cover
Contact Name
Zulkarnain
Contact Email
dzul9787@gmail.com
Phone
+6287832631987
Journal Mail Official
selaparang.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan No.1, Pagesangan, Kec. Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Bar. 83115
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan
ISSN : 26145251     EISSN : 2614526X     DOI : https://doi.org/10.31764/jpmb.v5i1.6393
SELAPARANG : Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan merupakan jurnal yang mendiseminasikan setiap pemikiran dan ide gagasan atas hasil penelitian dan pemanfaatan teknologi untuk diimplementasikan kepada masyarakat mencakup ; (1). Bidang ilmu pengetahuan ; MIPA (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi), Terapan, Sosial, Budaya, Ekonomi, dan Kesehatan, (2). Pelatihan dan peningkatan hasil pendidikan dan (3). Pengembangan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,588 Documents
Optimalisai agrowisata guna meningkatkan pemasaran hasil pertanian melalui e-market place Desa Plumbon Setiawan, Avi Budi; Wibowo, Prasetyo Ari; Pangestika, Maulida Dewi; Pangastiti, Nuuferulla Kurniantyas; Prasetyo, Septian Eko
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 6 (2025): November (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i6.34345

Abstract

Abstrak Desa Plumbon memiliki potensi besar di sektor pertanian, namun masih menghadapi kendala dalam pemasaran produk secara berkelanjutan dan berbasis digital. Kondisi tersebut menjadi dasar pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan potensi ekonomi lokal melalui pengembangan agrowisata pertanian dan penerapan E-Marketplace sebagai sarana pemasaran digital produk hasil tani dan UMKM. Kegiatan ini menggunakan metode partisipatif meliputi sosialisasi, pelatihan, dan praktik langsung yang melibatkan kelompok tani, karang taruna, pelaku UMKM, dan pemangku kepentingan lainnya. Analisis potensi desa dilakukan untuk merumuskan strategi pengembangan agrowisata yang terintegrasi dengan digitalisasi ekonomi lokal. Hasil kegiatan menunjukkan adanya perubahan sosial positif antara lain peningkatan partisipasi masyarakat, terbentuknya kolaborasi antar kelompok warga serta peningkatan kesadaran terhadap pentingnya inovasi teknologi dalam pengelolaan usaha desa. Selain itu, implementasi website E-Marketplace terbukti efektif dalam memperluas jangkauan pemasaran produk pertanian dan kuliner khas Desa Plumbon. kegiatan pengabdian ini memberikan sinergi antara pengembangan agrowisata dan penerapan teknologi digital yang memiliki peran dalam menciptakan keberlanjutan ekonomi desa serta memperkuat daya saing produk lokal di era transformasi digital. Kata kunci: agrowisata; desa plumbon; e-marketplace; pertanian; pariwisata. Abstract Plumbon Village has significant potential in the agricultural sector but still faces challenges in achieving sustainable and digitally based product marketing. This condition formed the basis for implementing a communitu service program aimed at enhancing the village’s local economic potential through the development of agricultural agrotiurism and the adoption of an E-Marketplace as a digital marketing platform for agricultural product and local MSMEs. This program employed a participatory approach, which included outreach activities, training, and hands-on practice involving farmer groups, youth organizations, MSME actors, and other stakeholders. A village potential analysis was conducted to formulate strategies for developing agrotourism integrated with the digitalization of the local economy. The results indicate social changes, including increased community participation of technological innovation in managing village enterprises. In addition, the implementation of the E-Marketplace website has proven effective in expanding the market reach of Plumbon Village’s agricultural and culinary products. This community service initiative demonstrates a synergy between agrotourism development and digital technology adoption,  contributing to sustainable village economic growth and strengthening the competitiveness of local products in the era of digital transformation. Keywords: agroturism; agriculture; e-marketplace; plumbon village; tourism.
Menumbuhkan jiwa kewirausahaan anak melalui edukasi dan kreasi prakarya di Dusun Tragtag Septiyani, Ni Putu Indri; Wijaya, I Gede Bayu; Yasa, I Komang Widya Purnama
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 6 (2025): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i6.35895

