cover
Contact Name
Zulkarnain
Contact Email
dzul9787@gmail.com
Phone
+6287832631987
Journal Mail Official
selaparang.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan No.1, Pagesangan, Kec. Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Bar. 83115
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan
ISSN : 26145251     EISSN : 2614526X     DOI : https://doi.org/10.31764/jpmb.v5i1.6393
SELAPARANG : Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan merupakan jurnal yang mendiseminasikan setiap pemikiran dan ide gagasan atas hasil penelitian dan pemanfaatan teknologi untuk diimplementasikan kepada masyarakat mencakup ; (1). Bidang ilmu pengetahuan ; MIPA (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi), Terapan, Sosial, Budaya, Ekonomi, dan Kesehatan, (2). Pelatihan dan peningkatan hasil pendidikan dan (3). Pengembangan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,601 Documents
Pelatihan dan pendampingan pembelajaran berbasis gamifikasi di SMP ‘Aisyiyah Muhammadiyah 3 Malang untuk meningkatkan kompetensi pedagogi guru Rose Fitria Lutfiana; M. Syahri; M. Mansur; Jamaludin Jamaludin
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 1 (2024): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i1.22072

Abstract

Abstrak Guru professional di abad 21 ini dituntut untuk memiliki empat kompetensi yaitu kompetensi pedagogi, professional, kepribadian dan sosial. Kompetensi pedagogi guru berkaitan dengan proses belajar mengajar seperti memdesain perangkat pembelajaran dengan media berbasis IT dan implementasi model pembelajaran inovatif. Pembelajaran gamifikasi merupakan salah satu metode yang mengintegrasikan teknik game dalam proses pembelajaran. Metode pengabdian yang digunakan yaitu FGD, workshop dan pendampingan serta evaluasi dan refleksi. Kegiatan PkM yang dilakukan di SMP ‘Aisyiyah Muhammadiyah 3 Malang diikuti oleh semua guru yang ada di sekolah yang berjumlah 13 orang. Kegiatan pelatihan gamifikasi terdiri dari tiga yaitu pelatihan aplikasi wordwall, quizzis dan Kahoot! Kata kunci: gamifikasi; guru; kompetensi pedagogi. Abstract Professional teachers in the 21st century are required to have four competencies, namely pedagogical, professional, personality and social competencies. Teacher pedagogical competence is related to the teaching and learning process such as designing learning tools with IT-based media and implementing innovative learning models. Gamification learning is a method that integrates game techniques in the learning process. The methods used are FGD, workshops and mentoring as well as evaluation and reflection. The PkM activities carried out at SMP 'Aisyiyah Muhammadiyah 3 Malang were attended by all 13 teachers at the school. Gamification training activities consist of three, namely wordwall application training, quizzis and Kahoot! Keywords: gamification; teacher; pedagogy competencies.
Persiapan pembentukan koperasi sebagai sarana penguatan kelembagaan guna menunjang pengembangan bisnis UMKM di desa Branjang, kabupaten Ungaran Dwi Cahyaningdyah; Kris Brantas Abiprayu; Nurul Kamilia; Irnin Miladdyan Airiq
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.25975

