cover
Contact Name
Zulkarnain
Contact Email
dzul9787@gmail.com
Phone
+6287832631987
Journal Mail Official
selaparang.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan No.1, Pagesangan, Kec. Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Bar. 83115
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan
ISSN : 26145251     EISSN : 2614526X     DOI : https://doi.org/10.31764/jpmb.v5i1.6393
SELAPARANG : Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan merupakan jurnal yang mendiseminasikan setiap pemikiran dan ide gagasan atas hasil penelitian dan pemanfaatan teknologi untuk diimplementasikan kepada masyarakat mencakup ; (1). Bidang ilmu pengetahuan ; MIPA (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi), Terapan, Sosial, Budaya, Ekonomi, dan Kesehatan, (2). Pelatihan dan peningkatan hasil pendidikan dan (3). Pengembangan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 3,006 Documents
Peningkatan pengetahuan dan pengurangan stigma terhadap orang dengan HIV/AIDS melalui edukasi kesehatan dalam peringatan hari AIDS sedunia Siti Latipah; Indah Wulandari; Imas Yoyoh; Annisaa F. Umara; Nuraini Nuraini; Naryati Naryati; Aisyah Aisyah; Giri Widakdo
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 3 (2026): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i3.39129

Abstract

Abstrak Stigma terhadap orang dengan HIV/AIDS (ODHA) masih menjadi salah satu hambatan utama dalam upaya pencegahan dan pengendalian HIV/AIDS di masyarakat. Stigma seringkali muncul akibat kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai penularan, pencegahan, serta kehidupan orang yang hidup dengan HIV. Kondisi ini dapat menyebabkan diskriminasi sosial yang berdampak pada kualitas hidup ODHA serta menurunkan akses terhadap layanan kesehatan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat dalam mengurangi stigma terhadap ODHA melalui edukasi kesehatan. Kegiatan dilaksanakan dalam rangka peringatan World AIDS Day dengan sasaran masyarakat umum yang berjumlah 38 peserta. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan kesehatan, diskusi interaktif, serta pembagian media edukasi berupa leaflet. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat mengenai HIV/AIDS, cara penularan, serta pentingnya memberikan dukungan sosial kepada ODHA. Peserta juga menunjukkan perubahan sikap yang lebih positif dan empati terhadap ODHA setelah mengikuti kegiatan edukasi. Dengan demikian, edukasi kesehatan terbukti menjadi strategi yang efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat sekaligus mengurangi stigma sosial terhadap ODHA. Kata kunci: edukasi kesehatan; HIV/AIDS; stigma masyarakat; ODHA; pengabdian masyarakat. Abstract Stigma toward people living with HIV/AIDS (PLWHA) remains a major barrier in HIV/AIDS prevention and control efforts within communities. Stigma often arises due to limited public knowledge regarding HIV transmission, prevention, and the lives of individuals living with HIV. This condition may lead to social discrimination that negatively affects the quality of life of PLWHA and reduces their access to health services. This community service activity aimed to improve community knowledge and awareness in reducing stigma toward PLWHA through health education. The activity was conducted in commemoration of World AIDS Day and involved 38 community participants. The methods included health education sessions, interactive discussions, and distribution of educational leaflets. The results showed an increase in participants’ understanding regarding HIV/AIDS, modes of transmission, and the importance of providing social support to PLWHA. Participants also demonstrated more positive attitudes and empathy toward PLWHA after attending the education session. Therefore, health education is considered an effective strategy to enhance community health literacy while reducing social stigma toward PLWHA. Keywords: health education; HIV/AIDS; stigma; community service; PLWHA.
Sosialisasi legalitas konten kreatif menjaga hak dan menghindari pelanggaran Andrianto Prabowo; Tri Astuti Handayani; Irma Mangar; Sophia Bela Mariska
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 3 (2026): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i3.39601

