cover
Contact Name
Zulkarnain
Contact Email
dzul9787@gmail.com
Phone
+6287832631987
Journal Mail Official
selaparang.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan No.1, Pagesangan, Kec. Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Bar. 83115
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan
ISSN : 26145251     EISSN : 2614526X     DOI : https://doi.org/10.31764/jpmb.v5i1.6393
SELAPARANG : Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan merupakan jurnal yang mendiseminasikan setiap pemikiran dan ide gagasan atas hasil penelitian dan pemanfaatan teknologi untuk diimplementasikan kepada masyarakat mencakup ; (1). Bidang ilmu pengetahuan ; MIPA (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi), Terapan, Sosial, Budaya, Ekonomi, dan Kesehatan, (2). Pelatihan dan peningkatan hasil pendidikan dan (3). Pengembangan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 3,077 Documents
Pembinaan perpajakan desa melalui model ekspos interaktif hasil pengawasan inspektorat Kabupaten Bangkalan Wiwik Sagita; Mohamad Djasuli
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 4 (2026): August (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i4.39907

Abstract

Abstrak      Ketidakpatuhan perpajakan dalam pengelolaan Dana Desa masih menjadi permasalahan yang kerap ditemukan, khususnya dalam pemotongan, penyetoran, dan pelaporan pajak. Kondisi ini mencerminkan rendahnya pemahaman perangkat desa terhadap regulasi perpajakan yang berlaku. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan kepatuhan perpajakan perangkat desa melalui pendekatan ekspos hasil pengawasan oleh Inspektorat Kabupaten Bangkalan. Sasaran kegiatan meliputi 3 (tiga) pemerintah desa di Kabupaten Bangkalan, yaitu Desa GLS-01, Desa KML-01, dan Desa KWY-01 yang disamarkan demi mematuhi etika keberahasiaan data pengawasan publik dan dipilih secara purposive sebagai wilayah pembinaan prioritas Irban II berdasarkan evaluasi LHE sebelumnya. Pelaksanaan dilakukan melalui dua tahapan, yaitu identifikasi permasalahan melalui pemeriksaan dokumen APBDes, SPJ, dan RAB, serta penyelenggaraan forum ekspos hasil pengawasan secara interaktif. Hasil kegiatan berdasarkan pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan rerata pemahaman peserta sebesar 42,5% (skor 45,0 menjadi 87,5) dengan tingkat kepuasan mencapai 92,0%. Secara perilaku, Desa GLS-01 dan Desa KML-01 telah menyelesaikan seluruh kewajiban perpajakan dan revisi SPJ secara tuntas (100%), sedangkan Desa KWY-01 dalam tahap monitoring berkelanjutan. Pendekatan ekspos hasil pengawasan terbukti efektif dalam meningkatkan akuntabilitas dan kepatuhan perpajakan pemerintah desa. Kata kunci: akuntabilitas; ekspos hasil pengawasan; inspektorat; pembinaan; perpajakan desa. Abstract      Tax non-compliance in the management of Village Funds remains a common issue, particularly regarding tax withholding, payment, and reporting. This situation reflects the village officials’ limited understanding of applicable tax regulations. This activity aims to improve the understanding and tax compliance of village officials through an approach that presents the results of oversight by the Bangkalan Regency Inspectorate. The activity targeted 3 (three) village governments in Bangkalan Regency, namely Village GLS-01, Village KML-01, and Village KWY-01, anonymized to comply with audit data confidentiality ethics and selected purposively as priority guidance areas under Irban II based on previous evaluation reports. The implementation was carried out in two stages: identifying issues through the examination of APBDes documents, SPJs, and RABs, and conducting an interactive forum to present the results of the oversight. Based on pre-test and post-test measurements, results showed a 42.5% increase in average participant understanding (score 45.0 to 87.5) with a satisfaction rate of 92.0%. Behaviorally, Village GLS-01 and Village KML-01 fully settled all tax obligations and revised SPJ documents (100%), while Village KWY-01 entered an ongoing monitoring phase. The approach of presenting audit findings proved effective in enhancing the accountability and tax compliance of village governments. Keywords: accountability; disclosure of audit findings; inspectorate; guidance; village taxation.
Optimalisasi pengelolaan sampah melalui penggunaan biopori di sekolah Thailand Andi Suseno; Rahmat Saleh; Gea Dwi Asmara; Wardiyanta Wardiyanta; Andreas Vernando
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 4 (2026): August (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i4.40138

