cover
Contact Name
Zulkarnain
Contact Email
dzul9787@gmail.com
Phone
+6287832631987
Journal Mail Official
selaparang.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan No.1, Pagesangan, Kec. Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Bar. 83115
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan
ISSN : 26145251     EISSN : 2614526X     DOI : https://doi.org/10.31764/jpmb.v5i1.6393
SELAPARANG : Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan merupakan jurnal yang mendiseminasikan setiap pemikiran dan ide gagasan atas hasil penelitian dan pemanfaatan teknologi untuk diimplementasikan kepada masyarakat mencakup ; (1). Bidang ilmu pengetahuan ; MIPA (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi), Terapan, Sosial, Budaya, Ekonomi, dan Kesehatan, (2). Pelatihan dan peningkatan hasil pendidikan dan (3). Pengembangan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,588 Documents
Pemberdayaan masyarakat melalui inovasi dan bisnis pengolahan Labu Siam (Sechium edule) kriuk di Desa Mendale, Kebayakan, Aceh Tengah Kamarudin, Anna Permatasari; Diana, Rahma; Erna, Erna; Dewi, Ratna; AS, Amru Bin; Fachri, Husni; Hidayah, Irna; Amiruddin, Amiruddin; Surahman, Bambang; Ananda, Rizki; Amna, Amna
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 3 (2025): May
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i3.31358

Abstract

Abstrak Pengabdian kepada Masyarakat ini telah dilakukan di Desa Mendale. Tujuan umum program untuk meningkatkan pengetahuan Mitra mengenai pemanfaatan labu siam yang banyak ditemui, menjadi produk labu siam kriuk. Sementara itu, tujuan khususnya agar masyarakat dapat menciptakan peluang pekerjaan, meningkatkan pendapatan dan mengisi waktu luang. Pelaksanaan pengabdian telah dihadiri oleh 20 orang ibu-ibu rumah tangga, yang terdiri dari kader PKK dan masyarakat umumnya. Metode yang dilakukan adalah pemberian materi yang disampaikan dengan ceramah diikuti dengan demonstrasi dan pelatihan. Berdasarkan hasil Pre Test dan Post Test menunjukkan bahwa telah terjadi peningkatan pengetahuan pada Mitra. Hal ini ditunjukkan pada  Pre Test, pernyataan pertama sebanyak 15 orang tidak mengetahui bahwa labu siam dapat diolah menjadi produk lain bukan hanya dimasak sebagai sayur. Pernyataan kedelapan, sebanyak 13 orang tidak mengetahui bahwa labu siam dapat diolah menjadi produk lain selain dibuat sayur. Namun pada hasil Post Test pernyataan pertama, menunjukkan bahwa pengetahuan Mitra telah bertambah sehingga terdapat 20 orang Mitra yang mengetahui bahwa labu siam bukan hanya dibuat sayur. Pernyataan kedelapan terdapat 20 orang Mitra yang mengetahui labu siam dapat dibuat produk-produk lainnya. Hasil evaluasi menunjukkan pelaksanaan program mendapatkan penilaian yang baik seperti, acara sesuai dengan rencana, 100% Mitra ‘Setuju’ dan materi runtut 100% Mitra ‘Setuju’. Kata kunci: pemberdayaan; inovasi; bisnis; pengolahan; labu siam Abstract This Community Service has been carried out in mendale Village. The general objective of the program is to increase Partners’ knowledge about the use of chayote which is widely found to become crispy chayote products. Meanwhile, the specific objecticve is for the community to be able to create job oppotunites, increase income and fill their free time. The implementation of the service has been attended by 20 housewives, consisting of PKK cadres and the general public. The method used is the provision of material delivered through lectures followed by demonstrations and training. Based on the results of the Pre Test and Post Test, it shows that there has been an increase in knowledge among Partners. Thus is shown in the Pre Test, the first statement is that 15 people do not know that chayote can be processed into other products, not just cooked as vegetables.  The eight statement, 13 people do not know that chayote can be processed into other products besides being made into vegetables. However, in the results of the Post Test, the first statement shows that Partners’ knowledge has increased so that there are 20 Partners who know that chayote is not only made into vehetable. The eighth statement is that 20 Partners know that chayote can be made into other products. The evaluation results showed that the implementation of the program received a good statement, such as the even was in accordance with the plan, 100% Partners ‘Agreed’ and the material was coherent, 100% of Partners ‘Agreed’.  Keywords: empowerment; innovation; business; processing; chayote
Pelatihan Zotero untuk meningkatkan keterampilan sitasi dan manajemen referensi mahasiswa pendidikan Biologi Aminatun, Tien; Mualimin, Mualimin; Tarigan, Wenny Pinta Litna; Khoirunnisa, Nilahazra; Pamungkas, Rahmania
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 3 (2025): May
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i3.30204

