cover
Contact Name
Zulkarnain
Contact Email
dzul9787@gmail.com
Phone
+6287832631987
Journal Mail Official
selaparang.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan No.1, Pagesangan, Kec. Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Bar. 83115
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan
ISSN : 26145251     EISSN : 2614526X     DOI : https://doi.org/10.31764/jpmb.v5i1.6393
SELAPARANG : Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan merupakan jurnal yang mendiseminasikan setiap pemikiran dan ide gagasan atas hasil penelitian dan pemanfaatan teknologi untuk diimplementasikan kepada masyarakat mencakup ; (1). Bidang ilmu pengetahuan ; MIPA (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi), Terapan, Sosial, Budaya, Ekonomi, dan Kesehatan, (2). Pelatihan dan peningkatan hasil pendidikan dan (3). Pengembangan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,588 Documents
Pelatihan dan pendampingan pembuatan media pembelajaran interaktif dan menyenangkan berbasis digital bagi guru SMA Gimin, Gimin; Indrawati, Henny; Caska, Caska; Sumarno, Sumarno; Haryana, Gani; Mujiono, Mujiono; Rezkia, Dicha Putri; Ramadhani, Dinda Ardelia
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 6 (2025): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i6.33595

Abstract

Abstrak Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang semakin pesat memberikan dampak signifikan terhadap berbagai aspek kehidupan termasuk dunia pendidikan. Penggunaan media pembelajaran digital yang interaktif dan menyenangkan menjadi salah satu tren yang semakin populer dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran. Namun implementasi pembelajaran digital di sekolah menghadapi keterbatasan sumber daya dan berbagai tantangan, di antaranya masih banyak guru yang belum memiliki kompetensi yang memadai dalam memanfaatkan teknologi untuk pembelajaran. Hal ini juga dialami oleh guru-guru di SMA Negeri 1 Kampar Provinsi Riau. Oleh karena itu, tujuan kegiatan pengabdian ini adalah melatih dan mendampingi 25 orang guru di sekolah tersebut dalam mengembangkan media pembelajaran digital yang interaktif dengan memanfaatkan Artificial Intelligence (AI) dan aplikasi Canva. Metode yang digunakan meliputi ceramah, diskusi, demonstrasi, dan praktik (workshop) yang dilaksanakan dalam satu sesi kegiatan. Evaluasi dilakukan melalui penyebaran angket pretest dan posttest untuk mengukur pengetahuan serta kemampuan peserta. Hasil kegiatan menemukan adanya peningkatan kompetensi guru, di antaranya: pengetahuan tentang AI meningkat dari skor rata-rata 1,52 menjadi 3,46 atau sebesar 90%, dan pengetahuan tentang Canva meningkat dari 2,13 menjadi 4,01 sebesar 88%. Dengan demikian, kegiatan ini terbukti mampu meningkatkan hardskill guru dalam pembuatan media pembelajaran digital berbasis AI dan Canva, sekaligus memperkuat softskill kolaborasi dan kreativitas dalam proses pengembangan media pembelajaran yang inovatif. Kata kunci: pelatihan; pendampingan; media pembelajaran; artificial intelligence; aplikasi canva Abstract The rapid development of information and communication technology has had a significant impact on various aspects of life, including education. The use of interactive and enjoyable digital learning media has become an increasingly popular trend in efforts to improve the quality of learning. However, the implementation of digital learning in schools faces resource constraints and various challenges, including the fact that many teachers still lack adequate competence in utilizing technology for learning. This is also experienced by teachers at SMA Negeri 1 Kampar in Riau Province. Therefore, the purpose of this community service activity is to train and assist 25 teachers at the school in developing interactive digital learning media by utilizing Artificial Intelligence (AI) and the Canva application. The methods used include lectures, discussions, demonstrations, and workshops, which are carried out in one session. The evaluation was conducted through the distribution of pretest and posttest questionnaires to measure the participants' knowledge and abilities. The results of the activity found an increase in teacher competence, including: knowledge of AI increased from an average score of 1.52 to 3.46 or 90%, and knowledge of Canva increased from 2.13 to 4.01 or 88%. Thus, this activity has proven to be able to improve teachers' hard skills in creating AI and Canva-based digital learning media, while also strengthening their soft skills of collaboration and creativity in the process of developing innovative learning media. Keywords: training; mentoring; learning media; artificial intelligence; canva application.
Transformasi evaluasi pembelajaran PAI berbasis teknologi di Kabupaten Garut: penguatan kompetensi guru melalui pelatihan digital Anwar, Saepul; Romli, Usup; Ramdani, Rijki; Aulia, Diva Nazira; Izdihar, Najla Zalfa
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 6 (2025): November (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v%vi%i.34450

