cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Pertanian Agros
Published by Universitas Janabadra
ISSN : 14110172     EISSN : 25281488     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Pertanian Agros (JPA) is published by Faculty of Agriculture, Janabadra University and the Agribusiness Association of Indonesia (AAI). It available online supported by Directorate General of Higher Education - Ministry of Research, Technology, and Higher Education- Republic of Indonesia JPA is a peer-reviewed and open access journal that publishes significant and important research from all area of agriculture science fields such as crops, horticulture, fisheries, animal husbandary, and forestry.
Arjuna Subject : -
Articles 1,386 Documents
PENGARUH MEDIA TANAM DAN KONSENTRASI POC TERHADAP TANAMAN SAWI CAISIM (Brassica juncea L.) Dwilyana, Lisa; Hidayat, Ramdan; Nugrahani, Pangesti
Agros Journal of Agriculture Science Vol 26, No 1 (2024): Januari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v26i1.3809

Abstract

Efforts to improve agricultural techniques by integrating fish cultivation and mustard (Brassica Juncea L.) in one system, especially in limited space, can provide multiple benefits. Determining the appropriate planting media and concentration of POC needs to be done in hydroponic cultivation with a vertiminaponic system. The research was carried out in March-July 2022 at the Urban Farming Field Laboratory, Faculty of Agriculture, UPN "Veteran" East Java. The research using factorial experiment arranged in a Completely Randomized Design (CRD) with 2 factors. First factor is the type of planting medium (M), namely: M1 = Rockwool, M2 = Cocopeat, and M3 = Charcoal Husk. The second factor is the  POC concentration (K), namely: K0 = control, K1 = 3 cc L-1 water, K2 = 6 cc L-1 water, and K3 = 9 cc L-1 water. The research data were analyzed using Analysis of Variance (ANOVA), then the Honestly Significant Difference (HSD) test was carried out at a test level of 5%. The results of the research showed that the combination of treatments of various types of planting media and POC concentration was the best in husk charcoal planting media with concentration 9 cc L-1 water of POC. Keywords: hydroponics, planting media, vertiminaponics INTISARI                Upaya peningkatan teknik pertanian dengan integrasi budidaya ikan dan tanaman Sawi Caisim (Brassica Juncea L.)  dalam satu sistem, terutama di ruang terbatas, dapat memberikan keuntungan ganda. Penentuan media tanam dan konsentrasi POC yang tepat perlu dilakukan dalam budidaya hidroponik sistem vertiminaponik. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret-Juli 2022 di Laboratorium Lapangan Urban Farming Fakultas Pertanian UPN “Veteran” Jawa Timur. Penelitian menggunakan percobaan faktorial yang disusun dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 2 faktor perlakuan. Faktor pertama adalah macam media tanam (M), yaitu: M1 = Rockwool, M2 = Cocopeat, dan M3 = Arang Sekam. Faktor kedua adalah konsentrasi POC (K), yaitu: K0 = 0 cc L-1 air, K1 = 3 cc L-1 air, K2 = 6 cc L-1 air, dan K3 = 9 cc L-1 air. Data hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan analisis ragam Analysis of Variance (ANOVA), selanjutnya dilakukan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) pada taraf uji 5%. Hasil penelitian menyatakan bahwa kombinasi perlakuan macam media tanam dan konsentrasi POC terbaik terdapat pada media tanam arang sekam dengan konsentrasi POC 9 ccL-1 air. Kata kunci: hidroponik, media tanam, vertiminaponik
AKTIVITAS BIOFUNGISIDA EKSTRAKSI TANAMAN TERHADAP PERTUMBUHAN JAMUR Curvularia lunata DAN Cercospora capsici Saragih, Muhammad Rio; Alqamari, Muhammad; Suprianto, Andi Agus; Mohamed Sidique, Siti Nordahliawate
Agros Journal of Agriculture Science Vol 26, No 1 (2024): Januari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v26i1.4236