Abstract

Abstrak Perkembangan teknologi digital yang pesat telah mendorong meningkatnya jumlah kreator konten di berbagai platform digital. Namun, peningkatan tersebut belum diimbangi dengan pemahaman yang memadai terkait legalitas konten kreatif, khususnya mengenai hak cipta dan penggunaan karya secara sah. Kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran hukum masyarakat, khususnya kreator digital, dalam menjaga hak serta menghindari pelanggaran dalam pembuatan dan distribusi konten. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi penyampaian materi, diskusi interaktif, studi kasus, serta simulasi praktik. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa tingkat pemahaman masyarakat terhadap legalitas konten kreatif masih tergolong rendah hingga sedang, yang disebabkan oleh kurangnya edukasi, kesalahpahaman terhadap penggunaan konten digital, serta minimnya sosialisasi yang merata. Melalui kegiatan ini, peserta mengalami peningkatan pemahaman terkait pentingnya hak cipta, penggunaan lisensi, serta etika dalam berkarya. Selain itu, pemateri juga menekankan berbagai upaya untuk meningkatkan kesadaran hukum, seperti edukasi berkelanjutan, integrasi dalam pendidikan, peran platform digital, penyediaan informasi yang mudah diakses, serta dukungan komunitas kreator. Secara keseluruhan, kegiatan sosialisasi ini memberikan dampak positif dalam meningkatkan kesadaran hukum peserta. Namun, diperlukan tindak lanjut berupa kegiatan berkelanjutan agar pemahaman tersebut dapat diterapkan secara konsisten. Dengan demikian, diharapkan tercipta ekosistem digital yang lebih tertib, aman, dan mendukung perkembangan kreativitas yang bertanggung jawab. Kata kunci: legalitas; kesadaran hukum; kreator digital; sosialisasi; media digital. Abstract  The rapid development of digital technology has encouraged the increasing number of content creators on various digital platforms. However, this increase has not been offset by an adequate understanding of the legality of creative content, especially regarding copyright and the legal use of works. This socialization activity aims to increase the understanding and legal awareness of the public, especially digital creators, in maintaining rights and avoiding violations in content creation and distribution. The methods used in this activity include material delivery, interactive discussions, case studies, and practice simulations. The results of the activity show that the level of public understanding of the legality of creative content is still relatively low to moderate, which is caused by a lack of education, misunderstanding of the use of digital content, and a lack of equitable socialization. Through this activity, participants experienced an increased understanding of the importance of copyright, the use of licenses, and ethics in work. In addition, the speaker also emphasized various efforts to increase legal awareness, such as continuous education, integration in education, the role of digital platforms, the provision of easily accessible information, and the support of the creator community. Overall, this socialization activity has a positive impact on increasing participants' legal awareness. However, follow-up in the form of sustainable activities is needed so that this understanding can be applied consistently. Thus, it is hoped that a digital ecosystem will be created that is more orderly, safe, and supports the development of responsible creativity.    Keywords: legality; legal awareness; digital creators; socialization; digital media. 
Pelatihan pembuatan pembersih lantai berbahan minyak jelantah bagi anak usia sekolah di Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Al-Ma’un Muhammadiyah Matraman Jakarta Fitri Yuniarti; Fitriani Fitriani; Wahyu Hidayati; Muhamad Afif Muzafar; Revika Putri Herlin; Hanifah Rahmi
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 3 (2026): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i3.39054