Abstract

AbstrakKegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru Pendidikan Agama Islam (PAI) jenjang Sekolah Dasar di Kabupaten Garut dalam pemanfaatan teknologi untuk evaluasi pembelajaran. Pelatihan dilaksanakan selama tiga hari dengan pendekatan campuran (luring, daring sinkron, dan asinkron), mencakup penguatan konseptual, praktik aplikasi digital, dan pendampingan implementatif. Materi pelatihan meliputi evaluasi pembelajaran PAI dalam konteks kurikulum nasional, pemanfaatan teknologi, serta praktik penggunaan Google Workspace for Education, Quizizz, H5P, dan Wordwall. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam tingkat penguasaan peserta terhadap seluruh materi pelatihan, dengan skor posttest mencapai 80–90%. Selain itu, tingkat kepuasan peserta terhadap penyelenggaraan pelatihan berada di atas 82% pada seluruh dimensi, dengan skor tertinggi pada kualitas fasilitator (97%) dan kepuasan umum (94%). Kendala seperti keterbatasan perangkat, literasi digital yang beragam, dan beban kerja guru berhasil diatasi melalui strategi adaptif, termasuk penyediaan materi offline, pendekatan bertahap (scaffolded learning), dan pemanfaatan aplikasi gratis. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kompetensi individu peserta, tetapi juga memperkuat kapasitas kelembagaan mitra, serta membuka ruang bagi transformasi budaya evaluasi pembelajaran yang lebih adaptif dan berbasis teknologi. Model pelatihan ini berpotensi untuk direplikasi di jenjang pendidikan lain sebagai bagian dari strategi peningkatan mutu pendidikan agama Islam di era digital. Kata kunci: pengabdian kepada masyarakat; guru PAI; evaluasi pembelajaran; teknologi pendidikan; Kabupaten Garut. Abstract This Community Service Program aimed to enhance the competencies of Islamic Education (PAI) teachers at the elementary level in Garut Regency, focusing on the use of technology for learning assessment. The training was conducted over three days using a blended approach—combining in-person sessions, synchronous online meetings, and asynchronous assignments. The materials covered included the role of PAI in the national curriculum, assessment concepts and practices, and hands-on training in digital tools such as Google Workspace for Education, Quizizz, H5P, and Wordwall. Evaluation results indicated a significant improvement in participants’ mastery of the training content, with posttest scores ranging from 80% to 90%. Participant satisfaction was also notably high, with all dimensions scoring above 82%, and the highest ratings given to facilitator quality (97%) and overall satisfaction (94%). Challenges such as limited access to devices, varying levels of digital literacy, and teachers’ workload were effectively addressed through adaptive strategies, including offline materials, scaffolded learning, and the use of free, open-source applications. This program not only improved individual competencies but also strengthened institutional capacity and fostered a more adaptive, data-driven culture of assessment in Islamic education. The training model has strong potential for replication at other educational levels as part of broader efforts to improve the quality of Islamic education in the digital era. Keywords: community service; islamic education teachers; learning evaluation; educational technology; Garut Regency
Peningkatan pengetahuan dan kesadaran masyarakat Dusun Sape tentang hipertensi melalui edukasi dan skrining tekanan darah Ariasti, Mia; Khairani, Ayudia Cipta; Ariani, Farida; Sofya, Sri Winarni; Indriani, Nurul; Mileniaputri, Ni Putu Rainita
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 6 (2025): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i6.35291

