serious problem that needs to be solved immediately. The target partners of this activity are members of Pokdarwis in Medana Village, North Lombok Regency. The participants involved in this activity consisted of 20 Pokdarwis members. This community service activity aims to improve English guiding skills for members of the Medana village Pokdarwis. The method in the training was carried out using the training method. The achievement of the results of this community service is the increasing ability of participants in the material of the principles of cross-cultural understanding, culture, values in a culture and attitude towards other cultures, verbal and non-verbal cross communication training, greeting and introduction, tourist welcoming, tourism vocabulary, tour guide dialogue, explaining products and culture in the area, and homestay reservation, theory and basic hospitality materials. So it can be concluded that this mentoring activity has been well achieved. Keywords: mentoring; english guiding; pokdarwis
Edukasi kewirausahaan pentingnya pengemasan dan label produk di desa Wisata Cikolelet Kania Ratnasari; Annisa Retno Utami; Fahririn Fahririn; Ani Siska MY; Evi Syafrida Nasution
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 1 (2024): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i1.21287

Abstract

Abstrak Produk usaha di Desa Wisata Cikolelet, berpotensi untuk dikenal konsumen secara luas. Namun permasalahan yang terjadi produk tersebut belum konsisten dalam penggunaan kemasan dan label pada produk. Tujuan dari kegiatan ini memberikan edukasi pentingnya pengemasan produk dan memberikan edukasi pentingnya penggunaan label pada produk. Kegiatan ini dilakukan kepada 8 peserta yang semuanya adalah ibu rumah tangga yang terdiri dari usaha emping, jamur tiram dan kerupuk gadung. Metode kegiatan yang digunakan dengan mengidentifikasi pemasalahan dengan cara wawancara dan observasi, kemudian dilanjutkan dengan edukasi dan pelatihan serta evaluasi dengan pre-test dan post-test. Hasil dari kegiatan ini peserta mendapatkan pengetahuan baru terkait pengemasan dan label produk yang baik, serta masukan untuk pengembangan yang lebih baik lagi, sedangkan dari hasil pre-test dan post-test terdapat perubahan dari yang sebelumnya peserta belum memahami hingga lebih memahami penggunaan kemasan dan label. Kata kunci: kewirausahaan; pengemasan produk; label produk; desa wisata; cikolelet. Abstract Business products in the Cikolelet Tourism Village have the potential to be widely known to consumers.  However, the problem with this product is that it is not consistent in the use of packaging and labels on the product.  This activity aims to provide education on the importance of product packaging and provide education on the importance of using labels on products.  This activity was carried out for 8 participants, all of whom were housewives, consisting of emping businesses, oyster mushrooms, and gadung crackers.  The activity method used is to identify problems using interviews and observations, then continue with education and training as well as evaluation with pre-test and post-test.  As a result of this activity, participants gained new knowledge regarding good product packaging and labels, as well as input for better development, while from the results of the pre-test and post-test, there were changes from what previously participants did not understand to better understanding the use of packaging and labels. Keywords: entrepreneurship; product packaging; product label; tourism village; cikolelet.
Pemberdayaan lansia dalam melakukan senam hipertensi untuk menurunkan tekanan darah pada lansia penderita hipertensi di kelompok prolanis puskesmas Tajian kabupaten Malang Anastasia Sri Sulartri; Emy Sutiyarsih; Ellia Ariesti Narita Diatanti
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.25302

