cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota palopo,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Pedagogik Journal of Islamic Elementary School
ISSN : 23561483     EISSN : 26153904     DOI : -
Core Subject : Education,
PiJIES: PEDAGOGIK Journal of Islamic Elementary School is a peer-reviewed journal which is published by Prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah IAIN Palopo. This Journal publishes manuscripts on research in Islamic education and elementary school. PiJIES features research novelties and significance for science advancement in any new development and advancement in the field of education. The scope of our journal includes child development, cognitive psychology, social science, math and natural education to school learning and teaching. This Journal publishes current original research studies that contain data about school and classroom processes in elementary or middle schools while occasionally publishing integrative research reviews and in-depth conceptual analyses of schooling.
Arjuna Subject : -
Articles 486 Documents
Peningkatan Keterampilan Mencuci Sepeda Motor Tanpa Sentuh melalui Model Project Based Learning Fikri, Muhammad; Damri, Damri; Nurhastuti, Nurhastuti; Yuliana, Syari
Pedagogik Journal of Islamic Elementary School Vol. 8 No. 3 (2025): Pedagogik Journal of Islamic Elementary School
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/pijies.v8i3.8169

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya keterampilan vokasional mencuci sepeda motor tanpa sentuh pada siswa disabilitas intelektual ringan yang masih kesulitan memahami penggunaan alat serta langkah kerja secara mandiri. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan keterampilan mencuci sepeda motor tanpa sentuh melalui penerapan model project based learning. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian tindakan kelas  dengan dua siklus yang meliputi tahap perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian terdiri atas dua siswa disabilitas intelektual ringan pada kelas vokasional perbengkelan fase D, dengan peneliti berperan sebagai observer dan guru sebagai fasilitator. Data dikumpulkan melalui observasi, asesmen kinerja, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif deskriptif menggunakan persentase ketuntasan keterampilan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan siswa dalam menyiapkan alat dan bahan serta melaksanakan langkah-langkah mencuci sepeda motor tanpa sentuh dengan benar. Nilai rata-rata keterampilan meningkat dari kategori “kurang” pada pra-siklus menjadi “baik” pada siklus II, dan seluruh siswa mencapai kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran. Penerapan model project based learning terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan vokasional, partisipasi aktif, dan kemandirian belajar siswa disabilitas intelektual ringan. Disarankan agar guru pendidikan khusus menerapkan model Project Based Learning secara berkelanjutan dalam pembelajaran keterampilan vokasional lainnya untuk menumbuhkan kemandirian dan kesiapan kerja peserta didik.
Efektifitas Keterampilan Perbengkelan Sepeda Motor melalui Direct Instruction pada Peserta Didik Disabilitas Intelektual Ringan Alfitrah, Diva Zaki; Rahmahtrisilvia, Rahmahtrisilvia; Nurhastuti, Nurhastuti; Taufan, Johandri; Yuliana, Syari
Pedagogik Journal of Islamic Elementary School Vol. 8 No. 3 (2025): Pedagogik Journal of Islamic Elementary School
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/pijies.v8i3.8170

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya keterampilan siswa disabilitas intelektual ringan dalam melakukan kegiatan perbengkelan sepeda motor, khususnya teknik menambal ban yang menuntut ketelitian dan kemandirian. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan menambal ban sepeda motor melalui penerapan model pembelajaran Direct Instruction pada siswa disabilitas intelektual ringan di SLB Negeri 1 Ranah Pesisir. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Single Subject Research (SSR) dan desain A-B, di mana fase A (baseline) menggambarkan kondisi awal tanpa perlakuan, sedangkan fase B (intervensi) menunjukkan kondisi setelah penerapan model Direct Instruction. Subjek penelitian adalah satu siswa disabilitas intelektual ringan yang dipilih berdasarkan hasil asesmen keterampilan awal. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, sedangkan analisis data menggunakan analisis visual grafik untuk menilai perubahan level, tren, dan stabilitas antara kedua fase. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam keterampilan menambal ban sepeda motor setelah diberikan perlakuan, di mana kemampuan siswa meningkat dari 52% pada fase baseline menjadi 100% pada akhir fase intervensi. Temuan ini membuktikan bahwa model Direct Instruction efektif dalam meningkatkan keterampilan perbengkelan, terutama dalam aspek ketepatan dan kemandirian siswa disabilitas intelektual ringan. Rekomendasi penelitian ini adalah agar guru di sekolah luar biasa menggunakan model Direct Instruction sebagai alternatif pembelajaran keterampilan praktik yang terstruktur, konkret, dan mudah dipahami oleh siswa berkebutuhan khusus.
Pengembangan Bahan Ajar Rantai Makanan berbasis Augmented Reality untuk Peserta Didik Disabilitas Attention Disorder Saputri, Afri Yosi Yuni; Marlina, Marlina; Damri, Damri; Taufan, Johandri
Pedagogik Journal of Islamic Elementary School Vol. 8 No. 3 (2025): Pedagogik Journal of Islamic Elementary School
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/pijies.v8i3.8218

