cover
Contact Name
Zulkarnain
Contact Email
dzul9787@gmail.com
Phone
+6287832631987
Journal Mail Official
selaparang.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan No.1, Pagesangan, Kec. Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Bar. 83115
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan
ISSN : 26145251     EISSN : 2614526X     DOI : https://doi.org/10.31764/jpmb.v5i1.6393
SELAPARANG : Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan merupakan jurnal yang mendiseminasikan setiap pemikiran dan ide gagasan atas hasil penelitian dan pemanfaatan teknologi untuk diimplementasikan kepada masyarakat mencakup ; (1). Bidang ilmu pengetahuan ; MIPA (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi), Terapan, Sosial, Budaya, Ekonomi, dan Kesehatan, (2). Pelatihan dan peningkatan hasil pendidikan dan (3). Pengembangan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 3,006 Documents
Penguatan literasi geologi lokal melalui pendekatan partisipatif dan teknologi drone untuk mitigasi bencana Herni Suryani; Sri Apriani Puji Lestari; Arnita Irianti; Nur Okviyani
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 3 (2026): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i3.39198

Abstract

AbstrakLiterasi geologi berperan penting dalam mendukung kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana, khususnya di wilayah pesisir yang rentan terhadap bahaya geologi. Namun, pemahaman masyarakat mengenai jenis batuan, bentang alam, dan keterkaitannya dengan potensi bencana masih relatif rendah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memperkuat literasi geologi melalui pendekatan partisipatif yang dipadukan dengan pemanfaatan teknologi drone sebagai media edukasi. Kegiatan dilaksanakan di Desa Padang, Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar, dengan melibatkan sekitar 20 peserta dari Komunitas Pemuda Literasi dan Perjuangan (PULPEN). Metode yang digunakan meliputi studi pendahuluan, penyampaian materi, observasi lapangan, demonstrasi teknologi drone, serta evaluasi melalui pre-test dan exit survey. Hasil pre-test menunjukkan rendahnya pengetahuan awal peserta terkait konsep geologi dan mitigasi bencana. Sementara itu, exit survey menunjukkan respons positif peserta, dengan 94% menyatakan kegiatan bermanfaat, 81% memahami keterkaitan bentang alam dengan potensi bencana geologi, dan 88% memahami pentingnya mitigasi bencana berbasis kondisi geologi setempat. Kegiatan ini juga menghasilkan leaflet dan infografis edukatif yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh mitra. Kata kunci: literasi geologi; bentang alam; mitigasi bencana; pendekatan partisipatif; teknologi drone. AbstractGeological literacy plays an important role in supporting community preparedness for disasters, particularly in coastal areas vulnerable to geological hazards. However, public understanding of rock types, landforms, and their relationship to disaster risks remains limited. This community service program aimed to strengthen geological literacy through a participatory approach combined with drone technology as an educational medium. The program was conducted in Padang Village, Campalagian District, Polewali Mandar Regency, involving approximately 20 participants from the Youth Literacy and Struggle Community (PULPEN). The activities included a preliminary study, educational sessions, field observations, drone technology demonstrations, and evaluation through a pre-test and an exit survey. The pre-test results indicated limited initial knowledge of geological concepts and disaster mitigation among participants. Meanwhile, the exit survey revealed positive responses, with 94% considering the activity beneficial, 81% understanding the relationship between landforms and geological hazards, and 88% recognizing the importance of geology-based disaster mitigation. The program also produced educational leaflets and infographics that can be sustainably utilized by the community partner. Keywords: geological literacy; landscape; disaster mitigation; participatory approach; drone technology.
Edukasi SEHATI (Sehatkan Masyarakat, Hindari dan Atasi Hipertensi) berbasis herbal pada lansia di Dusun Montong Kelor Nursela Hijriani; Baiq Leny Nopitasari; Nabila Vidia Utami; Herlina Irani Fahmi; Fahra Fadila; Azizah Rahmawati; Fatin Putri Ramadhani; Irmatika Hendriyani
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 3 (2026): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v%vi%i.39676

