cover
Contact Name
Zulkarnain
Contact Email
dzul9787@gmail.com
Phone
+6287832631987
Journal Mail Official
selaparang.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan No.1, Pagesangan, Kec. Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Bar. 83115
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan
ISSN : 26145251     EISSN : 2614526X     DOI : https://doi.org/10.31764/jpmb.v5i1.6393
SELAPARANG : Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan merupakan jurnal yang mendiseminasikan setiap pemikiran dan ide gagasan atas hasil penelitian dan pemanfaatan teknologi untuk diimplementasikan kepada masyarakat mencakup ; (1). Bidang ilmu pengetahuan ; MIPA (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi), Terapan, Sosial, Budaya, Ekonomi, dan Kesehatan, (2). Pelatihan dan peningkatan hasil pendidikan dan (3). Pengembangan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 3,006 Documents
Optimalisasi peran relawan pajak dalam pendampingan pelaporan SPT tahunan melalui sistem coretax di KPP Pratama Pasuruan Shahzada Nashwan; Nayla Ratri Lathifanisa; Nafa Putri Azzahra; Umi Nandiroh
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 3 (2026): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i3.39500

Abstract

AbstrakKurangnya pemahaman masyarakat terhadap sistem perpajakan digital menjadi tantangan utama dalam meningkatkan kepatuhan pajak di KPP Pratama Pasuruan. Permasalahan yang dihadapi meliputi rendahnya literasi digital Wajib Pajak Orang Pribadi (WP OP), kendala teknis, serta keterbatasan jumlah petugas KPP dalam menghadapi lonjakan WP OP menjelang batas akhir pelaporan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mengoptimalkan peran relawan pajak dalam pendampingan pelaporan SPT Tahunan melalui Sistem Coretax. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif berbasis komunitas dengan lima tahapan: observasi awal, komunikasi dengan petugas KPP, edukasi wajib pajak, pendampingan one-on-one, dan evaluasi. Sasaran kegiatan sebanyak 50 WP OP dari tiga segmen (karyawan, wiraswasta, pensiunan) yang dilayani oleh 10 relawan mahasiswa dari Tax Center Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Malang (FEB UNISMA). Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan rata-rata pemahaman WP OP dari 2,3 menjadi 4,0 (peningkatan 1,7 poin). Tingkat keberhasilan pendampingan pelaporan SPT mencapai 94% (47 dari 50 WP OP) dan tingkat kepuasan WP OP terhadap layanan relawan mencapai 100% (puas dan sangat puas). Kegiatan ini juga mampu mengurangi kepadatan antrean pelayanan di KPP Pratama Pasuruan. Dampak kegiatan menunjukkan bahwa relawan pajak berperan penting dalam membantu masyarakat memahami perpajakan digital dan mendukung penerapan sistem perpajakan yang lebih modern. Kata kunci: relawan pajak; coretax 2026; pelaporan spt; pendampingan; kepatuhan pajak. AbstractThe lack of public understanding of the digital taxation system is a major challenge in improving tax compliance at the Pasuruan Tax Office. The problems faced include low digital literacy of individual taxpayers, technical constraints, and the limited number of tax officers in dealing with the surge of taxpayers approaching the reporting deadline. This community service activity aims to optimize the role of tax volunteers in assisting the Annual Tax Return reporting through the Coretax System. The method used is a community-based participatory approach with five stages: initial observation, communication with tax officers, taxpayer education, one-on-one assistance, and evaluation. The target of the activity was 50 individual taxpayers from three segments (employees, entrepreneurs, retirees) served by 10 student volunteers from the Tax Center of the Faculty of Economics and Business, Islamic University of Malang (FEB UNISMA). The results showed an increase in the average understanding of taxpayers from 2.3 to 4.0 (an increase of 1.7 points). The success rate of tax return reporting assistance reached 94% (47 out of 50 taxpayers) and the satisfaction rate of taxpayers towards volunteer services reached 100% (satisfied and very satisfied). This activity also reduced service queue congestion at the Pasuruan Tax Office. The impact of the activity shows that tax volunteers play an important role in helping the public understand digital taxation and support the implementation of a more modern tax system. Keywords: tax volunteers; coretax 2026; tax return reporting; assistance; tax compliance. 
Implementasi gerakan inovasi dan edukasi lingkungan berbasis bahan alami sebagai upaya pemberdayaan masyarakat di desa aranio Ahsanul Karim; Muhammad Aulia; Noor Syifa; Luna Kirana Devi; Dhiah Dharmastuti Aji; Muhammad Jindan Hereyanto; Azzahra Putri Arya Sela; Najwa Syifa; Khairunnissa Khairunnissa; Manira Aisyaharani Puteri; Muhammad Ikhwan Faizal; Muhammad Alfarizal; Siti Sabrina; Na'ila Nurfayza; Ayu Riana Sari Azwari
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 3 (2026): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i3.37793

