cover
Contact Name
Zulkarnain
Contact Email
dzul9787@gmail.com
Phone
+6287832631987
Journal Mail Official
selaparang.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan No.1, Pagesangan, Kec. Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Bar. 83115
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan
ISSN : 26145251     EISSN : 2614526X     DOI : https://doi.org/10.31764/jpmb.v5i1.6393
SELAPARANG : Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan merupakan jurnal yang mendiseminasikan setiap pemikiran dan ide gagasan atas hasil penelitian dan pemanfaatan teknologi untuk diimplementasikan kepada masyarakat mencakup ; (1). Bidang ilmu pengetahuan ; MIPA (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi), Terapan, Sosial, Budaya, Ekonomi, dan Kesehatan, (2). Pelatihan dan peningkatan hasil pendidikan dan (3). Pengembangan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,711 Documents
PELATIHAN TEKNIK PARAFRASE UNTUK MENGURANGI TINGKAT PLAGIASI DALAM PENULISAN KARYA TULIS ILMIAH BAGI MAHASISWA PGSD UNIVERSITAS MATARAM Arif Widodo; Lalu Hamdian Affandi; Dyah Indraswati; Umar Umar; Vivi Rachmatul Hidayati
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 4 (2022): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i4.10977

Abstract

ABSTRAKTingkat plagiasi merupakan salah satu indikator orisinalitas sebuah karya ilmiah. Tingginya tingkat plagiasi dapat mengindikasikan adanya ketidakjujuran mahasiswa dalam penulisan karya ilmiah. Kasus plagiarisme dalam penulisan karya ilmiah tidak hanya terjadi karena faktor kesengajaan, tetapi juga dapat terjadi karena keterbatasan pengetahuan mahasiswa terhadap teknik penulisan. Penyebab tingginya plagiasi dapat terjadi karena kesalahan pengutipan sumber pustaka, baik dari jurnal ilmiah, buku maupun sumber lainnya. Bentuk kesalahan yang terjadi adalah mahasiswa tidak melakukan parafrase terhadap redaksi yang dijadikan rujukan. Mahasiswa cenderung copy paste terhadap redaksi yang dikutipnya. Implikasinya adalah ketika dilakukan cek smiliarity akan terdeteksi sebagai plagiasi, meskipun telah diberi rujukan. Berdasarkan permasalahan tersebut perlu dilakukan pelatihan teknik parafrase untuk mengurangi tingkat plagiasi pada karya ilmiah mahasiswa. Metode yang digunakan dalam pelatihan ini adalah dengan memberikan pelatihan secara tatap muka langsung. Pelatihan dilakukan di program studi PGSD Universitas Mataram yang berlangsung selama 4 jam. Sasaran kegiatan ini adalah mahasiswa tingkat akhir yang akan mempersiapkan penyusunan proposal skripsi. Pelatihan dilakukan di program studi PGSD Universitas Mataram. Hasil pelatihan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan mahasiswa terkait dengan teknik parafrase. Tingkat plagiasi mahasiswa mengalami penurunan setelah mendapatkan pelatihan. Berdasarkan hasil pelatihan tersebut disarankan agar mahasiswa terus dimbimbing secara intensif dalam penulisan karya ilmiah. Mahasiswa harus meninggalkan kebiasaan copy paste agar terhindar dari kasus plagiasi pada saat penulisan tugas akhir. Kata kunci: teknik parafrase; karya ilmiah; tingkat plagiasi ABSTRACTThe level of plagiarism is one indicator of the originality of a scientific work. The high level of plagiarism can indicate students' dishonesty in writing scientific papers. Cases of plagiarism in writing scientific papers do not only occur due to intentional factors, but can also occur due to students' limited knowledge of writing techniques. The cause of high plagiarism can occur due to errors in citing library sources, both from scientific journals, books and other sources. The form of error that occurs is that the student does not paraphrase the editor who is used as a reference. Students tend to copy and paste the editors they quote. The implication is that when a smiliarity check is carried out, it will be detected as plagiarism, even though it has been given a reference. Based on these problems, it is necessary to conduct paraphrasing technique training to reduce the level of plagiarism in student scientific works. The method used in this training is to provide face-to-face training. The training was conducted in the PGSD study program at the University of Mataram which lasted for 4 hours. The target of this activity is final year students who will prepare the preparation of thesis proposals. The training was conducted in the PGSD study program at the University of Mataram. The results of the training showed an increase in students' knowledge and skills related to paraphrasing techniques. The level of student plagiarism decreased after receiving training. Based on the results of the training, it is recommended that students continue to be guided intensively in writing scientific papers. Students must abandon the habit of copying and pasting in order to avoid plagiarism cases when writing their final project Keywords: paraphrasing technique; scientific work; plagiarism level
UPAYA PEMBERDAYAAN PEMUDA MELALUI PEMBENTUKAN KARANG TARUNA SEBAGAI MOTOR PENGGERAK PASCA PANDEMI COVID-19 DI WILAYAH DESA PERBON RW 07 RT 01 KABUPATEN TUBAN DALAM PROGRAM MATCHING FUND Moch. Harits Pradana Misbach; Nur Aini Fauziyah; Ratna Yulistiani; Awanda Winar Fitriana; Reva Edra Nugraha
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 4 (2022): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i4.11446

