cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
BULETIN OSEANOGRAFI MARINA
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 20893507     EISSN : 25500015     DOI : -
Core Subject : Science,
Buletin Oseanografi Marina (BULOMA) adalah jurnal yang menginformasikan hasil penelitian dan telaah pustaka tentang aspek Oseanografi, Ilmu Kelautan, Biologi Laut, Geologi Laut, Dinamika Laut dan Samudera, Estuari, Kajian Enerji Alternatif, Mitigasi Bencana, Sumberdaya Alam Pesisir, Laut dan Samudera.
Arjuna Subject : -
Articles 374 Documents
Tipe Sedimen dan Kondisi Perairan Pulau Payung Provinsi Sumatera Selatan berdasarkan Keberadaan Nitrat, Fosfat dan TSS Sitorus, Rijal; Putri, Wike Ayu Eka; Agustriani, Fitri; Diansyah, Gusti; Isnaini, Isnaini; Purwiyanto, Anna Ida Sunaryo; Suteja, Yulianto; Meiyerani, Jeni
Buletin Oseanografi Marina Vol 14, No 1 (2025): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/buloma.v14i1.62565

Abstract

Nutrien merupakan material kimia yang penting bagi kelangsungan hidup organisme perairan. Keberadaannya di kolom perairan dapat dijadikan sebagai penentu apakah perairan berada dalam kondisi subur atau tidak. Sumber nutrien di perairan dapat berasal dari aktivitas manusia seperti pemukiman dan pertanian yang terdapat di darat dan masuk ke kawasan muara melalui aliran sungai. Meskipun demikian, masuknya nutrien dalam jumlah besar dapat menurunkan kualitas perairan karena dapat memicu terjadinya eutrofikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi nutrien di air dan sedimen serta TSS dan karakteristik sedimen di sekitar Perairan Pulau Payung. Pengambilan sampel dilaksanakan bulan September 2022 pada 5 stasiun penelitian, analisis nitrat dan fosfat pada sampel air mengacu pada metode brusin sulfat SNI 06-2480-1991 dan SNI 6989.31-2015. Analisis nitrat pada sedimen menggunakan metode bruan  dan  analisis fosfat  merujuk pada metode SNI 19-2483-1991. Analisis tekstur sedimen menggunakan metode ayak kering dan analisa TSS dengan metode penyaringan. Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi nitrat di kolom perairan Pulau Payung berkisar 1,7-2,8 mg/l (telah melebihi baku mutu, 0,008 mg/L berdasarkan Kepmen LH (2004) dan 0,07 mg/L berdasarkan US-EPA (1973), sementara fosfat berkisar 0,25-0,48 mg/l (tidak melebihi baku mutu 0,2 – 1,0 mg/L berdasarkan Kepmen LH PP RI No.22 Tahun 2021). Konsentrasi nitrat sedimen Pulau Payung berkisar 24,69-40,41 mg/kg (tergolong perairan dengan kandungan nitrat tinggi) dan fosfat berkisar 1,15-1,54 mg/kg (tergolong perairan dengan kandungan fosfat sangat rendah). Sedimen Pulau Payung sebagian besar didominasi substrat lempung dan sebagian kecil lempung berpasir. Adapun nilai TSS yang ditemukan berkisar antara 115,22 – 212,97 mg/l.
Penilaian Kondisi Ekologi Perairan Untuk Pengembangan Budidaya Tiram (Moluska: Ostreidae) di Selat Cunda Kota Lhokseumawe Ekamaida, Ekamaida; Hariyadi, Sigid; Nurilmala, Mala; Kusmana, Cecep; Krisanti, Majariana; Syahrial, Syahrial
Buletin Oseanografi Marina Vol 14, No 1 (2025): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/buloma.v14i1.63123

