cover
Contact Name
Zulkarnain
Contact Email
dzul9787@gmail.com
Phone
+6287832631987
Journal Mail Official
selaparang.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan No.1, Pagesangan, Kec. Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Bar. 83115
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan
ISSN : 26145251     EISSN : 2614526X     DOI : https://doi.org/10.31764/jpmb.v5i1.6393
SELAPARANG : Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan merupakan jurnal yang mendiseminasikan setiap pemikiran dan ide gagasan atas hasil penelitian dan pemanfaatan teknologi untuk diimplementasikan kepada masyarakat mencakup ; (1). Bidang ilmu pengetahuan ; MIPA (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi), Terapan, Sosial, Budaya, Ekonomi, dan Kesehatan, (2). Pelatihan dan peningkatan hasil pendidikan dan (3). Pengembangan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,588 Documents
Pelatihan dan pendampingan UMKM di bidang busana meningkatkan ekonomi masyarakat di Nagari Lubuak Batingkok Ernawati, Ernawati; Efi, Agusti; Hadiastuti, Hadiastuti; Putri, Elviza Yeni; Aze, Hazevi Atila Yazel
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 6 (2025): November (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i6.34490

Abstract

AbstrakPakaian saat ini  bukan hanya menjadi kebutuhan pokok manusia, melainkan telah menjadi bagian fashion yang mengalami perubahan sangat pesat. Hal inilah yang mendasari banyaknya usaha busana atau usaha produktif yang dimiliki perorangan, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang ada di Kabupaten Limapuluh Kota dengan ciri khasnya masing-masing. Masyarakat di nagari Lubuak Batingkok banyak yang berusaha dibidang fashion perorangan, salah satunya menerima jahitan  (modiste). Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan untuk meningkatkan usaha perorangan tentang  (1) pengetahuan para penjahit (pengusaha modiste) dalam mendesain dan teknik menjahit, (2) meningkatkan keterampilan dibidang menjahit baju kurung basiba dan busana muslimah sesuai dengan kebutuhan konsumen, (3) melatih dan melakukan pendampingan para pengusaha modiste agar lebih terampil  dalam memproduksi busana sesuai pesanan konsumen. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah analisis keterampilan SDM dibidang modiste, menyusun program, pelaksanaan pelatihan dan evaluasi. Hasil dari PKM ini menunjukkan adanya peningkatan kemampuan mitra dalam beberapa aspek, antara lain meningkatnya pemahaman peserta mengenai desain dan teknik menjahit, ketepatan pembuatan pola, serta kerapian hasil jahitan. Indikator keberhasilan program terlihat dari (1) meningkatnya keterampilan peserta dalam pembuatan baju kurung basiba sesuai standar teknik, (2) kemampuan peserta menghasilkan karya busana secara mandiri, (3) keaktifan peserta selama pelatihan, dan (4) tersusunnya rencana tindak lanjut berupa pendampingan usaha modiste di nagari tersebut. Secara keseluruhan, program ini memberikan solusi nyata bagi permasalahan mitra dan berkontribusi pada upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat di Nagari Lubuak Batingkok. Kata kunci: pelatihan; pendampingan; keterampilan SDM. AbstractClothing today is not only a basic human necessity but has also become an integral part of the fashion industry, which is experiencing rapid transformation. This development has encouraged the emergence of numerous fashion-related businesses and productive enterprises owned by individuals and Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in Limapuluh Kota Regency, each with its own distinctive characteristics. Many residents of Nagari Lubuak Batingkok are engaged in individual fashion enterprises, including tailoring services (modiste). This Community Partnership Program (PKM) was implemented to strengthen individual businesses by: (1) enhancing the knowledge of tailors (modiste entrepreneurs) in fashion design and sewing techniques, (2) improving their skills in producing baju kurung basiba and Muslim fashion in accordance with consumer needs, and (3) providing training and mentoring to increase their proficiency in producing garments based on customer orders. The methods used in this program included assessing human resource skills in the modiste sector, developing an appropriate training program, conducting training activities, and performing evaluations. The results of this PKM indicate an improvement in the partners’ abilities across several aspects, including increased understanding of fashion design and sewing techniques, greater accuracy in pattern making, and enhanced neatness in the final products. Indicators of program success include: (1) improved participant skills in producing baju kurung basiba that meet technical standards, (2) the ability of participants to produce garments independently, (3) active engagement during the training sessions, and (4) the development of a follow-up plan for continued mentoring of modiste businesses in the nagari. Overall, this program provides practical solutions to the partners’ challenges and contributes to efforts to improve the welfare of the community in Nagari Lubuak Batingkok. Keywords: training; mentoring; human resource skills.
Sosialisasi vitamin D pada ibu hamil trimester III: strategi pencegahan risiko stunting di Puskesmas Cianjur Kota Zaenudin, Zaenudin; Apriani, Suci Saftari; Abdillah, Soffa
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 6 (2025): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i6.35530

