cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
BULETIN OSEANOGRAFI MARINA
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 20893507     EISSN : 25500015     DOI : -
Core Subject : Science,
Buletin Oseanografi Marina (BULOMA) adalah jurnal yang menginformasikan hasil penelitian dan telaah pustaka tentang aspek Oseanografi, Ilmu Kelautan, Biologi Laut, Geologi Laut, Dinamika Laut dan Samudera, Estuari, Kajian Enerji Alternatif, Mitigasi Bencana, Sumberdaya Alam Pesisir, Laut dan Samudera.
Arjuna Subject : -
Articles 374 Documents
Pemanfaatan DNA Barcoding untuk Identifikasi Spesies Bivalvia di Ekosistem Mangrove Desa Tapak, Kota Semarang Yustina, Nurul; Rudolf Muskananfola, Max; Ayuningrum, Diah; Febrianto, Sigit
Buletin Oseanografi Marina Vol 14, No 3 (2025): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/buloma.v14i3.63696

Abstract

Ekosistem mangrove berada pada wilayah intertidal yang memiliki interaksi dinamis antara perairan laut, payau, sungai dan terestrial. Fungsi ekologis ekosistem mangrove sebagai pelindung pantai dari erosi, feeding ground, nursery ground, dan spawning ground bagi biota perairan. Biota yang beragam termasuk moluska kelas bivalvia banyak ditemui di daerah mangrove. Identifikasi spesies bivalvia secara molekuler di kawasan mangrove penting dilakukan untuk mengetahui spesies-spesies bivalvia yang ditemukan secara akurat. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui spesies bivalvia di lokasi penelitian dan mengetahui hubungan filogenetik spesies yang telah ditemukan melalui analisis pohon filogenetik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan metode pengambilan sampel purposive sampling. Penelitian ini berlangsung pada bulan September – Desember 2023. Penanda genetik yang digunakan dalam penelitian ini adalah gen Cytochrome Oxydase I (COI) dengan penyejajaran sekuens DNA menggunakan metode maximum likelihood. Analisis filogenetik berbasis algoritma neighbor joining (NJ) 1000 bootstrap pada software MEGA XI. Hasil data sequencing kemudian dianalisis menggunakan BLAST dan menunjukkan sampel BM1 memiliki kemiripan sebanyak 99% dengan spesies Donax incarnatus sedangkan 99,85% pasa sampel BM2 dengan dengan spesies Perna viridis. Hasil analisis filogenetik menunjukkan kladogram kedua spesies ini terdapat pada klade yang berbeda. Klade I terdiri dari sampel BM1 beserta 4 spesies pembanding lainnya yaitu Donax incarnatus, Donax obesulus, Donax deltoides, dan Donax faba. Klade II terdiri dari sampel BM2 beserta 4 spesies pembanding lainnya yaitu Perna viridis, Perna canaliculus, Perna perna, dan Perna Picta.
The Effect of Catfish (Pangasius sp.) Skin Gelatine Addition on the Physical Characteristics of Butterfly Pea Flower (Clitoria ternatea) Jelly Candy Aditiara, Aqilla; Agustini, Tri Winarni; Wijayanti, Ima
Buletin Oseanografi Marina Vol 14, No 3 (2025): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/buloma.v14i3.72311