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan peserta didik dengan disabilitas Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) disekolah SDN 21 Lubuk Lintah, Kota Padang terhadap media pembelajaran yang interaktif, menarik, dan mampu membantu mereka memahami konsep secara konkret. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan bahan ajar rantai makanan berbasis Augmented Reality (AR) yang layak dan menarik digunakan dalam proses pembelajaran sains di sekolah dasar inklusi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode pengembangan ADDIE yang meliputi lima tahapan, yaitu: (1) Analysis, melakukan analisis kebutuhan, karakteristik peserta didik, dan materi pelajaran, (2) Design, merancang tampilan, isi, serta fitur interaktif bahan ajar berbasis AR, (3) Development, mengembangkan produk dengan mengintegrasikan elemen visual, teks, dan animasi 3D, (4) Implementation, mengujicobakan produk kepada peserta didik ADHD di sekolah dasar inklusi, (5) Evaluation, melakukan penilaian kelayakan dan efektivitas bahan ajar. Hasil validasi ahli materi menunjukkan persentase kelayakan sebesar 92% dengan kategori sangat layak, sedangkan hasil validasi ahli media memperoleh persentase 90% dengan kategori sangat layak. Uji coba lapangan yang melibatkan peserta didik ADHD menunjukkan tingkat kemenarikan dan keterlibatan belajar sebesar 94%, yang dikategorikan sangat menarik. Temuan ini menunjukkan bahwa bahan ajar rantai makanan berbasis Augmented Reality yang dikembangkan melalui model ADDIE layak, menarik, dan efektif digunakan sebagai media pembelajaran yang mampu meningkatkan pemahaman konsep serta fokus belajar peserta didik ADHD.
Meningkatkan ketahanan Duduk melalui Media Mozaik Kertas bagi Anak Gangguan Spektrum Autisme Oktavia, Tasya; Iswari, Mega; Tsaputra, Antoni; Ardisal, Ardisal
Pedagogik Journal of Islamic Elementary School Vol. 8 No. 3 (2025): Pedagogik Journal of Islamic Elementary School
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/pijies.v8i3.8230

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan duduk anak dengan Gangguan Spektrum Autisme (GSA) melalui media mozaik kertas, dimana anak hanya mampu duduk dalm waktu 1-4 menit. Penelitian menggunakan pendekatan Single subject Research (SSR) dengan desain A-B. subjek yang terlibat penelitian ini yaitu peserta didik dengan Gangguan Spektrum Autisme di kelas IV SLB YPPC Painan. Data dikumpulkan melalui observasi langsung dan pencatatan durasi. Kemudian dianalisis secara visual dan memindahkannya dalam bentuk grafik. Penelitian ini dilaksanakan sebanyak 11 kali pertemuan dengan baseline (A) sebanyak 4 pertemuan dan intervensi (B) 7 kali pertemuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam kondisi awal (A) dengan hasil 1 menit, 2 menit, 4 menit dan 4 menit, setelah itu kondisi intervensi dengan durasi  6 menit, 7 menit, 8 menit, 8 menit, 9 menit, 9 menit dan 9 menit. Hasil data yang diperoleh menunjukkan bahwa media mozaik kertas dapat meningkatkan ketahanan duduk bagi anak gangguan spektrum autisme dengan peningkatan 5 menit dari baseline pada pertemuan terakhir 4 menit dan intervensi yaitu 9 menit. Hasil penelitian ini merekomendasikan media mozaik kertas sebagai salah satu media intervensi yang efektif untuk meningkatkan ketahanan duduk bagi anak GSA.
Efektivitas Media Pembelajaran Interaktif dengan Menggunakan Canva dalam Peningkatan Kemampuan Membaca Permulaan pada Anak Penyandang Disabilitas Daksa Halviani, Ulmi; Nurhastuti, Nurhastuti; Damri, Damri; Safarruddin, Safarruddin
Pedagogik Journal of Islamic Elementary School Vol. 8 No. 3 (2025): Pedagogik Journal of Islamic Elementary School
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/pijies.v8i3.8232

