cover
Contact Name
Zulkarnain
Contact Email
dzul9787@gmail.com
Phone
+6287832631987
Journal Mail Official
selaparang.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan No.1, Pagesangan, Kec. Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Bar. 83115
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan
ISSN : 26145251     EISSN : 2614526X     DOI : https://doi.org/10.31764/jpmb.v5i1.6393
SELAPARANG : Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan merupakan jurnal yang mendiseminasikan setiap pemikiran dan ide gagasan atas hasil penelitian dan pemanfaatan teknologi untuk diimplementasikan kepada masyarakat mencakup ; (1). Bidang ilmu pengetahuan ; MIPA (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi), Terapan, Sosial, Budaya, Ekonomi, dan Kesehatan, (2). Pelatihan dan peningkatan hasil pendidikan dan (3). Pengembangan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,711 Documents
PROGRAM PENINGKATAN KAPASITAS MASYARAKAT DALAM UPAYA PENGURANGAN RISIKO BENCANA BANJIR BERBASIS KOMUNITAS Fauzie Rahman; Nur Laily; Anggun Wulandari; Riana Riana; Agus Muhammad Ridwan; Zuhrufa Wanna Yolanda
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 4 (2022): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i4.11122

Abstract

Kabupaten Banjar merupakan salah satu dari 11 kabupaten/kota yang terdampak banjir di Provinsi Kalimantan Selatan. Dampak banjir di Kabupaten Banjar menyebabkan kerusakan sebanyak 27.368 rumah, 2 jembatan, 5 tempat ibadah dan 9 sekolah di 207 Desa dari 19 Kecamatan. Selain itu, terdapat korban jiwa sebanyak 3 orang meninggal, 190.929 orang terdampak dan 32.113 orang diantaranya harus mengungsi. Masyarakat sebagai pelaku awal penanggulangan bencana sekaligus korban bencana harus mampu dalam batasan tertentu menangani bencana, sehingga diharapkan bencana tidak berkembang ke skala yang lebih besar. Masyarakat perlu mempunyai pemahaman mengenai upaya menghadapi bencana yang dapat mengancam keselamatan. Pemahaman dan kemampuan masyarakat inilah yang disebut sebagai komponen kapasitas masyarakat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk melaksanakan program peningkatan kapasitas masyarakat dalam upaya pengurangan risiko bencana banjir berbasis komunitas. Metode pelaksanaan kegiatan terdiri dari 3 tahapan, yaitu persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukan bahwa terdapat 15 orang (75%) peserta kegiatan telah memiliki pengetahuan yang baik mengenai kapasitas dalam upaya pengurangan risiko bencana banjir. Berdasarkan hasil kegiatan dapat diketahui bahwa masih terdapat 1 orang (5%) responden yang menganggap bahwa membangun pondok sementara untuk mengungsi, di tempat aman/daerah bukit/tempat lebih tinggi dan jauh dari sungai tidak diperlukan. Selain itu, terdapat 1 orang (5%) responden yang menganggap bahwa merekonstruksi/meninggikan rumah tidak diperlukan. Serta 3 orang (15%) responden yang menganggap bahwa pembuatan tanggul menggunakan tembok beton untuk mencegah air masuk ke pemukiman tidak diperlukan
SOSIALISASI DONGENG PHBS DAN PRAKTIK CUCI TANGAN DALAM UPAYA PENCEGAHAN INFEKSI PADA STUNTING Amalina Shabrina; Muhammad Thoriq Iman; Multazam Siddiq; Nanda Nickolla Adrian; Hanun Nur Hanifah; Hilya Aliva Aufia; Immanuela Maria Regita; Rifqah Ribbiy; Rizky Anugerahhanni; Salma Nadia; Salmaa Ananda
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 4 (2022): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i4.10785

