cover
Contact Name
Zulkarnain
Contact Email
dzul9787@gmail.com
Phone
+6287832631987
Journal Mail Official
selaparang.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan No.1, Pagesangan, Kec. Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Bar. 83115
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan
ISSN : 26145251     EISSN : 2614526X     DOI : https://doi.org/10.31764/jpmb.v5i1.6393
SELAPARANG : Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan merupakan jurnal yang mendiseminasikan setiap pemikiran dan ide gagasan atas hasil penelitian dan pemanfaatan teknologi untuk diimplementasikan kepada masyarakat mencakup ; (1). Bidang ilmu pengetahuan ; MIPA (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi), Terapan, Sosial, Budaya, Ekonomi, dan Kesehatan, (2). Pelatihan dan peningkatan hasil pendidikan dan (3). Pengembangan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,711 Documents
MENGEKSPLORASI LANSKAP LINGUISTIK (LINGUISTIC LANDSCAPES) PADA PENGAJARAN BAHASA INGGRIS UNTUK PELAJAR USIA DINI DI LINGKUNGAN DESA TANTUHA Ferlya Elyza; Ema Dauyah; Suryani Suryani; Jovan Alvayd Nasution
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 3 (2022): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i3.10939

Abstract

ABSTRAKPengajaran Bahasa Inggris untuk pelajar usia dini sangat penting pada era globalisasi. Kecakapan berbahasa Inggris membantu pelajar dalam segala sendi kehidupan, baik sebagai sarana komunikasi, perdagangan, sosial budaya, hiburan, ilmu pengetahuan, pendidikan, dan teknologi. Literasi dan keterampilan berbahasa Inggris dengan baik dan lancar harus dimulai dari usia dini. Namun, membangkitkan motivasi pelajar usia dini bukanlah hal mudah. Apalagi memperkenalkan bahasa Inggris sebagai bahasa asing di lingkungan nya, tentunya membutuhkan teknik pengajaran yang mampu menarik atensi pelajar. Mengeksplorasi pembelajaran yang tidak berfokus di kelas dapat menjadi alternatif bagi pelajar yaitu dengan mengeksplorasi bahan belajar yang ada disekitar pelajar atau dikenal dengan Linguistic Landscapes (LLs). Kegiatan belajar terdiri dari: pengenalan (Introductory), eksplorasi terbimbing (Guided-exploration), pasca analisis (Post-analysis), dan kegiatan menjembatani (Bridging activities) (Solmaz, 2021). Untuk melihat penerapan dan bagaimana proses pembelajaran tersebut, peneliti melakukan kegiatan eksplorasi terhadap pelajar usia dini dengan rentang umur 7-12 tahun. 12 dari 32 pelajar dini secara random terpilih sebagai sampel studi pengabdian kepada masyarakat ini. Studi ini berkolaborasi dengan mahasiswa calon guru dengan mengumpulkan data observasi hasil penerapan pendekatan LLs dalam interaksi belajar bersama pelajar usia dini. Hasil studi ini memperlihatkan bahwa (1) keberadaan LL mampu meningkatkan motivasi pelajar usia dini; (2) interaksi selama proses belajar sangat baik; (3) pelajar usia dini mampu memamfaatkan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar otentik. Kata kunci: lanskap linguistic; pengajaran bahasa inggris; pelajar usia dini ABSTRACTTeaching English to young learners is very important in this era of globalization. Proficiency in English helps students in all aspects of life, both as a means of communication, trade, socio-culture, entertainment, science, education, and technology. Good and fluent English literacy and skills considerably start at an early age. However, raising the motivation of early childhood students is not an easy task. Moreover, introducing English as a foreign language in their environment, of course, requires teaching techniques that are able to attract the attention of students. Exploring learning that is not focused in the classroom can be an alternative for students, namely by exploring learning materials that are around students or known as Linguistic Landscapes (LLs). Learning activities consist of: Introduction, Guided-exploration Post-analysis, and Bridging activities (Solmaz, 2021). To see the implementation and how the learning process is, the researchers conducted exploration activities for early childhood students with an age range of 7-12 years. 12 out of 32 early childhood students were randomly selected as the sample for this community engagement study. This study collaborated with student teacher candidates by collecting observational data on the results of applying the LLs approach in learning interactions with early childhood students. The results of this study showed that (1) the existence of LL can increase the motivation of early childhood students; (2) the interaction during the learning process is very good; (3) early childhood students are able to take advantage of the surrounding environment as an authentic learning resource Keywords: linguistic landscapes; teaching english; young learners.
PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYIKAT GIGI PADA ANAK TUNANETRA DI SEKOLAH LUAR BIASA KOTA JAMBI DENGAN MENGGUNAKAN METODE MULTISENSORY DENTAL EDUCATION Rusmiati Rusmiati; Mira Sri Gumilar; Rosmawati Rosmawati
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 3 (2022): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i3.10618