Abstract

One of the diseases that often occurs when growing pineapple is leaf spot disease caused by Culvularia. lunata. One of the diseases is bacterial leaf spot, and sercosporic leaf spot. There are two types of pathogens detected, namely conidia, which are fungi. Cercospora leaf spot disease is caused by Cercospora capsici This research was conducted at Bukit Kor Agricultural Complex, Marang, Terengganu, Malaysia with an altitude of 35 meters above sea level. The results showed that the fungi found on the leaves of plant samples were Culvularia lunata and Cercorpora capsici and those that could inhibit fungal growth were the treatment of 10% citric acid and 50% turmeric. Keywords: activity, extraction, fungus INTISARISalah satu penyakit yang sering terjadi saat menanam nenas adalah penyakit bercak daun yang disebabkan oleh Culvularia. lunata. Salah satu penyakit yang berada pada daun telang bercak bakteri, dan bercak daun serkospora. Ada dua jenis patogen yang terdeteksi, yaitu conidia, yang merupakan cendawan. Penyakit bercak daun serkospora disebabkan oleh Cercospora capsici Penelitian ini dilakukan di Komplek Pertanian Bukit Kor, Marang, Terengganu,Malaysia dengan ketinggian 35 meter di atas permukaan laut. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September 2023.penelitian ini menggunakan metode  rancangan acak lenglap (RAL).Hasil penelitian menujukan bahwasan nya jamur yang terdapat pada daun  sampel tanaman adalah Culvularia lunata dan Cercorpora capsici dan yang dapat menghambat pertumbuhan jamur adalah perlakuan 10% citrit acid dan turmeric 50%.Kata kunci: aktivitas, ekstraksi, jamur
OPTIMASI PERTUMBUHAN BIBIT KELAPA SAWIT DI MAIN NURSERY MELALUI PEMANFAATAN BIOCHAR SEKAM PADI DAN PUPUK NPK PADA TANAH DENGAN KANDUNGAN NITROGEN YANG RENDAH Suprianto, Andi Agus; Alridiwirsah, Alridiwirsah; Siregar, Muhammad Said; Tarigan, Dafni Mawar
Agros Journal of Agriculture Science Vol 26, No 1 (2024): Januari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v26i1.4007