Abstract

Abstrak Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan atas kerjasama tim pengabdian masyarakat yang merupakan dosen program studi farmasi FFS UHAMKA dengan mitra yaitu Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Al-Ma’un, Muhammadiyah Matraman, Jakarta. Tujuan dari pengabdian ini adalah pemberian edukasi dan pelatihan dalam pemanfaatan teknologi tepat guna untuk pengolahan limbah minyak goreng bekas menjadi produk yang bermanfaat. Selain itu juga mengedukasi anak-anak di LKSA untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan dengan memanfaatkan minyak goreng bekas yang sudah dimurnikan menjadi bahan dasar dalam pembuatan pembersih lantai, juga memberikan penjelasan bagaimana pengemasan yang benar sehingga produk sabun yang dihasilkan mempunyai nilai jual. Kegiatan pengabdian ini diikuti 20 orang anak LKSA yang diawali dengan pemaparan materi mengenai pemurnian limbah minyak goreng bekas dan dilanjutkan pembuatan pasta biang sabun yang nantinya digunakan sebagai bahan dasar pembuatan sabun pembersih lantai. Luaran utama dari pengabdian ini yaitu menghasilkan produk rumah tangga berupa pembersih lantai, dan jasa yaitu keterampilan peserta untuk melakukan pengolahan limbah minyak goreng bekas, pembuatan produk sabun pembersih lantai, serta cara pengemasan dan pemasarannya. Kata kunci: minyak jelantah; pelatihan; pembersih lantai; LKSA Al-Ma’un; Muhammadiyah Matraman. Abstract This community service activity was carried out through a collaboration between the community service team—comprising faculty members from the Pharmacy Program at FFS UHAMKA—and their partner, the Al-Ma’un Child Welfare Institution (LKSA), Muhammadiyah Matraman, Jakarta. The objective of this initiative is to provide education and training on the use of appropriate technology to process used cooking oil into useful products. Additionally, it aimed to educate the children at LKSA to foster an entrepreneurial spirit by utilizing purified used cooking oil as a base material for making floor cleaners, as well as explaining proper packaging methods so that the resulting soap products have market value. This community service activity was attended by 20 children from the LKSA, beginning with a presentation on the purification of used cooking oil waste, followed by the production of soap base paste, which will later be used as the raw material for making floor cleaner soap. The primary outcomes of this community service initiative were the production of a household product—a floor cleaner—and the development of participants’ skills in processing used cooking oil, manufacturing floor cleaner soap, as well as proper packaging and marketing techniques. Keywords: used cooking oil; training; floor cleaner; LKSA Al-Ma’un; Muhammadiyah Matraman.
Optimalisasi strategi pembelajaran dan motivasi guru melalui pelatihan pemanfaatan Interactive Flat Panel (IFP) di SDN 47 Ampenan Lalu Sirajul Hadi; Radiusman Radiusman; Syarifuddin Syarifuddin; Husniati Husniati; Lalu Raftha Patech; Radit Munandar
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 3 (2026): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i3.39212

Abstract

Abstrak Perkembangan teknologi pendidikan menuntut guru untuk mampu mengintegrasikan media pembelajaran digital secara efektif. Salah satu perangkat yang dapat mendukung pembelajaran interaktif adalah Interactive Flat Panel (IFP). Namun, pemanfaatannya di sekolah dasar masih belum optimal. Kegiatan ini bertujuan untuk mengoptimalkan strategi pembelajaran dan meningkatkan motivasi guru melalui pelatihan pemanfaatan IFP di SDN 47 Ampenan. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, evaluasi dan keberlanjutan program. Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi dan angket refleksi peserta. Hasil menunjukkan dampak positif terhadap peningkatan kemampuan guru dalam mengembangkan strategi pembelajaran berbasis teknologi, seperti penggunaan fitur interaktif, media visual, serta integrasi sumber belajar digital. Selain itu, terjadi peningkatan motivasi guru yang ditunjukkan melalui antusiasme, minat untuk berinovasi, dan keinginan mengikuti pelatihan lanjutan. Temuan juga menunjukkan adanya hubungan yang saling memperkuat antara strategi pembelajaran dan motivasi guru. Pelatihan pemanfaatan IFP efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran melalui penguatan strategi dan motivasi guru. Namun, diperlukan pelatihan berkelanjutan dan pendampingan agar pemanfaatan teknologi dapat diimplementasikan secara optimal dan berkelanjutan dalam pembelajaran di sekolah dasar. Kata kunci: guru sekolah dasar; Interactive Flat Panel; motivasi guru; pelatihan; strategi pembelajaran. AbstractThe development of educational technology requires teachers to effectively integrate digital learning media into the teaching process. One of the tools that can support interactive learning is the Interactive Flat Panel (IFP). However, its utilization in elementary schools remains not yet optimal. This activity aims to optimize instructional strategies and enhance teacher motivation through training on the use of IFP at SDN 47 Ampenan. The methods used were outreach, training, technology implementation, evaluation, and program sustainability. Data were collected through observation, documentation, and participant reflection questionnaires.The results indicate a positive impact on improving teachers’ ability to develop technology-based instructional strategies, such as the use of interactive features, visual media, and the integration of digital learning resources. In addition, there was an increase in teacher motivation, as reflected in their enthusiasm, willingness to innovate, and interest in participating in further training. The findings also reveal a mutually reinforcing relationship between instructional strategies and teacher motivation. IFP training is effective in improving the quality of learning through strengthening instructional strategies and teacher motivation. However, continuous training and mentoring are required to ensure optimal and sustainable integration of technology in elementary school learning. Keywords: elementary school teachers; interactive flat panel; teacher motivation; training; instructional strategies.
Implementasi sistem informasi pelayanan administrasi kelurahan (SIPAKEL) berbasis web untuk digitalisasi administrasi pengajuan surat di Kelurahan Wergu Kulon Nanda Lutfi Rizqiyanto; Diana Laily Fithri
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 3 (2026): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i3.39666

