cover
Contact Name
Zulkarnain
Contact Email
dzul9787@gmail.com
Phone
+6287832631987
Journal Mail Official
selaparang.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan No.1, Pagesangan, Kec. Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Bar. 83115
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan
ISSN : 26145251     EISSN : 2614526X     DOI : https://doi.org/10.31764/jpmb.v5i1.6393
SELAPARANG : Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan merupakan jurnal yang mendiseminasikan setiap pemikiran dan ide gagasan atas hasil penelitian dan pemanfaatan teknologi untuk diimplementasikan kepada masyarakat mencakup ; (1). Bidang ilmu pengetahuan ; MIPA (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi), Terapan, Sosial, Budaya, Ekonomi, dan Kesehatan, (2). Pelatihan dan peningkatan hasil pendidikan dan (3). Pengembangan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 3,006 Documents
Edukasi gizi dan cooking class menu lokal bergizi berbasis pangan lokal sebagai upaya pencegahan stunting pada masyarakat Kampung Pisang Kabupaten Bengkayang Deffrinica Deffrinica; Benedhikta Kikky Vuspita Sari; Japo Alberto; Margaretha Lidya Sumarni; Veneranda Rini Hapsari; Aloysius Hari Kristianto
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 3 (2026): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i3.39478

Abstract

Abstrak      Stunting masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang memerlukan perhatian serius, terutama di wilayah pedesaan dan perbatasan yang memiliki keterbatasan akses terhadap edukasi gizi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam menyiapkan menu lokal bergizi sebagai upaya pencegahan stunting di Kampung Pisang, Desa Bani Amas, Kecamatan Bengkayang, Kabupaten Bengkayang, Provinsi Kalimantan Barat. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 18 Februari, 2 Maret, dan 9 April 2026 dengan melibatkan 18 peserta yang terdiri atas ibu balita, kader kesehatan, dan masyarakat setempat. Metode pemberdayaan yang digunakan meliputi dialog partisipatif, Focus Group Discussion (FGD), diskusi interaktif, demonstrasi pengolahan pangan lokal, dan praktik langsung cooking class berbasis pangan lokal. Tahapan kegiatan terdiri atas koordinasi mitra, edukasi gizi, demonstrasi menu sehat, praktik memasak bersama, serta evaluasi kegiatan melalui observasi dan diskusi reflektif bersama peserta. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa 83,3% peserta memahami konsep gizi seimbang, 88,9% peserta memahami pentingnya protein hewani, dan 94,4% peserta mampu menyebutkan jenis pangan lokal bergizi yang dapat dimanfaatkan sebagai menu sehat balita. Peserta juga mampu mempraktikkan pengolahan menu sehat berbasis pangan lokal secara mandiri. Program ini memberikan implikasi positif terhadap peningkatan literasi gizi keluarga, keterampilan pengolahan pangan lokal, serta penguatan kapasitas masyarakat dalam mendukung pencegahan stunting berbasis keluarga secara berkelanjutan di wilayah perbatasan. Kata kunci: cooking class; edukasi gizi; pangan lokal; pencegahan stunting; pengabdian masyarakat. AbstractStunting remains a public health issue that requires serious attention, especially in rural and border areas with limited access to nutrition education. This community service activity aims to improve community knowledge and skills in preparing nutritious local menus as an effort to prevent stunting in Kampung Pisang, Sebalo Village, Bengkayang District, Bengkayang Regency, West Kalimantan Province. The activity was held on February 18, March 2, and April 9, 2026, involving 18 participants consisting of mothers of toddlers, health cadres, and the local community. The empowerment methods used included participatory dialogue, Focus Group Discussion(FGD), interactive discussions, demonstrations of local food processing, and hands-on practice cooking class based on local food. The activity stages consisted of partner coordination, nutrition education, healthy menu demonstrations, joint cooking practices, and activity evaluation through observation and reflective discussions with participants. The results showed that 83.3% of participants understood the concept of balanced nutrition, 88.9% of participants understood the importance of animal protein, and 94.4% of participants were able to identify types of nutritious local foods that can be used as healthy menus for toddlers. Participants were also able to practice independently, preparing healthy menus based on local food. This program has positive implications for improving family nutritional literacy, local food processing skills, and strengthening community capacity in supporting sustainable family-based stunting prevention in border areas. Keywords: cooking class; nutrition education; local food; stunting prevention; community service
UMKM go digital: pemberdayaan umkm desa wisata wanurejo borobudur melalui digital promotion dan digital administration menuju ekonomi berkelanjutan Nina Oktarina; Dian Fithra Permana; Muhamad Nukha Murtadlo; Teguh Hardi Raharjo; Amanda Dewi Puspita; Muhammad Achdan Zakia
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 3 (2026): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i3.39654