Abstract

AbstrakKegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan bentuk nyata pengabdian mahasiswa kepada masyarakat melalui penerapan ilmu yang diperoleh di bangku perkuliahan. Salah satu program kerja yang diangkat oleh tim KKN di Dusun Tragtag adalah kegiatan edukasi dan kreasi prakarya bagi anak-anak dengan tujuan menumbuhkan jiwa kewirausahaan sejak dini. Program ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pengembangan karakter, kreativitas, dan kemandirian anak-anak dalam menghadapi tantangan masa depan. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi edukasi interaktif, praktik pembuatan prakarya sederhana dari barang bekas, dan pameran mini hasil karya anak. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan minat dan antusiasme anak-anak dalam berkarya, serta mulai tumbuhnya pemahaman dasar mengenai nilai-nilai kewirausahaan seperti kreativitas, kerja sama, dan tanggung jawab. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membentuk generasi muda yang produktif, mandiri, dan berjiwa wirausaha. Kata kunci: kewirausahaan; anak-anak; prakarya; edukasi; pengabdian masyarakat. AbstractThe Community Service Program (KKN) is a form of student dedication to society through the application of academic knowledge in real-life settings. One of the programs initiated by the KKN team in Tragtag Hamlet focused on education and creative craft activities for children, aiming to cultivate an entrepreneurial spirit from an early age. This program was driven by the importance of developing children's character, creativity, and independence in facing future challenges. The methods used included interactive education, hands-on creation of simple crafts using recycled materials, and a mini exhibition of the children's work. The results showed an increase in children's interest and enthusiasm for crafting, along with a growing understanding of basic entrepreneurial values such as creativity, collaboration, and responsibility. This activity is expected to serve as a starting point in shaping a productive, independent, and entrepreneurial young generation. Keywords: entrepreneurship; children; crafts; education; community service.
Upaya pencegahan stunting sejak dini dengan mengoptimalkan pengasuhan 1000 hari pertama kehidupan di TPMB Sitti Hasrah Ibrahim Kota Makassar Sumaifa, Sumaifa; Isnaeny, Isnaeny; Rika, Rika; Kartini, Maria; Nasriani, Nasriani
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 6 (2025): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i6.34095

Abstract

Abstrak Stunting merupakan salah satu permasalahan kesehatan masyarakat yang serius di Indonesia. Kondisi ini ditandai dengan tinggi badan anak yang berada di bawah standar usianya akibat kekurangan gizi kronis. Periode yang paling kritis, yaitu 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) dimulai sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang stunting dan pemberian makanan bergizi di TPMB ST. Hasrah Ibrahim Kota Makassar. Pengabdian ini dilakukan dengan 5 tahapan yaitu tahap sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, evaluasi dan berkelanjutan program. Evaluasi kegiatan adalah dengan membagikan soal pre dan post tes pada ibu hamil, sebanyak 5 nomor. Hasil kegiatan ini adalah melakukan edukasi pada ibu hamil tentang stunting dan pemberian makanan bergizi dengan peserta 25 orang yang mengikuti edukasi dan pemberian makanan bergizi, sebelum dilakukan edukasi data menunjukkan bahwa pengetahuan stunting 42,9%, namun setelah edukasi mengalami peningkatan menjadi 88 %, sehingga peningkatannya sebesar 45,1% yang sudah mengetahui tentang stunting. Peningkatan ini mencerminkan keberhasilan suatu program sesuai dengan tujuan yang di harapkan. Kata kunci: stunting; sejak dini; 1000 HPK. Abstract Stunting is a serious public health problem in Indonesia. This condition is characterized by a child's height being below the standard for their age due to chronic malnutrition. The most critical period, namely the First 1000 Days of Life (HPK), begins from pregnancy until the child is two years old. This activity aims to increase the knowledge of pregnant women about stunting and the provision of nutritious food at TPMB ST. Hasrah Ibrahim Makassar City. This service is carried out in 5 stages: socialization, training, technology implementation, evaluation and program sustainability. The evaluation of the activity is by distributing pre- and post-test questions to pregnant women, totaling 5 numbers. The result of this activity is educating pregnant women about stunting and the provision of nutritious food with 25 participants who participated in the education and provision of nutritious food, before the education data showed that knowledge of stunting was 42.9%, but after the education it increased to 88%, so that the increase was 45.1% who already knew about stunting. This increase reflects the success of a program in accordance with the expected goals.. Keywords: stunting; early; 1000 HPK.
Pelatihan pelayanan prima dan strategi promosi pada UMKM ritel di Desa Cikeas Udik Muyasar, Rizky; Hasanudin, Hasanudin
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 6 (2025): November (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i6.35887