Abstract

Abstrak Stunting masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat yang signifikan di Indonesia, dan salah satu faktor risikonya adalah defisiensi vitamin D pada ibu hamil. Rendahnya kesadaran terhadap pentingnya vitamin D serta minimnya kegiatan skrining dan edukasi di tingkat pelayanan primer menjadi latar belakang pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini. Kegiatan bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran ibu hamil mengenai peran vitamin D dalam kesehatan maternal dan pertumbuhan janin, sekaligus mendorong perilaku deteksi dini melalui skrining kadar vitamin D. Mitra kegiatan meliputi Puskesmas Cianjur Kota dan Klinik Utama Dr. H. A. Rotinsulu Cianjur, dengan sasaran 96 ibu hamil trimester ketiga yang mengikuti kegiatan selama empat hari (10–11 dan 16–18 September 2025). Metode pelaksanaan mencakup pre-test dan post-test, pengukuran antropometri, sosialisasi-edukasi interaktif, serta pelatihan deteksi dini defisiensi vitamin D bagi kader. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test yang menunjukkan peningkatan signifikan tingkat pengetahuan peserta (p < 0,05; Z = –8,029; positive rank = 79; ties = 17). Seluruh peserta juga bergabung dalam grup WhatsApp sebagai media pendampingan dan monitoring lanjutan. Kegiatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan, kesadaran, serta minat ibu hamil untuk melakukan skrining vitamin D sebagai upaya preventif terhadap risiko stunting. Kata kunci: edukasi kesehatan; ibu hamil trimester III; Skrining; stunting; vitamin D. Abstract Stunting remains a major public health issue in Indonesia, with maternal vitamin D deficiency identified as one of its contributing factors. Limited awareness of the importance of vitamin D and the lack of systematic screening and education programs at the primary healthcare level prompted the implementation of this community service activity. The program aimed to enhance maternal knowledge and awareness regarding the role of vitamin D in maternal health and fetal development, as well as to encourage early detection behavior through vitamin D screening. The activity was conducted in collaboration with Puskesmas Cianjur Kota and Dr. H. A. Rotinsulu Primary Clinic, involving 96 third-trimester pregnant women over four days (10–11 and 16–18 September 2025). The methods included pre-test and post-test questionnaires, anthropometric measurements, interactive education sessions, and basic training for health cadres on identifying vitamin D deficiency risks. Data were analyzed using the Wilcoxon Signed Rank Test, which showed a significant improvement in participants’ knowledge (p < 0.05; Z = –8.029; positive rank = 79; ties = 17). All participants joined a WhatsApp group as a platform for continuous education and post-activity monitoring. The results demonstrated that this program effectively improved maternal knowledge, awareness, and willingness to undergo vitamin D screening as a preventive measure against stunting. Keywords: health education; screening; stunting; pregnant women in third trimester; vitamin D.
Optimalisasi kapasitas produksi dan penjualan melalui penerapan alat pasteurisasi dan digital marketing pada usaha bersama susu Desa Clumprit Malang Purwanto, Hari Lugis; Sedyastuti, Kristina; Wilujeng, Sri; Setiyowati, Supami Wahyu; Asna, Asna
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 6 (2025): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i6.34658