Abstract

Gelatine, derived from fish skin collagen hydrolysis.  The hydrocolloid properties of gelatine make it used as a gelling agent in making jelly candy. Butterfly pea flowers contain antioxidants and produce a purplish blue color so that it can be used as a natural coloring in jelly candy. The purpose of this study was to determine the physicochemical characteristics of butterfly pea flower jelly candy with different concentrations of catfish skin gelatine. Catfish skin gelatine is obtained from the process of protein hydrolysis using citric acid solution (C6H8O7). The treatments were different concentrations of 4%, 8%, and 12% catfish skin gelatine in butterfly pea flower jelly candy. The results showed that increasing the concentration of catfish skin gelatine had a significant effect (p<0.05) on texture profile, moisture content, ash content, protein content, antioxidants, and hedonic parameters, but did not have a significant effect (p>0.05) on color parameters. The addition of 8% gelatinee produced the best jelly candy characteristics with a hardness of 3.7 kgf, cohesiveness of 0.41, springiness of 10.9 mm, gumminess of 1.42 kgf, and chewiness of 15.62 kgf.mm-1, fracture force of 3.17 kgf, adhesiveness of -0.3 kgf.mm, moisture content of 15.65%, protein of 9.03%, ash content of 2.26%, IC50 of 85.14 ppm, L*-value of 19.51, a*-value of 0.44, b*-value of 0.63, and hedonic of 7.30<µ<7.76. The addition of gelatine with proper concentration in butterfly pea flower jelly candy produces the best texture, moisture content, ash content, protein content, antioxidants, and hedonic characteristics, but does not affect color.
Keanekaragaman Zooplankton pada Variasi Kedalaman di Muara Sungai Musi Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan Isnaini, Isnaini; Aryawati, Riris; Susanti, Ester Mei; Ulqodry, Tengku Zia; Hartoni, Hartoni; Surbakti, Heron; Fauziyah, Fauziyah
Buletin Oseanografi Marina Vol 14, No 3 (2025): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/buloma.v14i3.68360

Abstract

Muara Sungai Musi berperan penting bagi masyarakat sekitar pinggiran sungai, karena berfungsi sebagai tempat untuk mencari ikan, sebagai sarana jalur transportasi di perairan. Adanya aktivitas tersebut berdampak pada penurunan kualitas perairan, dimana zooplankton memainkan fungsi penting pada perairan dengan mentransfer energi dari produsen utama di suatu daerah ke konsumen yang lebih tinggi di perairan ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis dan komposisi zooplankton, menganalisis kelimpahan zooplankton dan menganalisis hubungan biodiversitas, kelimpahan zooplankton dengan parameter lingkungan pada kedalaman yang berbeda. Penentuan titik sampling dilakukan dengan metode random sampling sebanyak 9 stasiun pada kedalaman 0 m, 3 m dan 6 m. Pengambilan sampel zooplankton menggunakan planktonet dan pengukuran parameter perairan dilakukan secara insitu. Sampel zooplankton dilakukan analisis kelimpahan dan biodiversitas serta hubungannya terhadap parameter perairan dengan menggunakan Principal Component Analysis (PCA). Berdasarkan hasil penelitian zooplankton di muara Sungai Musi ditemukan sebanyak 50 genera terdiri dari 14 kelas dan 8 filum. Rata rata Kelimpahan zooplankton semakin dalam perairan, kelimpahan zooplankton semakin tinggi. Biodiversitas zooplankton pada kedalaman 0 m, 3 m dan 6 m memiliki keanekaragaman tergolong sedang, keseragaman zooplankton semakin dalam perairan semakin tinggi dan tidak ada jenis zooplankton yang mendominansi. Hubungan biodiversitas dan kelimpahan zooplankton dengan parameter lingkungan menunjukkan kecepatan arus, salinitas dan suhu  kelimpahan, keanekaragaman dan keseragaman zoolankton.
Kesehatan Lamun di Teluk Tomini: Indikator Kualitas Lingkungan Perairan Gorontalo Habibie, Sitty Ainsyah; Hamzah, Sri Nuryatin; Sentia, Sentia; Abas, Nurnaningsih; Hasyim, Dandi
Buletin Oseanografi Marina Vol 14, No 3 (2025): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/buloma.v14i3.70254