Abstract

Abstrak Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang banyak dialami lansia dan berisiko menimbulkan komplikasi serius apabila tidak dikendalikan dengan baik. Rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai pencegahan dan penanganan hipertensi, termasuk pemanfaatan herbal tradisional, menjadi salah satu faktor yang memengaruhi pengendalian tekanan darah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui Edukasi SEHATI (Sehatkan Masyarakat, Hindari dan Atasi Hipertensi) berbasis herbal bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran lansia terkait hipertensi. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 7 Mei 2026 di Dusun Montong Kelor, Desa Montong Terep, Kecamatan Praya, Lombok Tengah dengan melibatkan 35 lansia. Metode kegiatan meliputi observasi lapangan, identifikasi masalah dan kebutuhan mitra, senam lansia, pemeriksaan tekanan darah, edukasi kesehatan mengenai hipertensi dan obat herbal antihipertensi, serta demonstrasi pengolahan rebusan temulawak sebagai minuman herbal penurun tekanan darah. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan antusias dan aktif dalam sesi edukasi maupun demonstrasi. Pemberian edukasi kesehatan terbukti dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai hipertensi, pola hidup sehat, dan pemanfaatan herbal tradisional sebagai terapi pendukung pengendalian tekanan darah. Demonstrasi pengolahan temulawak juga membantu peserta memahami cara pembuatan minuman herbal yang dapat diterapkan secara mandiri di rumah. Program Edukasi SEHATI diharapkan menjadi upaya promotif dan preventif dalam meningkatkan derajat kesehatan lansia serta mendorong kemandirian masyarakat dalam menjaga kesehatan. Kata kunci: hipertensi; lansia; edukasi kesehatan; herbal; temulawak. Abstract Hypertension is one of the non-communicable diseases commonly experienced by the elderly and is at risk of causing serious complications if not well managed. The low level of public knowledge regarding the prevention and management of hypertension, including the use of traditional herbs, is one of the factors affecting blood pressure control. Community service activities thru SEHATI Education (Healthy Community, Avoid and Overcome Hypertension) based on herbal remedies aim to increase the knowledge and awareness of the elderly regarding hypertension. The activity was conducted on May 7, 2026, in Dusun Montong Kelor, Desa Montong Terep, Kecamatan Praya, Lombok Tengah, involving 35 elderly participants. The methods of the activity included field observation, identification of partner problems and needs, senior citizen exercise, blood pressure checks, health education on hypertension and antihypertensive herbal medicine, as well as a demonstration of processing temulawak decoction as a herbal drink to lower blood pressure. The results of the activities show that participants followed the entire series of activities with enthusiasm and were active in both the education and demonstration sessions. The provision of health education has proven to increase the community's knowledge about hypertension, healthy lifestyles, and the use of traditional herbs as supportive therapy for blood pressure control. The demonstration of temulawak processing also helps participants understand how to make herbal drinks that can be independently applied at home. The SEHATI Education Program is expected to be a promotive and preventive effort in improving the health status of the elderly and encouraging community independence in maintaining health. Keywords: hypertension; elderly; health education; herbal; curcuma.
Kegiatan magang mahasiswa : prosedur pencatatan dan pengelolaan retribusi parkir sebagai sumber Pendapatan Daerah (PAD) pada Dinas Perhubungan Kabupaten Bangkalan Nabila Fitri Noviyanti; Atik Emilia Sula
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 3 (2026): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i3.39591

Abstract

Abstrak Retribusi parkir merupakan salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang dikelola oleh Dinas Perhubungan Kabupaten Bangkalan. Dalam pelaksanaannya, penerimaan retribusi parkir tidak hanya melalui proses pemungutan di lapangan, tetapi juga melalui tahap rekapitulasi dan pencatatan sebagai dasar penyusunan laporan penerimaan daerah. Ketelitian dalam proses pencatatan sangat diperlukan agar data yang dilaporkan sesuai dengan kondisi sebenarnya. Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui prosedur pengelolaan dan pencatatan retribusi parkir yang diterapkan pada Dinas Perhubungan Kabupaten Bangkalan berdasarkan pengalaman magang, khususnya pada proses rekapitulasi penerimaan. Metode yang digunakan adalah observasi langsung terhadap alur administrasi yang berjalan, dokumentasi data penerimaan, serta keterlibatan langsung dalam proses rekapitulasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa prosedur pengelolaan retribusi parkir telah melalui tahapan pemungutan, penyetoran, dan rekapitulasi penerimaan. Namun, proses rekap masih dilakukan secara manual sehingga membutuhkan ketelitian untuk meminimalkan kesalahan pencatatan. Dengan administrasi yang lebih tertib, penerimaan retribusi parkir dapat lebih terkontrol dan mendukung peningkatan PAD secara lebih optimal. Kata Kunci: retribusi parkir; prosedur; pencatatan; rekapitulasi; pendapatan asli daerah. Abstract Parking retribution is one of the sources of Regional Original Revenue (PAD) managed by the Department of Transportation of Bangkalan Regency. In its implementation, parking retribution revenue is not only obtained through the collection process in the field, but also through the stages of recapitulation and recording as the basis for preparing regional revenue reports. Accuracy in the recording process is highly required to ensure that the reported data reflects actual conditions. Accordingly, this activity aims to identify the procedures for managing and recording parking retribution implemented at the Department of Transportation of Bangkalan Regency based on internship experience, particularly in the revenue recapitulation process. The method used is direct observation of the ongoing administrative flow, documentation of revenue data, and direct involvement in the recapitulation process. The results indicate that the parking retribution management procedure has gone through the stages of collection, deposit, and revenue recapitulation. However, the recapitulation process is still carried out manually, thus requiring a high level of accuracy to minimize recording errors. With more orderly administration, parking retribution revenue can be better controlled and support the optimization of Regional Original Revenue. Keywords: parking retribution; procedures; recording; recapitulation; regional original revenue.
Implementasi Sistem informasi monitoring pengiriman dan pick up paket berbasis dashboard (SIMPONI) pada PT Internusa Master Niaga Pati Ardiansyah Ardiansyah; Yudie Irawan
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 3 (2026): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i3.39629