Abstract

Abstrak Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular dengan prevalensi tinggi di Indonesia yang kerap tidak disadari oleh penderita sehingga menimbulkan risiko komplikasi serius. Upaya promotif dan preventif melalui edukasi serta deteksi dini sangat diperlukan, terutama di wilayah pedesaan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran warga Dusun Sape mengenai hipertensi melalui penyuluhan kesehatan dan skrining tekanan darah. Mitra sasaran adalah masyarakat Dusun Sape dengan jumlah peserta sebanyak 31 orang yang terdiri dari kelompok usia dewasa hingga lanjut usia. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan interaktif mengenai definisi, faktor risiko, pencegahan, dan komplikasi hipertensi, dilanjutkan dengan pemeriksaan tekanan darah menggunakan sphygmomanometer digital. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pengetahuan peserta, di mana 85% mampu menjawab benar pertanyaan pascaedukasi dibandingkan hanya 42% sebelum edukasi. Hasil skrining menemukan 28% peserta memiliki tekanan darah ≥140/90 mmHg dan dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan lanjutan di fasilitas kesehatan. Secara kualitatif, peserta menyatakan kegiatan ini bermanfaat dalam meningkatkan pemahaman serta kesadaran pentingnya kontrol tekanan darah. Program ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai hipertensi serta pentingnya deteksi dini. Diharapkan kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan guna mendukung pencegahan penyakit kardiovaskular di tingkat komunitas. Kata kunci: edukasi kesehatan; hipertensi; masyarakat desa; tekanan darah; skrining. Abstract Hypertension is one of the most prevalent non-communicable diseases in Indonesia and is often undetected, leading to serious complications if not properly managed . Preventive and promotive efforts through education and early detection are crucial, particularly in rural areas. This community service activity aimed to improve the knowledge and awareness of Sape Hamlet residents about hypertension through health education and blood pressure screening. The target group consisted of 31 participants, ranging from adults to the elderly. The method included interactive health education covering the definition, risk factors, prevention, and complications of hypertension, followed by blood pressure measurement using a digital sphygmomanometer. The results showed a significant increase in participants’ knowledge, with 85% correctly answering post-education questions compared to only 42% before the intervention. Screening findings indicated that 28% of participants had blood pressure ≥140/90 mmHg and were advised to undergo further examination at health facilities. Qualitatively, participants reported that the program was beneficial in increasing their understanding and awareness of the importance of blood pressure control. This activity had a positive impact on enhancing community knowledge and awareness regarding hypertension and the importance of early detection. Similar programs are recommended to be carried out continuously to support cardiovascular disease prevention at the community level. Keywords: hypertension; health education; screening; blood pressure; rural community.
Pemberdayaan pembuat jamu seduh dengan inovasi masin pengaduk/ kristalisasi sederhana Widari, Nyoman Sri; Bellanov, Agrienta; Kurniawati, Ony; Valentino, Teofilus; Kusuma, Brahmana Duta Pramaraja; Kaka, Ivang Eden Septian Lourent
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 6 (2025): November (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i6.34416

Abstract

AbstrakTren gaya hidup sehat mendorong peningkatan konsumsi produk herbal, termasuk jamu serbuk berbasis rempah lokal. Namun, pelaku UMKM seperti SN3 Rempah di Kabupaten Trenggalek menghadapi kendala dalam proses produksi manual, kualitas produk yang belum konsisten, serta strategi pemasaran yang belum optimal. Program pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas produksi, kualitas, dan daya saing produk mitra melalui penerapan teknologi tepat guna dan pelatihan digital. Mitra sasaran merupakan unit usaha rumah tangga dengan lima peserta aktif yang terlibat langsung dalam kegiatan. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, pelatihan penggunaan mesin pengaduk kristalisasi jamu cair menjadi sebuk, praktik pengeringan dan pengemasan, pelatihan manajemen keuangan sederhana, serta pendampingan strategi pemasaran digital melalui media sosial dan marketplace. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kapasitas produksi dari 10 kg menjadi 25 kg per minggu, penurunan kadar air produk hingga di bawah 3%, serta peningkatan penjualan dari 40 menjadi 100 botol per bulan. Selain itu, mitra mampu menyusun laporan keuangan sederhana dan mengelola akun digital secara mandiri. Program ini memberikan dampak nyata dalam peningkatan efisiensi produksi, kualitas produk, dan akses pasar, serta memperkuat keberlanjutan usaha mitra. Kata kunci: pemberdayaan masyarakat; jamu serbuk; teknologi tepat guna; pelatihan digital; UMKM Trenggalek AbstractThe healthy lifestyle trend has led to increased demand for herbal products, including powdered herbal drinks made from local spices. However, micro-enterprises like SN3 Rempah in Trenggalek Regency face challenges in manual production, inconsistent product quality, and limited marketing strategies. This community engagement program aimed to enhance production capacity, product quality, and competitiveness through appropriate technology and digital training. The target partner was a home-based business involving five active participants. The methods included socialization, training on the use of a crystallization mixer for liquid herbal processing, hands-on drying and packaging practices, basic financial management workshops, and digital marketing assistance via social media and online marketplaces. The results showed an increase in production capacity from 10 kg to 25 kg per week, reduced moisture content to below 3%, and a rise in monthly sales from 40 to 100 bottles. Additionally, the partner successfully developed simple financial reports and managed digital accounts independently. The program delivered tangible improvements in production efficiency, product quality, and market access, while strengthening the sustainability of the partner’s business. Keywords: community empowerment; powdered herbal drink; appropriate technology; digital training; Trenggalek MSMEs
Inovasi budidaya anggrek lokal berbasis konservasi untuk mahasiswa pertanian dan kehutanan Hidayati, Nurul; Marlina, Sari; Rahmaniati, Rita; Rosawanti, Pienyani; Mariati, Mariati; Kamaliah, Kamaliah; Susilo, Djoko Eko Hadi; Arfianto, Fahruddin; Hariyadi, Hariyadi; Rahmah, Siti; Agustino, Hengki; Mahdiani, Mahdiani; Wulandari, Afifah Kiki Dwi; Hidayat, M. Iqbal; Yandi, Jefri; Sugiharto, Sugiharto; Herman, Herman
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 6 (2025): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i6.33485