Abstract

AbstrakKoperasi berperan aktif sebagai lembaga pendukung pengembangan usaha UMKM di pedesaan. Perkembangan berbagai usaha kecil tersebut ternyata kurang diimbangi oleh perkembangan entitas bisnis yang bisa membantu dalam hal permodalan maupun kebutuhan financial yang lain, seperti koperasi. Berdasarkan permasalahan tersebut maka dibutuhkan sebuah upaya persiapan bagi masyarakat Desa Branjang untuk mulai membentuk sebuah koperasi desa. Kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan dua metode pendekatan, FGD dan Pelatihan. FGD diadakan dengan perangkat desa untuk menentukan atau menilai kesiapan sumberdaya dalam rangka pembentukan koperasi. Sedangkan pelatihan diadakan untuk memberikan bekal pengetahuan bagi masyarakat untuk menyusun lembaga koperasi, termasuk pelatihan untuk penyusunan AD/ART koperasi dan  penyusunan struktur organisasi koperasi Desa Branjang. Dari hasil kegiatan masyarkat mendapatkan  tambahan pengetahuan mengenai langkah-langkah penyusunan sebuah koperasi dan bisa menggunakan pengetahuan tersebut untuk mewujudkan pendirian sebuah lembaga koperasi Kata kunci: FGD; pelatihan; koperasi; desa Branjang AbstractCooperatives play an active role as supporting institutions for the development of MSME businesses in rural areas. The development of various small businesses is apparently not balanced by the development of business entities that can help with capital or other financial needs, such as cooperatives. Based on these problems, a preparatory effort is needed for the Branjang Village community to start forming a village cooperative. This community service activity is carried out using two approaches: FGD and training. FGD is held with village officials to determine or assess the readiness of resources in the framework of forming a cooperative. Meanwhile, training is held to provide knowledge for the community to establish a cooperative institution, including training for the preparation of the cooperative's AD/ART and the preparation of the organizational structure of the Branjang Village cooperative. From the results of the activities, the community gains additional knowledge regarding the steps for establishing a cooperative and can use this knowledge to realize the establishment of a cooperative institution. Keywords: FGD; training; cooperative; Branjang village
Pendampingan desain masterplan pengembangan masjid Nurul Huda dusun Mentokan, desa Darek kabupaten Lombok Tengah Hafiz Hamdani; Ahmad Zarkasi; Aji Syailendra Ubaidillah; Sukuryadi Sukuryadi; Lalu Lunk Ryanata Putra; Serdian Eska Cahya; Ahmad Taufiq Hidayat
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.26441

Abstract

AbstrakMasjid merupakan tempat ibadah yang juga berfungsi sebagai pusat kegiatan sosial dan pendidikan. Dalam konteks Masjid Nurul Huda di Dusun Mentokan, Desa Darek, Kabupaten Lombok Tengah, terdapat kebutuhan untuk pengembangan fasilitas akibat meningkatnya jumlah penduduk dan kondisi bangunan yang sudah tua. Tim pengabdian dari Program Studi Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah melakukan pendampingan desain masterplan untuk merespons kebutuhan tersebut. Metodologi yang digunakan mencakup pengumpulan data, analisis kebutuhan, dan perancangan konsep, dengan melibatkan masyarakat dalam setiap tahap. Hasilnya menunjukkan bahwa masyarakat menginginkan ruang multifungsi untuk kegiatan pendidikan dan sosial. Selain itu, masterplan yang dihasilkan juga mempertimbangkan aspek keberlanjutan dengan memanfaatkan sumber daya secara efisien. Partisipasi masyarakat dalam perencanaan terbukti meningkatkan rasa memiliki dan tanggung jawab terhadap masjid, sehingga diharapkan masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat kegiatan yang bermanfaat bagi komunitas. Kata kunci: masjid; pengabdian kepada masyarakat; masterplane. AbstractMosques are places of worship that also function as centers for social and educational activities. In the context of the Nurul Huda Mosque in Mentokan Hamlet, Darek Village, Central Lombok Regency, there is a need for the development of facilities due to the increasing population and the condition of the old building. The service team from the Civil Engineering Study Program, University of Muhammadiyah assisted in the design of a master plan to respond to these needs. The methodology used includes data collection, needs analysis, and concept design, by involving the community at every stage. The results show that the community wants a multifunctional space for educational and social activities. In addition, the resulting masterplan also considers sustainability aspects by utilizing resources efficiently. Community participation in planning has been proven to increase the sense of ownership and responsibility for the mosque, so it is hoped that the mosque will not only function as a place of worship, but also as a center of activities that are beneficial to the community. Keywords: mosque; community service; masterplane.
Preeclampsia support group sebagai upaya pemberdayaan kader dalam pencegahan dan pengendalian preeklampsia Venny Patricia; Ahmad Yani; Hanny Siti Nuraeni; Ranti Dwi Astriani; Darti Rumiatun
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 1 (2024): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i1.22228