Abstract

One of the determining factors in cultivating oil palm plants that can determine productivity and success in planting is seeds. This study aims to evaluate the effect of planting media composition and NPK fertilizer on the growth of oil palm (Elaeis guinensis Jacq) seedlings in the main nursery. The research method used was a factorial randomized block design (RAK) with 3 replications and 2 treatment factors. The first factor is the use of planting media (M) with four levels of treatment: M0 as control, M1 with the provision of rice husk biochar + 75% + 25% top soil, M2 with the provision of rice husk biochar + 50% + 50% top soil, and M3 by providing rice husk biochar + 75% + 25% top soil. Meanwhile, the second factor is the use of NPK (N) fertilizer with three levels: N1 (NPK 50 g/polybag), N2 (NPK 100 g/polybag), and N3 (NPK 150 g/polybag). The research results were analyzed using a factorial RAK design. Significant differences were analyzed further with DMRT at a confidence level of 0.5%. Parameters measured included plant height, number of leaves, leaf area, stem diameter, and total leaf chlorophyll (CCI). Research findings show that the application of rice husk biochar and top soil has a significant effect on the number of leaves, leaf area and stem diameter. The use of NPK fertilizer also has a significant impact, especially in terms of number of leaves, leaf area and stem diameter. The interaction between the two factors also has a significant impact on increasing the stem diameter of oil palm seedlings at the initial nursery stage (main nursery). Key words: Optimization, oil palm seeds, Main nursery, Rice husk Biochar, NPK INTISARI            Salah satu faktor penentu dalam budidaya tanaman kelapa sawit yang dapat menentukan produktivitas dan keberhasilan dalam penanaman adalah bibit. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh komposisi media tanam dan pupuk NPK terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit (Elaeis guinensis Jacq) di main nursery. Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan 3 ulangan dan 2 faktor perlakuan. Faktor pertama adalah penggunaan media tanam (M) dengan empat tingkatan perlakuan: M0 sebagai kontrol, M1 dengan pemberian biochar sekam padi + top soil 75% + 25%, M2 dengan pemberian biochar sekam padi + top soil 50% + 50%, dan M3 dengan pemberian biochar sekam padi + top soil 75% + 25%. Sementara itu, faktor kedua adalah penggunaan pupuk NPK (N) dengan tiga tingkatan: N1 (NPK 50 g/polybag), N2 (NPK 100 g/polybag), dan N3 (NPK 150 g/polybag). Hasil penelitian dianalisis dengan rancangan RAK faktorial. Perbedaan yang signifikan dianalisis lebih lanjut dengan DMRT pada tingkat kepercayaan 0,5%.Parameter yang diukur mencakup tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, diameter batang, dan jumlah klorofil daun (CCI). Temuan penelitian menunjukkan bahwa pemberian biochar sekam padi dan top soil memberikan pengaruh yang signifikan terhadap jumlah daun, luas daun, dan diameter batang. Penggunaan pupuk NPK juga memberikan dampak yang signifikan terutama dalam hal jumlah daun, luas daun, dan diameter batang. Interaksi antara kedua faktor juga memiliki dampak yang signifikan pada peningkatan diameter batang bibit kelapa sawit pada tahap pembibitan awal (main nursery). Kata kunci: Optimasi, bibit kelapa sawit, Main nursery, Biochar sekam padi, NPK
KARAKTERISTIK BENIH DAN PERKECAMBAHAN PEPAYA (Carica pepaya L.) Muhammad Husaini Assauwab; Mario Pani
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 4 (2023): edisi Oktober
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i4.3780

Abstract

Papaya (Carica pepaya) is a crucial tropical plant in Indonesian agriculture. Research conducted at the Seed Technology Laboratory of the Universitas Gunung Leuser Aceh revealed variations in the characteristics of papaya seeds, including the number of seeds that varies based on fruit size and seed arrangement. This study provides in-depth insights into the characteristics of papaya seeds and the influencing factors on germination, aiming to enhance seed quality and the optimal growth of papaya plants. Seed color reflects maturity and physiological status, featuring an elongated and egg-shaped form with flattened cotyledons. The germination process is influenced by environmental factors such as temperature, light, pH, oxygen, and soil moisture, with optimal humidity being a key factor for successful germination. The implications encompass a positive contribution to the development of cultivation techniques and sustainable management of papaya plants. Understanding the characteristics of papaya seeds and germination is expected to facilitate the design of more efficient cultivation practices, positively contributing to the growth and competitiveness of papaya plants. This research serves as a foundation for the development of effective seed technology to achieve sustainable plant growth. Keywords: Development, Papaya, Imbibition, Morphology, Seed INTISARIPepaya (Carica papaya L.) merupakan tanaman tropis yang penting dalam pertanian Indonesia. Penelitian di Laboratorium Teknologi Benih Universitas Gunung Leuser Aceh mengungkapkan variasi karakteristik biji pepaya, termasuk jumlah biji yang bervariasi berdasarkan ukuran buah dan tipe letak biji. Penelitian ini memberikan wawasan mendalam terhadap karakteristik benih pepaya dan faktor-faktor yang memengaruhi perkecambahan, bertujuan meningkatkan kualitas benih dan pertumbuhan tanaman pepaya secara optimal. Warna biji mencerminkan tingkat kematangan dan fisiologis, dengan bentuk memanjang dan bulat telur serta kotiledon pipih. Proses perkecambahan dipengaruhi oleh faktor lingkungan seperti suhu, cahaya, pH, oksigen, dan kelembaban tanah, dengan kelembapan sebagai kunci sukses perkecambahan. Implikasinya mencakup kontribusi positif dalam pengembangan teknik budidaya dan pengelolaan tanaman pepaya secara berkelanjutan. Dengan memahami karakteristik benih dan perkecambahan pepaya, diharapkan dapat merancang praktik budidaya yang lebih efisien dan memberikan kontribusi positif pada pertumbuhan dan daya saing tanaman pepaya. Penelitian ini menjadi landasan bagi pengembangan teknologi benih yang efektif guna mencapai pertumbuhan tanaman yang sukses secara berkelanjutan. Kata Kunci: Perkembangan, Kates, Imbibisi, Morfologi, Biji
IDENTIFIKASI PERBANDINGAN NILAI KUALITAS NANAS MD2 DAN JOSAPINE DI SERDANG SELANGOR MALAYSIA Putra, Rangga Syah; Alridiwirsah, Alridiwirsah; Suprianto, Andi Agus; Lee, Joanna Cheo
Agros Journal of Agriculture Science Vol 26, No 1 (2024): Januari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v26i1.4198