Abstract

AbstrakUsaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan sektor yang berkontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional, namun masih menghadapi berbagai tantangan, terutama dalam hal kualitas pelayanan dan strategi promosi. Program Pengabdian kepada Masyarakat ini dilaksanakan di Desa Cikeas Udik dengan tujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan pelaku UMKM ritel dalam memberikan pelayanan prima serta mengoptimalkan strategi promosi, baik konvensional maupun digital. Metode kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif melalui ceramah interaktif, diskusi, simulasi, studi kasus, serta pendampingan praktis. Evaluasi dilakukan dengan instrumen pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta. Hasil menunjukkan adanya kenaikan skor rata-rata dari 13 pada pre-test menjadi 17 pada post-test, yang mengindikasikan peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta terkait pelayanan prima dan strategi promosi. Hasil ini membuktikan bahwa pelatihan memberikan dampak positif terhadap peningkatan kapasitas UMKM ritel lokal. Kegiatan ini diharapkan dapat direplikasi di wilayah lain dengan karakteristik serupa sebagai model pemberdayaan UMKM berkelanjutan. Kata kunci: pelayanan prima; strategi promosi; UMKM ritel. AbstractMicro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) are a sector that contributes significantly to the national economy, but still face various challenges, particularly in terms of service quality and promotional strategies. This Community Service Program was implemented in Cikeas Udik Village with the aim of improving the understanding and skills of retail MSMEs in providing excellent service and optimizing promotional strategies, both conventional and digital. The activity method used a participatory approach through interactive lectures, discussions, simulations, case studies, and practical mentoring. Evaluation was conducted using pre-test and post-test instruments to measure the increase in participants' knowledge. The results showed an increase in the average score from 13 in the pre-test to 17 in the post-test, indicating a significant increase in participants' understanding of excellent service and promotional strategies. These results prove that the training has a positive impact on increasing the capacity of local retail MSMEs. This activity is expected to be replicated in other regions with similar characteristics as a model for sustainable MSME empowerment. Keywords: excellent service; promotion strategy; retail MSMEs.
Meningkatkan literasi keuangan anak melalui program gemar menabung di SDN 5 Lalang Sembawa Palinggau, Aling; Almaidah, Shena Narqis; Eriin, Arif Kurnia; Prasna, Komang Dian
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 6 (2025): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i6.34288

Abstract

Abstrak Rendahnya literasi keuangan pada anak usia Sekolah Dasar menjadi tantangan dalam kesadaran pengelolaan keuangan sehat sejak dini. Kegiatan sosialisasi ini bertujuan menumbuhkan kesadaran dan disiplin keuangan sejak dini pada siswa SDN 5 Sembawa. Peserta pada kegiatan ini sebnayak 50 siswa diLalang Sembawa. Metode pembelajaran yang digunakan mencakup berbagai media menarik, kreatif, interaktif, dan sesuai dengan tahap perkembangan usia anak. Siswa diajak menonton video animasi interaktif yang menyajikan konsep dasar keuangan secara sederhana, dilanjutkan dengan presentasi yang komunikatif, jelas, dan mudah diikuti. Puncak kegiatan adalah sesi pembuatan celengan kreatif yang menggabungkan unsur edukasi dengan keterampilan seni, menjadikan konsep menabung lebih konkret, menyenangkan, dan membekas dalam ingatan anak-anak. Pendekatan ini memungkinkan siswa mempelajari teori sekaligus mempraktikkannya secara langsung. Hasil kegiatan menunjukkan peserta memahami manfaat menabung dan menumbuhkan rasa tanggung jawab. Sebanyak 89% peserta menyatakan siap ingin memulai kebiasaan menabung di rumah dengan celengan yang telah dibuat. Kata kunci: gemar menabung; kreasi celengan; kreativitas; kesadaran menabung; literasi keuangan. Abstract Low financial literacy among elementary school-aged children presents a challenge in fostering awareness of healthy financial management from an early age. This outreach activity aimed to foster early financial awareness and discipline among students at SDN 5 Sembawa. Fifty students in Lalang Sembawa participated in the activity. The learning method used included a variety of engaging, creative, interactive media, and developmentally appropriate materials. Students were invited to watch an interactive animated video that presented basic financial concepts in a simple manner, followed by a communicative, clear, and easy-to-follow presentation. The activity culminated in a creative piggy bank-making session that combined educational elements with artistic skills, making the concept of saving more concrete, fun, and memorable for the children. This approach allowed students to learn theory while simultaneously practicing it directly. The results showed that participants understood the benefits of saving and fostered a sense of responsibility. 89% of participants stated that they were ready to implement the habit of saving at home with the piggy banks they had created. Keywords: fond of savings; piggy bank creations; creativeness; savings awareness; financial literacy.
Peningkatan kesadaran skincare palsu, ilegal dan berbahaya pada remaja sekolah di SMA YP UNILA sebagai upaya menuju Regenera-CARE (Remaja Gen Z Pintar Skincare) Islami, Suryadi; Damayanti, Ervina; Jausal, Anisa Nuraisa; Fauzi, Ahmad; Panjaitan, Annisa Tamara; Arif, Ahmad Fauzan; Ikhsan, Muhammad Ali; Atmaja, Ghozi Purna; Nadly, Alan Arindo; Arif, Muhammad Farhan; Hardiansyah, Ridwan; Callista, Eugenia
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 6 (2025): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i6.36137