Abstract

Abstrak Pelayanan administrasi persuratan di Kelurahan Wergu Kulon saat ini masih dilakukan secara manual, yang menyebabkan proses pelayanan menjadi lambat, rentan terhadap kesalahan pencatatan, dan memiliki transparansi yang rendah. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengimplementasikan Sistem Informasi Pelayanan Administrasi Kelurahan (SIPAKEL) berbasis web guna mendigitalisasi layanan administrasi persuratan secara end-to-end. Kegiatan pengabdian dilaksanakan pada 12 Januari hingga 21 Februari 2026 di Kelurahan Wergu Kulon, Kota Kudus, dengan melibatkan 3 perangkat kelurahan sebagai mitra utama, yaitu Kepala Kelurahan, Sekretaris Kelurahan, dan staf operator administrasi, serta 1 orang perwakilan pengurus RT dan warga sebagai pengguna sistem. Metode yang digunakan adalah pendekatan Participatory Action Research (PAR) yang dikombinasikan dengan metode pengembangan perangkat lunak Waterfall, mencakup tahapan analisis kebutuhan, perancangan sistem, implementasi, pengujian, dan pemeliharaan. Secara kualitatif, hasil dari kegiatan ini adalah beroperasinya SIPAKEL (berbasis PHP Native dan MySQL) yang menerapkan empat hak akses utama (Warga, RT, Operator, Admin), serta dilengkapi fitur audit log dan notifikasi real-time untuk menjamin akuntabilitas data. Secara kuantitatif, sistem ini dirancang untuk mengurai antrian secara terukur, dimana digitalisasi sistem serupa terbukti mampu memangkas waktu tunggu pelayanan dari 2-3 hari menjadi 1 hari kerja saja. Secara keseluruhan, sistem ini diharapkan dapat mewujudkan tata kelola pelayanan yang lebih tertib, cepat, dan modern. Kata kunci: digitalisasi; pelayanan publik; sistem informasi; kelurahan; SIPAKEL. Abstract The administrative letter service in Wergu Kulon Subdistrict is currently still carried out manually, which causes the service process to be slow, prone to recording errors, and has low transparency. This community service activity aims to implement a Web-based Subdistrict Administrative Service Information System (SIPAKEL) to digitize administrative letter services end-to-end. The community service activity was carried out from January 12 to February 21, 2026, in Wergu Kulon Subdistrict, Kudus City, involving 3 subdistrict officials as main partners, namely the Head of Subdistrict, Subdistrict Secretary, and administrative operator staff, as well as 1 representative of the RT management and residents as system users. The method used is a Participatory Action Research (PAR) approach combined with the Waterfall software development method, covering the stages of requirements analysis, system design, implementation, testing, and maintenance. Qualitatively, the result of this activity is the operation of SIPAKEL (based on PHP Native and MySQL) which implements four main access rights (Citizen, Neighborhood, Operator, Admin), and is equipped with audit log features and real-time notifications to ensure data accountability. Quantitatively, this system is designed to manage queues in a measurable manner, where the digitization of a similar system has been proven to reduce service waiting time from 2-3 days to only 1 working day. Overall, this system is expected to realize a more orderly, faster, and modern service management. Keywords: digitalization; public service; information system; village administration; SIPAKEL.
Pemberdayaan Ibu rumah tangga dalam pengelolaan MPASI berbasis bahan pangan lokal sebagai upaya pencegahan stunting di Desa Sigapiton Cut Saura Salmira; Muh Arfah; Yuan Pariasi; Mahani Datita Sitepu; Wiwiek Indriyani Sary S.; Elly Rosmawati; Sukmawati Sukmawati
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 3 (2026): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i3.39484