Abstract

Abstrak Anggrek lokal Indonesia bernilai ekologis dan ekonomis tinggi, namun populasinya terancam akibat alih fungsi lahan dan eksploitasi. Inovasi budidaya berbasis konservasi diperlukan untuk menjaga kelestarian sekaligus mendukung pemanfaatan berkelanjutan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa pertanian dan kehutanan dibekali keterampilan praktis konservasi sehingga mampu menjadi agen pelestarian dan pemberdayaan masyarakat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mahasiswa Pertanian dan Kehutanan Universitas Muhammadiyah Palangkaraya dalam budidaya anggrek lokal berbasis konservasi. Program ini difokuskan pada tiga aspek utama: pembuatan etalase anggrek lokal dari hutan, , repotting anggrek, serta identifikasi dan teknik budidaya anggrek. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan, demonstrasi, dan praktik langsung yang melibatkan mahasiswa secara aktif. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman mahasiswa mengenai pentingnya konservasi anggrek lokal, teknik budidaya yang tepat, serta potensi pengembangan anggrek sebagai komoditas bernilai ekonomi dan ekologi. Diharapkan kegiatan ini dapat berkontribusi pada pelestarian keanekaragaman hayati anggrek lokal dan pemberdayaan mahasiswa sebagai agen konservasi dan pengembangan pertanian berkelanjutan. Kata kunci: anggrek lokal;  budidaya; konservasi. AbstractThis community service activity aims to increase the knowledge and skills of Agriculture and Forestry students at the University of Muhammadiyah Palangkaraya in the conservation-based cultivation of local orchids. This program focuses on three main aspects: creating a showcase of local orchids from the  forests , practicing orchid repotting, and identifying orchid species and their cultivation techniques. The implementation methods include counseling, demonstrations, and hands-on practice that actively involve students. The results of the activity show an increase in students' understanding of the importance of local orchid conservation, proper cultivation techniques, and the potential for developing orchids as a commodity with economic and ecological value. It is hoped that this activity can contribute to the preservation of local orchid biodiversity and empower students as agents of conservation and sustainable agricultural development. Keywords:  conservation; cultivation; local orchids.
Edukasi teknologi BuDar (BuBu Dasar) ramah lingkungan berbasis sumberdaya lokal untuk peningkatan hasil tangkapan nelayan tradisional Lhok Kuala Bubon Hamidi, Hamidi; Fuadi, Afdhal; Rahayu, Rosi; Arif, Muhammad; Akbardiansyah, Akbardiansyah; Rahmawati, Rahmawati; Ukhty, Nabila; Hidayat, Fiki Rebi; Rusdi, Rusdi; Amir, Fachrorazi; Nurhatijah, Nurhatijah
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 6 (2025): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i6.34365