Abstract

AbstrakProgram Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) adalah sistem pelayanan kesehatan dan pendekatan proaktif yang melibatkan peserta, fasilitas kesehatan dan BPJS. Di Puskesmas Tajinan, Kabupaten Malang kegiatan prolanis dilaksanakan setiap hari jumat. Lansia penderita hipertensi di Puskesmas Tajinan sebanyak 2192 orang yang terdaftar di kelompok Prolanis 142 orang. Lansia  penderita hipertensi  yang datang pada kegiatan prolanis sebanyak 25 orang. Hipertensi sering disebut sebagai “silent killer”, karena seringkali penderita hipertensi tidak merasakan gejala, tanpa disadari penderita hipertensi mengalami komplikasi pada organ vital seperti jantung, otak atau ginjal. Upaya yang dapat dilakukan dalam pencegahan komplikasi hipertensi salah satunya dengan senam hipertensi. Tujuan dari PkM ini adalah meningkatkan pemahaman para lansia penderita hipertensi tentang manfaat senam hipertensi dan mampu menerapkan senam hipertensi  secara benar. Metode kegiatan berupa edukasi dan demonstrasi senam hipertensi dilaksanakan selama tiga kali pertemuan tanggal 21-23 Mei 2024. Sasaran kegiatan PkM yaitu lansia penderita hipertensi peserta kegiatan prolanis di Pukesmas Tajinan. Evaluasi  hasil pretest pengetahuan peserta tentang penyakit hipertensi dan senam hipertensi 55,68 dan postest  67, pretest demonstrasi senam hipertensi 62,22 dan postest 75,85 sehingga dapat diartikan bahwa ada peningkatan pengetahuan dan kemampuan para lansia penderita hipertensi dalam melaksanakan senam hipertensi.Kata kunci : hipertensi; lansia; senam AbstractChronic Disease Management Program (Prolanis) is a health service system and proactive approach involving participants, health facilities and BPJS. At Tajinan Health Center, Malang Regency, Prolanis activities are carried out every Friday. There are 2192 elderly people with hypertension at Tajinan Health Center, 142 of whom are registered in the Prolanis group. There are 25 elderly people with hypertension who came to Prolanis activities. Hypertension is often referred as a "silent killer", because there is often people with hypertension do not feel symptoms, without realizing it, people with hypertension experience complications in vital organs such as heart, brain or kidneys. Efforts that can be made to prevent complications of hypertension is hypertension exercise. The aim of this PkM is to increase the understanding of elderly people with hypertension about the benefits of hypertension exercise and to be able apply hypertension exercise correctly. The activity method in the form of education and demonstration of hypertension exercise was carried out during three meetings on May 21-23, 2024. The target of the PkM activity is elderly people with hypertension who are participants in the Prolanis activity at Tajinan Health Center. Evaluation of the results of the pretest of participants' knowledge about hypertension and hypertension exercise 55.68 and posttest 67, pretest demonstration of hypertension exercise 62.22 and posttest 75.85 so that it can be interpreted that there is an increase in knowledge and ability of elderly people with hypertension in carrying out hypertension exercise. Keywords: hypertension; elderly; exercise
Pemberdayaan relawan dalam pemilahan sampah dan pembuatan sabun batang Eco-enzyme Elizabeth Yun Yun Vinsur; Berliany Venny Sipollo
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.25210

Abstract

Abstrak Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ditujukan kepada relawan Balakarcana untuk mengatasi masalah  sampah. Solusi yang dilakukan adalah mengedukasi dan mengajarkan cara memilah sampah rumah tangga, memanfaatkan sampah organik menjadi cairan eco-enzyme, dan sebagai bahan pembuatan sabun batang. Kegiatan dilaksanakan dengan metode ceramah tanya jawab untuk pemberian edukasi tentang: pemilahan sampah, eco-enzyme dan pembuatan eco-enzyme, manfaat buah apel, dan prosedur pembuatan sabun; dilanjutkan kegiatan demonstrasi cara membuat eco-enzyme dan cara membuat sabun, serta re-demonstrasi yang diikuti oleh 15 relawan Balakarcana. Evaluasi peningkatan level dilakukan secara kognitif maupun secara psikomotor. Evaluasi kognitif dengan melakukan pretest diawal kegiatan dan post-test diakhir kegiatan untuk mengevaluasi peningkatan pengetahuan relawan Balakarcana menggunakan 10 pernyataan benar/salah yang dilakukan skoring. Evaluasi peningkatan psikomotor dengan menggunakan checklist prosedur pembuatan eco-enzyme dan prosedur pembuatan sabun. Hasil evaluasi diketahui bahwa pengetahuan relawan Balakarcana antara sebelum dan sesudah diberikan edukasi meningkat sebesar 18%, dimana sebelum diberikan edukasi, rerata nilai pretest sebesar 73,33 dan setelah diberikan edukasi rerata nilai posttest menjadi 84,67%. Hasil evaluasi untuk ketrampilan relawan Balakarcana mampu melakukan dengan baik 100% semua tindakan sesuai SOP yang ada.  Kata kunci: pemilahan sampah; sabun batang. Abstract Community service is aimed at Balakarcana volunteers to overcome the waste problem. The solution is to sort household waste and use organic waste to process it into eco-enzyme liquid, educate about the benefits and use of eco-enzymes, educate about the benefits and use of apples as ingredients for making soap, and educate and provide skills on how to make bar soap. The activity was carried out using a lecture method to provide education about: waste sorting, eco-enzyme and eco-enzyme production, the benefits of apples, and procedures for making soap; continued with demonstration activities on how to make eco-enzyme and how to make soap based on eco-enzyme liquid and apples, as well as a re-demonstration which 15 Balakarcana volunteers attended. Evaluation of increasing levels is carried out cognitively and psychomotorically. Cognitive evaluation by conducting a pretest at the beginning of the activity and a post-test at the end of the activity to evaluate the increase in knowledge of Balakarcana volunteers using 10 true/false statements which are scored. Evaluation of psychomotor improvement using a checklist of procedures for making eco-enzymes and procedures for making soap. The evaluation results showed that the knowledge of Balakarcana volunteers between before and after being given education increased by 18%, where before being given education, the average pretest score was 73.33 and after being given education the average posttest score was 84.67%. The evaluation results for the skills of Balakarcana volunteers were able to carry out 100% of all actions according to existing SOPs. Keywords: bar soap; waste sorting
Pemanfaatan tanaman obat keluarga (Toga) pada masyarakat padukuhan Dadapbong kecamatan Pajangan kabupaten Bantul Andi Yasmin Fadhilah; R. Jaka Sarwadhamana; Susilo Setyo Wiguno; Rodhotul Kofifah; Dini Rahmayani; Dewi Septiyorini; Nisa Agustina Widya Astuti; Ainun Jariah; Fitri Andriyani; Faizatun Riyado Hasanah
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.25493