Abstract

AbstrakLaporan World Bank mencatat bahwa sampah di laut sudah memasuki krisis karena sampah plastik di lautan dunia sudah mencapai 150 juta ton, bahkan laporan tersebut mencatat bahwa di tahun 2050, sampah plastik akan lebih banyak atau lebih berat di lautan daripada ikan.. Salah satu negara yang berkontribusi besar terhadap permasalah ini yakni Thailand. Negara tersebut sudah melakukan beberapa intervensi untuk mengaleviasi masalah ini. Institusi pendidikan juga memiliki kewajiban moral untuk mengabil peran dalam mengantisipasi konsekuensi yang tidak diharapkan dari krisis lingkungan ini. Sekolah dapat meningkatkan kesadaran terhadap dan mengarahkan perilaku yang bertanggung jawab terhadap lingkungan. Oleh karena itu, pengabdian ini berfokus pada peningkatan pengetahuan dan keterampilan untuk sekolah di Thailand. Metode pengabdian dilakukan dengan cara survei, diskusi dan demostrasi penggunaan biopori untuk mengelola sampah rumah tangga. Workshop untuk mendiskusikan kesiapan dan kebutuhan mitra terlaksana pada tanggal 13 Februari 2026 dengan melalui pertemuan daring dengan total peserta 6 orang. Pelatihan dan pendampingan di sekolah Thailand terlaksana pada tanggal 19-20 Mei 2026. Pelatihan ini melibatkan 13 orang peserta yang terdiri atas kepala sekolah, guru dan perwakilan yayasan sekolah. Beberapa peserta menyampaikan bahwa pengetahuan dan keterampilan mereka meningkat. Mereka juga berniat untuk mengaplikasikan penggunaan biopori untuk mengelola sampah rumah tangga. Kata kunci: biopori; pengelolaan sampah; sekolah; Thailand  Abstract The World Bank report notes that marine waste has entered a crisis because plastic waste in the world's oceans has reached 150 million tons. The report even noted that by 2050, plastic waste will be more abundant or heavier in the ocean than fish. One of the countries that contributes significantly to this problem is Thailand. The country has implemented several interventions to align this problem. Educational institutions also have a moral obligation to take a role in anticipating the unintended consequences of this environmental crisis. Schools can raise awareness of and direct environmentally responsible behavior. Therefore, this community service focuses on improving knowledge and skills for schools in Thailand. The community service method is carried out through surveys, discussions, and demonstrations of the use of biopores to manage household waste. A workshop to discuss the readiness and needs of partners was held on February 13, 2026, through an online meeting with a total of 6 participants. Training and mentoring in Thai schools was held on May 19-20, 2026. This training involved 13 participants consisting of school principals, teachers, and representatives of school foundations. Several participants said that their knowledge and skills had increased. They also intend to apply the use of biopores to manage household waste. Keywords: biopores; waste management; schools; Thailand.
Pelatihan pembibitan pohon sebagai impelementasi program green campus di UPA laboratorium terpadu Universitas Sulawesi Barat Muhammad Nur; Dian Lestari; Adiara Firdhita AN; Tenriware Tenriware; Husniah Husniah
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 4 (2026): August (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i4.40474