Abstract

AbstrakSalah satu alat penangkapan ikan yang selama ini digunakan oleh nelayan tradisional Lhok Kuala Bubon yaitu pukat tarik dengan hasil tangkapan yang relatif berukuran kecil dan secara perlahan dapat merusak dasar perairan, sehingga perlu adanya alat penangkapan ikan yang ramah terhadap lingkungan dan hasil tangkapan yang diperoleh sudah layak tangkap serta memiliki nilai ekonomis penting salah satunya adalah bubu dasar. Oleh karena itu perlu adanya kegiatan edukasi pengenalana teknologi BuDar (Bubu Dasar) ramah lingkungan dan berbasis sumberdaya lokal yang diberikan kepada kelompok nelayan tradisional tersebut. Jumlah penerima manfaat langusng dari kegiatan pengabdian ini yaitu 35 orang atau kelompok nelayan tradisional dengan menggunakan armada penangkapan ikan <5 GT di perairan Aceh Barat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memperkenalkan alat penangkapan ikan tepat guna yaitu BuDar kepada kelompok nelayan tradisional untuk meningkatkan pendapatan dan mengurangi penggunaan alat tangkap yang tidak ramah terhadap lingkungan. Metode yang digunakan pada kegiatan pengabdian ini yaitu menggunakan metode pendidikan dengan melakukan edukasi dan sosialisasi kepada kelompok nelayan tradisional mulai dari FGD persiapan pengabdian, pelaksanaan pengabdian, dan evaluasi dari pelaksanaan kegiatan. Hasil FGD persiapan kegiatan ditemukan beberapa masalah utama pada kelompok nelayan tradisional Lhok Kuala Bubon yaitu masih menggunakan alat tangkap pukat tarik yang secara tidak langsung dapat merusak dasar perairan, kemudian nelayan tradisional tersebut masih kurang pahamnya alternatif alat tangkap yang tidak merusak lingkungan. Timbulnya partisipasi aktif oleh kelompok nelayan tradisional Lhok Kuala Bubon dari edukasi teknologi BuDar ramah lingkungan, sehingga nelayan tersebut tertarik menggunakan bubu dasar sebagai alternatif untuk menangkap ikan demersal khususnya ikan karang yang memiliki nilai ekonomis penting. Kemudian terjadi peningkatan pengetahuan kelompok nelayan tradisional sebanyak 80% terkait materi yang diberikanan mulai dari alat dan bahan yang digunakan, manfaatn bubu dasar, dan jenis hasil tangkapan yang akan diperoleh. Kata kunci: edukasi; budar; ramah lingkungan; sumberdaya lokal; nelayan tradisional. AbstractOne of the fishing tools that has been used by traditional fishermen of Lhok Kuala Bubon is the trawl net, which has a relatively small catch and can slowly damage the bottom of the waters, so there is a need for fishing tools that are environmentally friendly and the catch obtained is suitable for fishing and has important economic value, one of which is the bottom trap. Therefore, there is a need for educational activities to introduce BuDar (bottom trap) technology, which is environmentally friendly and based on local resources, to these traditional fishing groups. The number of direct beneficiaries of this community service activity is 35 people or groups of traditional fishermen using fishing fleets <5 GT in the waters of West Aceh. This community service activity aims to introduce appropriate fishing gear, namely BuDar, to traditional fishing groups to increase income and reduce the use of fishing gear that is not environmentally friendly. The method used in this community service activity is using an educational method by providing education and outreach to traditional fishermen groups starting from FGD preparation for community service, implementation of community service, and evaluation of the implementation of activities. The results of the FGD on preparation for the activity found several main problems in the Lhok Kuala Bubon traditional fishermen group, namely that they still use trawl fishing gear, which can indirectly damage the waters, and that the traditional fishermen still do not understand alternative fishing gear that does not damage the environment. The emergence of active participation by the traditional fishermen group of Lhok Kuala Bubon from the education of environmentally friendly BuDar technology made from local resources available around Lhok Kuala Bubon Village so that the fishermen are interested in using bottom traps as an alternative to catch demersal fish, especially reef fish, which have important economic value. Keywords: education; BuDar; environmentally friendly; local resources; traditional fishermen.
Pelatihan manajemen organisasi melalui pembentukan jadwal produktif dan sistem tugas harian kelompok Mahmud, Insan; Jumini, Sri; Suwondo, Adi; Islamiyah, Zulfa Annisa Fatmah; Rohmah, Heni; Mahasin, Deli Prihab; Atho, Muhammad Khoidar; Ningsih, Putri Kusuma
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 6 (2025): November (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i6.35563