Abstract

AbstrakKelompok Usaha Bersama (KUBE) Susu Clumprit di Desa Clumprit, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang, adalah kelompok usaha yang memproduksi susu sapi murni. Permasalahan utama yang dihadapi mitra adalah kapasitas produksi dan tingkat penjualan yang rendah yang diakibatkan proses produksi yang masih konvensional serta terbatasnya strategi pemasaran. Proses pasteurisasi dilakukan menggunakan panci dan kompor tanpa monitoring suhu sehingga menyebabkan kualitas susu tidak konsisten, sedangkan penjualan yang hanya dititipkan di warung sekitar menjadikan penghambat perluasan pasar. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas produksi dan penjualan melalui penerapan teknologi tepat guna dan strategi pemasaran digital. Mitra sasaran adalah seluruh anggota KUBE Susu Clumprit yang berjumlah 10 orang. Metode pelaksanaan meliputi pelatihan dan demonstrasi penggunaan alat pasteurisasi yang dilengkapi monitoring suhu, pelatihan penggunaan alat cup sealer, serta pendampingan penerapan digital marketing melalui media sosial dan marketplace. Hasil implementasi teknologi dan digital marketing melalui kegiatan pengabdian ini menunjukkan terjadi peningkatan kapasitas produksi dan jumlah penjualan susu siap minum sebesar dua kali lipat dari sebelumnya. Kata kunci: pasteurisasi; digital marketing; KUBE susu clumprit Abstract The Clumprit Milk Joint Business Group (KUBE) in Clumprit Village, Pagelaran District, Malang Regency, is a business group that produces pure cow's milk. The main problems faced by partners are low production capacity and sales levels due to conventional production processes and limited marketing strategies. The pasteurization process is carried out using pans and stoves without temperature monitoring, resulting in inconsistent milk quality, while sales are only consigned to nearby stalls, which hinders market expansion. This community service activity aims to increase production and sales capacity through the application of appropriate technology and digital marketing strategies. The target partners are all 10 members of the Clumprit Milk KUBE. The implementation method includes training and demonstrations on the use of pasteurization equipment equipped with temperature monitoring, training on the use of cup sealers, and assistance in implementing digital marketing through social media and marketplaces. The results of implementing technology and digital marketing in this program show a twofold increase in production capacity and sales of ready-to-drink milk compared to previous levels. Keywords: pasteurization; digital marketing; KUBE susu clumprit
Pelatihan pengelolaan limbah dan pemanfaatan sampah plastik menjadi ecobrick di lingkungan UPA (Unit Penunjang Akademik) laboratorium terpadu Universitas Sulawesi Barat Tenriware, Tenriware; Nasyrah, Adiara Firdhita Alam; Nur, Muhammad; Husniah, Husniah
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 6 (2025): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i6.34661

