cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Agrotek Tropika
Published by Universitas Lampung
ISSN : 23374993     EISSN : 26203138     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Agrotek Tropika (JAT) is a journal of science in the field of agrotechnology which covers several fields of science such as Agronomy, Horticulture, Soil Science, and Plant Pests and Diseases. Journal of Tropical Agrotek published since 2013 and published three times in one year ie in January, May, and September. Journal of Tropical Agrotek published by Department of Agrotechnology, Faculty of Agriculture, University of Lampung in cooperation with Agroteknologi Association of Indonesia (PAGI) Lampung.
Arjuna Subject : -
Articles 811 Documents
KARAKTER DAN PRODUKSI TIGA AKSESI TALAS DENGAN PENAMBAHAN DOSIS BAHAN ORGANIK Ridwan Diaguna; Edi Santosa; Trikoesoemaningtyas Trikoesoemaningtyas; Ni Made Armini Wiendi; Didy Sopandie; Sobir Sobir; Eny Widajati
Jurnal Agrotek Tropika Vol 12, No 1 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, Februari 2024
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v12i1.6728

Abstract

Perubahan iklim dan keberlanjutan merupakan tantangan besar dalam produksi pangan, yang didominasi sumber pangan biji-bijian yang rentan terhadap perubahan iklim. Sumber karbohidrat umbi dianggap lebih tahan dan mudah beradaptasi dengan tantangan tersebut. Talas merupakan salah satu potensi besar untuk memenuhi kebutuhan pangan dengan nilai gizi yang tinggi. Penelitian bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penambahan dosis bahan organik terhadap karakter morfologi talas, dan hubungan karakter morfologi dan umbi yang dihasilkan, serta menentukan dosis yang tepat untuk budidaya talas di Indonesia. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap faktor tunggal yaitu dosis bahan organik, dengan lima ulangan. Dosis bahan organik terdiri dari 4 taraf yaitu 0,25 kg tanaman-1, 0,5 kg tanaman-1, 0,75 kg tanaman-1, dan 1 kg tanaman-1. Bahan organik (BO) meningkatkan pertumbuhan vegetatif, umbi atribut dan produksi bibit. BO meningkatkan pertumbuhan vegetatif kuantitatif. Dosis sekitar 0,5 - 1 kg lubang-1 diidentifikasi sebagai dosis yang tepat untuk pertumbuhan vegetatif, umbi atribut dan produksi bibit talas. Ada korelasi positif antara pertumbuhan vegetatif, atribut umbi dan produksi bibit. Tinggi tanaman, ukuran daun, dan diameter batang sangat penting untuk menentukan perkembangan umbi, dan selanjutnya menyebabkan tingginya produksi bibit.
STUDI PARTENOKARPI PADA BUAH ANGGUR (Vitis vinifera L.) VAR. PRABU BESTARI DENGAN APLIKASI GA3 (GIBERELIN) Ni Ketut Karina Sari; Rindang Dwiyani; Ari Maya Dewi; I Nyoman Gede Astawa
Jurnal Agrotek Tropika Vol 11, No 4 (2023): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 11, November 2023
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v11i4.6891

