cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
pendekar.ummat@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Mataram Jln. KH. Ahmad Dahlan, No. 1, Pagesangan, Kota Mataram, NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Pendekar : Jurnal Pendidikan Berkarakter
ISSN : -     EISSN : 26151421     DOI : 10.31764/pendekar
Core Subject : Education,
Pendekar : Jurnal Pendidikan Berkarakter adalah jurnal yang dikelola oleh Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) yang secara khusus menerbitkan hasil penelitian dosen, mahasiswa semester akhir termasuk guru sekolah maupun kegiatan penelitian ilmiah lainnya di bidang pendidikan. Adapun cakupannya meliputi hasil penelitian di bidang matematika dan ilmu alam, teknologi informasi dalam pembelajaran, sosio geografis, agama dan budaya, bahasa dan sastra, serta humaniora. Terbit dua kali setahun yakni bulan April dan September.
Arjuna Subject : -
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 4 (2025): Desember" : 15 Documents clear
Implementasi Nilai-Nilai Moderasi Agama dalam Interaksi Sosial Budaya Siswa SMP Kecamatan Sukapura Kabupaten Probolinggo Septiana, Winda; Bahrudin, Babul; Diharjo, Roby Firmandil
Pendekar: Jurnal Pendidikan Berkarakter Vol 8, No 4 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/pendekar.v8i4.35405

Abstract

Abstract: Indonesia is a country with the largest Muslim population in the world, which also possesses a very rich diversity of religions, cultures, and ethnicities. This study aims to examine the implementation of religious moderation values in the socio-cultural interactions of students at SMPN 1 Sukapura, Sukapura District, Probolinggo Regency. The research focuses on four main indicators of religious moderation, namely national commitment, tolerance, anti-violence, and accommodative attitude towards local culture. A qualitative approach with a case study design was employed. Data were collected through interviews, observations, and documentation involving the principal, teachers, and students from diverse religious and cultural backgrounds. Data analysis uses the Miles and Huberman model, which includes data collection, condensation, presentation, and conclusion drawing. The findings reveal that national commitment is reflected in students’ active participation in national activities; tolerance is manifested through harmonious interfaith interactions; anti-violence is internalized through a culture of peaceful conflict resolution; while accommodative values are evident in students’ involvement in Tengger cultural traditions. These results indicate that the school plays an essential role as an agent of socialization for moderation values, where symbolic interactions among educational actors shape students’ identity as moderate individuals. The study concludes that the implementation of religious moderation values at SMPN 1 Sukapura is comprehensive, integrated into the curriculum, extracurricular activities, and school culture, thereby fostering harmony within a multicultural educational environment.Abstrak: Indonesia merupakan negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, yang juga memiliki keberagaman agama, budaya, dan etnis yang sangat kaya. Penelitian ini bertujuan mengkaji implementasi nilai-nilai moderasi beragama dalam interaksi sosial budaya siswa di SMPN 1 Sukapura, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo. Fokus penelitian diarahkan pada empat indikator utama moderasi beragama, yakni komitmen kebangsaan, toleransi, anti-kekerasan, dan akomodatif terhadap budaya lokal. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap kepala sekolah, guru, serta siswa yang memiliki latar belakang agama dan budaya berbeda. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi pengumpulan data, kondensasi, penyajian, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai komitmen kebangsaan tercermin dalam partisipasi aktif siswa pada kegiatan kebangsaan; nilai toleransi diwujudkan melalui interaksi harmonis lintas agama; nilai anti-kekerasan terinternalisasi melalui budaya penyelesaian konflik secara damai; sedangkan nilai akomodatif tampak pada keterlibatan siswa dalam tradisi masyarakat Tengger. Temuan ini mengindikasikan bahwa sekolah berperan penting sebagai agen sosialisasi nilai moderasi, di mana interaksi simbolik antaraktor pendidikan membentuk identitas siswa sebagai pribadi moderat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa implementasi nilai-nilai moderasi beragama di SMPN 1 Sukapura berlangsung menyeluruh, baik melalui kurikulum, kegiatan ekstrakurikuler, maupun budaya sekolah, sehingga mampu menjaga harmoni dalam lingkungan pendidikan multikultural.
Innovation of Pragmatic Approach through Test in Maharah Istima’ in Arabic Language Book Class V Kemenag 2020 Fitria, Hanna Sajida; Baroroh, R. Umi; Kamaliah, Nurul; Kamila, Faizah
Pendekar: Jurnal Pendidikan Berkarakter Vol 8, No 4 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/pendekar.v8i4.34731