Abstract

AbstrakProgram pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Desa Wisata Wanurejo Borobudur melalui penguatan pemasaran dan administrasi usaha berbasis digital. Permasalahan mitra meliputi rendahnya literasi digital, keterbatasan promosi usaha secara daring, serta belum optimalnya pengelolaan administrasi dan pencatatan keuangan usaha. Kegiatan dilaksanakan menggunakan pendekatan partisipatif melalui tahapan observasi, identifikasi kebutuhan, pelatihan, pendampingan, implementasi, dan evaluasi program. Materi pelatihan mencakup digital promotion melalui pemanfaatan media sosial bisnis dan pembuatan konten promosi, serta digital administration berupa pencatatan keuangan dan administrasi usaha berbasis teknologi digital. Evaluasi program dilakukan menggunakan metode pre-test dan post-test terhadap 30 peserta UMKM. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kompetensi peserta dengan rata-rata nilai pre-test sebesar 41% meningkat menjadi 83% pada post-test. Peningkatan terjadi pada kemampuan penggunaan media sosial bisnis, pembuatan konten promosi digital, penggunaan aplikasi pembukuan digital, serta pemahaman administrasi usaha berbasis teknologi. Program ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan literasi digital, efektivitas pengelolaan usaha, dan kesiapan UMKM dalam menghadapi transformasi ekonomi digital. Dengan demikian, program UMKM Go Digital mampu menjadi strategi pemberdayaan masyarakat yang mendukung penguatan ekonomi lokal dan keberlanjutan desa wisata. Kata kunci: UMKM Go Digital; digital promotion; digital administration; desa wisata; pemberdayaan UMKM. Abstract This community service program aimed to improve the capacity of Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in Wanurejo Tourism Village, Borobudur, through strengthening digital-based marketing and business administration. The main problems faced by partners included low digital literacy, limited online business promotion skills, and suboptimal business administration and financial record management. The program was implemented using a participatory approach consisting of observation, needs assessment, training, mentoring, implementation, and evaluation stages. The training materials covered digital promotion through the use of business social media and promotional content creation, as well as digital administration through digital-based financial recording and business administration management. Program evaluation was conducted using pre-test and post-test methods involving 30 MSME participants. The results showed a significant increase in participants’ competencies, with the average pre-test score increasing from 41% to 83% in the post-test. Improvements were found in the use of business social media, digital promotional content creation, digital bookkeeping applications, and understanding of technology-based business administration. This program had a positive impact on improving digital literacy, business management effectiveness, and MSME readiness in facing digital economic transformation. Therefore, the UMKM Go Digital program can serve as a community empowerment strategy that supports local economic strengthening and the sustainability of tourism villages. Keywords: MSME Go Digital; digital promotion; digital administration; tourism village; MSME empowerment.
Penggunaan teknologi komposter pada pengolahan sampah di pemukiman padat prona tiga Kota Balikpapan Faisal Manta; I Made Ivan Wiyarta Cakra Sujana; Yongki Christandi Batubara; Rijal Surya Rahmany; Ridhwan Haliq; Martina Puspita Sari; Kholiq Deliasgarin Radyantho; Gad Gunawan; Alfian Djafar; Devy Setiorini Sa’adiyah; Diniar Mungil Kurniawati; Chaerul Qalbi AM; Azhar Syafiq Putra; Andi Idhil Ismail; Ariel Muda Simanungkalit; Julianto Hadi; Muhammad Haedir Ali Ahmad; Suci Nur Kholifah; Muhammad Kamil; Rosita Hanna Sri Yuliani B.P; Valentino Rifai Oroh; Sukma Maharany
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 3 (2026): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i3.39579

