cover
Contact Name
Zulkarnain
Contact Email
dzul9787@gmail.com
Phone
+6287832631987
Journal Mail Official
selaparang.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan No.1, Pagesangan, Kec. Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Bar. 83115
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan
ISSN : 26145251     EISSN : 2614526X     DOI : https://doi.org/10.31764/jpmb.v5i1.6393
SELAPARANG : Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan merupakan jurnal yang mendiseminasikan setiap pemikiran dan ide gagasan atas hasil penelitian dan pemanfaatan teknologi untuk diimplementasikan kepada masyarakat mencakup ; (1). Bidang ilmu pengetahuan ; MIPA (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi), Terapan, Sosial, Budaya, Ekonomi, dan Kesehatan, (2). Pelatihan dan peningkatan hasil pendidikan dan (3). Pengembangan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,588 Documents
Pengembangan Diri siswa kelas 5 SLB N 1 Bangli melalui pembelajaran multiliterasi berbantuan buku cerita anak bergambar Fitriyana, Nurul Isnaini; Pramayasa, Made Hendra Mahajaya; Sudirman, I Nyoman
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 6 (2025): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i6.34394

Abstract

Abstrak Sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) keempat yaitu pendidikan yang berkualitas, setara, inklusif, serta mendukung kesempatan belajar seumur hidup, maka pendidikan berkualitas menjadi hak semua orang. Setiap individu memiliki akses yang setara terhadap sumber daya, peluang, dan keputusan. Tujuan dari kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini adalah untuk meningkatkan pendidikan berkualitas yang inklusif bagi siswa di SLB N 1 Bangli melalui pembelajaran multiliterasi. Kegiatan PkM ini berbantuan buku cerita anak bergambar. Pendampingan pembelajaran multiliterasi perlu diterapkan di kelas V SLB N 1 Bangli untuk pengembangan diri peserta didik. Model pembelajaran multiliterasi cocok diterapkan menggunakan media pembelajaran buku cerita anak bergambar dwibahasa (Bahasa Bali dan Bahasa Indonesia). Dimensi multiliterasi dalam media buku cerita anak bergambar dwibahasa ini meliputi literasi baca, literasi visual, literasi budaya dan kewargaan. Pendampingan dilaksanakan selama satu semester yaitu pada semester ganjil 2024/2025. Sebanyak 5 (lima) buah buku cerita anak bergambar jenjang B1, B2, dan B3 digunakan dalam kegiatan ini. Buku cerita anak bergambar menggunakan dua bahasa yaitu Bahasa Bali dan Bahasa Indonesia . Tahapan pelaksanaan PKM ini meliputi distribusi buku cerita anak, persiapan, serta pelaksanaan. Sebanyak 15 (lima belas) judul buku didistribusikan untuk media pembelajaran Seni dan Budaya. Observasi awal dilakukan melalui wawancara dengan guru kelas V, SLB N 1 Bangli, dilanjutkan dengan pendampingan dilakukan terhadap 12 orang siswa kelas V. Pendampingan selama satu semester memberikan hasil peningkatan literasi baca, literasi tulis, serta literasi budaya siswa kelas 5 SLB N 1 Bangli sebesar masing-masing 64.73%; 67.64%; serta 79.03%. Kata kunci: multiliterasi; GEDSI; anak berkebutuhan khusus; buku cerita bergambar; buku cerita bahasa Bali AbstractIn adherence to the fourth Sustainable Development Goal (SDG 4), which stipulates quality, equitable, and inclusive education and promotes lifelong learning opportunities, quality education is established as a universal right. Consequently, every individual is entitled to equal access to resources, opportunities, and decision-making processes. The objective of this Community Service (PkM) initiative was to enhance quality, inclusive education for students at SLB N 1 Bangli through the implementation of multiliteracies learning. This PkM activity utilized illustrated children's storybooks as a learning resource. The multiliteracies learning assistance was implemented in the fifth-grade classroom (Class V) of SLB N 1 Bangli to facilitate student self-development. The multiliteracies learning model was specifically tailored to be delivered using bilingual (Balinese and Indonesian) illustrated children's storybooks. The multiliteracy dimensions integrated into this bilingual medium included reading literacy, visual literacy, and cultural and civic literacy. The intervention was conducted over one semester, specifically during the odd semester of the 2024/2025 academic year. A total of five (5) illustrated children's storybooks at the B1, B2, and B3 reading levels were utilized in the core activity. These illustrated books were presented bilingually (Balinese and Indonesian) and contained local cultural values and wisdom. The implementation stages of this PkM included the distribution of children's storybooks, preparation, and execution. A total of fifteen (15) book titles were distributed to serve as a learning medium for Arts and Culture subjects. Initial observation was conducted via interviews with the class V teacher at SLB N 1 Bangli, followed by direct assistance provided to 12 students in Class V. The one-semester intervention yielded positive outcomes: reading literacy, writing literacy, and cultural literacy among the fifth-grade students at SLB N 1 Bangli increased by 64.73%, 67.64%, and 79.03%, respectively. Keywords: multiliteracy; GEDSI; children with special needs; picture children’s book; Balinese languange picture book
Sosialisasi manfaat daun Mundar (Garcinia forbesii King) meningkatkan daya tahan tubuh dan melindungi kesehatan ginjal pada kelompok tani wanita di Desa Biih, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar Rosida, Azma; Rudiansyah, Mohammad; Fujiati, Fujiati; Kania, Nia; Nirmalasari, Nila; Devi, Wivina Riza; Hutasoit, Rain Sastiani; Wijaya, Cecilia Octa; Putri, Felicia Cindy Tjoa
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 6 (2025): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i6.34650