Abstract

Abstract: Arabic language learning at the Madrasah Ibtidaiyah level still demonstrates weaknesses in contextual assessment of maḥārah istimā’ (listening skills). The evaluation in the Grade V Arabic Textbook published by the Ministry of Religious Affairs in 2020 remains traditional and has not yet comprehensively assessed students’ ability to understand meaning contextually. Based on this condition, this study aims to develop an innovative pragmatic approach in the assessment of maḥārah istimā’. This approach integrates pragmatic principles into test formats that evaluate students’ comprehension of contextual meaning rather than focusing solely on linguistic aspects. The subjects of this study are Madrasah Ibtidaiyah students who use the textbook in their learning process. The study employs a descriptive qualitative method, focusing on the analysis of assessment forms relevant to real communicative contexts. The findings indicate that applying a pragmatic approach in assessing maḥārah istimā’ provides a more authentic evaluation of students’ listening ability. This approach enhances the relevance, effectiveness, and functionality of Arabic language comprehension in everyday life contexts.Abstrak: Pembelajaran bahasa Arab di tingkat Madrasah Ibtidaiyah masih menunjukkan kelemahan dalam penilaian maḥārah istimā’ yang kontekstual. Evaluasi dalam Buku Bahasa Arab Kelas V terbitan Kementerian Agama tahun 2020 cenderung tradisional dan belum menilai kemampuan pemahaman makna secara menyeluruh. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan pendekatan pragmatik yang inovatif dalam penilaian maḥārah istimā’. Pendekatan ini berupa integrasi prinsip-prinsip pragmatik ke dalam bentuk tes yang menilai kemampuan pemahaman makna kontekstual siswa, bukan sekadar aspek linguistik. Subjek penelitian ini adalah siswa Madrasah Ibtidaiyah yang menggunakan buku tersebut dalam proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan analisis terhadap bentuk penilaian yang relevan dengan konteks komunikasi nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pendekatan pragmatik dalam penilaian maḥārah istimā’ mampu menampilkan evaluasi yang lebih autentik terhadap kemampuan mendengar siswa. Pendekatan ini meningkatkan relevansi, efektivitas, serta fungsionalitas pemahaman bahasa Arab dalam konteks kehidupan sehari-hari.
Peran WE SAVE NTB dalam Membangun Karakter Masyarakat Peduli Lingkungan di Kelurahan Dasan Agung Baru Kota Mataram Hamdani, Yusril; Sumardi, Lalu; Kurniawansyah, Edy
Pendekar: Jurnal Pendidikan Berkarakter Vol 8, No 4 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/pendekar.v8i4.35624