Abstract

Abstrak Permasalahan lingkungan di Desa Aranio, Kabupaten Banjar, masih didominasi oleh pembakaran sampah rumah tangga, pembuangan limbah cair langsung ke sungai, serta penggunaan bahan kimia sintetis dalam aktivitas mencuci yang berdampak pada pencemaran lingkungan dan kesehatan masyarakat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan masyarakat dalam pengelolaan limbah rumah tangga serta pemanfaatan bahan alami lokal secara ramah lingkungan dan berkelanjutan. Mitra sasaran kegiatan adalah masyarakat Desa Aranio dengan total peserta yang terlibat sebanyak 34 orang, di mana jumlah responden yang mengikuti rangkaian evaluasi harian bervariasi antara 15 hingga 22 orang berdasarkan tingkat kehadiran pada setiap sesi intervensi. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Asset Based Community Development (ABCD) melalui kegiatan edukasi dan penyuluhan, diskusi kelompok, serta pelatihan dan simulasi pembuatan pupuk kompos dari limbah organik rumah tangga, sabun cair berbahan ekstrak daun pandan, dan lilin aromaterapi berbahan serai. Evaluasi kegiatan dilakukan menggunakan pre-test dan post-test serta observasi langsung selama kegiatan berlangsung. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta secara signifikan pada seluruh materi intervensi (p < 0,05). Secara kuantitatif, peningkatan pengetahuan terjadi pada materi pengolahan pupuk kompos (p = 0,012), penerapan perilaku hidup bersih dan sehat melalui penggunaan sabun (p = 0,002), serta pembuatan lilin aromaterapi (p < 0,001). Secara kualitatif, peserta mampu mempraktikkan pembuatan produk ramah lingkungan dan menunjukkan sikap yang cenderung positif terhadap pemanfaatan bahan alami berbasis potensi lokal. Kata kunci: pengabdian masyarakat; pengelolaan limbah; bahan alami; edukasi lingkungan. Abstract Environmental problems in Aranio Village, Banjar Regency, are predominantly characterized by open burning of household waste, direct disposal of domestic wastewater into the river, and the use of synthetic chemical substances in washing activities, which contribute to environmental pollution and public health risks. This community service program aimed to improve community knowledge, attitudes, and skills in household waste management and the utilization of local natural materials in an environmentally friendly and sustainable manner. The target partners were residents of Aranio Village, with a total of 34 participants involved, while the number of respondents participating in the daily evaluations ranged from 15 to 22, depending on the attendance rate at each intervention session. The program was implemented using the Asset Based Community Development (ABCD) approach through educational and counseling activities, group discussions, as well as training, simulations, and demonstrations on the production of organic compost from household organic waste, liquid soap made from pandan leaf extract, and lemongrass-based aromatherapy candles. Program evaluation was conducted using pre-test and post-test assessments and direct observation during the activities. The results indicated a statistically significant increase in participants’ knowledge across all intervention materials (p < 0.05). Quantitatively, knowledge improvement was observed in compost processing (p = 0.012), the application of clean and healthy living behavior through soap use (p = 0.002), and the production of aromatherapy candles (p < 0.001). Qualitatively, participants were able to produce environmentally friendly products and demonstrated generally positive attitudes toward the use of natural materials. Keywords: community service; waste management; natural materials; environmental education.
Diseminasi teknologi water treatment untuk peningkatan kualitas air bersih di Desa Cibuluh, Kecamatan Tanjung Siang, Kabupaten Subang Ressa Muhripah Novianti; Fitria Suryatini; Gun Gun Maulana
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 3 (2026): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i3.39743