Abstract

ABSTRAKPemberdayaan pemuda telah dilakukan di RT 01 RW 01 Desa Perbon Kabupaten Tuban. Pemberdayaan dilakukan oleh mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur yang tergabung dalam program Matching Fund. Kegiatan pemberdayaan dilakukan dalam bentuk pembentukan wadah oraganisasi bagi pemuda setempat. Belum adanya wadah organisasi bagi pemuda di lingkungan setempat menjadi permasalahan yang harusnya diatasi. Lewat pemberdayaan ini dalam bentuk kegiatan pengabdian akan dapat menjawab permasalahan untuk memperdayakan pemuda setempat. Metode yang dilakukan adalah pencarian masalah di lingkungan sekitar yang dilakukan secara langsung, analisa masalah yang dilakukan untuk menentukan solusi yang akan menjawab permasalahan, pelaksanaan kegiatan yang bermuara  pada pembentukan organisasi karang taruna, dan kegiatan evaluasi untuk melakukan penilaian tolak ukur keberhasilan. Sebelum pembentukan karang taruna, dilakukan pembekalan yang dikemas dalam kegiatan pelatihan organisasi dan pendampingan pembuatan program kerja. Penentuan keberhasilan pemberdayaan ini didukung oleh hasil wawancara yang dilakukan kepada orang yang terlibat dalam pembentukan karang taruna. Hasil wawancara menunjukkan peningkatan aktivitas pemuda RT setempat dan harapan kepada Karang Taruna untuk terus berkembang. Perkembangan aktivitas harus terus dilakukan untuk memantau kegiatan Karang Taruna. Kata kunci: pemberdayaan pemuda; karang taruna; organisasi. ABSTRACTYouth empowerment has been carried out in RT 01 RW 01 Perbon Village, Tuban Regency. Empowerment was carried out by students of the East Java "Veteran" National Development University Faculty of Engineering who are members of the Matching Fund program. Empowerment activities are carried out in the form of forming an organizational platform for local youth. The absence of an organizational platform for youth in the local environment is a problem that must be addressed. Through this empowerment in the form of service activities will be able to answer problems to empower local youth. The method used is the search for problems in the surrounding environment which is carried out directly, problem analysis is carried out to determine solutions that will answer the problems, implementation of activities that lead to the formation of youth organizations, and evaluation activities to evaluate success benchmarks. Prior to the formation of youth organizations, training was carried out which was packaged in organizational training activities and assistance in making work programs. Determining the success of this empowerment is supported by the results of interviews conducted with people involved in the formation of youth organizations. The results of the interviews showed an increase in the activity of the local RT youth and hopes for Karang Taruna to continue to develop. Activity development must continue to be carried out to monitor Karang Taruna activities. Keywords: youth empowerment; youth organization; organization.
PELATIHAN KADER POSYANDU UNTUK MEMBUAT CAMILAN TINGGI PROTEIN BERBAHAN LOKAL SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN STUNTING Ratih Kurniasari; Sabrina Sabrina; Annisa Nabila Salma
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 4 (2022): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i4.11468