Abstract

Lamun memainkan peran vital dalam ekosistem pesisir, termasuk sebagai penyedia jasa ekosistem, habitat berbagai organisme laut, serta indikator kesehatan lingkungan perairan. Banyaknya peranan lamun tidak diiringi dengan penambahan luasannya. Luas lamun secara global mengalami penurunan, terutama karena dampak aktivitas manusia. Teluk Tomini Gorontalo, yang memiliki garis pantai sepanjang 572,5 km, menyimpan potensi sumber daya lamun yang cukup besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sebaran, kerapatan, dan status kesehatan lamun di Perairan Teluk Tomini Gorontalo. Penelitian dilakukan di enam lokasi, tiga di perairan Teluk Tomini Kota Gorontalo dan tiga di Kabupaten Gorontalo. Tahapan penelitian terdiri dari dua tahapan yakni identifikasi dan pencatatan lamun menggunakan metode kuadrat pada transek sepanjang 100 m sejajar garis pantai dan kajian status kesehatan lamun melalui analisis tutupan lamun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat sepuluh jenis lamun yakni Cymodocea rotundata, Cymodocea serrulata, Enhalus acoroides, Halophilla minor, Halophilla ovalis, Halodule pinifolia, Halodule uninervis, Thalassodendron ciliatum, Thalasia hemprichi, dan Syringodium isoetifolium, dengan C. rotundata memiliki kerapatan tertinggi (110,42 tegakan/m2). Tutupan lamun di perairan Teluk Tomini Gorontalo tergolong jarang-sedang, dengan kondisi kesehatan bervariasi dari rusak/miskin hingga rusak/kurang kaya/kurang sehat. Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun potensi lamun besar, kondisi ekosistemnya memerlukan perhatian serius untuk menjaga keberlanjutan ekosistem dan kualitas lingkungan perairan.
Analisis Kesesuaian Perairan Nyamplungan, Karimunjawa Untuk Budidaya Tiram Mutiara (Pinctada maxima) Nurjanah, Lailatul; Desrina, Desrina; Herawati, Vivi Endar
Buletin Oseanografi Marina Vol 14, No 3 (2025): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/buloma.v14i3.74319

Abstract

Tiram mutiara (Pinctada maxima) merupakan salah satu komoditas perikanan Indonesia yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Sampai saat ini belum ada budidaya tiram mutiara yang dilakukandi perairan Jawa. Keterbatasan informasi mengenai lokasi yang sesuai untuk budidaya menjadi salah satu kendala bagi pembudidaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji lokasi perairan yang diduga memiliki potensi untuk budidaya tiram mutiara. Perairan Nyamplungan, Karimunjawa diduga memiliki potensi sebagai wilayah budidaya tiram mutiara dengan daya dukung berupa arus perairan yang lambat serta kualitas air yang masih baik, sehingga perlu adanya penelitian lebih lanjut. Pengumpulan data dilakukan dengan cara pengukuran langsung ke lapangan, kemudian data hasil pengukuran diintegrasikan menggunakan ArcGIS 10.8. ArcGIS 10.8 merupakan software yang sering digunakan untuk melakukan analisis spasial dan banyak diterapkan pada bidang akuakultur untuk melakukan analisis kesesuaian perairan. Berdasarkan integrasi kesesuaian perairan, luas perairan yang sesuai untuk budidaya tiram mutiara (P. maxima) metode long line yang tergolong kedalam kelas sangat sesuai (S1) seluas 107,95 (10,17%) ha; kelas sesuai (S2) seluas 668,58 (62,98%) ha; dan kelas tidak sesuai (S3) memiliki luas wilayah sebesar 285,10 (26,85%) ha. Berdasarkan hasil analisis daya dukung perairan, total luas perairan yang dapat digunakan untuk budidaya mutiara seluas 776,53 ha.
Kajian Mikroplastik Pada Kerang Hijau (Perna viridis) dari Lokasi Budidaya dan Pasar di Kota Semarang Serta Efektivitas Depurasinya Fauziyah, Gina; Yulianto, Bambang; Subagiyo, Subagiyo
Buletin Oseanografi Marina Vol 14, No 3 (2025): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/buloma.v14i3.69136