Abstract

Abstrak Perkembangan teknologi informasi mendorong perusahaan untuk meningkatkan efisiensi dalam pengelolaan data dan penyajian informasi. PT Internusa Master Niaga masih menghadapi kendala dalam proses monitoring pengiriman dan pick up paket, seperti pencatatan data yang belum terintegrasi, penyajian informasi yang masih manual, serta keterbatasan dalam pemantauan secara real-time. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengimplementasikan Sistem Informasi Monitoring Pengiriman dan Pick Up Paket berbasis dashboard (SIMPONI) guna meningkatkan efektivitas operasional perusahaan. Metode yang digunakan adalah Action Research dengan tahapan persiapan, perancangan, implementasi, pengujian, serta evaluasi dan pendampingan. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sistem yang dikembangkan mampu menyajikan data pengiriman dan pick up paket secara terintegrasi dalam bentuk dashboard interaktif. Hasil pengujian menggunakan metode Blackbox Testing menunjukkan bahwa seluruh fitur sistem berjalan sesuai dengan kebutuhan pengguna. Efektivitas sistem diukur secara kuantitatif melalui perbandingan proses monitoring sebelum dan sesudah implementasi sistem, yang menunjukkan peningkatan kecepatan akses informasi monitoring paket, kemudahan rekapitulasi data, serta penurunan kesalahan pencatatan data operasional. Implementasi sistem ini juga membantu proses monitoring menjadi lebih terpusat dan mendukung pengambilan keputusan yang lebih cepat dan akurat. Kata kunci: monitoring pengiriman; dashboard interaktif; pick up paket; data real-time; efisiensi operasional. Abstract The advancement of information technology encourages companies to improve efficiency in data management and information presentation. PT Internusa Master Niaga still faces challenges in monitoring shipment and package pick-up processes, such as non-integrated data recording, manual information presentation, and limitations in real-time monitoring. This community service activity aims to develop and implement a dashboard-based Shipment and Package Pick-Up Monitoring Information System (SIMPONI) to improve the company’s operational effectiveness. The method used in this study was Action Research, consisting of preparation, system design, implementation, testing, evaluation, and mentoring stages. Data collection techniques included observation, interviews, and documentation. The developed system is capable of presenting shipment and package pick-up data in an integrated manner through an interactive dashboard. System testing using the Blackbox Testing method showed that all features functioned according to user requirements. In addition, the effectiveness of the SIMPONI system was quantitatively measured through improvements in monitoring activities after implementation, including faster access to shipment data, easier report recap processes, and more effective real-time operational monitoring. The implementation results indicate that the system contributes positively to operational efficiency, simplifies monitoring activities, and supports faster and more accurate decision-making. Keywords: shipment monitoring; data visualization; package pick-up; real-time data; operational efficiency
Peningkatan perilaku pengendalian konsumsi garam remaja melalui monitoring kartu kendali pada program KALIPURO CERAH Indah Lestari; Jhonatan Rameldo Hutasoit; Ayik Mirayanti Mandagi
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 3 (2026): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i3.39741