Abstract

Kajian dilakukan bulan Oktober 2023 pada 5 stasiun pengamatan yang bertujuan untuk menilai kondisi ekologi perairan Selat Cunda dalam upaya pengembangan budidaya tiram. Parameter diukur secara in situ dan ex situ, selanjutnya dibandingkan dengan baku mutu lingkungan serta dianalisis menggunakan Principal Component Analysis. Oksigen terlarut tertinggi ditemukan pada Stasiun 3 (7.66 ± 0.08 mg/L), pH pada Stasiun 2 (7.95 ± 0.02), salinitas pada Stasiun 1 (27.00 ± 1.00‰), kecerahan pada Stasiun 5 (79.00 ± 4.00 cm), kedalaman dan suhu pada Stasiun 2 (62.33 ± 8.33 cm dan 30.80 ± 0.62⁰C), kekeruhan dan kelimpahan Escherichia coli pada Stasiun 1 (2262.42 ± 1613.32 NTU dan 1020.00 ± 113.00 MPN/100 ml), logam berat Cd air pada Stasiun 3 dan 4 (masing-masing 0.01 ± 0.00 mg/L), logam berat Pb air pada Stasiun 3 (0.07 ± 0.01 mg/L), kecepatan arus pada Stasiun 2 (0.20 ± 0.01 m/s), tekstur pasir pada Stasiun 5 (88.00 ± 1.73%), tekstur debu pada Stasiun 4 (46.00 ± 22.52%), tekstur liat dan C-organik pada Stasiun 1 (9.67 ± 1.15% dan 0.85 ± 0.68%), logam berat Cd serta Pb pada Stasiun 3 (0.03 ± 0.01 mg/L dan 7.60 ± 0.58 mg/L) dan N-total pada Stasiun 4 (0.12 ± 0.33%). Hasil analisis PCA memperlihatkan bahwa parameter suhu, tekstur debu, kecepatan arus, Cd air, N-total dan tekstur pasir merupakan pembeda utama variasi di PC pertama; sementara parameter salinitas, kelimpahan E. coli, kekeruhan, tekstur liat dan kedalaman merupakan pembeda utama variasi di PC kedua. Untuk mewujudkan kesuksesan budidaya tiram di Selat Cunda Kota Lhokseumawe harus ditingkatkan nilai kecerahan dan kedalaman perairan serta menurunkan kekeruhan serta logam berat Pb.
Potensi Bioaktif Peptida Hidrolisat Protein Undur-Undur laut (Emerita spp.) Menggunakan Analisis In Silico Romadhon, Romadhon; Sabdono, Agus; Subagiyo, Subagiyo; Triyanto, Agus; Riyadi, Putut Har
Buletin Oseanografi Marina Vol 14, No 1 (2025): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/buloma.v14i1.69353

Abstract

Undur-undur laut (Emerita spp.) telah diteliti mempunyai kandungan gizi yang tinggi. Peptida dari hewan laut berpotensi besar dalam bidang kesehatan dan aplikasi biomedis, berkat aktivitas biologisnya yang beragam, seperti antioksidan, anti-hipertensi, antimikroba, dan perlindungan terhadap penuaan kulit. Teknik analisis in silico digunakan untuk mengidentifikasi peptida bioaktif dari protein sekuen dengan metode komputasi, seperti: database, aplikasi online dan software. Penelitian ini dilakukan untuk memprediksi peptida yang berasal dari undur-undur laut (Emerita spp.) dengan analisis in silico. Tahapan analisis in silico dilakukan menggunakan database NCBI dan dilanjutkan dengan analisis melalui software BIOPEP-UWM dan Peptide Ranker. Berdasarkan hasil analisis in silico pada hidrolisat protein undur-undur laut menggunakan BIOPEP, terdapat 16 peptida dengan potensi anti-hipertensi dan 14 peptida dengan potensi anti-diabetes. Berdasarkan hasil Peptide Ranker dapat dilihat urutan nilai probabilitas peptida yaitu kategori tinggi (WL, YF, AF, AW, IF, SF, ML, WT), kategori sedang (PR, AG, IG), dan kategori rendah (DP, HL, VPL, SL, NL, DR, AH, AI, VG, AEL, NT). Sekuen peptida yang tertinggi yaitu WL (Triptofan-Leusin) yang memiliki skor 0,99 dengan fungsi sebagai anti-diabetes. Sementara itu, nilai terkecil yaitu NT (skor 0,05) yang berfungsi anti-diabetes. Berdasarkan analisis sensori menggunakan BIOPEP, sekuen peptida yang dihasilkan tersusun atas asam amino yang memiliki rasa pahit dan manis. Peptida dan asam amino yang memiliki rasa pahit di antaranya : P, F, VF, IF, VY, V, VL, VI, L, IL, dan W, sedangkan yang memilki rasa manis di antaranya : P, G, dan V.
Pengaruh Pemberian Pupuk Organik Cair Limbah Ikan Cakalang (Katsuwonus sp.) terhadap Pertumbuhan dan Kandungan Klorofil-A pada Chlorella sp. Sujarta, Puguh; Ohee, Henderite Loisa; Zainuri, Muhammad; Misbach, Imam; Ramandey, Euniche R.P.F.
Buletin Oseanografi Marina Vol 14, No 1 (2025): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/buloma.v14i1.53092