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang : Kabupaten Karawang termasuk kedalam daerah yang menjadi fokus program penanganan stunting. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang (2021), persentase balita stunting di kcamatan Pedes sebanyak 2,2%. Salah satu program pemerintah dalam upaya melakukan pencegahan dan screening terhadap kejadian stunting adalah dengan pemanfaatan posyandu balita dan pemberian Pemberian Makanan Tambahan (PMT) pada setiap kegiatan posyandu. Buah pisang dan ikan merupakan bahan pangan lokal yang mudah ditemukan dan memiliki nilai gizi yang baik untuk dijadikan PMT. Contoh PMT yang digemari olah seluruh kalangan terutama anak-anak serta dapat memperpanjang masa simpan pangan lokal nugget. Meningkatkan kemampuan peserta pelatihan untuk mengolah camilan tinggi protein berbahan baku pangan lokal dengan memanfaatkan buah pisang dan ikan sebagai upaya pencegahan stunting. Metode : Kegiatan pengabdian dilakukan dilaksanakan di Desa Sungaibuntu. Pelatihan terhadap 15 kader posyandu yang meliputi empat tahap yaitu 1) Penyampaian materi tentang stunting dan cara pencegahannya; 2) Praktek membuat PMT (Pemberian Makanan Tambahan) berbahan dasar buah pisang dan ikan dalam bentuk nugget; 3) Sesi diskusi dan tanya jawab; 4) Evaluasi. Hasil : Terjadi peningkatan pengetahuan kader posyandu (p<0,05). Kesimpulan : Terjadi peningkatan pengetahuan kader posyandu dan keterampilan peserta dalam membuat nugget pisang dan nugget ikan. Kata kunci: pelatihan kader posyandu; pencegahan stunting; nugget pisang; nugget ikan. ABSTRACTBackground: Karawang Regency is included in the area that is the focus of the stunting management program. Based on data from the Karawang Regency Health Office (2021), the percentage of stunting under five in the Pedes sub-district was 2.2%. One of the government's programs in an effort to prevent and screen stunting is the use of integrated healthcare center “posyandu” for toddlers and the provision of Supplementary Food (PMT) at every integrated healthcare center “posyandu”  activity. Bananas and nuggets are local food ingredients that are easy to find and have good nutritional value to be used as PMT. Examples of PMT are favored by all circles, especially children and can extend the shelf life of local food nuggets. Improve the ability of training participants to process high-protein snacks made from local food by utilizing bananas and fish as an effort to prevent stunting. Methods: Service activities were carried out in Sungaibuntu Village. Training for 15 integrated healthcare center “posyandu”  cadres which includes four stages, namely 1) Delivery of material on stunting and how to prevent it; 2) The practice of making PMT (Supplementary Food Provision) based on bananas and fish in the form of nuggets; 3) Discussion and question and answer session; 4) Evaluation. Results: There was an increase in knowledge of integrated healthcare center “posyandu” cadres (p<0.05). Conclusion: There was an increase in knowledge of integrated healthcare center “posyandu” cadres and participants' skills in making banana nuggets and fish nuggets. Keywords: Integrated healthcare center cadre training; stunting prevention; banana nuggets; fish nuggets
PENYULUHAN PENINGKATAN PENGETAHUAN KEAMANAN PENGGUNAAN OBAT PADA IBU MENYUSUI DI DESA PENGENGAT LOMBOK TENGAH Anna Pradiningsih; Baiq Leny Nopitasari; Nurul Qiyaam; Alvi Kusuma Wardani; Irmatika Hendriyani; Cyntiya Rahmawati; Baiq Lenysia Pupita Anjani; Safwan Safwan
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 4 (2022): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i4.10048