Abstract

AbstrakPemanfaatan tanaman obat tradisional merupakan praktik budaya yang penting untuk kesehatan mandiri masyarakat. Mundar (Garcinia forbesii King) sebagai tanaman asli Kalimantan, memiliki potensi farmakologis, namun bagian daunnya selama ini kurang dimanfaatkan. Kandungan fitokimia seperti alkaloid, flavonoid, dan fenol pada daun Mundar telah diidentifikasi memiliki manfaat kesehatan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menyebarluaskan pengetahuan ilmiah mengenai manfaat daun Mundar sebagai imunomodulator dan nefroprotektor kepada Kelompok Tani Wanita di Desa Biih, Kabupaten Banjar. Sosialisasi diberikan kepada 39 peserta dari kelompok tersebut menggunakan media informasi berupa poster. Peserta diberikan kuesioner untuk mengukur efektivitas kegiatan, dilakukan survei tingkat pengetahuan sebelum (pre-test) dan sesudah (post-test) sosialisasi. Hasilnya menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan dari distribusi pengetahuan awal yang “sedang“(38,5%) ke peningkatan pengetahuan yang “tinggi” (94,9% peserta). Kegiatan ini secara efektif berhasil meningkatkan literasi kesehatan berbasis kearifan lokal Kata kunci: Garcinia forbesii King; Mundar; imunomodulator; nefroprotektor; pengabdian AbstractTraditional medicinal plants is an important cultural practice for community self-care in the region. Mundar (Garcinia forbesii King), a plant native to Kalimantan, has pharmacological potential, although its leaves have been underutilized. Phytochemical compounds in Mundar leaves, such as alkaloids, flavonoids, and phenols, have been identified to have health benefits. This community service activity aimed to disseminate scientific knowledge about the benefits of Mundar leaves as an immunomodulator and nephroprotector to the Women Farmers Group in Biih Village, Banjar Regency. Outreach was delivered to 39 participants using posters. Participants were given questionnaires to measure the effectiveness of the activity, with a knowledge survey conducted before (pre-test) and after (post-test) the outreach program. The results showed a significant increase in knowledge, from an initial “moderate” knowledge distribution (38.5%) to a “high” level of knowledge (94.9% of the participants). This activity effectively improved health literacy based on local wisdom. Keywords: Garcinia forbesii King; Mundar; imunomodulator; nefroprotector; devotion
Strategi digital marketing pada Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Eka Dana Mandiri di era digital Ikawati, Deasy Sandhya Elya; Amalia, Eka Larasati; Wibowo, Dimas Wahyu; Mashudi, Irsyad Arif; Tyas, Titis Agunging
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 6 (2025): November (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i6.34577