Abstract

Abstrak Penggunaan referensi yang baik dan benar merupakan salah satu keterampilan penting bagi mahasiswa dalam menyusun karya ilmiah. Namun, masih banyak mahasiswa yang mengalami kesulitan dalam mengelola referensi secara sistematis. Untuk mengatasi hal tersebut, pelatihan Zotero diselenggarakan secara daring oleh Program Studi Pendidikan Biologi, Universitas Negeri Yogyakarta pada bulan Februari 2025. Pelatihan ini diikuti oleh 75 mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi dari Universitas Tidar dan bertujuan untuk membekali mereka dengan keterampilan manajemen referensi yang lebih efisien. Aspek yang diukur dalam pelatihan ini meliputi pemahaman tentang manajemen referensi, kemampuan mengoperasikan Zotero, dan ketepatan dalam menyusun sitasi. Evaluasi program dilakukan dengan memberikan pre-test dan post-test guna mengukur efektivitas pelatihan. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan yang signifikan sebesar 19,6% dalam pemahaman dan keterampilan mahasiswa setelah mengikuti pelatihan. Kata kunci: mahasiswa; manajemen referensi; sitasi; zotero Abstract The proper use of references is one of the essential skills for students in writing academic papers. However, many students still face difficulties in managing references systematically. To address this issue, an online Zotero training was organized by the Biology Education Study Program, Universitas Negeri Yogyakarta, in February 2025. The training was attended by 75 students from the Biology Education Study Program at Universitas Tidar and aimed to equip them with more efficient reference management skills. The aspects assessed during the training included understanding of reference management, proficiency in using Zotero, and accuracy in formatting citations. Program evaluation was conducted by administering a pre-test and post-test to measure the effectiveness of the training. The results showed a significant improvement of 19.6% in students' understanding and skills after participating in the training. Keywords: citation; reference management; students; zotero
Skrining dan edukasi pasien lansia dengan riwayat hipertensi di Puskesmas Januarti, Ika Buana; Rahmawati, Laily Mega; Damayanti, Fitria Dwi
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 3 (2025): May
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i3.31010