Abstract

AbstrakProgram Green Campus merupakan salah satu upaya strategis perguruan tinggi dalam mendukung pelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan. UPA Laboratorium Terpadu Universitas Sulawesi Barat berperan aktif dalam implementasi program tersebut melalui kegiatan pelatihan pembibitan pohon yang bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan sivitas akademika dalam kegiatan penghijauan. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan pada tanggal 22 Agustus 2025 di Aula UPA Laboratorium Terpadu Universitas Sulawesi Barat, Kampus Padhang-Padhang, Kelurahan Tande Timur, Kabupaten Majene, Provinsi Sulawesi Barat. Peserta kegiatan terdiri atas petugas kebersihan, Pranata Laboratorium Pendidikan (PLP), staf UPA Laboratorium Terpadu, mahasiswa, dan koordinator laboratorium. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif yang meliputi tahap persiapan, penyampaian materi, praktik pembibitan pohon, dan evaluasi kegiatan. Materi yang diberikan mencakup konsep Green Campus, teknik pembibitan pohon, pengelolaan sampah, penerapan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle), serta pentingnya penghijauan kampus. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai konservasi lingkungan dan teknik pembibitan pohon yang baik. Melalui praktik langsung, peserta mampu melakukan persiapan media tanam, penyemaian benih, pemeliharaan bibit, hingga penanaman berbagai jenis tanaman penghijauan di lingkungan kampus. Kegiatan ini juga menghasilkan bibit pohon yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung program penghijauan berkelanjutan. Pelatihan pembibitan pohon terbukti menjadi sarana edukasi lingkungan yang efektif dalam meningkatkan partisipasi sivitas akademika serta memperkuat implementasi Program Green Campus. Kegiatan ini diharapkan dapat mendukung terciptanya lingkungan kampus yang hijau, sehat, dan berkelanjutan serta menjadi model pengelolaan lingkungan yang dapat diterapkan secara berkelanjutan di Universitas Sulawesi Barat. Kata kunci: green campus; pembibitan pohon; penghijauan kampus; konservasi lingkungan; universitas. AbstrakThe Green Campus program is a strategic initiative implemented by higher education institutions to support environmental conservation and sustainable development. The Integrated Laboratory Unit (UPA Laboratorium Terpadu) of Universitas Sulawesi Barat actively contributes to this program through a tree nursery training activity aimed at improving the knowledge and skills of academic communities and local residents in environmental greening efforts. This community service activity was conducted on August 22, 2025, at the Hall of the Integrated Laboratory Unit, Universitas Sulawesi Barat, Padhang-Padhang Campus, Tande Timur Village, Majene Regency, West Sulawesi Province. Participants included cleaning staff, Laboratory Education Personnel, staff, students, and laboratory coordinators. The program employed a participatory approach consisting of preparation, training sessions, practical tree nursery activities, and evaluation. The training materials covered Green Campus concepts, tree nursery techniques, waste management, the implementation of the 3R principles (Reduce, Reuse, Recycle), and the importance of campus greening. The results indicated an improvement in participants’ understanding of environmental conservation and proper tree nursery techniques. Through hands-on practice, participants gained practical skills in preparing planting media, seed sowing, seedling maintenance, and planting various tree species within the university environment. The activity also produced tree seedlings that can be utilized to support sustainable campus greening programs. The training proved to be an effective environmental education tool for enhancing participant engagement and strengthening the implementation of the Green Campus program. This initiative is expected to contribute to the development of a greener, healthier, and more sustainable campus environment while serving as a model for long-term environmental management at Universitas Sulawesi Barat. Keywords:  green campus; tree nursery training; campus greening; environmental conservation; universitas sulawesi barat.
Penguatan daya saing UMKM melalui inovasi olahan ikan bandeng berbasis telur asin di Desa Wisata Kampung Sukadiri Fritz Fredrik; Sukma Nuryadinata; Alex Dwi Santoso; Zulkarnaini Zulkarnaini; Suci Sandi Wachyuni; Abi Sapta Dinata; Marya Yenny
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 4 (2026): August (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i4.40670

