cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Pertanian Agros
Published by Universitas Janabadra
ISSN : 14110172     EISSN : 25281488     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Pertanian Agros (JPA) is published by Faculty of Agriculture, Janabadra University and the Agribusiness Association of Indonesia (AAI). It available online supported by Directorate General of Higher Education - Ministry of Research, Technology, and Higher Education- Republic of Indonesia JPA is a peer-reviewed and open access journal that publishes significant and important research from all area of agriculture science fields such as crops, horticulture, fisheries, animal husbandary, and forestry.
Arjuna Subject : -
Articles 1,386 Documents
PENGARUH PEMBERIAN ABU BOILER SEBAGAI AMELIORAN TANAH ULTISOL TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq.) DI PRE- NURSERY Marzuti Isra; Ingrid Ovie Yosephine; Wan Rizky Fauzi; Wan Uka Pahlawan
Agros Journal of Agriculture Science Vol 26, No 1 (2024): Januari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v26i1.4044

Abstract

This research aims to see the effect of applying boiler ash as an ultisol soil ameliorant based on the dose given on the vegetative growth of oil palm seedlings in the pre-nursery. The research method used was Non Factorial RAK with treatment giving doses A0 (No treatment), A1 (10 g boiler ash), A2 (15 g boiler ash), A3 (20 g boiler ash), and A4 (25 g boiler ash) . Each consisted of 5 treatments and 4 replications, then analyzed using analysis of variance (ANOVA), if they were significantly different, tested continued using the DMRT test at the 5% level. The results of the research showed that application of boiler ash as an ultisol soil ameliorant based on dosage levels had no significant effect on the growth of oil palm (Elaeis guineensis Jacq) seedlings. In pre-nursery. Key words: Boiler ash, Ultisol, Pre-nursery. INTISARI Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh pemberian abu boiler sebagai amelioran tanah ultisol berdasarkan dosis yang diberikan terhadap pertumbuhan vegetatif bibit kelapa sawit di pre-nursery. Metode penelitian yang digunakan adalah RAK Non Faktorial dengan perlakuan pemberian dosis A0 (Tanpa perlakuan), A1 (10 g Abu boiler), A2 (15 g Abu boiler), A3 (20 g Abu boiler), dan A4 (25 g Abu boiler). Masing-masing terdiri dari 5 perlakuan dan 4 ulangan, kemudian di Analisa menggunakan sidik ragam (ANOVA), jika berbeda nyata diuji lanjutkan dengan menggunakan uji DMRT pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukan, pemberian abu boiler sebagai amelioran tanah ultisol berdasarkan tingkatan dosis tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq). Di pre-nursery. Kata kunci: Abu boiler, Ultisol, Pre-nursery
PENGETAHUAN PETERNAK TERHADAP FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI REPRODUKSI TERNAK KAMBING DI DESA BULU CINA Sitepu, Sukma Aditya; Marisa, Julia; Rianto, Aditya Amanda; Suhut, Anwar
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 4 (2023): edisi Oktober
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i4.3635