Abstract

Abstrak Hipertensi merupakan faktor risiko utama yang dapat memicu komplikasi serius berupa sindrom metabolik, terutama pada lansia. Pengelolaan hipertensi yang efektif melalui edukasi berbasis komunitas diharapkan dapat meningkatkan kepatuhan dan pengetahuan lansia terhadap manajemen penyakit ini. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan di Puskesmas Ngesrep, Kota Semarang, dengan melibatkan 40 lansia sebagai peserta. Metode yang digunakan meliputi pengukuran tekanan darah, pemberian kuesioner pretest dan post-test, serta penyuluhan interaktif dengan media leaflet dan sesi tanya jawab. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta sebesar 21% ke dalam kategori “baik” setelah penyuluhan, dengan nilai signifikansi statistik p = 0,004. Kegiatan ini membuktikan bahwa edukasi berbasis komunitas efektif meningkatkan kesadaran dan pengetahuan lansia dalam mengelola hipertensi guna mencegah komplikasi sindrom metabolik. Disarankan pelaksanaan edukasi dilakukan secara berkelanjutan dan terintegrasi dengan aktivitas rutin lansia untuk hasil yang optimal. Kata kunci: hipertensi; penyuluhan ; sindrom metabolik Abstract Hypertension is a major risk factor that can trigger serious complications in the form of metabolic syndrome, especially in the elderly. Effective management of hypertension through community-based education is expected to improve the understanding and knowledge of the elderly regarding the management of this disease. This community service activity was carried out at the Ngesrep Health Center, Semarang City, involving 40 elderly as participants. The methods used included blood pressure measurement, provision of pre-test and post-test questionnaires, and interactive counseling using leaflets and question and answer sessions. The results showed an increase in participant knowledge by 21% into the "good" category after counseling, with a statistical significance value of p = 0.004. This activity proves that community-based education is effective in increasing the awareness and knowledge of the elderly in managing hypertension to prevent complications of metabolic syndrome. It is recommended that education be carried out continuously and integrated with the routine activities of the elderly for optimal results. Keywords: counseling; hypertension; metabolic syndrome
Membangun mindset investor muda: pengenalan risiko dan imbal hasil investasi bagi siswa SMA Little Sun Surabaya Gevionita, Gevionita; Fiolyn, Jennifer; Halim, Stella; Linawati, Nanik
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 3 (2025): May
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i3.30500

Abstract

Abstrak      Tingkat literasi investasi yang masih rendah di kalangan generasi muda menjadi tantangan serius dalam mewujudkan masyarakat yang melek finansial dan mampu menghadapi kompleksitas keuangan di masa depan. Minimnya pemahaman mengenai risiko dan imbal hasil dalam investasi dapat berdampak pada pengambilan keputusan finansial yang kurang bijak sejak usia muda. Untuk menjawab tantangan ini, kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan literasi investasi di kalangan pelajar SMA. Program ini diselenggarakan di SMA Little Sun Surabaya dan melibatkan sebanyak 49 siswa kelas X sebagai peserta. Metode yang digunakan adalah sosialisasi interaktif dengan pendekatan partisipatif, yang terdiri dari penyampaian materi edukatif serta permainan "Risk vs Return" yang dirancang untuk memberikan pengalaman simulasi investasi berdasarkan dinamika pasar. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk mengetahui peningkatan pengetahuan peserta. Hasilnya menunjukkan bahwa 97,7% siswa memahami bahwa investasi memiliki risiko kerugian, dan 95,5% menyadari pentingnya mengenali risiko dan imbal hasil sebelum melakukan investasi. Selain itu, 86,4% siswa memberikan skor tinggi terhadap pemahaman mereka pasca kegiatan. Partisipasi aktif siswa dalam diskusi dan permainan juga mencerminkan antusiasme dan efektivitas metode yang diterapkan. Kegiatan ini terbukti mampu menumbuhkan kesadaran serta pola pikir finansial yang bijak sejak dini, dan dapat direplikasi di sekolah lain sebagai upaya untuk memperluas literasi keuangan secara menyeluruh di kalangan pelajar Indonesia. Kata kunci: risiko; imbal hasil; investasi; generasi muda. Abstract The low level of investment literacy among youth poses a challenge in building a financially literate society ready to face future financial complexities. This community engagement program aimed to improve high school students' understanding of investment risk and return. Held at SMA Little Sun Surabaya, the program involved 49 tenth-grade students. It used an interactive and participatory method, combining material presentation with an educational game, "Risk vs Return," which simulated market-based investment experiences to enhance practical understanding. Evaluation through pre- and post-tests showed that 97.7% of students recognized investment risks, while 95.5% understood the importance of assessing risk and return before investing. Furthermore, 86.4% of students rated their understanding at levels 4 or 5 after the session, showing significant improvement. The students’ active engagement during discussions and gameplay demonstrated high enthusiasm and the effectiveness of the interactive approach. This initiative positively contributed to building early financial awareness and smart financial thinking. Similar programs can be replicated in other schools to broaden financial literacy among students. Keywords: risk; return; investment; young generation.
Pemberdayaan petani dalam memanfaatkan hasil lokal buah salak menjadi produk inovasi guna meningkatkan pendapatan Annisa, Nenden Nur; Ardani, Edvi Gracia; Verawati, Liesta; Ningsih, Eka Yuliawisma; Al Fitri, Salsabila
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 3 (2025): May
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i3.30189