Abstract

AbstrakPreeklampsia merupakan salah satu penyumbang utama angka kematian ibu di Indonesia. Salah satu upaya menurunkan preeklampsia adalah melalui penyuluhan terhadap kader mengenai preeklampsia, deteksi dini, serta pencegahannya. Kader merupakan perpanjangan tangan dari tenaga kesehatan di tingkat desa sehingga dapat diberdayakan dalam upaya pencegahan dan pengendalian preeklampsia, terutama dalam memberikan pemahaman kepada ibu hamil di wilayah masing-masing. Dalam pengabdian ini, dilakukan penyuluhan dan pendampingan mengenai deteksi dini preeklampsia kepada para kader. Sasaran kegiatan ini adalah para kader di 14 desa di kecamatan Padarincang, kabupaten Serang, Banten. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader mengenai pencegahan dan pengendalian preeklampsia serta deteksi dini preeklampsia pada ibu hamil melalui pemeriksaan tekanan darah dan protein urine melalui pemanfaatan support group. Kegiatan dilakukan dalam 4 tahapan yaitu pengurusan perizinan, penyuluhan, skrining preeklampsia, serta monitoring dan evaluasi keberlanjutan program. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa pengetahuan dan keterampilan kader mengenai preeklampsia, deteksi dini, dan upaya pencegahannya mengalami peningkatan sesudah diberi penyuluhan. Pengetahuan dan keterampilan kader dengan kategori baik yaitu sebesar 15% sebelum diberikan penyuluhan dan meningkat menjadi sebesar 55% setelah diberikan penyuluhan. Support group yang dibentuk terbukti efektif dalam membangun komunikasi dan koordinasi dalam upaya pencegahan dan pengendalian preeklampsia di wilayah kecamatan Padarincang. Untuk menjamin keberlanjutan program, preeclampsia support group tetap digunakan sebagai sarana koordinasi antara para kader, bidan desa, tenaga kesehatan lainnya di puskesmas, aparatur desa dan kecamatan, serta tim pengabdian. Kata kunci: bidan; hipertensi; kader; preeklampsia; proteinuria. AbstractPreeclampsia is one of the main contributors to maternal mortality rates in Indonesia. One effort to reduce preeclampsia is through educating cadres since they are an extension of health workers so that they can be empowered in efforts to prevent and control preeclampsia, especially in providing understanding to pregnant women in their areas. In this community service, education and assistance regarding the early detection of preeclampsia were provided to cadres. The target was cadres in 14 villages in Padarincang, Serang district, Banten. This activity aimed to increase cadres' knowledge and skills regarding the prevention and control of preeclampsia as well as the early detection of preeclampsia in pregnant women through checking blood pressure and urine protein through the use of support groups. Activities were carried out in 4 stages, namely processing activity permits, counseling, preeclampsia screening, and monitoring and evaluating program sustainability. The results of the service showed that the cadres' knowledge and skills regarding preeclampsia, early detection, and prevention efforts had increased after being given counseling. The knowledge and skills of cadres in the good category were 15% before being given counseling and increased to 55% after being given counseling. The support group was proven to be effective in building communication and coordination in efforts to prevent and control preeclampsia in the Padarincang sub-district area. To ensure the continuation of the program, the support group is still used as a means of coordination between cadres, midwives, community health center authorities, village and sub-district officials, and the community service team. Keywords: midwife; hypertension; cadre; preeclampsia; proteinuria.
Sosialisasi pembuatan briket arang berbasis limbah bonggol jagung sebagai peluang usaha di kecamatan Gerung kabupaten Lombok Barat Karyanik Karyanik; Ahmad Akromul Huda; Firzahl Arzhi Jiwantara; Suhairin Suhairin; Erni Romansyah; Abdul Faruq; Indra Purnawirawan; Abdul Hakim
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.24150