Abstract

Abstrak Stunting masih menjadi permasalahan kesehatan yang cukup tinggi di Indonesia, termasuk di Kabupaten Toba. Salah satu upaya pencegahan yang dapat dilakukan adalah melalui peningkatan pengetahuan ibu rumah tangga terkait pengelolaan Makanan Pendamping ASI (MPASI) berbasis bahan pangan lokal. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu rumah tangga melalui edukasi dan demo memasak MPASI di Desa Sigapiton. Sasaran kegiatan adalah ibu rumah tangga yang memiliki balita dengan jumlah peserta sebanyak 15 orang. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, demonstrasi memasak, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan skor pengetahuan peserta setelah intervensi. Nilai rata-rata post-test lebih tinggi dibandingkan pre-test. Hasil uji normalitas menunjukkan data berdistribusi normal, sehingga analisis dilanjutkan dengan uji paired sample t-test. Hasil uji menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara nilai pre-test dan post-test (p < 0,05). Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan edukasi yang dilakukan efektif dalam meningkatkan pengetahuan peserta. Dengan demikian, edukasi melalui metode demonstrasi memasak MPASI berbasis bahan pangan lokal dapat menjadi salah satu strategi yang efektif dalam meningkatkan pengetahuan ibu rumah tangga sebagai upaya pencegahan stunting. Kegiatan serupa diharapkan dapat dilakukan secara berkelanjutan untuk memberikan dampak yang lebih luas. Kata kunci: edukasi; MPASI; bahan pangan lokal; demonstrasi memasak; stunting. Abstract Stunting remains a significant public health problem in Indonesia, including in Toba Regency. One of the efforts to prevent stunting is by improving mothers’ knowledge regarding the preparation of complementary feeding (MPASI) based on local food ingredients. This activity aimed to increase the knowledge of housewives through education and cooking demonstrations on MPASI in Sigapiton Village. The participants were 15 housewives with children under five years old. The methods used included health education, cooking demonstrations, and evaluation using pre-test and post-test. The results showed an increase in participants’ knowledge scores after the intervention. The average post-test score was higher than the pre-test score. The normality test indicated that the data were normally distributed, so the analysis was continued using a paired sample t-test. The test results showed a significant difference between pre-test and post-test scores (p < 0.05). This indicates that the educational activity was effective in improving participants’ knowledge. In conclusion, education through cooking demonstrations of MPASI based on local food ingredients can be an effective strategy to improve mothers’ knowledge as an effort to prevent stunting. Similar activities are expected to be conducted continuously to achieve a broader impact. Keywords: education; complementary feeding; local food; cooking demonstration; stunting.
Sosialisasi dan pendampingan penggunaan sistem web monitoring aset desa untuk mendukung digitalisasi pengarsipan dan inventarisasi di Desa Ngembal Kulon Muhammad Khoirul Anam; Fajar Nugraha
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 3 (2026): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i3.39572