Abstract

Abstract: This The increasing waste problem indicates that maintaining a clean and healthy environment needs to be a shared concern, as it affects public health, psychological well-being, social conditions, and the economy. This study aims to identify the role of WE SAVE NTB in developing environmentally conscious character among the community in Mataram City, to determine the supporting and inhibiting factors, and to analyze the impact of these roles. The focus of this research stems from the importance of strengthening environmental awareness and character through programs implemented by WE SAVE NTB. The research employed a qualitative approach with a case study design, which examined in depth the organization’s role through programs carried out based on real conditions in the field. Data were collected through interviews, observations, and documentation, using interview guidelines, observation sheets, and documentation guides as instruments. The subjects and informants in this study consisted of seven people, including three core administrators, two active members of WE SAVE NTB, and two community representatives. Data were analyzed using the Miles, Huberman, and Saldaña model, which involves three stages: data condensation, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that the role of WE SAVE NTB is manifested through three main programs, namely the English Course Paid with Waste, Qur’an Recitation at Maghrib Paid with Waste, and Waste Alms. The supporting factors include active community participation and external support from various parties, while the inhibiting factors consist of limited transportation facilities for waste collection and declining member motivation. These programs have had a significant positive impact on the community, especially on children and parents, as reflected in behavioral changes in waste sorting, increased awareness of cleanliness, and the formation of an environmentally conscious culture.Abstrak: Permasalahan sampah yang semakin meningkat menunjukkan bahwa menjaga lingkungan yang bersih dan sehat perlu menjadi perhatian bersama, karena berdampak pada kesehatan, kesejahteraan psikologis, sosial, dan ekonomi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran WE SAVE NTB dalam membangun karakter masyarakat peduli lingkungan di Kota Mataram, dan mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat, serta menganalisis dampak dari peran tersebut. Fokus penelitian ini berangkat dari pentingnya penguatan karakter peduli lingkungan melalui program-program yang dijalankan oleh WE SAVE NTB. Metode Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus, yang menelaah secara mendalam peran WE SAVE NTB melalui program-program yang dilaksanakan sesuai kondisi nyata di lapangan. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, dengan instrumen berupa pedoman wawancara, lembar observasi, dan panduan dokumentasi. Subjek dan Informan penelitian berjumlah tujuh orang, terdiri atas tiga pengurus inti dan dua anggota aktif WE SAVE NTB, serta dua perwakilan masyarakat. Analisis data menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldana yang meliputi tiga tahap: kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran WE SAVE NTB diwujudkan melalui tiga program, yaitu kursus bahasa inggris berbayar sampah, magrib mengaji berbayar sampah, dan sedekah sampah. Faktor pendukung keberhasilan program meliputi partisipasi aktif masyarakat serta dukungan eksternal dari berbagai pihak. Adapun faktor penghambat yang dihadapi adalah keterbatasan transportasi dalam pengangkutan sampah dan menurunnya motivasi anggota. Program-program tersebut memberikan dampak signifikan terhadap masyarakat, terutama pada anak-anak dan orang tua, yang tercermin dari perubahan perilaku dalam memilah sampah, meningkatnya kesadaran menjaga kebersihan, serta terbentuknya budaya peduli lingkungan.
Pendidikan Karakter Anak melalui Hadis tentang Kasih Sayang dan Kepedulian Yuniarti, Lita
Pendekar: Jurnal Pendidikan Berkarakter Vol 8, No 4 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/pendekar.v8i4.34741