Abstract

ABSTRAKStunting merupakan kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi dan infeksi sehingga anak terlalu pendek untuk seusianya. Stunting banyak ditemukan pada anak di bawah lima tahun. Namun, anak usia sekolah dasar memiliki risiko stunting yang lebih tinggi akibat lebih terpapar lingkungan yang tidak sehat sehingga rentan mengalami infeksi. Salah satu tindakan pencegahan yang dapat dilakukan ialah menanamkan kesadaran akan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Kegiatan edukasi PHBS ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan perilaku terkait PHBS dan 6 langkah cuci tangan dalam mencegah infeksi kepada siswa SDN 1 Singosari, Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali. Materi edukasi disampaikan melalui dongeng interaktif dan dilanjutkan dengan praktik cuci tangan yang diikuti oleh seluruh siswa. Kegiatan ditutup dengan pemasangan poster di tiap kelas sebagai pengingat siswa akan pentingnya PHBS dan cuci tangan. Edukasi diikuti oleh 73 siswa SDN 1 Singosari. Setelah kegiatan selesai, dilakukan evaluasi secara lisan dan didapat hasil bahwa 90% siswa dapat memahami dan menjelaskan kembali pentingnya PHBS. Siswa juga dapat mempraktikkan 6 langkah cuci tangan sesuai panduan Badan Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO). Dapat disimpulkan bahwa kegiatan edukasi dengan dongeng dan praktik menimbulkan peningkatan pengetahuan tentang PHBS sebesar 90% dan perubahan perilaku mencuci tangan yang benar sehingga diharapkan dapat mencegah infeksi pada anak usia sekolah dasar. Kata kunci: anak sekolah dasar; cuci tangan; diare; infeksi; PHBS. ABSTRACTStunting is a condition where children are too short for their age due to chronic malnutrition and infection. Stunting is mostly found in children under five years old. However, primary school-age children are more exposed to unhealthy environment and more susceptible to infections, thus having a higher risk of stunting. One of the preventive measures that can be taken is to increase awareness of clean and healthy living behavior (PHBS). This PHBS educational activity aimed to improve knowledge and behaviour of PHBS and 6 steps of hand washing in preventing infections to students at public primary school (SDN) 1 Singosari, Mojosongo District, Boyolali Regency. Materials were delivered through interactive story telling, followed by joint hand washing practice. Educational posters were given to each class as a reminder for students about the importance of PHBS and hand washing. This activity was attended by 73 students of SDN 1 Singosari. With a verbal evaluation method by the end of the activity, it was shown that 90% of the students were able to understand and explain about the importance of PHBS. Students were also able to practice the 6 steps of hand washing in accordance with the World Health Organization (WHO) guideline. In summary, educational activity with story-telling method and joint practice resulted in 90% increased knowledge and behavior of PHBS and might prevent infections in primary school-aged children. Keywords: primary school children; hand washing; diarrhea; infection; clean and healthy living behaviour (PHBS).
SOSIALISASI PENTINGNYA MENJALANKAN IBADAH SHALAT DAN PUASA SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KESEHATAN SECARA FISIK DAN PSIKIS Yulinar Yulinar; Ratih Ayu Atika; Erizal Kurniawan; Syahrianursaifi Syahrianursaifi; Musran Musran
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 4 (2022): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i4.11078

Abstract

ABSTRAKIbadah shalat dan puasa merupakan bagian dari rukun islam yang ke dua dan yang ke empat. Dalam melaksanakan ibadah shalat dan puasa banyak diantara umat islam yang kurang memahi manfaat secara detil dari ibadah tersebut. Pada umumnya masyarakat hanya melakukan ibadah karena kewajiban tetapi tanpa memahami manfaat kesehatan yang diperoleh dalam menjalankan ibadah tersebut baik secara fisik maupun secara psikis. Tujuan pelaksanaan kegiatan PKM ini adalah untuk menanamkan nilai-nilai positif kepada masyarakat di Gampong Batee Linteung, serta dengan pelaksanaan kegitan ini dapat mmotivasi masyarakat untuk taat menjalakan ibadah shalat dan puasa. Medote yang digunakan dalam pengabdian ini adalah diskusi dan forum cermah. Hasil yang diperoleh dari kegiatan pengabdian ini adalah masyarakat yang ada di Gampong Batee Linteung lebih memahami tentang manfaat yang diperoleh dari ibadah yang selama ini mereka jalankan. Masyarakat di Gampong tersebut untuk kedepannya menjadi lebih antusias dalam menjalankan ibadah shalat dan puasa. Kata kunci: ibadah shalat puasa; sehat fisik psikis ABSTRACTPrayer and fasting are part of the second and fourth pillars of Islam. In carrying out prayer and fasting, many Muslims do not understand the detailed benefits of this worship. In general, people only perform worship because of obligation but without understanding the health benefits that are obtained in carrying out worship both physically and psychologically. The purpose of implementing this PKM activity is to instill positive values in the community in Gampong Batee Linteung, and by implementing this activity it can motivate the community to obey prayer and fasting. The methods used in this service are discussions and lecture forums. The results obtained from this community service activity are that the people in Gampong Batee Linteung understand more about the benefits derived from the worship that they have been carrying out so far. In the future, the people in the village will be more enthusiastic in praying and fasting. Keywords: fasting prayer worship; physical and psychic health
LITERASI DAN SOSIALISASI SEBAGAI UPAYA MENGHINDARI EFEK HUKUM DAN EKONOMI BAGI PENJUAL DAN PEMBELI BARANG TIRUAN ATAU BARANG PALSU PADA UMKM DI KECAMATAN CINERE DEPOK, JAWA BARAT Anastasia Bernadin Dwi Mardiatmi; Rianda Dirkareshza; Jenji Gunaedi Argo
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 4 (2022): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i4.11744