Abstract

AbstrakBPR Eka Dana Mandiri menghadapi tantangan dalam memperluas jangkauan nasabah karena proses promosi dan pemasaran masih mengandalkan metode konvensional dan belum memiliki platform digital yang memadai. Keterbatasan ini menghambat pertumbuhan jumlah nasabah secara signifikan setiap tahunnya. Kegiatan Pengabdian pada Masyarakat (PPM) ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan strategi digital marketing melalui pembuatan website sebagai media promosi utama bagi BPR. Kegiatan ini dilaksanakan bekerja sama dengan BPR Eka Dana Mandiri yang berlokasi di Kota Malang. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi beberapa tahapan, yaitu survei untuk analisis kebutuhan, perancangan sistem, implementasi atau pembuatan website, dan pengujian sistem. Selain itu, dilakukan pula pelatihan dan pendampingan kepada mitra mengenai cara penggunaan dan pengelolaan website secara mandiri. Luaran utama dari kegiatan ini adalah sebuah website yang fungsional dan interaktif untuk menampilkan informasi serta layanan perbankan yang tersedia. Melalui pendampingan yang diberikan, mitra diharapkan dapat meningkatkan keterampilan dalam pemanfaatan teknologi informasi, memperluas jangkauan promosi secara daring, dan meningkatkan daya saing di era digital. Kata kunci: digital marketing; website; BPR; media promosi; layanan perbankan. AbstractBPR Eka Dana Mandiri faces challenges in expanding its customer reach due to its reliance on conventional promotional and marketing methods and the lack of an adequate digital platform. This limitation significantly hinders the annual growth in the number of customers. This Community Service Program aims to design and implement a digital marketing strategy by creating a website to serve as the primary promotional medium for the BPR. This activity was carried out in collaboration with BPR Eka Dana Mandiri, located in Malang City. The implementation method included several stages: a survey for needs analysis, system design, website implementation or development, and system testing. Additionally, training and assistance were provided to the partner on how to use and manage the website independently. The main output of this activity is a functional and interactive website that displays information and available banking services. Through the provided guidance, the partner is expected to enhance their skills in utilizing information technology, broaden their promotional reach online, and improve their competitiveness in the digital era. Keywords: digital marketing; website; BPR; promotion media; banking services.
Optimalisasi budidaya kopi excelsa di Dusun Cukil berbasis pelatihan pemangkasan dan pengelolaan pohon peneduh Chernovita, Hanna Prillysca; Murdono, Djoko; Carolina, Deasy; Maria, Evi; Dewi, Sumiati Arta; Tarika, Laurencia Cristine; Julianto, Adhitya; Safitri, Nofa
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 6 (2025): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i6.34277

Abstract

AbstrakDusun Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang merupakan sentra budidaya kopi excelsa atau kopi nongko yang memiliki potensi rasa khas namun menghadapi kendala pada pemangkasan dan pengelolaan pohon peneduh. Pemangkasan yang kurang tepat menyebabkan tajuk tanaman terlalu tinggi, banyak cabang tidak produktif, serta intensitas cahaya kurang optimal akibat naungan berlebih. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam pemangkasan dan pengelolaan pohon peneduh guna mengoptimalkan pertumbuhan, kesehatan, dan produktivitas kebun kopi. Mitra kegiatan ini adalah Kelompok Tani Kembang, yang beranggotakan 21 petani kopi excelsa. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan teknis mengenai klasifikasi cabang, teknik pemangkasan bentuk, produksi, dan peremajaan, serta pengaturan naungan pohon peneduh dari jenis leguminosae. Kegiatan dilanjutkan dengan praktik lapangan menggunakan alat bantu gunting galah untuk menjangkau cabang tinggi, dan pendampingan selama enam hari (26-31 Juli 2025) di kebun kopi petani. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta sebesar 80% berdasarkan perbandingan pre-test dan post-test. Secara teknis, 85% tanaman pascapelatihan memiliki tajuk sesuai standar, dengan tinggi 1,5-2,0m, proporsi cabang produktif minimal 70%, dan tajuk seimbang serta tingkat naungan 40-60%. Kegiatan ini direkomendasikan untuk direplikasi pada kelompok tani kopi di wilayah dengan kondisi agroklimat serupa guna meningkatkan mutu dan daya saing kopi. Kata kunci: kopi excelsa; pemangkasan; pohon peneduh, pelatihan; Dusun Cukil AbstractDusun Cukil, Tengaran Sub-district, Semarang Regency, is a production center for excelsa coffee, locally known as kopi nongko, which has distinctive flavor potential but faces challenges in pruning and shade tree management. Improper pruning has resulted in excessively tall canopies, numerous unproductive branches, and suboptimal light penetration due to excessive shade. This community service program aimed to enhance farmers’ knowledge and skills in pruning and managing shade trees to optimize the growth, health, and productivity of coffee plantations. The program’s partner was the Kelompok Tani Kembang, consisting of 21 excelsa coffee farmers. The implementation method included technical training on branch classification, formative, production, and rejuvenation pruning techniques, as well as shade management using leguminous species. The program continued with field practice, where participants used pole pruners to reach tall branches, followed by a six-day mentoring period (July 26- 31, 2025) on farmers’ coffee plots. The results showed an 80% increase in participants’ knowledge, as evidenced by pre-test and post-test comparisons. Technically, 85% of post-training coffee trees met the recommended canopy standards, height of 1.5-2.0m, at least 70% productive branches, balanced canopy shape, and optimal shade coverage of 40-60%. This training program is recommended for replication among coffee farmer groups in regions with similiar agroclimatic conditions to improve the quality and competitiveness of excelsa coffee. Keywords: excelsa coffee; pruning; shade tree management; training; Dusun Cukil
Transformasi kompetensi guru sekolah dasar melalui pengembangan media pembelajaran augmented reality berbasis Assemblr Edu Wirasasmita, Rasyid Hardi; Uska, Muhammad Zamroni; Ramdhan, Ahmad Yasar
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 6 (2025): November (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i6.36540