Abstract

ABSTRAKAnak penyandang tunanetra merupakan kelompok rentan dalam kesehatan gigi dan mulut. Rendahnya edukasi kesehatan gigi dan mulut merupakan kendala bagi anak tunanetra untuk mencegah karies, kalkulus, dan maloklusi. Upaya promosi kesehatan anak tunanetra harus menekankan penyampaian informasi melalui suara, kata-kata dan sentuhan. Penyampaian informasi tersebut dapat menggunakan metode multisensory dental education. SurveiSurvei awal menunjukan kondisi siswa tunanetra dan guru sangat memerlukan pelayanan kesehatan berupa promosi kesehatan gigi dan mulut yang dilaksanakan melalui pengabdian masyarakat. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan edukasi kesehatan gigi dan mulut pada siswa tunanetra di SLB yang ada di Kota Jambi dengan melibatkan siswa dan guru untuk keberlangsungan upaya promosi kesehatan. Kegiatan dilaksanakan pada Bulan April sampai Mei 2022 yang meliputi surveisurvei awal, koordinasi, persiapan, pelaksanaan kegiatan dan evaluasi. Mitra dalam pelaksanaan kegiatan ini adalah SLBN Sri Soedewi dan SLBN 1 KOTA Jambi. Kegiatan pengabdian masyarakat berupaya upaya promosi kesehatan melalui penyuluhan kesehatan gigi dan mulut kepada siswa penyandang tunanetra dan guru. Penyuluhan dilakukan dengan menggunakan metode multisensory dental education. Sebanyak 100% sasaran mengalami peningkatan keterampilan menyikat gigi, sehingga angka ini lebih dari target yang ditetapkan yaitu sebesar 90%. Hasil evaluasi menunjukan keberhasilan kegiatan pengabdian masyarakat terhadap peningkatan keterampilan menyikat gigi pada sasaran. Kata kunci:      multisensory dental education; promosi kesehatan gigi dan mulut; siswa penyandang tunanetra. ABSTRACTChildren with visual impairment are vulnerable group in dental and oral health. Low knowledge of oral health is an obstacle for blind children to prevent caries, calculus, and malocclusion. Health promotion in visual impairment children should emphasize the information through sound, words and touch that can be use the multisensory dental education method. The initial survei showed that the visual impairment students and teachers was needed a dental health promotion. The purpose of this activity  is to improve oral health care for visual impairment students in SLB in Jambi City by involving students and teachers for continuing health promotion at school. This activity start form April to May 2022 which include initial survei, coordination, preparation, implementation and evaluation. The partners are SLBN Sri Soedewi and SLBN 1 Kota Jambi. This community service performing oral health promotion through dental and oral health education. Transfering education was using multisensory dental education method. All of targets experienced an increase in tooth brushing skills, that is more than the target that setting at 90%. The results of the evaluation show the success of this activity in improving teeth brushing skills on the target. Keywords: children with visual impairment; multisensory dental education; oral health promotion.
PENGENALAN TEKNOLOGI ROBOT SEDERHANA LINE FOLLOWER PADA ANAK-ANAK DESA Syifaul Fuada; Hendriyana Hendriyana; Nuur Wachid Abdul Majid; Nadia Tiara Antik Sari
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 3 (2022): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i3.10161