Abstract

MD2 and Josapine pineapple are hybrid pineapples. The Josapine pineapple variety has the advantage of having thornless leaves. This study aims to identify the quality values of MD2 and Josapine pineapples with different peeling times in a closed room. This research was carried out on September 19 2023 at the Lepas Tuai Malaysian Agriculture Research and Development Institute (MARDI) Complex in Serdang Selangor, Malaysia. The main ingredients used in this research were MD2 pineapple and Josapine which were obtained from a fruit shop in Serdang Selangor, Malaysia. The tools used in this research were digital scales, blenders, thermometers, measuring cups, Erlenmeyer, spatulas, funnels, glass jars, knives, gloves, chromameters, refractometers, pH meters, and viscometers. This research was conducted using an ordinary completely randomized design (CRD) with two replications and two treatments. All data were analyzed using analysis of variance (ANOVA) and further analysis using the Duncan Multiple Range Test (DMRT) using the SAS program. The results of the analysis of variance showed that differences in pineapple peeling times gave significantly different results in the color of the pineapple skin, thus influencing differences in pineapple quality on the zeroth day (D0) and the third day (D3). The next difference is in the pH and TTA (Titratable Acidity) content of MD2 pineapple which is significantly different from Josapine pineapple in the pineapple quality test treatment on day zero (D0) and day three (D3). Keywords: pineapple, quality, content, color INTISARINanas MD2 dan Josapine merupakan nanas hybrid. Varietas nanas Josapine memiliki keunggulan daunnya tidak berduri. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi nilai kualitas nanas MD2 dan Josapine dengan waktu pengupasan yang berbeda pada ruangan tertutup. Penelitian ini dilaksanakan tanggal 19 September 2023 di Kompleks Lepas Tuai   Malaysian Agriculture Research and Development Institute (MARDI) di Serdang Selangor, Malaysia. Bahan utama yang digunakan pada penelitian ini adalah nanas MD2 dan Josapine yang didapatkan dari toko buah yang ada di Serdang Selangor Malaysia. Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah timbangan digital, blender, termometer, gelas ukur, erlenmeyer, spatula, corong, toples kaca, pisau, sarung tangan, chromameter, refraktometer, pH meter, dan viscometer. Penelitian ini dilakukan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) biasa dengan dua      ulangan dan dua pelakuan. Semua data dianalisis mennggunakan analisis varians (ANOVA) dan analisis selanjutnya menggunakan Duncan Multiple Range Test (DMRT) dengan menggunakan program SAS. Hasil analisis ragam   menunjukkan perbedaan waktu pengupasan buah nanas memberikan hasil yang berbeda nyata pada warna kulit buah nanas sehingga memengaruhi perbedaan kualitas nanas pada pengupasan hari ke-nol (D0) dan hari ke-tiga (D3). Perbedaan selanjutnya terdapat pada pH dan kandungan TTA  (Titratable Acidity) nanas MD2 yang berbeda nyata dengan nanas Josapine pada perlakuan uji kualitas nanas pada pengupasan hari ke-nol (D0) dan pengupasan hari ke-tiga (D3). Kata kunci : nanas, kualitas, kandungan, warna
PENGARUH KONSENTRASI BOD LIMBAH CAIR KELAPA SAWIT KOLAM ANAEROBIK DAN PUPUK NPK TERHADAP KANDUNGAN HARA N, P, K TANAH, PERTUMBUHAN SERTA HASIL TANAMAN JAGUNG MANIS PADA TANAH ALUVIAL Maulidi, Maulidi; Riduansyah, Riduansyah; Hayati, Rita
Agros Journal of Agriculture Science Vol 26, No 1 (2024): Edisi APRIL
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v26i1.4203