Abstract

Abstrak Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru sekolah dasar dalam mengembangkan media pembelajaran berbasis Augmented Reality (AR) melalui platform Assemblr EDU. Latar belakang kegiatan ini adalah masih rendahnya pemanfaatan teknologi inovatif dalam pembelajaran, khususnya integrasi AR yang mendukung kebijakan Merdeka Belajar dan tuntutan pendidikan abad ke-21. Program dilaksanakan pada Kelompok Kerja Guru (KKG) Gugus 05 Kecamatan Terara, Kabupaten Lombok Timur, dengan melibatkan 20 guru dari 8 sekolah dasar. Metode pelaksanaan meliputi Focus Group Discussion (FGD), sosialisasi konsep TPACK dan AR, pelatihan teknis pembuatan media AR, pengembangan modul ajar berbasis TPACK, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada keterampilan dan pengetahuan guru, dengan capaian kompetensi meningkat dari 5% pada pre-test menjadi 90% pada post-test. Temuan ini menegaskan bahwa pelatihan berbasis AR efektif dalam memperkuat literasi digital dan kreativitas guru, serta berimplikasi pada terciptanya pembelajaran yang lebih interaktif, kontekstual, dan berpusat pada siswa. Kata kunci: augmented reality; kompetensi guru; media pembelajaran; sekolah dasar; TPACK Abstract This community service program aims to enhance the competencies of elementary school teachers in developing Augmented Reality (AR)-based learning media using the Assemblr EDU platform. The background of this initiative lies in the limited utilization of innovative technologies in teaching, particularly AR integration that aligns with the Merdeka Belajar policy and 21st-century education demands. The program was conducted with the Teacher Working Group (KKG) Cluster 05 in Terara District, East Lombok Regency, involving 20 teachers from 8 elementary schools. The implementation methods included Focus Group Discussions (FGD), socialization of TPACK and AR concepts, technical training on AR media development, preparation of TPACK-based teaching modules, and evaluation through pre-test and post-test. The results revealed a significant improvement in teachers’ knowledge and skills, with competency levels rising from 5% in the pre-test to 90% in the post-test. These findings highlight that AR-based training is effective in strengthening teachers’ digital literacy and creativity, with implications for fostering more interactive, contextual, and student-centered learning environments. Keywords: augmented reality; elementary school; learning media; teacher competence; TPACK.
Penguatan kapasitas orangtua dan tenaga pendidik melalui edukasi dan konsultasi dalam pendampingan anak berkebutuhan khusus di PLDPI Kalimantan Selatan Pambudi, Pagan; Steven, Steven; Dewi, Meilda Sartika; Pujiastono, Eko Suryo; Sihombing, Wendy Amelia
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 6 (2025): November (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i6.35292