Abstract

ABSTRAK                                                               PkM ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan (Transfer knowledge) atau mengenalkan teknologi robot kepada anak-anak desa yang sekolah di SD/SMP, yang secara khusus ditargetkan untuk Dsn. Galingan, Ds. Boreng, Kec./Kab. Lumajang, Jawa Timur. Kegiatan PkM ini diselenggarakan intuk memberikan pengetahuan dasar tentang robot sederhana Line Follower analog dan mendemonstrasikan cara kerjanya. PkM ini membekali anak-anak di desa sasaran dengan pandangan baru dalam bidang Robotika. Anak-anak di desa sasaran dipilih sebagai pilot project untuk kegiatan PkM serupa dengan sasaran yang lebih luas beberapa tahun kedepan. Kegiatan diselenggarakan satu hari saja (one-day activity), pada 31 Juli 2022 yang bertempat disalah satu warga desa sasaran. Metode pelaksanaan meliputi perencanaan, inti, dan evaluasi. Peserta antusias mengikuti kegiatan dan mendapatkan insight dari PkM ini. Diharapkan, suatu saat akan menjadi kampung model untuk hobi anak-anak dibidang robotika. Kata kunci: Transfer Knowledge, Robot Line Follower Analog, Anak-anak Desa ABSTRACTThis community service program aims to transfer knowledge to village children who study in elementary/junior high schools on robotics technology. It was specifically targeted for Dsn. Galingan, Ds. Boreng, Kec./Kab. Lumajang, East Java. This program provided fundamental knowledge about a simple analog Line Follower robot and demonstrated how it works. This program equips children in the Galingan villages with new perspectives in the field of Robotics. They were selected as pilot projects for a similar program with broader targets in the next few years; it was held for one-day activity (July 31, 2022). Implementation methods include planning, core, and evaluation. The children enthusiastically participated in the activity and gained insight. It is hoped that one day it will become a model village for children's hobbies in robotics. Keywords: Transfer Knowledge, Line Follower Analog Robot, Village children
PELATIHAN ENGLISH FOR ACCOUNTING BAGI GURU BAHASA INGGRIS DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN DI KABUPATEN KARAWANG Indah Purnama Dewi; Evi Karlina Ambarwati; Praditya Putri Utami; Nina Puspitaloka
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 3 (2022): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i3.8916

Abstract

ABSTRAKKurikulum 2013 menuntut guru untuk menciptakan situasi pembelajaran yang kreatif dan inovatif dan dituntut untuk mampu menyediakan Sumber Daya Manusia (SDM) yang sesuai dengan tuntutan kebutuhan dunia industri. Tujuan dari pelaksanaan program pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan pelatihan “English for Accounting” bagi guru-guru bahasa Inggris SMK  di Kabupaten Karawang. Pelaksanaan PKM ini dilaksanakan selama 3 bulan yaitu pada bulan September, Oktober, dan November 2021. Peserta kegiatan pelatihan ini melibatkan guru – guru SMK sebanyak 60 orang. Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini dilakukan dengan menggunakan metode pelatihan dan workshop dengan melibatkan 3 tahapan pelaksanaan, yaitu (1) perencanaan untuk mengetahui kebutuhan dan menyusun materi pelatihan, (2) pelaksanaan kegiatan dan (3) evaluasi pelaksanaan yang dilakukan dengan analisis angket Kegiatan ini dilaksanakan di Ruang Auditorium SMK Bhinneka Karawang. Hasil dari pelaksanaan kegiatan ini menunjukan hasil yang memuaskan  pada 4 aspek, yaitu kesesuaian materi dengan kebutuhan, kejelasan informasi yang disampaikan dan interaksi dengan narasumber, serta kepuasan tentang pelaksanaan kegiatan. Oleh karena itu,  program kegiatan pengabdian pada masyarakat  mampu meningkatkan kompetensi guru dalam  bahan ajar bahasa Inggris untuk bidang Akuntansi Keuangan dan Lembaga serta penerapan media Teknologi Infomasi dan Komunikasi (TIK) di dalam kelas. Hasil dari pelaksanaan kegiatan ini menunjukan bahwa program kegiatan pengabdian pada masyarakat  mampu meningkatkan kompetensi guru dalam memb bahan ajar yang sesuai dengan jurusan bidang keahlian di sekolah, selain itu kegiatan pelatihan ini dan pengetahuan baru di bidang Teknologi Infomasi dan Komunikasi (TIK). Kata kunci: english for accounting; sekolah menengah kejuruan; guru bahasa inggris ABSTRACTThe national 2013 curriculum requires teachers to create innovative learning situations and is required to be able to provide Human Resources (HR) who meet the demands of the industrial world. The purpose of this community service program is to provide "English for Accounting" training for English teachers at Vocational High School in Karawang Regency. The implementation of this program was carried out for 3 months, from September to November 2021. The participants of this training activity were 60 teachers. This community service activity was carried out using training and workshop methods which involved 3 stages, i,e, planning, implementation and evaluation. This activity was held in the Auditorium of the Bhinneka Vocational School in Karawang. The results of the implementation of this activity indicated the participants’ satisfaction in 4 areas, i.e. the material suitability, clarity of information and interaction with the speakers as well as their overall satisfaction of the activities. Thus, it can be concluded that the activity facilitated the participants to improve their competence regarding English for Accounting teaching materials and Information and Communication Technology (ICT) classroom integration. Keywords: english for accounting; english teacher; vocational school
PEMBUATAN VIDEO EDUKASI : BERANTAS HOAKS SEPUTAR VAKSIN COVID-19 DI FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM Cyntiya Rahmawati; Baiq Leny Nopitasari; Alvi Kusuma Wardani; Baiq Nurbaety; Melati Permata Hati; Baiq Lenysia Puspita Anjani; Nur Furqani; Abdul Rahman Wahid
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 3 (2022): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i3.7086