Abstract

Reproduction is one of the critical factors that must be considered in goat farming businesses. Therefore, the level of knowledge of goat breeders in Bulu Cina Village regarding reproductive aspects greatly determines the livestock business. Knowledge related to livestock reproduction can be formal and informal. The higher the breeder's knowledge, the more effective and efficient their business management can be. This research aims to determine the level of knowledge of goat breeders regarding goat reproduction in Bulu Cina Village, Deli Serdang Regency. The data collected includes qualitative data, including breeders' knowledge of aspects related to goat reproduction through interviews and discussions, including breeders' knowledge of superior mothers and males, efficient mating methods, signs of lust, and age at first mating. The research results show that 80% of breeders know the right time for mother goats to mate for the first time, and 70% know the characteristics of goats in heat. As many as 65% of breeders know the calving distance between mother goats, and 70% know about the mating system using Artificial Insemination. As many as 50% of breeders know the exact time of estrus and 75% of the gestation period. The conclusion is that goat breeders' knowledge regarding the science of goat reproduction still needs to be improved because many breeders still need to learn the factors that influence reproduction. Hence, the efforts they make could be more effective and efficient. Keywords: Goats, Farmer Knowledge, Livestock Reproduction, Survey INTISARIReproduksi adalah salah satu faktor penting yang harus diperhatikan pada usaha peternakan kambing. Oleh karena itu, tingkat pengetahuan peternak  kambing di Desa Bulu Cina terhadap aspek reproduksi sangat menentukan usaha ternak. Pengetahuan terkait reproduksi ternak dapat diperoleh secara formal dan informal. Semakin tinggi pengetahuan peternak, maka manajemen usaha yang dilakukan dapat berjalan efektif dan efisien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar tingkat pengetahuan peternak kambing terhadap reproduksi ternak kambing di Desa Bulu Cina, Kabupaten Deli Serdang. Data yang dikumpulkan meliputi data kualitatif, meliputi pengetahuan peternak terhadap aspek-aspek yang berkaitan reproduksi ternak kambing melalui wawancara dan diskusi meliputi pengetahuan peternak terhadap induk dan pejantan yang unggul, cara perkawinan yang efisien, tanda birahi dan umur pertama kali dikawinkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 80% peternak mengetahui waktu yang tepat untuk induk kambing pertama kali melakukan perkawinan serta terdapat 70% peternak yang mengetahui ciri ciri kambing berahi. Sebanyak 65% peternak mengetahui jarak beranak pada induk kambing dan 70% peternak mengetahui sistem perkawinan menggunakan Inseminasi Buatan. Untuk waktu berahi yang tepat sebanyak 50% peternak sudah mengetahui dan lama bunting 75%. Kesimpulan adalah pengetahuan peternak kambing terkait ilmu reproduksi ternak kambing masih perlu ditingkatkan karena masih banyak peternak yang belum mengetahui faktor faktor yang mempengaruhi reproduksi sehingga usaha yang mereka lakukan belum berjalan efektif dan efisien.  Kata kunci: Kambing, Pengetahuan Peternak, Reproduksi ternak, Survei
PERAMALAN PENJUALAN CRUDE PALM OIL (CPO) DI PT. SURYA PANEN SUBUR 2 DENGAN METODE TIME SERIES Aulia, Muhammad Reza; Fitria, Delima; Ulfa, Fitria; Aristia, Foni; Susiana, Elita; Syarbaini, Syarbaini; Rakhmat, Gusnadi
Agros Journal of Agriculture Science Vol 26, No 1 (2024): Januari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v26i1.3743