Abstract

ABSTRAKTingkat pengetahuan tentang keamanan penggunaan obat pada ibu menyusui masih kurang. Hal ini digambarkan oleh pola penggunaan obat saat menyusui di Desa Pengengat Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah. Pada saat seorang ibu memberikan ASI eksklusif pada bayi, seorang ibu dapat mengalami berbagai gangguan Kesehatan. Pada beberapa kasus gangguan Kesehatan, gejala yang timbul hanya dapaat dikurangi atau dihilangkan dengan penggunaan obat. Sebagian besar obat yang dikonsumsi oleh ibu menyusui akan terdeteksi dalam ASI dengan jumlah yang variative. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatan pengetahuan keamanan penggunaan obat pada ibu menyusui di Desa Pengengat Lombok Tengah. Kegiatan dilakukan dengan memberikan edukasi melalui media leaflet pada target sasaran yang telah ditentukan. Kegiatan ini dilaksanakan pada Hari Selasa, 28 Juni 2022. Peserta yang hadir berjumlah 22 orang ibu menyusui yang sedang berpartisipasi dalam kegiatan posyandu. Pihak desa secara langsung melakukan instruksi kepada Bidan Desa agar dapat mengkoordinasikan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dalam agenda Posyandu Desa. Penyuluhan tentang Peningkatan Pengetahuan Keamanan Penggunaan Obat Pada Ibu Menyusui Di Desa Pengengat Lombok Tengah. Pihak  desa memfasilitasi kegiatan ini dengan mensosialisasikan kegiatan ini kepada ibu menyusui setelah kegiatan posyandu. Kata kunci: keamanan; obat; ibu menyusui ABSTRACTThe level of knowledge about the safety of drug use in nursing mothers is still lacking. This is illustrated by the pattern of drug use during breastfeeding in Pengengat Village, Pujut District, Central Lombok Regency. When a mother gives exclusive breastfeeding to the baby, a mother can experience various health disorders. In some cases of health disorders, the symptoms that arise can only be reduced or eliminated by the use of drugs. Most of the drugs taken by nursing mothers will be detected in breast milk with varying amounts. This community service activity aims to increase knowledge of the safety of drug use in breastfeeding mothers in Pengengat Village, Central Lombok. Activities are carried out by providing education through leaflet media on predetermined targets. This activity was held on Tuesday, June 28, 2022. The participants who attended were 22 breastfeeding mothers who were participating in posyandu activities. The village directly instructs the Village Midwife to be able to coordinate this community service activity in the village posyandu agenda. Counseling on Increasing Knowledge on the Safety of Drug Use in Breastfeeding Mothers in Pengengat Village, Central Lombok. The village facilitates this activity by socializing this activity with breastfeeding mothers after posyandu activities. Keywords: safety; medicine; nursing mothers
SOSIALISASI TEKNOLOGI PESTISIDA NABATI DI KELOMPOK TANI HARAPAN, DESA SLATENG, KECAMATAN LEDOKOMBO, KABUPATEN JEMBER Ahmad Ilham Tanzil; Vega Kartika Sari; Basuki Basuki
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 4 (2022): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i4.11021

Abstract

ABSTRAKKelompok Tani Harapan terdapat di Desa Slateng, Kecamatan Ledokombo memiliki anggota kelompok 25-30 anggota dengan luas lahan 15-30 hektar dan tiap kelompok memiliki luas lahan bervariasi mulai dari 0,5 hektar sampai lebih dari 1 hektar. Komoditas tanaman yang dibudidayakan neliputi tanaman padi yang ditanam mendekati musim hujan bulan Agustus-September. Selain itu ada pula tanaman kedelai, cabai, dan tembakau. Potensi limbah yang dihasilkan dari tiap komoditas tanaman di Kelompok Tani Harapan tiap selesai panen melimpah dan sebagian belum dimanfaatkan dengan baik. Adapun permasalahan lainnya yaitu serangan hama dan penyakit selama kegiatan budidaya. Berdasarkan permasalahan tersebut tim pengusul melalui program hibah DRTPM berinisiatif untuk memberikan penyuluhan terkait pemanfaatan limbah sebagai pestisida nabati. Manfaat kegiatan agar masyarakat khususnya di wilayah Slateng dapat memanfaatkan limbah pertanian yang mempu mendukung kelestarian lingkungan melalui program Eco Farming dengan memanfaatkan limbah pertanian menjadi pestisida nabati. Kata kunci: biopestisida; penyuluhan; eco farming; kelompok tani ABSTRACTHarapan Tani Group located in the Slateng Village, Ledokombo Sub-district, has a group of 25-30 members with a land area of 15-30 hectares and each group has a land area varying from 0.5 hectares to more than 1 hectare. Cultivated crop commodities include rice which is planted near the rainy season in August-September. In addition, there are also soybean, chili, and tobacco plants. The potential for waste generated from each crop commodity in farmer groups is expected to be abundant after each harvest and some are not yet utilized properly. The other problem is pest and disease attack during cultivated. Based on these problems, the proposing team through the DRTPM grant program took the initiative to provide counseling related to the use of waste as vegetable pesticides. The benefit of the activity is that the community, especially in the Slateng area, can utilize agricultural waste that is able to support environmental sustainability through the Eco Farming program by utilizing agricultural waste into vegetable pesticides. Keywords: biopesticide; counseling; eco farming; farmer group
PELATIHAN PEMBUATAN DAN PEMANFAATAN ECO ENZYME DI KUB YOMAVI, BELLO Yeremias M. Pell; Jefri Samuel Bale; Jahirwan Ut Jasron; Wenseslaus Bunganaen; Daud P. Mangesa; Nurhayati Nurhayati; Rima Nindia Selan
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 4 (2022): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i4.11591