Abstract

AbstrakKegiatan pengabdian masyarakat bertajuk “Pendampingan Anak Berkebutuhan Khusus melalui Edukasi dan Konsultasi bagi Orangtua dan Tenaga Pendidik di PLDPI Kalimantan Selatan” dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan kapasitas pengetahuan, kesiapan pengasuhan, serta dukungan emosional bagi peserta dalam mendampingi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Pelaksanaan kegiatan melibatkan 50 peserta yang terdiri atas orangtua dan tenaga pendidik, berlokasi di ruang pertemuan PLDPI Kalimantan Selatan, Kabupaten Banjar. Rangkaian kegiatan berlangsung selama satu hari dan mencakup penyuluhan, diskusi kelompok terarah (FGD), serta layanan konseling individual. Evaluasi kegiatan dilakukan menggunakan lembar penilaian berbasis skala Likert untuk mengukur aspek pemahaman peserta terhadap jenis-jenis disabilitas, strategi pengelolaan perilaku, komunikasi efektif, serta pemahaman mengenai hak anak. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan kualitas pengetahuan dan pemahaman konseptual peserta, yang tercermin dari rata-rata skor yang lebih tinggi pada penilaian akhir kegiatan. Peserta juga melaporkan peningkatan kemampuan dalam menerapkan strategi pengasuhan dan komunikasi di lingkungan rumah maupun sekolah, serta memperoleh manfaat psikologis melalui konseling yang membantu mengurangi tekanan emosional dan meningkatkan rasa percaya diri dalam mendampingi anak. Kata kunci: edukasi; pendampingan; orangtua; tenaga pendidik.                          AbstractThe community service activity entitled "Supporting Children with Special Needs through Education and Consultation for Parents and Educators at PLDPI South Kalimantan" was carried out with the aim of increasing knowledge capacity, parenting readiness, and emotional support for participants in assisting Children with Special Needs (ABK). The activity involved 50 participants consisting of parents and educators, located in the PLDPI South Kalimantan meeting room, Banjar Regency. The series of activities lasted for one day and included counseling, focus group discussions (FGDs), and individual counseling services. The activity was evaluated using a Likert-based assessment sheet to measure aspects of participants' understanding of types of disabilities, behavior management strategies, effective communication, and understanding of children's rights. The evaluation results showed an increase in the quality of participants' knowledge and conceptual understanding, as reflected in a higher average score on the final assessment of the activity. Participants also reported increased ability to apply parenting and communication strategies in the home and school environment, and gained psychological benefits through counseling that helped reduce emotional stress and increase self-confidence in assisting children. Keywords: education; mentoring; parents; educators.
Optimalisasi tumbuh kembang anak usia pra sekolah dalam upaya pencegahan stunting melalui inovasi olahan pangan lokal Hariyanto, Yuanita Amalia; Sudewi, Sri; Lebang, Julianri Sari
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 6 (2025): November (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i6.35210

Abstract

Abstrak Stunting menjadi program prioritas nasional yang membutuhkan perhatian serius, terutama di Kota Manado, Sulawesi Utara. Kota Manado termasuk dalam 8 daerah dengan kasus stunting tertinggi. Stunting dapat menyebabkan hambatan pertumbuhan fisik dan mengancam perkembangan kognitif yang akan berpengaruh pada tingkat kecerdasan saat ini, serta produktivitas anak di masa dewasanya. Anak – anak pra sekolah salah satu kelompok yang beresiko mengalami stunting, hal ini dikarenakan anak-anak yang mudah bosan dengan makanan yang dikonsumsi sehari-hari yang diolah secara monoton. Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan penyuluhan tentang stunting dan mengenalkan inovasi olahan pangan lokal yang dapat berfungsi sebagai upaya pencegahan stunting. Kegiatan PKM dilaksanakan di TK. Khalifah dan RA. Raihanah dengan jumlah peserta 35 orang. Metode pelaksanaan kegiatan PKM dilaksanakan dengan 3 tahapan yang meliputi persiapan, pelaksanaan, serta evaluasi dan keberlanjutan program. Tahapan Pelaksanaan kegiatan ini diawali dengan pemeriksaan antropometri, sosialisasi, dan praktik pengembangan motorik anak. Kegiatan terakhir ialah evaluasi, berdasarkan hasil evaluasi peserta mengikuti kegiatan dengan aktif, terdapat 3 anak yang tinggi badannya berada pada kategori -3 SD. Lebih lanjut, hasil survey inovasi olahan pangan 100% peserta menyukai dimsum baik dari aroma, rasa, dan komposisi. Kata kunci: stunting; pra sekolah; olahan pangan lokal. Abstract Stunting is a national priority program that requires serious attention, especially in Manado City, North Sulawesi. Manado City is among the eight areas with the highest number of stunting cases. Stunting can cause physical growth impairment and threaten cognitive development, which may affect children’s intelligence levels and productivity in adulthood. Preschool children are one of the groups at risk of stunting because they tend to get bored with the food they eat daily, which is often prepared in a monotonous way. This program aimed to provide education about stunting and introduce innovations in local food processing as an effort to prevent stunting. The PKM activities were conducted at TK Khalifah and RA Raihanah with a total of 35 participants. The implementation method of the PKM activities consisted of three stages: preparation, implementation, and program evaluation and sustainability. The implementation stage began with anthropometric examinations, socialization, and practical motor development exercises for children. The final stage was evaluation. Based on the evaluation results, participants actively engaged in the activities. Three children were found to have a height in the -3 SD category. Furthermore, the results of the food processing innovation survey showed that 100% of the participants liked the dim sum in terms of aroma, taste, and composition. Keywords: stunting; preschool; local food product.
Peningkatan ekonomi dan pemberdayaan masyarakat pesisir di lingkungan Pondok Prasi, Kelurahan Bintaro, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram Ilmiawan, Ilmiawan; Masyitah, Putri Maya; Muaini, Muaini
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 6 (2025): November (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i6.35274