Abstract

Abstrak Limbah sering dihasilkan dari proses produksi industri dan domestik, dan sering kali tidak memiliki nilai ekonomis. Di daerah dengan jagung sebagai komoditas utama, limbah jagung seperti kulit dan tongkol sering diabaikan. Di Kabupaten Lombok Barat, jagung merupakan komoditas penting dengan hasil panen mencapai 77.304 ton pada tahun 2023. Namun, limbah jagung belum dimanfaatkan secara optimal. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengajarkan warga Desa Mesanggok mengolah limbah bonggol jagung menjadi briket, sebagai alternatif bahan bakar yang ramah lingkungan. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini ialah sosialisasi yang meliputi ceramah, diskusi, dan pemutaran video, diikuti dengan pretest dan posttest untuk mengevaluasi peningkatan pengetahuan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta dari 43% menjadi 92%, dengan hasil uji statistik menggunakan uji paired sample T test yang signifikan. Sosialisasi ini tidak hanya meningkatkan pengetahuan tetapi juga membuka wawasan peserta mengenai peluang usaha baru melalui produksi briket dari limbah jagung, mendukung program zero waste Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat, serta berkontribusi pada upaya peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat setempat. Kata kunci: bonggol jagung; briket; energi; limbah biomassa Abstract Waste is often generated from industrial and domestic production processes, and often has no economic value. In areas where maize is the main commodity, maize waste such as husks and cobs are often neglected. In West Lombok Regency, maize is an important commodity with a yield of 77,304 tonnes in 2023. However, corn waste has not been optimally utilised. This community service programme aims to teach residents of Mesanggok Village to process corncob waste into briquettes, as an environmentally friendly alternative fuel. The method used in this activity is socialisation which includes lectures, discussions, and video screenings, followed by pretests and posttests to evaluate the increase in participants' knowledge. The results of the activity showed an increase in participants' knowledge from 43% to 92%, with statistical test results using a significant paired sample T test. This socialisation not only increased knowledge but also opened participants' insights into new business opportunities through the production of briquettes from corn waste, supporting the West Nusa Tenggara Provincial Government's zero waste programme, and contributing to efforts to improve the economic welfare of the local community. Keywords: biomass waste; briquettes; energy; maize cobs.
Pelatihan lembar kerja siswa-digital ‘puzzle interaktif’ berbasis liveworksheet bagi guru-guru madrasah Ramlah Ramlah; Agung Prasetyo Abadi; Hanifah Hanifah; Amanda Mutiara Putri; Nisa Nabilatuzzahra; Vanessa Rahmawati Julistiwa6
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 1 (2024): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i1.22210

