cover
Contact Name
Zulkarnain
Contact Email
dzul9787@gmail.com
Phone
+6287832631987
Journal Mail Official
selaparang.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan No.1, Pagesangan, Kec. Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Bar. 83115
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan
ISSN : 26145251     EISSN : 2614526X     DOI : https://doi.org/10.31764/jpmb.v5i1.6393
SELAPARANG : Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan merupakan jurnal yang mendiseminasikan setiap pemikiran dan ide gagasan atas hasil penelitian dan pemanfaatan teknologi untuk diimplementasikan kepada masyarakat mencakup ; (1). Bidang ilmu pengetahuan ; MIPA (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi), Terapan, Sosial, Budaya, Ekonomi, dan Kesehatan, (2). Pelatihan dan peningkatan hasil pendidikan dan (3). Pengembangan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 3,077 Documents
Sosialisasi teknik budidaya sayuran dengan hidroponik (sistem rakit apung) bersama SMKN 1 Dabo Singkep Muhammad Nazarul Yanis; Andereas Siagian; Surtan Hasibuan; Deby Anzely; Yasama Giawa
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 4 (2026): August (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i4.40576

Abstract

AbstrakKeterbatasan lahan budidaya dan rendahnya minat generasi muda terhadap pertanian menuntut adanya pengenalan teknologi budidaya yang sederhana, aplikatif, dan sesuai dengan lingkungan sekolah. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan minat siswa dalam menerapkan budidaya sayuran hidroponik sistem rakit apung. Mitra sasaran adalah SMKN 1 Dabo Singkep, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, dengan peserta 56 siswa kelas XII dari jurusan LP, DKV, TKJ, dan TSM, yang didampingi guru serta dosen Program Studi Agribisnis. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi materi melalui presentasi, pemberian modul, diskusi dan tanya jawab, praktik lapangan pembuatan instalasi hidroponik, penanaman kangkung, selada, dan sawi, serta evaluasi dan pendampingan melalui kuesioner dan pemantauan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta aktif mengikuti presentasi, diskusi, dan praktik secara berkelompok. Secara kuantitatif, 80% peserta memahami materi, 75% tertarik terhadap materi, 70% mampu mengaplikasikan materi, 73% berminat menerapkannya di lapangan, dan 70% menguasai penerapan budidaya hidroponik sistem rakit apung. Kegiatan ini berhasil memberikan pengalaman belajar berbasis praktik, memperkenalkan pemanfaatan lahan secara produktif, serta mendorong penguatan keterampilan pertanian modern yang ramah lingkungan di lingkungan sekolah. Kata kunci : sosialisasi; budidaya; hidroponik; sayuran; rakit apung. AbstractLimited cultivation land and the low interest of younger generations in agriculture require the introduction of simple, applicable, and school-based cultivation technologies. This community service activity aimed to improve students’ knowledge, skills, and interest in applying floating raft hydroponic vegetable cultivation. The target partner was SMKN 1 Dabo Singkep, Lingga Regency, Riau Islands Province, involving 56 twelfth-grade students from Banking Institution, Visual Communication Design, Computer and Network Engineering, and Motorcycle Engineering programs, accompanied by teachers and lecturers from the Agribusiness Study Program. The implementation method consisted of material socialization through presentations, module distribution, discussion and question-and-answer sessions, field practice in preparing hydroponic installations, planting water spinach, lettuce, and mustard greens, and evaluation and mentoring through questionnaires and monitoring. The results showed that students actively participated in presentations, discussions, and group-based field practice. Quantitatively, 80% of participants understood the material, 75% were interested in the topic, 70% were able to apply the material, 73% were interested in implementing it in the field, and 70% mastered the application of floating raft hydroponic cultivation. This activity provided practical learning experience, introduced productive land use, and encouraged the development of environmentally friendly modern agricultural skills in the school environment. Keywords: socialization; cultivation; hydroponics; vegetables; floating rafts.
Pemberdayaan lansia melalui implementasi program active aging di Rw 04 Kelurahan Kasin Kecamatan Klojen Kota Malang Ifa Pannya Sakti; Febrina Secsaria Handini
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 4 (2026): August (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i4.40428