Abstract

AbstrakHipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang prevalensinya terus meningkat dan dipengaruhi oleh berbagai faktor risiko, termasuk konsumsi garam berlebih. Hasil identifikasi awal pada siswa anggota Palang Merah Remaja (PMR) SMPN 02 Kalipuro menunjukkan perlunya peningkatan pemahaman mengenai hipertensi serta pemantauan perilaku konsumsi garam sebagai upaya pencegahan sejak dini. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberikan edukasi mengenai hipertensi dan konsumsi garam serta memantau perilaku konsumsi garam harian melalui instrumen Kartu Kendali dalam program KALIPURO CERAH (Cerdas Remaja Lawan Hipertensi). Kegiatan dilaksanakan di SMPN 02 Kalipuro, Kecamatan Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi selama empat minggu pada Januari hingga Februari 2026, dengan melibatkan 31 siswa Palang Merah Remaja (PMR) kelas VII dan VIII. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan deskriptif evaluatif berbasis self-monitoring yang terdiri atas tahap persiapan, edukasi, monitoring Kartu Kendali, dan evaluasi. Edukasi diberikan pada minggu pertama, sedangkan monitoring dilakukan selama tiga minggu berikutnya. Instrumen yang digunakan berupa kartu monitoring mandiri yang diisi peserta dan kartu monitoring eksternal yang diisi oleh tim PKL. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa seluruh peserta mampu mengisi Kartu Kendali secara mandiri setelah diberikan edukasi dan simulasi pengisian. Rekapitulasi hasil monitoring menunjukkan bahwa 45,16% peserta berada pada kategori baik, 16,13% kategori cukup, dan 38,71% kategori kurang dalam pemantauan konsumsi garam. Selain itu, hasil pemantauan menunjukkan adanya perubahan pola konsumsi makanan tinggi garam pada sebagian peserta selama periode monitoring. Kegiatan ini menunjukkan bahwa Kartu Kendali dapat digunakan sebagai media self-monitoring untuk memantau perilaku konsumsi garam remaja di lingkungan sekolah. g Kata kunci: hipertensi; kartu kendali; konsumsi garam; pemantauan mandiri; remaja Abstract Hypertension is one of the non-communicable diseases whose prevalence continues to increase and is influenced by various risk factors, including excessive salt consumption. Preliminary identification among members of the Youth Red Cross (PMR) at SMPN 02 Kalipuro indicated the need to improve students’ understanding of hypertension and to monitor salt consumption behavior as an early preventive effort. This community service activity was conducted as part of a Field Practice Program (PKL) and aimed to provide education on hypertension and salt consumption while monitoring daily salt intake behavior using the Kartu Kendali instrument within the KALIPURO CERAH (Smart Adolescents Against Hypertension) program. The activity was carried out at SMPN 02 Kalipuro, Kalipuro District, Banyuwangi Regency, over a four-week period from January to February 2026 and involved 31 PMR students from grades VII and VIII. A descriptive evaluative approach based on self-monitoring was employed, consisting of preparation, educational sessions, Kartu Kendali monitoring, and evaluation stages. Education was provided during the first week, followed by a three-week monitoring period. The instruments used included a self-monitoring card completed by participants and an external monitoring card completed by the PKL team. The results showed that all participants were able to complete the Kartu Kendali independently after receiving education and completion guidance. Monitoring results indicated that 45.16% of participants were categorized as good, 16.13% as moderate, and 38.71% as poor in terms of salt consumption monitoring. In addition, monitoring records demonstrated changes in high-salt food consumption patterns among some participants during the observation period. These findings indicate that the Kartu Kendali can be used as a self-monitoring tool to monitor adolescents’ salt consumption behavior in the school setting. Keywords: hypertension; control card; salt consumption; self-monitoring; youth
Pelatihan pembuatan komposter POC dengan metode ember tumpuk pada kelompok Dasa Wisma Teratai 8, Kelurahan Loktabat Utara, Kecamatan Banjarbaru Utara Bakti Nur Ismuhajaroh; Gani Jawak; Indya Dewi; Nofia Hardarani; Juharni Juharni; Muhammad Syaiful Shodiq; Dwija Putripertiwi; Tuniah Tuniah; Muhammad Ihsan Fadhiel; Izzatul Afifah; Rahmat Safutra
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 3 (2026): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i3.39554