Abstract

AbstrakPengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan ekonomi dan pemberdayaan ibu-ibu nelayan di Lingkungan Pondok Prasi, Kelurahan Ampenan, Kecamatan Bintaro, Kota Mataram. Metode yang dilakukan yakni pembentukan kelompok, pelatihan dan pendampingan mitra dalam hal produksi, manajemen kelompok dan pemasaran hasil produksi. Hasil menunjukan bahwa mitra pengabdian yang tergabung dalam kelompok Usaha Mandiri Pondok Prasi (PONSI) memiliki produk usaha dengan kualitas yang bagus seperti dendeng lanter dan abon ikan tongkol. Produk ini kemudian dikemas dalam bentuk kemasan layak jual dan dipasarkan ke beberapa mitra yang bekerjasama dengan lembaga Universitas Muhammadiyah Mataram. Pengabdian ini merupakan hibah tunggal dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia tahun anggaran 2025. Kata kunci:  Peningkatan ekonomi; pemberdayaan masyarakat; ibu-ibu nelayan; Pondok Prasi; Kota Mataram AbstractThis community service program aims to improve the economy and empower fisherwomen in the Pondok Prasi neighborhood, Ampenan Village, Bintaro District, Mataram City. The methods used include forming groups, providing training and assistance to partners in production, group management, and marketing of products. The results show that the community service partners who are members of the Pondok Prasi Independent Business Group (PONSI) have high-quality products such as dendeng lanter and abon ikan tongkol. These products are then packaged in marketable packaging and marketed to several partners who collaborate with the Muhammadiyah University of Mataram. This community service project is a single grant from the Ministry of Higher Education, Science, and Technology of the Republic of Indonesia for the 2025 fiscal year. Keywords:  economic improvement; community empowerment; fisherwomen; Pondok Prasi; Mataram City
Pengadaan bank sampah sebagai solusi pengelolaan sampah plastik di Panti Asuhan Putri ‘Aisyiyah Riau Aryani, Nini; Suparmi, Suparmi; Widayat, Prama; Efriani, Efriani
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 6 (2025): November (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v%vi%i.35193