Abstract

AbstrakRemaja merupakan kelompok yang rentan terhadap pengaruh promosi produk perawatan kulit yang belum tentu aman dan berizin. Kurangnya pengetahuan serta sikap kritis terhadap penggunaan skincare dapat menimbulkan risiko kesehatan kulit dan paparan bahan berbahaya. Program Regenera-CARE (Remaja Gen Z Pintar Skincare) dilaksanakan di SMA YP UNILA Bandar Lampung dengan tujuan meningkatkan sikap remaja mengenai pemilihan produk perawatan kulit yang aman. Kegiatan pengabdian ini melibatkan 39 peserta (18 laki-laki dan 21 perempuan) yang mengikuti edukasi kesehatan melalui metode ceramah interaktif dan diskusi. Instrumen pre-test dan post-test berupa kuesioner sikap terdiri dari 15 pernyataan skala Likert (1–4) dengan reverse scoring pada butir negatif digunakan untuk mengevaluasi peningkatan setelah edukasi. Hasil menunjukkan bahwa pada peserta laki-laki rata-rata skor sikap pre-test sebesar 3,34 ± 0,35 dan post-test 3,28 ± 0,35, sedangkan pada peserta perempuan meningkat dari 3,41 ± 0,39 menjadi 3,49 ± 0,24. Proporsi sikap kategori “Baik” meningkat dari 67% menjadi 78% pada laki-laki, dan dari 76% menjadi 81% pada perempuan. Uji statistik (paired t-test dan independent t-test) menunjukkan tidak ada perbedaan bermakna antar waktu maupun antar jenis kelamin (p>0,05). Meskipun demikian, terjadi perbaikan kecenderungan sikap positif terhadap penggunaan skincare aman setelah intervensi edukatif. Program Regenera-CARE terbukti efektif meningkatkan kesadaran dan sikap remaja terhadap pemilihan produk skincare yang aman, serta dapat diadaptasi sebagai model edukasi kesehatan berbasis sekolah untuk mendorong perilaku perawatan kulit yang sehat dan bertanggung jawab. Kata kunci: edukasi kesehatan; remaja; skincare; sikap; Regenera-CARE. AbstractAdolescents are a vulnerable group to the influence of skincare product promotions that are not always safe or officially registered. Limited knowledge and a lack of critical attitudes toward skincare use can pose risks to skin health and exposure to harmful ingredients. The Regenera-CARE (Generation Z Smart Skincare) program was implemented at YP UNILA Senior High School in Bandar Lampung to improve adolescents’ knowledge and attitudes toward the safe use of skincare products. This community program involved 39 participants (18 males and 21 females) who took part in health education delivered through interactive lectures and discussions. A pre-test and post-test questionnaire consisting of 15 Likert-scale statements (1–4) with reverse scoring on negative items was used to evaluate changes following the education session. The results showed that the mean attitude score for male participants was 3.34 ± 0.35 at pre-test and 3.28 ± 0.35 at post-test, while for female participants it increased from 3.41 ± 0.39 to 3.49 ± 0.24. The proportion of participants categorized as having a “Good” attitude increased from 67% to 78% among males and from 76% to 81% among females. Statistical analysis using paired t-test and independent t-test indicated no significant differences between time points or genders (p>0.05). Nevertheless, there was a positive trend in attitude improvement toward safe skincare use following the educational intervention. The Regenera-CARE program proved effective in enhancing adolescents’ awareness and attitudes toward safe skincare choices and could be adapted as a school-based health education model to promote responsible and healthy skincare behavior. Keywords: health education; adolescents; skincare; attitude; Regenera-CARE.
Pemberdayaan ekonomi ibu rumah tangga berbasis pangan lokal: keripik jantung pisang di Desa Cipadang Rahmadhani, Eka Putri; Febriani, Wiwi; Komala, Ramadhana; Ratna, Maya Ganda; Azka, Laisa; Damayanti, Putri; Fitri, Ayu Tiara; Rahman, Sugirah Nour
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 6 (2025): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i6.36125