Abstract

AbstrakPertumbuhan jumlah penduduk lanjut usia menuntut adanya penguatan strategi promotif untuk mendukung penerapan active aging dalam rangka meningkatkan kualitas hidup, kemandirian, serta keterlibatan sosial lansia. Salah satu pendekatan yang dinilai efektif adalah edukasi yang dipadukan dengan simulasi berbasis komunitas guna meningkatkan literasi kesehatan. Kegiatan ini bertujuan untuk memperbaiki tingkat pengetahuan dan keterampilan lansia dalam mengimplementasikan prinsip active aging melalui proses pembelajaran dan praktik langsung. Pendekatan pemberdayaan dilakukan secara partisipatif melalui diskusi kelompok, dialog dua arah, focus group discussion (FGD), demonstrasi, serta penyampaian materi secara sistematis untuk mendorong partisipasi aktif peserta. Evaluasi kegiatan menggunakan desain pre-test dan post-test pada 20 orang lansia. Intervensi mencakup materi tentang aktivitas fisik, stimulasi kognitif, interaksi sosial, serta dukungan psikologis, yang kemudian dilanjutkan dengan simulasi penerapan dalam kehidupan sehari-hari. Data dianalisis secara deskriptif. Hasil menunjukkan adanya peningkatan tingkat pengetahuan setelah intervensi, dengan rata-rata skor meningkat sebesar 24,77%, yang mengindikasikan adanya perbaikan yang bermakna. Implikasi dari kegiatan ini adalah menunjukkan bahwa pendekatan edukatif yang dipadukan dengan praktik langsung mampu meningkatkan pemahaman lansia secara efektif. Selain itu, penggunaan metode partisipatif membuat proses pembelajaran lebih interaktif, mudah dipahami, dan relevan dengan kebutuhan peserta. Integrasi antara edukasi dan praktik juga berpotensi mendorong perubahan perilaku kesehatan secara nyata. Oleh karena itu, program ini direkomendasikan untuk diterapkan secara lebih luas sebagai upaya promotif dan preventif di tingkat komunitas dalam mendukung lansia yang sehat, mandiri, dan produktif. Kata kunci: active aging; edukasi kesehatan; lansia; simulasi Abstract The growing elderly population demands strengthening promotive strategies to support the implementation of active aging to improve the quality of life, independence, and social engagement of the elderly. One approach considered effective is education combined with community-based simulations to improve health literacy. This activity aims to improve the level of knowledge and skills of the elderly in implementing active aging principles through a learning process and direct practice. The empowerment approach is carried out in a participatory manner through group discussions, two-way dialogues, focus group discussions (FGDs), demonstrations, and systematic delivery of materials to encourage active participant participation. The activity evaluation used a pre-test and post-test design on 20 elderly individuals. The intervention included materials on physical activity, cognitive stimulation, social interaction, and psychological support, followed by simulations of application in daily life. Data were analyzed descriptively. The results showed an increase in knowledge levels after the intervention, with an average score increasing by 24.77%, indicating significant improvement. The implication of this activity is that an educational approach combined with direct practice can effectively improve the understanding of the elderly. In addition, the use of participatory methods makes the learning process more interactive, easy to understand, and relevant to the needs of the participants. The integration of education and practice also has the potential to drive tangible changes in health behavior. Therefore, this program is recommended for wider implementation as a community-level promotive and preventive effort to support healthy, independent, and productive older adults. Keywords: active aging; elderly; health education; simulation.
Optimalisasi pemanfaatan kotoran kambing menjadi pupuk organik sebagai strategi diversifikasi usaha Kelompok Sumber Lungun Farm di Desa Bunder, Banyuwangi Salvian Setyo Prayitno; Maghfirotul Amaniyah; Moh Hasbi Ash Shidiqi; Wahyu Indra Pratama; Khudaifah Al Firdaus
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 4 (2026): August (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i4.40642