Abstract

Anggur (Vitis vinifera L.) merupakan salah satu komoditas buah yang dibudidayakan secara luas di dunia, salah satunya di Indonesia. varietas yang ditanam di Indonesia adalah varietas anggur berbiji yaitu Prabu Bestari. Faktor yang menjadi daya tarik konsumen adalah tiadanya biji pada buah yaitu seedless (atau juga disebut buah partenokarpi). Salah satu cara untuk menghasilkan seedless yaitu hormon GA3 (Giberelic acid). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh GA3 terhadap induksi seedless pada buah anggur varietas prabu bestari, serta mengetahui konsentrasi GA3 yang dapat menginduksi keberhasilan seedless pada buah anggur varietas prabu bestari.  Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Udayana, dari bulan Juni – Oktober 2022. Rancangan Percobaan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok (RAK) dengan tujuh ulangan perlakuan. Adapun konsentrasi yang aplikasikan GA3 Kontrol,  25 ppm GA3, 50 ppm GA3, 75 ppm GA3, 100 ppm GA3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : penyemprotan GA3 pada stadia bunga sebelum antesis berpengaruh nyata terhadap variabel kemanisan buah (brix), berat 10 beri, dan tidak berpengaruh nyata jumlah biji, berat biji, diameter beri dan panjang beri. Namun, pada variabel Berat biji penyemprotan GA3 100 ppm mampu menurunkan berat biji. Diduga GA3 konsentrasi tinggi dapat menghambat polinasi dan fertilisasi pada beri.
PENGARUH DIMETOMORF DAN Trichoderma sp. TERHADAP PENYAKIT BULAI (Peronosclerospora sp.) DAN PERTUMBUHAN TANAMAN JAGUNG (Zea mays L.) Puspita, Adelia; Prasetyo, Joko; Aeny, Titik Nur; Maryono, Tri
Jurnal Agrotek Tropika Vol 11, No 4 (2023): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 11, November 2023
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v11i4.8006

Abstract

Jagung (Zea mays L.) merupakan salah satu komoditas tanaman pangan yang banyak dibudidayakan di Indonesia selain beras  Upaya pengendalian penyakit bulai lazimnya dilakukan dengan menggunakan fungisida.  Jenis fungisida yang digunakan yaitu fungisida yang bekerja secara sistemik salah satunya dimetomorf.  Pengendalian penyakit bulai jagung selain dengan fungisida sintetik juga dapat dilakukan menggunakan agensi hayati yaitu Trichoderma sp. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aplikasi kombinasi dimetomorf dan Trichoderma sp. dalam mengendalikan penyakit bulai dan pertumbuhan tanaman jagung.  Percobaan dilakukan pada bulan Juli -November 2020, di Laboratorium Penyakit Tanaman, Jurusan Proteksi Tanaman dan Laboratorium Lapang Terpadu Universitas Lampung.  Perlakuan pada percobaan ini disusun dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK) secara faktorial yang terdiri atas dua faktor dan tiga ulangan.  Faktor pertama yaitu fungisida dimetomorf  dengan dua taraf yaitu tanpa fungisida (F0) dan dengan fungisida dimetomorf (F1) sesuai dengan dosis anjuran yaitu 5 g/kg benih jagung.  Faktor kedua yaitu kerapatan spora Trichoderma sp.  dengan empat taraf yaitu tanpa Trichoderma sp. (T0), Trichoderma sp.  kerapatan 106 (T1), Trichoderma sp.  kerapatan 108 (T2), dan Trichoderma sp.  kerapatan 109 (T3).  Homogenitas ragam diuji dengan uji Bartlett dan aditivitas data diuji dengan uji Tukey.  Jika asumsi terpenuhi, data dianalisis ragam dan dilanjutkan pemisahan nilai tengah dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT)  pada taraf 5%.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa fungisida dimetomorf mampu menekan keparahan penyakit bulai pada 28 HSI dan meningkatkan bobot kering brangkasan akar.
BENTUK DAUN DAN TINGKAT PRODUKTIVITASNYA PADA KACANG TUNGGAK (Vigna unguiculata L.) Muzaiyanah, Siti; Trustinah, Trustinah; Wungkana, Jerry
Jurnal Agrotek Tropika Vol 12, No 2 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, Mei 2024
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v12i2.6547