Abstract

Abstrak Desa Wisata Kampung Sukadiri merupakan kawasan penyangga Cagar Budaya Banten Lama yang memiliki potensi pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berbasis pangan lokal, khususnya telur asin dan ikan bandeng. Namun, produk yang dihasilkan masih didominasi oleh olahan konvensional dengan variasi terbatas sehingga nilai tambah komoditas belum berkembang secara optimal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mendorong inovasi produk UMKM melalui pemanfaatan telur asin dalam pengolahan ikan bandeng. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif dan demonstratif yang meliputi identifikasi kebutuhan mitra, perancangan inovasi produk, serta demonstrasi proses pengolahan kepada pelaku UMKM. Kegiatan dilaksanakan selama satu hari dengan menghasilkan inovasi produk berupa olahan ikan bandeng berbasis telur asin. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa integrasi telur asin pada olahan ikan bandeng mampu menghasilkan variasi produk dengan karakter rasa yang lebih khas dan sesuai dengan pasar wisata, serta membuka peluang peningkatan nilai tambah komoditas lokal. Respons pelaku UMKM terhadap inovasi yang diperkenalkan menunjukkan penerimaan yang positif. Kegiatan ini memberikan kontribusi awal dalam penguatan daya saing UMKM serta berpotensi menjadi model pengembangan produk pangan lokal dalam mendukung pengembangan desa wisata berbasis heritage. Kata kunci: UMKM; inovasi produk; telur asin; ikan bandeng; desa wisata. Abstract Sukadiri Tourism Village is a buffer area of the Banten Lama Cultural Heritage site that holds significant potential for the development of micro, small, and medium enterprises (MSMEs) based on local food commodities, particularly salted eggs and milkfish (ikan bandeng). However, the products currently produced are still largely dominated by conventional processing methods with limited variation, resulting in the suboptimal development of added value for these commodities. This community service program aims to encourage MSME product innovation through the utilization of salted eggs in the processing of milkfish (ikan bandeng). The method employed a participatory and demonstrative approach, which included identifying partner needs, designing product innovations, and conducting product processing demonstrations to MSME actors. The activity was conducted over the course of one day and resulted in a product innovation in the form of salted egg–based milkfish (ikan bandeng) processing. The results indicate that integrating salted eggs into milkfish (ikan bandeng) products can create greater product variation with a distinctive flavor profile that aligns with the preferences of the tourism market, while also opening opportunities to enhance the added value of local commodities. The responses from MSME actors toward the introduced innovation were positive. This activity provides an initial contribution to strengthening MSME competitiveness and has the potential to serve as a model for local food product development in supporting heritage-based tourism village development. Keywords: MSMEs; product innovation; salted egg; milkfish; tourism village.
Penguatan literasi hukum perlindungan anak melalui edukasi dispensasi kawin di Pulau Pari Abd Aziz Tambunan; Abdul Rahman Hamid; Sanusi Sanusi
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 4 (2026): August (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i4.41248

Abstract

Abstrak Perkawinan anak dapat membatasi pemenuhan hak anak atas pendidikan, kesehatan, tumbuh kembang, dan perlindungan dalam pengambilan keputusan keluarga. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memberikan edukasi hukum mengenai perlindungan anak dan dispensasi kawin kepada Kelompok Nelayan Perempuan Pulau Pari serta mendeskripsikan pelaksanaan, penggunaan media, dan respons peserta. Kegiatan dilaksanakan di Pulau Pari pada 10-12 Juni 2026, dengan kegiatan utama pada 11 Juni 2026. Sebanyak 31 peserta masyarakat mengikuti ceramah interaktif, dialog, pembahasan kasus hipotetik, tanya jawab, serta penggunaan bahan presentasi dan leaflet. Evaluasi kepuasan diikuti 30 responden dan dianalisis menggunakan frekuensi, persentase, dan rata-rata. Dari 240 kemungkinan jawaban diperoleh 239 jawaban valid. Sebanyak 60,7% jawaban termasuk sangat puas, 29,7% puas, dan 9,6% cukup puas. Gabungan kategori puas dan sangat puas mencapai 90,4%, dengan rata-rata 4,51 dari skala 5. Hasil tersebut menunjukkan penerimaan positif terhadap tema, materi, metode, penyajian, dan interaksi selama kegiatan. Media edukasi diterima oleh mitra untuk digunakan kembali dalam kegiatan kelompok dan komunikasi keluarga. Evaluasi ini menggambarkan kepuasan peserta dan belum mengukur perubahan pengetahuan atau perilaku. Kata kunci: dispensasi kawin; literasi hukum; perkawinan anak; perempuan pesisir; perlindungan anak. AbstractChild marriage can limit the fulfillment of children's rights to education, health, growth and development, and protection in family decision-making. This community service activity aimed to provide legal education on child protection and marriage dispensation to the Women Fishers Group of Pulau Pari, as well as to describe the implementation, media used, and participant responses. The activity was carried out on Pulau Pari from June 10-12, 2026, with the main activity on June 11, 2026. A total of 31 community participants took part in interactive lectures, dialogue, discussion of hypothetical cases, question-and-answer sessions, and the use of presentation materials and leaflets. The satisfaction evaluation was completed by 30 respondents and analyzed using frequency, percentage, and mean scores. Out of 240 possible responses, 239 valid responses were obtained. A total of 60.7% of responses were categorized as very satisfied, 29.7% as satisfied, and 9.6% as fairly satisfied. The combined categories of satisfied and very satisfied reached 90.4%, with an average score of 4.51 out of a scale of 5. These results indicate a positive reception of the theme, material, method, delivery, and interaction during the activity. The educational media were accepted by the partner for reuse in group activities and family communication. This evaluation describes participant satisfaction and does not yet measure changes in knowledge or behavior. Keywords: marriage dispensation; legal literacy; child marriage; coastal women; child protection.
Penguatan identitas merek dan desain kemasan produk dodol siwalan sebagai strategi rebranding pada kelompok PKK B2SA Desa Ngujuran, Kabupaten Tuban Nur Rohmahnia; Rohmat Darwanto; Nuriah Yuliati
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 4 (2026): August (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i4.40061