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan berdasarkan permasalahan yang ditemui pada anak disabilitas daksa kelas VI yang belum mampu dalam membaca suku kata. Oleh karena itu, anak perlu dibantu dalam proses pembelajaran menggunakan media. Media Canva merupakan media yang dapat membantu dalam membaca permulaan anak. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk melihat efektivitas media pemebelajaran interaktif dengan menggunakan Canva untuk peningkatan kemampuan membaca permulaan bagi anak disabilitas daksa kelas VI di SLB 1 Pariaman. Metode penelitian ini yang digunakan adalah Single Subject Reseacrh (SSR) dengan desain A-B. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian wawancara. Teknik analisis data digunakan analisis visual grafik.  Dari hasil penelitian yang dilakukan sebanyak 9 pertemuan yang terbagi dalam 2 tahap, yaitu tahap baseline (A) sebanyak 3 pertemuan mendapatkan hasil 50%, 50%, 50% dan terakhir intervensi (B) sebanyak 6 pertemuan mendapata hasil 60%, 80%, 80%, 90%, 90%, 90%. Berdasarkan analisis data yang telah dilakukan dan diperoleh bahwa kemampuan membaca permulaan bagi anak disabilitas daksa dapat meningkat dengan menggunakan media Canva
Problematika Pendidikan dalam Perspektif Sosiologi di Lembaga Ma’arif NU Rosyadi, Muhammad Firman; Ningsih, Tutuk
Pedagogik Journal of Islamic Elementary School Vol. 8 No. 3 (2025): Pedagogik Journal of Islamic Elementary School
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/pijies.v8i3.8186

Abstract

Lembaga Ma’arif NU menghadapi tantangan kompleks dari keterbatasan internal dan tekanan eksternal dalam upaya menyeimbangkan pelestarian tradisi Aswaja dengan modernisasi pendidikan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis problematika, dialektika tradisi-modernitas, serta fungsi reproduksi budaya dan transformasi sosial di MI Ma’arif Karangnangka, Banyumas, menggunakan perspektif sosiologi pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus, mengumpulkan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, serta dianalisis menggunakan teori konflik sosial dan reproduksi budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa MI Ma’arif Karangnangka mampu bertahan di tengah keterbatasan struktural dan tekanan kebijakan nasional. Problematika utama terletak pada dialektika antara tradisi dan modernitas, keterbatasan modal ekonomi/kultural, dan ketidakselarasan antara visi nilai keislaman dengan kurikulum nasional. Madrasah merespons ketegangan ini secara adaptif melalui pendekatan partisipatif dan penguatan nilai Aswaja NU, di mana praktik pendidikan tidak hanya mentransmisikan pengetahuan tetapi juga mereproduksi habitus keislaman dan membentuk identitas sosial. Dalam perspektif sosiologi pendidikan, madrasah ini berfungsi sebagai arena reproduksi budaya sekaligus transformasi sosial, membuktikan peran strategis institusi lokal dalam membangun sistem pendidikan yang relevan dan berbasis nilai. Fungsi sosiologis madrasah harus diterjemahkan menjadi kebijakan struktural dengan mengintegrasikan tradisi dan kebutuhan masa depan yang sesuai manhaj Nahdlatul Ulama, guna memastikan keberlanjutan dan relevansi pendidikan berbasis nilai keislaman di tengah dinamika global.
Kreativitas Guru dalam Mengembangkan Pembelajaran PAI di Era Abad 21 Sidqi, Ahmad Kasyifan; Ningsih, Tutuk; Yahya, M. Slamet
Pedagogik Journal of Islamic Elementary School Vol. 8 No. 3 (2025): Pedagogik Journal of Islamic Elementary School
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/pijies.v8i3.8211

