cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Agrotek Tropika
Published by Universitas Lampung
ISSN : 23374993     EISSN : 26203138     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Agrotek Tropika (JAT) is a journal of science in the field of agrotechnology which covers several fields of science such as Agronomy, Horticulture, Soil Science, and Plant Pests and Diseases. Journal of Tropical Agrotek published since 2013 and published three times in one year ie in January, May, and September. Journal of Tropical Agrotek published by Department of Agrotechnology, Faculty of Agriculture, University of Lampung in cooperation with Agroteknologi Association of Indonesia (PAGI) Lampung.
Arjuna Subject : -
Articles 811 Documents
FOTOSINTESIS DAN PEMBUNGAAN ANGGREK Dendrobium PADA INTENSITAS CAHAYA YANG BERBEDA Noor Farid; Zulfa Ulinnuha
Jurnal Agrotek Tropika Vol 12, No 2 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, Mei 2024
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v12i2.6577

Abstract

Anggrek merupakan tanaman hias yang bernilai ekonomis tinggi dan prospektif dibudidayakan. Perkembangan bunganya dipengaruhi oleh faktor genetik, fisiologis atau lingkungan, seperti intensitas cahaya, sehingga pengendalian lingkungan pembungaan memiliki potensi yang cukup besar dalam mempengaruhi kualitas bunga yang dihasilkan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh intensitas cahaya dari barat dan dari timur terhadap pembungaan dan fotosintesis anggrek Dendrobium. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL). Terdapat dua faktor perlakuan yang diulang tiga kali. Faktor pertama adalah cahaya matahari dengan dua arah yaitu Timur (mendapatkan cahaya matahari optimum Pagi – Siang) dan Barat (mendapatkan cahaya matahari optimum Siang – Sore). Faktor ke dua, yaitu Varietas anggrek BJS (Burane Jade Snow), TGUY (Tongchai Gold Uday Yellow), BJW (Burane Jade White), CG (Caesar Gold), PS (Pure Smile). Hasil penelitian menunjukkan jumlah bunga mekar dan laju fotosintesis meningkat pada Burana Jade Snow, Tongchai Gold Uday Yellow, dan Pure Smile yang diperlakukan intensitas cahaya Timur, namun pada Burana Jade White mengalami penurunan apabila ditanam pada intensitas cahaya Timur, sedangkan Caesar Gold tidak mengalami perbedaan fotosintesis pada intensitas cahaya Timur maupun Barat, namun jumlah bunga yang mekar menurun pada intensitas cahaya Barat.
PENGARUH BERBAGAI JENIS ADSORBEN TERHADAP KONDUKTIVITAS HIDRAULIK JENUH DAN KUALITAS AIR PADA PROSES PURIFIKASI LIMBAH CAIR Farida, Resti; Afandi, Afandi; Ramadhani, Winih Sekaringtyas; Buchari, Henrie
Jurnal Agrotek Tropika Vol 11, No 3 (2023): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 11, Agustus 2023
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v11i3.7524