Abstract

Abstrak Produk pangan lokal berbasis sumber daya alam pedesaan memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi komoditas unggulan daerah apabila didukung oleh strategi pemasaran yang tepat, salah satunya melalui penguatan identitas merek dan desain kemasan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk merancang identitas merek dan desain kemasan baru produk dodol siwalan milik Kelompok PKK B2SA Desa Ngujuran, Kecamatan Bancar, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, sebagai bagian dari program Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Bina Desa. Mitra sasaran adalah Kelompok PKK B2SA yang berjumlah 26 orang. Metode pelaksanaan meliputi observasi lapangan, sosialisasi konsep branding dan kemasan, perancangan identitas merek secara partisipatif, serta evaluasi pemahaman peserta. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa tiga permasalahan utama mitra berhasil ditangani, yaitu ketiadaan nama merek, belum adanya tagline, dan kurangnya inovasi produk. Solusi yang dihasilkan berupa nama merek “DOLLAN JURAN”, tagline “Manisnya Alami, Legitnya Asli”, serta desain kemasan baru yang memuat informasi produk secara lengkap dan mencerminkan kearifan lokal. Inovasi kemasan juga memberikan dampak ekonomi berupa peningkatan nilai jual produk dari Rp7.500 menjadi Rp10.000 per kemasan. Kegiatan ini membuktikan bahwa rebranding yang komprehensif dan partisipatif dapat meningkatkan kapasitas UMKM lokal sekaligus memperkuat daya saing produk di pasar. Kata kunci: branding; desain kemasan; dodol siwalan; rebranding UMKM local. AbstractLocal food products based on rural natural resources have great potential to be developed into regional flagship commodities if supported by the right marketing strategies, one of which is through strengthening brand identity and packaging design. This community service activity aims to design a new brand identity and packaging for the siwalan dodol produced by the PKK B2SA Group in Ngujuran Village, Bancar Subdistrict, Tuban Regency, East Java, as part of the Bina Desa Thematic Field Work Program (KKNT). The target partners are the 26 members of the PKK B2SA Group. Implementation methods included field observations, socialization of branding and packaging concepts, participatory brand identity design, and evaluation of participants’ understanding. The results of the activity showed that the partner’s three main issues were successfully addressed: the lack of a brand name, the absence of a tagline, and insufficient product differentiation. The resulting solutions include the brand name “DOLLAN JURAN,” the tagline “Naturally Sweet, Authentically Delicious,” and a new packaging design that provides complete product information and reflects local wisdom. The packaging innovation also generated an economic impact by increasing the product’s selling price from Rp7,500 to Rp10,000 per package. This initiative demonstrates that comprehensive and participatory rebranding can enhance the capacity of local SMEs while strengthening the competitiveness of their products in the market. Keywords: branding; packaging design; siwalan dodol; rebranding local SMEs
Green entrepreneurship berbasis masyarakat: transformasi manajemen pilah sampah rumah tangga sebagai sumber pendapatan tambahan Sri Wartini; Widya Prananta; Bogy Febriyatmoko; Dhanesworo Arsojotegto Yuwonoputro; Hendrajaya Hendrajaya
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 4 (2026): August (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i4.41297