Abstract

Crude Palm Oil (CPO) is crude palm oil, one of the most widely used types of vegetable oil in various industries throughout the world. This crude palm oil is also included as a basic ingredient in cooking oil products. PT Surya Panen Subur 2 is a company established in the oil palm plantation and palm oil processing business with a processing capacity that can reach as much as 60 tons/1 hour of processing every day. Forecasting is an objective calculation where each calculation uses data from the past with the aim of determining future conditions. The aim of this research is to find out the forecasting of Crude Palm Oil (CPO) sales at PT. Surya Panen Subur 2 in the next period using the Time Series method based on time to time data. The method used is Time Series/various time series models that focus on observing the chronological sequence of data patterns for certain variables, for example. Avarage model, exponential smoothing model, weigthed moving average model. The results obtained are as follows, the appropriate and appropriate method used or applied at PT. Surya Panen Subur 2 to predict CPO sales for the period 25 January 2024 is the Weight Moving Averages method with a weighting of 4, because it has the lowest error rate compared to the Moving Averages method over a 4-month period and the Exponential Smoothing method with alpha (α=0.9 ). The research results also show that in the period 25 January 2024 CPO sales at PT. Surya Panen Subur 2 experienced an increase from the previous period. Keywords: CPO, Sale, Forecasting, Time SeriesINTISARICrude Palm Oil (CPO) adalah minyak kelapa sawit mentah termasuk dalam jenis minyak nabati paling banyak digunakan pada berbagai industri di seluruh dunia, Minyak kelapa sawit mentah ini juga termasuk sebagai bahan dasar dalam produk minyak goreng. PT Surya Panen Subur 2 merupakan perusahaan yang berdiri di bidang usaha perkebunan kelapa sawit dan pengolahan kelapa sawit dengan kapasitas pengolahan yang dapat mencapai sebanyak 60 ton/1Jam pengolahan setiap harinya. Peramalan merupakan suatu perhitungan objektif yang setiap perhitungan nya menggunakan data-data di masa lalu dengan tujuan untuk menentukan kondisi dimasa yang akan datang. Tujuan penelitian ini untuk dapat mengetahui peramalan penjualan Crude Palm Oil (CPO) di PT. Surya Panen Subur 2 pada periode berikutnya yang menggunakan metode Time Series berdasarkan dari data waktu ke waktu. Metode yang digunakan yaitu Time Series Model deret waktu yang beragam fokus pada pengamatan urutan kronologis pola data untuk variabel tertentu, misalnya. Model moving avaraege, model exponential smoothing, model weigthed moving avarage. hasil yang di dapatkan sebagai berikut metode yang sesuai dan tepat digunakan atau diterapkan pada PT. Surya Panen Subur 2 untuk meramalkan penjualan CPO pada periode 25 Januari 2024 adalah metode Weight Moving Averages dengan pembobotan sebesar 4, karena memiliki tingkat error paling rendah dibandingkan dengan metode Moving Average waktu periode 4 bulanan dan metode Exponential Smoothing dengan alpha (α=0,9). Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa pada periode 25 bulan Januari tahun 2024 penjualan CPO pada PT. Surya Panen Subur 2 mengalami peningkatan dari periode sebelumnya. Kata Kunci: CPO, Penjualan, Peramalan, dan time series.
KONVERSI PERTANIAN LADANG MENJADI TANAMAN KELAPA SAWIT DI SEKADAU HULU Maylani Lucky; Misto Misto
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 2 (2023): edisi April
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i2.2927

Abstract

This study aims to describe the conversion of agricultural land to oil palm plantations in Sekonau Village, Sekadau Hulu District and to describe, identify and explain the factors that encourage land conversion to oil palm plantations. The research was conducted in Sekonau Village, Sekadau Hulu District, Sekadau District. The research will be carried out starting in December 2022. The tools and materials used in this research are stationery, cameras, and questionnaires as tools for gathering information or data. Data collection was carried out through interviews using a list of questions as an interview and observation guide. The shifting of the function of dryland agriculture to oil palm plantations was caused by a decrease in rice production and also a decrease in the quality of lowland agricultural land. The impact of the conversion of plantation agricultural land into community oil palm plantations in Sekonau Village on the economic activities of the community has quite a positive impact, but the community has not felt its maximum effect, this is because the oil palm planted by the community has not produced much.INTISARIPenelitian ini bertujuan mendeskripsikan alih fungsi lahan pertanian ladang menjadi perkebunan kelapa sawit di Desa Sekonau Kecamatan Sekadau Hulu dan menguraikan, mengidentifikasi dan menjelaskan faktor-faktor yang mendorong terjadinya alih fungsi lahan menjadi perkebunan kelapa sawit. Penelitian dilakukan di Desa Sekonau, Kecamatan Sekadau Hulu, Kabupaten Sekadau. Penelitian dilaksanakan dari bulan Desember 2022. Alat dan bahan digunakan dalam penelitian ini adalah alat tulis menulis, kamera, dan daftar pertanyaan sebagai alat bantu pengumpulan informasi atau data. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara menggunakan daftar pertanyaan sebagai panduan wawancara dan observasi. Alih fungsi pertanian ladang menjadi lahan tanaman kelapa sawit disebabkan oleh penurunan hasil produksi padi dan juga menurunnya kualitas lahan pertanian ladang. Dampak alih fungsi lahan pertanian ladang menjadi perkebunan kelapa sawit masyarakat di Desa Sekonau pada aktivitas ekonomi masyarakat cukup berdampak positif, namun masih belum maksimal dirasakan pengaruhnya oleh masyarakat, hal ini dikarenakan memang tanaman sawit yang masyarakat tanam belum bagitu menghasilkan.
PARTISIPASI MASYARAKAT AGRARIS DALAM PENGEMBANGAN DESA PERTANIAN BERBASIS USAHA KULINER DI KABUPATEN KULON PROGO Dewandini, Sri Kuning Retno; Huda, Amalia Nurul
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 4 (2023): edisi Oktober
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i4.3529