Abstract

Abstrak Penguatan ekonomi rumah tangga berperan penting dalam mendorong kemandirian dan kesejahteraan masyarakat. Jantung pisang merupakan bahan lokal yang sering diabaikan, tetapi dapat diolah menjadi keripik jantung pisang yang tidak hanya bernilai gizi juga memiliki potensi ekonomi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dirancang untuk memperkenalkan para ibu rumah tangga pada proses pengolahan jantung pisang menjadi produk pangan yang bernilai jual, sekaligus meningkatkan keterampilan kewirausahaan mereka. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 30 Agustus 2025, di Balai Desa Cipadang dan diikuti oleh 30 orang ibu rumah tangga. Materi disampaikan melalui ceramah interaktif dan didukung dengan booklet yang berisi panduan tentang estimasi modal usaha kecil, strategi pemasaran sederhana, serta tips dan trik untuk mengembangkan usaha kecil berskala rumah tangga. Peserta kegiatan pengabdian kepada Masyarakat mengerjakan pre test dan post test untuk menilai peningkatan pengetahuan dan minat setelah mengikuti kegiatan ini. Hasil menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada nilai peserta, dengan median meningkat dari 80 menjadi 90. Enam belas peserta mengalami peningkatan nilai, tiga belas peserta masih memiliki nilai yang tetap sama baik pada pre maupun post tes, dan hanya satu peserta yang mengalami penurunan nilai. Analisis statistik mengonfirmasi bahwa peningkatan tersebut signifikan. Program ini tidak hanya meningkatkan pemahaman peserta tentang cara menciptakan nilai tambah dari jantung pisang, tetapi juga memotivasi ibu rumah tangga untuk mempertimbangkan wirausaha skala kecil. Hal ini menunjukkan potensi sumber daya lokal dalam mendukung pemberdayaan ekonomi rumah tangga yang berkelanjutan. Kata kunci: pemberdayaan ekonomi; ibu rumah tangga; jantung pisang; kewirausahaan. Abstract Strengthening household economic capacity is an important step toward improving community welfare. Banana blossoms, a locally available ingredient that is often neglected, can be transformed into banana blossom chips, providing both nutritional benefits and economic opportunities. This program was designed to introduce housewives to the processing of banana blossoms as a marketable food product while also improving entrepreneur skills. The activity took place on Saturday, August 30, 2025, at the Cipadang Village Hall and was attended by 30 housewives. Materials were delivered through an interactive lecture supported by a booklet containing guidance on small business capital estimation, simple marketing strategies, and packaging techniques. To assess the impact of the program, participants completed knowledge tests before and after the training. Results indicated a noticeable improvement in participants’ scores, with the median increasing from 80 to 90. Sixteen participants showed higher scores, thirteen remained unchanged, and only one showed a decreased result. Statistical analysis confirmed that these improvements were significant. This program not only enhanced the participants’ understanding of how to create added value from banana blossoms but also motivated them to consider small-scale entrepreneurship. It highlights the potential of local resources to support sustainable household economic empowerment and may serve as a model for similar community-based initiatives. Keywords : economic empowerment; housewives; banana blossom; enterpreneurship.
Who am I?: psikoedukasi untuk membangun konsep diri dan relasi sosial dalam pemulihan mental Susilawati, Baiq Alia Teni; Wahyuni, Sri; Nurjannah, Baiti Al-Hasanah; Shibghatallah, Bunayya Dheya; Xuan, Chen Zi; Situmorang, Nina Zulida
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 6 (2025): November (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i6.35754