Abstract

Abstrak Wilayah Banjarbaru Utara termasuk daerah dengan penduduk yang padat. Hampir setengah dari jumlah penduduk di Kecamatan Loktabat Utara berada di Kelurahan Loktabat Utara. Tingginya jumlah penduduk yang padat akan diikuti dengan meningkatnya sampah, baik sampah organik maupun sampah anorganik. Masalah sampah ini menjadi masalah yang sangat komplek. Tujuan dari pengabdian ini adalah upaya untuk mengatasi sampah dengan gerakan menyadarkan dan menumbuhkan kepedulian dalam mengolah sampah. Metode yang digunakan untuk menyadarkan adalah dengan memberikan penyuluhan terhadap masyarakat mengenai pemanfaatan sampah organik pada kelompok Dasa Wiswa Teratai 8. Penyuluhan yang dilakukan disertai dengan praktik pengolahan sampah organik dengan metode ember tumpuk. Hasil yang diperoleh dari penyuluhan menunjukkan terjadinya peningkatan pengetahuan mengenai sampah organik yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan POC dan kompos. Pengetahuan  mengenai sampah organik yang mudah terurai dari responden 88% kemudian meningkat menjadi 100%, untuk sampah organik yang sulit terurai masih ada 12% menjadi 0%. Peningkatan masyarakat untuk mengolah sampah dengan ember tumpuk sebagai kelebihan dengan metode lainnya sebesar 8% dari 92% menjadi 100% tertarik. Ketertarikan masyarakat mengelola sampah dengan metode ember tumpuk berdasarkan tingkat kemudahannya sebesar 72%. Melalui pelatihan ini kelompok Dasa Wisma Teratai 8 mendapat informasi tentang pengelolaan sampah organic menggunakan metode ember tumpuk dan mendapat teknologi pengetahuan baru tentang metode pengomposan. Pelatihan ini juga meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta dari rerata 63,2% menjadi 84,4%. Kata kunci: sampah organik; ember tumpuk; penyuluhan; kepedulian; penduduk Abstract The North Banjarbaru area is one of the regions with a dense population. Almost half of the population in the North Loktabat District resides in the North Loktabat Urban Village. The high population density will be followed by an increase in waste, both organic and inorganic. This waste problem has become a very complex issue. The aim of this service is an effort to tackle waste through a movement to raise awareness and foster concern in managing waste. The method used to raise awareness is by providing counseling to the community regarding the utilization of organic waste in the Dasa Wiswa Teratai 8 group. The counseling conducted was accompanied by practice in processing organic waste using the stacked bucket method. The results obtained from the counseling showed an increase in knowledge about organic waste that can be used as materials for making POC and compost. Knowledge about easily decomposable organic waste among respondents increased from 88% to 100%, while for hard-to-decompose organic waste, it decreased from 12% to 0%. The increase in community interest in processing waste using stacked buckets, as an advantage compared to other methods, was 8%, increasing from 92% to 100%. Community interest in managing waste using the stacked bucket method based on its ease of use was 72%. The Dasa Wisma Teratai 8 group learned new technological information about composting techniques and learned how to manage organic waste utilizing the stacked bucket approach. Additionally, the participants' knowledge and skills grew from an average of 63.2% to 84.4% as a result of this training. Keywords: concern; counseling; organic waste; population; stacked buckets.
Implementasi sistem informasi pengelolaan surat masuk dan surat keluar berbasis web di Satpol PP Kabupaten Kudus Syahrul Bagus Andreyan; Yudie Irawan
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 3 (2026): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i3.39453