Abstract

ABSTRAKMaraknya perdagangan barang tiruan atau barang-barang palsu atau barang KW di Indonesia semakin menjadi, persoalanya peredaran barang palsu bukan hanya terjadi di Indonesia saja, tetapi banyak juga di berbagai negara. Salah satu di alasannya karena minimnya pemahaman dan literasi konsumen dan penjual terkait apa itu produk tiruan. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan literasi mengenai hukum menjual barang tiruan dan bagaimana meningkatkan kinerja manajemen melalui penerapan strategi pemasaran yang baik. Kegiatan ini disusun menggunakan metode edukasi, literasi dan pendampingan  kepada 30 pelaku UMKM di Kecamatan Cinere.  Hasil dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah adanya peningkatan pengetahuan pelaku UMKM sebesar 70% setelah mendapatkan literasi dan edukasi mengenai hukum dan strategi pemasaran. Kata Kunci: usaha mikro, kecil dan menengah; efek hukum; keunggulan bersaing  ABSTRACTThe rise of trade in counterfeit goods or counterfeit goods or KW goods in Indonesia is increasingly becoming, the problem is that the circulation of counterfeit goods does not only occur in Indonesia, but also in many countries. One of the reasons is the lack of understanding and literacy of consumers and sellers regarding what counterfeit products are. Therefore, this service activity aims to provide education and literacy regarding the law of selling counterfeit goods and how to improve management performance through the application of good marketing strategies. This activity was arranged using education, literacy and mentoring methods for 30 MSME actors in Cinere District. The result of this community service activity is an increase in the knowledge of MSME actors by 70% after getting literacy and education about law and marketing strategies. Keywords: micro; small and medium enterprises; legal effects; competitive advantage
PKM KELOMPOK MASYARAKAT TERHADAP PENINGKATAN KUALITAS OLAHAN MI RUMPUT LAUT EUCHEUMA COTTONII Anfas Anfas; Nurdiyah Nurdiyah; Nur Indah Sari Arbit; Suparjo Razasli Carong; Qaizar Qaizar
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 4 (2022): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i4.11214