Abstract

Abstrak      Pengelolaan sampah organik di Bank Sampah Wonorejo Prona 3 Balikpapan menghadapi kendala dalam efisiensi dan nilai tambah. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memperkenalkan teknologi komposting guna mempercepat proses penguraian sampah organik dan meningkatkan nilai ekonominya. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, pelatihan, demonstrasi alat komposter sederhana, serta pendampingan langsung dalam pembuatan kompos. Pada akhir kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman pengelola dan masyarakat mengenai teknik pengomposan yang efektif dengan penggunaan digester aerobik, teknik penyusunan berlapis dan penghalusan.  Dampak yang diperoleh adalah masyarakat mampu pengolahan sampah organik dengan waktu lebih singkat, mengurangi bau yang tidak sedap selama proses komposting, memproduksi pupuk padat dan cair bernilai ekonomi. Kegiatan berpotensi  pengembangan skala produksi dan kolaborasi dengan pemangku kepentingan dalam keberlanjutan program. Kata kunci: aerobik; bank sampah; komposting; kota balikpapan; sampah organik. Abstract      The management of organic waste at the Wonorejo Prona 3 Waste Bank in Balikpapan faces challenges related to efficiency and value addition. This community service activity aimed to introduce composting technology to accelerate the decomposition process of organic waste and enhance its economic value. The methods employed included counseling, training, demonstration of simple composter devices, and direct assistance in compost production. The results indicated an improvement in the understanding of waste bank managers and the local community regarding effective composting techniques using aerobic digesters, layered arrangement methods, and size reduction. The outcomes achieved include the community’s ability to process organic waste in a shorter time, reduced unpleasant odors during the composting process, and the production of economically valuable solid and liquid fertilizers. This activity holds potential for scaling up production and fostering collaboration with stakeholders to ensure the sustainability of the program. Keywords: aerobic; garbage bank community; composting; balikpapan city; biodegradable waste.
Pelatihan coretax guna peningkatan kompetensi mahasiswa UIGM pelaporan perpajakan digital bagi wajib pajak pribadi. Aris Munandar; Lesi Hertati; Nasya Feby Alisya
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 3 (2026): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i3.39039