Abstract

ABSTRAKProgram vaksinasi COVID-19 kini telah menyasar masyarakat umum, termasuk anak-anak usia 12 tahun ke atas, ibu hamil, ibu menyusui, dan lansia. Pada awal 2021 telah tersedia berbagai vaksin untuk COVID-19 di Indonesia, yaitu vaksin buatan Sinovac (CoronaVac), AstraZeneca, Sinopharm, Moderna, dan Pfizer. Berdasarkan hasil Survei Penerimaan Vaksin COVID-19 di Indonesia, di Kepulauan Nusa Tenggara ada 65–70% responden yang mengetahui rencana Pemerintah untuk melaksanakan vaksinasi COVID-19 dan hanya 58% yang bersedia menerima Vaksin COVID-19. Adanya hoaks seputar Vaksin COVID-19 dapat menurunkan minat masyarakat atau menimbulkan keraguan untuk melakukan vaksinasi COVID-19. Sehingga pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dengan tujuan sebagai upaya edukasi terkait hoaks dan fakta seputar Vaksin COVID-19 untuk meningkatkan capaian vaksin COVID-19 di masyarakat. Metode yang dilakukan yaitu pembuatan video edukasi hoaks dan fakta seputar Vaksin COVID-19, dan disebarkan melalui media sosial kanal YouTube FIK UMMAT. Target yang diharapkan dapat meningkatkan ketercapaian 100% vaksinasi COVID-19 di Indonesia khususnya di Nusa Tenggara Barat dan di lingkungan Universitas Muhammadiyah Mataram, guna mempercepat tercapainya herd immunity. Kata kunci: hoaks; fakta; vaksin covid-19 ABSTRACTThe COVID-19 vaccination program has now targeted the general public, including children aged 12 years and over, pregnant women, breastfeeding mothers, and the elderly. In early 2021, various vaccines for COVID-19 were available in Indonesia, namely vaccines made by Sinovac (CoronaVac), AstraZeneca, Sinopharm, Moderna, and Pfizer. Based on the results of the COVID-19 Vaccine Acceptance Survey in Indonesia, in the Nusa Tenggara Islands there were 65–70% of respondents who are aware of the Government's plan to carry out the COVID-19 vaccination and only 58% were willing to receive the COVID-19 Vaccine. The existence of hoaxes about the COVID-19 vaccine can reduce public interest or raise doubts about vaccinating COVID-19. So that this community service is carried out with the aim of being an educational effort related to hoaxes and facts about the COVID-19 vaccine to increase the achievement of the COVID-19 vaccine in the community. The method used is making educational videos of hoaxes and facts about the COVID-19 vaccine, and distributed through social media on the FIK UMMAT YouTube channel. The target is expected to increase the 100% achievement of COVID-19 vaccination in Indonesia, especially in West Nusa Tenggara and at the University of Muhammadiyah Mataram, in order to accelerate the achievement of herd immunity. Keywords: hoax; facts; covid-19 vaccine
PENGADAAN PAPAN INFORMASI DESA WONOTULUS Roisu Eny Mudawaroch; Aji Pangestu; Deny Romadhon; Sita Nurhayati; Alifiana Budi Rahayu; Fortuna Dyah Permata
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 3 (2022): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i3.10175