Abstract

AbstrakTanaman Obat Keluarga (TOGA) lebih dikenal  dengan nama Apotek Hidup. Masyarakat Indonesia sudah sejak lama menggunakan tumbuhan sebagai pengobatan maupun untuk pemeliharaan kesehatan yang diwariskan secara turun temurun. Pemanfaatan TOGA dapat menjadi salah satu solusi untuk membantu masyarakat dilingkungan desa menuju kemandirian kesehatan, karena jika dilihat dari jaraknya yang jauh dari fasilitas kesehatan membuat kesadaran warga untuk memeriksakan kesehatannya masih minim. Selain itu, sebagian besar warga adalah ibu rumah tangga, hal ini menyebabkan kondisi perekonomian keluarga menjadi kurang maksimal dan perlu ditingkatkan lagi. Melihat permasalahan ini sesuai dengan kegiatan KKN Tematik Universitas Alma Ata membantu masyarakat dusun dadapbong untuk lebih memahami cara pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA). Penyediaan tanaman yang berfungsi sebagai obat-obatan dan sosialisasi cara pemanfaatannya diharapkan mampu mengatasi permasalahan minimnya infrastruktur penunjang kesehatan seperti apotik, pelayanan kesehatan terdekat dan lain-lain. Tahapan realisasi program kerja yaitu sosialisasi program kerja dan pengenalan jenis tanaman obat keluarga melalui buku saku, pembagian TOGA kepada masyarakat, penanaman bersama TOGA di dasawisma serta sosialisasi pemanfaatan TOGA menjadi serbuk minuman atau bumbu yang mudah digunakan. Dari hasil pengabdian masyarakat yang dilakukan, diketahui bahwa warga padukuhan dadapbong lebih memahami manfaat tanaman obat keluarga dan mampu melakukan swamedikasi mandiri untuk penyakit ringan seperti demam, nyeri haid, dan batuk. Warga juga mampu menjual jamu berbentuk serbuk yang lebih tahan lama dibandingkan jamu berbentuk cair, hal ini dapat meningkatkan perekonomian keluarga di padukuhan dadapbong. Kata kunci: tanaman obat keluarga; pemanfaatan;  padukuhan dadapbong AbstractFamily Medicinal Plants (TOGA) is better known as the Living Pharmacy. Indonesian people have long used plants as medicine and for maintaining health, which have been passed down from generation to generation. Utilizing TOGA can be one solution to help people in rural areas achieve health independence, because if you look at the distance from health facilities, residents' awareness of having their health checked is still minimal. Apart from that, the majority of residents are housewives, this causes the family's economic conditions to be less than optimal and needs to be improved further. Seeing this problem is in accordance with Alma Ata University's Thematic KKN activities to help the Dadapbong hamlet community to better understand how to use Family Medicinal Plants (TOGA). Providing plants that function as medicines and socializing how to use them is expected to be able to overcome the problem of minimal health supporting infrastructure such as pharmacies, nearby health services and others. The stages of realizing the work program are socialization of the work program and introduction of types of family medicinal plants through pocket books, distribution of TOGA to the community, joint planting of TOGA in dasawisma and socialization of the use of TOGA into easy-to-use powdered drinks or spices. From the results of the community service carried out, it is known that the residents of Dadapbong Padukuhan better understand the benefits of family medicinal plants and are able to self-medicate for minor illnesses such as fever, menstrual pain and coughs. Residents are also able to sell powdered herbal medicine which is more durable than liquid herbal medicine, this can improve the family economy in Dadapbong Padukuhan. Keywords: family medicinal plants; utilization; padukuhan dadapbong