Abstract

AbstrakDesa Ngembal Kulon sebagai salah satu instansi pemerintahan desa masih menghadapi kendala dalam proses pencatatan inventori, pengarsipan aset, dan dokumentasi aktivitas desa yang belum sepenuhnya terdigitalisasi. Pencatatan barang, bangunan, dan aktivitas desa masih dilakukan secara manual menggunakan buku catatan atau file sederhana, sehingga menyebabkan data sulit ditelusuri, pembaruan informasi tidak terpusat, serta staf desa membutuhkan waktu lebih lama dalam mencari dan memverifikasi data. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk melakukan sosialisasi dan pendampingan penggunaan Sistem Web Monitoring Aset Desa sebagai media digitalisasi pengarsipan dan inventarisasi di Desa Ngembal Kulon. Mitra sasaran kegiatan ini adalah staf dan perangkat Desa Ngembal Kulon yang terlibat dalam pengelolaan administrasi inventori desa. Durasi pelaksanaan kegiatan selama satu bulan disesuaikan dengan jadwal pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan (PKL) dari kampus serta kebutuhan mitra pada tahap awal penerapan sistem. Dengan rentang waktu tersebut, kegiatan difokuskan pada observasi kebutuhan, sosialisasi, pelatihan penggunaan, pendampingan praktik input data, dan evaluasi awal kemampuan pengguna. Periode ini dinilai memadai untuk mengukur kesiapan awal staf desa dalam menggunakan fitur utama Sistem Web Monitoring Aset Desa, meskipun evaluasi lanjutan tetap diperlukan untuk menilai keberlanjutan penggunaan sistem dalam administrasi desa secara rutin. Sistem yang digunakan memiliki fitur autentikasi berbasis role, yaitu admin dan staff. Admin memiliki hak akses untuk menambah, mengubah, dan menghapus data, sedangkan staff hanya dapat melihat data. Fitur utama yang disosialisasikan meliputi halaman barang untuk mencatat inventori, halaman bangunan dengan metode penyusutan, serta halaman aktivitas untuk mencatat kegiatan desa. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa staf desa mampu memahami alur penggunaan sistem, membedakan hak akses admin dan staff, serta menggunakan fitur pencatatan barang, bangunan, dan aktivitas desa secara digital. Kegiatan ini membantu meningkatkan kesiapan staf Desa Ngembal Kulon dalam menerapkan digitalisasi pengarsipan dan inventarisasi secara lebih tertib, terstruktur, dan mudah diakses. Kata kunci: sosialisasi; pendampingan; aset desa; inventarisasi; digitalisasi arsip. AbstractNgembal Kulon Village, as a village government institution, still faces challenges in inventory recording, asset archiving, and village activity documentation that have not been fully digitalized. The recording of goods, buildings, and village activities is still carried out manually using notebooks or simple files, causing data to be difficult to trace, information updates to be decentralized, and village staff to spend more time searching for and verifying data. This community service activity aimed to conduct socialization and assistance in the use of the Village Asset Monitoring Web System as a medium for digitalizing archiving and inventory management in Ngembal Kulon Village. The target partners of this activity were village staff and officials involved in village inventory administration. The activity was carried out for one month through several stages, including partner needs observation, socialization of the benefits of inventory digitalization, introduction of system features, system usage training, data input practice, usage assistance, and evaluation. The system used role-based authentication consisting of admin and staff access. Admin users have access rights to add, edit, and delete data, while staff users can only view data. The main features introduced included the goods page for inventory recording, the buildings page with a depreciation method, and the activities page for recording village activities. The results showed that village staff were able to understand the system workflow, distinguish between admin and staff access rights, and use digital features for recording goods, buildings, and village activities. This activity helped improve the readiness of Ngembal Kulon Village staff in implementing digital archiving and inventory management in a more orderly, structured, and accessible manner. Keywords: socialization; assistance; village assets; inventory; digital archiving.
Pemberdayaan UMKM Alir Coffee melalui pendampingan pengendalian kualitas seduhan berbasis analisis total dissolved solids Lintang Alivia Anggerta; Asalil Mustain; Heny Dewajani; Anugrah Windy Mustikarini; Ade Sonya Suryandari; Ernia Novika Dewi
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 3 (2026): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i3.39473