Abstract

Limbah cair yang dihasilkan dari aktivitas domestik dan industri memerlukan tindakan pengelolaan agar tidak menyebabkan permasalahan lingkungan.  Pengelolaan limbah cair dilakukan untuk meminimalisir indikator pencemar agar limbah aman dibuang ke perairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh karbon aktif, zeolit dan nano filter sebagai adsorben terhadap nilai konduktivitas hidraulik jenuh dan indikator fisik kualitas air. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Fisika Tanah, Fakultas Pertanian Universitas Lampung pada Agustus – September 2018, menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 2 faktorial (3x3).  Faktor pertama adalah jenis bahan yang berpengaruh sebagai adsorben, yang terdiri dari karbon aktif, zeolit dan nano filter 1µm.  Faktor kedua adalah jenis sampel limbah yang digunakan, yaitu air sumur (kontrol), limbah surfaktan (deterjen), dan limbah pewarna Rhodamin B.  Data hasil pengamatan dianalisis dengan ANARA, dan dilanjutkan dengan uji BNT pada taraf 1%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan zeolit pada limbah surfaktan dan nano filter pada air sumur efektif untuk menurunkan persentase TDS, dan penggunaan zeolit pada limbah Rhodamin B efektif untuk menyeimbangkan kadar pH, sehingga sesuai dengan standar Permenkes dan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup, perubahan warna Rhodamin B pada perlakuan zeolit sebesar 25 % menunjukkan hasil yang paling berpengaruh dibandingkan nano filter dan karbon aktif, dan perlakuan zeolit memiliki memiliki nilai konduktivitas hidraulik jenuh paling rendah tetapi memiliki pengaruh paling baik terhadap kualitas air hasil purifikasi limbah cair
RESPIRASI DAN BIOMASSA KARBON MIKROORGANISME (C-MIK) TANAH AKIBAT SISTEM OLAH TANAH DAN PEMUPUKAN PADA TANAMAN KACANG HIJAU (Vigna radiata L.) MUSIM TANAM KE-8 Nuki Aisah; Septi Nurul Aini; Dermiyati Dermiyati; M. A. Syamsul Arif; Astriana Rahmi Setiawati; Dedy Prasetyo; Jamalam Lumbanraja
Jurnal Agrotek Tropika Vol 12, No 2 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, Mei 2024
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v12i2.8930

Abstract

Produksi kacang hijau di provinsi Lampung mengalami penurunan. Penurunan produksi kacang hijau ini disebabkan karena tingkat kesuburan tanah yang rendah. Upaya untuk meningkatkan kesuburan tanah yang rendah dilakukan dengan pengolahan tanah dan pemupukan. Tujuan dari penelitian ini adalah mempelajari pengaruh sistem olah tanah dan pemupukan terhadap respirasi dan biomassa karbon mikroorganisme tanah (C-mik). Penelitian ini dirancang dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang disusun secara faktorial (2×2) dengan 4 kelompok. Faktor pertama adalah perlakuan sistem olah tanah (T) yaitu T1 = olah tanah minimum, dan T2 = olah tanah intensif. Faktor kedua dalam penelitian ini adalah pemupukan (P) yaitu P0 = tanpa pemupukan dan P1 = Pemupukan kotoran ayam 1.000 kg ha-1 + NPK majemuk (16:16:16) 200 kg ha-1. Pengamatan dilakukan sebanyak 4 kali pengamatan yaitu 0, 7, 30, dan 60 HST (hari setelah tanam). Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis ragam pada taraf 5% yang terlebih dahulu diuji homogenitas ragamnya dengan menggunakan Uji Bartlett dan additivitasnya diuji dengan Uji Tukey. Data diuji lanjut menggunakan uji BNT taraf 5 %. Uji korelasi dilakukan untuk mengetahui hubungan antara variabel pendukung dan variabel utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa respirasi tanah lebih tinggi pada perlakuan olah tanah intensif daripada perlakuan olah tanah minimum  pada pengamatan 7 dan 30 HST. Begitu juga biomassa C-mik tanah lebih tinggi pada perlakuan olah tanah intensif daripada perlakuan olah tanah minimum pada pengamatan 30 dan 60 HST.  Perlakuan pemupukan tidak berpengaruh terhadap peningkatan respirasi tanah dan biomassa C-mik. Interaksi perlakuan olah tanah intensif + tanpa pemupukan berpengaruh nyata dalam meningatkan biomassa C-mik pada pengamatan 7 HST. Terdapat korelasi positif antara C-organik dengan respirasi tanah pada pengamatan 30 HST dan pH tanah dengan biomassa C-mik tanah pada pengamatan 0 HST. 
PENGARUH JENIS MEDIA PEMBAWA DAN Trichoderma sp. TERHADAP PENYAKIT BULAI DAN PERTUMBUHAN TANAMAN JAGUNG Prasetyo, Joko; Efri, Efri; Pratama, Virginiawan Tirta Angga
Jurnal Agrotek Tropika Vol 12, No 1 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, Februari 2024
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v12i1.8555