Abstract

Abstract: Character education is one of the essential aspects in shaping a child’s personality. In Islam, the values of compassion and empathy hold a central position as moral foundations taught through hadith. This study aims to examine the role of hadiths related to compassion and empathy in shaping children’s character. The research method used is library research with a descriptive-analytical approach to hadith texts and their relevance to character education. The research instruments consist of documents and primary literature sources, namely hadith collections such as Sahih Bukhari and Sahih Muslim, as well as secondary sources including books and scholarly articles discussing character education and Islamic moral values. The data analysis technique involves several stages: data reduction, classification of hadiths based on the themes of compassion and empathy, interpretation of the contextual meanings of the hadiths, and drawing conclusions regarding their implications for character development in children. The results of the study show that hadiths emphasizing compassion-such as the encouragement to be gentle and caring toward others-provide a strong ethical foundation for instilling noble values in children. By integrating these values into education, children not only grow into morally upright individuals but also become capable of contributing positively to society. This study affirms the importance of applying hadith-based values in character education as an effort to build a generation with Islamic personality and integrity.Abstrak: Pendidikan karakter merupakan salah satu aspek penting dalam pembentukan kepribadian anak. Dalam Islam, nilai-nilai kasih sayang dan kepedulian menempati posisi sentral sebagai fondasi moral yang diajarkan melalui hadis. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran hadis yang berkaitan dengan kasih sayang dan kepedulian dalam membentuk karakter anak. Metode penelitian yang digunakan adalah kajian literatur (library research) dengan pendekatan deskriptif-analitis terhadap teks-teks hadis serta relevansinya dengan pendidikan karakter. Instrumen penelitian berupa dokumen dan sumber literatur primer, yaitu kitab-kitab hadis seperti Sahih Bukhari, Sahih Muslim, dan sumber sekunder berupa buku serta artikel ilmiah yang membahas pendidikan karakter dan nilai-nilai moral Islam. Teknik analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, klasifikasi hadis berdasarkan tema kasih sayang dan kepedulian, interpretasi makna kontekstual hadis, serta penarikan kesimpulan mengenai implikasinya terhadap pembentukan karakter anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hadis-hadis tentang kasih sayang, seperti anjuran untuk bersikap lemah lembut dan peduli terhadap sesama, memberikan landasan etis yang kuat untuk menanamkan nilai-nilai luhur pada anak. Dengan mengintegrasikan nilai-nilai ini ke dalam pendidikan, anak tidak hanya tumbuh menjadi individu yang berakhlak mulia, tetapi juga mampu berkontribusi positif dalam masyarakat. Penelitian ini menegaskan pentingnya penerapan nilai-nilai hadis dalam pendidikan karakter sebagai upaya membangun generasi yang berkepribadian Islami dan berintegritas.
Pendidikan Islam Berbasis Ekoteologi: Upaya Membentuk Etika Lingkungan Peserta Didik di Era Krisis Iklim Sriyono, Sriyono; Us’an, Us’an; Muhammadi, Amal Qosim
Pendekar: Jurnal Pendidikan Berkarakter Vol 8, No 4 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/pendekar.v8i4.36060

Abstract

Abstract: Environmental damage is making us increasingly concerned about the earth we inhabit. Various species have become extinct, and ecosystems continue to degrade, exacerbated by increasing global temperatures. The focus of this article is to integrate theological reflection with classroom learning practices to foster students' ecological awareness. The purpose of this study is to examine the application of ecotheology-based Islamic education in shaping students' environmental ethics in response to the ongoing climate crisis. This study utilized library research, drawing on several references from journals, books, and other literature that support this research topic. The collected data was then interpreted to arrive at the research findings. Based on the results, it was found that one strategy for instilling ecological awareness in students is contextual-based learning. This approach invites students to identify environmental issues around them, such as river pollution, waste management, or local deforestation, and then design and implement problem-solving projects that have a real impact. In addition to fostering critical and collaborative thinking skills, this approach strengthens awareness that must be translated into concrete actions. Therefore, by preserving this earth, we not only fulfill God's mandate as caliphs but also provide the best legacy for future generations.Abstrak: Kerusakan lingkungan, membuat kita semakin khawatir akan bumi yang kita tinggali, berbagai spesies telah punah, ekosistem terus mengalami degradasi diperparah dengan suhu panas bumi yang semakin meningkat. Fokus pembahasan dalam artikel ini adalah mengintegrasikan refleksi teologis dengan praktik pembelajaran di dalam kelas untuk menumbuhkan kesadaran ekologis peserta didik. Tujuan penelitian ini mengkaji penerapan pendidikan Islam berbasis ekoteologi dalam membentuk etika lingkungan peserta didik sebagai respons terhadap krisis iklim yang terjadi. Penelitian ini menggunakan studi literatur (library Research) dengan mengambil beberapa referensi yang bersumber dari jurnal, buku, dan literatur yang mendukung topik penelitian ini. Data yang telah terkumpul kemudian diinterpretasi hingga sampai pada hasil penelitian. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa salah satu strategi menanamkan kesadaran ekologis peserta didik adalah pembelajaran berbasis Kontekstual. Di mana pendekatan ini mengajak peserta didik mengidentifikasi isu lingkungan di sekitar mereka seperti pencemaran sungai, pengelolaan sampah, atau deforestasi lokal lalu merancang dan melaksanakan proyek pemecahan masalah yang berdampak nyata. Selain melatih kemampuan berpikir kritis dan kolaboratif, pendekatan ini memperkuat kesadaran yang harus diwujudkan dalam tindakan nyata. Oleh karena itu, menjaga bumi ini, kita tidak hanya memenuhi amanah Allah sebagai khalifah, tetapi memberikan warisan terbaik bagi generasi mendatang.
Peran Guru IPS dalam Menginternalisasikan Nilai-Nilai Multikulturalisme pada Siswa SMP Hakim, Faisol; Bahrudin, Babul; Anjana, Fika
Pendekar: Jurnal Pendidikan Berkarakter Vol 8, No 4 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/pendekar.v8i4.35028