Abstract

Abstrak Administrasi persuratan di instansi pemerintah merupakan aspek penting bagi efisiensi birokrasi, namun proses administrasi manual masih memerlukan waktu yang cukup lama dan sering menyebabkan keterlambatan layanan. Unit Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Kudus sebagai mitra sasaran masih memiliki beberapa kendala operasional berupa risiko kerusakan dokumen fisik, pencarian arsip yang lambat, serta kesulitan dalam memantau disposisi surat. Melalui Pengabdian kepada Masyarakat ini, kami akan melaksanakan kegiatan pembuatan Sistem Informasi Manajemen Surat berbasis web untuk mendukung Penyelenggaraan Administrasi yang sudah terdigitalisasi. Proses pelatihan dan evaluasi sistem melibatkan 5 petugas dari Urusan Umum  dan Sekretariat Satpol PP Kabupaten Kudus yang terlibat langsung dalam pengelolaan surat masuk dan surat keluar . Tahap implementasi dengan menggunakan model waterfall dibagi menjadi 4 tahap: analisis kebutuhan, perancangan sistem dengan framework Laravel dan MySQL, implementasi, serta pelatihan juga bagi pihak-pihak yang terkait. Pelaksanaan kegiatan merupakan hasil yang membuat sistem informasi ini dapat mendigitalkan surat masuk dan surat keluar secara terpusat. Sistem ini secara kualitatif meningkatkan tingkat transparansi terkait alur disposisi, sedangkan secara kuantitatif, efisiensi waktu sebesar 85% diukur berdasarkan kecepatan pencarian arsip surat sebelum dan sesudah penggunaan sistem berbasis web.   Selain meningkatkan efisiensi, sistem berbasis web memberikan keamanan data yang lebih baik. Sistem juga mempermudah pengarsipan dokumen, mempercepat pembuatan laporan, serta meningkatkan transparansi pengelolaan surat dibandingkan metode manual sebelumnya.. Implementasi ini telah berhasil menghadirkan sistem administrasi yang jelas dan aman, serta merespons kebutuhan organisasi sehari-hari secara kolektif. Kata kunci:  sistem informasi; pengarsipan surat; web; satpol PP kudus; digitalisasi. Abstract      Correspondence administration in government institutions is an important aspect of bureaucratic efficiency; however, manual administrative processes still require considerable time and often cause delays in services. The Public Order Agency (Satpol PP) of Kudus Regency, as the target partner, still faces several operational problems, including the risk of physical document damage, slow archive retrieval, and difficulties in monitoring mail disposition. Through this community service activity, a web-based Mail Management Information System was developed to support digitalized administrative services. The system training and evaluation process involved 5 officer members from the General Affairs and Secretariat Division of Satpol PP Kudus Regency who were directly involved in managing incoming and outgoing mail. The implementation stage used the Waterfall model, which consisted of four stages: requirements analysis, system design using the Laravel framework and MySQL database, implementation, and user training. The implementation results showed that the system was able to digitalize the management of incoming and outgoing mail in a centralized manner. Qualitatively, the system improved transparency in the mail disposition process, while quantitatively, the 85% efficiency improvement was measured based on the speed of archive retrieval before and after the implementation of the web-based system. In addition to improving efficiency, the web-based system also provided better data security, simplified document archiving, accelerated report generation, and improved transparency compared to the previous manual system. This implementation successfully created a clearer and more secure administrative system that supports the organization’s daily operational needs. Keywords: information systems; letter archiving; web; kudus public order agency; digitalization
Peningkatan pengetahuan tentang pencegahan hipertensi melalui edukasi kesehatan pada kelompok ibu arisan di Perum Korpri UPN Purwomartani Kabupaten Sleman Nurlathifah Syifaun Qalbi; Bernadet Putri Anjali; Hidayat Hidayat; Putrianda Srimentari R. M. Meha; Alfina Himatun Ulya; Arlin Rambu Muraguna; Pratiwi Wijayanti; Dessi Natalya; Bernadina Novita Ra’o; Fitri Mulyani; Rodiyah Soekardi; Yelli Yani Rusyani; Jati Untari
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 3 (2026): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i3.39016