Abstract

ABSTRAKInformasi sudah menjadi  kebutuhan masyarakat saat ini. Papan  informasi  di desa  sangat penting  karena dapat memudahkan perangkat desa untuk memberikan informasi desa dan sebagai tempat berkumpul masyarakat desa sejenak untuk membaca bersama.  Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengetahui manfaat dan penempatan dalam pengadaan papan informasi. Metode kegiatan berupa pengadaan papan informasi. Pelaksanaan meliputi Tahap persiapan, Tahap pelaksanaan dan  Tahap  evaluasi.  Hasil kegiatan ini adalah pada tahap persiapan dengan memohon ijin dan diskusi dengan bapak kepala desa. Tahap pelaksanaan adalah pembelian bahan perlengkapan pembuatan papan informasi. Membuat desain tulisan, memotong kertas dan pengecatan. Setelah dicat maka dikeringkan. Papan informasi yang telah jadi diserahkan ke kepala dusun dan dilakukan pemasangan di pos kamling. Untuk melihat efektifitas penyuluhan dilakukan evaluasi. Semua responden menyatakan kegiatan pengadaan papan informasi ini  menarik. Semua responden menyatakan ada papan informasi desa sebelumnya. Papan informasi namun keberadaan papan informasi  sebelum ini  sebagian besar menyatakan mungkin terawat. Semua responden merasakan manfaat  papan informasi tersebut. Penempatan papan informasi desa terlihat jelas. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah tahap persiapan dan pelaksanaan berjalan dengan lancar. Pada tahap evaluasi didapatkan penduduk desa tertarik pada kegiatan ini walaupun sebelumnya sudah ada namun keberadaannya sebagian besar ragu tentang kondisinya. Penduduk desa merasakan manfaat adanya papan informasi. Penempatan  an warna papan informasi sudah sesuai. Saran pada kegiatan ini adalah diharapkan penduduk desa memanfaatkan dan merawat papan informasi desa.  Kata kunci: papan informasi; desa; manfaat; penempatan. ABSTRACTInformation has become a need of today's society. Information boards in important villages can make it easier for village officials to provide village information and as a community gathering place because of the opportunity to read together. The purpose of this activity is to find out the benefits and placement in the procurement of information boards. Information board procurement activity method. Implementation The preparation stage, the implementation stage and the evaluation stage. The result of this activity is the preparation stage by asking for permission and discussing with the village head. The implementation stage of purchasing materials for information-making equipment. Create writing, paper and painting designs. After painting, it is dried. Information boards that have been submitted to the head of the hamlet and installed at the kamling post. To see the effectiveness of counseling conducted an evaluation. All respondents stated that the procurement of information boards was interesting. All respondents stated that there was a previous village information board. Presence information boards but the previous information boards mostly said it might be well maintained. All respondents felt the benefits of the information board. Placement of village information boards is clearly visible. The conclusion of this activity is that the preparation and implementation stages went smoothly. At the evaluation stage, it was found that the villagers were interested in this activity, although previously there were some doubts about its condition. Villagers feel the benefits of having information boards. The placement and color of the information board is appropriate. Suggestions for this activity are that villagers use and maintain village information boards. Keywords: formation board; village; benefits; placement.
PENINGKATAN PENGETAHUAN REMAJA WANITA TENTANG PENTINGNYA MENGONSUMSI TABLET PENINGKATAN DARAH DI KOTA BANJARBARU Anggun Wulandari; Ladyqia Cintana Pinkan; Imilda Safitri; Noni Rianti; Noor Thaibah; Fajar Adi Mulya
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 3 (2022): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i3.8832