Abstract

The low level of organic matter in alluvial soil requires amendments to improve soil structure by adding liquid palm oil waste as organic fertilizer which can improve soil structure and enrich organic carbon in the soil and increase soil pH. This research aims to find the interaction effect of BOD (Biological Oxygen Demand) concentration of liquid palm oil waste from anaerobic ponds and NPK fertilizer on soil N, P, K nutrient content, growth and yield of sweet corn plants on alluvial soil. The research was conducted at the experimental garden of the Faculty of Agriculture, Tanjungpura University. Analysis of BOD, N, P and K levels of liquid waste was carried out at the Land Quality and Health Laboratory, Faculty of Agriculture, Tanjungpura University. Analysis of the N, P, K elements of liquid waste was carried out at the Chemistry and Soil Fertility Laboratory, Faculty of Agriculture, Tanjungpura University. The research took place from August to December 2023. This research method was a field experiment with a two-factorial Completely Randomized Design. The first factor consists of three levels, namely: N0 (0 g Urea, 0 g SP-36, and 0 g KCl), N1 (4.5 g Urea, 3.75 g SP-36, 2.8 g KCl), N2 (9 g Urea, 7.50 g SP-36, 5.6 g KCl) and the second factor consists of four levels, namely: L0 (Palm Oil Liquid Waste/LCKS 100%), L1 (LCKS 75%), L2 (LCKS 50%), L3 (LCKS 25%), each treatment was repeated three times to obtain 36 plant samples. Variables observed: soil reaction (pH H2O), C-organic, N-total, P-available, K-available, plant height, stem diameter, number of leaves, and weight of cobs with husks and weight of cobs without husks. The results showed that the anaerobic pond LCKS treatment had a real influence on soil pH, available K, and plant height, while the NPK fertilizer treatment had a real influence on soil pH, total N, available K, plant height, stem diameter, number of leaves, and results of cob weight with husk and husk weight without husk. Keywords: alluvial, sweet corn, palm oil liquid waste, NPK fertilizerINTISARIRendahnya bahan organik pada tanah aluvial membutuhkan bahan pembenah untuk memperbaiki struktur tanah dengan penambahan limbah cair kelapa sawit sebagai pupuk organik yang dapat memperbaiki struktur tanah dan memperkaya karbon organik dalam tanah dan meningkatkan pH tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mencari interaksi pengaruh konsentrasi BOD (Biological Oxygen Demand) limbah cair kelapa sawit kolam anaerobik dan pupuk NPK terhadap kandungan hara N, P, K tanah, pertumbuhan serta hasil tanaman jagung manis pada tanah aluvial. Penelitian dilakukan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura. Analisis kadar BOD, N, P, dan K limbah cair dilakukan di Laboratorium Kualitas dan Kesehatan Lahan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura. Analisis unsur N, P, K limbah cair dilakukan di Laboratorium Kimia dan Kesuburan Tanah Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura. Penelitian berlangsung pada Agustus hingga Desember 2023. Metode penelitian ini adalah eksperimen lapangan dengan Rancangan Acak Lengkap dua faktorial. Faktor pertama terdiri dari tiga taraf, yaitu: N0 (0 g Urea, 0 g SP-36, dan 0 g KCl), N1 (4,5 g Urea, 3,75 g SP-36, 2,8 g KCl), N2 (9 g Urea, 7,50 g SP-36, 5,6 g KCl) dan faktor kedua terdiri dari empat taraf, yaitu: L0 (Limbah Cair Kelapa Sawit/LCKS 100%), L1 (LCKS 75%), L2 (LCKS 50%), L3 (LCKS 25%), masing-masing perlakuan diulang tiga kali sehingga didapatkan 36 sampel tanaman. Variabel yang diamati: reaksi tanah (pH H2O), C-organik, N-total, P-tersedia, K-tersedia, tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun, dan berat tongkol dengan klobot serta berat tongkol tanpa klobot. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan LCKS kolam anaerobik memberikan pengaruh nyata terhadap pH tanah, K-tersedia, dan tinggi tanaman, sedangkan pada perlakuan pemberian pupuk NPK memberikan pengaruh nyata terhadap pH tanah, N-total, K-tersedia, tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun, dan hasil berat tongkol dengan klobot serta berat klobot tanpa klobot. Kata kunci: aluvial, jagung manis, limbah cair kelapa sawit, pupuk NPK  
PERILAKU KONSUMSI MINUMAN PROBIOTIK PADA MASA PANDEMI COVID-19 DAN FAKTOR-FAKTOR YANG BERKORELASI DENGANNYA Rasmikayati, Elly; Djuwendah, Endah; Saefudin, Bobby Rachmat
Agros Journal of Agriculture Science Vol 26, No 1 (2024): Januari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v26i1.3789