Abstract

Abstract: Indonesia is a multicultural country with diverse ethnicities, religions, cultures, and languages that serve as both a source of richness and a potential source of conflict if not properly managed. Education plays an important role in internalizing the values of multiculturalism. This study aims to analyze the role of social studies (IPS) teachers in internalizing multicultural values and their implementation in students’ social interactions at SMP Negeri 1 Kraksaan. The focus of the research lies on three aspects of the teacher’s role exemplary behavior, teaching and learning activities, and habituation and four dimensions of multicultural values: tolerance, democracy, equality, and pluralism. The study employs a qualitative approach with a case study design, chosen to explore the meanings, experiences, and actions of teachers and students in a contextual manner. Data were collected through interviews, observations, and documentation. The informants consisted of the principal, social studies teachers, and students selected through purposive sampling. Data analysis followed the Miles and Huberman model, which includes data collection, data condensation, data display, and conclusion drawing. Data validity was tested through source, method, and theoretical triangulation. Albert Bandura’s social learning theory served as the analytical foundation. The results show that social studies teachers play an active role in instilling the values of tolerance, democracy, equality, and pluralism through exemplary conduct, the application of inclusive learning strategies, and the habituation of mutual respect. These findings confirm Albert Bandura’s social learning theory, emphasizing that observation and modeling are essential mechanisms in shaping students’ multicultural behavior. Students learn by imitating teachers who demonstrate fairness, openness, and respect for differences. This study contributes to the development of multicultural-based social studies learning practices by highlighting the teacher’s role as a social agent and model of multicultural behavior who fosters an inclusive learning climate, strengthens tolerant attitudes, and cultivates awareness of diversity in schools.Abstrak: Indonesia merupakan negara multikultural dengan beragam suku, agama, budaya, dan bahasa yang menjadi kekayaan sekaligus potensi konflik jika tidak dikelola dengan baik. Pendidikan berperan penting dalam menginternalisasikan nilai multikulturalisme. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran guru IPS dalam menginternalisasikan nilai-nilai multikulturalisme serta implementasinya dalam interaksi sosial siswa di SMP Negeri 1 Kraksaan. Fokus penelitian ini pada tiga aspek peran guru: keteladanan, KBM, pembiasaan dan empat dimensi nilai multikulturalisme: toleransi, demokrasi, kesetaraan, dan pluralisme. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Pendekatan ini dipilih untuk menggali makna, pengalaman, serta tindakan guru dan siswa secara kontekstual. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dokumentasi. Informan terdiri dari kepala sekolah, guru IPS, dan siswa yang dipilih secara purposive. Analisi data menngunakan Miles dan Huberman, yang mencakup pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber, metode, dan teori. Teori belajar social Albert Bandura sebagai landasan analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru IPS berperan aktif dalam menanamkan nilai toleransi, demokrasi, kesetaraan, dan pluralisme melalui aspek keteladanan, penerapan strategi pembelajaran inklusif, dan pembiasaan sikap saling menghargai. Temuan ini mengonfirmasi teori belajar sosial Albert Bandura, bahwa proses observasi dan modeling merupakan mekanisme penting dalam pembentukan perilaku multikultural siswa. Siswa belajar meniru perilaku guru yang menunjukkan keadilan, keterbukaan, dan penghargaan terhadap perbedaan. Penelitian ini berkontribusi terhadap pengembangan praktik pembelajaran IPS berbasis multikulturalisme, dengan menegaskan bahwa guru berperan sebagai agen sosial dan model perilaku multikultural yang mampu membentuk iklim belajar inklusif, memperkuat sikap toleran, dan menumbuhkan kesadaran kebinekaan di sekolah.
Telaah Pemikiran Ibnu Qayyim Al-Jauziyah tentang Pendidikan Pranatal: Strategi Membentuk Karakter Sejak Dini Us’an, Us’an; Sriyono, Sriyono; Waldiono, Jenjang
Pendekar: Jurnal Pendidikan Berkarakter Vol 8, No 4 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/pendekar.v8i4.36062