Abstract

ABSTRAKPengabdian ini berjudul PKM Kelompok Masyarakat terhadap Peningkatan Kualitas Olahan Mi Rumput Laut Eucheuma cottonii. Tujuan pengabdian ini yaitu masyarakat mendapat pengetahuan dan keterampilan dalam mengolah bahan baku rumput laut menjadi olahan mi yang berkualitas dan pengetahuan terkait pemasaran produk. Metode yang digunakan yaitu metode pelatihan pembuatan tepung rumput laut, pelatihan pembuatan mi rumput laut dan wpelatihan pemasaran produk. Selama penelitian, peserta sangat antusias mengikuti rangkaian program yang dilaksanakan. Peserta sangat aktif dalam diskusi dan banyak pertanyaan-pertanyaan yg di sampaikan. Hasil dari program ini masyarakat memiliki pemahaman dan keterampilan dalam mengolah bahan baku rumput laut menjadi olahan mie yang berkualitas serta pemahaman terkait pemasaran produk sehingga peserta mendapatkan pengetahuan secara menyeluruh mulai dari membuat olahan mi sampai pada kegiatan pemasarannya. Diharapkan program ini dapat di optimalkan oleh masyarakat sebagai bekal untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir. Kata kunci: mie; olahan, pemasaran; rumput laut; tanjung mampie ABSTRACTThis service is entitled PKM Community Groups on Improving the Quality of Processed Seaweed Noodles Eucheuma cottonii. The purpose of this service is that the community gains knowledge and skills in processing seaweed raw materials into quality noodle preparations and knowledge related to product marketing. The methods used are training methods for making seaweed flour, training for making seaweed noodles and training in product marketing. During the research, participants were very enthusiastic about participating in the series of programs implemented. Participants were very active in the discussion and many questions were asked. The result of this program is that the community has the understanding and skills in processing seaweed raw materials into quality noodle preparations as well as understanding related to product marketing so that participants gain comprehensive knowledge starting from making processed noodles to marketing activities. It is hoped that this program can be optimized by the community as a provision for improving the welfare of coastal communities. Keywords: marketing; noodles; processed; seaweed; tanjung mampie.
PELATIHAN PEMBUATAN SABUN HERBAL RAMAH LINGKUNGAN DI KAMPUNG LOJI DESA GEKBRONG CIANJUR JAWA BARAT Nining Nining; Tahyatul Bariroh; Ristianti Azharita; Kori Yati; Fujianti Fujianti; Ema Dewanti; Agustin Yumita
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 4 (2022): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i4.11319

Abstract

ABSTRAKSabun herbal merupakan sabun yang diproduksi dari tanaman berkhasiat obat secara sederhana tanpa penambahan bahan sintetik atau bahan aditif lainnya. Kegiatan ini merupakan pelatihan dalam pembuatan sabun herbal yang ramah lingkungan kepada masyarakat Kampung Loji Desa Gekbrong Cianjur sebagai bagian yang terintegrasi dengan Kuliah Kerja Nyata Mahasiswa (KKNM) Tematik Fakultas Farmasi dan Sains UHAMKA dalam Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM) tahun 2022. Tujuannya adalah untuk menyampaikan pengetahuan dan keterampilan dalam pabrikasi produk sabun herbal dengan berbagai bahan aktif seperti kopi, teh hijau, dan sereh. Kegiatan ini dilakukan dengan metode observasi dan penyuluhan secara langsung dengan sasaran masyarakat Kampung Loji. Kegiatan diawali dengan pemberian materi mengenai sabun herbal ramah lingkungan dan dilanjutkan dengan simulasi pembuatan sabun herbal menggunakan variasi bahan aktif seperti teh hijau, kopi, dan sereh. Evaluasi dilaksanakan untuk mengetahui sejauh mana pengetahuan peserta terhadap teknologi pembuatan sabun herbal yang akan dipraktikkan dan keberhasilan capaian kegiatan. Peserta sangat antusias selama kegiatan berlangsung. Secara statistik, terdapat rata-rata peningkatan nilai dari pretest ke posttest sebanyak 12,00 poin (positive ranks) dengan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) 0,000 (p-value ≤ 0,005) menggunakan Wilcoxon Signed Ranks Test. Dengan demikian, hasil evaluasi menunjukkan strategi pelatihan dalam kegiatan ini tepat untuk diterapkan dalam rangka meningkatkan pengetahuan peserta mengenai pembuatan sabun herbal ramah lingkungan. Kata kunci: sabun herbal; ramah lingkungan; pengabdian masyarakat; kampung loji. ABSTRACTHerbal soaps are soaps that are produced from simple medicinal plants without the addition of synthetic ingredients or other additives. This activity is training in producing environmentally friendly herbal soap for the Loji community, Gekbrong Village, Cianjur, as an integrated part of the Thematic Student Real Work Lecture (KKNM) of the Faculty of Pharmacy and Science, UHAMKA in the Merdeka Campus Competition Program (PKKM) 2022. This activity applies direct observation and counselling methods with the Loji community target. This activity aims to impart knowledge and skills in producing herbal soap products with various active ingredients such as coffee, green tea, and lemongrass. The activity began with the educational delivery of environmentally friendly herbal soap. It continued with a simulation of producing herbal soap using various active ingredients such as green tea, coffee, and lemongrass. The evaluation was conducted to determine the extent of the participant's knowledge of the technology for producing herbal soap to be practiced and the success of the activities. Participants were very enthusiastic during the activity. Statistically, there is an average increase in scores from the pretest to the posttest of 12.00 points (positive ranks) with an Asymp value. Sig. (2-tailed) 0.000 (p-value 0.005) using the Wilcoxon Signed Ranks Test. Thus, the evaluation results indicate that the training strategy in this activity is appropriate to be applied to increase the participants' knowledge about producing environmentally friendly herbal soaps. Keywords: herbal soap; environmentally friendly; community dedication; loji village.
PEMANFAATAN HAMA KEONG BAKAU (TELESCOPIUM TELESCOPIUM) SEBAGAI PAKAN ALTERNATIF PADA KELOMPOK PETAMBAK DI DESA ALUE KUMBA, ACEH TIMUR Herlina Putri Endah Sari; Suri Purnama Febri; Kartika Aprilia Putri; Andri Yusman Persada; Ika Rezvani Aprita
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 4 (2022): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i4.10933