Abstract

Seiring perkembangan zaman, kreativitas guru di abad 21 sangat penting untuk mend pembelajaran relevan bagi siswa. Di era abad 21 perkembangan berdampak besar pada aspek dunia pendidikan. Salah satunya dalam Pendidikan Agama Islam, yang menjadi bagian integral dari pendidikan Indonesia. PAI tidak hanya bertujuan untuk memberikan ilmu pengetahuan agama saja, tetapi juga membentuk karakter dan moral siswa. Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di abad 21 menuntut transformasi model pembelajaran yang mampu mengembangkan keterampilan abad 21 seperti berpikir critical, creativity, collaboration and communication (4C). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi guru pendidikan Agama Islam (PAI) dalam mengembangkan kompetensi pembelajaran yang relevan di era abad 21. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian pustaka atau library research yang bertujuan untuk mengumpulkan, menganalisis, dan mengevaluasi berbagai literatur yang memiliki hasil riset tentang kreativitas guru di abad 21 melalui berbagai macam cara untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Dari hasil riset yang ditemukan, masih saja terdapat sebagian guru PAI yang belum mampu mengembangkan pembelajaran di era abad 21. Dengan demikian pembelajaran PAI terkesan monoton atau boring. Sehingga dalam hal ini, diperlukan kemampuan kreativitas guru PAI dalam mengembangkan pembelajrannya.
Pemanfaatan Jaringan Sosial sebagai Ruang Kolaboratif di Lingkungan Sekolah Setyawan, Alif; Ningsih, Tutuk
Pedagogik Journal of Islamic Elementary School Vol. 8 No. 3 (2025): Pedagogik Journal of Islamic Elementary School
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/pijies.v8i3.8231

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana jejaring sosial dimanfaatkan sebagai ruang kolaboratif di lingkungan sekolah, dengan menyoroti dinamika sosial dan budaya yang muncul dalam proses pembelajaran digital. Fenomena ini menjadi relevan seiring meningkatnya penggunaan platform jejaring sosial seperti WhatsApp dan Instagram sebagai sarana interaksi dan kolaborasi antara guru dan siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus dan dilaksanakan di sepuluh Sekolah Dasar dan enam Madrasah Ibtidaiyah di Purbalingga. Partisipan penelitian berjumlah empat puluh delapan informan, terdiri atas enam belas guru dan tiga puluh dua siswa kelas lima dan enam, yang dipilih karena secara aktif menggunakan jejaring sosial dalam kegiatan pembelajaran dan kolaborasi. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi partisipatif, dan dokumentasi digital, kemudian dianalisis dengan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan tiga temuan utama. Pertama, jejaring sosial berfungsi sebagai ruang kolaboratif yang efektif, memungkinkan interaksi dan pembelajaran lintas waktu dan tempat. Kedua, terdapat tantangan dalam pengelolaan waktu, perlindungan privasi, dan pemanfaatan jejaring sosial yang belum sepenuhnya produktif. Ketiga, jejaring sosial berperan dalam penguatan profesionalisme guru melalui komunitas daring yang mendukung berbagi pengetahuan dan refleksi pedagogis. Temuan ini memperkaya pemahaman tentang pembelajaran kolaboratif berbasis teknologi dan mendukung teori konstruktivisme sosial yang menekankan interaksi sebagai dasar pembentukan pengetahuan. Penelitian ini berimplikasi pada pentingnya literasi digital, kebijakan sekolah yang jelas, serta pelatihan bagi guru dan siswa untuk memaksimalkan potensi jejaring sosial dalam pembelajaran kolaboratif yang aman dan bermakna.
Strategi Pengembangan Kompetensi Profesional Guru dalam Menjawab Tuntutan Abad 21 di Sekolah Dasar Rahayu, Puji; Ningsih, Tutuk
Pedagogik Journal of Islamic Elementary School Vol. 8 No. 3 (2025): Pedagogik Journal of Islamic Elementary School
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/pijies.v8i3.8432