Abstract

Abstrak Perkembangan digitalisasi sistem perpajakan di Indonesia melalui implementasi Coretax Direktorat Jenderal Pajak (DJP) menuntut tenaga pendidik, khususnya dosen bidang akuntansi dan perpajakan, untuk memiliki kompetensi yang adaptif terhadap perubahan sistem administrasi pajak modern. Coretax merupakan sistem inti administrasi perpajakan terintegrasi yang mencakup proses registrasi, pembayaran, pelaporan, validasi data, hingga pengawasan berbasis teknologi informasi, sehingga menjadi bagian penting dalam pembelajaran perpajakan digital di perguruan tinggi.  Kegiatan  pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa Universitas Indo Global Mandiri yang berjumal 150 orang sebagai peserta pelatihan Coretax wajib pajak pribadi dalam memahami konsep, mekanisme, dan praktik penggunaan Coretax DJP sebagai media pembelajaran perpajakan digital. Pelaksanaan pelatihan dilakukan melalui metode ceramah, demonstrasi, simulasi praktik, dan diskusi interaktif, dengan fokus pada aktivasi akun, pelaporan pajak, pembuatan bukti potong, rekonsiliasi data, serta integrasi Coretax. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan mahasiswa dalam mengoperasikan Coretax DJP, Hasil pengabdian menunjukkan kegiatan pengabdian ini telah tercapai sebesar tujuh puluh lima persen (85%).   terutama pada aspek pemanfaatan fitur layanan digital, efisiensi administrasi perpajakan, pembelajaran berbasis praktik. Kegiatan ini berkontribusi terhadap peningkatan kualitas pelaporan wajib pajak bidang coretax di UIGM dan mendukung penguatan kapasitas akademik mahasiswa dalam menghadapi transformasi perpajakan nasional berbasis teknologi. Kata kunci: workshop; coretax DJP; kompetensi dosen; perpajakan digital; akuntansi pajak. Abstract The development of the digitalization of the tax system in Indonesia through the implementation of Coretax by the Directorate General of Taxes (DGT) requires educators, especially lecturers in accounting and taxation, to have adaptive competencies to the changes in the modern tax administration system. Coretax is an integrated core tax administration system that includes registration, payment, reporting, data validation, and information technology-based supervision processes, making it an important part of digital taxation learning in universities. This training activity aims to improve the competency of 150 students from Universitas Indo Global Mandiri as participants in the Coretax training for individual taxpayers in understanding the concepts, mechanisms, and practices of using Coretax DGT as a digital taxation learning medium. The training was carried out through lectures, demonstrations, practical simulations, and interactive discussions, with a focus on account activation, tax reporting, withholding tax certificate creation, data reconciliation, and Coretax integration. The results of the activity showed an increase in student understanding and skills in operating Coretax DGT. The results of the community service activity showed that this community service activity had achieved seventy-five percent (85%), especially in the aspects of utilizing digital service features, tax administration efficiency, and practice-based learning. This activity contributes to improving the quality of taxpayer reporting in the coretax sector at UIGM and supports strengthening students' academic capacity in facing technology-based national tax transformation. Keywords: workshop; coretax DGT; lecturer competence; digital taxation; tax accounting.
Optimalisasi kesiapan fisik dan mental anggota paskibra melalui program pengabdian "Fresh Move": edukasi hidrasi dan gizi seimbang Dhian Luluh Rohmawati; Aziza Salfa Aprinita; Syahla Meidina Zhafira Safiano; Florean Izza Hanna Qonita; Dwi Ayu Lestari; Rizal Adrian Firdaus; Lusy Asmila
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 3 (2026): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i3.39565