Abstract

Culinary business development in Kulon Progo Regency is experiencing very rapid development. This is one form of developing the potential of agricultural villages. This development cannot be separated from the participation of the surrounding community, whose livelihood is as farmers. This research aims to: 1) Examine the stages of agricultural community participation in the development of culinary business-based agricultural villages, 2) Analyze the faktors that influence the participation of agrarian communities in the development of culinary business-based agricultural villages. The research method used is descriptive quantitative. Sampling was carried out using a simple random sampling method with 60 farmers as respondents. The data analysis used in this research is frequency analysis and multiple linear regression analysis. The research results show that participation at the planning, implementation and benefit-taking stages in the development of culinary business-based agricultural villages is in the high category. Meanwhile, participation at the evaluation stage was in the low category. Faktors that influence the participation of agricultural communities in the development of culinary business-based agricultural villages are the age and education level of farmers. Meanwhile, the faktors of gender and income level of farmers do not influence participation in the development of culinary business-based agricultural villages. Keywords: Participation, Agricultural Villages, Cafe, Resto INTISARIPembangunan usaha kuliner di Kabupaten Kulon Progo mengalami perkembangan yang sangat pesat. Hal ini merupakan salah satu bentuk pengembangan potensi desa pertanian. Pengembangan tersebut tidak lepas dari adanya partisipasi masyarakat sekitar yang notabennya bermata pencaharian sebagai petani. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengkaji tahapan partisipasi masyarakat agraris dalam pengembangan desa pertanian berbasis usaha kuliner di Kabupaten Kulon Progo, 2) Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi masyarakat agraris dalam pengembangan desa pertanian berbasis usaha kuliner di Kabupaten Kulon Progo. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode simple random sampling dengan responden sebanyak 60 petani. Analisis data untuk mengkaji tahapan partisipasi masyarakat agraris digunakan analisis frekuensi. Sementara untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi masyarakat agraris dalam pengembangan desa pertanian berbasis usaha kuliner digunakan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi pada tahap perencanaan, pelaksanaan dan pengambilan manfaat dalam pengembangan desa pertanian berbasis usaha kuliner berada pada kategori tinggi. Sementara itu, partisipasi pada tahap evaluasi berada dalam kategori rendah. Faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi masyarakat agraris dalam pengembangan desa pertanian berbasis usaha kuliner adalah usia dan tingkat pendidikan petani. Sementara faktor jenis kelamin dan tingkat pendapatan petani tidak berpengaruh terhadap partisipasi dalam pengembangan desa pertanian berbasis usaha kuliner. Kata Kunci: Partisipasi, Desa Pertanian, Cafe, Resto
IDENTIFIKASI SIFAT KIMIA TANAH ULTISOL LAHAN KELAPA SAWIT DI DESA KELOMPU KECAMATAN KEMBAYAN KABUPATEN SANGGAU Agustine, Leony; Sulakhudin, Sulakhudin; Anindita, Marta
Agros Journal of Agriculture Science Vol 26, No 1 (2024): Januari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v26i1.4275