Abstract

AbstrakDesa Girikerto merupakan Desa penghasil salak di wilayah Sleman, Yogyakarta. Salak sebagai hasil lokal masih belum dimanfaatkan secara maksimal, salak hanya dijual buahnya langsug oleh petani kepada tengkulak, petani salak belum berinovasi dengan buah salak tersebut menjadi olahan yang dapat menghasilkan pendapatan lainnya selain buah salak. seiring berkembangnya teknologi serta kebutuhan yang ada dipasaran, maka dengan berinovasi dan kreativitas mengolah makanan milenial dari bahan salak merupakan peluang yang dapat dimanfaatkan oleh para masyarakat atau para petani salak terutama. Tujuan pengabdian ini adalah memberikan pelatihan kepada petani salak dalam memanfaatkan hasil lokal buah salak menjadi produk yang dapat meningkatkan pendapatan, produk berupa manisan, selai dan asinan salak dimana makanan tersebut digandrungi atau diminati diera saat ini. Metode pelaksanaan dilakukan dengan pelatihan yang dilakukan dalam beberapa tahapan seperti tahapan persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Hasil yang diperolah dalam kegiatan pengabdian ini adalah pengolahan sumber daya manusia melalui pelatihan pemanfaatan hasil lokal buah salak menjadi produk inovasi di Desa Girikerto, Turi, Sleman, Yogyakarta. Kata Kunci: pelatihan; petani salak; buah salak; inovasi AbstractGirikerto Village is a village producing salak in the Sleman area, Yogyakarta. Salak as a local product has not been utilized optimally, salak is only sold directly by farmers to middlemen, salak farmers have not innovated with the salak fruit into processed products that can generate income other than salak fruit. Along with the development of technology and market needs, innovation and creativity in processing millennial food from salak ingredients is an opportunity that can be utilized by the community or salak farmers in particular. The purpose of this service is to provide training to salak farmers in utilizing local salak fruit products into products that can increase income, products in the form of sweets, jams and pickled salak where these foods are popular or in demand in today's era. The implementation method is carried out with training carried out in several stages such as preparation, implementation and evaluation stages. The results obtained in this service activity are the processing of human resources through training in utilizing local salak fruit products into innovative products in Girikerto Village, Turi, Sleman, Yogyakarta Keywords: training; salak fruit; salak farmers; innovation
Pengkajian ketarjihan sebagai media pemberdayaan literasi wakaf di Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Tanjung Karang Mataram Mukhlishin, Mukhlishin; Z., Sahman; Hidayanti, Nur Fitri; Ariani, Zaenafi; Urifah, Dewi
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 6 (2025): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i6.37174

