cover
Contact Name
Zulkarnain
Contact Email
dzul9787@gmail.com
Phone
+6287832631987
Journal Mail Official
selaparang.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan No.1, Pagesangan, Kec. Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Bar. 83115
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan
ISSN : 26145251     EISSN : 2614526X     DOI : https://doi.org/10.31764/jpmb.v5i1.6393
SELAPARANG : Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan merupakan jurnal yang mendiseminasikan setiap pemikiran dan ide gagasan atas hasil penelitian dan pemanfaatan teknologi untuk diimplementasikan kepada masyarakat mencakup ; (1). Bidang ilmu pengetahuan ; MIPA (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi), Terapan, Sosial, Budaya, Ekonomi, dan Kesehatan, (2). Pelatihan dan peningkatan hasil pendidikan dan (3). Pengembangan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 3,077 Documents
Pengembangan kreativitas siswa tunadaksa di SLB-D YPAC Palembang melalui handcraft Bambang Suprihatin; Andi Tenri Ajeng Nur; Yuli Andriani; Azhar Kholiq Affandi; Soya Febeauty Yama Otantia Pradini; Anita Desiani; Jessica Joseph Sen; Rosalinda Hizkia Amelia Manurung; Tiara Valentina Pakpahan
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 4 (2026): August (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i4.40388

Abstract

Abstrak SLB-D YPAC Palembang merupakan lembaga pendidikan bagi siswa berkebutuhan khusus yang mengalami hambatan fisik atau tunadaksa. Siswa tunadaksa memiliki keterbatasan pada fungsi motorik halus yang dapat memengaruhi kemandirian dan keterampilan mereka. Berdasarkan kondisi tersebut, dilakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa pelatihan handcraft pembuatan bouquet snack sebagai sarana pembelajaran keterampilan yang kreatif, adaptif, dan produktif. Kegiatan pengabdian dilaksanakan di SLB-D YPAC Palembang pada bulan Agustus-September 2025 melalui tiga tahap, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi, dengan metode demonstrasi dan praktik langsung yang diikuti oleh delapan siswa tunadaksa serta didampingi oleh tim pengabdi dan guru. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test yang dianalisis menggunakan metode Normalized Gain (N-Gain) untuk mengukur efektivitas pelatihan dalam peningkatan pemahaman dan keterampilan siswa setelah mengikuti pelatihan. Hasil analisis menunjukkan nilai N-Gain sebesar 0,58 yang termasuk dalam kategori sedang, sehingga pelatihan dinilai cukup efektif dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan siswa. Pelatihan ini juga memberikan dampak positif berupa peningkatan koordinasi motorik halus serta pengembangan soft skill siswa, seperti kemandirian, ketekunan, kemampuan bekerja sama, dan rasa percaya diri selama mengikuti kegiatan dan menyelesaikan pembuatan handcraft. Respon guru dan orang tua turut menguatkan bahwa kegiatan ini bermanfaat dan relevan dengan kebutuhan siswa tunadaksa. Secara keseluruhan, pelatihan handcraft ini dinilai efektif dalam meningkatkan kemampuan kreatif dan produktif siswa tunadaksa di SLB-D YPAC Palembang serta berpotensi untuk dikembangkan menjadi kegiatan pembelajaran keterampilan yang berkelanjutan di sekolah luar biasa. Kata kunci: bouquet snack; pelatihan handcraft; siswa tunadaksa. Abstract SLB-D YPAC Palembang is an educational institution for students with physical disabilities (tunadaksa), who often experience limitations in fine motor function that affect their independence and practical skills. Based on this condition, a community service program was conducted in the form of handcraft training on making snack bouquets to develop creative, adaptive, and productive skills. The program was implemented from August to September 2025 through three stages: preparation, implementation, and evaluation. The training used demonstration and hands-on practice methods and involved eight students with physical disabilities, assisted by the service team and teachers. Evaluation was conducted using pre-test and post-test assessments, analyzed with the Normalized Gain (N-Gain) method to measure effectiveness in improving students’ understanding and skills. The results showed an N-Gain value of 0.58, categorized as medium, indicating that the training was reasonably effective. In addition, the program positively impacted students’ fine motor coordination and supported the development of soft skills, including independence, perseverance, teamwork, and self-confidence during learning and task completion. Feedback from teachers and parents further confirmed that the program was beneficial and aligned with the needs of students with physical disabilities. Overall, this handcraft training is considered effective in enhancing the creative and productive abilities of students at SLB-D YPAC Palembang and has the potential to be developed into a sustainable skills-based learning activity in special education. Keywords: bouquet snack; handcraft training; tunadaksa student.
Pelatihan penguatan asesmen melalui penyusunan soal berbasis HOTS untuk mewujudkan pembelajaran bermakna Dona Fitriawan; Ahmad Yani T; Nurfadilah Siregar; Agung Hartoyo; Kurnia Ningsih; Afandi Afandi; Ruqiah Ganda Putri Panjaitan; Venny Karolina; Endar Sulistyowati
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 4 (2026): August (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i4.39064

Abstract

AbstrakKegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam menyusun asesmen pembelajaran berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS) guna mewujudkan pembelajaran yang bermakna. Permasalahan yang dihadapi mitra adalah masih dominannya penggunaan soal berbasis Lower Order Thinking Skills (LOTS) sehingga belum optimal dalam mengukur kemampuan berpikir kritis peserta didik. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan pelatihan dan pendampingan melalui tahapan persiapan, pelaksanaan, evaluasi, dan tindak lanjut. Kegiatan dilaksanakan di Aula SMAN 1 Mempawah dengan melibatkan guru MGMP SMA. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman guru terhadap konsep HOTS, kemampuan menyusun soal pada level kognitif C4-C6, serta peningkatan kualitas instrumen asesmen yang lebih kontekstual dan bermakna. Luaran kegiatan berupa modul pelatihan, produk soal HOTS, dan artikel ilmiah. Kegiatan ini memberikan konstribusi positif terhadapa peningkatan kualitas pembelajaran berbasis Kurikulum Merdeka. Kata kunci: asesmen pembelajaran; HOTS; pembelajaran bermakna; kompetensi guru. Abstract This community service activity aims to enhance teachers’ competencies in developing learning assessments based on Higher Order Thinking Skills (HOTS) to foster meaningful learning. The challenge faced by the partner institution is the continued dominance of questions based on Lower Order Thinking Skills (LOTS), which has not yet optimally measured students’ critical thinking abilities. The implementation method employed a training and mentoring approach through the stages of preparation, implementation, evaluation, and follow-up. The activity was conducted in the auditorium of SMAN 1 Mempawah, involving teachers from the High School Teachers’ Working Group (MGMP). The results of the activity demonstrated an increase in teachers’ understanding of the HOTS concept, their ability to develop questions at cognitive levels C4–C6, as well as an improvement in the quality of assessment instruments that are more contextual and meaningful. The outputs of the activity include training modules, HOTS question banks, and scientific articles. This activity makes a positive contribution to improving the quality of learning based on the Merdeka Curriculum. Keywords: learning assessment; HOTS; meaningful learning; teacher competencies.
Digitalisasi layanan posyandu melalui implementasi timbangan balita berbasis Internet of Things (IoT) di Kelurahan Bantan Silvia Dona Sari; Yuni Warty; Abd Hakim S.; Reni Yuliana Siahaan; Yanthy Leonita Perdana Simanjuntak; Tuti Hardianti; Rita Juliani
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 4 (2026): August (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i4.40780

Abstract

AbstrakKeterbatasan akurasi alat ukur dan pencatatan manual pertumbuhan balita menghambat validasi data tumbuh kembang di tingkat pelayanan dasar. Pelaksanaan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini diorientasikan untuk menghilirisasi teknologi berbasis Internet of Things (IoT) melalui implementasi sistem pemantauan tumbuh kembang balita secara digital di Posyandu Melati VII, Kelurahan Bantan, Kecamatan Medan Tembung. Sistem ini mengintegrasikan sensor ultrasonik dan load cell untuk mengukur tinggi serta berat badan balita secara akurat, sekaligus meningkatkan literasi digital kader. Pendekatan partisipatif dipilih sebagai metodologi pelaksanaan kegiatan, di mana alur kerjanya mencakup pemetaan kebutuhan di lapangan, implementasi perangkat di lokasi, pembekalan keterampilan digital, serta pengukuran keberhasilan program. Melalui tahapan implementasi yang dilakukan, integrasi data pengukuran yang berjalan secara otomatis serta terstandardisasi telah berhasil diwujudkan oleh sistem. Hasil PkM menunjukkan peningkatan kapasitas kognitif dan keterampilan mitra secara signifikan. Berdasarkan akumulasi skor total dari tiga domain materi (Teknologi Digital, Sistem Smart Posyandu, dan Pengoperasian Instrumen), rata-rata pemahaman kader melonjak dari 24,7% pada sesi pretest menjadi 85,5% pada sesi posttest. Kenaikan akumulatif ini mencerminkan keberhasilan transfer pengetahuan dan kesiapan psikomotorik kader dalam mengoperasikan perangkat antropometri berbasis IoT secara mandiri. Evaluasi membuktikan digitalisasi ini mengefisienkan pelayanan, memangkas antrean, dan meminimalkan human error. Meskipun terdapat delay pengiriman data dari sensor ke basis data hingga 15 detik (melebihi target 10 detik), karakteristik penundaan ini tidak mengganggu jalannya pelayanan rutin masyarakat. Kondisi tersebut mendukung kelayakan integrasi sistem Smart Health Community melalui antropometri digital yang menjadi solusi tepat guna untuk meningkatkan validitas data kesehatan, mengoptimalkan kinerja kader, dan mendukung keberlanjutan program pemantauan tumbuh kembang anak di Kelurahan Bantan. Keywords: antropometri digital; Internet of Things; kader posyandu; layanan kesehatan; tumbuh kembang balita.AbstratcLimitations in measuring tool accuracy and manual recording of toddler growth hinder the validation of developmental data at the primary care level. This Community Service (PkM) activity is oriented toward downstreaming Internet of Things (IoT)-based technology through the implementation of a digital toddler growth monitoring system at Posyandu Melati VII, Bantan Village, Medan Tembung District. The system integrates ultrasonic and load cell sensors to accurately measure toddlers' height and weight, while simultaneously enhancing the digital literacy of health cadres. A participatory approach was selected as the implementation methodology, with a workflow comprising field needs assessment, on-site device implementation, digital skills training, and program success measurement. Through the executed implementation phases, the system successfully achieved automated andstandardized integration of measurement data. On a non-technical level, the cadres' capacity increased significantly, with average material comprehension rising from 24.7% to 85.5%. Evaluation proves that this digitalization streamlines services, reduces queues, and minimizes human error. Although there is a data transmission delay from the sensors to the database of up to 15 seconds (exceeding the 10-second target), this delay characteristic does not disrupt routine community services. These conditions support the feasibility of integrating a Smart Health Community system through digital anthropometry, providing an appropriate technological solution to improve health data validity, optimize cadre performance, and support the sustainability of child growth monitoring programs in Bantan Village. Keywords: digital anthropometry; Internet of Things; posyandu cadres; health services; toddler growth and development.
Pemberdayaan kader kesehatan dalam penguatan ketenangan batin lansia melalui teknik slow deep breathing Ellia Ariesti; Elizabeth Yun Yun Vinsur; Anang Nurwiyono
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 4 (2026): August (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i4.40566

Abstract

Abstrak Program Kemitraan Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader kesehatan dalam mendampingi lansia menjaga ketenangan batin melalui teknik Slow Deep Breathing di Kelurahan Bandungrejosari, Kecamatan Sukun, Kota Malang. Jumlah lansia yang cukup besar di wilayah ini menuntut adanya pelayanan kesehatan yang tidak hanya berfokus pada aspek fisik, tetapi juga pada kesejahteraan psikologis. Namun, kegiatan Posyandu Lansia selama ini masih didominasi pemantauan kesehatan fisik, sementara intervensi non-farmakologis untuk regulasi emosi dan ketenangan batin belum terintegrasi secara rutin. Permasalahan utama mitra meliputi: belum adanya pelatihan khusus tentang regulasi emosi lansia, belum terintegrasinya teknik Slow Deep Breathing dalam program rutin Posyandu Lansia, serta keterbatasan keterampilan kader dalam memandu latihan relaksasi secara sistematis. Oleh karena itu, solusi yang ditawarkan adalah pemberdayaan kader melalui edukasi konsep kesejahteraan psikologis lansia, pelatihan teknik Slow Deep Breathing, serta demonstrasi dan role play praktik memandu latihan pernapasan secara benar dan aman. Kegiatan melibatkan 45 kader kesehatan dan dilaksanakan dalam tiga tahap, yaitu tanggal 3-5 Juni 2026. Metode yang digunakan meliputi ceramah, diskusi, demonstrasi, dan redemonstrasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan kader, ditandai dengan meningkatnya peserta yang memiliki kategori pengetahuan baik dari 88,9% menjadi 93,3%, serta menurunnya kategori pengetahuan kurang dari 6,7% menjadi 2,2%. Evaluasi keterampilan juga menunjukkan bahwa 88,9% kader telah mencapai kategori kompeten dalam mempraktikkan dan memandu teknik Slow Deep Breathing. Kegiatan ini berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader kesehatan dalam mendukung kesejahteraan psikologis lansia. Kata kunci: kader kesehatan; ketenangan batin; kesejahteraan psikologis lansia; Slow Deep Breathing. Abstract This Community Partnership Program (PkM) aims to enhance the knowledge and skills of health cadres in assisting older adults to maintain inner peace through the Slow Deep Breathing technique in Bandungrejosari Village, Sukun Subdistrict, Malang City. The significant number of older adults in this area necessitates health services that focus not only on physical aspects but also on psychological well-being. However, activities at the Older Adults’ Posyandu have so far been dominated by monitoring physical health, while non-pharmacological interventions for emotional regulation and inner peace have not yet been routinely integrated. The main challenges faced by the partners include: the lack of specialized training on emotional regulation for the elderly, the failure to integrate the Slow Deep Breathing technique into the routine Senior Citizens’ Posyandu program, and the limited skills of volunteers in systematically guiding relaxation exercises. Therefore, the proposed solution is to empower health cadres through education on the concept of psychological well-being for the elderly, training in Slow Deep Breathing techniques, as well as demonstrations and role-plays on how to properly and safely guide breathing exercises. The activity involved 45 health cadres and was conducted in three phases from June 3–5, 2026. The methods used included lectures, discussions, demonstrations, and re-demonstrations. The results of the activity showed an increase in the health workers’ knowledge, as indicated by a rise in the percentage of participants in the “good” knowledge category from 88.9% to 93.3%, and a decrease in the “poor” knowledge category from 6.7% to 2.2%. Skill evaluations also showed that 88.9% of the workers had achieved the “competent” category in practicing and guiding the Slow Deep Breathing technique. This program successfully enhanced the knowledge and skills of health workers in supporting the psychological well-being of older adults. Keywords: health workers; inner peace; psychological well-being of older adults; slow deep breathing.
Efektivitas program peningkatan kapasitas organisasi kemahasiswaan dalam penyuluhan diabetes melitus dan pemeriksaan kadar gula darah di Desa Wates, Simo, Boyolali Zahra Dahayu Komala Diantha; Arifah Sri Wahyuni; Insyiroh Suhaimah; Nadia Suryani Putri; Afwina Gyda Akmalia; Najwa Azzah Fadhilah; Nisa Aulia Rahma; Radian Akmal Abiyyu; Salsabila Meisya; Zana Sahya Locita
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 4 (2026): August (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i4.40770

Abstract

Abstrak Dewasa ini, Penyakit Tidak Menular (PTM) menyerang masyarakat usia dini dan terus meningkat pada usia remaja dan dewasa muda sekarang. Salah satu PTM dengan angka kejadian tinggi di Indonesia yaitu Diabetes Melitus (DM). Kasus DM di Kecamatan Simo berada pada urutan ke-6 di tingkat kabupaten. Namun, belum terdapat penyuluhan mengenai DM sebagai upaya prevensi penyakit tersebut. Oleh karena itu, kami melakukan pengabdian kepada warga Desa Wates yang merupakan salah satu desa di Kecamatan Simo, sebagai upaya pencegahan dini penyakit DM. Pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai penyakit DM baik dalam pencegahan maupun penanganannya serta melakukan pengecekan dini kadar gula darah. Metode yang digunakan yaitu penyuluhan kesehatan mengenai penyakit DM, pemeriksaan kadar gula darah, dan evaluasi pre-posttest. Kegiatan ini diikuti oleh 31 peserta yang terdiri dari kader posyandu, anggota PKK, serta perangkat Desa Wates yang dilaksanakan di Balai Desa Wates, Kecamatan Simo, Kabupaten Boyolali pada tanggal 14 Juli 2024. Hasil evaluasi menunjukkan tidak adanya perbedaan yang signifikan secara statistik antara rata-rata nilai pre-test dan post-test peserta berdasarkan uji t-berpasangan, tapi terjadi peningkatan rata-rata nilai pre-test ke post-test. Hal ini berkaitan dengan media penyuluhan yang digunakan yaitu leaflet dan slide presentasi yang menarik, sehingga meningkatkan perhatian peserta terhadap materi. Selain itu, tidak ada peserta yang memiliki kondisi hiperglikemia berdasarkan hasil pemeriksaan kadar gula darah. Kegiatan pengabdian yang mencakup penyuluhan dan pemeriksaan kadar gula darah ini berhasil meningkatkan pengetahuan peserta mengenai penyakit DM serta memberikan fasilitas pengecekan dini kadar gula darah bagi peserta. Kata kunci: penyuluhan; PPKO; diabetes melitus Abstract Nowadays, Non-Communicable Diseases (NCDs) are affecting younger populations, with incidence rates continuing to rise among adolescents and young adults. One NCD with a high prevalence in Indonesia is Diabetes Mellitus (DM). In Simo District, the incidence of DM ranks sixth at the regency level; however, there have been no educational programs regarding DM aimed at preventing the disease. Therefore, we carried out a community service programme for the residents of Wates Village, which is one of the villages in Simo Sub-district, as an early prevention effort against DM. This community service programme aimed to improve public knowledge regarding DM, both in terms of prevention and management, as well as to conduct early blood sugar level checks. The methods used included health education on diabetes, blood glucose level checks, and pre-posttest evaluations. This activity was attended by 31 participants comprising posyandu cadres, members of the PKK, and village officials from Wates Village, held at the Wates Village Hall, Simo Sub-district, Boyolali Regency, Central Java Province on 14 July 2024. Evaluation results indicate no statistically significant difference between the participants' mean pre-test and post-test scores based on the paired t-test, although an increase in the mean score was observed. This outcome is attributed to the educational media employed—specifically leaflets and engaging presentation slides—which heightened participant attention to the material. Furthermore, blood glucose screening revealed no instances of hyperglycemia among the participants. This community service initiative, comprising health education and blood glucose screening, successfully improved participants' knowledge of diabetes mellitus and provided them with access to early blood glucose testing. Keywords: health education; PPKO; diabetes mellitus
Peningkatan kesadaran petani jeruk mengenai resiko kesehatan akibat paparan pestisida dan edukasi penerapan praktik pertanian ramah lingkungan Anita Qur’ania; Siti Asmaniyah Mardiyani; Siti Muslikah
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 4 (2026): August (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i4.40159

Abstract

AbstrakKecamatan Joyo agung, Malang, merupakan salah satu wilayah penghasil jeruk unggulan di Jawa Timur. Mayoritas petani mengandalkan penggunaan pestisida kimia untuk mengendalikan hama dan penyakit tanaman. Meskipun penggunaan pestisida mendukung produktivitas, rendahnya kesadaran petani tentang risiko kesehatan akibat paparan pestisida serta dampaknya terhadap lingkungan menjadi perhatian utama. Tujuan dari kegiatan ini yaitu meningkatkan kesadaran petani jeruk tentang bahaya kesehatan akibat paparan pestisida, memberikan edukasi mengenai praktik pertanian ramah lingkungan yang berkelanjutan, dan mendorong penerapan teknik pengelolaan hama terpadu (PHT) untuk mengurangi penggunaan pestisida. Target kegiatan ini yaitu petani jeruk di Joyo agung Malang yang masih menggunakan pestisida secara masif pada lahannya. Adapun metode pelaksanaan kegiatan yaitu sosialisasi, penyuluhan, diskusi kelompok mengenai studi kasus, tahap konfirmasi dan evaluasi. Hasil dari kegiatan ini yaitu dapat meningkatkan pengetahuan petani mengenai risiko pestisida terhadap kesehatan dan lingkungan, implementasi praktik pertanian yang lebih ramah lingkungan di lahan pertanian jeruk, dan penurunan penggunaan pestisida kimia serta peningkatan kualitas produk pertanian. Kata kunci: pestisida; kesehatan petani; pertanian ramah lingkungan; PHT. Abstract Joyo Agung District, Malang, is one of the leading citrus-producing areas in East Java. The majority of farmers rely on chemical pesticides to control pests and plant diseases. While pesticide use supports productivity, farmers' low awareness of the health risks of pesticide exposure and their impact on the environment remains a major concern. The objectives of this activity were to raise citrus farmers' awareness of the health risks of pesticide exposure, provide education on sustainable, environmentally friendly agricultural practices, and encourage the implementation of integrated pest management (IPM) techniques to reduce pesticide use. The target group was citrus farmers in Joyo Agung, Malang, who still use pesticides extensively on their land. The implementation methods included outreach, outreach, group discussions on case studies, confirmation, and evaluation. The results of this activity were increased farmer knowledge of the risks of pesticides to health and the environment, implementation of more environmentally friendly agricultural practices on citrus farms, and reduction in chemical pesticide use, as well as improved product quality. Keywords: pesticides; farmer health; environmentally friendly agriculture; IPM
Pelatihan implementasi democracy class bagi guru SMP untuk menanamkan nilai musyawarah dan keadilan pada siswa Muhammad Mona Adha; Irma Lusi Nugraheni; Nikki Teri Sakung; Novia Fitri Istiawati
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 4 (2026): August (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i4.40771

Abstract

AbstrakKegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan menanamkan nilai musyawarah dan keadilan pada peserta didik melalui pelatihan implementasi model pembelajaran Democracy Class bagi 30 guru SMP Negeri 44 Bandar Lampung. Observasi awal menunjukkan pembelajaran masih bersifat teacher centered dan kesempatan partisipasi siswa secara merata masih terbatas. Kegiatan terdiri atas tahap koordinasi, pemberian pretest, pelaksanaan workshop dan pendampingan, pemberian posttest, serta analisis data, dengan instrumen 15 soal pilihan ganda berbasis HOTS pada dimensi musyawarah dan keadilan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan rata-rata skor dari 52,43 pada pretest menjadi 84,63 pada posttest, atau kenaikan 32,20 poin, dengan N-Gain rata-rata 0,69 pada kategori sedang dan 16 dari 30 guru mencapai kategori tinggi. Uji Shapiro-Wilk menunjukkan data berdistribusi normal, dan uji t berpasangan menunjukkan perbedaan yang signifikan antara pretest dan posttest (t = 21,86; p = 0,000). Pelatihan ini meningkatkan kompetensi guru dalam memfasilitasi musyawarah kelas yang adil dan inklusif, menghasilkan instrumen pretest-posttest yang dapat digunakan ulang serta modul implementasi, dan berkontribusi pada penguatan nilai demokrasi di lingkungan sekolah. Kata kunci: democracy class; musyawarah; keadilan; pengabdian kepada masyarakat; pendidikan demokrasi. AbstractThis community service activity aimed to instil deliberation and justice values in junior high school students through training thirty teachers of SMP Negeri 44 Bandar Lampung in the Democracy Class learning model. Preliminary observation indicated that classroom deliberation remained teacher centred and that opportunities for equitable student participation were limited. The activity comprised coordination, a pretest, a workshop with mentoring, a posttest, and data analysis, using a fifteen item higher order thinking skills instrument covering the deliberation and justice dimensions. The mean score rose from 52.43 in the pretest to 84.63 in the posttest, a gain of 32.20 points, with an average N-Gain of 0.69 in the moderate category and sixteen of thirty teachers reaching the high category. Shapiro-Wilk testing indicated normally distributed data, and a paired sample t-test confirmed a statistically significant difference between pretest and posttest scores (t = 21.86, p = 0.000). The training improved teachers competence in facilitating inclusive and fair classroom deliberation, produced a reusable pretest-posttest instrument and an implementation module, and contributed to strengthening democratic values in the school environment. Keywords: democracy class; deliberation; justice; community service; democratic education.