Abstract

Oil palm plantations managed by farmers in Kelompu Village, which is located on Ultisol land, are facing a decline in production due to low nutrient availability. The main limiting factor affecting soil productivity is the low availability of nutrients in the soil. One of the soil properties that greatly determines nutrient availability and plant productivity is the chemical characteristics of the soil. The research aims to study the chemical properties of soil on smallholder oil palm plantations in Kelompu Village. The research was conducted in Kelompu Village, Kembayan District, Sanggau Regency, with an area of around 20 hectares. There are four types of land based on farmer ownership and management. The survey and soil sampling method uses a grid system method. Soil samples were taken at a depth of 0-30 cm and 30-60 cm in a composite manner for analysis of soil chemical properties. Whole soil samples were also taken using a ring sampler at a depth of 0-30 cm. Soil analysis in the laboratory includes measuring soil pH, organic C content, total N, available P, K-dd, soil cation exchange capacity, soil base saturation and bulk density. Oil palm fields in Ultisol soil at all locations have similar soil chemical characteristics, with a tendency to have low nutrient levels. This was proven through analysis of soil samples which showed low levels of essential nutrient elements. In addition, limited management and land management practices, such as unbalanced fertilization, impact soil chemical properties and the availability of nutrients in the soil.Keywords: Ultisol Soil, Chemical Properties, Palm Oil INTISARIPerkebunan kelapa sawit yang dikelola oleh petani di Desa Kelompu, yang berada di tanah Ultisol, menghadapi penurunan produksi akibat rendahnya ketersediaan unsur hara. Faktor pembatas utama yang mempengaruhi produktivitas tanah adalah rendahnya ketersediaan hara di dalam tanah. Satu di antara sifat tanah yang sangat menentukan ketersediaan hara dan produktivitas tanaman adalah karakteristik kimia tanah. Penelitian bertujuan untuk mempelajari sifat kimia tanah pada lahan perkebunan kelapa sawit rakyat di Desa Kelompu. Penelitian dilakukan di Desa Kelompu, Kecamatan Kembayan, Kabupaten Sanggau, dengan luas areal sekitar 20 hektar. Terdapat empat jenis lahan berdasarkan kepemilikan dan pengelolaan petani. Metode survey dan pengambilan contoh tanah menggunakan metode sistem grid. Sampel tanah diambil pada kedalaman 0-30 cm dan 30-60 cm secara komposit untuk analisis sifat kimia tanah. Sampel tanah utuh juga diambil menggunakan ring sampler pada kedalaman 0-30 cm. Analisis tanah di laboratorium meliputi pengukuran pH tanah, kandungan C-organik, N-total, P-tersedia, K-dd, kapasitas tukar kation tanah, kejenuhan basa tanah dan bobot isi. Lahan kelapa sawit di tanah Ultisol pada semua lokasi memiliki karakteristik kimia tanah yang serupa, dengan kecenderungan memiliki kadar nutrisi yang rendah. Hal ini terbukti melalui analisis sampel tanah yang menunjukkan rendahnya kandungan unsur hara esensial. Selain itu, praktik manajemen dan pengelolaan lahan yang terbatas, seperti pemupukan yang tidak seimbang, berdampak pada sifat kimia tanah dan ketersediaan nutrisi dalam tanah. Kata kunci: Tanah Ultisol, Sifat Kimia, Kelapa Sawit
PENGARUH KANDUNGAN BIOLOGICAL OXYGEN DEMAND AIR LIMBAH PENGOLAHAN KELAPA SAWIT TERHADAP KANDUNGAN UNSUR HARA NPK TANAH DAN PERTUMBUHAN TANAMAN JAGUNG Riduansyah, Riduansyah; Junaidi, Junaidi; Widiarso, Bambang; Kurnia, Kurnia; Maulidi, Maulidi
Agros Journal of Agriculture Science Vol 26, No 1 (2024): Januari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v26i1.4281