Abstract

Abstrak Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan untuk menjawab permasalahan rendahnya produktivitas dan manajemen waktu pada Kelompok Tani Lestari di Desa Patakbanteng, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo. Selama ini, anggota kelompok hanya berfokus pada kegiatan tanam dan panen, sementara masa tunggu 3–4 bulan sebelum panen belum dimanfaatkan secara optimal. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas manajemen organisasi melalui pembentukan jadwal produktif dan sistem tugas harian kelompok agar waktu luang dapat digunakan secara lebih terstruktur dan bermanfaat. Mitra sasaran kegiatan adalah Kelompok Tani Lestari dengan jumlah peserta aktif sebanyak 25 orang. Metode pelaksanaan dilakukan secara partisipatif dan edukatif melalui pelatihan, pendampingan teknis, dan diskusi kelompok. Evaluasi kegiatan dilakukan menggunakan pre-test, post-test, dan wawancara untuk mengukur peningkatan pengetahuan dan efektivitas penerapan sistem. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kemampuan peserta dalam menyusun jadwal kerja produktif, pembagian tugas yang lebih terorganisir, serta meningkatnya kesadaran akan pentingnya efisiensi waktu dan manajemen organisasi. Hasil ini diketahui dari peningkatan rata-rata pre-test sebesar 46,00 menjadi 75,33 pada post-test. Peserta mampu mengimplementasikan inovasi sederhana berupa pemanfaatan energi panas buangan untuk kegiatan produktif. Kata kunci: manajemen organisasi; jadwal produktif; pemberdayaan petani; kelompok tani; pelatihan partisipatif. Abstract This community service activity was carried out to address the problems of low productivity and time management in the Lestari Farmers Group in Patakbanteng Village, Kejajar District, Wonosobo Regency. Previously, group members had focused solely on planting and harvesting activities, while the 3–4 month waiting period before harvest had not been optimally utilized. This activity aimed to improve organizational management capacity by establishing a productive schedule and a daily group task system so that free time could be used in a more structured and beneficial manner. The target partner for the activity was the Lestari Farmers Group, with 25 active participants. The implementation method was participatory and educational through training, technical assistance, and group discussions. Evaluation of the activity was conducted using pre-tests, post-tests, and interviews to measure increased knowledge and the effectiveness of the system's implementation. The results of the activity showed an increase in participants' ability to create productive work schedules, a more organized division of tasks, and an increased awareness of the importance of time efficiency and organizational management. This result is known from the increase in the pre-test average of 46.00 to 75.33 in the post-test. Participants were able to implement simple innovations such as utilizing waste heat energy for productive activities. Keywords: organizational management; productive schedule; farmer empowerment; farmer groups; participatory training.
Pengenalan Budaya Sulawesi Selatan dalam Kegiatan Modul Nusantara Pada Program PMM (Pertukaran Mahasiswa Merdeka) Batch 4 Fatimah, Andi; Azizah, Nurul; Hardianti, Hardianti; Indrayuni, Armi; Yunus, Andi Ibrahim
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 6 (2025): November (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i6.36419