Abstract

Jagung (Zea mays L.) adalah makanan pokok kedua setelah padi di beberapa daerah di Indonesia. Salah satu kendala peningkatan produksi jagung yaitu tanaman jagung tersebut banyak mengalami serangan patogen. Peronosclerospora sp. yang menyebabkan penyakit bulai atau downy mildew. Salah satu alternatif dalam menekan serangan bulai yaitu menggunakan biofungisida yang mengandung Trichoderma sp.. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aplikasi media pembawa, dosis Trichoderma sp. dan interaksi keduanya dalam mengendalikan penyakit bulai dan pertumbuhan tanaman jagung. Rancangan yang digunakan dalam percobaan penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang disusun faktorial dengan 3 ulangan. Faktor pertama adalah dosis Trichoderma sp. yaitu 20 g Trichoderma sp (T1), 30 g Trichoderma sp. (T2), 40 g Trichoderma sp. (T3). Faktor kedua adalah jenis media pembawa yaitu Tepung beras (F1), Tepung ketan (F2), dan Tepung jagung (F3). Hasil penelitian menunjukan bahwa media pembawa mampu menekan keparahan penyakit bulai, meningkatkan tinggi tanaman dan jumlah daun tanaman jagung. Dosis Trichoderma sp. mampu meningkatkan tinggi dan jumlah daun tanaman jagung, namun tidak mampu menekan penyakit bulai. Perlakuan dosis Trichoderma sp. dan media pembawa tepung beras mampu meningkatkan tinggi, jumlah daun dan bobot kering berangkasan tanaman jagung, namun tidak mampu menekan penyakit bulai.
RESPON KETERTARIKAN WALANG SANGIT (Leptocorisa acuta) TERHADAP BEBERAPA DOSIS ATRAKTAN DARI YUYU SAWAH (Parathelphusa convexa) Cokorda Javandira; Putu Lasmi Yulianti Sapanca; I Gusti Ayu Diah Yuniti; I Putu Agus Wahyu Ekantara
Jurnal Agrotek Tropika Vol 11, No 4 (2023): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 11, November 2023
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v11i4.6057

Abstract

Tujuan dari dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dosis atraktan yuyu sawah terhadap ketertarikan hama walang sangit dan untuk mengetahui senyawa volatil yang terkandung pada atraktan yuyu sawah sehingga dapat memikat hama walang sangit. Penelitian ini dilakukan selama kurun waktu tiga bulan mulai dari bulan Januari hingga bulan Maret 2021. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji GCMS untuk mengetahui senyawa volatil pada atraktan yuyu sawah, dan untuk menguji dosis atraktan menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan enam perlakuan yaitu perlakuan kontrol (P0), perlakuan atraktan 15 g/perangkap (P1), perlakuan atraktan 20 g/perangkap (P2), perlakuan atraktan 25 g/perangkap (P3), perlakuan atraktan 30 g/perangkap (P4), dan perlakuan atraktan 35 g/perangkap (P5) dengan empat kali ulangan. Dalam uji pengaruh dosis atraktan yuyu sawah (Parathelphusa convexa) terhadap ketertarikan hama walang sangit (Leptocorisa oratorius) pada tanaman padi, aplikasi atraktan yuyu sawah sebanyak 35 g/perangkap (P5) memberikan hasil ketertarikan hama walang sangit paling baik dibandingkan dengan perlakuan lainnya yang ditunjukkan dengan rerata walang sangit jantan yang terperangkap 24,5 ekor dan rerata walang sangit betina yang terperangkap 3,75 ekor. Dari hasil identifikasi senyawa volatil pada atraktan yuyu sawah dengan metode uji GCMS, senyawa volatil yang terkandung dalam atraktan yuyu sawah adalah lima belas jenis senyawa volatil dimana kandunga senyawa terbesar adalah senyawa Di-n-oktil phthalat sebanyak 35,03 % dan kandungan terendah adalah senyawa OKTADECA-9,12-DEINOIC ACID METHYL ESTER dengan kandungan 0,76 %.
PENGARUH JUMLAH BIBIT PER RUMPUN DAN DOSIS PUPUK NPK TERHADAP HASIL TANAMAN PADI DAN POPULASI HAMA Jumardi Jumardi; Naeilul Chaeriyah; Dimas Dimas
Jurnal Agrotek Tropika Vol 12, No 3 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, AGUSTUS 2024
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v12i3.7784