Abstract

AbstrakDesa Bunder, Kecamatan Kabat, Banyuwangi, dikenal sebagai desa agraris dengan penduduk yang umumnya bekerja sebagai buruh tani, peternak, maupun wirausahawan. Wilayah ini telah berdiri Kelompok Sumber Lungun Farm, dipimpin Bapak Santoso sejak 2024, beranggotakan 15 orang dengan usaha budidaya 150 ekor kambing, sebagian besar anggotanya juga berprofesi sebagai petani. Program pengabdian masyarakat bersama kelompok ini menemukan dua masalah utama: limbah kotoran kambing yang belum dimanfaatkan sehingga mencemari lingkungan, serta ketergantungan petani pada pupuk kimia akibat kurangnya edukasi tentang pupuk alternatif. Solusi yang ditawarkan meliputi penyuluhan pengolahan limbah kambing dengan metode fermentasi, edukasi manfaat pupuk organik, serta pelatihan praktik menggunakan mesin penghalus kotoran untuk menghasilkan pupuk bernilai jual dan penerapannya di lahan pertanian. Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan pemahaman dan keterampilan anggota dalam mengolah serta memanfaatkan pupuk organik, membuka peluang diversifikasi usaha melalui produksi dan pemasaran pupuk, serta membangun sistem pertanian dan peternakan yang terintegrasi, berkelanjutan, dan produktif. Program ini dilaksanakan melalui tiga tahap: koordinasi, pelaksanaan, dan evaluasi kegiatan. Hasil kuisioner menunjukkan peningkatan pengetahuan (4,7), kemampuan praktik mandiri (4,6), serta manfaat pupuk organik bagi lahan pertanian dengan skor tertinggi (4,8). Aspek pengurangan limbah kambing memperoleh skor (4,5), diversifikasi usaha (4,6), dan keberlanjutan kegiatan (4,4). Kesimpulan kegiatan ini menegaskan efektivitas program dalam menambah wawasan, keterampilan, produktivitas, peluang usaha baru, serta kemandirian kelompok dalam mengelola limbah ternak menjadi produk bernilai tambah. Kata kunci: kotoran kambing; pertanian terintegrasi; pupuk organik. AbstractBunder Village, Kabat District, Banyuwangi, is an agrarian community where most residents work as farm laborers, livestock keepers, or small entrepreneurs. Within this area, the Sumber Lungun Farm group established in 2024 under the leadership of Mr. Santoso consists of 15 members managing 150 goats, many of whom are also farmers. This community service program identified two main issues: unmanaged goat waste that pollutes the environment, and farmers dependence on chemical fertilizers due to limited knowledge of organic alternatives. The program addressed these challenges through training on waste fermentation, education on the benefits of organic fertilizer, and hands on practice using a manure grinding machine to produce marketable fertilizer for agricultural use. The objectives were to enhance members knowledge and skills, create opportunities for business diversification, and promote an integrated, sustainable farming system. Implementation followed three stages: coordination, execution, and evaluation. Questionnaire results indicated significant improvements, with knowledge scoring 4.7, independent practice 4.6, and fertilizer benefits for farmland achieving the highest score of 4.8. Waste reduction scored 4.5, business diversification 4.6, and sustainability 4.4. Overall, the program proved effective in strengthening awareness, skills, productivity, and entrepreneurial opportunities, while fostering group independence in transforming livestock waste into value added products. Keywords: goat manure; integrated agriculture; organic fertilizer.
Edukasi dan Pelatihan Kader Posyandu Tentang Pemanfaatan Pangan Lokal Berupa Ikan Bandeng Sebagai Cemilan Untuk Anak Stunting di Desa Muaragembong Utami Putri Kinayungan; Dandi Sanjaya; Nur Fauzia Asmi; Deni Alamsah; Widya Lestari Nurpratama
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 4 (2026): August (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i4.41555