Abstract

Abstrak Program pengabdian masyarakat ini bertujuan mengimplementasikan manajemen pilah sampah rumah tangga sebagai wujud green entrepreneurship yang dapat menjadi sumber penghasilan tambahan bagi ibu-ibu rumah tangga. Kegiatan dilaksanakan pada kelompok Dasawisma RW 4 Sekargading Barat, Desa Delikrejosari, Kelurahan Kalisegoro, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang. Metode yang digunakan meliputi literasi, edukasi, dan praktik langsung dengan menerapkan fungsi manajemen (perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, serta pengawasan dan evaluasi). Masyarakat diajarkan memilah sampah organik, anorganik, dan residu, serta mengelola sampah bernilai ekonomi seperti plastik, kardus, dan minyak jelantah. Hasil kegiatan menunjukkan pemahaman dan kesadaran yang lebih baik (berdasarkan observasi) masyarakat dalam memilah sampah sejak dari sumber. Sampah anorganik yang sebelumnya dibuang kini menjadi sumber pendapatan tambahan melalui penjualan ke pengepul. Selain manfaat ekonomi, program ini juga menghasilkan manfaat sosial berupa meningkatnya partisipasi masyarakat, penguatan gotong royong, dan kepedulian terhadap lingkungan. Program ini membuktikan bahwa manajemen pilah sampah berbasis Dasawisma mampu membangun semangat green entrepreneurship, memberdayakan perempuan, serta mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), SDG 11 (Kota dan Pemukiman Berkelanjutan), serta SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab). Kata kunci: green entrepreneurship; manajemen pilah sampah; pemberdayaan ibu rumah tangga; SDGs Abstract      This community service program aims to implement household waste sorting management as a form of green entrepreneurship that can serve as an additional source of income for housewives. The activity was conducted in the Dasawisma group of RW 4 Sekargading Barat, Delikrejosari Village, Kalisegoro Subdistrict, Gunungpati District, Semarang City. The methods employed included literacy, education, and direct practical training by applying the management functions of planning, organizing, actuating, and controlling. Participants were taught to sort waste into organic, inorganic, and residual categories, as well as to manage economically valuable waste such as plastics, cardboard, and used cooking oil. The results showed improved community understanding and awareness (based on observation and reflection) regarding waste sorting at the source. Inorganic waste, previously discarded, has now become an additional source of income through regular sales to collectors. In addition to economic benefits, the program also generated social benefits, including increased community participation, strengthened social solidarity (gotong royong), and greater environmental awareness. This program demonstrates that Dasawisma-based household waste sorting management can foster a green entrepreneurship mindset, empower women, and contribute to the achievement of the Sustainable Development Goals (SDGs), particularly SDG 8 (Decent Work and Economic Growth), SDG 11 (Sustainable Cities and Communities), and SDG 12 (Responsible Consumption and Production). Keywords: green entrepreneurship; household waste sorting management; women’s empowerment; Dasawisma; SDGs
Pelatihan public speaking bagi siswa pada kegiatan Latihan Kepemimpinan Dasar (LDK) Madrasah Aliyah Negeri 1 Sintang Galih Dwiki Ramanda; Melda Opsiniar; Zilly Puella Audacya
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 4 (2026): August (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i4.41503