Abstract

Produktifitas padi nasional (tahun 2022) adalah 5.2 ton per ha yang jauh di bawah potensi genetik tanaman. Rendahnya produktifitas tanaman ini disebabkan oleh pengelolaan tanaman yang kurang tepat: kepadatan populasi tanaman yang kurang optimal, aplikasi pupuk yang kurang tepat, dan serangan hama dan penyakit tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh jumlah bibit/rumpun dan dosis pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman serta populasi hama dan tingkat kerusakannya. Percobaan ini dilaksanakan dengan rancangan petak terpisah dengan menggunakan tiga ulangan. Petak utama adalah jumlah bibit per rumpun: 3, 5, dan 10 bibit. Sedangkan anak petak adalah dosis pupuk, yaitu: 250, 350, dan 450 kg NPK (16 : 16 : 16)/ha. Jarak tanam yang digunakan adalah 30 x 30 cm atau setara 111,000 rumpun tanaman per ha. Secara umum, semakin tinggi kepadatan populasi tanaman dan dosis NPK semakin tinggi pula semua nilai variabel yang diamati. Terdapat interaksi antara faktor jumlah bibit/rumpun dan dosis pupuk NPK. Hasil tanaman tertinggi didapatkan pada kombinasi perlakuan 10 bibit/rumpun dan pemupukan 450 kg/ha, yaitu 6,1 ton/ha, sekitar 17,3% lebih tinggi dari rata-rata produktifitas tanaman nasional (5,2 ton/ha). Menyangkut  populasi dan insidensi hama, tidak terdapat perbedaan nyata diantara semua perlakuan yang diuji.
PENGARUH BEDA WAKTU TANAM TUMPANGSARI SINGKONG-SORGUM PADA PERTUMBUHAN, PRODUKSI, DAN VIABILITAS BENIH PASCASIMPAN DELAPAN BULAN EMPAT GENOTIPE SORGUM (Sorghum bicolor [L.] Moench) Eko Pramono; Muhammad Syamsoel Hadi; Ermawati Ermawati; Lutfiatul Maula
Jurnal Agrotek Tropika Vol 12, No 2 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, Mei 2024
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v12i2.9007

Abstract

Salah satu faktor yang berpengaruh pada pertumbuhan dan produksi pada pertanaman sistem tumpangsari adalah beda waktu tanam antara dua jenis tanaman.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh beda waktu tanam dari tumpangsari sorgum-singkong pada pertumbuhan, produksi, dan viabilitas benih pascasimpan dari empat genotipe sorgum.  Penelitian dilaksanakan di Desa Karang Endah, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan (5.28°LS 105.27°BT) dengan ketinggian 82,3 mdpl dan di Laboratorium Benih dan Pemuliaan Tanaman Fakultas Pertanian, Universitas Lampung pada Januari 2019 sampai Juni 2020.  Percobaan menggunakan rancangan perlakuan faktorial 2x4 yang diacak secara lengkap dalam petak berjalur (strip plot) dengan tiga ulangan dalam tiga blok.  Petak utama yaitu beda waktu tanam yang terdiri dari nol minggu  dan dua minggu.  Anak petak yaitu empat genotipe sorgum yang terdiri dari Super 1, GH-6, Suri dan GH-12.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa beda waktu tanam berpengaruh nyata pada pertumbuhan, produksi dan viabilitas pascasimpan pada variabel bobot kering brangkasan atas, bobot benih per malai, jumlah benih per malai dan kecambah normal kuat.  Genotipe berpengaruh nyata pada viabilitas benih pascasimpan kecambah normal total dan kecambah normal kuat.  Pengaruh genotipe sorgum terhadap produksi tergantung dari waktu tanam.
ISOLASI DAN KARAKTERISASI RIZOBAKTERI PENAMBAT NITROGEN DARI EKOSISTEM PADI SAWAH ORGANIK Sri Sudewi; Abdul Rahim Saleh; Lisa Indriani Bangkele; Endang Sri Dewi
Jurnal Agrotek Tropika Vol 12, No 3 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, AGUSTUS 2024
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v12i3.7493