Abstract

AbstrakJumlah estimasi penderita hipertensi tertinggi di Kabupaten Sleman pada tahun 2025 terdapat di Kecamatan Kalasan sebesar 4.217 orang dan sebanyak 2.141 orang merupakan penderita perempuan. Perum Korpri UPN Kalurahan Purwomartani Kabupaten Sleman termasuk dalam wilayah kerja Puskesmas Kalasan yang memiliki kelompok ibu-ibu arisan yang dilakukan rutin setiap bulan. Kelompok tersebut merupakan sasaran potensial untuk kegiatan promosi kesehatan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan tentang pencegahan hipertensi pada kelompok ibu arisan.  Sasaran dalam kegiatan ini adalah ibu rumah tangga yang merupakan kelompok potensial yang berusia 32 hingga 65 tahun yang berjumlah 22 orang. Pengabdian masyarakat ini menggunakan metode ceramah dan evaluasi yang menggunakan pre-test dan post-test yang diberikan kepada peserta sebelum dan sesudah penyampaian materi. Analisis yang digunakan yaitu uji Wilcoxon Signed Rank Test untuk membandingkan pengetahuan peserta sebelum dan sesudah diberikan intervensi. Hasil secara statistik, terjadi peningkatan pengetahuan peserta berkategori baik sebesar 22,7% dan diperoleh nilai p-value sebesar 0,009, artinya terjadi peningkatan pengetahuan peserta yang signifikan. Kesimpulannya bahwa kegiatan ini secara efektif dapat meningkatkan pengetahuan peserta tentang pencegahan hipertensi. Kelompok usia yang paling banyak menderita hipertensi di Indonesia berada pada rentang usia 45-54 tahun dengan jumlah 40.202 penderita. Data kasus hipertensi Kabupaten Sleman tahun 2026 sebesar 51,822 orang menderita hipertensi. Data Puskesmas Ngemplak I dan Ngemplak II jumlah penderita hipertensi pada tahun 2024 mencapai 3.902 orang dan 3.364 orang yang menjadikan hipertensi sebagai gangguan kesehatan paling banyak di daerah tersebut. Kegiatan edukasi dilaksanakan di Perum Korpri UPN Kalurahan Purwomartani, Kalasan, Kabupaten Sleman. Sasaran dalam kegiatan ini adalah ibu rumah tangga berusia 32 hingga 65 tahun yang berjumlah 22 orang. Metode edukasi yang digunakan adalah metode ceramah dan instrument penelitian berupa kuesioner pre-test dan post-test. Pengabdian ini bertujuan untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu analisis kuantitatuf dan uji Wilcoxon. Hasil secara statistik, terjadi peningkatan pengetahuan peserta berkategori baik sebesar 22,7% dan diperoleh nilai p-value sebesar 0,009, artinya terjadi peningkatan pengetahuan peserta yang signifikan terhadap edukasi. Kata kunci: edukasi; pencegahan hipertensi; kelompok ibu arisan. AbstractThe highest estimated number of hypertension sufferers in Sleman Regency in 2025 is in Kalasan District, with 4,217 people, of which 2,141 are women. The Korpri UPN Housing Complex in Purwomartani Village, Sleman Regency, is within the Kalasan Health Center's working area, which has a monthly women's social gathering (arisan) group. This group is a potential target for health promotion activities. This activity aims to increase knowledge about hypertension prevention among the women's social gathering group. The target group is 22 housewives, a potential group aged 32 to 65 years old. This community service uses a lecture and evaluation method using a pre-test and post-test given to participants before and after the presentation of the material. The analysis used the Wilcoxon Signed Rank Test to compare participants' knowledge before and after the intervention. Statistically, there was an increase in participants' knowledge in the good category of 22.7% and a p-value of 0.009 was obtained, meaning there was a significant increase in participants' knowledge. The conclusion is that this activity can effectively increase participants' knowledge about hypertension prevention. Keywords: education; hypertension prevention; mothers' social gathering group.
Penguatan kapasitas masyarakat dalam pengembangan Desa Wisata Maimbau Pulang Nagari Harau Kabupaten Lima Puluh Kota Ernawati Ernawati; Khairi Budayawan; Lise Asnur; Elviza Yeni Putri
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 3 (2026): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i3.39664

Abstract

AbstrakKegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan untuk mendukung pengembangan Desa Wisata Nagari Harau “Maimbau Pulang” di Kecamatan Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota, yang memiliki potensi wisata alam unggulan namun belum dikelola secara optimal. Permasalahan utama yang dihadapi mitra meliputi rendahnya pemahaman masyarakat terkait tata kelola objek wisata, minimnya pengelolaan atraksi wisata dan UKM, serta belum optimalnya kelembagaan kelompok sadar wisata (Pokdarwis). Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan kapasitas masyarakat dalam pengelolaan desa wisata melalui penguatan kelembagaan, pelatihan tata kelola objek wisata, pembentukan Pokdarwis, serta implementasi sapta pesona pada kawasan wisata Aia Malanca. Kegiatan dilaksanakan mulai April 2021 sampai Desember 2021 dengan melibatkan 35 peserta yang terdiri atas pemerintah nagari, pengelola objek wisata, Pokdarwis, masyarakat setempat, dan mahasiswa Fakultas Pariwisata dan Perhotelan Universitas Negeri Padang. Metode pelaksanaan meliputi analisis kualitas sumber daya manusia, diskusi kelompok terarah (FGD), pelatihan, pendampingan, praktik lapangan, dan evaluasi program. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat mengenai sadar wisata, tata kelola destinasi, dan pengembangan atraksi wisata berbasis potensi lokal. Selain itu, terbentuknya Pokdarwis Aia Malanca menjadi langkah strategis dalam mendukung pengelolaan destinasi wisata secara berkelanjutan. Implementasi sapta pesona melalui kegiatan gotong royong dan penataan kawasan wisata juga memberikan dampak positif terhadap kebersihan, kenyamanan, dan daya tarik objek wisata. Program ini diharapkan dapat menjadi fondasi dalam pengembangan desa wisata berbasis masyarakat yang berkelanjutan dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Nagari Harau. Kata kunci: desa wisata; nagari harau; pokdarwis; sapta pesona; tata kelola wisata. AbstractThis community service program was conducted to support the development of the Nagari Harau Tourism Village “Maimbau Pulang” in Harau District, Lima Puluh Kota Regency, which has significant natural tourism potential but has not been optimally managed. The main challenges faced by the community included limited understanding of tourism destination management, inadequate management of tourism attractions and small-medium enterprises (SMEs), and weak institutional capacity of the Tourism Awareness Group (Pokdarwis). This program aimed to enhance community capacity in tourism village management through institutional strengthening, tourism management training, Pokdarwis establishment, and the implementation of Sapta Pesona principles in the Aia Malanca tourism area. The program was conducted from April to December 2021 and involved 35 participants consisting of village officials, tourism managers, Pokdarwis members, local communities, and students from the Faculty of Tourism and Hospitality, Universitas Negeri Padang. The methods included focus group discussions (FGD), training, mentoring, field practice, and program evaluation. The results showed increased community understanding of tourism awareness, destination management, and local potential-based tourism attraction development. In addition, the establishment of Pokdarwis Aia Malanca became a strategic step toward sustainable tourism management. The implementation of Sapta Pesona also positively improved the cleanliness, comfort, and attractiveness of the tourism area. This program is expected to support sustainable community-based tourism village development and improve community welfare in Nagari Harau. Keywords: community-based tourism; nagari harau; sapta pesona; tourism awareness group (Pokdarwis); tourism governance.
Penguatan perilaku berkendara aman melalui edukasi rambu lalu lintas dan marka jalan pada DKM Karang Taruna Desa Perampuan Kecamatan Labuapi Anwar Efendy; Adryan Fitrayudha; Ahmad Zarkasi; Aulia Muttaqin; Titik Wahyuningsih; M Khalis Ilmi; Ari R Hidayat; Nurul Hidayati; Erni Yustissiani; Elsa Juniastasya
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 3 (2026): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i3.39069