Abstract

Abstract: This research aims to examine Ibnu Qoyyim Al-Jauziyah's thoughts on prenatal education. In implementing character education, it should begin long before the child is formed, which is called prenatal education. Prenatal education determines subsequent development and has implications for the child's behavior when born and growing up. This research uses the literature method (library research) namely by collecting various literature that has a correlation with prenatal education such as books, journals, and discussions relevant to the topic of discussion. Data analysis was carried out using the content analysis method, namely identifying, classifying, and interpreting the ideas of Ibn Qoyyim Al-Jauziyah to gain a deep understanding of prenatal education in shaping character. This research is important because it explores the thoughts of Ibn Qoyyim Al-Jauziyah to strengthen character formation from an early age in a holistic manner based on Islamic values. The results of this study indicate that Ibn Qoyyim Al-Jauziyyah provides a curriculum or concept related to prenatal education for married couples. According to him, prenatal education starts from (1) choosing a life partner, (2) when married, (3) when the child is in the womb (pregnancy), and (4) when the child is born (postpartum). At birth and growing up, educating children remains the responsibility of parents and should minimize the use of violence in educating them, because such violence will have a negative impact on the child's growth and development, especially the child's psychology.Abstrak: Penelitian ini bertujuan mengkaji pemikiran Ibnu Qoyyim Al-Jauziyah tentang pendidikan pranatal. Dalam pelaksanaan pendidikan karakter, hendaknya dimulai jauh sebelum anak terbentuk yang disebut dengan pendidikan pranatal. Pendidikan pranatal menentukan perkembangan selanjutnya serta memberikan implikasi pada perilaku anak saat dilahirkan dan tumbuh dewasa. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan (library research) yaitu dengan mengumpulkan berbagai literatur yang memiliki korelasi dengan pendidikan pranatal seperti buku, jurnal, dan pembahasan yang relevan dengan tema bahasan. Analisis data dilakukan dengan metode analisis isi yaitu mengidentifikasi, mengklasifikasi, dan menginter-pretasikan gagasan Ibnu Qoyyim Al-Jauziyah untuk memperoleh pemahaman mendalam tentang pendidikan pranatal dalam membentuk karakter. Penelitian ini penting karena menggali pemikiran ibnu Qoyyim Al-Jauziyah untuk memperkuat pembentukan karakter sejak dini secara holistik berdasarkan nilai keislaman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Ibnu Qoyyim Al-Jauziyyah memberikan kurikulum atau konsep terkait pendidikan pranatal bagi pasangan suami istri. Menurutnya, pendidikan pranatal dimulai dari (1) memilih pasangan hidup, (2) saat menikah, (3) saat anak dalam kandungan (hamil), dan (4) saat anak lahir (pasca melahirkan). Pada saat lahir dan tumbuh dewasa, mendidik anak tetap menjadi tanggung jawab orang tua dan hendaknya meminimalisir penggunaan kekerasan dalam mendidik mereka, karena kekerasan tersebut akan berdampak negatif terhadap tumbuh kembang anak terutama psikologis anak.
Resiliensi Pondok Pesantren Salafi terhadap Transformasi Digital dari Perspektif Teori Pilihan Rasional “Studi Kasus Pondok Pesantren Hidayatul Islam” Siddiqah, Fina; Bahrudin, Babul; Winarsih, Nining
Pendekar: Jurnal Pendidikan Berkarakter Vol 8, No 4 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/pendekar.v8i4.35270