Abstract

Probiotic drinks are drinks that have the property of increasing the body's endurance. Probiotic drinks are suitable to drink during the Covid-19 pandemic, however public knowledge about probiotic drinks is still low and research regarding probiotic drinks is still limited. The aim of this research is for students to increase their consumption of probiotic drinks, find out the factors related to them, and the obstacles they face in consuming probiotic drinks. The analytical method used is inferential statistics, namely Chi Square analysis. The results of this research show that there is a relationship between the level of consumption of probiotic drinks in the drink price category and the reasons with the income factor in the needs budget category, as well as the frequency category with the knowledge factor. Keywords: Probiotic Drink, Consumption Level, Covid-19 INTISARI Minuman Probiotik merupakan minuman yang memiliki khasiat dalam meingkatkan daya tahan tubuh. Minuman Probiotik cocok diminum pada masa pandemi Covid-19, akan tetapi pengetahuan masyarakat mengenai minuman probiotik masih rendah begitu pula penelitian terkait minuman probiotik masih sedikit. Tujuan dari penelitian ini adalah agar mahasiswa dapat meningkatkan konsumsi minuman probiotik, mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengannya, dan kendala yang dihadapi dalam mengonsumsi minuman probiotik. Metode analisis yang digunakan adalah statistik inferensial yaitu analisis Chi Square. Hasil dari penelitian ini didapat bahwa terdapat hubungan tingkat konsumsi minuman probiotik kategori harga minuman dan alasan dengan faktor pendapatan kategori anggaran kebutuhan, serta kategori frekuensi dengan faktor pengetahuanKata Kunci : Minuman Probiotik, Tingkat konsumsi, Covid-19
EFEKTIVITAS EKSTRAK DAUN PEPAYA DALAM MENGENDALIKAN HAMA Crocidolomia binotalis Zell PADA SAWI (Brassica juncea L.) Abdarah Abdarah
Agros Journal of Agriculture Science Vol 26, No 1 (2024): Edisi APRIL
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v26i1.4444