Abstract

AbstrakPengelolaan sampah di UPA (Unit Penunjang Akademik) Laboratorium Terpadu Universitas Sulawesi Barat masih belum optimal hingga saat ini, terutama dalam hal pemilahan limbah laboratorium, penanganan limbah B3, dan belum maksimalnya Prosedur Standar Operasional (SOP) yang dipahami oleh semua pengguna laboratorium. Masalah ini menimbulkan risiko bagi keselamatan kerja dan potensi pencemaran lingkungan. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan teknis, dan kesadaran sivitas akademika tentang pengelolaan limbah laboratorium yang aman, sesuai dengan standar K3, dan berkelanjutan. Acara ini dilaksanakan pada hari Jumat, 22 Agustus 2025, di Aula Laboratorium Terpadu Universitas Sulawesi Barat. Kegiatan tersebut melibatkan 40 peserta yang terdiri dari petugas kebersihan, Pranata Laboratorium Pendidikan (PLP), staf UPA Lab Terpadu, mahasiswa, dan koordinator laboratorium. Metode pelaksanaan mencakup pelatihan dan demonstrasi, serta praktik langsung dalam pembuatan ecobrick. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test, observasi praktik, serta kuesioner kepuasan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta sebesar 62% berdasarkan nilai post-test, serta peningkatan keterampilan teknis dalam pemilahan sampah dan penanganan limbah B3 sebesar 88,5% menurut rubrik observasi. Di samping itu, praktik pembuatan ecobrick dapat meningkatkan soft skill kolaborasi dan kepedulian lingkungan hingga 90%. Dari segi keseluruhan, kegiatan ini berdampak positif dengan meningkatkan kemampuan peserta dalam menerapkan pengelolaan limbah laboratorium yang aman, efektif, dan berkelanjutan di lingkungan UPA Laboratorium Terpadu. Keywords: ecobrick; sampah; limbah B3; UPA lab. terpadu; Sulawesi Barat. AbstractWaste management at the Integrated Laboratory Academic Support Unit (UPA) of the University of West Sulawesi is still not optimal, especially in terms of laboratory waste sorting, hazardous waste handling, and the absence of standard operating procedures (SOPs) that are understood by all laboratory users. This problem poses risks to occupational safety and potential environmental pollution. The purpose of this community service activity was to increase the knowledge, technical skills, and awareness of the academic community about safe, K3-compliant, and sustainable laboratory waste management. The event was held on Friday, August 22, 2025, in the Integrated Laboratory Hall of the University of West Sulawesi. The activity involved 40 participants consisting of cleaning staff, Educational Laboratory Administrators (PLP), Integrated Lab UPA staff, students, and laboratory coordinators. The implementation methods included socialization, counseling, workshops on waste sorting, and hands-on practice in making ecobricks. Evaluation was carried out through pre-tests and post-tests, practice observations, and participant satisfaction questionnaires. The results of the activity showed a 62% increase in participants' knowledge based on post-test scores, as well as an 88.5% increase in technical skills in waste sorting and hazardous waste management according to the observation rubric. In addition, the practice of making ecobricks can improve soft skills in collaboration and environmental awareness by up to 90%. Overall, this activity had a positive impact by improving participants' ability to implement safe, effective, and sustainable laboratory waste management in the UPA Integrated Laboratory environment. Keywords: B3 waste; ecobrick; garbage; integrated laboratory UPA; West Sulawesi
Edukasi gizi seimbang dan inovasi menu sehat kepada orang tua siswa di Desa Cipadang, Pesawaran Komala, Ramadhana; Febriani, Wiwi; Rahmadhani, Eka Putri; Angraini, Dian Isti
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 6 (2025): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i6.35633

Abstract

AbstrakMasalah gizi di Indonesia, khususnya di wilayah pedesaan seperti Desa Cipadang, Kabupaten Pesawaran, masih menjadi tantangan serius. Rendahnya pengetahuan orangtua tentang pentingnya gizi seimbang dan pola makan sehat berkontribusi terhadap tingginya angka stunting. Program Makan Bergizi Gratis yang diterapkan pemerintah merupakan langkah strategis untuk membangun sumber daya manusia yang sehat, aktif, dan produktif menuju Generasi Emas 2045. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan pada tanggal 30 Agustus 2025 di Balai Desa Cipadang, Kabupaten Pesawaran dengan jumlah peserta sebanyak 30 orang tua. Kegiatan pengabdian berupa kegiatan edukasi mengenai gizi seimbang dan inovasi menu sehat. Evaluasi kegiatan diberikan melalui pre-test dan post-test. Metode analisis yang digunakan dalam adalah analisis deskriptif. Hasil pengabdian menunjukkan sebanyak 86,67% peserta mengalami peningkatan pengetahuan terkait gizi seimbang dan inovasi menu sehat. Nilai rata-rata dan standar deviasi skor pengetahuan orang tua sebelum edukasi yaitu 71,67 ± 13,91 poin dan sesudah edukasi sebesar 86,63 ± 11,59 poin. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan edukasi ini berhasil meningkatkan pemahaman peserta terhadap pentingnya penerapan pola makan bergizi seimbang dan beragam. Pengetahuan yang meningkat ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membentuk kebiasaan makan sehat di lingkungan keluarga. Kata kunci: edukasi; gizi seimbang; menu sehat; pengetahuan orang tua. AbstractNutritional problems in Indonesia, especially in rural areas such as Cipadang Village, Pesawaran Regency, remain a serious challenge. Low parental knowledge about the importance of balanced nutrition and healthy eating patterns contributes to high rates of stunting. The Free Nutritious Meal Program launched by the government is a strategic step to build healthy, active, and productive human resources towards the Golden Generation of 2045. This community service activity was carried out on August 30, 2025, at the Cipadang Village Hall, Pesawaran Regency, with 30 parents participating. The community service activity consisted of educational activities regarding balanced nutrition and healthy menu innovations. Evaluation of the activity was given through pre-tests and post-tests. The analytical method used in this activity was descriptive analysis. The results of the community service showed that 86.67% of participants experienced an increase in knowledge regarding balanced nutrition and healthy menu innovations. The average value and standard deviation of parental knowledge scores before education were 71.67 ± 13.91 points and after education were 86.63 ± 11.59 points. This demonstrates that the educational activity successfully increased participants understanding of the importance of adopting a balanced and varied diet. This increased knowledge is expected to be the first step in establishing healthy eating habits within the family. Keywords: education; balanced nutrition; healthy menu; parental knowledge.
Diversifikasi produk camilan berbasis hasil tangkapan ikan non-ekonomis di Desa Gle Jong, Kabupaten Aceh Jaya Khairi, Ikhsanul; Hafinuddin, Hafinuddin; Darmansyah, Dedy
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 6 (2025): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i6.34347