Abstract

AbstrakKegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan untuk menjawab permasalahan rendahnya pemahaman masyarakat Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Tanjung Karang terhadap konsep wakaf produktif. Selama ini, praktik wakaf di masyarakat masih terbatas pada pembangunan masjid atau sarana ibadah, sementara potensi wakaf untuk pemberdayaan ekonomi dan pertanian belum optimal dimanfaatkan. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan literasi wakaf produktif berbasis maqashid syariah serta menumbuhkan kesadaran masyarakat agar wakaf dapat diarahkan pada kemaslahatan sosial-ekonomi yang berkelanjutan. Kegiatan ini melibatkan mitra PCM Tanjung Karang dengan jumlah peserta sebanyak 50 jamaah pengajian tetap yang terdiri dari tokoh masyarakat, takmir masjid, dan kader Muhammadiyah. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui pengajian ketajihan sebanyak tiga kali pertemuan, ceramah interaktif, dan diskusi kelompok (FGD). Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat sebesar 70% berdasarkan hasil wawancara dan observasi lapangan. Peserta dapat menjelaskan konsep wakaf produktif dan menunjukkan minat untuk menyalurkan wakaf uang melalui takmir masjid. Namun, keterbatasan waktu dan kehadiran peserta pada sesi terakhir menjadi kendala yang perlu dievaluasi. Kegiatan ini berhasil memperkuat pemahaman wakaf produktif sebagai instrumen kesejahteraan masyarakat lokal. Kata kunci: wakaf produktif; literasi masyarakat; tarjih; maqashid syariah. Abstract This community service activity was carried out to answer the problem of low public understanding of the Tanjung Karang Muhammadiyah Branch Executive (PCM) on the concept of productive waqf. So far, the practice of waqf in the community is still limited to the construction of mosques or worship facilities, while the potential of waqf for economic and agricultural empowerment has not been optimally utilized. The purpose of this activity is to increase the literacy of productive waqf based on sharia maqashid and to foster public awareness so that waqf can be directed to sustainable socio-economic benefits. This activity involved PCM Tanjung Karang partners with a total of 50 permanent recitation congregations consisting of community leaders, mosque takmir, and Muhammadiyah cadres. The implementation method uses a participatory approach through the recitation of tajihan as many as three meetings, interactive lectures, and group discussions (FGD). The results of the activity showed an increase in public understanding by 70% based on the results of interviews and field observations. Participants were able to re-explain the concept of productive waqf and show interest in distributing money waqf through mosque takmir. However, the limited time and the attendance of participants in the last session are obstacles that need to be evaluated. This activity succeeded in strengthening the understanding of productive waqf as an instrument of the welfare of the local community. Keywords: productive waqf; community literacy; tarjih; maqashid sharia.
Pemetaan lanjutan potensi, tantangan, dan arah pengembangan SMA Muhammadiyah Mataram Arrahman, Rudi; Ilham, Ilham; Muslimin, Muslimin; Habiburrahman, Habiburrahman; Supratman, Supratman; Hamsaturrahman, Hamsaturrahman
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 6 (2025): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i6.36245

Abstract

Abstrak SMA Muhammadiyah Mataram Perguruan Anyelir mengalami vakum operasional sejak tahun ajaran 2022/2023, mencerminkan krisis kelembagaan yang tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga struktural dan strategis. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memetakan secara mendalam potensi, tantangan, serta arah pengembangan sekolah guna merumuskan strategi revitalisasi berbasis data dan kolaborasi. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif-kolaboratif dengan melibatkan Majelis Dikdasmen PDM Kota Mataram, alumni, ortom Muhammadiyah, dan mitra strategis dari MBS UMMat. Teknik pengumpulan data mencakup observasi lapangan, Focus Group Discussion (FGD), dan analisis SWOT. Hasil FGD menunjukkan bahwa meskipun sekolah menghadapi persoalan serius seperti ketidakaktifan manajemen, lemahnya promosi digital, dan kerusakan infrastruktur, terdapat modal sosial yang kuat berupa dukungan alumni, lokasi strategis, serta jejaring ortom yang aktif. Strategi revitalisasi yang diusulkan meliputi rebranding kelembagaan, penyusunan visi-misi baru, kurikulum kontekstual berbasis nilai Islam progresif dan teknologi digital, serta penguatan kemitraan dan promosi digital. Selain itu, telah disusun roadmap revitalisasi selama tiga tahun sebagai panduan operasional. Kegiatan ini membuktikan bahwa transformasi kelembagaan sekolah Muhammadiyah hanya dapat dicapai melalui pendekatan sistemik dan partisipatif. Praktik baik yang dihasilkan diharapkan tidak hanya membangkitkan kembali SMA Muhammadiyah Mataram, tetapi juga menjadi model revitalisasi bagi sekolah-sekolah Muhammadiyah lain yang menghadapi problematika serupa di tingkat nasional. Kata kunci: pemetaan lanjutan potensi; tantangan; arah pengembangan SMA. Abstract Muhammadiyah Mataram Anyelir High School has been experiencing operational vacuum since the 2022/2023 academic year, reflecting an institutional crisis that is not only administrative but also structural and strategic. This community service activity aims to map in depth the potential, challenges, and direction of school development in order to formulate data-based and collaborative revitalization strategies. The method used is a participatory-collaborative approach involving the Mataram City PDM Dikdasmen Council, alumni, Muhammadiyah ortom, and strategic partners from MBS UMMat. Data collection techniques include field observations, Focus Group Discussions (FGD), and SWOT analysis. The FGD results showed that although the school faces serious problems such as inactive management, weak digital promotion, and infrastructure damage, there is strong social capital in the form of alumni support, a strategic location, and an active affiliated organization network. The proposed revitalization strategies include institutional rebranding, the formulation of a new vision and mission, a contextual curriculum based on progressive Islamic values and digital technology, and the strengthening of partnerships and digital promotion. In addition, a three-year revitalization roadmap has been developed as an operational guide. This activity proves that institutional transformation of Muhammadiyah schools can only be achieved through a systemic and participatory approach. The resulting best practices are expected to not only revive Muhammadiyah Mataram High School, but also serve as a model for revitalization for other Muhammadiyah schools facing similar problems at the national level. Keywords: advanced potential mapping; challenges; high school development direction.
Pelatihan inovasi packaging dan labeling pada bolu kijing di Desa Cibuaya Kabupaten Karawang Hanifah, Hanifah; Hidayati, Nita; Ramlah, Ramlah; Warmi, Attin
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 6 (2025): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i6.34495