Abstract

AbstrakIndonesia dikenal sebagai negara yang kaya akan keberagaman ras, suku, agama, serta budaya. Generasi muda yang lebih menyukai budaya barat terlihat lebih gaul daripada budaya kita sendiri, merupakan salah satu permasalahan pengenalan budaya. Perguruan tinggi memiliki peran penting dalam mengembangkan kurikulum dan keterampilan non-teknis. Kerja sama antar perguruan tinggi dapat mengurangi disparitas kualitas yang signifikan antar perguruan tinggi di Indonesia. Program MBKM merupakan kebijakan pemerintah bertujuan memiliki pengalaman belajar lintas kampus. Kampus Merdeka merupakan salah satu kebijakan pemerintah yang memberikan kebijakan perguruan tinggi untuk memberikan kebebasan kepada Mahasiswa/i untuk mencari pengalaman belajar di luar program studinya. Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) merupakan sebuah program pertukaran mahasiswa/i belajar di perguruan tinggi lain untuk mendapatkan pengalaman belajar di perguruan tinggi terbaik di seluruh Indonesia. Modul Nusantara menjadi salah satu mata kuliah yang wajib diambil oleh mahasiswa/i yang mengikuti program PMM. Subjek atau sasaran kegiatan pengabdian kepada masyarakat, yaitu mahasiswa/i PMM Angkatan 4 sebanyak 16.250 mahasiswa/i. Kegiatan Modul Nusantara terdiri dari kegiatan kebhinekaan, refleksi, inpirasi, dan kontribusi sosial. Kegiatan ini bertujuan untuk mengkaji kegiatan Modul Nusantara, diharapkan dapat meningkatkan pemahaman mahasiswa/i mengenai pengenalan budaya Sulawesi Selatan dalam Meningkatkan toleransi budaya. Metode pelaksanaan kegiatan Modul Nusantara melalui pendampingan oleh Dosen Modul Nusantara (DMN) dan Liaison Officer (LO). Adapun hasil kegiatan dicapai, sebagai berikut: kunjungan ke tempat obyek wisata sejarah dan peribadatan, pemutaran film khas Kota Makassar, kajian naskah kuno, menelusuri sejarah dan peninggalan Raja-Raja Gowa, kuliner nusantara, dan eksplorasi budaya dan kunjungan ke berbagai obyek wisata. Kata kunci: kegiatan; budaya; kebhinekaan; mahasiswa/i; dan modul nusantara. AbstractIndonesia is known as a country rich in racial, ethnic, religious, and cultural diversity. Cooperation between universities can reduce the significant disparity in quality between universities in Indonesia. The MBKM program is a government policy that provides universities with the freedom to study at universities. The Independent Student Exchange Program (PMM) is a student exchange program for students studying at other universities in Indonesia. The Nusantara Module is one of the compulsory courses for students participating in the PMM program. Nationally, the participants of the PMM Batch 4 Program were 16,250 students. The Nusantara Module activities consisted of diversity activities, reflection, inspiration, and social contribution. This study aims to examine the Nusantara Module Activities, which are expected to increase students' understanding of the Introduction to South Sulawesi Culture. Community Service uses qualitative descriptive research. The Nusantara Module activities were accompanied by the Nusantara Module Lecturer (DMN) and Liaison Officer (LO). The results of the implementation are as follows: visits to historical and religious tourist attractions, screening of films typical of Makassar City, study of ancient manuscripts, exploring the history and heritage of the Kings of Gowa, Indonesian culinary, and cultural exploration and visits to various tourist attractions. Keywords: activities; culture; diversity; students; and nusantara module.
Pembentukan kelas kesehatan reproduksi, mental, dan nutrisi sebagai persiapan menghadapi masa menopause bagi wanita pra-lansia di PKK RT 24/RW 05 Kel. Syamsudin Noor, Kota Banjarbaru Sanyoto, Didik Dwi; Triawanti, Triawanti; Limantara, Sherly; Juhairina, Juhairina; Setiawan, Bambang; Qomariah, Nur; Dafif, Muhammad Welly; Habibah, Adelia Umi; Zeta, Metria; Airlangga, Dimas Ikhsan; Rahmadayanti, Tyas Ningrum
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 6 (2025): November (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i6.34667