Abstract

Pupuk pro analitik (PA) biasanya digunakan budidaya Chlorella sp., tetapi mahalnya harga pupuk PA sehingga diperlukan alternatif pupuk yang bisa penuhi kebutuhan nutrisi Chlorella sp. Inovasi pupuk alternatif ini memiliki prospek dalam pengganti pupuk PA yang mahal dipasaran dengan pemanfaatan limbah ikan yang diperoleh dari pasar hamadi, Jayapura. Pupuk yang digunakan merupakan pupuk organik yang diambil dari limbah ikan cakalang. Umumnya penjualan ikan dipasar bermacam-macam ikan, namun mayoritas ikan yang dijual di pasar hamadi adalah ikan cakalang. Tujuan dari riset ini merupakan menganalisis pengaruh pupuk organik cair dari limbah cakalang terhadap laju perkembangan, biomassa, serta klorofil a Chlorella sp. Tata cara yang digunakan dalam riset ini merupakan tata cara Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan memakai 2 perlakuan dengan masing masing 3 ulangan. Perlakuan yang diberikan pada riset ini merupakan pupuk organik cakalang dengan dosis 1 ml/ l serta kontrol (1 ml/ l Guillard). Parameter utama yang diamati merupakan pertumbuhan Chlorella sp., serta klorofil a. Bersumber pada hasil pertumbuhan dari aplikasi pupuk organik cair dari limbah ikan cakalang dengan pupuk kontrol (Guillard) diperoleh hasil tertinggi pada control dan pupuk ikan sebesar 12 x 108 dan 11.15 x 108 sel/mL. Sedangkan pada hasil klorofil diperoleh bahwa untuk control sebesar 1.85 mg/L serta hasil pupuk ikan 1.62 mg/L Hasil menunjukkan bahwa limbah pupuk ikan cakalang berpotensi dijadikan pupuk komersial guna meningkatkan pertumbuhan mikroalga Chlorella sp. 
Studi Karakteristik Sedimen Menggunakan Metode Statistik Gradistat Untuk Mendukung Pengembangan Pelabuhan Patimban Rachman, Reno Arief; Firmansyah, Raka; Aziiz, Shafan Abdul; Catur Istiyanto, Dinar; Suharyanto, Hamzah Haru Radityo; Rahili, Nurkhalis; Widagdo, Aloysius Bagyo; Wibowo, Mardi; Khoirunnisa, Hanah
Buletin Oseanografi Marina Vol 14, No 1 (2025): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/buloma.v14i1.60085

Abstract

Pengembangan Pelabuhan Patimban di Subang diharapkan sebagai penyokong pelabuhan Tanjung Priok di Jakarta yang sudah tidak mampu memenuhi kebutuhan bongkar muat dari para pelaku usaha khususnya di Jawa Barat. Dalam melakukan perencanaan dan pengembangan pelabuhan, salah satu hal utama yang perlu dipertimbangkan adalah masalah sedimentasi. Proses sedimentasi di perairan sangat terkait dengan karakteristik sedimen. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pola sebaran karakteristik sedimen dasar seperti kadar air, berat jenis, gradasi, tekstur sedimen, ukuran d50 butir sedimen dan analisis statistik sedimen dasar sehingga dapat mendukung rencana pengembangan pelabuhan. Metode yang dipakai adalah pengambilan sampel sedimen di lapangan, pengujian sampel sedimen di laboratorium, analisis sedimen secara statistik dan analisis deskriptif karakteristik sedimen dasar menggunakan metode Gradistat. Berdasarkan hasil kajian diketahui nilai kadar air 59,06-210,046 %, berat jenis 1,951–2,494 g/cm3, nilai d50 0,07–0,16 mm, ukuran rerata butir 64,0-86,5 µm, sortasi sedimen moderately sorted (terpilah cukup), analisis statistik sedimen tipe platykurtic, jenis lithologi didominasi oleh lanau dan pasir. Diharapkan hasil penelitian ini dapat membantu pengelolaan sedimentasi, merancang pondasi bangunan pantai dan struktur lainnya secara tepat dan efisien. 
Molecular Characterization of Nannochloropsis sp. Based on tufA Genetic Marker and Potential Test of Nannochloropsis sp. as a Cadmium (Cd) Heavy Metal Bioremediation Agent Setyowati, Sulis; Kusumaningrum, Hermin Pancasakti; Zainuri, Muhammad; Suprihadi, Agung; Doktorasaintifika, Heradita Kaniaazzahra; Herida, Azalia Puspa; Wahyuningsih, Candra; Jannah, Siti Nur; Wijanarka, Wijanarka
Buletin Oseanografi Marina Vol 14, No 1 (2025): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/buloma.v14i1.66422