Abstract

Abstrak Kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Cibuluh, Kecamatan Tanjung Siang, Kabupaten Subang bertujuan meningkatkan kualitas air bersih melalui optimalisasi sistem water treatment berbasis aerasi dan filtrasi karbon aktif. Permasalahan utama meliputi kadar besi (Fe) tinggi, kekeruhan, dan warna air yang tidak layak konsumsi. Metode pelaksanaan meliputi diskusi partisipatif dengan masyarakat, survei jalur distribusi air, perbaikan dan instalasi bak penampungan, pemasangan pompa, serta penerapan aerasi dan filtrasi karbon. Hasil pengujian menunjukkan penurunan kadar Fe dari 0,45 mg/L menjadi 0,13 mg/L, kekeruhan mencapai 0 NTU, dan warna air menurun dari 100 PtCo menjadi 45 PtCo. Peningkatan ini menunjukkan efektivitas kombinasi aerasi dan filtrasi karbon dalam meningkatkan kualitas fisik dan kimia air. Selain itu, keterlibatan masyarakat dalam proses instalasi dan pemeliharaan meningkatkan pemahaman dan kemandirian masyarakat dalam pengelolaan sumber daya air. Kegiatan ini menunjukkan bahwa teknologi water treatment sederhana berbasis aerasi dan filtrasi karbon merupakan solusi efektif, ekonomis, dan berkelanjutan untuk pengolahan air di daerah pedesaan dengan kandungan Fe tinggi. Kata kunci: water treatment; kualitas air; filtrasi karbon; aerasi. Abstract The community service program in Cibuluh Village, Tanjung Siang Subdistrict, Subang Regency aimed to improve clean water quality through the optimization of a water treatment system based on aeration and activated carbon filtration. The main issues included high iron (Fe) content, turbidity, and water color unsuitable for consumption. Implementation methods comprised participatory discussions with the community, surveys of water distribution networks, repair and installation of storage tanks, pump installation, and the application of aeration and carbon filtration. Results showed that Fe levels decreased from 0.45 mg/L to 0.13 mg/L, turbidity reached 0 NTU, and water color decreased from 100 PtCo to 45 PtCo. These outcomes demonstrate the effectiveness of combining aeration and carbon filtration in improving the physical and chemical quality of water. Furthermore, community participation in installation and maintenance activities enhanced their knowledge and self-reliance in managing water resources. This program demonstrates that simple water treatment technology based on aeration and carbon filtration is an effective, economical, and sustainable solution for water treatment in rural areas with high Fe content. Keywords: water treatment; water quality; carbon filtration; aeration.
Bantuan redesain saluran drainase pada kawasan perumahan bukit sejahtera Kelurahan Karang Jaya Kota Palembang Ratih Baniva; Andre Wibowo; Henggar Risa Destania; Sumi Amariena Hamim; Debby Sinta Devi; Nyimas Rahmayani; Ahmad Ainur Rizqi
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 3 (2026): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i3.39718

Abstract

Abstrak Permasalahan drainase pada kawasan permukiman perkotaan adalah genangan akibat kapasitas saluran yang tidak mampu menampung debit limpasan air hujan. Kondisi ini terjadi pada Kawasan Perumahan Bukit Sejahtera RW 04 Kelurahan Karang Jaya Kota Palembang yang mengalami permasalahan sedimentasi, penyumbatan saluran akibat sampah domestik, serta kerusakan konstruksi drainase. Tujuan PkM ini memberikan bantuan rekomendasi redesain saluran drainase sebagai upaya meningkatkan kinerja sistem drainase lingkungan dan mengurangi potensi genangan. Kegiatan dilaksanakan oleh 5 dosen dan 6 mahasiswa Universitas Indo Global Mandiri dengan melibatkan pihak Kelurahan Karang Jaya dan perwakilan masyarakat RW 04. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi tahap persiapan, survei lapangan, pengumpulan data, analisis kondisi drainase menggunakan EPA SWMM, penyusunan rekomendasi desain, serta sosialisasi dan penyerahan hasil kegiatan. Berdasarkan hasil simulasi EPA SWMM, dilakukan optimasi pada 4 ruas saluran prioritas yang terdiri atas 2 saluran primer dan 2 saluran sekunder. Hasil simulasi setelah optimasi menunjukkan meningkatnya kapasitas aliran sehingga jaringan drainase mampu mengalirkan debit rencana dengan lebih aman. Kegiatan sosialisasi mendapatkan respons positif dari masyarakat yang ditunjukkan melalui antusiasme peserta dalam menyampaikan permasalahan drainase yang terjadi di lingkungan. Rekomendasi desain yang dihasilkan diharapkan dapat menjadi acuan dalam pengembangan sistem drainase di kawasan Perumahan Bukit Sejahtera. Kata kunci: drainase; perumahan; redesain saluran; EPA SWMM. Abstract Drainage issues in urban residential areas are caused by standing water due to insufficient capacity of the drainage system to handle the volume of rainwater runoff. This condition occurs in the Bukit Sejahtera Housing Estate in RW 04, Karang Jaya, Palembang, where there is sedimentation, blockage of the drainage system due to domestic waste, and damage to the drainage system's construction. The goal of this PkM is to provide recommendations for redesigning the drainage system to improve its performance and reduce the potential for flooding. The project was carried out by five faculty members and six students from the Indo Global Mandiri University, in collaboration with the Karang Jaya District Office and the RW 04 community representatives. The implementation method of the activity includes the preparation stage, field survey, data collection, analysis of the drainage conditions using EPA SWMM, design recommendations, and socialization and delivery of the activity results. Based on the EPA SWMM simulation results, optimization was performed on four priority channels, consisting of two primary and two secondary channels. The results of the simulation after optimization show an increase in flow capacity, so the drainage network can safely handle the planned flow rate. The socialization activity received positive feedback from the community, as evidenced by the participants' enthusiasm in sharing drainage issues in their environment. The design recommendations produced are expected to serve as a reference for the development of the drainage system in the Bukit Sejahtera housing complex. Keywords: drainage; housing; redesigning channels; EPA SWMM.
“Pilah-pilih”: board game berbasis health belief model untuk mempromosikan pemilihan makanan sehat pada siswa sekolah dasar di Kota Mataram Dian Puspita Sari; Azizatul Adni; Dewi Suryani; Titi Pambudi Karuniawaty; Adnanto Wiweko; Atikah Cahayani Muharram; Fatimatuz Zahro Annaafi’ah; Adhwa Renata
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 3 (2026): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i3.39562