Abstract

The research aims to determine (1) the relationship between Biological Oxygen Demand (BOD) content and the nutrient content of anaerobic and aerobic pond wastewater; (2) the level of efficiency of inorganic fertilizer with the utilization of liquid waste at several waste water BOD levels; (3) the effect of providing liquid palm oil waste on the growth and yield of corn plants; (4) corn growth and yield at several wastewater BOD levels. The research was conducted at the experimental garden of the Faculty of Agriculture, Tanjungpura University. Soil analysis was carried out at the Soil Chemistry and Fertility Laboratory and wastewater BOD analysis was carried out at the Soil Health Laboratory, Department of Soil Science, Faculty of Agriculture, Tanjungpura University. The research used experimental methods with a Completely Randomized Factorial Design with treatments: 0 NPK, 2.25-0.75-040 NPK, and 4.5-1.5-0.75 NPK as well as giving Palm Oil Mill Effluent (POME) 100, 75, 50, and 25% BOD of anaerobic and aerobic wastewater ponds, so that 24 treatments were obtained, with 3 repetitions, 72 polybags. The waste water dose of 9 l per polybag is poured 3 l each per polybag in the morning, afternoon and evening. Variables observed: plant height, stem diameter, and number of leaves. Research results: giving POME to anaerobic and aerobic ponds until the 5th week did not have a real effect on height, stem diameter and number of corn leaves, but giving fertilizer until the 5th week had a real effect. Based on the Least Significant Difference Test (LSD)  results, the best treatment is the L3N2 treatment (25% Liquid Palm Oil Waste and 9 g Urea, 7.50 g Sp-36, 5.6 g KCl). Keywords: corn; npk fertilizer; palm oil wastewater  INTISARIPenelitian bertujuan untuk mengetahui (1) hubungan kandungan Biological Oxygen Demand (BOD) dengan kandungan hara air limbah kolam anaerobikdan aerobik; (2) tingkat efisiensi pupuk anorganik dengan pemanfaatan limbah cair pada beberapa level BOD air limbah; (3) pengaruh pemberian limbah cair kelapa sawit (LCKS) terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung; (4) pertumbuhan dan hasil jagung pada beberapa level BOD air limbah. Penelitian dilakukan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura. Analisis tanah dilaksanakan di Laboratorium Kimia dan Kesuburan Tanah serta analisis BOD air limbah dilaksanakan di Laboratorium Kesehatan Tanah Jurusan Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura. Peneltian menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap Faktorial dengan perlakuan: 0 NPK, 2,25-0,75-040 NPK, dan 4,5-1,5-0,75 NPK serta pemberian Palm Oil Mill Effluent (POME) 100, 75, 50, dan 25 % BOD kolam air limbah anaerob dan aerob, sehingga diperoleh 24 perlakuan, dengan ulangan 3 kali ,72 polybag. Dosis air limbah 9 l per polybag disiramkan masing-masing 3 l per polybag pagi, siang dan sore. Variabel yang diamati: tinggi tanaman, diameter batang, dan jumlah daun. Hasil penelitian: pemberian POME kolam anaerobik maupun aerobik sampai pada mingu ke 5 tidak memberikan pengaruh nyata pada tinggi, diameter batang, dan jumlah helaian daun jagung, namun pemberian pupuk sampai minggu ke 5 memberikan pengaruh nyata. Berdasarkan hasil uji BNT perlakuan terbaik adalah perlakuan L3N2 (Limbah Cair Kelapa Sawit (LCKS) 25% dan 9  g Urea, 7,50 g SP-36, 5,6 g KCl).   Kata kunci: air limbah kelapa sawit; jagung; pupuk npk
EFEKTIFITAS KOMPOS “LAMPISLUR” TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN SAWI PAGODA (Brassica narinosa L.) Priotomo, Galih Bagus; Widyawati, Nugraheni
Agros Journal of Agriculture Science Vol 26, No 1 (2024): Januari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v26i1.3812