Abstract

Cadmium (Cd) heavy metal pollution not only affects aquatic ecosystems but also has toxic effects on human health. Bioremediation using microalgae Nannochloropsis sp. is considered more economical and sustainable for overcoming heavy metal pollution. This study aims to molecular characterization of Nannochloropsis sp. with tufA gene markers, determine the effect of different Cd concentrations on the growth and morphology of Nannochloropsis sp. and the ability of Nannochloropsis sp. to absorb Cd concentrations. The methods used include DNA isolation, quantitative and qualitative DNA analysis, amplification of tufA gene, sequencing result analysis, phylogenetic tree analysis, and bioremediation test. The results of molecular characterization showed that Nannochloropsis sp. has similarities with N. oceanica strain BR2 plastid (CP044614.1) with 60% bootstrap value. Nannochloropsis sp. grew at different Cd concentration (0, 2, 4, and 6 ppm) but optimal at 0 ppm Cd concentration. Morphology of Nannochloropsis sp. showed morphological differences in the cell structure. The cell was broken and the color turned increasingly clear. Different concentrations of Cd metal on Nannochloropsis sp. growth significantly affected the decline in Nannochloropsis sp. growth. Nannochloropsis sp. has the potential to absorb heavy metal Cd with an efficiency that increases as the concentration reaching 62.6% at 6 ppm. It can be concluded that molecular characterization using the tufA marker was effective in showing that Nannochloropsis sp. had closed relation with N. oceanica strain BR2 plastids. Cadmium (Cd) exposure significantly reduced growth and caused cell damage, while Nannochloropsis sp. effectively adsorbed Cd and lowering Cd levels by 3.76 ppm.
Analisis Dampak ENSO terhadap Presipitasi dan Evaporasi di Selat Makassar Alamsyah, M. Zanugera; Rizqullah, Fairus Jamil; Sulhana, Baiq Lista Azkia; Maulana, Refaldi Rizky; Cahyaningtyas, Annisa Dianti; Rahmalia, Fahri; Mustaqim, Ikhsan; Fadhillah, Shafa Nur; Baskara, Ganesha Lagas; Kunarso, Kunarso
Buletin Oseanografi Marina Vol 14, No 1 (2025): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/buloma.v14i1.60285

Abstract

Penelitian ini menganalisis pengaruh ENSO terhadap presipitasi dan evaporasi di Selat Makassar. Data yang digunakan berupa data presipitasi dan evaporasi diperoleh dari The European Centre for Medium-Range Weather Forecast (ECMWF) serta data ONI (Oceanic Niño Index) dari National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) selama 15 tahun dari 2008 - 2022. Analisis korelasi pearson digunakan untuk mengukur kekuatan dan arah hubungan linier variabel ENSO terhadap presipitasi dan evaporasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa secara klimatologis dan spasial, presipitasi  maupun evaporasi mengalami maksimum minimum yang sama. Pengaruh ENSO sendiri terhadap presipitasi dan evaporasi di Selat Makassar secara umum menunjukkan pola korelasi yang kompleks dan bervariasi sepanjang  tahun, dengan perbedaan yang signifikan di tiga wilayah, yaitu Selatan, Tengah, dan Utara. Keadaan presipitasi dan evaporasi di Selat Makassar selama 15 tahun terakhir tidak secara signifikan dipengaruhi oleh El Niño dan La Niña. Hal tersebut diduga karena letak Selat Makassar sendiri berada di wilayah yang  dipengaruhi oleh beberapa fenomena atmosfer global lainnya seperti munsonal, MJO, dan IOD.
Analisis Vegetasi Mangrove Berdasarkan Faktor Lingkungan Perairan di Kawasan Pesisir Kabupaten Pati Rahman, Rahman; Bramana, Aditya; Suharti, Ratna; Irawan, Hendra
Buletin Oseanografi Marina Vol 14, No 1 (2025): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/buloma.v14i1.62083