Abstract

Rhizobakteri mampu mengfiksasi nitrogen (N) secara mutualisme, mengubah N dari atmosfer menjadi senyawa nitrogen yang tersedia bagi tanaman, sehingga meningkatkan pertumbuhan tanaman. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengisolasi dan mengkarakterisasi bakteri penambat N pada ekosistem padi sawah organik di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah. Bakteri diisolasi dari rizosfer tanaman padi yang sehat, untuk selanjutnya dikulturkan dengan menggunakan media Burk N-bebas. Hasil yang diperoleh sebanyak 12 isolat bakteri memiliki kemampuan tumbuh pada media Burk N-bebas dengan karakter yang berbeda-beda setelah diidentifikasi secara morfologi dan biokimiawi. Isolat RFN7 menghasilkan kadar nitrogen total sebesar 0.41%, sedangkan yang terendah pada isolat RFN4 sebesar 0.16%. Isolat rizobakteri yang mampu tumbuh pada media Burk-N bebas mempunyai kemampuan untuk mengikat nitrogen bebas yang berguna bagi pertumbuhan dan perkembangan tanaman, sehingga isolat-isolat tersebut berpotensi sebagai biofertilizer dalam upaya mendukung pertanian berkelanjutan yang ramah terhadap lingkungan.
PERFORMA AGRONOMI TANAMAN JAGUNG YANG BERASAL DARI BENIH HIBRIDA REGENERASI Surianto Sipi; Dian Meithasari
Jurnal Agrotek Tropika Vol 12, No 3 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, AGUSTUS 2024
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v12i3.7319

Abstract

Praktek budidaya jagung menggunakan benih turunan hibrida sudah umum dilakukan oleh petani jagung di Indonesia. Petani memilih menanam benih regenerasi karena pertimbangan harga benih hibrida F1 yang mahal dan sulit diperoleh khususnya bagi petani di wilayah timur Indonesia seperti Papua. Tujuan penelitian untuk melihat perbedaan performa agronomi antara generasi F1 dan F2 tiga varietas jagung hibrida yang banyak disebarluaskan melalui komersialisasi dan program diseminasi. Parameter yang diamati meliputi: umur berbunga, tinggi tanaman, jumlah buku, posisi tongkol, panjang tongkol, diameter tongkol, jumlah baris dan bobot biji per tongkol. Hasil penelitian menunjukkan adanya perubahan performa beberapa parameter agronomi tanaman jagung yang berasal dari generasi F2. Perubahan performa agronomi paling banyak terjadi pada generasi F2 varietas JH 27 meliputi: penurunan tinggi tanaman, posisi tongkol, diameter tongkol dan bobot biji per tongkol, serta pengurangan jumlah buku. Perubahan yang signifikan pada generasi F2 varietas Bima URI meliputi: peningkatan jumlah buku dan posisi tongkol serta penurunan diameter tongkol. Perubahan performa agronomi yang signifikan pada generasi F2 varietas Nasa 29 meliputi: penurunan tinggi tanaman dan posisi tongkol serta pengurangan jumlah buku dan panjang tongkol.
PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN CAISIM (Brassica Juncea L.) YANG DIAPLIKASIKAN BEBERAPA JENIS PUPUK ORGANIK CAIR DENGAN INTERVAL WAKTU YANG BERBEDA Rianida Taisa; Priyadi Priyadi; Raida Kartina
Jurnal Agrotek Tropika Vol 12, No 2 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, Mei 2024
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v12i2.8627