Abstract

Stunting merupakan salah satu permasalahan gizi yang masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat, termasuk di wilayah Kecamatan Muaragembong, Kabupaten Bekasi. Pemanfaatan pangan lokal sumber protein hewani, seperti ikan bandeng, dapat menjadi salah satu alternatif dalam mendukung upaya pencegahan stunting. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader Posyandu dalam pemanfaatan ikan bandeng sebagai pangan lokal yang dapat diolah menjadi cemilan bergizi untuk anak stunting. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 14 November 2025 di Kecamatan Muaragembong dan diikuti oleh sekitar 30 kader yang merupakan perwakilan kader Posyandu se-Kecamatan Muaragembong. Pelaksanaan kegiatan dilakukan dalam dua sesi. Sesi pertama berupa edukasi mengenai pencegahan kurang gizi sejak dini menggunakan metode ceramah dan tanya jawab dengan media leaflet. Sesi kedua berupa pelatihan pembuatan cemilan berbahan dasar ikan bandeng dalam bentuk pie dengan metode demonstrasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa kader memperoleh peningkatan pengetahuan mengenai pentingnya konsumsi protein hewani dan pemanfaatan ikan bandeng sebagai pangan lokal untuk mendukung pencegahan stunting. Selain itu, kader memperoleh keterampilan dalam mengolah ikan bandeng menjadi cemilan berupa pie dan biskuit yang dapat diterapkan di lingkungan keluarga maupun kegiatan Posyandu. Kegiatan edukasi dan pelatihan pemanfaatan pangan lokal berbasis ikan bandeng dapat menjadi salah satu upaya pemberdayaan kader Posyandu dalam mendukung pencegahan stunting di Kecamatan Muaragembong.
Optimalisasi kompetensi petugas rekam medis dalam forecasting kunjungan pasien rawat jalan menggunakan metode SARIMA Endang Krisnawati; Wisoedhanie Widi Anugrahanti
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 4 (2026): August (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i4.40418

Abstract

AbstrakKunjungan pasien rawat jalan merupakan salah satu indikator penting yang memengaruhi perencanaan pelayanan kesehatan. Klinik Jaya Kusuma Husada Kepanjen memiliki jumlah kunjungan pasien rawat jalan yang terus meningkat, namun pemanfaatan data kunjungan pasien masih terbatas pada kebutuhan pelaporan administratif. Selain itu, petugas rekam medis belum memiliki pemahaman yang memadai terkait forecasting kunjungan pasien berbasis data time series. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petugas rekam medis dalam melakukan forecasting kunjungan pasien rawat jalan menggunakan metode Seasonal Autoregressive Integrated Moving Average (SARIMA) dengan bantuan software Gretl. Kegiatan dilaksanakan melalui penyuluhan, pelatihan, praktik langsung, diskusi, dan pendampingan kepada tiga orang petugas rekam medis di Klinik Jaya Kusuma Husada Kepanjen. Evaluasi pengetahuan dilakukan menggunakan pre-test dan post-test, sedangkan keterampilan diukur menggunakan lembar observasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta yang ditunjukkan oleh kenaikan rata-rata nilai pre-test dari 4,67 menjadi 13,33 pada post-test dengan nilai rata-rata N-Gain sebesar 0,84 yang termasuk kategori tinggi. Hasil observasi keterampilan menunjukkan bahwa sebagian besar peserta mampu melakukan tahapan analisis time series dan penyusunan model SARIMA menggunakan software Gretl. Kegiatan ini berhasil meningkatkan kapasitas petugas rekam medis dalam memanfaatkan data kunjungan pasien sebagai dasar perencanaan pelayanan kesehatan yang lebih efektif dan berbasis data. Kata kunci: forecasting; kunjungan pasien; rekam medis; SARIMA; time series. AbstractHusada Clinic, Kepanjen, experiences increasing outpatient visits; however, patient visit data are primarily used for administrative reporting purposes. In addition, medical record officers have limited knowledge regarding time-series-based forecasting of patient visits. This community service program aimed to improve the knowledge and skills of medical record officers in forecasting outpatient visits using the Seasonal Autoregressive Integrated Moving Average (SARIMA) method with Gretl software. Activities included education, training, hands-on practice, discussion, and mentoring involving three medical record officers. Knowledge was evaluated using pre-test and post-test instruments, while skills were assessed through observation sheets. The results showed a substantial increase in participants’ knowledge, with the average pre-test score increasing from 4.67 to 13.33 in the post-test and an average N-Gain score of 0.84 (high category). Observation results indicated that most participants were able to perform time series analysis and develop SARIMA models using Gretl software. This activity successfully improved the capacity of medical record officers in utilizing patient visit data as a basis for evidence-based healthcare service planning. Keywords: forecasting; outpatient visits; medical records; SARIMA; time series
Optimalisasi administrasi keuangan melalui partisipasi aktif mahasiswa magang dalam upaya mengurangi penumpukan faktur di rumah sakit Nurul Salsatul Fadilah; Citra Lutfia
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 4 (2026): August (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v%vi%i.40717