Abstract

Kabupaten Pati terletak di pesisir utara Pulau Jawa, pantainya berlumpur dan sebagian wilayah ditumbuhi mangrove. Dari tahun ke tahun, hutan mangrove di Kabupaten Pati di beberapa kecamatan mengalami penurunan kuantitas. Penelitian ini bertujuan menganalisis vegetasi ekosistem mangrove berdasarkan faktor lingkungan perairan di Kabupaten Pati, Jawa Tengah untuk mengetahui kondisi dan struktur komunitas mangrove daerah tersebut. Penelitian ini dilaksanakan dari 21 Agustus sampai dengan 12 Oktober. Pengumpulan data yang dilakukan dengan metode observatif. Pengambilan data mangrove menggunakan metode Line Transect Plot. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan lima jenis mangrove yaitu Avicennia marina, Rhizophora mucronata, Acanthus ilicifolius, Excoecaria agallocha, dan Sonneratia caseolaris. kerapatan jenis pohon dan semai mangrove >1500 tergolong sangat rapat serta pancang tergolong rendah-sangat rapat, frekuensi jenis pohon tertinggi ialah Avicennia marina dengan nilai 1, tutupan jenis pohon berkisar  0,292%/m2-0,623%/m2 dan INP tingkat  pohon terbesar ialah spesies Avicennia marina berkisar 246,1%-300%. Indeks biologi menunjukkan keanekaragaman mangrove stasiun penelitian berkategori rendah, keseragaman rendah-sedang, dan dominansi berkategori tinggi. Kualitas fisika dan kimia yang diukur pada tiap stasiun penelitian dikategorikan normal. Terdapat 6 spesies biota yang ditemukan yang berasosiasi yaitu Boleophthalmus boddarti, Boleophthalmus pectinirostris, Scylla serrata, Telescopium telescopium, Cerithidea cingulate dan Ellobium aurisjudae. Dari hasil penelitian tersebut, maka hutan mangrove Kabupaten Pati perlu dijaga dan dilakukan upaya-upaya dalam pelestariannya.
Sebaran Makroplastik di Kawasan Ekowisata Mangrove Karangsong Indramayu Jawa Barat Wijdanisa, Rahma; Arief, Mochamad Candra Wirawan; Nurruhwati, Isni; Ismail, Mochamad Rudyansyah
Buletin Oseanografi Marina Vol 14, No 1 (2025): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/buloma.v14i1.67297

Abstract

Sampah plastik banyak dijumpai di berbagai wilayah pesisir, terbawa oleh gelombang arus dan pasang surut, serta kontribusi aktivitas daratan melalui sungai yang bermuara di laut. Ekosistem pesisir yang saat ini mengalami dampak peningkatan sampah plastik antara lain terumbu karang, padang lamun, pantai dan ekosistem mangrove. Ekosistem mangrove menjadi wilayah dengan ancaman akumulasi sampah makroplastik dengan jumlah sangat banyak dari berbagai aktivitas. Kawasan mangrove Karangsong di Kabupaten Indramayu merupakan ekosistem mangrove yang memiliki fungsi dan dikelola sebagai kawasan ekowisata. Riset ini bertujuan untuk mengetahui komposisi jenis dan kepadatan makroplastik di kawasan ekowisata Mangrove Karangsong. Penelitian menggunakan metode survei dengan plot transek 10 x 10 m2 secara stratified random sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan makroplastik terbanyak merupakan jenis Polyethylene Terephthalate (PETE) sebesar 33,47% dengan kepadatan 5,43 potong/m2, sementara makroplastik paling sedikit dijumpai pada jenis Polyvinyl Chloride (PVC) sebesar 0,15% dengan kepadatan 0,01 potong/m2. Sebaran sampah makroplastik yang ditemukan umumnya terkumpul tersangkut pada sistem perakaran mangrove dan tertutup substrat sedimen. Jenis makroplastik yang ditemukan, mengindikasikan pentingnya pengelolaan sampah di kawasan ekowisata maupun dari sumber utama penghasil. 
Penentuan Ukuran Mata Jaring untuk Keberlanjutan Udang Penaeus merguiensis di Perairan Papua Selatan Melmambessy, Edy H.P.; Saputra, Suradi Wijaya; Hartoko, Agus; Mudzakir, Abdul Kohar
Buletin Oseanografi Marina Vol 14, No 1 (2025): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/buloma.v14i1.61672