Abstract

AbstrakPelatihan public speaking menjadi penting dalam mendukung pengembangan keterampilan komunikasi dan kepemimpinan siswa, khususnya dalam lingkungan organisasi sekolah. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan untuk mengembangkan kemampuan berbicara di depan umum, rasa percaya diri, serta komunikasi efektif siswa Madrasah Aliyah Negeri 1 Kabupaten Sintang. Metode pelaksanaan meliputi pemberian materi dasar public speaking, pelatihan teknik vokal, intonasi, gestur, strategi mengatasi rasa gugup, serta teknik storytelling yang dikombinasikan dengan praktik langsung melalui pidato dan kultum. Kegiatan dilaksanakan selama satu hari dengan melibatkan 90 peserta dari organisasi OSIM dan MPK. Hasil observasi selama kegiatan menunjukkan adanya perkembangan positif pada keterampilan peserta dalam menyampaikan ide secara terstruktur, tampil lebih percaya diri, dan berkomunikasi di depan audiens. Antusiasme dan keterlibatan aktif peserta selama kegiatan serta kemampuan peserta dalam mengikuti sesi praktik menjadi indikator ketercapaian kegiatan. Dengan demikian, pelatihan public speaking memberikan pengalaman belajar yang mendukung perkembangan soft skills siswa, khususnya dalam aspek komunikasi dan kepemimpinan. Kegiatan ini diharapkan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan guna mendukung pengembangan potensi siswa secara lebih luas. Kata kunci: kepercayaan diri; komunikasi; kepemimpinan; pelatihan LDK; public speaking. AbstractPublic speaking training plays an important role in supporting the development of students communication and leadership skills, particularly within school organizations. This community service activity aimed to develop students’ public speaking abilities, self-confidence, and effective communication skills at Madrasah Aliyah Negeri 1 Sintang Regency. The implementation methods included the delivery of basic public speaking materials, training in vocal techniques, intonation, gestures, strategies for overcoming nervousness, and storytelling techniques, combined with direct practice through speeches and short religious talks (kultum). The activity was conducted in one day and involved 90 participants from the OSIM and MPK student organizations. Observations during the activity indicated positive development in the participants’ skills in presenting ideas in a structured manner, speaking more confidently, and communicating in front of an audience. The participants enthusiasm and active engagement throughout the activity, along with their ability to participate in the practical sessions, served as indicators of the achievement of the activity objectives. Thus, the public speaking training provided a learning experience that supported the development of students soft skills, particularly in communication and leadership. This activity is expected to be conducted on an ongoing basis to further support the broader development of students potential. Keywords: confidence; leadership; LDK training; public speaking.
Pemberdayaan kader kesehatan melalui pelatihan pembuatan lulur herbal berbasis daun pegagan dan daun kelor untuk perawatan kulit lansia Devanus Lahardo; Fransisca Elsia One Irawan; Yafet Pradikatama Prihanto
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 4 (2026): August (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i4.40425

Abstract

AbstrakLatar Belakang: Kelurahan Kasin, Kota Malang memiliki 31 kader kesehatan di RW 04 yang menghadapi permasalahan tingginya kejadian kulit kering (xerosis) pada lansia, namun belum memiliki keterampilan teknis mengolah tanaman herbal lokal. Tujuan: Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan kader mengenai kesehatan kulit geriatri serta memberikan keterampilan teknis pembuatan lulur herbal pegagan (Centella asiatica) dan kelor (Moringa oleifera) yang terstandardisasi, stabil, dan higienis. Metode: Metode pemberdayaan dilakukan secara partisipatif berbasis edukasi interaktif (ceramah dan diskusi), demonstrasi formulasi, serta redemonstrasi (praktik langsung secara berkelompok) yang dilaksanakan pada 18–20 Mei 2026 di STIKes Panti Waluya Malang dengan melibatkan 31 kader. Evaluasi keberhasilan menggunakan tes kognitif (pre-test dan post-test) serta lembar observasi keterampilan psikomotorik. Hasil: Terjadi peningkatan pengetahuan kader secara signifikan dari rata-rata pre-test 56,00 menjadi post-test 82,50 (peningkatan sebesar 23,27%). Pada aspek psikomotorik, rata-rata nilai redemonstrasi mencapai skor 100,00 (kategori Sangat Baik). Implikasi: Program ini menumbuhkan kemandirian kader kesehatan dalam memproduksi sediaan perawatan kulit lansia berbasis bahan alam lokal serta dapat diaplikasikan secara berkelanjutan di Posyandu Lansia. Kata Kunci : kader kesehatan; lulur herbal; pegagan; kelor; kulit lansia. AbstractBackground: Kasin Village, Malang City, has 31 health cadres in RW 04 facing problems with the high incidence of dry skin (xerosis) in the elderly, yet lacking technical skills to process local herbal plants. Objective: This Community Service (PkM) program aimed to enhance cadres' knowledge regarding geriatric skin health and provide technical skills in producing standardized, stable, and hygienic body scrubs from gotu kola (Centella asiatica) and moringa (Moringa oleifera) leaves. Methods: The participatory empowerment method included interactive education (lectures and discussions), formulation demonstration, and redemonstration (hands-on group practice) conducted on May 18–20, 2026, at STIKes Panti Waluya Malang involving 31 cadres. Evaluation was conducted using cognitive pre- and post-tests as well as psychomotor skill observation sheets. Results: Knowledge increased significantly, with average pre-test scores rising from 56.00 to 82.50 in the post-test (a 23.27% increase). In psychomotor skills, the average redemonstration score reached 100.00 (Very Good category). Implication: This program fosters health cadres' independence in producing local natural-based skin care formulations that can be sustainably applied in elderly health posts (Posyandu Lansia). Keywords: health cadres; herbal body scrub; gotu kola; moringa; elderly skin.
Diversifikasi limbah lidi sawit menjadi produk ekonomi kreatif berbasis green economy pada kelompok rentan di Desa Kuapan Rahmat Junaidi; Bunga Chintia Utami; Pebriandi Pebriandi; Valerie Birgita Situmorang; Rifaldo Permana Putra
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 4 (2026): August (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i4.41298