Abstract

Abstrak Pengelolaan sampah menjadi masalah kesehatan lingkungan yang hingga saat ini belum dapat terselesaikan. Pada Kabupaten Banjar, timbulan sampah rata-rata dalam dua tahun terakhir sebanyak 148.944 ton dan diperkirakan dalam satu hari jumlah sampah yang dihasilkan penduduk mencapai 408 ton/hari pada tahun 2022. Berdasarkan hasil diagnosis komunitas, permasalahan yang muncul di Desa Tiwingan Lama RT 02, Kecamatan Aranio, Kabupaten Banjar yaitu masyarakat belum melakukan pengelolaan sampah dengan baik dan benar. Alternatif pemecahan masalah untuk menangani permasalahan mengenai pengelolaan sampah tersebut adalah dengan adanya program pemberdayaan berupa penyuluhan, pembuatan tempat sampah dari tong bekas, serta pemasangan media promotif visual berupa spanduk ajakan memilah sampah. Kegiatan ini bertujuan untuk meminimalisir permasalahan kesehatan lingkungan khususnya pengelolaan sampah. Metode yang digunakan adalah ceramah, diskusi, dan praktik. Instrumen kegiatan ini di antaranya adalah kuesioner pre dan post-test, lembar observasi, serta kuesioner sebagai pemandu wawancara kepada 7 responden pada monitoring pengetahuan lanjutan. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa setelah dilakukan penyuluhan, terjadi peningkatan pengetahuan masyarakat dari rata-rata 70 menjadi 90. Setelah dilakukan uji statistik berupa uji Wilcoxon, diketahui terdapat perbedaan pengetahuan antara sebelum dan sesudah penyuluhan dengan nilai uji sebesar 0,027. Hasil monitoring pengetahuan lanjutan menunjukkan bahwa terdapat peningkatan jumlah responden yang terkategori memiliki pengetahuan baik yaitu dari 1 orang saat post-test menjadi 6 orang saat monitoring ke-3. Pada kegiatan penyediaan tempat sampah sistem pilah, masyarakat desa bersama Karang Taruna berhasil membuat tempat sampah sistem pilah sehingga terjadi duplikasi pengadaan tempat sampah. Selain itu, pada kegiatan pemasangan spanduk tentang pemilahan sampah juga berhasil mempengaruhi masyarakat untuk melakukan pemilahan sampah. Kata kunci: sampah; pengelolaan sampah; pemilahan sampah; pemanfaatan sampah; tempat sampah sistem pilah Abstract Waste management remains an unresolved environmental health issue to date. In Banjar Regency, the average waste generation over the past two years has been 148,944 tons, with an estimated daily production of 408 tons per day in 2022. Based on community diagnosis results, the emerging issue in Tiwingan Lama Village, RT 02, Aranio District, Banjar Regency is inadequate waste management by the community. The alternative solution to address this waste management issue is through an empowerment program involving education, the construction of waste bins from recycled barrels, and the installation of visual promotional media such as banners encouraging waste sorting. The objective of these activities is to minimize environmental health issues, particularly regarding waste management. The methods employed include lectures, discussions, and practical demonstrations. The activity instruments include pre- and post-test questionnaires, observation sheets, and interview questionnaires for 7 respondents during the advanced knowledge monitoring. The results indicate that after the education sessions, there was an increase in community knowledge from an average of 70 to 90. Statistical analysis using the Wilcoxon test revealed a significant difference in knowledge before and after the education sessions, with a test value of 0.027. The follow-up monitoring showed an increase in the number of respondents categorized as having good knowledge, from 1 person in the post-test to 6 people in the third monitoring session. In the waste bin provision activity using a sorting system, the village community, along with the youth organization, successfully constructed waste bins with sorting systems, which led to the duplication of waste bin procurement. Additionally, the installation of banners promoting waste sorting was successful in influencing the community to engage in waste sorting. Keywords: waste; waste management; waste sorting; waste utilization; segregated waste bins
Pemberdayaan kader kesehatan di desa Pandansari Krajan dengan filosofi “Sego Tumpeng” untuk pengenalan kebutuhan dasar lansia di rumah Yafet Pradikatama Prihanto; Nanik Dwi Astutik
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.25244