Abstract

Tingkat pemanfaatan (E) udang Penaeus merguiensis di perairan pantai Laut Arafura Merauke Provinsi Papua Selatan dalam kategori over-fishing (E=0,76/tahun untuk jantan dan betina E= 0,59/tahun). Mortalitas karena penangkapan (F) lebih besar dari mortalitas alami (M), menunjukan tekanan penangkapan tinggi.  Tujuan penelitian menganalisis penentuan ukuran mata jaring untuk keberlanjutan penangkapan udang P. merguiensis di perairan pantai Laut Arafura Merauke Provinsi Papua Selatan. Metode survei digunakan dalam penelitian, dengan teknik pengambilan sampel: sistimatik sampling.  Waktu pengumpulan data: Agustus 2022 - Juli 2023 pada tiga stasiun penelitian.  Analisis data utamanya penentuan ukuran mata jaring. Ukuran mata jaring untuk keberlanjutan udang P. merguiensis di stasiun A Distrik Naukenjerai = 50,80 - 98,21 mm; stasiun B Distrik Merauke = 42,68 mm; dan stasiun C Distrik Semangga = 50,05 mm. Penentuan ukuran mata jaring ini telah mempertimbangkan ukuran pertama matang gonad udang P. merguiensis pada ketiga stasiun penelitian: A Distrik Naukenjerai = 42,20 mmCL, B Distrik Merauke = 40,20 mmCL, dan C = 42,00 mmCL. Pengaturan ini dimaksudkan agar udang yang tertangkap secara ekonomi menguntungkan, dan kelestarian sumber daya udang dapat dijaga. Hasil penelitian dapat dijadikan pertimbangan kebijakan penentuan ukuran mata jaring trammel net dan pukat tarik dalam penangkapan udang secara berkelanjutan.

Filter by Year

2011 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 14, No 3 (2025): Buletin Oseanografi Marina Vol 14, No 2 (2025): Buletin Oseanografi Marina Vol 14, No 1 (2025): Buletin Oseanografi Marina Vol 13, No 3 (2024): Buletin Oseanografi Marina Vol 13, No 2 (2024): Buletin Oseanografi Marina Vol 13, No 1 (2024): Buletin Oseanografi Marina Vol 12, No 3 (2023): Buletin Oseanografi Marina Vol 12, No 2 (2023): Buletin Oseanografi Marina Vol 12, No 1 (2023): Buletin Oseanografi Marina Vol 11, No 3 (2022): Buletin Oseanografi Marina Vol 11, No 2 (2022): Buletin Oseanografi Marina Vol 11, No 1 (2022): Buletin Oseanografi Marina Vol 10, No 3 (2021): Buletin Oseanografi Marina Vol 10, No 2 (2021): Buletin Oseanografi Marina Vol 10, No 1 (2021): Buletin Oseanografi Marina Vol 9, No 2 (2020): Buletin Oseanografi Marina Vol 9, No 1 (2020): Buletin Oseanografi Marina Vol 8, No 2 (2019): Buletin Oseanografi Marina Vol 8, No 1 (2019): Buletin Oseanografi Marina Vol 7, No 2 (2018): Buletin Oseanografi Marina Vol 7, No 1 (2018): Buletin Oseanografi Marina Vol 6, No 2 (2017): Buletin Oseanografi Marina Vol 6, No 1 (2017): Buletin Oseanografi Marina Vol 5, No 2 (2016): Buletin Oseanografi Marina Vol 5, No 1 (2016): Buletin Oseanografi Marina Vol 3, No 1 (2014): Buletin Oseanografi Marina Vol 2, No 4 (2013): Buletin Oseanografi Marina Vol 2, No 3 (2013): Buletin Oseanografi Marina Vol 2, No 2 (2013): Buletin Oseanografi Marina Vol 2, No 1 (2013): Buletin Oseanografi Marina Vol 1, No 5 (2012): Buletin Oseanografi Marina Vol 1, No 3 (2012): Buletin Oseanografi Marina Vol 1, No 2 (2012): Buletin Oseanografi Marina Vol 1, No 1 (2011): Buletin Oseanografi Marina More Issue