Abstract

One of the pests that attacks mustard greens is the caterpillar pest which is an inhibiting factor in mustard cultivation. One alternative for controlling these pests is using vegetable pesticides from plant extracts. The aim of the research was to test the effectiveness of papaya leaf extract (Carica papaya L.) on Crocidolomia binotalis mortality in mustard greens. The research was carried out at the Pest and Disease Laboratory of the NTB Food Crop Protection Center. The research was carried out for 3 months from January to March 2023. This research was an experimental study using a completely randomized design (CRD) with 4 treatments, namely 3 treatments with papaya leaf extract concentration and 1 without treatment (control), each treatment had 3 replications. namely, K0 (control) = 0 g papaya leaves + 1 l water, K1 = 300 g papaya leaves + 1 l water, K2 = 400 g papaya leaves + 1 l water, K3 = 500 g papaya leaves + 1 l water, so there are 12 experimental units. Each experiment used 10 test larvae, namely 120 larvae. Data were analyzed using ANOVA followed by Duncan's test. The research results prove that papaya leaf extract has high toxicity because it affects C. binotalis caterpillars with the highest average mortality reaching 100%. Keywords: mustard plants, papaya leaf extract, pests INTISARISalah satu hama yang menyerang tanaman sawi adalah hama ulat yang merupakan faktor penghambat budidaya sawi. Salah satu alternatif pengendalian hama tersebut adalah menggunakan pestisida nabati dari ekstrak tanaman. Tujuan penelitian adalah untuk menguji efektivitas ekstrak daun pepaya (Carica papaya L.) terhadap mortalitas Crocidolomia binotalis pada tanaman sawi. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Hama dan Penyakit Balai Proteksi Tanaman Pangan NTB. Penelitian dilaksanakan selama 3 bulan mulai Januari sampai Maret 2023. Penelitian ini berupa penelitian eksperimental menggunakan Rancangan Acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan, yaitu 3 perlakuan konsentrasi ekstrak daun pepaya dan 1 tanpa perlakuan (kontrol), masing– masing perlakuan terdapat 3 kali ulangan yakni, K0 (kontrol)= 0 g daun papaya + 1 l air, K1 = 300 g daun papaya + 1 l air, K2 = 400 g daun pepaya + 1 l air, K3 = 500 g daun pepaya + 1 l air, sehingga terdapat 12 unit percobaan. Setiap percobaan menggunakan 10 ekor larva  uji, yaitu 120 ekor  larva. Data dianalisis menggunakan ANOVA diteruskan dengan uji Duncan. Hasil penelitian membuktikan bahwa ekstrak daun pepaya memiliki toksisitas tinggi karena berpengaruh terhadap Ulat C. binotalis dengan rata-rata mortalitas tertinggi mencapai 100%. Kata kunci: ekstrak daun pepaya, hama, tanaman sawi 
PERILAKU PETANI TERHADAP RISIKO PRODUKSI KEDELAI DI KECAMATAN KEBASEN KABUPATEN BANYUMAS Boru Saragih, Selvani Damaryanty; Wijayanti, Irene Kartika Eka; Nurdiani, Ulfah; Putri, Dindy Darmawati; Mulyani, Altri; Saputro, Wahyu Adhi; Kusnaman, Djeimy
Agros Journal of Agriculture Science Vol 26, No 1 (2024): Januari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v26i1.3928