Abstract

Abstrak Menopause merupakan fase transisi biologis pada wanita yang ditandai dengan penurunan hormon estrogen dan dapat menimbulkan masalah kesehatan seperti osteoporosis, gangguan metabolisme, penyakit kardiovaskular, serta gangguan psikologis. Kelompok PKK RT 24/RW 05 menghadapi kurangnya pengetahuan tentang gejala pra-menopause serta cara mengelola perubahan fisik dan emosional. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman wanita pra-lansia mengenai kesehatan reproduksi, mental, dan gizi sebagai persiapan menghadapi menopause. Kegiatan dilaksanakan di PKK RT 24/RW 05 Kelurahan Syamsudin Noor, Kota Banjarbaru, dengan peserta sebanyak 29 orang berusia 33–63 tahun. Metode pelaksanaan meliputi persiapan, penyuluhan, diskusi interaktif, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pengetahuan peserta, dengan rata-rata nilai pre-test 77,76 meningkat menjadi 90,00 pada post-test. Selain itu, seluruh peserta menyatakan kegiatan bermanfaat dan berharap agar kegiatan serupa dilaksanakan kembali. Program pengabdian masyarakat mengenai edukasi kesehatan reproduksi, mental, dan gizi bagi wanita pra-lansia di PKK RT 24/RW 05 Kelurahan Syamsudin Noor terbukti efektif meningkatkan pengetahuan dan pemahaman peserta dalam menghadapi masa transisi menopause. Kata kunci: menopause; kelas kesehatan; pra-lansia. AbstractMenopause is a biological transition phase in women characterized by decreased estrogen levels. It can cause health problems such as osteoporosis, metabolic disorders, cardiovascular disease, and psychological disorders. The PKK RT 24/RW 05 group lacks knowledge about premenopausal symptoms and how to manage physical and emotional changes. This community service program aims to improve pre-elderly women's understanding of reproductive, mental, and nutritional health in preparation for menopause. The program took place at the PKK RT 24/RW 05 in Syamsudin Noor Urban Village in the city of Banjarbaru, with 29 participants ranging in age from 33 to 63. Implementation methods included preparation, counseling, interactive discussions, and evaluation through pre- and post-tests. Results showed a significant increase in participants' knowledge, with average pre-test scores increasing from 77.76 to 90.00. Additionally, all participants stated that the program was useful and expressed interest in similar programs in the future. This community service program on reproductive, mental, and nutritional health education for pre-elderly women in PKK RT 24/RW 05, Syamsudin Noor Urban Village, was effective in increasing participants' knowledge and understanding of the menopause transition period. Keywords: menopause; health class; pre-elderly.
Edukasi gizi sebagai strategi peningkatan nilai tambah produk inovasi permen susu kambing perah Unsunnidhal, Lalu; Jannah, Raudatul; Putri Pertiwi, Made Gendis; Maliki, Imam; Perdhana, Firman Fajar; Ariyana, Mutia Devi; Suharmanto, Suharmanto; Supinganto, Agus
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 6 (2025): November (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i6.35625

Abstract

AbstrakKoperasi Peternakan Tunas Ridho Illahi di Lombok Timur memiliki potensi produksi susu kambing perah yang tinggi, namun pemanfaatannya masih terbatas pada produk segar sehingga belum memberi nilai tambah optimal. Permasalahan utama yang dihadapi mitra adalah rendahnya diversifikasi produk, desain kemasan yang belum higienis, serta lemahnya strategi pemasaran. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah susu kambing perah melalui inovasi permen bergizi, dengan penekanan pada edukasi gizi sebagai strategi utama. Metode pelaksanaan meliputi seminar untuk memberikan pemahaman mengenai manfaat gizi susu kambing bagi ibu hamil dan balita, serta workshop untuk melatih keterampilan produksi. Evaluasi dilakukan melalui observasi, diskusi, dan umpan balik peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta dari rerata 4,05 (pre-test) menjadi 9,40 (post-test) atau naik 5,35 poin, serta peningkatan keterampilan dari 23,10 menjadi 72,80 atau naik 49,70 poin; seluruh perbedaan bermakna secara statistik (p = 0,00). Temuan ini menegaskan bahwa edukasi gizi, pelatihan formulasi–proses, dan pendampingan kemasan higienis efektif memperkuat kemandirian koperasi, meningkatkan nilai tambah susu kambing perah, dan membuka perluasan segmen pasar produk pangan lokal bernutrisi. Kata Kunci: edukasi gizi; inovasi produk; koperasi peternakan; permen bergizi; susu kambing perah. Abstract The Tunas Ridho Illahi Livestock Cooperative in East Lombok has high potential for goat milk production, but its utilization is still limited to fresh products, thus not providing optimal added value. The main problems faced by partners are low product diversification, unhygienic packaging design, and weak marketing strategies. This community service activity aims to increase the added value of goat milk through the innovation of nutritious candy, with an emphasis on nutrition education as the main strategy. The implementation method includes seminars to provide an understanding of the nutritional benefits of goat milk for pregnant women and toddlers, and workshops to train production skills. Evaluation is carried out through observation, discussion, and participant feedback. The results of the activity show an increase in participant knowledge from an average of 4.05 (pre-test) to 9.40 (post-test) or an increase of 5.35 points, and an increase in skills from 23.10 to 72.80 or an increase of 49.70 points; all differences are statistically significant (p = 0.00). These findings confirm that nutrition education, formulation-process training, and hygienic packaging assistance are effective in strengthening cooperative independence, increasing the added value of dairy goat milk, and opening up market segments for nutritious local food products. Keywords: nutrition education; product innovation; livestock cooperative; nutritious candy; dairy goat milk.