Abstract

AbstrakKebugaran fisik dan mental merupakan fondasi utama bagi anggota Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) dalam menjalankan tugasnya, mengingat kegiatan ini menuntut ketahanan fisik, konsentrasi tinggi, serta kedisiplinan yang konsisten. Namun, pemahaman para anggota Paskibra terkait pentingnya asupan nutrisi dan manajemen cairan tubuh masih sangat terbatas. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku hidup sehat pada anggota Paskibra melalui program "FRESH MOVE" (Fresh Mind, Optimum Vital Energy), yakni sebuah inisiatif edukasi berbasis interaksi yang berfokus pada gizi seimbang dan manajemen hidrasi. Program dilaksanakan melalui sesi edukasi interaktif, demonstrasi pangan sehat, dan pembinaan gaya hidup sehat bagi peserta. Penilaian efektivitas program dilakukan dengan membandingkan hasil pre-test dan post-test peserta. Hasil menunjukkan adanya peningkatan rata-rata skor pengetahuan yang bermakna secara statistik (p<0,05), disertai perubahan positif pada asupan cairan dan konsumsi makanan bergizi. Program ini terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman peserta tentang kesehatan fisik dan mental, yang diharapkan dapat berkontribusi pada pembentukan pola hidup lebih sehat dalam kehidupan sehari-hari. Keberlanjutan program perlu didukung melalui kolaborasi dengan pihak sekolah dalam mewujudkan "Paskibra Sehat" sebagai gerakan promosi kesehatan di lingkungan pendidikan. Kata kunci: edukasi kesehatan; hidrasi; gizi; Paskibra; kesiapan fisik. AbstractPhysical and mental fitness are very important for improving the performance of Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) or Flag Hoisting Troop participants, as it requires physical endurance, concentration, and discipline. However, there are still many Paskibra members who do not understand the importance of nutrition and hygiene in enhancing their physical and mental well-being. This outreach to the general public aims to increase awareness, attitudes, and healthy behaviors among Paskibra members thru the "FRESH MOVE" (Fresh Mind, Optimum Vital Energy) program, which promotes education about nutrition and hygiene. This program is implemented thru interactive exercises, healthy food demonstrations, and fostering a healthy lifestyle among students. Pre-tests and post-tests are used in evaluation to measure how much the participants' knowledge has increased. As a result, there is a significant increase in the average knowledge score (p<0.05), as well as a positive change in minimum water intake and the consumption of nutritious food. This program is effective in enhancing participants’ knowledge about physical and mental well-being, which may subsequently contribute to a healthier lifestyle when applied in their daily lives. It is hoped that the program will be successful through collaboration with the school in establishing "Paskibra Sehat" as a means of promoting health in the school environment. Keywords: health education; hydration; nutrition; Paskibra; physical readiness.
Sosialisasi penguatan bantuan hukum sebagai upaya preventif terhadap perkawinan usia anak Tri Astuti Handayani; Irma Mangar; Pingkan Widya Pangestika
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 3 (2026): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i3.39602

Abstract

Abstrak Perkawinan usia anak masih menjadi persoalan sosial dan hukum yang serius di Indonesia karena menimbulkan berbagai dampak negatif terhadap pendidikan, kesehatan, psikologis, dan perlindungan hak anak. Meskipun batas usia minimal perkawinan telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019, praktik perkawinan usia anak masih banyak terjadi akibat faktor ekonomi, rendahnya pendidikan, budaya, pergaulan bebas, dan kurangnya pemahaman hukum masyarakat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran hukum masyarakat mengenai pentingnya pencegahan perkawinan usia anak melalui penguatan bantuan hukum sebagai upaya preventif. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan hukum, edukasi interaktif, seminar, pemanfaatan media digital, dan pendampingan hukum kepada masyarakat. Hasil Kegiatan pengabdian ini juga menunjukkan adanya peningkatan kesadaran hukum masyarakat mengenai pentingnya perlindungan hak anak dan perlunya mempertimbangkan kepentingan terbaik bagi anak sebelum mengambil keputusan terkait perkawinan dini. Selain itu, bantuan hukum dapat menjadi instrumen preventif yang efektif apabila didukung oleh peningkatan akses layanan hukum, penguatan edukasi masyarakat, serta kolaborasi antara lembaga bantuan hukum, pemerintah, sekolah, dan masyarakat. Kata Kunci: bantuan hukum; perlindungan anak; penyuluhan hukum; pencegahan perkawinan dini. Abstract  Child marriage is still a serious social and legal problem in Indonesia because it has various negative impacts on education, health, psychology, and the protection of children's rights. Although the minimum age limit for marriage has been regulated in Law Number 16 of 2019, the practice of child marriage still occurs due to economic factors, low education, culture, promiscuity, and lack of understanding of the law of the community. This service activity aims to increase public legal awareness regarding the importance of preventing child marriage through strengthening legal aid as a preventive effort. The methods used include legal counseling, interactive education, seminars, the use of digital media, and legal assistance to the community. The results of this service activity also show an increase in public legal awareness regarding the importance of protecting children's rights and the need to consider the best interests of children before making decisions related to early marriage. In addition, legal aid can be an effective preventive instrument if supported by increasing access to legal services, strengthening public education, and collaboration between legal aid institutions, the government, schools, and the community. Keywords: legal assistance; child protection; legal counseling; prevention of early marriage.
Pelatihan smart teaching untuk meningkatkan kompetensi guru SMK dalam pembelajaran berbasis teknologi digital Terttiaavini Terttiaavini; Tedy Setiawan Saputra; Lesfandra Lesfandra; K. Ghazali
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 3 (2026): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i3.39753

Abstract

Abstrak Perkembangan teknologi digital menuntut guru SMK untuk mampu mengimplementasikan pembelajaran berbasis teknologi secara efektif dan interaktif. Namun, masih terdapat guru yang mengalami kendala dalam penggunaan Learning Management System (LMS), media pembelajaran interaktif, dan platform evaluasi digital pada proses pembelajaran. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam menerapkan konsep Smart Teaching berbasis teknologi digital. Mitra kegiatan adalah SMK YTK Kimia Palembang dengan peserta sebanyak 15 orang guru. Kegiatan dilaksanakan melalui empat tahapan, yaitu persiapan, pelaksanaan, evaluasi, dan tindak lanjut. Metode pelaksanaan menggunakan demonstrasi, praktik langsung, pendampingan, dan evaluasi melalui pre-test dan post-test. Materi pelatihan meliputi penggunaan LMS, pembuatan media pembelajaran interaktif menggunakan Canva, penggunaan Kahoot dan Google Forms sebagai media evaluasi digital, serta penerapan Smart Teaching dalam pembelajaran berbasis teknologi digital. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pelatihan berjalan dengan baik dan mampu meningkatkan kompetensi peserta pada seluruh indikator penilaian. Rata-rata skor pre-test sebesar 2,77 meningkat menjadi 4,65 pada post-test dengan persentase peningkatan sebesar 68,25%. Selain itu, peserta mampu membuat media pembelajaran digital interaktif dan mulai menerapkan teknologi digital dalam proses pembelajaran di kelas. Dengan demikian, kegiatan pelatihan Smart Teaching terbukti efektif dalam meningkatkan kompetensi digital guru SMK dan mendukung transformasi pembelajaran berbasis teknologi digital. Kata kunci: smart teaching; teknologi digital; kompetensi guru; pembelajaran digital; SMK. Abstract The development of digital technology requires vocational school teachers to implement technology-based learning effectively and interactively. However, many teachers still experience difficulties in using Learning Management Systems (LMS), interactive learning media, and digital evaluation platforms in the learning process. This community service activity aimed to improve teachers’ competencies in implementing Smart Teaching based on digital technology. The target partner of this activity was SMK YTK Kimia Palembang, involving 25 teachers as participants. The activity consisted of four stages, namely preparation, implementation, evaluation, and follow-up. The implementation methods included demonstrations, hands-on practice, mentoring, and evaluation through pre-tests and post-tests. The training materials covered LMS utilization, interactive learning media development using Canva, the use of Kahoot and Google Forms for digital evaluation, and the implementation of Smart Teaching in digital-based learning. The results showed that the training activity successfully improved participants’ competencies in all assessment indicators. The average pre-test score increased from 2.77 to 4.65 in the post-test, with an average improvement percentage of 68.25%. In addition, participants successfully developed interactive digital learning media and began implementing digital technology in classroom learning activities. Therefore, the Smart Teaching training effectively improved vocational school teachers’ digital competencies and supported the transformation of digital-based learning. Keywords: smart teaching; digital technology; teacher competency; digital learning; vocational school.
Implementasi mesin pembersih jahe sebagai teknologi tepat guna untuk pengolahan pascapanen pada mitra Yayasan Pondok Pesantren Saadiyah Lombok Tengah Karyanik Karyanik; Suhairin Suhairin; Firzal Arzhi Jiwantara; Ahmad Akromul Huda; Syarif Hidayatullah
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 3 (2026): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v%vi%i.39223

Abstract

AbstrakYayasan Pendidikan Saadiyah di Lombok Tengah merupakan lembaga berbasis pesantren yang mengembangkan usaha produktif pada sektor budidaya jahe . Namun, kegiatan tersebut masih menghadapi kendala pada aspek teknis, khususnya proses pascapanen jahe yang belum efisien sehingga berdampak pada kualitas dan kuantitas produk. Selain itu, limbah jahe berupa batang, daun dan sisa akar jahe belum dimanfaatkan secara optimal. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengimplementasikan dan mengoptimalkan penggunaan mesin pembersih jahe sebagai teknologi tepat guna guna meningkatkan efisiensi proses pascapanen, kualitas produk, dan kapasitas mitra. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi dan demonstrasi langsung penggunaan alat yang melibatkan sekitar 20 peserta.  Evaluasi kegiatan dilakukan melalui pretest dan posttest untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta dari nilai rata-rata 45,5 menjadi 92,00, dengan hasil uji statistik menunjukkan perbedaan yang signifikan. Selain itu, peserta mampu mengoperasikan dan merawat mesin secara mandiri serta memahami peluang usaha berbasis jahe. Pemahaman peserta terhadap pemanfaatan limbah jahe juga meningkat, khususnya dalam pengolahan limbah menjadi pupuk organik. Secara keseluruhan, kegiatan ini memberikan dampak positif dalam meningkatkan efisiensi proses pasca panen, keterampilan teknis, serta kesiapan mitra dalam mengembangkan usaha jahe secara berkelanjutan berbasis agroindustri. Kata kunci: mesin pembersih jahe; teknologi tepat guna; pascapanen; pemberdayaan masyarakat; kewirausahaan pesantren Abstract Saadiyah Education Foundation in Central Lombok is a pesantren-based institution that develops productive enterprises in the ginger cultivation sector. However, these activities still face technical constraints, particularly in the postharvest processing of ginger, which remains inefficient and affects both product quality and quantity. In addition, ginger waste in the form of stems, leaves, and residual roots has not been optimally utilized. This community service activity aims to implement and optimize the use of a ginger cleaning machine as an appropriate technology to improve postharvest efficiency, product quality, and partner capacity. The methods employed include socialization and direct demonstration of the equipment, involving approximately 20 participants. The evaluation was conducted using pretest and posttest methods to measure participants' knowledge improvement. The results showed a significant increase in participants’ knowledge, with the average score rising from 45.5 to 92.00, supported by statistical analysis indicating a significant difference. Furthermore, participants were able to operate and maintain the ginger cleaning machine independently and gained a better understanding of ginger-based business opportunities. Participants’ awareness of ginger waste utilization also improved, particularly in processing waste into organic fertilizer. Overall, this activity had a positive impact on improving postharvest efficiency, technical skills, and the readiness of partners to develop sustainable ginger-based agroindustry. Keywords: ginger washing machine; appropriate technology; postharvest; community empowerment; pesantren entrepreneurship.
Digitalisasi pengelolaan disposisi surat melalui implementasi SIMDIS berbasis web pada inspektorat Kabupaten Kudus Nanda Dea Anggi Maharani; Soni Adiyono
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 3 (2026): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i3.39582