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelimpahan dan karakteristik mikroplastik (MP) yang terakumulasi pada kerang hijau (Perna viridis) dari empat lokasi di Kota Semarang, serta mengevaluasi efektivitas depurasi dalam mengurangi kandungan MP. Penelitian dilakukan menggunakan metode deskriptif-analitik dan eksperimental. Sampel kerang dibedakan berdasarkan ukuran (kecil 2–5 cm dan besar >5 cm), masing-masing sebanyak 15 ekor dari setiap lokasi. Mikroplastik dianalisis menggunakan mikroskop stereo melalui teknik pencacahan visual, berdasarkan bentuk, warna, dan ukuran partikel. Depurasi dilakukan terhadap 15 ekor kerang dari lokasi budidaya Tambak Lorok selama 96 jam menggunakan sistem sirkulasi air laut yang telah didesinfeksi, dengan pengamatan setiap 24 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelimpahan MP tertinggi pada kerang kecil ditemukan di BTL ST.3 (13.892,97 ± 6700,45 partikel/kg) dan pada kerang besar di PTL (14.469,49 ± 746,38 partikel/kg). Bentuk MP yang teridentifikasi meliputi fiber, film, fragmen, dan pelet, dengan warna dominan merah, cokelat, biru, dan hitam. Proses depurasi menunjukkan penurunan jumlah partikel MP dari 44 menjadi 6,8 partikel/kerang, dengan efektivitas sebesar 88,28% pada jam ke-96. Hasil ini menunjukkan bahwa kerang hijau di seluruh lokasi telah terkontaminasi MP, namun kandungannya dapat dikurangi secara signifikan melalui proses depurasi
Persebaran Mikroplastik di Lintas Ekosistem Sumatera Selatan Purwiyanto, Anna Ida Sunaryo; Putri, Wike Ayu Eka; Melki, Melki; Barus, Beta Susanto; Suteja, Yulianto
Buletin Oseanografi Marina Vol 14, No 3 (2025): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/buloma.v14i3.75654

Abstract

Penelitian ini mengkaji keberadaan dan distribusi mikroplastik di muara dan sepanjang Sungai Musi di Sumatera Selatan, Indonesia—suatu kawasan yang terdampak berat oleh pencemaran industri, domestik, dan pertanian. Sampel diambil dari lima stasiun, dengan hasil menunjukkan rata-rata konsentrasi mikroplastik sebesar 33,8 partikel/m3. Konsentrasi tertinggi ditemukan di pertemuan Sungai Upang, kemungkinan akibat limpasan perkotaan dan buangan industri, sementara konsentrasi terendah terdeteksi di sekitar Jembatan Ampera dan Pulau Kemaro, di mana turbulensi air lokal dapat mendorong terjadinya sedimentasi mikroplastik. Mikroplastik yang teridentifikasi didominasi oleh fragmen (77,5%) dan serat (22,5%), dengan sebagian besar partikel berada dalam kisaran ukuran 301–500 µm. Jenis polimer yang paling dominan adalah Low-Density Polyethylene (LDPE), yang umumnya berasal dari limbah kemasan konsumen. Temuan ini menegaskan peran Sungai Musi sebagai jalur transportasi mikroplastik dari daratan menuju ekosistem laut, yang berpotensi menimbulkan risiko besar terhadap keanekaragaman hayati akuatik dan rantai makanan. Selain merusak habitat perairan, mikroplastik juga dapat menjadi media pembawa logam berat dan zat beracun lainnya, sehingga memperparah dampak ekologisnya.
Karakteristik Fisika Kimia Substrat Dan Air Terhadap Kerapatan Mangrove Pada Area Restorasi Mangrove Untuk Silvofishery Di Langsa Barat, Kota Langsa, Aceh Batubara, Paisal; Putriningtias, Andika; Komariyah, Siti; Faisal, Teuku Muhammad
Buletin Oseanografi Marina Vol 14, No 3 (2025): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/buloma.v14i3.67593