Abstract

Abstrak Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan konsep diri dan relasi sosial pada individu dengan disabilitas psikososial (ODDP) melalui pendekatan psikoedukasi berbasis komunitas. Program dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Playen I, Gunungkidul, Yogyakarta, dengan melibatkan 17 peserta yang terdiri dari ODDP, pendamping keluarga, dan kader kesehatan jiwa. Kegiatan dilakukan melalui pelatihan interaktif yang mencakup refleksi pernapasan, latihan cermin diri, dan pohon dukungan sosial. Evaluasi efektivitas dilakukan menggunakan desain one group pre-test–post-test. Hasil uji Paired Sample t-Test menunjukkan perbedaan signifikan antara skor pre-test dan post-test (t(16) = –18.67, p < .01), dengan peningkatan rata-rata dari 60.59 menjadi 80.00. Program ini terbukti efektif dalam memperkuat konsep diri, meningkatkan kesadaran terhadap dukungan sosial, serta berkontribusi pada proses pemulihan mental berbasis komunitas. Kegiatan ini menunjukkan bahwa psikoedukasi dapat menjadi model pengabdian masyarakat yang aplikatif dan berkelanjutan untuk mendukung kesehatan mental masyarakat. Kata kunci: Konsep diri; pemulihan mental; pengabdian masyarakat; psikoedukasi; relasi sosial. Abstract This community service activity aims to enhance self-concept and social relationships among individuals with psychosocial disabilities (PWPD) through a community-based psychoeducation approach. The program was conducted in the working area of Playen I Community Health Center, Gunungkidul, Yogyakarta, involving 17 participants consisting of PWPD, family caregivers, and mental health cadres. The activities were delivered through interactive training sessions, including breathing reflection, mirror exercises, and the social support tree activity. The effectiveness of the program was evaluated using a one-group pre-test–post-test design. The Paired Sample t-Test results indicated a significant difference between pre-test and post-test scores (t(16) = –18.67, p < .01), with an average increase from 60.59 to 80.00. The findings demonstrated that psychoeducation effectively strengthened participants’ self-concept, increased their awareness of social support, and contributed to community-based mental health recovery. This program shows that psychoeducation can serve as an applicable and sustainable model of community engagement to promote mental health and social well-being. Keywords: community service; mental recovery; psychoeducation; self-concept; social relationships.
Pelatihan geogebra kepada Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) matematika Kota Padang Erdriani, Deby; Devita, Dewi; Marhayati, Laila
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 6 (2025): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i6.33974