Abstract

AbstrakDesa Pandansari memiliki lebih dari 80 lansia, dan semua tinggal bersama pasangan atau anak-anaknya. Data pada studi pendahuluan ditemukan data bahwa pendamping lansia atau caregiver informal hanya memenuhi kebutuhan dasar lansia saja seperti makan, minum, BAB/BAK dan kebersihan diri saja. Permasalahan ini yang menjadi salah satu pemicu ketidakstabilan emosi pada lansia yang mengakibatkan tekanan darah tinggi sehingga meningkatkan resiko terjadinya stroke, sedangkan apabila dilihat dari sisi caregiver informal, ketidakstabilan emosi lansia akan memicu kelelahan psikologis yang berpengaruh terhadap sikap kepada lansia. Berdasarkan fenomena yang terjadi di lapangan tersebut, pelaksana kegiatan pengabdian masyarakat telah mengadakan edukasi tentang pencegahan permasalahan pada lansia ini dengan cara penjelasan mengenai pemenuhan semua kebutuhan lansia dengan target kader kesehatan Desa Pandansari, Tujuannya adalah supaya kader kesehatan mengerti, memehami dan mampu menjelaskan mengenai kebutuhan lansia menurut Maslow. Alasan memili kader kesehatan adalah karena dipandang lebih mudah dalam pendekatan dengan caregiver informal. Materi edukasi telah diberikan adalah teori mengenai kebutuhan dasar manusia menurut Maslow atau dianalogikan sebagai “sego tumpeng, supaya kader kesehatan lebih mudah memahami dan mengingatnya, dan dapat menjelaskan ke caregiver informal lansia. Edukasi telah diberikan kepada 10 orang kader kesehatan selama 3 kali, pada tanggal 12,13 dan 14 Juni 2024 dengan materi dasar kebutuhan manusia, kebutuhan manusia menurut Abraham Maslow dan kiat-kiat pemenuhan kebutuhan lansia agar bahagia. Metode kegiatan ini berupa focus group discussion (FGD).  Pada pertemuan pertemuan pertama dilakukan pre test didapatkan hasil rata-rata 5,2 dan di akhir pertemuan akan dilakukan post test berupa 10 pertanyaan pilihan ganda didapatkan hasil rata-rata 8,6. Perubahan nilai rata-rata pre dan post ini menunjukkan bahwa kegiatan edukasi berhasil karena terjadi penambahan pengetahuan kader kesehatan. Kata Kunci : hierarki maslow; kader kesehatan; pengenalan AbstractPandansari Village has more than 80 elderly people, and all live with their partners or children. Data from the preliminary study found that elderly companions or informal caregivers only fulfill the elderly's basic needs such as eating, drinking, defecating and personal hygiene. This problem is one of the triggers for emotional instability in the elderly which results in high blood pressure thereby increasing the risk of stroke, whereas if seen from the perspective of informal caregivers, emotional instability in the elderly will trigger psychological fatigue which affects attitudes towards the elderly. Based on the phenomena that occur in the field, the implementers of community service activities have held education about preventing problems in the elderly by explaining the fulfillment of all the needs of the elderly with the target of health cadres in Pandansari Village. The aim is for health cadres to understand and be able to explain the needs of the elderly according to Maslow . The reason for choosing health cadres is because it is considered easier to approach informal caregivers. The educational material that has been provided is the theory of basic human needs according to Maslow or analogous to "sego tumpeng, so that health cadres can more easily understand and remember it, and can explain it to informal caregivers of the elderly. Education was given to 10 health cadres 3 times, on 12, 13 and 14 June 2024 with basic material on human needs, human needs according to Abraham Maslow and tips for fulfilling the needs of the elderly to be happy. The method of this activity is a focus group discussion (FGD).  At the first meeting, a pre-test was carried out, the average result was 5,22, and at the end of the meeting, a post-test was carried out in the form of 10 multiple choice questions, the average result was 8,6. This change in the average pre and post scores shows that the educational activity was successful because it occurred. increasing knowledge of health cadres. Keywords: maslow's hierarchy; health cadres; introduction
Pelatihan batik dan ecoprint di Canting Buana Kreatif: pendidikan berbasis praktek dan budaya Temmy Thamrin; Zainal Arifin; Widiyanti Widiyanti; Kendall Malik; Ferry Fernando; Maulid Hariri Gani
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 1 (2024): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i1.22273