Abstract

Abstrak Tata kelola administrasi keuangan yang tertib sangat krusial dalam mendukung operasional lembaga pelayanan kesehatan. Rumah Sakit Umum tipe C di Kabupaten Bangkalan Madura yang melayani kebutuhan kesehatan masyarakat memiliki prosedur penginputan dan pencocokan faktur yang baik namun juga menghadapi tantangan berupa fluktuasi volume berkas yang memicu penumpukan dokumen faktur dan keterlambatan verifikasi data. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mengurai hambatan operasional tersebut melalui pendekatan kebaruan berupa bantuan operasional terintegrasi pada tiga lini: input digital, verifikasi validitas dokumen, dan pengarsipan fisik dalam proses administrasi pada divisi keuangan mitra. Metode pelaksanaan yang diterapkan adalah partisipasi aktif (active participation) dan bantuan operasional terintegrasi yang melibatkan 3 orang mahasiswa magang dengan pendampingan penuh dari Manajer dan staf keuangan mitra. Penulis terlibat langsung dalam sistem kerja instansi sejak 9 Februari hingga 12 Juni 2026. Aktivitas utama difokuskan pada tiga lini, yaitu sistematisasi input data faktur pembelian obat berbasis spreadsheet (Microsoft Excel), rekonsiliasi validitas dokumen keuangan, serta penataan arsip fisik ke dalam ordner. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui Monitoring dan Evaluasi (Monev) bersama Manajer Keuangan dan Dosen Pembimbing. Hasil kegiatan menunjukkan keberhasilan kuantitatif berupa penguraian  penumpukan berkas faktur obat, penurunan angka kesalahan input data (human error) dari  kasus menjadi  kasus per bulan, serta efisiensi waktu pencarian dokumen arsip fisik dari rata-rata  menit menjadi kurang dari  menit. Partisipasi aktif penulis terbukti memberikan kontribusi signifikan dalam mendukung efisiensi kerja staf serta menjaga ketertiban administrasi keuangan mitra Kata kunci: administrasi keuangan; faktur, penginputan data; partisipasi aktif; rumah sakit. Abstract Sound financial management is crucial for supporting the operations of healthcare institutions. A Type C General Hospital in Bangkalan Regency, Madura, serving the community's healthcare needs. While the hospital has robust procedures for entering and reconciling invoices, it faces challenges due to fluctuations in the volume of files, which lead to a backlog of invoice documents and delays in data verification. This community service project aims to address these operational obstacles through an innovative approach involving integrated operational assistance across three areas: digital data entry, document validity verification, and physical filing within the administrative processes of the partner’s finance division. The implementation methods used were active participation and integrated operational assistance, involving three student interns with full guidance from the partner’s finance manager and staff. The author was directly involved in the agency’s work processes from February 9 to June 12, 2026. The main activities focused on three areas: systematizing the input of drug purchase invoice data using spreadsheets (Microsoft Excel), reconciling the validity of financial documents, and organizing physical archives into binders. The activities were evaluated through Monitoring and Evaluation (Monev) sessions with the Finance Manager and the supervising professor. The results of the initiative demonstrated quantitative success in the form of a 100% reduction in the backlog of drug invoice files, a decrease in the number of data entry errors (human error) from approximately 5 cases to approximately 2 cases per month, and an improvement in the time required to locate physical archived documents from an average of approximately 15 minutes to less than 5 minutes. The author’s active participation has proven to make a significant contribution to supporting staff efficiency and maintaining the financial administration of partners. Keywords: : financial administration; invoices; data entry; active participation; hospitals
Pelatihan penguatan numerasi dengan menggunakan konteks kearifan lokal Sumatera Selatan Ratu Ilma Indra Putri; Zulkardi Zulkardi; Ruth Helen Simarmata; Rahma Siska Utari; Muhammad Ridho
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 4 (2026): August (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i4.39770