Abstract

AbstrakKabupaten Aceh Jaya, khususnya Desa Gle Jong memiliki potensi besar di sektor perikanan, namun sebagian hasil tangkapan nelayan, masih tergolong ikan non ekonomis penting dengan nilai jual rendah, seperti ikan telinga gajah/gebel bundar dan ikan lele laut sona. Di sisi lain, kedua jenis ikan ini memiliki kandungan protein tinggi dan berpotensi dikembangkan menjadi produk olahan bernilai tambah. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas nelayan dan istri nelayan yang tergabung dalam Kelompok Usaha Bersama (KUB) Maju Daya melalui diversifikasi produk camilan berbasis ikan non ekonomis penting. Kegiatan dilaksanakan dalam dua tahap, yaitu sosialisasi dan workshop, dengan jumlah peserta sebanyak 13 orang. Pada tahap sosialisasi, peserta mendapatkan penjelasan mengenai konsep produk, merek dagang, serta kemasan yang akan digunakan. Selanjutnya, pada tahap workshop peserta dilatih secara langsung dalam proses pembuatan camilan ikan, mulai dari persiapan bahan baku, formulasi, teknik pengolahan hingga pengemasan produk. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mempraktikkan teknik pengolahan ikan menjadi produk camilan ikan secara mandiri. Dampak kegiatan ini adalah meningkatnya keterampilan dan pengetahuan peserta yang diukur dengan mengobservasi para peserta dalam mempraktikkan secara mandiri, pemanfaatan hasil tangkapan non ekonomis menjadi produk bernilai tambah, sekaligus membuka peluang usaha rumah tangga yang berkelanjutan. Dengan demikian, program ini berkontribusi pada penguatan ekonomi keluarga nelayan serta peningkatan nilai guna hasil perikanan lokal di Desa Gle Jong, pesisir Aceh Jaya. Kata kunci: diversifikasi produk; ikan non ekonomis; camilan ikan; pemberdayaan nelayan; Aceh Jaya. AbstractAceh Jaya Regency, particularly in Gle Jong Village has great potential in the fisheries sector; however, part of the fishermen’s catch is dominated by non-economic fish species with low market value, such as orbicular batfish and sona sea catfish. Despite their low selling price, these species contain high protein levels and have the potential to be developed into value-added fish-based products. This community service program aimed to enhance the capacity of fishermen and fishermen’s wives who are members of the Joint Business Group (Kelompok Usaha Bersama/KUB) Maju Daya through product diversification of fish-based snacks. The program was implemented in two stages, namely socialization and workshop, involving 13 participants. During the socialization stage, participants received an explanation about the product concept, brand, and packaging to be used. The workshop stage provided hands-on training in processing fish into snack products, covering raw material preparation, dough formulation, processing techniques, and product packaging. The results showed that participants not only understood the theoretical aspects but were also able to practice the processing techniques independently, producing ready-to-sell fish snacks. The activity had a positive impact by improving participants’ skills and knowledge in utilizing non-economic fish species into value-added products, while also opening opportunities for sustainable household-based businesses. Therefore, this program contributes to strengthening fishermen’s household economies and increasing the added value of local fish resources in Gle Jong Village, Aceh Jaya coastal area Keywords: product diversification; non-economic fish; fish-based snacks; fishermen empowerment; Aceh Jaya
Transformasi kompetensi guru sekolah dasar melalui pengembangan media pembelajaran augmented reality berbasis Assemblr Edu Uska, Muhammad Zamroni; Wirasasmita, Rasyid Hardi; Kholisho, Yosi Nur; Arianti, Baiq Desi Dwi; Ismatulloh, Kholida; Jamaluddin, Jamaluddin; Lutfi, Samsul
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 6 (2025): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i6.36541