Abstract

Ekosistem mangrove merupakan suatu ekosistem perairan unik yang berperan penting dalam mendukung kehidupan akuatik, sebagai sumber makanan, tempat pembesaran dan tempat pemijahan bagi berbagai organisme. Pertumbuhan mangrove tidak luput dari faktor-faktor yang mempengaruhinya. Salah satu parameter yang mempengaruhi pertumbuhan kerapatan mangrove adalah substrat dan air. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi nilai karakteristik fisika kimia substrat dan air terhadap kerapatan mangrove pada area restorasi mangrove untuk silvofishery di Langsa Barat, Kota Langsa. Penelitian yang dilakukan pada Bulan Oktober – November 2023 di area restorasi mangrove Gampong Seuriget, Langsa Barat, Kota Langsa, Aceh. Metode yang digunakan yaitu purposive sampling dengan 3 stasiun berdasarkan perbedaan umur tanam. Data mangrove dikumpulkan dengan metode transek 1x1, 5x5 dan 10x10. Pengambilan sampel sedimen menggunakan sekop dan sampel air menggunakan botol kaca. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerapatan mangrove termasuk pada kategori jarang dan padat. Nilai kerapatan mangrove tertinggi pada stasiun A ditemukan nilai sebesar 2.333 (ind./ha) dan kerapatan mangrove terendah pada stasiun B dengan nilai 500 (ind./ha). Tekstur tanah termasuk jenis lempung berpasir. Kualitas air memiliki rata-rata kisaran suhu 29-30 0C, nilai pH air 7,3 –7,7, salinitas pada kisaran 29,1-30,2 0/00, DO 4,48-5,2 mg/L, kandungan amonia 0,4-0,9 ppm, nitrat 3,4-6,5 ppm, fosfat 1,3-4,3 ppm.  Kualitas sedimen menunjukkan hasil pH tanah 6,3-6,4, unsur hara tanah C-Organik 1,5-3,0 %, N-total 0,2 %, dan P-tersedia 17,0-18,1 ppm. Hasil uji analisis statistik menunjukkan bahwa tidak ada korelasi antara karakteristik fisika kimia substrat dengan air dan nilai karakteristik substrat dengan kerapatan mangrove yang ada. Sedangkan fisika kimia air seperti pH air, salinitas, dan fosfat berkorelasi dengan kerapatan mangrove yang ada. Berdasarkan hasil analisis parameter kualitas air dan sedimen, ketiga stasiun penelitian dapat digunakan sebagai silvofishery.
Analisis Pertumbuhan Fragmen Karang Heliopora sp. pada Substrat Tipe Web Spider di Perairan Pulau Tikus Pardede, Meri Kristina; Bakhtiar, Deddy; Jarulis, Jarulis; Sugara, Ayub; Nirawandi, Iwan; Margono, Setio
Buletin Oseanografi Marina Vol 14, No 3 (2025): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/buloma.v14i3.69965

Abstract

Pulau Tikus adalah sebuah pulau kecil di Samudera Hindia yang berjarak sekitar 9 km dari Kota Bengkulu. Kondisi tutupan karang hidup yang rendah dan pemulihan kondisi terumbu karang sangat lambat, sehingga intervensi rehabilitasi melalui transplantasi karang sangat diperlukan untuk mengembalikan fungsi ekosistem terumbu karang yang telah rusak. Transplantasi karang yang digunakan adalah metode rak besi tipe spider web, cara ini dianggap sebagai salah satu teknik rehabilitasi karang yang paling berhasil. Salah satu jenis life form karang yang banyak ditemukan di Pulau Tikus adalah life form karang Heliopora, sehingga life form karang ini dijadikan objek untuk transplantasi karang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pertumbuhan dan kelangsungan hidup fragmen Heliopora yang ditransplantasikan pada substrat tipe spider web di perairan Pulau Tikus. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi dengan mengamati pertumbuhan fragmen karang pada 3 rangka web spider setiap 2 bulan selama 6 bulan serta menghitung jumlah fragmen karang yang mati selama pemeliharaan. Hasil penelitian, didapatkan bahwa nilai rata-rata pertumbuhan tinggi fragmen Heliopora selama 6 bulan pengamatan adalah 1,3 mm/bulan, sedangkan rata-rata pertumbuhan untuk lebar fragmen Heliopora adalah 1,75 mm/bulan. Transplantasi fragmen Heliopora pada rangka web spider di perairan Pulau Tikus, Kota Bengkulu dikatakan berhasil dengan tingkat kelangsungan hidup sekitar 50-75%. Tingkat kelangsungan hidup yang rendah diduga karena adanya aktivitas antropologi nelayan penangkapan ikan.
Studi Sebaran Klorofil-a dan Material Padatan Tersuspensi (MPT) di Muara Sungai Loji, Pekalongan Wardani, Adella Eka; Wulandari, Sri Yulina; Rochaddi, Baskoro; Zainuri, Muhammad; Handoyo, Gentur
Buletin Oseanografi Marina Vol 14, No 3 (2025): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/buloma.v14i3.55200