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: 1) menguji beberapa jenis pupuk organik cair yang terbaik dalam meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman caisim; 2)menganalisis interval waktu pemberian pupuk organik cair yang terbaik dalam meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman caisim, dan 3) mengidentifikasi interaksi antara jenis pupuk organik cair dan interval waktu pemberian terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman caisim.  Penelitian ini disusun secara faktorial dalam Rancangan Acak Kelompok.  Faktor pertama adalah jenis pupuk organik cair yang terdiri dari POC 1 dan POC 2,.  POC 1 dibuat dari daun lamtoro 10 kg, bonggol pisang 10 kg,   tanaman rebung 5kg, buah maja 1 buah, air kelapa 1 L, air 20 L, em4 600 ml, serta molase 600 ml.  Sedangkan POC 2 dibuat dari serasah tanaman kacang tanah 10 kg, cangkang telur 5kg, buah maja 1 buah, jagung muda 5kg, air kelapa 10 L, EM4 600 ml, dan molase 600 ml. Faktor kedua yaitu interval pemberian POC (0, 1 kali, 2 kali, dan 3 kali seminggu).  Homogenitas data diuji dengan Uji Barlette, dan aditivitas data dengan Uji Tukey, kemudian dilakukan analisis sidik ragam, dan dilakukan uji nilai tengah dengan menggunakan Uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf 5%.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis pupuk organik cair tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman caisim, semakin banyak interval waktu aplikasi POC menyebabkan penurunan terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman caisim, terdapat interaksi yang negatif antara jenis POC dan interval waktu aplikasi terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman caisim.

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 4 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, NOVEMBER 2025 (ON PROGRESS) Vol. 13 No. 3 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, AGUSTUS 2025 Vol 13, No 1 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, FEBRUARI 2025 (ON PROGRESS) Vol. 13 No. 1 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, FEBRUARI 2025 Vol 12, No 4 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, NOVEMBER 2024 Vol 12, No 3 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, AGUSTUS 2024 Vol 12, No 2 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, Mei 2024 Vol 12, No 1 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, Februari 2024 Vol 11, No 4 (2023): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 11, November 2023 Vol 11, No 3 (2023): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 11, Agustus 2023 Vol 11, No 2 (2023): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 11, Mei 2023 Vol 11, No 1 (2023): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 11, FEBRUARI 2023 Vol 10, No 4 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, NOVEMBER 2022 (ON PROGRESS) Vol 10, No 4 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, NOVEMBER 2022 Vol 10, No 3 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, AGUSTUS 2022 Vol 10, No 2 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, MEI 2022 Vol 10, No 1 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, JANUARI 2022 Vol 9, No 3 (2021): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 9, SEPTEMBER 2021 Vol 9, No 2 (2021): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 9, MEI 2021 Vol 9, No 1 (2021): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 9, JANUARI 2021 Vol 8, No 3 (2020): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 8, SEPTEMBER 2020 Vol 8, No 2 (2020): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 8, MEI 2020 Vol 8, No 1 (2020): Jurnal Agrotek Tropika Vol 8, Januari 2020 Vol 7, No 3 (2019): JAT September 2019 Vol 7, No 2 (2019): JAT Mei 2019 Vol 7, No 1 (2019) Vol 6, No 2 (2018): JAT Vol.6 (2) 2018 Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol 5, No 3 (2017) Vol 5, No 2 (2017) Vol 5, No 1 (2017) Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol 3, No 3 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol 2, No 3 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol 1, No 3 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue