cover
Contact Name
Zulkarnain
Contact Email
dzul9787@gmail.com
Phone
+6287832631987
Journal Mail Official
selaparang.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan No.1, Pagesangan, Kec. Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Bar. 83115
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan
ISSN : 26145251     EISSN : 2614526X     DOI : https://doi.org/10.31764/jpmb.v5i1.6393
SELAPARANG : Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan merupakan jurnal yang mendiseminasikan setiap pemikiran dan ide gagasan atas hasil penelitian dan pemanfaatan teknologi untuk diimplementasikan kepada masyarakat mencakup ; (1). Bidang ilmu pengetahuan ; MIPA (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi), Terapan, Sosial, Budaya, Ekonomi, dan Kesehatan, (2). Pelatihan dan peningkatan hasil pendidikan dan (3). Pengembangan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 3,006 Documents
SENYAMAN BUMIL (Skrining dan Edukasi Ketidaknyamanan Ibu Hamil) di Desa Peresak Kecamatan Narmada. Catur Esty Pamungkas; Cahaya Indah Lestari; Aulia Amini; Ni wayan Ari Adiputri; Rizkia Amilia; Indriyani Makmun; Dwi Kartika Cahyaningtyas; Evi Diliana Rospia; Ana Pujianti Harahap; Syatila Syatila; Nur Hikmah
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 3 (2026): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v%vi%i.40099

Abstract

Abstrak Ketidaknyamanan fisik pada kehamilan trimester III kategori sedang bisa mencapai 77,8% dan ketidaknyamanan psikologis dengan kategori sedang sebanyak 46% ibu hamil trimester III (Wulandari & Wantini, 2021). Ketidaknyamanan ini dapat mengganggu aktivitas sehari-hari ibu dan berpotensi menurukan kualitas hidup jika tidak dikelola dengan baik. Skrining dini terhadap kondisi ketidaknyamanan dan masalah Kesehatan lain yang sering dialami selama kehamilan merupakan Upaya penting dalam pelayanan antenatal care (ANC). Skrining dini tidak hanya berfungsi dalam deteksi dini resiko Kesehatan, tetapi juga sebagai pintu masuk untuk memulai edukasi Kesehatan kepada ibu hamil agar dapat memahami, mencegah, dan mengatasi ketidaknyamanan yang dialami. Kegiatan pengabdian ini memiliki tujuan untuk melakukan pemantauan kesehatan ibu hamil dengan skrining ketidaknyamanan selama hamil dan peningkatan pengetahuan ibu hamil tentang ketidaknyamanan yang bisa dialami selama hamil. Pelaksanaan kegiatan pengabdian akan dibagi menjadi 6 tahapan yaitu sosialisasi, penyampaian materi, penerapan teknologi, pendampingan dan evaluasi, keberlanjutan program.  Sasaran pada kegiatan ini yaitu ibu hamil sehat yang ada di Desa Peresak sebanyak 10 orang. Kegiatan pengabdian ini melibatkan 15 ibu hamil di Desa Peresak dengan karakteristik responden terbanyak tidak beresiko yaitu berusia 21 sd 34 tahun sebanyak 10 (66,6%). Kemudian usia kehamilan terbanyak pada trimester 2 sebanyak 8 (53,3%). Hasil skrining Kesehatan ibu hamil unutk indeks masa tubuh (IMT) terbanyak kategori berat badan normal (18,5-24,9 kg/m2) yaitu 9 (60%). Hasil kadar hemoglobin (HB) ibu hamil terbanyak pada kategori normal (≥ 11 gr%) sebanyak 8 (53,3% dan hasil tekanan darah ibu hamil terbanyak pada kategori normal (120/80 mmHg) yaitu 14 orang (93,4%). Hasil pengetahuan pre test terbanyak tentang ketidaknyamanan pada kategori cukup yaitu 6 ibu hamil (40%) dan terendah pada kategori baik sebanyak 4 ibu hamil (26,7%). Pengetahuan post test tentang ketidaknyaman terbanyak pada kategori baik yaitu 11 ibu hamil (73,3%) dan terendah pada pengetahuan dengan kategori 4 ibu hamil (26,7%). Pada kegiatan pengabdian ini didapatkan nilai rata-rata pengetahuan ibu hamil sebelum edukasi atau sosialisasi ketidaknyamanan didapatkan 67,2 dan rata-rata nilai pengetahuan ibu hamil setelah edukasi ketidaknyamanan meningkat menjadi 80,2. Sehingga dapat disimpulkan rata-rata peningkatan nilai pengetahuan ibu hamil sebanyak 13. Mitra sasaran sangat mengapresiasi positif kegiatan pengabdian ini, karena dengan adanya kegiatan pengabdian ini ibu hamil mendapatkan gambaran kesehatan dari skrining kesehatan yang telah dilaksanakan. Kemudian pengetahuan ibu hamil meningkat tentang ketidaknyamanan yang mungkin terjadi selama kehamilan setelah mendapatkan edukasi tentang ketidaknyamanan ibu hamil trimester I, II, dan III. Kata kunci: skrining; ketidaknyamanan; kehamilan. Abstract Moderate physical discomfort during the third trimester of pregnancy can affect up to 77.8% of pregnant women, while moderate psychological discomfort affects 46% of pregnant women in the third trimester (Wulandari & Wantini, 2021). This discomfort can interfere with a mother’s daily activities and potentially reduce her quality of life if not properly managed. Early screening for discomfort and other health issues commonly experienced during pregnancy is a critical component of antenatal care (ANC). Early screening not only aids in the early detection of health risks but also serves as a gateway to initiate health education for pregnant women, enabling them to understand, prevent, and manage the discomfort they experience. Objective: This community service activity aims to monitor the health of pregnant women through screening for discomforts during pregnancy and to enhance their knowledge regarding discomforts that may be experienced during pregnancy. The implementation of this community service activity will be divided into 6 stages, namely socialization, presentation of materials, application of technology, mentoring and evaluation, and program sustainability. The target of this activity is 10 healthy pregnant women in Peresak Village. This community service project involved 15 pregnant women in Peresak Village, with the majority of respondents (10, or 66.6%) falling into the low-risk category—specifically, those aged 21 to 34 years. The most common gestational age was in the second trimester, with 8 (53.3%). The results of the health screening for pregnant women regarding body mass index (BMI) showed that the majority fell into the normal weight category (18.5–24.9 kg/m²), totaling 9 (60%). The most common hemoglobin (Hb) level among pregnant women was in the normal category (≥ 11 g/dL), with 8 (53.3%), and the most common blood pressure was in the normal category (120/80 mmHg), with 14 women (93.4%). The highest number of pre-test knowledge scores regarding discomfort was in the “adequate” category, with 6 pregnant women (40%), and the lowest was in the “good” category, with 4 pregnant women (26.7%). The highest number of post-test knowledge scores regarding discomfort was in the “good” category, with 11 pregnant women (73.3%), and the lowest was in the “good” category, with 4 pregnant women (26.7%). In this community service activity, the average knowledge score of pregnant women before education or awareness-raising on discomfort was 67.2, and the average knowledge score of pregnant women after education on discomfort increased to 80.2. Thus, it can be concluded that the average increase in the knowledge score of pregnant women was 13. The target partners highly appreciated this community service activity, as it provided expectant mothers with an overview of their health based on the health screenings that were conducted. Furthermore, the expectant mothers’ knowledge of potential discomforts during pregnancy increased after receiving education on discomforts experienced during the first, second, and third trimesters. Keywords: creening; discomfort; pregnancy.
Optimalisasi produk sereh wangi melalui pelatihan digital brand marketing, inovasi telon oil, dan edukasi kesehatan untuk mewujudkan kemandirian ekonomi masyarakat gurun, Kabupaten Lima Puluh Kota Rahmi Oktarina; Yuni Mala Sari; Linda Rosalina; Tyas Asih Surya Mentari; Ringga Novelni
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 3 (2026): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i3.38928

Abstract

Abstrak Berdasarkan hasil observasi, Nagari Gurun memiliki lahan seluas 8,4 Ha yang dibudidayakan untuk tanaman sereh wangi. Namun, Kelompok Tani Sukma Nusantara yang ada di daerah tersebut memiliki kendala utama yakni kurangnya pemahaman dalam mengolah dan memasarkan produk hasil panen sereh wangi. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian masyarakat melalui Program Multidisiplin Kemitraan Masyarakat (PMKM) dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan keterampilan masyarakat dalam pemasaran digital, membuat produk minyak telon berbasis sereh wangi serta edukasi kesehatan akan manfaat produk herbal bagi kesehatan. Kegiatan ini meliputi edukasi kesehatan yang fokus akan manfaat sereh wangi, inovasi produk minyak telon berbasis sereh wangi, dan pelatihan digital brand marketing yang dirancang untuk membekali peserta dengan pemahaman mengenai strategi pemasaran berbasis media digital, optimalisasi media sosial serta pemanfaatan e-commerce. Kegiatan ini diikuti oleh dua puluh orang anggota Kelompok Tani Sukma Nusantara. Hasilnya peserta sangat mendukung adanya edukasi terkait manfaat sereh wangi bagi kesehatan dan kecantikan, pengolahan sereh wangi menjadi produk yang bernilai jual dalam bentuk minyak telon serta pelatihan digital brand marketing meliputi packaging desain serta pemanfaatan e-commerce dalam memperluas jangkauan pasar. Hal ini menjadi peluang bagi Kelompok Tani Sukma Nusantara untuk dapat meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan kemandirian ekonomi bagi kemajuan Nagari Gurun. Kata kunci: edukasi kesehatan; sereh wangi; digital brand marketing; kelompok tani sukma nusantara; e-commerce.  Abstract Based on observations, Nagari Gurun has 8.4 hectares of land cultivated for citronella. However, the Sukma Nusantara Farmers Group which is located that area faces the primary challenge of a lack of understanding in processing and marketing the harvested citronella products. Therefore, community service activities through the Multidisciplinary Community Partnership Program (PMKM) were carried out with the aim of improving community skills in digital marketing, create citronella-based telon oil products, and provide health education on the benefits of herbal products for health. This activity included health education related to advantage of citronella, innovation of citronella-based telon oil products, and digital brand marketing with an understanding of digital media-based marketing strategies, social media, and the use of e-commerce. This activity was attended by twenty members of the Sukma Nusantara Farmers Group. The results showed that participants were supportive of the education regarding the advantage of citronella for health and beauty, the processing of citronella into a valuable product of telon oil, and digital brand marketing including packaging design  and the use of e-commerce to expand market reach. This provided an opportunity for the Sukma Nusantara Farmers Group to enhance knowledge, skills, and economic independence for the advancement of Nagari Gurun. Keywords: health education; ctronella; digital brand marketing; the sukma nusantara farmers group; e-commerce.
Pelatihan dan pendampingan analisis Lalu Lintas Harian Rata-Rata (LHR) bagi tenaga teknik CV. Keinarra untuk mendukung perencanaan rekayasa transportasi berbasis data Mukhlis Nahriri Bastam; Revianty Nurmeyliandari; Dimas Bayu Endrayana; Fathoni Usman; Muhammad Firdaus; Denie Chandra; Sumi Amariena Hamim
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 3 (2026): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i3.39446

Abstract

AbstrakPerencanaan transportasi yang efektif membutuhkan data lalu lintas yang akurat dan representatif. Salah satu indikator penting dalam analisis lalu lintas adalah Lalu Lintas Harian Rata-Rata (LHR) atau Average Daily Traffic (ADT), yang menunjukkan jumlah rata-rata kendaraan yang melintas pada suatu ruas jalan dalam periode satu hari. Namun, keterbatasan kompetensi tenaga teknis dalam melakukan survei dan analisis data lalu lintas sering menjadi kendala dalam penerapan perencanaan transportasi berbasis data. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan tenaga teknik CV. Keinara dalam melakukan survei, pengolahan, dan analisis data LHR untuk mendukung perencanaan rekayasa transportasi. Metode kegiatan meliputi identifikasi kebutuhan pelatihan, penyampaian materi teori, praktik survei lalu lintas, pendampingan pengolahan data, serta evaluasi melalui pretest dan posttest. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terhadap konsep survei lalu lintas dan teknik perhitungan LHR. Nilai rata-rata pretest peserta sebesar 56,3 meningkat menjadi 82,4 pada posttest setelah pelatihan. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan pelatihan dan pendampingan mampu meningkatkan kompetensi tenaga teknik dalam pengolahan data lalu lintas. Dengan demikian, kegiatan ini diharapkan dapat mendukung implementasi perencanaan transportasi yang lebih akurat dan berbasis data di lingkungan perusahaan. Kata kunci: LHR; rekayasa transportasi; survei lalu lintas; pelatihan teknis; transportasi berbasis data. AbstractEffective transportation planning requires accurate and representative traffic data. One important indicator in traffic analysis is Average Daily Traffic (ADT), which shows the average number of vehicles passing through a road section in a day. However, the limited competence of technical personnel in conducting traffic surveys and data analysis is often a challenge in implementing data-based transportation planning. This community service activity aims to improve the technical staff of CV. Keinara's ability to conduct surveys, process, and analyze ADT data to support transportation engineering planning. The methods used in this activity include identifying training needs, delivering theoretical material, conducting traffic survey practices, providing assistance in data processing, and evaluating through pre- and post-tests. The results of the activity showed an increase in participants' understanding of traffic survey concepts and LHR calculation techniques. The average pretest score of participants was 56.3, increasing to 82.4 on the posttest after training. This shows that training and mentoring activities can improve the competence of technical personnel in traffic data processing. Thus, this activity is expected to support the implementation of more accurate and data-based transportation planning within the company. Keywords: LHR; transportation engineering; traffic survey; technical training; data-based transportation.
Edukasi hukum tentang pelestarian budaya pengajian ibu-ibu majelis dalam perspektif hukum islam M Yasir; Irma Mangar; Rahmatul Fauzia; Ummu Nur Khalifah
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 3 (2026): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i3.39613

Abstract

Abstrak Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi hukum mengenai pelestarian budaya pengajian ibu-ibu majelis dalam perspektif hukum Islam. Pengajian ibu-ibu majelis merupakan salah satu tradisi keagamaan yang memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat sebagai sarana pendidikan agama, pembentukan moral, penguatan ukhuwah Islamiyah, serta media syiar Islam. Namun, perkembangan zaman dan modernisasi menyebabkan keberadaan budaya pengajian menghadapi berbagai tantangan, seperti menurunnya partisipasi masyarakat dan berkurangnya minat generasi muda terhadap kegiatan keagamaan. Oleh karena itu, diperlukan upaya edukasi hukum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga dan melestarikan budaya pengajian sebagai bagian dari identitas budaya Islam. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui sosialisasi, penyuluhan, diskusi, dan tanya jawab kepada masyarakat, khususnya ibu-ibu majelis taklim. Materi yang disampaikan meliputi pentingnya pelestarian budaya pengajian, peran majelis taklim dalam kehidupan sosial masyarakat, serta perspektif hukum Islam terhadap tradisi pengajian berdasarkan konsep al-‘urf ash-shahih dan maslahah. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta memiliki antusiasme yang tinggi selama sosialisasi berlangsung dan memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai pentingnya pengajian sebagai media pendidikan, dakwah, dan pembinaan moral masyarakat. Kegiatan pengabdian ini memberikan dampak positif dalam meningkatkan kesadaran hukum dan keagamaan masyarakat terhadap pelestarian budaya pengajian ibu-ibu majelis. Selain memperkuat nilai-nilai agama, kegiatan ini juga mampu meningkatkan solidaritas sosial, mempererat hubungan masyarakat, serta mendorong peran perempuan dalam pendidikan keluarga dan masyarakat.  Kata Kunci: edukasi hukum; pelestarian budaya; hukum islam; majelis taklim. Abstract  This community service aims to provide legal education about the preservation of the culture of recitation of the women of the assembly in the perspective of Islamic law. The recitation of the assembly mothers is one of the religious traditions that has an important role in people’s lives as a means of religious education, moral formation, strengthening Islamic ukhuwah, and Islamic media syiar. However, the development of the times and modernization have caused the existence of a recitation culture to face various challenges, such as declining community participation and reduced interest of the younger generation in religious activities. Therefore, legal education efforts are needed to increase public awareness about the importance of maintaining and preserving the culture of recitation as part of Islamic cultural identity. The method of implementing activities is carried out through socialization, counseling, discussions, and questions and answers to the community, especially the women of the taklim council. The material presented included the importance of preserving the culture of recitation, the role of the taklim council in the social life of the community, and the perspective of Islamic law on the tradition of recitation based on the concepts of al-’urf ash-sahih and maslahah. The results of the activity showed that the participants had high enthusiasm during the socialization and gained a better understanding of the importance of recitation as a medium of education, da’wah, and community moral development. This service activity has a positive impact on increasing the legal and religious awareness of the community towards the preservation of the recitation culture of the women of the assembly. In addition to strengthening religious values, this activity is also able to increase social solidarity, strengthen community relations, and encourage the role of women in family and community education. Keywords: legal education; cultural preservation; islamic law; taklim council.
Teknologi pompa air tenaga surya untuk penyediaan air bersih di Desa Gorat Pallombuan Kabupaten Samosir Arwadi Sinuraya; Denny Haryanto Sinaga; Vina Gabriella Saragih; Khata Ersada Sinuraya; Willis Martin Sitorus; Ilham Rizky Ananda
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 3 (2026): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i3.38783

Abstract

Abstrak Desa Gorat Pallombuan di Kabupaten Samosir merupakan komunitas pertanian yang menghadapi kendala aksesibilitas dan krisis pemenuhan air bersih. Kualitas air yang keruh dan berbau, tingginya ketergantungan pada pompa air berbahan bakar minyak, serta ketiadaan sistem pengelolaan yang terstruktur mengakibatkan degradasi infrastruktur dan defisit tenaga pemeliharaan terampil. Sebagai solusi atas permasalahan tersebut, diimplementasikan sistem pompa air tenaga surya (PLTS) terintegrasi yang efisien dan ramah lingkungan. Sistem ini ditenagai oleh panel surya berkapasitas 550 Wp guna mengeleminasi penggunaan bahan bakar fosil, serta dikombinasikan dengan unit filtrasi dua tahap untuk proses purifikasi. Selain itu, infrastruktur tandon bertingkat diinstalasi guna mengoptimalkan distribusi air menuju pemukiman dataran tinggi. Metode pelaksanaan program mencakup sosialisasi, instalasi teknologi, pelatihan teknis operasional, hingga pendampingan selama tiga bulan. Hasil kegiatan menunjukkan keberhasilan penyediaan suplai air bersih berkelanjutan yang mampu melayani 22 Kepala Keluarga (KK). Kinerja sistem dibuktikan dengan peningkatan kualitas air, yang ditandai oleh penurunan kadar Total Dissolved Solids (TDS) dari 305 mg/L menjadi 98 mg/L. Secara sosio-ekonomi, penerapan teknologi ini berhasil menekan biaya operasional air masyarakat hingga menjadi Rp0 per KK per bulan. Guna menjamin keberlanjutan program jangka panjang, telah dibentuk tim pengelola desa mandiri yang beranggotakan lima orang personel terlatih. Kata kunci: pompa air tenaga surya; penyediaan air bersih; energi terbarukan; kualitas air; pemberdayaan masyarakat. Abstract Gorat Pallombuan Village in Samosir Regency is an agricultural community facing accessibility constraints and a crisis in clean water provision. Poor water quality, characterized by turbidity and odor, coupled with a high reliance on fossil fuel-powered water pumps and the absence of a structured management system, has led to infrastructural degradation and a deficit in skilled maintenance personnel. As a solution to these challenges, an integrated, efficient, and eco-friendly solar-powered water pumping system was implemented. The system is powered by a 550 Wp solar panel to eliminate dependence on fossil fuels and is integrated with a two-stage filtration unit for water purification. Additionally, a multi-tiered reservoir infrastructure was installed to optimize water distribution to elevated residential areas. The program's implementation framework encompassed community socialization, technology installation, technical operational training, and a three-month mentoring period. The results demonstrate the successful provision of a sustainable clean water supply capable of serving 22 households. The system's performance is evidenced by a significant improvement in water quality, indicated by a reduction in Total Dissolved Solids (TDS) from 305 mg/L to 98 mg/L. Socioeconomically, the application of this technology successfully reduced the community's operational water costs to IDR 0 per household per month. To ensure long-term program sustainability, an independent village management team comprising five trained personnel was established. Keywords: solar water pump; clean water provision; renewable energy; water quality; community empowerment.
Pemberdayaan generasi Z melalui edukasi dan pembuatan reed diffuser aromaterapi herbal untuk meningkatkan kenyamanan dan kebersihan lingkungan Muhammad Faisal; Baiq Leny Nopitasari; Eryona Azizun Rosyida; Sintha Puspitasari; Nabila Vidia Utami; Nanda Syahmila Maulida; Doni Hardani; Dedi Arjuna Saputra
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 3 (2026): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i3.39595

Abstract

Abstrak Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan higienis sebagai faktor pendukung konsentrasi, motivasi, dan kesejahteraan psikologis siswa Generasi Z. Hasil observasi di SMK Negeri 3 Mataram menunjukkan bahwa beberapa ruang kelas masih terasa pengap akibat ventilasi yang kurang optimal serta rendahnya literasi siswa terkait pemanfaatan bahan alam untuk mendukung higiene lingkungan. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa dalam pembuatan reed diffuser aromaterapi herbal sebagai upaya menciptakan lingkungan belajar yang lebih nyaman, sehat, dan segar. Peserta kegiatan berjumlah 25 siswa. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan edukatif-partisipatif berbasis learning by doing yang meliputi penyuluhan interaktif, demonstrasi, praktik langsung pembuatan reed diffuser aromaterapi herbal, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Penilaian keterampilan peserta dilakukan melalui observasi selama praktik berlangsung. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswa terkait higiene lingkungan dan pemanfaatan aromaterapi herbal, ditandai dengan meningkatnya nilai post-test dibandingkan pre-test sebesar 20%. Secara kuantitatif, sebagian besar peserta mampu membuat reed diffuser secara mandiri sesuai prosedur yang diajarkan. Secara kualitatif, kegiatan ini meningkatkan kesadaran siswa terhadap pentingnya menjaga kenyamanan dan kebersihan lingkungan sekolah berbasis bahan alam. Produk reed diffuser yang dihasilkan juga dimanfaatkan di ruang kelas untuk mendukung suasana belajar yang lebih nyaman dan menyegarkan. Program ini memberikan pengalaman belajar yang kreatif, aplikatif, serta berpotensi dikembangkan menjadi kegiatan kewirausahaan sederhana di lingkungan sekolah. Kata kunci: aromaterapi herbal; generasi Z; higiene lingkungan; reed diffuser; sekolah sehat. Abstract This community service activity was motivated by the importance of creating a comfortable and hygienic learning environment as a supporting factor for the concentration, motivation, and psychological well-being of Generation Z students. Observations conducted at SMK Negeri 3 Mataram revealed that several classrooms still felt stuffy due to inadequate ventilation and the low level of students’ literacy regarding the utilization of natural materials to support environmental hygiene. This activity aimed to improve students’ knowledge and skills in producing herbal aromatherapy reed diffusers as an effort to create a more comfortable, healthy, and refreshing learning environment. The participants consisted of 50 students. The implementation method employed an educative-participatory approach based on learning by doing, which included interactive counseling sessions, demonstrations, hands-on practice in making herbal aromatherapy reed diffusers, and evaluation through pre-test and post-test assessments. Participants’ skills were assessed through direct observation during the practice sessions. The results showed an improvement in students’ knowledge regarding environmental hygiene and the use of herbal aromatherapy, indicated by a 20% increase in post-test scores compared to pre-test scores. Quantitatively, most participants were able to independently produce reed diffusers according to the procedures taught. Qualitatively, this activity increased students’ awareness of the importance of maintaining a comfortable and clean school environment using natural-based products. The reed diffusers produced were also utilized in classrooms to support a more pleasant and refreshing learning atmosphere. This program provided a creative and practical learning experience and has the potential to be further developed into a simple entrepreneurship activity within the school environment. Keywords: herbal aromatherapy; generation Z; environmental hygiene; reed diffuser; healthy school.
Upaya pelestarian lingkungan melalui penanaman bibit pohon kopi dan buah-buahan di Desa Cileng Kecamatan Poncol Kabupaten Magetan Deva Aldiyan Syah; Alya Zhara Elsa Veren; Annisa Istikhomariah; Zahra Syafa Al Salsabila; Lilih Ambarsari; Muhammad Hafiz Alfa; Ganes Marsyanda Putri; Sudarno Sudarno
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 3 (2026): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i3.39176

Abstract

Abstrak Pelestarian lingkungan merupakan salah satu isu penting di daerah perdesaan, terutama pada wilayah yang rentan mengalami degradasi lahan. Desa Cileng, Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan memiliki potensi pengembangan tanaman kopi dan buah-buahan yang dapat dimanfaatkan sebagai upaya konservasi lingkungan sekaligus mendukung pengembangan ekonomi masyarakat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mendukung pelestarian lingkungan melalui penanaman bibit pohon kopi dan buah-buahan serta meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan lingkungan desa. Kegiatan dilaksanakan menggunakan pendekatan tindakan berbasis masyarakat (community-based action) yang meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi kegiatan. Program dilaksanakan secara kolaboratif oleh dua kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Ponorogo bersama Pemerintah Desa Cileng dan masyarakat setempat. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa seluruh rangkaian penanaman bibit pohon kopi dan buah-buahan dapat terlaksana dengan baik serta memperoleh partisipasi aktif dari masyarakat. Jumlah bibit yang berhasil kami tanam bersama masyarakat adalah kopi, duren, alpukat, dan jambu air masing-masing 50 pohon. Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam mendukung upaya penghijauan lingkungan dan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pelestarian lingkungan secara berkelanjutan. Dengan demikian, kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat dapat menjadi strategi yang efektif dalam mendukung konservasi lingkungan berbasis masyarakat. Kata kunci: pelestarian lingkungan; penanaman bibit; partisipasi masyarakat. AbstractEnvironmental conservation is a crucial issue in rural areas, particularly in regions vulnerable to land degradation. Cileng Village, Poncol District, Magetan Regency, possesses significant potential for the cultivation of coffee and fruit crops, which can be utilized as a strategy for environmental conservation while also supporting local economic development. This community service program aimed to promote environmental conservation through the planting of coffee and fruit tree seedlings and to enhance community participation in village environmental management. The program was implemented using a community-based action research approach, encompassing the stages of planning, implementation, and evaluation. The activity was carried out collaboratively by two student community service groups from Universitas Muhammadiyah Ponorogo in partnership with the Cileng Village Government and local residents. The results of the activity showed that the entire series of coffee and fruit tree seedling planting activities were carried out well and received active participation from the community. The number of seedlings we successfully planted with the community included 50 coffee, durian, avocado, and water apple trees. This activity is the first step in supporting environmental greening efforts and raising public awareness of the importance of sustainable environmental conservation. Thus, collaboration between students, the village government, and the community can be an effective strategy in supporting community-based environmental conservation. Keywords: environmental conservation; seedling planting; community participation.
Pelatihan literasi digital untuk meningkatkan keamanan pengguna internet pada masyarakat Evi Purnamasari; Doly Nofiansyah; Nazori Suhandi; Muhammad Adli Dary Hanif
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 3 (2026): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i3.39655

Abstract

Abstrak Perkembangan penggunaan internet di masyarakat meningkatkan kebutuhan akan pemahaman terkait keamanan digital dan penggunaan internet yang bijak. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai keamanan penggunaan internet melalui pelatihan literasi digital. Kegiatan dilaksanakan pada 9 Mei 2026 di Perumahan Griya Anggrek dengan jumlah peserta sebanyak 15 orang peserta. Metode pelaksanaan dilakukan melalui observasi, penyampaian materi, diskusi, simulasi, praktik langsung, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Materi pelatihan meliputi literasi digital, keamanan data pribadi, cara mengenali phishing dan penipuan online, etika bermedia sosial, serta penggunaan kata sandi yang aman. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta dengan nilai rata-rata pre-test sebesar 52 meningkat menjadi 86 pada post-test, atau mengalami peningkatan sebesar 34 poin. Peserta juga mampu memahami cara melindungi data pribadi, mengenali ancaman siber, dan menerapkan langkah-langkah dasar keamanan digital. Dengan adanya pelatihan ini, masyarakat diharapkan dapat menggunakan internet secara lebih aman, bijak, dan bertanggung jawab. Kata kunci: digital; keamanan internet; masyarakat; siber. AbstractThe increasing use of the internet in society has raised the need for better understanding of digital security and responsible internet usage. This community service activity aimed to improve public understanding of internet security through digital literacy training. The activity was held on May 9, 2026 at the Griya Anggrek Housing Complex with 15 participants. The implementation methods included observation, material delivery, discussions, simulations, direct practice, and evaluation using pre-test and post-test. The training materials covered digital literacy, personal data security, how to identify phishing and online fraud, social media ethics, and the use of secure passwords. The results showed an improvement in participants’ understanding, with the average pre-test score increasing from 52 to 86 in the post-test, indicating an improvement of 34 points. Participants were also able to understand how to protect personal data, recognize cyber threats, and apply basic digital security measures. This training is expected to encourage the public to use the internet more safely, wisely, and responsibly. Keywords: cyber; digital; internet security; society.
Pelatihan aplikasi figma untuk meningkatkan kreativitas guru dalam penggunaan media pembelajaran di SD Islam Nabilah Nadia Widari Nasution; Fidya Farasalsabila; Dely Indah Sari; I Made Sondra Wijaya; Alvendo Wahyu Aranski; Rifa’atul Mahmudah Burhan; Zainul Munir; Regi Mayangsari; Syahelma Fithri
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 3 (2026): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i3.39352