Abstract

ABSTRAKKegiatan pengabdian ini mengambil tema tentang pembuatan eco enzyme dan pemanfaatannya bagi lingkungan sekitar rumah tangga. Kegiatan ini merupakan jawaban atas keprihatinan sebagian besar masyarakat yang ada di KUB Yomavi, di RT 021, RW 001 Kelurahan Bello, Kota Kupang, tentang penanganan sampah organik rumah tangga yang cukup melimpah dan terbuang sehingga menimbulkan bau busuk di lingkungan sekitar rumah. Dari kegiatan ini masyarakat bisa memanfaatkan sampah-sampah organik ini sekaligus menjaga kelestarian lingkungan hidup. Metode kegiatan terdiri dari ceramah, diskusi, tanya jawab, simulasi dan praktek. Pembuatan eco enzyme dalam pelatihan ini yaitu sebanyak 70 liter dan akan dipanen setelah difermentasi selama 3 bulan sesuai dengan aturan pembuatan eco enzyme. Di akhir kegiatan pengabdian, tim juga berhasil membagikan eco enyme kepada masyarakat, sehingga masyarakat dapat lebih lanjut memanfaatkannya di rumah masing-masing. Hasil lain yang lebih penting yaitu masyarakat semakin sadar tentang manfaat eco enzyme bagi kelestarian lingkungan hidup, dan juga mendapatkan pengetahuan dan keterampilan tentang cara pembuatan eco enzyme  dari sampah rumah tangga berupa sisa kulit buah dan sayuran. Dengan demikian masyarakat pun bisa secara mandiri membuat eco enzyme ini di rumahnya. Kata kunci: sampah organik; eco enzyme; lingkungan hidup. ABSTRACTThis service activity takes the theme of making eco enzymes and their use for the environment around the household. This activity is an answer to the concerns of most of the people in KUB Yomavi, in RT 021, RW 001, Bello Village, Kupang City, regarding the handling of household organic waste which is quite abundant and wasted, causing a foul odor in the environment around the house. From this activity, the community can take advantage of this organic waste while preserving the environment. The method of activity consists of lectures, discussions, questions and answers, simulations, and practice. The production of the eco enzyme in this training is 70 liters and will be harvested after being fermented for 3 months according to the rules for making eco enzyme at the end of the service activity, the team also succeeded in distributing eco enzyme to the community, so that the community could further use it in their respective homes.  The more important result is that people are increasingly aware of the benefits of eco enzymes for environmental sustainability, and also gain knowledge and skills on how to make eco enzymes from household waste in the form of leftover fruit and vegetable peels. Keywords: organic waste; eco-enzymes; environment.
PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA TENTANG HIV-AIDS MELALUI PENDIDIKAN KESEHATAN DENGAN PENGGUNAAN MEDIA ONLINE Sri Wahyuni; Fauzia Fauzia; Fauzia Djamiloes; Gilang Purnamasari; Dea Novia Ramadhani; Alfiyah Rasyidah
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 4 (2022): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i4.10853

Abstract

ABSTRAKSiswa sekolah menengah atas merupakan gambaran karakteristik remaja, yang mulai memiliki dorongan melakukan aktivitas seksual. Sehingga menjadi golongan yang rentan mengalami penyakit seksual. Angka dari SDKI tahun 2012 menunjukkan bahwa hanya 15% remaja yang tidak pernah memiliki pacar, bahkan 25% remaja telah mulai berpacaran pada usia 12 tahun. Memiliki pacar merupakan faktor yang paling mempengaruhi perilaku seksual pranikah (3x lebih besar), dan alasan utama melakukan hubungan seksual pranikah adalah rasa ingin tahu (54%) (Verawati,2013). Data dari Kemenkes tahun 2014 menunjukkan bahwa anak usia 15-19 tahun berjumlah 3.587 jiwa menderita HIV- AIDS. Sementara untuk wilayah  Jawa Barat jumlah penderita HIV- AIDS menduduki ranking ke empat terbesar dari angka nasional yaitu jumlah penduduk  yang menderita HIVAIDS sebanyak 13.507 jiwa ( Kemenkes RI, 2015).Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja  tentang HIV-AIDS. Metode kegiatan menggunakan  virtual class  education via Google Meet, dilakukan secara interaktif yaitu dengan tanya jawab brainstorming  dan simulasi dengan langkah kegiatan berupa introduction, connection, aplication,  reflection dan extention (ICARE) dilaksanakan dalam 4 pertemuan. Kemudian pertemuan 5-7 dilakukan komunikasi melalui WA Group. Kegiatan dilaksanakan pada  dua mitra yaitu mitra satu SMK PESAT dan mitra dua di  MAN 1 Kota Bogor Provinsi Jawa Barat yang dilaksanakan pada bulan September 2020 sampai dengan bulan Oktober 2020,  dengan  jumlah sasaran masing-masing mitra sebanyak 10 orang siswa. Hasil yang didapatkan berupa meningkatnya pengetahuan dan sikap remaja tentang HIV-AIDS, dengan peningkatan prosentase pengetahuan sebesar 48% di SMK PESAT  dan 45% di MAN I Kota Bogor. Peningkatan sikap sebesar 42% SMK PESAT dan 41%  di MAN 1 Kota Bogor. Kata kunci: remaja; pendidikan kesehatan; HIV-AIDS; pengetahuan dan sikap ABSTRACTHigh school students are a characteristic picture of teenagers, who begin to have the urge to engage in sexual activity. This makes them vulnerable to sexually transmitted diseases. Figures from the 2012 IDHS show that only 15% of teens have never had a girlfriend, and 25% of teens have started dating at the age of 12. Having a boyfriend is the most influential factor in premarital sexual behavior (3x greater), and the main reason for having premarital sex is curiosity (54%) (Verawati, 2013). Data from the Ministry of Health in 2014 showed that there were 3,587 children aged 15-19 years suffering from HIV-AIDS. Meanwhile, for the West Java region, the number of people living with HIV-AIDS is ranked the fourth largest from the national figure, namely the number of people suffering from HIV-AIDS as many as 13,507 people (Ministry of Health, 2015). The purpose of this activity is to increase the knowledge and attitudes of adolescents about HIV-AIDS.The activity method uses virtual class education via Google Meet, carried out interactively, namely by question and answer brainstorming and simulation with activity steps in the form of introduction, connection, application, reflection and extension (ICARE) carried out in 4 meetings. Then the 5-7 meetings were communicated through the WA Group. The activity was carried out on two partners, namely partner one at SMK PESAT and partner two at MAN 1 Bogor City, West Java Province, which was held from September 2020 to October 2020, with a target number of 10 students for each partner. The results obtained in the form of increased knowledge and attitudes of adolescents about HIV-AIDS, with an increase in the percentage of knowledge by 48% in PESAT SMK and 45% in MAN I Bogor City. Attitudes increased by 42% in PESAT SMK and 41% in MAN 1 Bogor City. Keywords: youth; health education; HIV-AIDS; knowledge and attitude
PROGRAM KEMITRAAN MASYARAKAT MANAJEMEN USAHA, INOVASI TEKNOLOGI ALAT PENGERINGAN DAN PEMASARAN DIGITAL BAGI KELOMPOK USAHA PENGERINGAN IKAN TERBANG DI KELURAHAN MOSSO, KABUPATEN MAJENE, SULAWESI BARAT Muhammad Nur; Muhammad Nur Ihsan; Tenriware Tenriware; Tikawati Tikawati; Rasti Sapri
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 4 (2022): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i4.11537

Abstract

ABSTRAKIkan terbang termasuk jenis sumberdaya ikan yang melimpah dan potensial dikembangkan menjadi produk unggulan daerah di Kabupaten Majene Provinsi Sulawesi Barat. PKM manajemen usaha dan pemasaran digital bagi kelompok usaha pengeringan ikan terbang ini bertujuan untuk menciptakan produk yang lebih berkualitas dan berdaya saing, meningkatkan manajemen usaha yang lebih baik dan memperluas jaringan pemasaran produk ikan terbang dari skala lokal ke skala nasional. Kegiatan ini dilaksanakan pada 2 Oktober 2022 di Kelurahan Mosso, Kecamatan Sendana, Kabupaten Majene, Provinsi Sulawesi Barat. Mitra kelompok yang menjadi sasaran pengabdian ini yang itu kelompok usaha mikro kecil menengah “Mosso Indah”. Metode yang digunakan pada kegiatan pengabdian ini adalah melaksanakan pendampingan kemitraan dengan melalui penyuluhan dan praktek langsung di lokasi unit usaha pengeringan ikan terbang. Hasil yang dicapai dari kegiatan ini adalah penambahan keterampilan dan pengetahuan mitra, perbaikan kemasan dan label, penyuluhan pemasaran digital dan pelatihan pemasaran digital serta pengenalan inovasi alat pengering ikan, sehingga masyarakat mitra dapat menghasilkan produk yang berkualitas, higienis serta dapat memesarkan produk yang lebih luas. Dengan adanya pemasaran digital semua masyarakat dapat lebih mudah membeli produk tersebut dengan mudah dan cepat dimanapun dan kapanpun. Kata kunci: ikan terbang; pengeringan; pengemasan; pemasaran digital; sulawesi barat ABSTRACTFlying fish is a type of abundant fish resources and has the potential to be developed into regional superior products in Majene Regency, West Sulawesi Province. Community Develompment Program business management and digital marketing for the flying fish drying business group aims to create more quality and competitive products, improve business management and expand the marketing network of flying fish products from a local to a national scale. This activity was held on October 2, 2022 in Mosso Village, Sendana District, Majene Regency, West Sulawesi Province. The partner group that is the target of this service is the micro, small and medium business group "Mosso Indah". The method used in this service activity is to carry out partnership assistance through counseling and direct practice at the location of the flying fish drying business unit. The results achieved from this activity are the addition of partner skills and knowledge, improvement of packaging and labels, digital marketing counseling and digital marketing training as well as the introduction of fish dryer innovations, so that partner communities can produce quality, hygienic products and can market their products more widely. With digital marketing, all people can more easily buy these products easily and quickly wherever and whenever. Keywords: flying fish; drying; product packaging; digital marketing; west sulawesi
PELATIHAN PEMBUATAN VIDEO PEMBELAJARAN MENGGUNAKAN OPEN BROADCASTING SYSTEM (OBS) SEBAGAI UPAYA MENCIPTAKAN MEDIA PEMBELAJARAN YANG EFEKTIF PASCA PANDEMI COVID-19 Deuis Nur Astrida; Amin Nasyith; Windi Lestari
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 4 (2022): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i4.11723

Abstract

ABSTRAKPenggunaan media pembelajaran yang kreatif dan inovatif dapat membuat minat belajar siswa meningkat untuk memahami materi yang disampaikan. Sebagian besar guru masih memiliki kendala untuk menciptakan media pembelajaran tersebut. Hal ini karena dari segi kemampuan masih tergolong kurang karena masih kurangnya pelatihan-pelatihan yang diberikan oleh pihak sekolah. Mengadakan pelatihan untuk membuat media pembelajaran dengan menggunakan Open Broadcassting System (OBS) adalah salah satu cara yang tepat dalam membuat media pembelajaran yang menarik, karena dengan menyajikan materi tertentu juga dilengkapi dengan penjelasan langsung oleh guru sehingga siswa akan lebih paham untuk belajar materi yang diberikan. Tujuan diadakannya pelatihan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan kreatifitas guru dalam membuat media pembelajaran yang menarik. Kegiatan pelatihan menggunakan metode Training of Trainner (TOT) dengan cara pemberian materi melalui ceramah, kemudian dilanjutkan dengan praktik langsung oleh para peserta. Hasil dari pelatihan ini adalah adanya peningkatan pengetahuan dan kreatifitas guru dalam membuat media pembelajaran yang lebih menarik dari sebelumnya mereka hanya membuat media pembelajaran dengan menggunakan power point biasa, setelah kegiatan ini dilakukan para guru berhasil membuat video pembelajaran yang lebih bervariasi. Dengan membuat media pembelajaran yang kreatif dapat meningkatkan motivasi belajar siswa dalam memahami materi. Kreatifitas guru dalam membuat media pembelajaran sangat diperlukan agar mampu menciptakan media pembelajaran yang kreatif dan inovatif. Kata kunci: media; pembelajaran; media pembelajaran; video; open broadcassting system; OBS ABSTRACTThe use of creative and innovative learning media can increase student interest in learning to understand the material presented. Most teachers still have problems in creating these learning media. This is because in terms of ability it is still relatively lacking because there is still a lack of training provided by the school. Holding training to make learning media using the Open Broadcasting System (OBS) is one of the right ways to make interesting learning media, because by presenting certain material it is also equipped with direct explanations by the teacher so that students will understand more about learning the material provided. The purpose of holding this training is to increase the knowledge and creativity of teachers in making interesting learning media. Training activities use the Training of Trainner (TOT) method by providing material through lectures, then followed by direct practice by the participants. The result of this training was an increase in teachers' knowledge and creativity in making learning media more interesting than before they only made learning media using ordinary power point, after this activity was carried out the teachers succeeded in making learning videos that were more varied. By making creative learning media can increase students' learning motivation in understanding the material. Teacher creativity in making learning media is needed in order to be able to create creative and innovative learning media. Keywords: media, learning; learning media; video; open broadcasting system; OBS
PEMBERDAYAAN PETERNAK KAMBING DI DESA TAMBONG KABUPATEN BANYUWANGI MELALUI PELATIHAN PEMELIHARAAN DAN PERAWATAN KESEHATAN TERNAK Muhammad Habbib Khirzin; Jangka Ruliyanto; Dani Agung Wicaksono; Trias Ayu Laksanawati
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 4 (2022): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i4.11632

Abstract

ABSTRAKDesa Tambong merupakan desa yang berada di Kecamatan Kabat, Kabupaten Banyuwangi yang mayoritas penduduknya berprofesi sebagai petani, pekerja kebun, pekerja tambang, serta sebagian kecil sebagai peternak. Jenis ternak yang dibudidayakan adalah kambing jenis Peranakan Etawa dan kambing persilangan Manggolo. Sebagian besar peternak mengeluhkan beberapa permasalahan yang dihadapi dalam budidaya kambing diantaranya banyak kambing yang pertumbuhannya kurang maksimal (lambat), kambing mudah terserang penyakit, serta produktivitasnya rendah. Berdasarkan permasalahan tersebut, tujuan dari program pengabdian desa tematik (PPDT) ini yaitu memberikan sosialisasi dan pelatihan tentang manajemen perkandangan, recording, serta perawatan kesehatan ternak. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah sosialisasi, pelatihan dan pendampingan. Peserta kegiatan ini adalah para peternak yang ada di Desa Tambong. Tahap kegiatan pengabdian meliputi observasi ke lapangan, penentuan kebutuhan mitra, pelatihan, pendampingan, serta evaluasi hasil kegiatan. Hasil dari kegiatan pengabdian adalah masyarakat peternak mengetahui dan mampu melakukan kegiatan manajemen pemeliharaan ternak kambing dengan benar. Ketrampilan dalam pemeliharaan dan perawatan kesehatan ternak mengalami peningkatan akan tetapi dampak terhadap perbaikan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat belum terlihat secara langsung. Kata kunci: desa tambong; pemeliharaan; perawatan Kesehatan; peternak kambing. ABSTRACTTambong Village is a villages located in the Kabat sub-district, Banyuwangi Regency, where majority of the population make a living as farmers, garden workers, mining workers, and a small part as breeders. The most widely cultivated livestock are Etawa Crossbreed goats and Manggolo cross goats. Most of the breeders complained about some of the problems faced in goat cultivation including many goats whose growth was less than optimal, goats were susceptible to disease, and low productivity. Based on these problems, the objectives of this thematic village service program were to provide socialization and counseling about housing management, recording, and livestock health care. The method used in this program were counseling and mentoring. The participants of this program are the breeders in the village of Tambong. The service activity stage includes field observations, determining partner needs, counseling, mentoring, and evaluating the results of program. The results of community service activities are that the breeder community knows and was able to carry out goat farming management activities correctly. The skills of breeders in the maintenance and health care of livestock have increased but the impact on economic improvement and community welfare has not been seen directly. Keywords: tambong village; maintenance; health care; goat breeders.

Page 91 of 272 | Total Record : 2711