Abstract

Abstrak Penguasaan teknologi Augmented Reality (AR) menjadi kebutuhan mendesak bagi guru dalam menciptakan media pembelajaran yang inovatif dan selaras dengan Kurikulum Merdeka. Namun, keterbatasan pelatihan dan akses informasi menjadi kendala utama, khususnya bagi guru di daerah. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru MGMP Informatika Kabupaten Lombok Timur dalam mengembangkan bahan ajar berbasis AR. Metode pelaksanaan terdiri atas tiga tahap utama: (1) workshop dan pelatihan hands-on penggunaan platform Assemblr Edu dan Canva 3D, (2) pendampingan intensif, serta (3) evaluasi melalui pre-test dan post-test. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan kemampuan yang signifikan, di mana 12 dari 15 peserta (80%) berhasil mengembangkan media pembelajaran AR yang siap implementasi. Kegiatan ini tidak hanya berhasil meningkatkan literasi teknologi digital peserta, tetapi juga mendorong terciptanya media pembelajaran interaktif yang dapat meningkatkan keterlibatan siswa. Disimpulkan bahwa pelatihan semacam ini efektif dalam mempercepat adopsi teknologi di kelas dan perlu diperluas cakupannya kepada guru mata pelajaran lainnya. Kata kunci: augmented reality; informatika; media pembelajaran interaktif; pelatihan guru. Abstract Mastery of Augmented Reality (AR) technology is an urgent need for teachers in creating innovative learning media that is in line with the Merdeka Curriculum. However, limited training and access to information are major obstacles, especially for teachers in rural areas. This community service activity aims to improve the competence of MGMP Informatics teachers in East Lombok Regency in developing AR-based teaching materials. The implementation method consists of three main stages: (1) workshops and hands-on training on the use of the Assemblr Edu and Canva 3D platforms, (2) intensive mentoring, and (3) evaluation through pre-tests and post-tests. The evaluation results showed a significant improvement in skills, with 12 out of 15 participants (80%) successfully developing AR learning media that was ready for implementation. This activity not only succeeded in improving the participants' digital technology literacy but also encouraged the creation of interactive learning media that could increase student engagement. It was concluded that this type of training was effective in accelerating the adoption of technology in the classroom and needed to be expanded to teachers of other subjects. Keywords: augmented reality; informatics; interactive learning media; teacher training.
Eskalasi kompetensi sumber daya manusia BumDes guna menghadapi persaingan global Asmandani, Venantya; Roanna, Almira Belva; Effendi, Muhammad Nasyrul; Assa, Kristina Ineke
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 6 (2025): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v%vi%i.35751

Abstract

Abstrak Penguasaan Bahasa Internasional yaitu Bahasa Inggris di Indonesia menjadi penting karena sebagai modal dasar berkomunikasi secara global. Kunjungan wisatawan lokal maupun wisatawan asing/mancanegara di Desa Sidomulyo Kecamatan Silo Kabupaten Jember setiap tahun dari tahun 2019, 2022 dan 2023.  Pentingnya penguasaan Bahasa inggris bagi pengelola BUMDes, khususnya masyarakat di sekitar desa wisata agar mampu memiliki keterampilan bahasa asing sebagai modal dasar berkomunikasi dengan wisatawan asing di Desa Sidomulyo. Maka diperlukan penguasaan Bahasa asing/inggris untuk berkomunikasi dan mempromosikan potensi desa wisata kepada wisatawan asing/mancanegara. Kegiatan pengabdian bertujuan untuk memberikan pelatihan Bahasa asing/inggris sehingga dapat meningkatkan kemampuan berkomunikasi dengan Bahasa Inggris kepada pengelola dan mitra BUMDes Sidomulyo Bahagia. Pengabdian ini dilaksanakan dengan memberikan pelatihan sebanyak 12 pertemuan dalam 3 (tiga) bulan dengan pengelola dan mitra BUMDes sebanyak 10 orang.  Metode Communicative Language Teaching (CLT) yaitu memuat materi terkait grammar, reading, listening dan speaking dan pemberian modul untuk pelatihan. Sebagai tolak ukur pemahaman dan penguasaan Bahasa inggris, akan dilaksanakan pre-test dan post-test. Hasil pre-test yang telah dilaksanakan masih terdapat nilai dibawah 60, dan hasil dari pelaksanaan post-test adalah peserta mendapatkan hasil yang minimal 60 sehingga tidak diperlukan pelatihan tambahan. Hasil kegiatan pengabdian ini dapat meningkatkan kompetensi peserta pelatihan sebesar 85%. Pengukuran kemampuan Bahasa Inggris juga dilakukan dengan hasil lisan yaitu melakukan komunikasi 2 (dua) arah yaitu komunikasi antara pemateri dengan peserta pelatihan sehinga metode CLT sangat efektif dilakukan. Kata kunci: pelatihan; bahasa inggris; komunikasi; BUMDes Abstract Mastery of an international language, namely English, is important in Indonesia as it is a basic asset for global communication. Local and foreign tourists visit Sidomulyo Village, Silo District, Jember Regency every year from 2019, 2022, and 2023.  The importance of English proficiency for BUMDes managers, especially the community around the tourist village, is to enable them to have foreign language skills as a basic asset for communicating with foreign tourists in Sidomulyo Village. Therefore, foreign language/English proficiency is needed to communicate and promote the potential of the tourist village to foreign tourists. The community service activity aims to provide foreign language/English training to improve the English communication skills of the managers and partners of BUMDes Sidomulyo Bahagia. This community service is carried out by providing 12 training sessions over 3 (three) months to 10 BUMDes managers and partners. The Communicative Language Teaching (CLT) method includes material related to grammar, reading, listening, and speaking, as well as the provision of training modules. As a benchmark for understanding and mastery of English, pre-tests and post-tests will be conducted. The results of the pre-test showed scores below 60, and the results of the post-test showed that participants achieved a minimum score of 60, so no additional training was required. The results of this community service activity can increase the competence of training participants by 85%. English proficiency is also measured through oral communication, namely two-way communication between the instructor and training participants, making the CLT method very effective. Keywords: training; english language; communication; BUMDes.
Santripreneur pembuatan biochar di Ponpes Sayyid Abdullah Sajad Bancar untuk mendukung one pesantren one product Setyaningrum, Dyah; Thohir, M. Bakhru; SalsaBilla, Eka Nazwa
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 6 (2025): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i6.35229

Abstract

AbstrakDinas koperasi dan UKM Jawa Timur mencanangkan program sebagai upaya untuk meningkatkan pemberdayaan ekonomi berbasis pesantren melalui, One Pesantren One Product. Selaras dengan hal tersebut, tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk membantu para santri di pondok pesantren Sayyid Abdullah Sajad Bancar menyediakan solusi alternatif dalam mewujudkan one pesantren one product. Melalui pendekatan pendidikan dan partisipatif, kegiatan santripreneur ini diaharapkan dapat meningkatkan pengetahuan para santri di ponpes dalam mengolah bonggol jagung menjadi biochar menggunakan metode pirolisis sederhana. Pengabdian masyarakat ini diinisiasi dengan menerapkan metode Participatory Rural Appraisal yang terbukti efektif untuk penyampaian IPTEK pada para santri. Terbukti dengan adanya peningkatan pengetahuan hingga mencapai 50% dari hasil pengisian kuesioner. Harapannya melalui kegiatan ini dapat menjadi salah satu alternatif terwujudnya one pesantren one product. Kata kunci: biochar; bonggol jagung; limbah pertanian; pirolisis; santripreneur. AbstractThe East Java Cooperatives and SMEs Office launched a program as an effort to increase Islamic boarding school-based economic empowerment through, One Pesantren One Product. In line with this, the purpose of this community service is to help students at the Sayyid Abdullah Sajad Bancar Islamic Boarding School provide alternative solutions in realizing one pesantren one product. Through an educational and participatory approach, this santripreneur activity is expected to increase the knowledge of students at the Islamic boarding school in processing corn cobs into biochar using a simple pyrolysis method. This community service was initiated by implementing the Participatory Rural Appraisal (PRA) method which has proven effective in delivering science and technology to students. This is proven by an increase in knowledge of up to 50% from the results of filling out the questionnaire. It is hoped that this activity can be an alternative to realizing one pesantren one product Keywords: biochar; biomass; corn cob; pyrolysis; santripreneur.
Penerapan pijat endorphin massage terhadap nyeri punggung pada ibu hamil trimester III di Desa Wanajaya Musmundiroh, Musmundiroh; Sugiharti, Rosi Kurnia
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 6 (2025): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i6.36610