Abstract

AbstrakPerkembangan teknologi menuntut guru untuk lebih inovatif dalam merancang media pembelajaran yang menarik bagi siswa. Namun, kendala teknis dan keterbatasan keterampilan desain seringkali menjadi hambatan. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas guru di SD Islam Nabilah dalam mengembangkan media pembelajaran berbasis digital menggunakan aplikasi Figma. Metode yang digunakan adalah pelatihan partisipatif, meliputi pemaparan materi, demonstrasi, dan pendampingan praktik langsung pembuatan desain media ajar. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan teknis para guru dalam mengoperasikan fitur-fitur Figma untuk merancang visual yang interaktif, seperti Game Interaktif. Evaluasi pasca-pelatihan membuktikan bahwa aplikasi Figma sangat efektif digunakan untuk menciptakan variasi media pembelajaran, sehingga antusiasme dan kreativitas guru dalam mengajar mengalami peningkatan yang signifikan menjadi 85,6%. Kata Kunci: figma; game interaktif; kreativitas guru; pelatihan; media pembelajaran AbstractTechnological developments require teachers to be more innovative in designing engaging learning media for students. However, technical constraints and limited design skills often pose obstacles. This training aims to enhance the creativity of teachers at Nabilah Islamic Elementary School in developing digital-based learning media using the Figma application. The method used was participatory training, including material presentation, demonstrations, and hands-on assistance in designing teaching media. The results of the activity showed an increase in teachers' understanding and technical skills in operating Figma features to design interactive visuals, such as Interactive Games. Post-training evaluations proved that the Figma application was very effective in creating a variety of learning media, so that teachers' enthusiasm and creativity in teaching experienced a significant increase to 85.6%. Keywords: figma; interactive games; teacher creativity; training; learning media
Pelatihan dan pendampingan sistem informasi pelaporan terintegrasi PLKB/PKB berbasis web untuk mendukung monitoring real-time program KB di Kabupaten Kudus Tirta Nita; Muhammad Arifin
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 3 (2026): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i3.39722

Abstract

Abstrak Pengelolaan data pelaporan program Keluarga Berencana (KB) di Kabupaten Kudus masih dilakukan secara manual menggunakan dokumen Microsoft Word dan Excel yang tersebar di berbagai media, sehingga menghambat proses monitoring capaian akseptor secara real-time. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan 12 orang staf Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dalduk KB) Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AP2KB) Kabupaten Kudus dalam mengoperasikan sistem informasi pelaporan terintegrasi PLKB/PKB berbasis web. Metode pelaksanaan dilakukan melalui tahapan identifikasi kebutuhan, perencanaan kegiatan, pelatihan langsung (tatap muka), pendampingan, serta evaluasi menggunakan kuesioner skala Likert 1–5. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman dan keterampilan seluruh staf dalam mengirimkan laporan bulanan, menginput data KB per jenis kontrasepsi, serta memantau capaian program melalui dashboard secara real-time. Evaluasi penerimaan pengguna menghasilkan rata-rata skor 4,58 dari skala 5 (kategori Sangat Baik). Penerapan sistem informasi pelaporan terintegrasi berbasis web berkontribusi dalam meningkatkan efisiensi pengelolaan data, mempercepat proses pelaporan, dan mendukung pengambilan keputusan berbasis data di Dinsos P3AP2KB Kabupaten Kudus. Kata Kunci: sistem informasi pelaporan; pelatihan; PLKB/PKB; monitoring real-time; keluarga berencana. Abstract The management of Family Planning (KB) program reporting data in Kudus Regency is still carried out manually using Microsoft Word and Excel documents scattered across various media, which hampers the real-time monitoring of acceptor achievements. This community service activity aims to improve the understanding and skills of 12 staff members of the Population Control and Family Planning Division (Dalduk KB) at Dinsos P3AP2KB Kudus Regency in operating a web-based integrated reporting information system for PLKB/PKB officers. The implementation method consists of needs identification, activity planning, direct (face-to-face) training, mentoring, and evaluation using a Likert scale 1–5 questionnaire. The results indicate improvement in all staff members' understanding and skills in submitting monthly reports, inputting KB data by contraceptive type, and monitoring program achievements through a real-time dashboard. User acceptance evaluation showed an average score of 4.58 out of 5 (Very Good category). The implementation of the web-based integrated reporting system contributes to improving data management efficiency, accelerating the reporting process, and supporting data-driven decision-making at Dinsos P3AP2KB Kudus Regency. Keywords: integrated reporting system; training; PLKB/PKB; real-time monitoring; family planning program