Abstract

ABSTRAKAceh merupakan provinsi yang memiliki hasil budidaya tambak ikan dan udang yang tinggi, diantaranya di Desa Alue Kumba, Aceh Timur. Namun, kegiatan budidaya tidak terlepas dari kendala, yaitu hama. Hama yang biasa menyerang tambak yaitu hama Telescopium telescopium (keong Mangrove). Selain hama, masalah lain yang dihadapi petambak di Desa Alue Kumba yaitu mahalnya harga pakan. Solusi dari masalah tersebut yaitu pemanfaatan hama Keong Mangrove sebagai bahan pembuatan pakan alternatif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan adalah 1) Penyampaian materi mengenai manfaat dan kerugian kehadiran T. telescopium; 2) Pelatihan dan pendampingan pembuatan pakan alternatif; 3) Pelatihan dan pendampingan pengemasan produk pakan alternatif. Setelah kegiatan dilaksanakan, mitra memiliki pengetahuan tentang T. telescopium serta pemanfaatannya sebagai pakan alternatif, selain itu mitra juga lebih terampil dalam memproduksi pakan alternatif berbahan keong bakau sehingga dapat mengurangi biaya untuk pakan budidaya.  Kata Kunci: hama; telescopium Telescopium; pakan alternatif; budidaya            ABSTRACTAceh is a province that has a high harvest of pond cultivation, such as in Alue Kumba Village, East Aceh. However, pond cultivation cannot be separated from problems, like pests. Pests that usually attack ponds are Telescopium telescopium (mangrove snails). Besides pests, the other problem faced by pond cultivators in Alue Kumba is the high feed price. The solution to those problems is the utilization of mangrove snails as an alternative feed ingredient. The community service activities consist of 1) knowledge explanation about the benefit and the disadvantage of the existence of T. telescopium; 2) training and assistance in making alternative feed; 3) training and assistance in alternative feed product packaging. After this activity, pond cultivators in Alue Kumba know more about T. telescopium and its use as alternative feeds. Besides, the pond cultivators are also skilled in producing alternative feeds to reduce costs for aquaculture feed. Keywords: pest; telescopium telescopium; alternative feed; cultivation
WORKSHOP E-NOTE SYSTEM: PENCATATAN, PELAPORAN DAN ANALISIS INSIDEN KESELAMATAN PASIEN DI RS IBU DAN ANAK AISYIYAH KLATEN Ekorini listiowati; Dirwan Suryo Soularto; Arif Riyanto; Oki Wahyu Nugroho
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 4 (2022): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i4.11081