Abstract

Abstrak Nyeri punggung pada ibu hamil trimester III merupakan keluhan yang umum terjadi akibat meningkatnya ukuran kandungan yang menimbulkan tekanan lebih besar pada area punggung.  Kondisi ini sering kali mengganggu aktivitas harian ibu hamil dan menimbulkan rasa tidak nyaman selama masa kehamilan, Keluhan nyeri punggung sering dialami oleh ibu hamil, khususnya pada trimester ketiga, dan kondisi ini dapat berdampak pada kualitas hidup serta kenyamanan ibu. Pijat endorfin salah satu metode terapi nonfarmakologis yang berfungsi untuk merangsang pelepasan hormon endorfin, sehingga dapat membantu mengurangi rasa nyeri dan memberikan efek relaksasi serta rasa nyaman, Pemberian asuhan melalui teknik pijat endorphin bertujuan untuk membantu mengurangi keluhan nyeri punggung pada ibu hamil trimester III. Teknik yang diterapkan berupa pijat endorphin yang berfokus pada upaya relaksasi sehingga ibu merasa lebih tenang dan nyaman. Kegiatan Pengabdian ini menggunakan metode observasi. Subjek pengabdian ini ibu hamil trimester III yang mengalami nyeri punggung dan bersedia mendapatkan asuhan kebidanan melalui pijat endorphin. Kegiatan Pengabdian ini juga bertujuan untuk meningkatkan edukasi mengenai pijat endorphin sebagai terapi komplementer dalam mengurangi nyeri, baik pada masa kehamilan maupun saat persalinan. Berdasarkan hasil kegiatan yang dicapai secara eksplisit dan riil hasil di lapangan selama kegiatan, hasil yg diukur melalui angket pre-post/wawancara/observasi penerapan pijat endorphin terbukti efektif menurunkan intensitas nyeri punggung secara bertahap. Diharapkan teknik ini dapat diterapkan untuk membantu ibu hamil trimester III mengatasi nyeri punggung. Kata kunci:  pijat; endorphin; nyeri; punggung; ibu hamil. Abstract Back pain in the third trimester of pregnancy is a common complaint due to the increased size of the uterus, which puts greater pressure on the back area. This condition often disrupts the daily activities of pregnant women and causes discomfort during pregnancy. Back pain is frequently experienced by pregnant women, especially in the third trimester, and this condition can affect the quality of life and comfort of the mother. Massage endorphin is one of the non-pharmacological therapy methods that functions to stimulate the release of endorphin hormone, thereby helping to reduce pain and provide relaxation and comfort effects, The provision of care through endorphin massage techniques aims to help reduce back pain complaints in pregnant women in the third trimester. The technique applied is massage endorphin that focuses on relaxation efforts so that mothers feel calmer and more comfortable. This community service activity employed an observational method. The subjects were third-trimester pregnant women experiencing back pain who were willing to receive midwifery care through endorphin massage. This activity also aimed to enhance education about endorphin massage as a complementary therapy for reducing pain, both during pregnancy and childbirth. Based on the explicitly and tangibly achieved results in the field during the activity, outcomes measured via pre-post questionnaires/interviews/observation of the application of endorphin massage proved effective in gradually reducing back pain intensity. It is hoped that this technique can be applied to help third-trimester pregnant women manage back pain. Keywords: massage; endorphins; pain; back; pregnant women.