Abstract

Market demand for pagoda mustard greens is increasing, but this increase in demand has not been matched by adequate quality and quantity of production. Providing “Lampislur” compost fertilizer containing high NPK can be an alternative to improving the quality of pagoda mustard greens production. “Lampislur” compost fertilizer is an organic compost fertilizer made from three main ingredients, namely lamtoro leaves, banana peels, and egg shells. Apart from being able to meet plant nutrient needs, this fertilizer is also safe for the environment. This research was conducted using a RAK design with five doses (0 gram, 10 gram, 20 gram, 30 gram, and 40 gram) and five repetitions. Data analysis was carried out using the ANOVA method followed by the 5% BNJ test, and then a correlation test was carried out to determine the effect of planting media on growth and yield variables. The most appropriate mixture of lamtoro leaves, egg shells, and banana peels for growing pagoda mustard greens is 40 grams of fertilizer, which has the best growth and yield qualities for pagoda mustard greens.  Keywords: Banana peels, Egg shelss, Lamtoro leaves, Pagoda Mustard INTISARIDewasa ini, permintaan pasar terhadap sawi pagoda meningkat, namun peningkatan permintaan tersebut belum diimbangi dengan kualitas dan kuantitas produksi yang memadai. Pemberian pupuk kompos Lampislur yang mengandung NPK tinggi dapat menjadi alternatif peningkatan kualitas produksi sawi pagoda. Pupuk kompos Lampislur adalah pupuk kompos organik yang dibuat dari tiga bahan utama, yaitu daun lamtoro, kulit pisang dan cangkang telur, yang mana selain dapat memenuhi kebutuhan zat hara tanaman, pupuk ini juga aman bagi lingkungan. Penelitian ini dilakukan menggunakan desain RAK dengan lima dosis (0 gram, 10 gram, 20 gram, 30 gram, 40 gram) serta lima kali pengulangan. Analisis data dilakukan dengan metode ANOVA dilanjutkan dengan uji BNJ 5%, kemudian dilakukan uji korelasi untuk mengetahui pengaruh media tanam terhadap variable pertumbuhan dan variable hasil. Campuran daun lamtoro, cangkang telur dan kulit pisang yang paling tepat untuk pertumbuhan sawi pagoda adalah 40 gram pupuk yang memiliki kualitas pertumbuhan dan hasil dari sawi pagoda yang paling baik. Kata kunci: sawi pagoda, lampislur, lamtoro, kulit pisang, cangkang telur
ANALISIS KANDUNGAN C-ORGANIK DAN TOTAL MIKROB PADA BEBERAPA JENIS TANAH Jufri, Afifah Farida; Rahmi, Eka; Agustini, Rika Yayu; Rosalina, Febrianti
Agros Journal of Agriculture Science Vol 26, No 1 (2024): Edisi APRIL
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v26i1.4462

Abstract

The level of soil fertility is a crucial factor in the success of agricultural businesses because it is the main medium for growing crops. Soil fertility will continue to decrease if it is managed continuously without understanding the condition of the soil, so it is necessary to evaluate the condition of the soil before carrying out plant cultivation activities. One indicator of soil fertility is the organic matter content (C-Organic) and the total availability of soil microbes. This research aims to evaluate the organic matter (C-Organic) content and total microbes from different soil types and conditions. This research took place for 2 months at the Land Physical Resources Development Laboratory and the Soil Chemistry and Fertility Laboratory, Department of Soil Science and Land Resources, Faculty of Agriculture, Bogor Agricultural Institute. The soil samples used were taken from several locations, namely the Cikabayan IPB oil palm experimental plantation, IPB experimental rice fields, IPB rubber plantations and peat soil from Jambi. The research results show that the highest organic matter content was found in Jambi peat soil, but the highest total microbes and microbial activity were found in oil palm soil. The topsoil layer contains more C-Organic than sub-soil, and paddy soil contains the lowest C-Organic, total microbial and soil respiration. . Organic C content and total microbes are not the only ones that determine the level of respiration in soil, there are other factors such as temperature.Key-words: microbes, soil fertility, soil evaluation INTISARI Tingkat kesuburan tanah merupakan faktor krusial dalam keberhasilan usaha pertanian karena merupakan media utama dalam budidaya tanaman. Kesuburan tanah akan terus berkurang jika dikelola terus menerus tanpa memahami kondisi tanah, sehingga perlu melakukan evaluasi kondisi tanah sebelum melakukan kegiatan budidaya tanaman. Salah satu indikator kesuburan tanah adalah kandungan bahan organik (C-Organik) dan ketersediaan total mikrob tanah. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi kandungan bahan organik (C-Organik) dan total mikroba dari jenis dan kondisi tanah yang berbeda. Penelitian berlangsung selama 2 bulan di Laboratorium Pengembangan Sumberdaya Fisik Lahan dan Laboratorium Kimia dan Kesuburan Tanah, Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor. Sampel tanah yang digunakan diambil dari beberapa lokasi yang diambil dari kebun percobaan kelapa sawit Cikabayan IPB, tanah sawah percobaaan IPB, kebun karet IPB dan tanah gambut dari Jambi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan bahan organik tertinggi terdapat pada tanah Gambut Jambi, namun total mikroba dan aktivitas mikroba tertinggi terdapat pada tanah kelapa sawit. lapisan tanah top soil mengandung lebih banyak C-Organik daripada sub soil, dan tanah sawah mengandung C-Organik, total mikroba dan respirasi tanah yang paling rendah. . Kandungan C-Organik dan total mikroba bukan satu-satunya yang menentukan tinggi rendahnya respirasi pada tanah, tetapi ada faktor lain seperti suhu.  Kata kunci: evaluasi tanah, kesuburan tanah, mikroba 
MOTIVASI PETANI DALAM USAHATANI PINANG DI DESA PUNGGUR BESAR KECAMATAN SUNGAI KAKAP KABUPATEN KUBU RAYA Sulistyowati, Henny; Ruliyansyah, Agus; Pramulya, Muhammad
Agros Journal of Agriculture Science Vol 26, No 1 (2024): Januari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v26i1.4054