Abstract

Abstrak Konsistensi kualitas seduhan merupakan tantangan krusial bagi pelaku usaha kopi hilir, termasuk UMKM Alir Coffee di Malang, karena proses ekstraksi yang sensitif terhadap variabel brewing sering kali belum dikendalikan secara kuantitatif. Ketiadaan instrumen analisis seperti refraktometer menghambat upaya standarisasi cita rasa produk secara ilmiah dan terukur. Program Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk memberikan transfer pengetahuan dan keterampilan mengenai kontrol kualitas kopi menggunakan parameter Total Dissolved Solids (TDS) sebagai indikator efisiensi ekstraksi. Metode pelaksanaan didasarkan pada siklus intervensi yang meliputi ceramah, diskusi, dan praktik (hands-on training) dalam penggunaan Difluid R2 Extract Coffee Refractometer. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan dalam pemahaman konsep ekstraksi dan kemampuan melakukan pengukuran TDS secara mandiri sebagai dasar penetapan standar seduhan. Selain itu, program ini juga telah memfasilitasi transisi mitra dari metode kontrol kualitas tradisional ke metode ilmiah/terukur sehingga mendukung konsistensi mutu dan memperkuat daya saing produk UMKM Alir Coffee di pasar nasional. Kata kunci: kontrol kualitas; kopi; total dissolved solids; refraktometer; pengabdian masyarakat. Abstract Consistency in coffee brewing quality remains a critical challenge for downstream coffee businesses, including Alir Coffee, a micro and small enterprise (MSE) in Malang, as the extraction process is highly sensitive to brewing variables and often not controlled quantitatively. The lack of analytical instruments such as refractometers hinders the scientific and measurable standardization of flavor quality. This Community Service Program aimed to transfer knowledge and skills in coffee quality control using Total Dissolved Solids (TDS) as an indicator of extraction efficiency. The implementation method was based on an intervention cycle consisting of lectures, discussions, and hands-on training in the use of the Difluid R2 Extract Coffee Refractometer. The results showed an improvement in participants’ understanding of extraction concepts and their ability to independently measure TDS as a basis for establishing brewing standards. Furthermore, the program facilitated the transition of the partner from traditional quality control methods to a scientific and measurable approach, thereby supporting product consistency and strengthening the competitiveness of Alir Coffee in the national market. Keywords: quality control; coffee; total dissolved solids; refractometer; community services.
Pemberdayaan tebu teluy sebagai contour farming di Desa Sirna Galih Wawan Abdullah Setiawan; Enur Azizah; Bambang Irawan; Adinda Nurulita
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 3 (2026): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i3.39409

Abstract

Abstrak Desa Sirna Galih di Lampung Utara memiliki topografi berbukit dengan kemiringan lahan 15-30 persen yang rentan terhadap erosi dan longsor akibat curah hujan tinggi mencapai 2000-3000 milimeter per tahun. Praktik pertanian konvensional tanpa pengelolaan kontur memperburuk degradasi lahan dan mengancam ketahanan pangan masyarakat yang bergantung pada tanaman musiman. Program pengabdian ini bertujuan mengurangi risiko erosi, meningkatkan keterampilan petani, mendukung diversifikasi pangan, serta memperkuat kolaborasi antara Universitas Lampung dan masyarakat setempat. Metode yang diterapkan meliputi penyuluhan teknik pertanian kontur, pelatihan budidaya tebu teluy, dan penanaman bibit secara partisipatif di lahan miring tepi sungai. Pelaksanaan dilakukan dari Juli hingga September 2025 dengan melibatkan 33 warga desa. Hasil menunjukkan 90 persen bibit tebu teluy berhasil tumbuh setelah aplikasi fungisida dan zat pengatur tumbuh, diikuti penanaman tambahan 100 bibit. Program ini mendukung stabilitas tanah melalui akar kuat tebu teluy dan berpotensi menjadi model pertanian berkelanjutan yang direplikasi di wilayah serupa. Kesimpulan menegaskan bahwa inisiatif ini efektif dalam konservasi lahan dan pemberdayaan ekonomi lokal. Kata kunci: contour farming; desa sirna galih; ketahanan pangan; lahan miring; tebu teluy. Abstract Sirna Galih Village in North Lampung features hilly topography with slopes of 15-30 percent, which are vulnerable to erosion and landslides due to high annual rainfall of 2000-3000 millimeters. Conventional farming practices without contour management exacerbate land degradation and threaten the food security of communities reliant on seasonal crops. This community service program aims to reduce erosion risks, enhance farmer skills, support food diversification, and strengthen collaboration between the University of Lampung and residents. Methods applied include extension on contour farming techniques, training in tebu teluy cultivation, and participatory seedling planting on sloped riverside land. Implementation occurred from July to September 2025, involving 33 villagers. Results indicate 90 percent of tebu teluy seedlings successfully grew following fungicide and growth regulator applications, followed by an additional 100 seedlings. The program supports soil stability through strong tebu teluy roots and has potential as a replicable, sustainable farming model in similar areas. The conclusion affirms the initiative's effectiveness in land conservation and local economic empowerment. Keywords: contour farming; food security; sloping land; sirna galih village; tebu teluy.
Pelatihan pembuatan produk digital bagi generasi Z untuk meningkatkan kreativitas dan peluang wirausaha di era digital Indra Saputra; Feriantano Sundang Pranata; Elviza Yeni Putri; Melda Mahniza; Ringga Novelni; Ridha Hasnul Ulya; M. Affandi Arianto
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 3 (2026): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i3.39826