Abstract

AbstrakSalah satu tugas yang diamanatkan dari Tri Dharma Perguruan Tinggi adalah melakukan pengabdian kepada masyarakat, dan ini merupakan salah satu tugas pokok dan fungsi sebagai dosen di Perguruan Tinggi, disamping tugas pokok dan fungsi lainnya, yakni pengajaran dan penelitian. Kegiatan pengabdian ini dilakukan di Canting Buana Kreatif yang ada di Nagari Bukik Surungan, Kotamadya Padangpanjang Sumatera Barat. Pelatihan ini mengangkat tema Pendidikan Berbasis Praktek dan Budaya. Tema ini sengaja diambil karena para peserta pelatihan merupakan mahasiswa-mahasiswa yang tidak pernah bersentuhan secara langsung dengan hal-hal yang berbau seni dan praktek kriya, sehingga penting untuk memperkenalkan secara langsung apa dan bagaimana batik dan ecoprint itu sendiri, dengan demikian mahasiswa yang selama ini hanya mengenal teori saja, ketika mereka berinteraksi secara langsung dan mempraktekan kegitan itu sendiri, maka diharapkan pada akhirnya mereka juga dapat memberikan pelatihan dimaksud kepada siswa-siswa asing yang mereka ajar kelak kemudian hari. Metode pelatihan dengan cara demonstrasi secara langsung bagaimana membatik, yang tentu saja diperkenalkan terlebih dahulu teori-teorinya. Setelah memahami teorinya, para peserta langsung mempraktekannya pada selembar kain, baik itu membuat pola sampai menghasilkan kain batik maupun ecoprint itu sendiri. Pada akhirnya, diharapkan para peserta pelatihan ini nantinya dapat menularkan ilmu yang mereka dapatkan kepada siswa-siswa asing yang nantinya akan belajar lebih lanjut kepada mereka, apa dan bagaimana batik dan ecoprint itu sendiri. Kata kunci: batik; ecoprint; pelatihan. AbstractOne of the tasks assigned to Tri Dharma Perguruan Tinggi is community service. This is one of the main tasks and functions of a lecturer in Higher Education, besides other main tasks such as teaching and research. The activity of community service was carried out at Canting Buana Kreatif located in Nagari Bukik Surungan, Padangpanjang, West Sumatra. The theme of the training is Practice and Culture- Based Education. This theme was deliberately chosen because the training participants are students who have never had direct contact with matters related to art and craft practice, so it is important to introduce directly what and how Batik and Ecoprint are, the students who have learned only theory, when they interact in person and practice the excitement themselves, then hopefully in the end they will also be able to provide the training intended for foreign students that they will be taught later on. The training method involves a direct demonstration of how to make Batik, which of course introduces the theories first. After understanding the theory, the participants immediately put it into practice on a piece of cloth, either making patterns to produce Batik cloth or the ecoprint itself. In the end, it is hoped that the training participants will be able to pass on the knowledge they have gained to foreign students who will later learn more from them about what and how batik and ecoprint itself are. Keywords: batik; ecoprint; training.
Pelatihan peningkatan kemampuan kognitif tukang bangunan dalam pengaplikasian ferosemen Sang Angga Zeatama Afaer; Amri Gunasti; Muhtar Muhtar; Abadi Sanosra; M. Sevi Abdillah
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 1 (2024): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i1.21736

Abstract

Abstrak Negara Indonesia dilihat dari sudut geografis masuk dalam kawasan Ring of Fire Pasifik. Artinya bertemunya empat lempengan tektonik, lempeng Lempeng Pasifik, Lempeng Indonsia-Australia dan yang terakhir Lempeng Eurasia. Oleh karena itu, Indonesia adalah negara yang mudah sekali terdampak bencana gempa bumi. Permasalahannya di Indonesia masih banyak ditemui  rumah masyarakat di desa desa masih memakai struktur rumah sederhana, yaitu tidak memakai tulangan dinding atau biasa disebut dengan kolom balok, misalnya saja di desa Sukogidri Kabupaten Jember adalah salah satu desa yang masyarakatnya memakai struktur rumah sederhana. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan dalam hal kemampuan para tukang bangunan untuk me-retrofit rumah sederhana dari dinding bata dalam menjalankan program kami Teknik Pengaplikasian Ferosemen memiliki kecenderungan yang tinggi merujuk ke gaya geser yang diakibatkan gempa. Hasil dari pengabdian ini adalah peningkatan pemberdayaan para tukang bangunan. Pelatihan dilakukan dengan menggunakan beberapa alat dan bahan kontruksi yang biasa dipakai dipekerjaan para tukang bangunan. Upaya meningkatkan kemampuan kognitif para tukang bangunan melalui kegiatan pensosialisasian terhadap para tukang bangunan dan pemberian materi berupa penerapan langsung dan untuk melihat sejauh mana kemampuan setelah penerapan dengan pengujian permainan antar tukang. Sehingga penerapan penelitian Teknologi Ferosemen perlu dilakukan sebagai langkah penanganan terhadap kondisi rumah rumah yang mengalami keretakan dinding akibat gempa. Kata kunci: biopori; sampah organik; pupuk organik; manajemen usaha AbstractIndonesia is geographically located in the Ring of Fire or Pacific Ring of Fire. The meeting of four tectonic plates in the world, the Eurasian Plate, the Indonesia-Australian Plate, and finally the Pacific Plate. Indonesia is thus a nation vulnerable to natural disasters. such as earthquakes. Problems in Indonesia, you can still find many people's houses in villages that still use simple house structures, that is, they don't use wall reinforcement or what is usually called beam columns, for example in Sukogidri village, Jember Regency is one of the villages whose people use simple house structures. The aim of this community service is to provide skills to builders in retrofitting simple houses from brick walls by applying ferrocement technology so that they have a high bearing capacity against shear forces due to earthquakes. The result of this service is increased empowerment of builders. Training is carried out using several tools and construction materials commonly used in the work of builders. Attempts to increase builders' cognitive capacities via fostering social interactions, offering material in the form of direct application, and assessing games among builders to gauge the level of their talents after application. So the application of Ferrocement Technology research needs to be carried out as a measure to deal with the condition of houses that experience wall cracks due to the earthquake. Keywords: ferrocement technology; simple house structures; cognitive abilities.
Pelatihan pembuatan ecoprint teknik pounding untuk melatih kreativitas siswa SDN Inpres Nontotera Kurniahtunnisa Kurniahtunnisa; Mellyatul Aini; Wilce Anna Cahya Kuendo; Maria Yasinta Manuel; Meidy Atina Kuron; Aisyiah Restutiningsih Putri Utami
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.26122