Abstract

ABSTRAKAnemia adalah menurunnya jumlah massa eritrosit (red cell mass) sehingga jumlah oksigen ke jaringan prifer tidak terpenuhi. Anemia sering menyerang remaja putri karena keadaan stress, haid, atau terlambat makan. Menurut Riskesdas, Prevalensi nasional anemia di Indonesia mencapai 21,7 pada tahun 2016. Perempuan lebih mendominasi yaitu 23,9% dan laki-laki 18,4%. Berdasarkan karakteristik kelompok umur 5-14 tahun lebih tingi yaitu 26,4%  dibandingkan remaja umur 15-21 tahun yaitu 18,4%. Anemia menempati posisi tertinggi di wilayah RT.003 RW.004 Kecamatan Guntung Paikat. Sebanyak 4 orang menderita masalah Kesehatan, sehingga perlu untuk ditangani lebih lanjut. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengetahauan mengenai pentingnya konsumsi tablet tambah darah dengan kejadian anemia pada remaja putri. Metode dalam menentukan prioritas masalah menggunakan metode Multiple Criteria Ultility Assessment (MCUA) sehinga ditemukan permasalahan yang terjadi pada RT 003 RW 004  Kelurahan Guntung Paikat adalah remaja putri yang tidak mengkonsumsi Tablet Tambah Darah. Pelaksanaan kegiatan pengalaman belajar lapangan (PBL) dilakukan dengan metode penyuluhan, tanya jawab dan pembentukan kader untuk melakukan pemeriksaan anemia dan pembagian TTD rutin. Output dari kegiatan berupa peningkatan pengetahuan remaja putri terkait pentingnya tablet tambah darah bagi remaja putri. Hasilnya menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan yang cukup signifikan dan perlu dimonitoring agar lebih meningkatkan tingkat kesadaran dalam pentingnya tablet tambah darah. Kata kunci: anemia; tablet tambah darah; pengetahuan; remaja putri. ABSTRACTAnemia is a decrease in the number of erythrocyte mass (red cell mass) so that the amount of oxygen to the primary tissues is not fulfilled. Anemia often attacks young women due to stress, menstruation, or late eating. According to Riskesdas, the national prevalence of anemia in Indonesia reached 21.7 in 2016. Women dominate at 23.9% and men 18.4%. Based on the characteristics of the age group 5-14 years, it is 26.4% higher than adolescents aged 15-21 years, which is 18.4%. Anemia occupies the highest position in the area of RT.003 RW.004, Guntung Paikat District. As many as 4 people suffer from health problems, so they need to be treated further. The purpose of this study was to determine knowledge about the importance of consuming blood-added tablets with the incidence of anemia in adolescent girls. The method in determining the priority of the problem uses the Multiple Criteria Ultility Assessment (MCUA) method so that it is found that the problems that occur in RT 003 RW 004, Guntung Paikat Village, are young women who do not consume Blood Add Tablets. The implementation of field learning experience (PBL) activities is carried out using counseling methods, question and answer and the formation of cadres to carry out anemia checks and routine iron injections distribution. The output of the activity is an increase in the knowledge of young women regarding the importance of blood-added tablets. The results show that there is a significant increase in knowledge and needs to be monitored in order to further increase the level of awareness in the importance of blood-added tablets. Keywords: anemia; blood increase tablets; knowledge; young women.
OPTIMALISASI PEMASARAN MELALUI MEDIA SOSIAL PADA UMKM SE-KECAMATAN BULAK DALAM ERA DISRUPSI Luluk Desva Fitriah; Anisa Amirotun Nabila; Boston Tambunan; Cahya Gutama Putra; Fauziah Putri Indi Rahmawati; Muhammad Wildan Firmansyah; Nur Mahmuda; Siti Nurista Fitriani; Yanuar Tyas Suganda; Didiek Tranggono
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 3 (2022): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i3.9638