Abstract

Abstrak Numerasi merupakan salah satu kemampuan esensial yang perlu dikembangkan dalam pembelajaran matematika karena berkaitan langsung dengan cara siswa memahami dan menggunakan informasi kuantitatif dalam kehidupan nyata. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan numerasi guru SMP melalui pembelajaran berbasis konteks kearifan lokal Sumatera Selatan. Penguatan numerasi menjadi kebutuhan penting dalam mendukung capaian pembelajaran pada Kurikulum Berdampak yang menekankan pembelajaran bermakna, relevan,  dan kontekstual. Berdasarkan hasil diskusi awal dengan guru matematika di Desa Meranjat, Kabupaten Ogan Ilir, ditemukan bahwa guru masih mengalami kesulitan dalam mengintegrasikan konteks budaya lokal ke dalam pembelajaran matematika, mengembangkan lembar kerja peserta didik berbasis kearifan lokal, serta memanfaatkan teknologi untuk mendukung pembelajaran. Kegiatan ini melibatkan 33 guru matematika SMP di Kabupaten Ogan Ilir dan dilaksanakan melalui lima tahapan, yaitu sosialisasi, pelatihan literasi numerasi, pelatihan penggunaan teknologi, pendampingan implementasi LKPD, serta evaluasi program. Data dikumpulkan melalui pretest-posttest, angket respon guru, dan dokumentasi produk. Hasil menunjukkan peningkatan rata-rata skor pemahaman numerasi dari 60.50 menjadi 90.13 dengan N-Gain 0.75 dalam kategori tinggi. Selain itu, guru berhasil menyusun tujuh LKPD digital berbasis kearifan lokal, seperti motif songket Palembang, struktur rumah limas, dan aktivitas gotong royong masyarakat Meranjat yang dikenal sebagai Caram Seguguk. Kegiatan ini berkontribusi terhadap peningkatan kompetensi profesional guru dan pelestarian budaya lokal. Kata kunci: numerasi; kearifan lokal; Desa Meranjat; PMRI; pelatihan guru Abstract Numeracy is one of the essential competencies that needs to be developed in mathematics education because it is directly related to how students understand and use quantitative information in real-life situations. This community service program aimed to improve junior high school mathematics teachers’ numeracy competencies through learning based on the local wisdom of South Sumatra. Strengthening numeracy is important for supporting the learning outcomes of the Impactful Curriculum, which emphasizes meaningful, relevant, and contextual learning. Based on preliminary discussions with mathematics teachers in Meranjat Village, Ogan Ilir Regency, it was found that teachers still experienced difficulties in integrating local cultural contexts into mathematics instruction, developing student worksheets based on local wisdom, and utilizing technology to support learning. The program involved 33 junior high school mathematics teachers in Ogan Ilir Regency and was conducted through five stages: socialization, numeracy literacy training, technology-use training, assistance in implementing student worksheets, and program evaluation. Data were collected through pretests and posttests, teacher response questionnaires, and documentation. The results showed an increase in the average numeracy comprehension score from 60.50 to 90.13, with an N-Gain score of 0.75, categorized as high. In addition, the teachers successfully developed seven digital student worksheets based on local wisdom, incorporating contexts such as Palembang songket motifs, the structure of traditional limas houses, and the communal cooperation activities of the Meranjat community known as Caram Seguguk. This program contributed to improving teachers’ professional competencies and preserving local culture. Keywords: numeracy; local wisdom; Meranjat; PMRI; teacher training
Pelatihan diversifikasi produk berbasis jagung dan rambut jagung di Desa Banjar Agung, Lampung Selatan Jatmiko Eko Witoyo; Noveliska Br. Sembiring; Eka Nur’azmi Yunira; Untia Kartika Sari Ramadhani; Juwana Janu; Mubarika Sekarsari Yusuf; Dila Tirta Julianty; Amalia Listiani; Fitria Nuraini; Putri Khotimatu Zahra; Gita Azizah Hakim
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 4 (2026): August (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i4.40093