Abstract

Abstrak Obesitas pada anak-anak merupakan masalah kesehatan global yang meningkatkan risiko diabetes mellitus tipe 2 secara signifikan. Promosi gaya hidup pada anak memiliki tantangan tersendiri sehingga diperlukan strategi yang inovatif, seperti permainan edukatif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan anak terkait pemilihan makanan dan aktivitas fisik dalam pencegahan diabetes melalui edukasi kesehatan. Kegiatan ini menggunakan board game ‘Pilah-pilih’ berbasis Health Belief Model (HBM) sebagai media edukasi. Tujuan lainnya adalah mengevaluasi integrasi teori HBM ke dalam permainan. Kegiatan dilaksanakan di SD IT Anak Sholeh 2 Mataram, kecamatan Sekarbela, Kota Mataram, provinsi Nusa Tenggara Barat dengan melibatkan 30 siswa kelas IV dan 22 guru. Intervensi yang dilakukan meliputi pelatihan guru dan sesi bermain bersama siswa yang dilaksanakan antara bulan Oktober dan November 2025. Evaluasi kegiatan menilai kesesuaian permainan dengan konstruk HBM,  pengetahuan siswa sebelum dan sesudah bermain board game yang dianalisis menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test, serta penilaian pengalaman bermain secara keseluruhan. Hasil evaluasi oleh guru menunjukkan bahwa permainan ini telah sesuai dengan konstruk HBM, terutama pada aspek persepsi kerentanan, manfaat, dan cues to action. Pengetahuan siswa terkait pola makan sehat meningkat signifikan dari median 66.67 (pretest) menjadi 83.33 (posttest) (p < 0.001). Siswa memberikan umpan balik positif terhadap desain permainan, karakter, dan pengalaman bermain secara keseluruhan (rata-rata ≥4 dari 5). Dengan demikian, board game ‘Pilah-pilih’ berbasis HBM merupakan media edukasi yang  menarik dan berpotensi meningkatkan pengetahuan anak mengenai pola makan sehat dan pencegahan diabetes. Namun demikian, sejauh mana permainan ini memengaruhi perubahan perilaku masih memerlukan evaluasi lanjutan. Kata kunci: anak sekolah dasar; board game; health belief model; pemilihan makanan sehat; pencegahan diabetes. AbstractChildhood obesity is a global health issue that significantly increases the risk of type 2 diabetes mellitus. Promoting healthy lifestyles among children presents unique challenges, thereby requiring innovative strategies, such as educational games. This community engagement program aimed to improve children’s knowledge regarding food choices and physical activities for diabetes prevention through health education. This program employed the Health Belief Model (HBM)-based ‘Pilah-pilih’ board game as an educational tool. The program also aimed to evaluate the extent of HBM integration within the game. The program was conducted at SD IT Anak Sholeh 2 Mataram, sub-district Sekarbela, Mataram City, West Nusa Tenggara Province, involving 30 fourth-grade students and 22 teachers. The intervention consisted of teacher training and a play session which were conducted between October and November 2025. Program evaluations assessed the game’s alignment with HBM constructs, students’ knowledge before and after playing which were analyzed using the Wilcoxon Signed Rank test, and the overall playing experience. Teacher evaluations confirmed the game alignment with HBM constructs, particularly in the domains of perceived susceptibility, benefits, and cues to action. Students’ knowledge increased significantly, with median rising from 66.67 (pretest) to 83.33 (postest) (p < 0.001). Students also provided highly positive feedback on the game’s design, characters, and overall experience (averaging ≥4 out of 5). To conclude, the HBM-based ‘Pilah-pilih’ board game is an  engaging and potential educational tool to improve children’s knowledge about healthy eating and diabetes prevention. However, the extent to which the game influences behaviour change requires further evaluation. Keywords: board game; diabetes prevention; health belief model; healthy food choices; primary school children.
Introduksi teknologi pengemasan dan penyimpanan produk olahan berbasis ikan pada kelompok nelayan di Bintaro, Ampenan Lingga Gita Dwikasari; Eko Basuki; I Wayan Sweca Yasa; Satrijo Saloko; Dody Handito
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 3 (2026): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i3.34834