Abstract

AbstrakPerkembangan teknologi digital memberikan peluang besar bagi generasi Z untuk mengembangkan kreativitas dan membangun usaha berbasis digital. Namun, masih banyak calon wirausahawan, khususnya di bidang kecantikan, yang belum memiliki pemahaman dan keterampilan dalam merancang produk digital yang bernilai ekonomi. Keterbatasan pengetahuan mengenai konsep produk digital, proses perancangan, serta strategi pemasaran digital menjadi tantangan dalam mengembangkan usaha yang adaptif terhadap perkembangan era digital. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan peserta dalam membuat produk digital sebagai peluang usaha kreatif di era digital. Pelatihan dilaksanakan pada tanggal 18 April 2026 dengan melibatkan 18 orang calon wirausahawan muda bidang kecantikan sebagai peserta. Metode kegiatan dilakukan melalui ceramah, diskusi, tanya jawab, dan praktik langsung perancangan produk digital. Materi pelatihan mencakup konsep produk digital, jenis-jenis produk digital, tahapan pembuatan produk digital, penentuan ide produk, serta strategi pemasaran digital. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa 55,6% peserta berada pada kategori sangat memahami dan 33,3% memahami konsep produk digital. Selain itu, keterampilan peserta dalam merancang ide produk digital juga meningkat, dibuktikan dengan 44,4% peserta berada pada kategori sangat baik dan 38,9% pada kategori baik. Tingkat kepuasan peserta terhadap pelatihan tergolong tinggi, terutama pada aspek manfaat kegiatan dengan persentase sangat puas sebesar 77,8%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pelatihan mampu meningkatkan pemahaman, kreativitas, dan keterampilan peserta dalam mengembangkan usaha berbasis digital yang inovatif dan berdaya saing. Kata kunci: generasi Z; kreativitas; pelatihan; produk digital; wirausaha digital. AbstractThe development of digital technology has created significant opportunities for Generation Z to enhance creativity and establish digital-based businesses. However, many aspiring entrepreneurs, particularly in the beauty sector, still lack the understanding and skills needed to design digital products with economic value. Limited knowledge regarding digital product concepts, product design processes, and digital marketing strategies remains a major challenge in developing businesses that are adaptive to the digital era. This community service activity aimed to improve participants’ understanding and skills in creating digital products as creative business opportunities in the digital age. The training was conducted on April 18, 2026, involving 18 young aspiring beauty entrepreneurs as participants. The training methods included lectures, discussions, question-and-answer sessions, and hands-on practice in designing digital products. The training materials covered digital product concepts, types of digital products, stages of digital product creation, product idea development, and digital marketing strategies. The evaluation results showed that 55.6% of participants were categorized as having a very good understanding and 33.3% as having a good understanding of digital product concepts. In addition, participants’ skills in designing digital product ideas improved, as evidenced by 44.4% of participants being categorized as very good and 38.9% as good. Participant satisfaction with the training was also high, particularly regarding the benefits of the activity, with 77.8% expressing being very satisfied. These findings indicate that the training successfully enhanced participants’ understanding, creativity, and skills in developing innovative and competitive digital-based businesses. Keywords: creativity; digital entrepreneurship; digital products; generation Z; training.