Abstract

Abstract: The rapid advancement of digital technology has had a significant impact on education, yet not all institutions respond in the same way. This study aims to examine the resilience of Pondok Pesantren Hidayatul Islam, a Salafi Islamic boarding school, in facing digital transformation through the perspective of Rational Choice Theory. The research employed a qualitative case study approach with in-depth interviews, observations, and documentation. Informants included the pesantren’s leader, teachers, students, non-students, parents, and local community members.The findings reveal that the pesantren consistently upholds traditional educational practices, such as the sorogan method, reliance on classical Islamic texts kitab kuning, the use of an independent curriculum, and strict limitations on digital technology. These policies are considered rational strategies to preserve religious values, ethical learning, and the continuity of scholarly transmission sanad. However, the consequences include low digital literacy among students, decreasing public interest, and concerns regarding graduates’ readiness for modern job markets. The study concludes that resistance to digitalization is not a total rejection of progress but a selective adaptation aimed at safeguarding the identity of Salafi education while ensuring its relevance in the modern era.Abstrak: Kemajuan teknologi digital membawa pengaruh besar bagi dunia pendidikan, namun tidak semua lembaga merespons secara seragam. Penelitian ini bertujuan mengkaji resiliensi Pondok Pesantren Hidayatul Islam sebagai pesantren salafi dalam menghadapi arus digitalisasi melalui perspektif Teori Pilihan Rasional. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan terdiri dari pengasuh pesantren, guru, santri, masyarakat non-santri, wali santri, serta warga sekitar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pesantren tetap mempertahankan pola pendidikan tradisional dengan metode sorogan, kitab kuning sebagai rujukan utama, kurikulum mandiri, serta pembatasan penggunaan teknologi. Kebijakan ini dipandang sebagai langkah rasional untuk menjaga nilai agama, adab, dan kesinambungan sanad keilmuan. Meski demikian, konsekuensi yang muncul antara lain rendahnya literasi digital santri, penurunan minat sebagian masyarakat, dan kekhawatiran terkait kesiapan lulusan di dunia kerja modern. Penelitian menyimpulkan bahwa resistensi terhadap digitalisasi bukanlah bentuk penolakan mutlak, melainkan strategi selektif guna menjaga identitas pendidikan salaf sekaligus mempertahankan relevansinya di era modern
Analisis Kebijakan dan Mutu Pendidikan Islam di Sekolah Dasar Muluk, Abdul; Sulhan, Ahmad
Pendekar: Jurnal Pendidikan Berkarakter Vol 8, No 4 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/pendekar.v8i4.36559