Abstract

AbstrakKelompok nelayan di Kelurahan Bintaro, Ampenan, masih menghadapi keterbatasan pengetahuan dan keterampilan dalam pengemasan serta penyimpanan produk olahan ikan, sehingga kualitas dan daya simpan produk belum optimal. Padahal, penerapan teknik pengemasan dan penyimpanan yang tepat merupakan faktor penting dalam menjaga keamanan pangan, memperpanjang umur simpan, dan meningkatkan daya saing produk perikanan. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan bersama kelompok nelayan di Kelurahan Bintaro, Ampenan, dengan tujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan mereka dalam pengemasan dan penyimpanan produk olahan ikan. Metode pelaksanaan terdiri atas tiga tahapan, yaitu sosialisasi, demonstrasi, dan praktik langsung. Pada tahap sosialisasi, peserta diperkenalkan pada konsep dasar pengemasan dan penyimpanan pangan, termasuk manfaat penggunaan kemasan food grade serta prinsip penyimpanan dingin dan beku. Tahap demonstrasi dilakukan untuk memperkenalkan teknik pengemasan vakum sederhana, pembuatan label produk, serta cara penyimpanan yang tepat. Selanjutnya, peserta dilibatkan dalam praktik mengemas produk olahan ikan seperti nugget, sosis, dan bakso, sekaligus mencoba penyimpanan pada suhu berbeda untuk memahami pengaruhnya terhadap mutu produk. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mampu mengoperasikan alat pengemas vakum sederhana dan memahami pentingnya penyimpanan dingin dan beku dalam mempertahankan kualitas produk lebih lama dibandingkan suhu ruang. Selain keterampilan teknis, kegiatan ini menumbuhkan motivasi bagi nelayan untuk mulai mengembangkan usaha rumah tangga berbasis produk olahan ikan. Dengan demikian, program ini tidak hanya meningkatkan kapasitas nelayan dalam pengolahan pangan, tetapi juga mendorong perubahan pola pikir dari penjual ikan segar menjadi produsen produk olahan yang bernilai tambah dan berkelanjutan. Kata kunci: pengemasan; penyimpanan; produk olahan ikan; nelayan. AbstractThis community service program was carried out with a fishermen’s group in Bintaro Subdistrict, Ampenan, aiming to enhance their knowledge and skills in packaging and storage of fish-based processed products. The program was implemented through three stages: socialization, demonstration, and hands-on practice. In the socialization stage, participants were introduced to the basic concepts of food packaging and storage, including the use of food-grade packaging and the principles of cold and frozen storage. The demonstration stage introduced simple vacuum packaging techniques, product labeling, and proper storage methods. In the hands-on practice stage, participants were involved in packaging fish nuggets, fish sausages, and fish meatballs, as well as storing them under different temperature conditions to observe differences in product quality. The results showed that participants were able to operate simple vacuum packaging tools and gained an understanding of the importance of cold and frozen storage in maintaining product quality for longer periods compared to room temperature. Beyond technical skills, the program also fostered motivation among fishermen to develop home-based businesses producing fish-based processed products with better standards. Thus, this activity not only improved fishermen’s capacity in food processing but also encouraged a transformation from fresh fish sellers to producers of value-added and sustainable processed fish products. Keywords: packaging; storage; processed fish products; fishermen.
Peningkatan pengetahuan dan kadar hemoglobin wanita usia subur melalui edukasi kesehatan dan suplementasi tablet Fe Minarni Wartiningsih; Lilik Djuari; Hanna Silitonga; Joseph Laning; Tiara Shalzabila; Jasmine Prayoga; Vincent Gonaldy; Sebastyan Kurniawan
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 3 (2026): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i3.39686