Abstract

ABSTRAKDi era disrupsi, banyak platform yang dapat membantu UMKM untuk meningkatkan penjualannya. Contohnya pemasaran melalui dunia digital yang dapat dilakukan melalui media sosial antara lain WhatsApp business, Instagram Business, Tiktok dll. Dalam sebuah konten media sosial, tentunya juga perlu foto produk yang unik dan menarik sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi pelanggan. Namun, tanpa  memiliki  kompetensi dalam penguasaan dan pemahaman pemasaran digital, tentunya akan  menyulitkan  para  pelaku  UMKM  untuk bersaing  dalam  perdagangan. Sehingga penting untuk dilakukan pelatihan pemasaran digital. Kegiatan pengabdian masyarakat “Business Talk” menyasar pada pelaku UMKM se-Kecamatan Bulak, Surabaya bertempat di aula kantor Kecamatan Bulak. Tujuan dari kegiatan ini  untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan kompetensi bagi para pelaku UMKM se-Kecamatan Bulak. Metode pelaksanaan kegiatan dengan ceramah, pelatihan dan kuesioner. Ceramah dilakukan dengan penyampaian materi. Materi yang disampaikan meliputi whatsApp business dan foto produk. Pelatihan berupa praktik mendaftar whatsApp business bagi pelaku UMKM serta praktik cara memfoto produk. Kuesioner berisi tingkat pemahaman peserta seminar sebelum dan setelah mendapat materi. Berdasarkan hasil kuesioner, seminar berpengaruh besar pada pelaku UMKM yang dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman mereka terhadap foto produk dan juga whatsApp business. Sehingga hasil dari kegiatan ini berupa tingkat pemahaman sekaligus kompetensi pelaku UMKM mengenai pemasaran produk meningkat. Kata kunci: foto produk; pemasaran digital; pengabdian masyarakat; UMKM; whatsApp business. ABSTRACTIn the era of disruption, many platforms can help MSMEs increase their sales. For example, digital marketing through social media, including WhatsApp Business, Instagram Business, Tiktok, etc. In social media content, need a unique and interesting product photo so that it becomes a special attraction for customers. However, it will certainly make it difficult for MSMEs to compete in trade without competence in controlling and understanding digital marketing. So it is important for digital marketing training. The Business Talk community service activity targets SMEs throughout the Bulak District, Surabaya, in the Hall of the Bulak District Office. The purpose of this activity is to increase knowledge and increase competence for SMEs throughout the Bulak District. Methods of implementing activities with lectures, training, and questionnaires. Lectures are carried out by the delivery of material. The material presented includes WhatsApp business and product photos. Training in the form of practice in registering WhatsApp business for MSMEs and practice on how to photograph products. The questionnaire measures the level of understanding of the seminar participants before and after getting the material. Based on the results of the questionnaire, the seminar has a big influence on MSMEs who can increase their knowledge and understanding of product photos and the WhatsApp business. So that the results of this activity are in the form of understanding levels as well as the competencies of MSMEs regarding product marketing increase. Keywords: product photos; digital marketing; community dedication; MSMEs; WhatsApp business.
PELATIHAN ANALISIS MAKROINVERTEBRATA SEDERHANA SEBAGAI BIOINDIKATOR KUALITAS SUMBER AIR MINUM DI DESA KEMIRI, KECAMATAN PANTI, KABUPATEN JEMBER Agung Sih Kurnianto; Nilasari Dewi; Hari Purnomo; Nur Laila Magvira; Ardi Firmansyah; Yusnan Hadi
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 3 (2022): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i3.9249