Abstract

Abstrak Penanganan pascapanen jagung dan rambut jagung di Desa Banjar Agung masih kurang optimal dikarenakan keterbatasan pengetahuan masyarakat, yang berdampak pada rendahnya nilai ekonomi produk. Tujuan dari Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat Desa Banjar Agung dalam diversifikasi produk berbasis jagung dan rambut jagung menjadi produk yang bernilai tambah seperti tepung jagung, mi jagung, dan teh herbal rambut jagung. Metode pelaksanaan kegiatan PkM dilakukan melalui kombinasi ceramah dan demonstrasi langsung pembuatan produk pangan olahan berbasis jagung dan rambut jagung. Hasil kegiatan menunjukkan rerata pengetahuan masyarakat mengalami peningkatan dari 55,56% pada pre-test sebelum kegiatan PkM menjadi 95,56% pada post-test setelah kegiatan PkM. Hasil ini mencerminkan bahwa kegiatan PkM efektif dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat Desa Banjar Agung dalam mengolah jagung dan rambut jagung menjadi produk bernilai tambah dengan nilai ekonomis yang lebih tinggi, sehingga secara tidak langsung diharapkan berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat Desa Banjar Agung. Kata kunci: diversifikasi produk; mi jagung; teh herbal rambut jagung; tepung jagung. Abstract Postharvest handling of corn and corn silks in Banjar Agung Village remains suboptimal due to the limited knowledge of the local community, which has resulted in the low economic value of the products. The objective of this Community Service Program (CSP) is to enhance the knowledge of the Banjar Agung Village community regarding the diversification of corn- and corn silk-based products into value-added products such as corn flour, corn noodles, and corn silk herbal tea. The implementation method of the CSP activities was carried out through a combination of lectures and direct demonstrations on the production of processed food products based on corn and corn silk. The results of the activity showed that the average level of community knowledge increased from 55.56% on the pre-test before the CSP to 95.56% on the post-test after the CSP. These results reflect that this CSP has been effective in enhancing the knowledge of the Banjar Agung Village community on processing corn and corn silk into value-added products with more economic value, which is expected to indirectly contribute to their economic improvement. Keywords: corn flour; corn noodles; corn silk herbal tea; product diversification.
Optimalisasi limbah sapi potong menjadi pupuk organik berbasis agrosilvopasture dengan dukungan inovasi digital pada kelompok tani Sumber Usaha Muda Firdaus Husein; Erlina Astuti; Ika Fitriani Dyah Ratnasari
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 4 (2026): August (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i4.40449