Abstract

Abstrak Limbah pelepah dan lidi kelapa sawit di Desa Kuapan, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Riau, selama ini belum dimanfaatkan secara optimal sehingga nilai ekonominya masih rendah. Mitra sasaran, Kelompok Usaha Bersama (KUB) Sentra Kreatif yang beranggotakan 18 orang, sebelumnya hanya mampu memproduksi sapu lidi dengan proses penyerutan manual menggunakan cutter, sehingga produktivitas masih terbatas dan sebagian anggota belum memiliki penghasilan tetap. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan keterampilan anggota KUB Sentra Kreatif dalam mendiversifikasi limbah lidi sawit menjadi produk ekonomi kreatif berupa piring, keranjang, dan tas, sekaligus menerapkan teknologi tepat guna untuk mendukung prinsip green economy. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan pelatihan dan pendampingan partisipatif melalui tahap persiapan (survei rantai pasok bahan baku dari tiga kebun sumber lidi sawit), pelaksanaan (empat sesi pelatihan produksi meliputi pembuatan piring dan keranjang, penerapan mesin penyerut lidi, serta pelatihan mesin jahit), dan monitoring serta evaluasi menggunakan instrumen pretest-posttest terhadap 15 peserta aktif selama kurang lebih satu bulan pendampingan lapangan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan keterampilan peserta pada seluruh indikator praktik, ditunjukkan melalui peningkatan skor rata-rata rubrik penilaian keterampilan menjahit dari 1,60 (kategori kurang) menjadi 4,36 (kategori baik) pada skala 1-5 . Selain itu, penerapan mesin penyerut lidi sawit mampu meningkatkan kapasitas produksi dari rata-rata 50 kg/bulan secara manual menjadi 100 kg/bulan, atau mengalami peningkatan sebesar ±50 kg/bulan (100%) sehingga kapasitas produksi menjadi 2 kali lipat. Kegiatan ini berkontribusi terhadap penguatan kapasitas ekonomi kelompok rentan di pedesaan sekaligus mendukung pemanfaatan limbah pertanian secara berkelanjutan berbasis ekonomi hijau. Kata kunci: limbah lidi sawit; ekonomi kreatif; ekonomi hijau; pemberdayaan masyarakat; teknologi tepat guna Abstract Oil palm frond and midrib (lidi) waste in Kuapan Village, Tambang District, Kampar Regency, Riau, has not been optimally utilized, resulting in low economic value. The partner group, KUB Sentra Kreatif, consisting of 18 members, previously produced only traditional brooms through manual stripping using a cutter, which limited productivity, and some members did not have fixed income. This community service program aims to improve the skills of KUB Sentra Kreatif members in diversifying palm midrib waste into creative economy products, including plates, baskets, and bags, while implementing appropriate technology to support green economy principles. The implementation method applied participatory training and mentoring through preparation (a raw material supply chain survey involving three palm midrib source gardens), implementation (four production training sessions covering plate and basket production, application of a midrib-stripping machine, and sewing machine training), as well as monitoring and evaluation using pretest-posttest instruments involving 15 active participants during approximately one month of field mentoring. The results showed improvements in participants’ practical skills, indicated by an increase in the mean sewing-skill rubric score from 1.60 (poor category) to 4.36 (good category) on a 1-5 scale  . Furthermore, the implementation of the midrib-stripping machine increased production capacity from an average of 50 kg/month using manual methods to 100 kg/month, representing an increase of approximately 50 kg/month (100%) or a two-fold increase in production capacity. This program contributes to strengthening the economic capacity of vulnerable rural groups while supporting sustainable agricultural waste utilization based on green economy principles. Keywords: oil palm midrib waste; creative economy; green economy; community empowerment; appropriate technology