Abstract

ABSTRAKMasyarakat Kelompok Tani Sidodadi, Desa Kemiri, Kecamatan Panti, Kabupaten Jember menjalankan pertanian sebagai sumber pendapatan utama. Sumber daya air sebagai baku pertanian menjadi berkurang kualitasnya seiring pencemaran. Air minum masih menggunakan air dengan kualitas yang kurang baik. Namun, penentuan kualitas air untuk pertanian masih belum banyak dikenal, terutama menggunakan makroinvertebrata sebagai indikator alami. Sangat penting dilakukan pengayaan pengetahuan melalui pelatihan dan sosialisasi terhadap masyarakat mengenai jenis makroinvertebrata tersebut. Selain itu, sangat penting juga dilakukan sosialisasi teknik konservasi dan perlindungan sumber daya air, sehingga nilai guna sumber daya air akan terjaga, baik kuantitas, kualitas, maupun kehandalannya menjadi sumber baku irigasi. Teknik pengenalan dan identifikasi ini juga disampaikan pada masyarakat agar kualitas air baku pertanian tetap terjaga. Kegiatan utama adalah peningkatan kualitas air melalui pengenalan jenis makroinvertebrata air dengan tujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang kualitas perairan di sekitarnya dan meningkatkan kualitas kesehatan petani. Setelah itu, dilakukan pengayaan pengetahuan melalui pelatihan dan sosialisasi terhadap masyarakat mengenai jenis makroinvertebrata, terdapat penambahan pengetahuan yang baru yang dirasakan oleh peserta. Peserta kemudian mampu memahami penentuan kualitas air dengan menggunakan berbagai metode analisis kualitas air. Metode analisis kualitas air dapat diterapkan dengan menggunakan indra, metode fisik, dan bioindikator. Selain itu, peserta menyadari pentingnya menjaga kualitas air. Kata kunci: air; bioindikator; kemiri; makroinvertebrata; dan pelatihan ABSTRACTThe Sidodadi Farmers Group, Kemiri Village, Panti District, Jember Regency, depend on agriculture for their livelihood. Water resources for irrigation are decreasing in quality along with pollution. People drink with low quality water. However, the determination of water quality for agriculture is still not widely known, especially using macroinvertebrates as bioindicators. Based on initial observations, it is very important to enrich knowledge through training and outreach to the public regarding the types of macroinvertebrate bioindicators. In addition, it is also very important to disseminate techniques for conservation and protection of water resources. This has an impact on the stability of the condition of the springs, in terms of quantity, quality, and reliability as irrigation. The main activity of this service is improving water quality through the introduction of types of aquatic macroinvertebrates with the aim of increasing public knowledge about water quality and improving the health quality of farmers. Then, knowledge enrichment was carried out through training and outreach to the public regarding the types of macroinvertebrates. The results of the service showed an increase in participants' knowledge. Participants were then able to understand the determination of water quality using various methods of water quality analysis. Water quality analysis methods can be applied using the senses, physical methods, and bioindicators. In addition, participants realized the importance of maintaining water quality in their residential environment. Keywords: bioindicators; kemiri; macroinvertebrates; training; and water
PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI PHOTOSTOCK DI SMA BODHI DHARMA MENGGUNAKAN FRAMEWORK SCRUM Suwarno Suwarno; Juven Gautama
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 3 (2022): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i3.10393

Abstract

ABSTRAKFotografi merupakan salah satu cara untuk menarik minat perhatian terhadap media sosial khususnya untuk SMA Bodhi Dharma. Sekolah tersebut masih kekurangan dokumentasi kegiatan sehari-hari yang telah diedit sehingga pada pengabdian ini membantu pihak sekolah untuk memiliki Photostock sehingga dapat digunakan sebagai media promosi. Pengabdian ini merancang Photostock dengan mengimplementasikan Kerangka Scrum. dari hasil dokumentasi yang telah diedit menggunakan Adobe Photoshop dan Adobe Lightroom. Hasil dari pengabdian ini berupa 108 foto yang telah diserahkan kepada pihak sekolah, untuk kemudian diunggah ke dalam media sosial Sekolah Bodhi Dharma. Photostock ini telah membantu pihak sekolah sehingga dapat memberikan informasi yang akurat dan menarik tentang kegiatan sekolah dan fasilitasnya, dan hal ini menjadi strategi promosi Sekolah Bodhi Dharma. Kata kunci: photostock; promosi sekolah; kerangka scrum ABSTRACTPhotography is one way to attract attention to social media, especially for Bodhi Dharma High School. The school still lacks edited documentation of daily activities so that in this service it helps the school to have Photostock so that it can be used as a promotional medium. This service is designing Photostock by implementing the Scrum Framework. From the results of the documentation that has been edited using the Adobe Photoshop and Adobe Lightroom. The result of this service was in the form of 108 photos that had been submitted to the school, and then uploaded to the social media of the Bodhi Dharma School. This Photostock has helped the school so that it can provide accurate and interesting information about school activities and facilities, and this has become a promotion strategy for Bodhi Dharma School.  Keywords:  photostock; promotion school; scrum framework

Page 81 of 272 | Total Record : 2711