Abstract

Abstrak Anemia pada wanita usia subur (WUS), terutama pada kelompok usia awal, tetap menjadi isu yang cukup penting dalam permasalahan kesehatan masyarakat yang berisiko pada penurunan produktivitas dan kualitas kesehatan reproduksi di masa depan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan pada WUS yang ada di Desa Wonosari, Kecamatan Tutur (Nongkojajar), Kabupaten Pasuruan, yang membutuhkan penguatan pengetahuan tentang anemia dan kepatuhan konsumsi tablet tambah darah. Pemilihan lokasi didasarkan pada relevansi masalah anemia dengan upaya pencegahan stunting, karena anemia pada perempuan sebelum dan selama kehamilan berkaitan dengan risiko stunting pada anak, sementara percepatan penurunan stunting masih menjadi prioritas kesehatan di Kabupaten Pasuruan. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kadar hemoglobin WUS melalui adanya edukasi kesehatan, suplementasi tablet tambah darah, dan pendampingan berkala. Kegiatan pengabdian masyarakat ini melibatkan 30 wanita usia subur. Metode pelaksanaan meliputi koordinasi dengan kader, pendataan peserta, pemeriksaan kadar hemoglobin awal, pre-test, edukasi kesehatan tentang anemia, pemberian tablet tambah darah, post-test, monitoring kadar hemoglobin tiga bulan setelah intervensi, dan pendampingan konsumsi tablet tambah darah hingga bulan keenam. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan rata-rata nilai pengetahuan dari 55 menjadi 87, atau meningkat sejauh 32 poin. Rata-rata kadar hemoglobin meningkat dari 10,8 g/dL sebelum intervensi menjadi 12,5 g/dL setelah tiga bulan intervensi, atau meningkat 1,7 g/dL. Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi kesehatan, suplementasi tablet tambah darah, dan pendampingan berkala dapat mendukung peningkatan pengetahuan serta perbaikan kadar hemoglobin pada wanita usia subur. Kata kunci: anemia; edukasi kesehatan; hemoglobin; tablet tambah darah; wanita usia subur. AbstractAnemia among women of reproductive age, particularly in the early reproductive age group, remains an important public health issue because it may reduce productivity and affect future reproductive health. This community service activity was conducted among women of reproductive age in Wonosari Village, Tutur District (Nongkojajar), Pasuruan Regency. The location was selected because anemia prevention is relevant to stunting prevention, while stunting reduction remains a health priority in Pasuruan Regency. This activity aimed to improve knowledge and hemoglobin levels through health education, iron tablet supplementation, and periodic assistance. A total of 30 women of reproductive age participated in this activity. The implementation included coordination with health cadres, participant registration, baseline hemoglobin examination, pre-test, anemia health education, iron tablet distribution, post-test, hemoglobin monitoring three months after the intervention, and assistance in iron tablet consumption until the sixth month. The results showed that the mean knowledge score increased from 55 to 87, with an improvement of 32 points. The mean hemoglobin level also increased from 10.8 g/dL before the intervention to 12.5 g/dL after three months, with an improvement of 1.7 g/dL. These findings indicate that health education, iron tablet supplementation, and periodic assistance can support knowledge improvement and hemoglobin improvement among women of reproductive age. Keywords: anemia; health education; hemoglobin; iron tablets; women of reproductive age.
Sembrani rumah edukasi dan pengelolaan sampah secara digital di Desa Sukoanyar Wajak Wida Anggraini; Nurul Humaidah; Fitri Puji Rahayu; Naufal Syaifullah; Ilham Rizki Maulana; Juliana Anggraini; Nada Pricilia; Wulandari Wulandari; Zhuliana Ilmi Fadilah
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 3 (2026): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i3.35480

Abstract

Abstrak Sampah jika dikelola dan didigitalisasi akan mempunyai nilai ekonomi pada masyarakat. Desa Sukoanyar menghasilkan sampah yang tidak dikelola dengan baik sehingga menganggu masyarakat dan lingkungan.  Tujuan program adalah memberdayakan masyarakat melalui pemilahan dan pengolahan sampah dengan manajemen pengelolaan secara digital. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, pengenalan dan launching aplikasi, edukasi dan pelatihan, demplot, pemilihan duta sembrani, pembentukan struktur dan lembaga serta audiensi dan lokakarya. Mitra sasaran program adalah masyarakat pengelola sampah di Desa Sukoanyar Wajak Kabupaten Malang. Evaluasi program melalui wawancara dan penyebaran kuisioner sebelum dan setelah pelaksanaan berbagai kegiatan.  Evaluasi meliputi hasil sosialisasi pemahaman tentang sampah, kegiatan demplot maggot, kegiatan demplot pupuk organik dan kegiatan demplot smart fermentor liquid (SFL). Hasil pengabdian yang diperoleh adalah 1. Pemahaman manfaat sampah : dapat dipilah dan diolah 100%, dapat bernilai rupiah 100%, dapat diolah menjadi produk bermanfaat 100% 2. Pemahaman maggot : maggot dapat makan sampah organik 80%, cara pengolahan sampah organik untuk budidaya maggot 30%, maggot dapat digunakan untuk pakan ikan 100% 3. Pemahaman pupuk  organik : dapat mengurangi pencemaran lingkungan 80%, dapat melindungi tanaman 60%, dapat memperbaiki kualitas tanaman 100% 4. Pemaham SFL : memiliki banyak manfaaat 100%, dapat digunakan sebagai pestisida alami 80%, meningkatkan pertumbuhan tanaman 100%. Kesimpulan adalah program pengabdian memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa sampah dapat diolah menjadi produk yang bernilai ekonomis setelah melalui serangkaian pengolahan sampah. Melalui Graha Sembrani masyarakat dapat memproduksi maggot, pupuk organik dan SFL. Produk-produk ini dapat menjadi pemasukan masyarakat selain dari penjualan sampah anorganik yang dilakukan secara rutin melalui aplikasi Sembrani. Kata kunci: digital; edukasi; pengelolaan; rumah; sampah. Abstract Waste if managed and digitized will have economic value for the community. Sukoanyar Village produces waste that is not managed properly so that it disturbs the community and the environment. The purpose of the program is to empower the community through waste sorting and processing with digital management. The methods used include socialization, introduction and launching of applications, education and training, demplot, selection of sembrani ambassadors, formation of structures and institutions as well as audiences and workshops. The target partner of the program is the waste management community in Sukoanyar Wajak Village, Malang Regency. Program evaluation through interviews and distribution of questionnaires before and after the implementation of various activities. The evaluation includes the results of socialization of understanding about waste, maggot demplot activities, organic fertilizer demplot activities and demplot smart fermentor liquid (SFL) activities. The result of the service obtained is 1. Understanding the benefits of waste: can be sorted and processed 100%, can be worth 100% rupiah, can be processed into 100% useful products 2. Maggot understanding: maggot can eat 80% organic waste, how to process organic waste for maggot cultivation 30%, maggot can be used for fish feed 100% 3. Understanding organic fertilizer: can reduce environmental pollution by 80%, can protect plants by 60%, can improve plant quality by 100% 4. Understanding SFL: has many benefits 100%, can be used as a natural pesticide 80%, increases plant growth 100%. The conclusion is that the service program gives the community an understanding that waste can be processed into products with economic value after going through a series of waste processing. Through Graha Sembrani the community can produce maggots, organic fertilizers and SFL. These products can be a community income other than the sale of inorganic waste which is carried out routinely through the Sembrani application. Keywords: digital; education; management; home; waste.
Pemberdayaan berbasis lingkungan pada masyarakat rawan banjir melalui pengelolaan sampah rumah tangga di Kelurahan Kebun Tebeng Ida Agus Setiawati; Hellen Prescilia Anggraini; Okner Ristiwansah; Dinda Dwi Lestari
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 3 (2026): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i3.39740

Abstract

Abstrak      Sampah rumah tangga masih menjadi salah satu penyebab utama pencemaran lingkungan dan banjir di permukiman, termasuk di Kelurahan Kebun Tebeng, Kota Bengkulu. Minimnya kesadaran warga dalam memilah dan mengelola sampah mengakibatkan penumpukan limbah pada saluran drainase dan lingkungan sekitar. Pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan serta keterampilan warga dalam mengelola sampah domestik melalui pengolahan sampah organik menjadi kompos dan penguatan fungsi bank sampah sebagai bentuk pemberdayaan berbasis lingkungan. Kegiatan dilaksanakan di RT 06 Kelurahan Kebun Tebeng dengan melibatkan 19 warga serta stakeholder lokal, meliputi pihak kelurahan, pengelola Bank Sampah Manunggal Lestari, Kelompok Tani Stupulo, dan LPM. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melalui ceramah interaktif, diskusi, dan praktik pembuatan kompos menggunakan komposter ember sederhana. Hasil kegiatan menunjukkan tingginya antusiasme dan partisipasi warga selama edukasi dan praktik. Masyarakat memperoleh pemahaman tentang urgensi pemilahan sampah organik-anorganik, teknik pengomposan, serta mekanisme bank sampah. Selain berdampak ekologis melalui reduksi volume sampah, kegiatan ini berpotensi memberi manfaat ekonomi dari pemanfaatan kompos dan penjualan sampah anorganik. Kendala yang dihadapi meliputi keterbatasan fasilitas, pendanaan, dan SDM pengelola bank sampah. Karena itu, dukungan dan pendampingan berkelanjutan diperlukan agar program pemberdayaan berbasis pengelolaan sampah dapat berjalan optimal dan berkelanjutan. Kata kunci: pemberdayaan masyarakat; sampah rumah tangga; bank sampah; mitigasi banjir. Abstract Household waste is still one of the main causes of environmental pollution and flooding in residential areas, including in Kebun Tebeng neighbourhood in Bengkulu city. The lack of awareness among residents regarding the sorting and management of waste leads to the accumulation of waste in drainage systems and the surrounding environment. The purpose of this community service project is to increase residents' knowledge and skills in managing domestic waste through the processing of organic waste into compost and strengthening the function of the waste bank as a form of environmental empowerment. The activity was carried out in RT 06, Kebun Tebeng, with the involvement of 19 residents and local stakeholders, including the local council, the Bank Sampah Manunggal Lestari management, the Stupulo farming group, and the LPM. The participatory approach used included interactive lectures, discussions and practical sessions on how to make compost using a simple bucket composter. The results of the activity showed the high level of enthusiasm and participation of the residents during the education and practical sessions. The community gained an understanding of the importance of separating organic and inorganic waste, composting techniques, and the functioning of a waste bank. As well as having an ecological impact through reducing the volume of waste, this activity has the potential to provide economic benefits through the use of compost and the sale of inorganic waste. The challenges faced include limited facilities, funding, and human resources for managing the bank. Therefore, continuous support and guidance are needed to ensure that the empowerment programme based on waste management can run optimally and sustainably. Keywords: community empowerment; household waste; waste bank; flood mitigation.
Penguatan kapasitas pemuda sebagai agen moderasi dan sinergitas keagamaan Teguh Wibowo; Irma Mangar; Nurul Qomariyah; Moh. Sukoco
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 3 (2026): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i3.39612

Abstract

Abstrak Indonesia merupakan negara yang memiliki keberagaman suku, budaya, dan agama yang sangat tinggi sehingga diperlukan upaya untuk menjaga keharmonisan dan persatuan masyarakat. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah melalui penguatan moderasi beragama, khususnya kepada generasi muda sebagai agen perubahan sosial. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman pemuda mengenai pentingnya moderasi beragama serta memperkuat peran pemuda dalam membangun sinergitas antarumat beragama guna menciptakan kehidupan sosial yang harmonis. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah sosialisasi, penyampaian materi, dan diskusi interaktif kepada peserta. Materi yang disampaikan meliputi pentingnya moderasi beragama, penguatan literasi digital, toleransi, serta peran pemuda dalam menjaga persatuan bangsa di tengah keberagaman. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta memiliki antusiasme yang tinggi dan memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai pentingnya sikap toleransi, saling menghormati, dan kerja sama lintas agama dalam kehidupan bermasyarakat. Kegiatan ini juga memberikan kesadaran kepada pemuda untuk memanfaatkan media sosial secara positif dan menjadi agen perdamaian di lingkungan masing-masing. Dengan demikian, penguatan kapasitas pemuda sebagai agen moderasi beragama diharapkan mampu mendukung terciptanya kehidupan sosial yang damai, harmonis, dan penuh persaudaraan di tengah masyarakat Indonesia yang majemuk. Kata Kunci: moderasi beragama; pemuda; toleransi; keharmonisan sosial. Abstract  Indonesia is a country that has a very high diversity of ethnicities, cultures, and religions, so efforts are needed to maintain harmony and unity of society. One of the efforts that can be made is through strengthening religious moderation, especially to the younger generation as agents of social change. This community service activity aims to increase youth understanding of the importance of religious moderation and strengthen the role of youth in building synergy between religious communities to create a harmonious social life. The methods used in this activity are socialization, delivery of materials, and interactive discussions to participants. The material presented included the importance of religious moderation, strengthening digital literacy, tolerance, and the role of youth in maintaining national unity in the midst of diversity. The results of the activity showed that the participants had high enthusiasm and gained a better understanding of the importance of tolerance, mutual respect, and interfaith cooperation in community life. This activity also provides awareness to youth to use social media positively and become agents of peace in their respective environments. Thus, strengthening the capacity of youth as agents of religious moderation is expected to be able to support the creation of a peaceful, harmonious, and fraternal social life in the midst of a pluralistic Indonesian society. Keywords: religious moderation; youth; tolerance; social harmony.