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi pengembangan kompetensi profesional guru di SD Negeri 3 Karangcengis dalam menjawab tuntutan pembelajaran abad ke-21. Berbasis pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus deskriptif. Data dihimpun melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif di kelas, dan analisis dokumen. Hasil menunjukkan sekolah menerapkan tiga strategi yang saling melengkapi: (1) pelatihan In House Training berkelanjutan dengan siklus Assess Design Implement Measure Reflect and Change yang menekankan inkuiri kolaboratif dan penerapan langsung di kelas; (2) pembentukan komunitas belajar (Kombel) lintas fase untuk berbagi praktik, pemecahan masalah, dan refleksi rutin; serta (3) pendampingan (coaching) individual melalui observasi, refleksi, umpan balik terarah. Implementasi terpadu ini berdampak pada peningkatan penggunaan media interaktif, keragaman metode, dan penguatan fasilitasi pembelajaran berpusat pada siswa. Kendala utama yang teridentifikasi ialah keterbatasan waktu dan beban kerja guru, namun terkelola melalui penjadwalan kolaborasi. Studi ini menyimpulkan bahwa model terintegrasi pelatihan IHT, kombel, dan coaching efektif membekali guru dengan 4C, literasi digital, dan kecakapan pedagogis yang relevan. Temuan memberikan implikasi praktis bagi sekolah dengan sumber daya terbatas untuk merancang program pengembangan yang kontekstual, berkelanjutan, dan berorientasi pada dampak kelas.
Pengaruh Media Konkret Papan Nilai Tempat terhadap Kemampuan Mengenal Puluhan Satuan pada Siswa Disabilitas Intelektual Ringan Nopit, Nofitri Ardiani; Iswari, Mega; Damri, Damri; Mahdi, Arisul; Handayani, Endang Sri
Pedagogik Journal of Islamic Elementary School Vol. 8 No. 3 (2025): Pedagogik Journal of Islamic Elementary School
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/pijies.v8i3.8445

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi dengan permasalahan seorang siswa disabilitas intelektual ringan yang teridentifikasi pada kelas VI di SLB YPPLB Padang, bahwa siswa belum mampu mengenal nilai tempat puluhan dan satuan. Hasil asesmen menunjukkan bahwa kemampuan siswa dalam mengenal nilai tempat puluhan dan satuan masih rendah sehingga memerlukan banyak bantuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui “Apakah media Papan Nilai Tempat dapat meningkatkan kemampuan mengenal nilai tempat puluhan dan satuan pada siswa disabilitas intelektual ringan kelas VI di SLB YPPLB Padang”?. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan eksperimen berbentuk Single Subject Research (SSR) dengan desain A-B. Subjek dalam penelitian ini seorang siswa disabilitas intelektual ringan kelas VI di SLB YPPLB Padang. Penelitian ini dilakukan pada bulan September 2025. Penelitian ini dilaksanakan di sekolah. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah analisis data secara visual dengan memaparkan grafik data. Hasil analisis data yang diperoleh pada kondisi Baseline (A) dengan 3 kali pertemuan yaitu menunjukkan pola yang stabil sebelum diberikan intervensi. Setelah intervensi dengan 8 kali pertemuan (B) diterapkan, terjadi peningkatan yang signifikan dalam hasil pengukuran dari setiap sesi. Berdasarkan hasil penelitian, disimpulkan bahwa kemampuan mengenal nilai tempat puluhan dan satuan siswa disabilitas intelektual ringan kelas VI di SLB YPPLB Padang meningkat dengan menggunakan media Papan Nilai Tempat.