Abstract

AbstrakKegiatan pengabdian masyarakat ini dilatarbelakangi oleh permasalahan pelaku usaha bolu kijing desa Cibuaya yang belum memiliki packaging dan labeling yang menarik. Label sebagai identitas produk belum didesain dengan baik dan packaging produk yang hanya menggunakan plastik bening biasa menyebabkan daya saing  bolu kijing rendah. Permasalahan terjadi karena pelaku usaha belum memahami pentingnya packaging dan labeling pada strategi penjualan. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah memberikan pemahaman pelaku usaha bolu kijing tentang packaging dan labeling yang menarik dengan memberikan pelatihan. Metode pelaksanaan kegiatan yang digunakan adalah metode ceramah yang terdiri dari tiga tahapan yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini menunjukkan bahwa pelaku usaha mendapatkan tambahan wawasan dan pengetahuan baru tentang packaging dan labeling pada usaha bolu kijing. Sehingga disimpulkan bahwa pentingnya memberikan kemasan yang menarik pada produk bolu kijing dan juga penting untuk memberi label pada kemasan yang memudahkan konsumen untuk dapat menghubungi penjual dan mengetahui dengan jelas nama produk yang dijual sehingga dapat meningkatkan jumlah penjualan bolu kijing. Kata kunci: packaging; labeling; bolu kijing. AbstractThis community service activity was motivated by the problem of bolu kijing business owners in Cibuaya village who did not have attractive packaging and labeling. The label as a product identity has not been well designed and the product packaging that only uses ordinary clear plastic causes bolu kijing's competitiveness to be low. The problem occurs because business owners do not understand the importance of packaging and labeling in sales strategies. The purpose of this community service is to provide understanding to bolu kijing business owners about attractive packaging and labeling by providing training. The implementation method used was a lecture method consisting of three stages: preparation, implementation, and evaluation. The results of this community service activity show that business owners gained additional insight and new knowledge about packaging and labeling in the bolu kijing business. Therefore, it is concluded that providing attractive packaging for bolu kijing products is important and it is also important to provide labels on the packaging that make it easier for consumers to contact the seller and clearly know the name of the product being sold so that it can increase the number of bolu kijing sales. Keywords: packaging; labeling; bolu kijing.