Abstract

Betel palm is one of agriculture export commodity stated in top ten agriculture export commodities in 2021. Kubu Raya Regency of Kalimantan Barat Province has developed betel plantation, with Sungai Kakap Sub-district as the area that holds the largest betel palm plantation areas, covering 487 ha with total produce if 701 tons. Betel plant farming in Sungai Kakap suffers low yield, yet the farmers still hold on to this commodity in their farms. One of the factor that affect the farm productivity is the farmer’s motivation. Motivation affects the farmer’s confidence in facing challenges and making right decisions in managing their farmings. The purposes of this research were: 1) to measure the level of betel palm farmers’ motivation, and 2) to analyze the relationship between the farmers’ motivation with their social economy factors in their farmings. The research was conducted at Punggur Besar Village of Sungai Kakap Sub-district, with method of surveys to respondents. Variables observed in the research were betel plant farmers’ motivation level and the relationship between the farmers’ motivation with their social economy motivations in their farmings. The result shows that: 1) the betel palm farmers’ motivation in their farmings is considered to be very high, with the economic motivation of 80,7% and social motivation of 84%; 2) there is a significant relationship between ages with economic motivation, and farmers participation in farmers group with social motivation in betel plant farmings.Keywords: betel palm farmings, farmers’ motivation, Punggur Besar Village INTISARIPinang merupakan salah satu komoditas ekspor dari sub sektor perkebunan yang pada tahun 2021 dinyatakan sebagai 10 besar komoditas ekspor dari sektor pertanian. Kabupaten Kubu Raya merupakan salah satu kabupaten di Kalimantan Barat yang sudah mengembangkan tanaman pinang, dan Kecamatan Sungai Kakap merupakan kecamatan yang memiliki luas lahan paling besar untuk komoditas pinang di Kabupaten Kubu Raya, yaitu sebesar 487 ha dengan produksi 701 ton. Usahatani pinang di Kecamatan Sungai Kakap dihadapkan pada permasalahan rendahnya hasil, walaupun demikian para petani masih tetap mempertahankan keberadaan komoditas ini di lahan usahataninya. Salah satu faktor yang mempengaruhi produktivitas usahatani adalah motivasi petani. Motivasi akan mempengaruhi keyakinan petani dalam menghadapi tantangan dan mengambil keputusan yang tepat dalam mengelola usahatani mereka. Tujuan dari penelitian ini adalah: 1) Mengetahui tingkat motivasi petani pinang, dan 2) menganalisis hubungan antara faktor-faktor motivasi petani pinang dengan motivasi ekonomi dan sosial dalam menjalankan usahataninya. Penelitian dilaksanakan di Desa Punggur Besar Kecamatan Sungai Kakap  Kabupaten Kubu Raya, menggunakan metode survei terhadap responden sebagai objek penelitian. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah tingkat motivasi petani pinang dan hubungan antara motivasi petani pinang dengan motivasi ekonomi dan sosial dalam menjalankan usahataninya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Tingkat motivasi petani dalam menjalankan usahatani pinang tergolong sangat tinggi, dengan rincian tingkat motivasi ekonomi sebesar 80,7%, dan tingkat motivasi sosial sebesar 84%; 2) Terdapat hubungan yang signifikan antara umur dengan motivasi ekonomi, dan keiikut-sertaan petani dalam kelompok tani dengan motivasi sosial dalam menjalankan usahatani pinang.Kata kunci: Desa Punggur Besar, motivasi petani, usahatani pinang