Abstract

The purpose of this study was to determine the factors affecting soybean production, the level of risk of soybean production, and farmers' behavior towards soybean production risk. This research was conducted using the cluster sampling method. The number of samples in this study was 61 soybean farmers. The results showed that the factors of land area, and the number of seeds partially had a significant effect on soybean production. The level of risk of soybean production is included in the medium production risk. The behavior of soybean farmers in facing production risk is mostly risk aversion. This can be seen from farmers who reduce the use of production inputs so that in the event of crop failure, the losses experienced by farmers are not large. Keywords: Farmer behavior, production risk, soybean INTISARITujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi produksi kedelai, tingkat risiko produksi kedelai, dan perilaku petani terhadap risiko produksi kedelai. Penelitian ini dilakukan dengan metode cluster sampling. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 61 petani kedelai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor luas lahan, dan jumlah benih secara parsial berpengaruh nyata terhadap produksi kedelai. Tingkat risiko produksi kedelai termasuk dalam risiko produksi sedang. Perilaku petani kedelai dalam menghadapi risiko produksi sebagian besar adalah menghidari risiko. Hal ini dapat dilihat dari petani yang mengurangi penggunaan input produksi sehingga apabila terjadi kegagalan panen, kerugian yang dialami petani tidak besar. Kata Kunci: Kedelai, perilaku petani, risiko produksi
PERKEMBANGAN PERANAN BIOTEKNOLOGI PADA TANAMAN TRANSGENIK DI DUNIA DAN INDONESIA Susanto, Susanto; Apdillah, Zaka; Gunawan, Ahmad; Tanjung, Dicky Zulkarnain
Agros Journal of Agriculture Science Vol 26, No 1 (2024): Januari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v26i1.3877

Abstract

Indonesia has a very rich biodiversity, is an important raw material for the development of modern biotechnology (DNA technology), this container material is used as a source of new genes to increase the productivity of the agricultural industry. Transgenic plants developed in Indonesia and used as food and feed such as corn, soybeans and potatoes must meet biosafety requirements. The research used is qualitative research. The type of research used in this study is descriptive research. Transgenic plant production The production of transgenic plants involves several steps in molecular biological engineering. The desired properties must be selected and the genes that control the gene must be identified. In the 18 years since this commercial crop began to grow, the crop area has increased 100 times, from just 1.7 million ha in 1996 to 175.2 million hectares in 2013. The total of transgenic crops in Latin America, Asia and Africa is 94 million hectares or 54% of the world's 175.2 million transgene crops, compared to 81 million hectars or 46% in the industrialized countries. This technology can be applied on condition: the application of transgenic crops in the field requires management that can regulate patterns of cultivation of transgene and non-transgene crops, the provision of controlled transgene seedlings in the form of seed packages, the need for legal certainty, government support for transgene products, and a routine evaluation of the implementation of Transgenic plant technology. Keywords : Biotechnology, Agriculture, Production, Transgenic INTISARIIndonesia memiliki keanekaragaman hayati yang sangat kaya, merupakan bahan baku penting untuk pengembangan bioteknologi modern (teknologi DNA), bahan baku ini digunakan sebagai sumber gen baru untuk meningkatkan produktivitas industri pertanian. Tanaman transgenik yang dikembangkan di Indonesia dan digunakan sebagai bahan pangan dan pakan seperti jagung, kedelai dan kentang harus memenuhi persyaratan biosafety. Penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Produksi Tanaman Transgenik Produksi tanaman transgenik melibatkan beberapa langkah dalam teknik biologi molekuler. Sifat yang diinginkan harus dipilih dan gen yang mengendalikan gen tersebut harus diidentifikasi. Perkembangan tanaman transgenik dunia Dalam 18 tahun sejak budidaya komersial tanaman ini dimulai, luas tanam telah meningkat 100 kali lipat, dari hanya 1,7 juta hektar pada tahun 1996 menjadi 175,2 juta hektar pada tahun 2013. Luas total tanaman transgenik di Amerika Latin, Asia dan Afrika adalah 94 juta hektar atau 54% dari 175,2 juta tanaman transgenik dunia, dibandingkan dengan 81 juta hektar atau 46% di negara industri . Solusi Untuk Tanaman Transgenik di Indonesia Teknologi ini dapat diterapkan dengan syarat: aplikasi tanaman transgenik di lapangan perlu manajemen yang dapat mengatur pola tanam tanaman transgenik dan non transgenik, penyediaan bibit tanaman transgenik dikendalikan dalam bentuk paket kemasanbenih, perlunya kepastian hukum,dukungan pemerintah terhadap produk transgenik, dan evaluasi rutin terhadap penerapan teknologi tanaman transgenik. Kata kunci : Bioteknologi, Pertanian, Produksi, Transgenik