Abstract

Muara Sungai Loji, Pekalongan merupakan salah satu lokasi hasil berkumpulnya limbah bahan organik akibat pembuangan kegiatan manusia dan berdampak terhadap parameter perairan yaitu klorofil dan MPT. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kandungan serta sebaran klorofil-a dan MPT dari hasil pengukuran data lapangan pada musim timur, serta menganalisis hubungan antara klorofil-a dan MPT. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 19 Juni 2022 dengan pengambilan sampel klorofil-a dan MPT secara pada 11 titik lokasi penelitian. Penelitian dilaksanakan dengan pendekatan kuantitatif, dimana hasil pengukuran in-situ di-overlay pada citra dari satelit Sentinel-2 yang di download bersamaan dengan perioda sampling, dengan interpolasi menggunakan spline with barrier. Hasil penelitian menunjukkan, konsentrasi klorofil-a berkisar antara 0,00494 - 0,003788 mg/L sedangkan, nilai konsentrasi MPT diantara 57,73 – 70,27 mg/L. Sebaran klorofil-a dan MPT menunjukkan pola bergerak dari arah tenggara menuju ke barat laut, sebagai akibat dari masukan limbah bahan organik dari wilayah muara serta arus dan angin pada periode musim timur. Klorofil-a dan MPT di muara Sungai Loji, Pekalongan memiliki hubungan yang positif sedang dengan nilai koefisien korelasi (r) kedua variabel sebesar 0,29767 dan berdasarkan koefisien determinasinya klorofil-a mempengaruhi konsentrasi material padatan tersuspensi sebesar 8,86%. 

Filter by Year

2011 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 14, No 3 (2025): Buletin Oseanografi Marina Vol 14, No 2 (2025): Buletin Oseanografi Marina Vol 14, No 1 (2025): Buletin Oseanografi Marina Vol 13, No 3 (2024): Buletin Oseanografi Marina Vol 13, No 2 (2024): Buletin Oseanografi Marina Vol 13, No 1 (2024): Buletin Oseanografi Marina Vol 12, No 3 (2023): Buletin Oseanografi Marina Vol 12, No 2 (2023): Buletin Oseanografi Marina Vol 12, No 1 (2023): Buletin Oseanografi Marina Vol 11, No 3 (2022): Buletin Oseanografi Marina Vol 11, No 2 (2022): Buletin Oseanografi Marina Vol 11, No 1 (2022): Buletin Oseanografi Marina Vol 10, No 3 (2021): Buletin Oseanografi Marina Vol 10, No 2 (2021): Buletin Oseanografi Marina Vol 10, No 1 (2021): Buletin Oseanografi Marina Vol 9, No 2 (2020): Buletin Oseanografi Marina Vol 9, No 1 (2020): Buletin Oseanografi Marina Vol 8, No 2 (2019): Buletin Oseanografi Marina Vol 8, No 1 (2019): Buletin Oseanografi Marina Vol 7, No 2 (2018): Buletin Oseanografi Marina Vol 7, No 1 (2018): Buletin Oseanografi Marina Vol 6, No 2 (2017): Buletin Oseanografi Marina Vol 6, No 1 (2017): Buletin Oseanografi Marina Vol 5, No 2 (2016): Buletin Oseanografi Marina Vol 5, No 1 (2016): Buletin Oseanografi Marina Vol 3, No 1 (2014): Buletin Oseanografi Marina Vol 2, No 4 (2013): Buletin Oseanografi Marina Vol 2, No 3 (2013): Buletin Oseanografi Marina Vol 2, No 2 (2013): Buletin Oseanografi Marina Vol 2, No 1 (2013): Buletin Oseanografi Marina Vol 1, No 5 (2012): Buletin Oseanografi Marina Vol 1, No 3 (2012): Buletin Oseanografi Marina Vol 1, No 2 (2012): Buletin Oseanografi Marina Vol 1, No 1 (2011): Buletin Oseanografi Marina More Issue