Abstract

Abstrak Pelatihan GeoGebra ini dilaksanakan untuk mengatasi rendahnya penguasaan teknologi dalam pembelajaran matematika di kalangan guru MGMP Matematika Kota Padang. Berdasarkan survei awal, mayoritas guru mengalami kesulitan dalam memanfaatkan GeoGebra untuk visualisasi konsep abstrak, padahal software ini terbukti meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kompetensi pedagogik dan teknis 35 guru SMP melalui pelatihan interaktif berbasis praktik. Metode pelaksanaan meliputi: (1) pre-test untuk mengukur kemampuan awal, (2) workshop selama 1 hari dengan materi pengoperasian GeoGebra dan simulasi pengajaran, serta (3) post-test. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan peningkatan signifikan (Z = -4,054; p = 0,000) dengan effect size besar (r = 0,81), di mana 25 dari 35 peserta mengalami peningkatan kompetensi. Namun, 7 peserta memerlukan pendampingan tambahan akibat keterbatasan infrastruktur dan heterogenitas kemampuan awal. Hasilnya membuktikan efektivitas pelatihan GeoGebra sebagai strategi pengembangan guru, meski perlu diperluas dengan sampel lebih besar dan pendekatan personalisasi. Kata kunci: geogebra; pelatihan guru; kompetensi pedagogik; MGMP matematika; pembelajaran interaktif. Abstract This GeoGebra training was conducted to address the low technological proficiency in mathematics teaching among MGMP Mathematics teachers in Padang City. Based on preliminary surveys, most teachers struggled to utilize GeoGebra for visualizing abstract concepts, despite the software's proven effectiveness in enhancing student motivation and learning outcomes. The program aimed to improve the pedagogical and technical competencies of 75 junior high school teachers through interactive, practice-based training. The implementation method included: (1) a pre-test to assess baseline skills, (2) a one-day workshop covering GeoGebra operation and teaching simulations, and (3) a post-test. Wilcoxon test results revealed significant improvement (Z = -4.054; p = 0.000) with a large effect size (r = 0.81), where 25 out of 35 participants demonstrated enhanced competency. However, 7 participants required additional mentoring due to infrastructure limitations and varying skill levels. The findings confirm the efficacy of GeoGebra training as a teacher development strategy, though expansion with larger samples and personalized approaches is recommended. Keywords: geogebra; teacher training; pedagogical competence; mathematics MGMP; interactive learning.
Pemberdayaan UMKM melalui pelatihan fotografi produk di Pasar Senggol wisata Meranti Balikpapan Utara Musyarofah, Musyarofah; Sastrawan, Febrian Dedi; Tajri M., Fulkha; Syaputra, Eko Agung; Prayitno, Budi; Ramadhani, Nabbila Salsa
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 6 (2025): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i6.35186

Abstract

Abstrak UMKM di Pokdarwis Meranti menghadapi masalah utama berupa rendahnya kualitas foto produk yang digunakan untuk promosi, akibat keterbatasan kemampuan teknis dalam pengambilan gambar. Kondisi ini membuat daya tarik visual produk menjadi kurang optimal. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah meningkatkan keterampilan dasar fotografi produk bagi pelaku UMKM agar mampu menghasilkan foto yang lebih menarik dan layak promosi. Untuk itu, tim pengabdian menyelenggarakan pelatihan fotografi produk bagi 50 pelaku UMKM di Pasar Senggol Wisata Meranti. Metode pelaksanaan meliputi penyampaian materi, demonstrasi, dan praktik langsung dengan memanfaatkan peralatan sederhana seperti mini studio portabel dan kamera ponsel. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan baik secara kualitatif maupun kuantitatif. Data kuesioner pasca pelatihan memperlihatkan bahwa lebih dari 80% peserta merasa pemahamannya meningkat, mampu mengatur pencahayaan dan sudut pengambilan gambar, serta berkomitmen menggunakan hasil foto untuk promosi di media sosial maupun marketplace. Secara kualitatif, peserta menunjukkan antusiasme tinggi dan mampu mempraktikkan teknik fotografi sederhana secara mandiri. Kegiatan ini membuktikan bahwa pelatihan fotografi produk berbasis teknologi sederhana dapat menjadi solusi praktis untuk meningkatkan kualitas promosi UMKM, memperkuat daya saing produk lokal, serta membuka peluang peningkatan pemasaran digital. Kata kunci: fotografi produk; UMKM; pokdarwis; Pasar Senggol; promosi digital Abstract The MSMEs (Micro, Small, and Medium Enterprises) in the Meranti Tourism Group (Pokdarwis Wisata Meranti) face a major problem in the form of low-quality product photos used for promotions, due to limited technical skills in taking photos. This condition reduces the visual appeal of products. The goal of this community service activity is to improve basic product photography skills for MSMEs so they can produce more attractive and promotional photos. To that end, the community service team held product photography training for 50 MSMEs at the Senggol Market in Meranti Tourism. The implementation method included material delivery, demonstrations, and hands-on practice using simple equipment such as a portable mini studio and a mobile phone camera. The results of the activity showed significant improvements both qualitatively and quantitatively. Post-training questionnaire data showed that more than 80% of participants felt their understanding had improved, were able to adjust lighting and shooting angles, and were committed to using the photos for promotions on social media and marketplaces. Qualitatively, participants showed high enthusiasm and were able to practice simple photography techniques independently. This activity proves that low-tech product photography training can be a practical solution to improve the quality of MSME promotions, strengthen the competitiveness of local products, and open up opportunities for increased digital marketing. Keywords: product photography; MSMEs; pokdarwis; Senggol Market; digital promotion.