Abstract

Abstrak Limbah peternakan sapi potong memiliki potensi besar sebagai bahan baku pupuk organik, namun pemanfaatannya masih belum optimal di Kelompok Tani Sumber Usaha Muda, Kabupaten Lamandau. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota kelompok dalam mengolah limbah sapi potong menjadi pupuk organik berbasis agrosilvopasture serta memanfaatkan teknologi digital untuk pemasaran produk. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan, pelatihan, demonstrasi teknologi, praktik langsung, serta pendampingan berkelanjutan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta dari rata-rata pre-test 58,4 menjadi 86,7 pada post-test. Peserta juga mampu memproduksi pupuk organik granul secara mandiri melalui proses fermentasi, granulasi, pengeringan, dan pengemasan. Selain itu, kelompok tani berhasil menerapkan pemasaran digital melalui Instagram dan Shopee untuk memperluas jangkauan pasar. Penerapan konsep agrosilvopasture mampu menciptakan sistem pertanian terintegrasi yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Secara keseluruhan, kegiatan ini berhasil meningkatkan nilai tambah limbah sapi potong, memperkuat kapasitas kelompok tani, serta mendukung transformasi digital dalam pemasaran produk pertanian. Kata kunci: limbah sapi potong; pupuk organik granul; agrosilvopasture; digital marketing; pemberdayaan masyarakat. Abstract Beef cattle manure has great potential as raw material for organic fertilizer; however, its utilization in the Sumber Usaha Muda Farmer Group, Lamandau Regency, is still not optimal. This Community Service Program (PKM) aims to improve the knowledge and skills of group members in processing cattle waste into agrosilvopasture-based organic granular fertilizer and in utilizing digital technology for product marketing. The methods include extension activities, training, technology demonstration, hands-on practice, and continuous mentoring. The results show an increase in participants’ knowledge, with the average pre-test score rising from 58.4 to 86.7 in the post-test. Participants were also able to independently produce organic granular fertilizer through fermentation, granulation, drying, and packaging processes. In addition, the farmer group successfully implemented digital marketing through Instagram and Shopee to expand market reach. The application of the agrosilvopasture concept has created an integrated, environmentally friendly, and sustainable farming system. Overall, this program successfully increased the added value of livestock waste, strengthened the capacity of farmer groups, and supported digital transformation in agricultural product marketing. Keywords: cattle waste; organic granular fertilizer; agrosilvopasture; digital marketing; community empowerment.
Pelatihan bahasa inggris komunikatif kepada Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) Desa Sinar Hading Germana oreng Ritan
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 4 (2026): August (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i4.39603

Abstract

Abstrak      Kegiatan pengabdian Masyarakat (PKM ) dilaksanakan di desa Sinar Hading Kecamatan Lewolema Kabupaten Flores Timur dengan tema Pelatihan Bahasa Inggris Komunikatif kepada kelompok Sadar wisata (POKDARWIS). Kegiatan ini bertujuan untuk membantu anggota POKDARWIS meningkatkan kemampuan berbahasa inggris komukatif yang berkaitan dengan greetings, menjelaskan tentang produk wisata antara lain sunset, how to make local wine, how to to make traditional weaving cloth dan how to make clip corn (jagung titi). Kegiatan ini menggunakan pendekatan partisipatif -kolaborati dengan metode learning by doing.. kegiatan ini bertujuan untuk membantu anggota kelompok sadar Wisata (POKDARWIS ) meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris komunikatif  yang berhubungan dengan produk wisata yang teletak di desa Sinar Hading. Kegiatan ini berdampak pada meningkatnya pengetahuan dan keterampilan anggota POKDARWIS  berkomunikasi menggunakan berbahasa Inggris komunikatif  dan menjawab kebutuhan masyarakat untuk bias berkomunikasi langsung dengan tamu asing. Kata kunci: pengabdian; pelatihan; bahasa inggris; komunikatif; pokdarwis. Abstract      Community service activities (PKM) was carried out in Sinar Hading Village, Lewolema District, East Flores Regency with the theme of Communicative English Training for the Tourism Awareness Group (POKDARWIS). This activity aims to help POKDARWIS members improve their communicative English skills related to greetings, explaining tourism products including sunsets, how to make local wine, how to make traditional weaving cloth and how to make clip corn (jagung titi). This activity uses the S-R (Stimulus and Response) method which is good for starting a language activity in three stages, namely opening, training method and evaluation. This activity has an impact on increasing the knowledge and skills of POKDARWIS members in communicating using communicative English and answering the community's need to be able to communicate directly with foreign guests. Keywords: devotion; training; english; comunicative; pokdarwis.