Abstract

Abstrak Di tengah pergeseran pendidikan yang semakin mengedepankan aspek kreativitas, ekspresi, dan inovasi, ecoprint muncul sebagai salah satu media pembelajaran yang menawarkan pembelajaran melalui kegiatan praktik yang praktis dan menyenangkan. Tujuan dari pelatihan pembuatan ecoprint adalah untuk mengembangkan kreativitas dan meningkatkan keterampilan siswa melalui kegiatan yang mudah dipraktikan. Peserta pelatihan adalah 20 siswa kelas V dan 1 guru kelas di SDN Inpres Nontotera. Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan dalam beberapa tahapan yaitu persiapan kegiatan, sosialisasi dan demonstrasi, persiapan alat dan bahan, pelaksanaan kegiatan, dan evaluasi kegiatan. Kegiatan pelatihan dilakukan dengan metode ceramah, tanya jawab, demonstrasi, dan praktik pembuatan ecoprint secara langsung. Pelatihan ini menggunakan teknik pounding pada tote bag sebagai media aplikasi ecoprint karena kemudahannya untuk diterapkan oleh siswa sekolah dasar. Pelaksanaan pelatihan ecoprint teknik pounding untuk siswa sekolah dasar berlangsung dengan sangat interaktif dan antusias. Pelaksanaan pelatihan pembuatan ecoprint dengan teknik pounding ini telah memberikan pengetahuan tentang pembuatan ecoprint serta melatih keterampilan dan kreativitas para siswa sekolah dasar yang berpartisipasi. Hasil pelatihan menunjukkan hasil yang signifikan dalam kreativitas siswa, dibuktikan dengan variasi desain ecoprint yang siswa buat. Pelatihan ini memberikan kesempatan bagi siswa untuk mengeksplorasi dan mengekspresikan kreativitas mereka sambil meningkatkan kesadaran dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Kata kunci: pelatihan; ecoprint; teknik pounding; kreativitas. Abstract In the midst of a shift in education that increasingly emphasizes aspects of creativity, expression and innovation, ecoprint emerges as one of the learning media that offers learning through practical and fun activities. The purpose of the ecoprinting training was to develop creativity and improve students' skills through easy-to-practice activities. The training participants were 20 fifth grade students and 1 class teacher at SDN Inpres Nontotera. The implementation of community service activities was carried out in several stages, namely activity preparation, socialization and demonstration, preparation of tools and materials, activity implementation, and activity evaluation. Training activities were carried out using lecture, question and answer, demonstration, and direct practice of making ecoprints. This training used the pounding technique on tote bags as a medium for ecoprint application because of its ease of application by elementary school students. The implementation of the ecoprint training on pounding technique for elementary school students was very interactive and enthusiastic. The implementation of the ecoprinting training with pounding technique has provided knowledge about ecoprinting and trained the skills and creativity of the participating elementary school students. The results of the training showed significant results in student creativity, as evidenced by the variety of ecoprint designs that students created. This training provides an opportunity for students to explore and express their creativity while raising awareness and concern for the surrounding environment. Keywords: training; ecoprint; pounding technique; creativity