Abstract

Abstract: This study aims to analyze the development of Islamic education policies and their impact on the quality of education in elementary schools through a Systematic Literature Review (SLR) approach. The literature sources were obtained from Scopus, DOAJ, and Google Scholar databases, limited to publications from the last ten years. The selection process followed the stages of identification, screening, eligibility, and inclusion, resulting in a collection of articles relevant to the research focus. The findings indicate that Islamic education policies have a significant influence on improving the quality of primary education, particularly through three key dimensions: strategic management, curriculum development, and community engagement. In terms of management, policies grounded in Islamic values strengthen institutional vision, governance effectiveness, and school leadership. Within the curriculum dimension, the integration of spiritual, moral, and general knowledge components fosters a more holistic and adaptive learning model aligned with contemporary educational demands. Meanwhile, community involvement and stakeholder participation play an essential role in ensuring the sustainability and effectiveness of policy implementation. This study concludes that well-designed and responsive Islamic education policies are capable of creating a higher-quality learning ecosystem that is relevant, inclusive, and character-oriented for elementary school students. The findings provide important implications for policymakers, educators, and researchers in optimizing the future direction of Islamic education development.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan kebijakan pendidikan Islam dan dampaknya terhadap mutu pendidikan di sekolah dasar melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Sumber literatur diperoleh dari database Scopus, DOAJ, dan Google Scholar dengan batasan publikasi sepuluh tahun terakhir. Proses seleksi dilakukan melalui tahapan identifikasi, screening, eligibility, dan inclusion sehingga menghasilkan kumpulan artikel yang relevan dengan fokus penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa kebijakan pendidikan Islam memiliki pengaruh signifikan terhadap peningkatan kualitas pendidikan dasar, terutama melalui tiga aspek utama, yaitu manajemen strategis, pengembangan kurikulum, dan keterlibatan masyarakat. Dalam aspek manajemen, kebijakan berbasis nilai-nilai Islam mendorong penguatan visi kelembagaan, efektivitas tata kelola, dan kepemimpinan kepala sekolah. Pada dimensi kurikulum, integrasi nilai spiritual, moral, dan pengetahuan umum menghasilkan model pembelajaran yang lebih holistik dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Sementara itu, partisipasi masyarakat dan pemangku kepentingan eksternal berperan memperkuat implementasi kebijakan secara berkelanjutan. Penelitian ini menegaskan bahwa kebijakan pendidikan Islam yang dirancang secara komprehensif dan responsif mampu menciptakan ekosistem pembelajaran yang lebih berkualitas, relevan, dan berorientasi pada pembentukan karakter peserta didik di tingkat sekolah dasar. Temuan ini memberikan implikasi penting bagi pengambil kebijakan, pendidik, dan peneliti dalam mengoptimalkan arah pengembangan pendidikan Islam pada masa mendatang.
Potensi dan Tantangan Implementasi Program Adiwiyata di MI Al-Karim Surabaya dalam Era Kurikulum Merdeka Bariansyah, Almira Adinda; Indriani, Nina; Farisia, Hernik; Unando, Shally Vallagia
Pendekar: Jurnal Pendidikan Berkarakter Vol 8, No 4 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/pendekar.v8i4.36069

Abstract

Abstract: This study was conducted to examine the implementation of the Adiwiyata Program, which is increasingly urgent amid growing ecological problems involving the role of elementary schools as the foundation for shaping environmentally conscious character. The purpose of this study was to identify the potential and challenges of implementing the Adiwiyata Program at MI Al-Karim Surabaya in the context of the Merdeka Curriculum. The research used a descriptive qualitative approach with data collection techniques through direct observation in the school environment and in-depth interviews with one of the public relations teachers. Data analysis techniques included data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results showed that the main obstacle for the school was the limited green space because the entire area had been paved and there was no sustainable environmental maintenance system. However, internal potential was found, such as the habit of bringing lunch boxes and drinking bottles, recycling activities in P5, and student enthusiasm. The conclusion of this study confirms that with innovative strategies such as vertical gardens and plastic reduction campaigns, the school has a strong opportunity to implement Adiwiyata sustainably.Abstrak: Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji implementasi Program Adiwiyata yang semakin mendesak di tengah meningkatnya permasalahan ekologis yang melibatkan peran sekolah dasar sebagai fondasi pembentukan karakter peduli lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi potensi dan tantangan pelaksanaan Program Adiwiyata di MI Al-Karim Surabaya dalam konteks Kurikulum Merdeka. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi langsung di lingkungan sekolah serta wawancara mendalam dengan salah satu guru pengurus humas. Teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kendala utama sekolah adalah keterbatasan ruang hijau karena seluruh area telah dipaving serta belum adanya sistem pemeliharaan lingkungan yang berkelanjutan. Meskipun demikian, ditemukan potensi internal seperti pembiasaan membawa bekal dan botol minum, kegiatan daur ulang pada P5, dan antusiasme siswa. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa dengan strategi inovatif seperti taman vertikal dan kampanye pengurangan plastik, sekolah memiliki peluang kuat untuk mengimplementasikan Adiwiyata secara berkelanjutan.

Page 1 of 2 | Total Record : 15