Abstract

ABSTRAKE-Note system merupakan salah satu sistem pencatatan, pelaporan dan analisis insiden keselamat pasien yang electronic-based. Pencatatan, pelaporan dan analisis insiden keselamat pasien merupakan satu hal yang penting dalam pelayanan Kesehatan di Rumah Sakit. Walaupun Ketersediaan E-Note system belum dapat diaplikasikan secara maksimal di RS Ibu dan Anak Aisyiyah Klaten. Hal ini dikarenakan sumber daya manusia yang ada belum dapat menggunakan system tersebut. Perlu diadakan suatu pelatihan E-Note system untuk meningkatkan kemampuan sumberdaya manusia dalam menerapkan E-Note system. Oleh karena itu, Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk melatih sumber daya manusia terkait di RS Ibu dan Anak Aisyiyah Klaten untuk dapat menggunakan E-Note system. Metode yang digunakan dalam pengabdian kepada masyarakat ini adalah workshop yang dimulai dari pengayaan pengetahuan dengan metode ceramah dan dilanjutkan dengan praktik langsung menggunakan laptop/PC dan wifi untuk mengakses E-Note system. Workshop ini dilaksanakan selama 1 hari pada 25 Juni 2022. Mitra dalam kegiatan ini adalah RS Ibu dan Anak Aisyiyah Klaten. 22 karyawan RS Ibu dan Anak Aisyiyah Klaten telah berpartisipasi dalam workshop ini. Diakhir kegiatan, semua peserta mampu menggunakan E-Note system. E-Note system merupakan system untuk pencatatan, pelaporan dan analisis insiden keselamat pasien yang dioperasikan secaara online. Dengan system ini waktu yang digunakan untuk pencatatan, pelaporan dan analisis menjadi lebih efisien. Namun, e-note system ini masih tergolong baru bagi para staf sehingga menimbulkan sebuah tantangan yaitu mengubah perilaku dari paper-based beralih ke sistem informasi. Kata Kunci: e-note system; sistem pelaporan; insiden keselamatan pasien ABSTRACTThe E-Note system is an electronic-based patient safety incident documenting, reporting and analysis system. Documenting, reporting and analysis of patient safety incidents is an important thing in health services in hospitals. Although the availability of the E-Note system has not been maximally implemented at the Aisyiyah Mother and Child Hospital, Klaten. This is because the existing human resources have not been able to use the system. It is necessary to hold an E-Note system training to improve the capacity of human resources in implementing the E-Note system. Therefore, this community service aims to train related human resources at Aisyiyah Klaten Mother and Child Hospital to be able to use the E-Note system. The method used in this community service is a workshop that starts with knowledge enrichment with the lecture method and continues with hands-on practice using a laptop/PC and wifi to access the E-Note system. This workshop was held for 1 day on June 25, 2022. Partners in this activity were the Aisyiyah Mother and Child Hospital, Klaten. 22 employees of Aisyiyah Klaten Mother and Child Hospital participated in this workshop. At the end of the activity, all participants were able to use the E-Note system. The E-Note system is a system for documenting, reporting, and analysing patient safety incidents that is operated online. With this system the time used for recording, reporting and analysis becomes more efficient. However, this e-note system is still relatively new for staff, so it poses a challenge, namely changing behaviour from switching to a paper-based information system. Keywords: e-note system; reporting system; patient safety incident
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI BANK SAMPAH PADA BUMG MITRA USAHA MANDIRI Tuti Meutia; Riny Chandra; Irwansyah Irwansyah
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 4 (2022): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i4.11243

Abstract

ABSTRAKTujuan dilaksanakannya kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini adalah untuk mengatasi permasalahan sampah di wilayah Gampong Meurandeh Dayah Kecamatan Langsa Lama khususnya sampah rumah tangga yang perlu ditanggulangi dengan pengelolaan sampah yang optimal. Metode pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat adalah pelatihan dengan dialog partisipatif yaitu mengajak masyarakat di Gampong Merandeh Dayah untuk terlibat langsung dalam pemberdayaan pengelolaan sampah melalui pembentukan Bank Sampah nantinya. Tata cara pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini terdiri dari tiga tahap yaitu tahap pertama persiapan dengan melakukan survey pendahuluan melalui koordinasi dengan Geuchik dan Direktur BUMG. Tahap kedua pelaksanaan, dimana pada tahap ini dilakukan sosialisasi, pendampingan dan pelatihan serta pelaksanaan pendirian Bank Sampah. Evaluasi tahap ketiga bertujuan untuk mengukur tingkat keberhasilan program PKM ini. Hasil pengabdian masyarakat ini terlaksana sesuai dengan yang diharapkan dan terdapat respon positif baik dari masyarakat maupun Geuchik Gampong yang menyampaikan harapannya kepada Tim untuk terus membantu dan mendampingi pimpinannya guna memajukan pembangunan desanya untuk lebih baik. Kata kunci: sampah; bank sampah; BUMG mitra usaha mandiri. ABSTRACTThe purpose of implementing this Community Service activity is to overcome waste problems in the Gampong Meurandeh Dayah area, Langsa Lama District, especially household waste, which needs optimal waste management. Implementing community service is training with participatory dialogue, inviting the community in Gampong Merandeh Dayah to be directly involved in empowering waste management by establishing a Waste Bank later. The procedure for implementing this community service activity consists of three stages: the first stage of preparation by conducting a preliminary survey through coordination with Geuchik and the Director of BUMG. The second stage of implementation is socialization, mentoring, training, and the establishment of a Waste Bank. The third stage of evaluation aims to measure the level of success of this PKM program. The results of this community service were as expected, and there was a positive response from the community and the Geuchik Gampong. They expressed their hopes for the Team to continue to help and accompany their leadership to advance the development village for the better. Keywords: garbage; garbage bank; BUMG independent business partners.
APLIKASI METODE PENANGKARAN INDUK RAJUNGAN SEBAGAI UPAYA RESTOCKING DI ALAM MELALUI SISTEM RUMÔH BIENG RENJONG Syamsul Bahri; Teuku Muhammad Faisal; Teuku Fadlon Haser; Andika Putriningtias
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 4 (2022): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i4.10850