Abstract

AbstrakKegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan pemahaman dan perilaku berkendara aman pada kelompok pemuda desa melalui edukasi keselamatan lalu lintas berbasis rambu lalu lintas dan marka jalan. Latar belakang kegiatan didasarkan pada masih rendahnya literasi keselamatan berkendara pada pengguna jalan usia muda yang aktif menggunakan kendaraan bermotor, khususnya di lingkungan perdesaan. Kegiatan bertujuan meningkatkan pemahaman anggota DKM Karang Taruna Desa Perampuan, Kecamatan Labuapi terhadap fungsi rambu lalu lintas, marka jalan, dan prinsip perilaku berkendara aman. Mitra sasaran kegiatan adalah 15 anggota aktif Karang Taruna yang terlibat dalam kegiatan sosial masyarakat desa. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan sosialisasi edukatif partisipatif melalui ceramah interaktif, diskusi, simulasi visual, observasi lapangan, serta evaluasi pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta, dengan nilai rata-rata pre-test sebesar 47,3 meningkat menjadi 87,14 pada post-test atau mengalami peningkatan sebesar 39,81 poin. Secara kualitatif, peserta menunjukkan peningkatan kesadaran terhadap pentingnya kepatuhan terhadap rambu lalu lintas dan marka jalan dalam aktivitas berkendara sehari-hari. Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi keselamatan lalu lintas berbasis komunitas efektif diterapkan sebagai model penguatan perilaku berkendara aman di wilayah perdesaan. Kata kunci: perilaku berkendara aman; rambu lalu lintas; marka jalan; karang taruna. AbstractThis community service activity was conducted to improve safe riding understanding and behavior among rural youth through traffic safety education based on traffic signs and road markings. The activity was initiated due to the low level of road safety literacy among young road users who actively use motor vehicles, particularly in rural areas. The program aimed to improve the understanding of members of DKM Karang Taruna in Perampuan Village, Labuapi District, regarding the function of traffic signs, road markings, and safe riding principles. The target participants consisted of 15 active youth members involved in village social activities. The implementation method applied a participatory educational approach through interactive lectures, discussions, visual simulations, field observation, and pre-test and post-test evaluation. The results showed a significant increase in participant knowledge, with the average pre-test score rising from 47.3 to 87.14 in the post-test, indicating an increase of 39.81 points. Qualitatively, participants demonstrated improved awareness of the importance of complying with traffic signs and road markings in daily riding activities. This activity indicates that community-based traffic safety education is effective as a model for strengthening safe riding behavior in rural areas. Keywords: safe riding behavior; traffic signs; road markings; youth community.