Abstract

AbstrakSampah plastik menjadi masalah serius yang mengancam kelestarian lingkungan dan kehidupan manusia. Kegiatan pengabdian kepada masayarakat bertujuan untuk mengimplementasikan dan mengevaluasi pendirian Bank Sampah sebagai solusi pengelolaan sampah plastik di Panti Asuhan Putri ‘Aisyiyah Riau. Metode yang digunakan adalah  memberikan pelatihan dengan pendekatan partisipatif dengan melibatkan 45 anak panti dalam pelatihan pengelolaan dan pemilahan sampah plastik yang terorganisir, serta pemanfaatan hasil daur ulang sebagai sumber ekonomi, mitra yang lainnya berasal dari Klinik, SMK yang terletak berdekatan dengan Panti Asuhan. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa program Bank Sampah berhasil meningkatkan kesadaran lingkungan, partisipasi aktif penghuni panti, dan secara signifikan mengurangi akumulasi sampah plastik dengan persentase sebesar 80%. Anak-anak memperoleh manfaat ekonomi dari penjualan sampah daur ulang dan terbukti terlibat aktif dalam pengelolaan sampah. Kesimpulannya, pendirian Bank Sampah ini efektif sebagai media edukasi dan pemberdayaan sosial-ekonomi dalam pengelolaan sampah plastik, serta dapat menjadi model pengelolaan sampah berkelanjutan di komunitas lainnya. Organisme penelitian tidak relevan dalam konteks ini. Kata kunci: bank sampah; pengelolaan sampah; panti asuhan; plastik; pemberdayaan; lingkungan AbstractPlastic waste is a serious environmental threat affecting human life and ecosystem sustainability. This study aims to implement and evaluate the establishment of a Waste Bank as a solution for plastic waste management at the Putri ‘Aisyiyah Riau Orphanage. The method used participatory approaches involving 45 orphanage children trained in organized plastic waste sorting and management, with economic benefits derived from recycling proceeds. Findings indicate the Waste Bank program effectively increases environmental awareness, active participation, and significantly reduces plastic waste accumulation. The children gained economic benefits from recycling waste and actively engaged in waste management activities. In conclusion, the Waste Bank is an effective educational and socio-economic empowerment medium for plastic waste management and can serve as a sustainable waste management model for other communities. Keywords: waste bank; waste management; orphanage; plastic; empowerment; environment
Desain sistem tata kelola limbah ternak di kandang komunal Desa Gogik, Kabupaten Semarang Pertiwi, Kartika Dian; Maria, Evi; Lestari, Ita Puji; Al-Zukhruf, Muhammad Sultan; Pramesti, Septi Dhian; Kristanto, Ridlo Feizzati Rozzag; Fadilla, Zulfa Alya; Khairunnisa, Azizah Nur; Nawangsari, Daneva Salsabila; Dwijayanti, Rahmania Argita
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 6 (2025): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i6.33999

Abstract

AbstrakKelompok Ternak Rukun Sentosa 2 di Desa Gogik, Kabupaten Semarang, mengelola sapi dalam sistem kandang komunal yang efisien dari sisi pakan dan kesehatan hewan, namun menghasilkan rata-rata 300-400 kg feses dan 160-200 liter urine per hari yang sebelumnya dibuang tanpa pengolahan. Kegiatan ini bertujuan membangun sistem tata kelola limbah komunal yang terstruktur, murah, dan berkelanjutan melalui penerapan waste stream separation. Rancangan sistem disusun melalui dua sesi Focus Group Discussion bersama anggota kelompok dan pemerintah desa, menghasilkan pemisahan alur limbah kering dan basah, pengolahan feses dengan 10 unit komposter, pemanfaatan urine pada digester biogas kapasitas 1 x 1 m3, serta penerapan rotasi kerja bergilir, standard operating procedure, dan pencatatan terstandar untuk limbah. Kegiatan ini menghasilkan dokumen tata kelola awal, baseline data volume limbah, serta peningkatan komitmen kelembagaan untuk pemanfaatan limbah menjadi energi dan pupuk organik. Sistem ini direkomendasikan untuk direplikasi pada komunitas peternak pedesaan dengan kondisi serupa guna mengurangi pencemaran dan meningkatkan nilai ekonomi limbah. Kata kunci: biogas; kompos; limbah ternak; tata kelola partisipatif; waste stream separation. AbstractThe Rukun Sentosa 2 Livestock Group in Gogik Village, Semarang Regency manages cattle in a communal housing system that is efficient in feed and animal health management but produces an average of 300-400 kg of manure and 160-200 liters of urine daily, previously discharged without treatment. This community service program aimed to establish a structured, low-cost, and sustainable communal waste management system through the application of waste stream separation. The design was developed in two Focus Group Discussion involving group members and village authorities, resulting in the separation of solid and liquid waste flows, processing manure using 10 composters (25 liters each), utilizing urine in a 1 x 1 m3  biogas digester, and implementing rotating work schedules, standard operating procedure, and standardized recordkeeping. The implementation produced an initial governance document, baseline waste volume data, and strengthened institutional commitment to convert waste into renewable energy and organic fertilizer. This system is recommended for replication in rural livestock communities with similar conditions to reduce environmental pollution and enhance the economic value of livestock waste. Keywords: biogas; compost; livestock waste; participatory governance; waste stream separation.