Abstract

ABSTRAKRajungan merupakan komoditas ekspor yang memiliki nilai ekonomis yang tinggi, tingginya penangkapan rajungan menyebabkan hasil tangkapan yang diperoleh nelayan semakin menurun. Kurangnya pemahaman masyarakat terkait teknologi penangkapan yang ramah lingkungan dan teknik penangkaran telah memperparah penurunan stok dialam. Model penangkaran rajungan yang berkelanjutan diketahui dapat dilakukan untuk mengatasi penurunan stok rajungan dialam. Adapun metode teknis pelaksanaan utama dalam kegiatan ini, yaitu (1) Kegiatan pengelolaan induk mulai dari penampungan dan penerimaan induk bertelur yang tertangkap dari nelayan pemeliharaan bak induk, seleksi induk khususnya yang sudah bertelur, pakan dan pengelolaan kualitas air induk, pengeraman (inkubasi) induk  serta penetasan  telur rajungan.  (2)  Pengelolaan  kualitas  air  agar diperoleh kelulushidupan crablet yang tinggi. (3) Pencegahan hama dan penyakit, hama dan penyakit yang sering menyerang seperti ektoparasit dan jamur. Hasil PKM ini merupakan solusi alternatif dalam kegiatan ini dengan membuat sistem RUMÔH BIENG RENJONG dapat memudahkan nelayan dalam memahami konsep ini dibuat sesederhana mungkin, sehingga diperoleh peningkatan stok di alam dari hasil restocking secara mandiri oleh masyarakat nelayan secara berkelanjutan yang nantinya dapat meningkatkan hasil tangkapan dan meningkatkan perekonomian masyarakat pesisir, khususnya pelaku usaha perikanan rajungan. Kata kunci: induk; penangkaran; rajungan; restocking ABSTRACTBlue swimming crab is an export commodity that has high economic value, the high crab catch causes the catches obtained by fishermen to decrease. The lack of public understanding regarding environmentally friendly fishing technologies and captive breeding techniques has exacerbated the decline in natural stocks. It is known that sustainable crab breeding models can be used to overcome the decline in natural crab stocks. The main implementation technical methods in this activity are (1) broodstock management activities starting from sheltering and receiving egg-laying broodstock caught from fisherman maintenance of brood tanks, selection of broodstock especially those that have laid eggs, feed and broodstock water quality management, incubation (incubation) of broodstock and hatching crab eggs. (2) Management of water quality in order to obtain high crablet survival. (3) Prevention of pests and diseases, pests and diseases that often attack such as ectoparasites and fungi. The results of this PKM are an alternative solution in this activity by making the RUMÔH BIENG RENJONG system easier for fishermen to understand this concept. Make it as simple as possible, so that an increase in stocks in nature is obtained from the results of independent restocking by fishing communities in a sustainable manner which can later increase catches and increase fish stocks. the economy of coastal communities, especially crab fisheries business actors. Keywords: broodstock; crab; restocking

Page 92 of 272 | Total Record : 2711