Abstract

Abstrak      Inspektorat Kabupaten Kudus sebagai lembaga pengawasan pemerintah daerah masih melakukan pencatatan disposisi surat masuk secara manual menggunakan Microsoft Word sehingga menyebabkan kesulitan dalam pencarian data, ketiadaan rekap statistik, dan risiko kehilangan data. Kegiatan ini melibatkan dua pengguna inti sistem, yaitu Sekretaris dan Kepala Inspektorat sebagai mitra utama pengabdian. Dipilih karena keduanya merupakan aktor utama yang terlibat langsung dalam alur pengelolaan disposisi surat di Inspektorat Kabupaten Kudus. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk merancang dan membangun Sistem Informasi Manajemen Disposisi Surat (SIMDIS) berbasis web menggunakan metode Waterfall dengan teknologi Laravel 12 dan basis data MySQL. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan pada semua aspek yang diukur melalui perbandingan kondisi sebelum dan sesudah implementasi menggunakan kuesioner skala Likert, di mana waktu pencarian data yang diukur berdasarkan estimasi pengguna berkurang dari 7,5 menit menjadi kurang dari 1 menit, ketersediaan rekap statistik meningkat dari 0% menjadi 100%, dan tingkat kepuasan pengguna mencapai rata-rata 4,57 dari skala 5. Kata kunci: sistem informasi; disposisi surat; laravel; berbasis web; inspektorat. Abstract The Kudus Regency Inspectorate, as a local government oversight agency, still manually records the disposition of incoming correspondence using Microsoft Word, which leads to difficulties in retrieving data, a lack of statistical summaries, and the risk of data loss. This project involves two key system users the Secretary and the Head of the Inspectorate as the primary partners in this community service initiative. They were selected because both are key actors directly involved in the workflow of letter disposition management at the Kudus Regency Inspectorate. This community service project aims to design and develop a web-based Letter Disposition Management Information System (SIMDIS) using the Waterfall method with Laravel 12 technology and a MySQL database. Evaluation results showed significant improvements in all measured aspects through a comparison of conditions before and after implementation using a Likert-scale questionnaire, where the time required for data retrieval as estimated by users decreased from 7.5 minutes to less than 1 minute, the availability of statistical summaries increased from 0% to 100%, and user satisfaction reached an average of 4.57 on a 5-point scale. Keywords: information system; letter disposition; laravel; web-based; inspectorate.
Implementasi pelatihan project scheduling sebagai upaya peningkatan kapabilitas manajemen waktu pada praktisi jasa konsultansi (CV. Dwipayana Graha) Revianty Nurmeyliandari; Mukhlis Nahriri Bastam; Sumi Amariena Hamim; Dimas Bayu Endrayana; Jeany Deafisca
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 3 (2026): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i3.38791

Abstract

AbstrakKeterlambatan proyek konstruksi masih menjadi permasalahan utama yang berdampak pada peningkatan biaya dan menurunnya kinerja perusahaan. Salah satu penyebabnya adalah rendahnya kapabilitas manajemen waktu dan penyusunan project scheduling pada praktisi konstruksi. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapabilitas manajemen waktu praktisi jasa konsultansi di CV. Dwipayana Graha melalui pelatihan project scheduling. Kegiatan pengabdian ini menerapkan metode pelatihan dengan desain pre-test dan post-test guna mengevaluasi efektivitas program terhadap peningkatan kompetensi serta pemahaman peserta dalam merencanakan dan mengendalikan jadwal proyek. Hasil menunjukkan peningkatan rata-rata skor dari hasil pre-test  56,40 menjadi hasil post-test 82,73 yang berarti terjadi peningkatan kompetensi secara signifikan. Pelatihan ini efektif meningkatkan kemampuan peserta dalam perencanaan dan pengendalian jadwal proyek serta berpotensi memperkuat kinerja organisasi secara berkelanjutan. Kata kunci: project scheduling; manajemen waktu; pelatihan konstruksi; pre-test dan post-test. AbstractProject delays in the construction industry remain a major issue that leads to cost overruns and decreased organizational performance. One of the primary causes is the limited capability of construction practitioners in time management and project scheduling. This community service program aims to improve the time management capabilities of consulting service practitioners at CV. Dwipayana Graha through project scheduling training. The community service program employed a training method using a pre-test and post-test design to evaluate the effectiveness of the program in improving participants’ competence and understanding in planning and controlling project schedules. The results indicate an increase in the average score from 56.40 in the pre-test to 82.73 in the post-test, demonstrating a significant improvement in participants’ competencies. The training program proved effective in enhancing participants’ abilities in project schedule planning and control and has the potential to strengthen organizational performance in a sustainable manner. Keywords: project scheduling; time management; construction training; pre-test and post-test.