Abstract

Tingkat produktivitas kacang tunggak ditentukan oleh proses fotosintesis pada daun tanaman dan fotosintat yang dihasilkannya. Sebagai organ tanaman yang utama dan merupakan source, daun menjadi bagian yang paling penting dalam meningkatkan produktivitas tanaman. Kacang tunggak mempunyai macam bentuk daun antara lain: segitiga, trullate sempit, trullate sedang, bulat telur (ovate) dan hastate-lanset Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh bentuk daun terhadap produktivitas kacang tunggak. Percobaan disusun menggunakan Rancangan Acak Kelompok satu faktor dengan bentuk daun sebagai perlakuan dan diulang sebanyak enam kali.  Bentuk daun yang diuji ada empat macam, yaitu: Bentuk ovate/bulat telur, yang diwakili oleh varietas KT 4, bentuk lanset yang diwakili oleh varietas KT 5, bentuk trullate sempit yang diwakili oleh galur KT5/1716 (F1), dan bentuk trullate lebar yang diwakili oleh galur KT4/KT5 (F1). Tipe bentuk daun kacang tunggak mempengaruhi bobot biji per tanaman. Tipe lanset mempunyai bobot paling tinggi diikuti ovate dan trullate. Bentuk daun tipe trullate cenderung  mempunyai bobot biji lebih rendah dibandingkan bentuk daun ovate dan lanset..
PENERAPAN TANAMAN REFUGIA PADA BUDIDAYA KEDELAI SEBAGAI MIKROHABITAT SERANGGA BERMANFAAT DI LAHAN TERDAMPAK TSUNAMI, ACEH BARAT Sari, Putri Mustika; Lisa, Oviana; Aminah, Siti; Andriani, Dewi
Jurnal Agrotek Tropika Vol 12, No 1 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, Februari 2024
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v12i1.7250

Abstract

Peristiwa tsunami yang terjadi tahun 2004 telah mengubah berbagai aspek kegiatan masyarakat di Kabupaten Aceh Barat. Dalam aspek pertanian, kerusakan yang terjadi tidak hanya pada lahan budidaya tanaman tetapi juga ekosistem di sekitarnya. Perlu adanya upaya perbaikan lahan dan introduksi tanaman budidaya untuk memperbaiki ekosistem pada lahan bekas terdampak tsunami. Berdasarkan hasil analisis tanah awal di lahan percobaan, data menunjukkan bahwa wilayah ini memiliki kondisi C-organik (1,67%) dan P total (11,43 mg/100 g) kriteria Rendah; N total (0,09%) dan P-Bray I (5,23 ppm) dengan kriteria Sangat Rendah; K-dd (0,29 me/100 g) dan K-total (20,55 me/100 g) tergolong kriteria Sedang; pH (5,25) kriteria Masam dan dengan tekstur Pasir Berlempung. Metode yang digunakan adalah observasi dalam mengoleksi keanekaragaman serangga bermanfaat di tanaman refugia dan kedelai. Pengamatan dilakukan setiap minggu sejak tanaman berumur dua minggu sampai panen, dimana serangga yang dikumpulkan diidentifikasi secara morfologi; adanya analisis awal tanah sebelum perlakuan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat tingkat keragaman serangga bermanfaat di lahan terdampak tsunami menggunakan pupuk dan tanaman refugia untuk meningkatkan produksi kedelai. Hasil menunjukkan bahwa ordo serangga yang ditemukan di areal pertanaman yakni Coccinella transveralis, Priocnemis sp, Verania lineata, Trigona sp., Coccinella sexmaculata, Ropalidia fasciata, Hylaeus sp., dan Paederus fusipes. Kisaran hasil perhitungan indeks keragaman menunjukkan bahwa pada keempat perlakuan dipertanaman memiliki kelimpahan yang sama. perhitungan nilai indeks keragaman tertinggi yakni sebesar 1.905, dengan kategori ukuran keragaman spesies sedang (1<H’<3). Dengan menggunakan tanaman refugia di sekitar areal penanaman kedelai dapat mengembalikan kondisi ekosistem menjadi cukup seimbang (terdapat serangga predator, parasitoid, dan penyerbuk) di areal lahan terdampak tsunami, Aceh barat.
EFEKTIVITAS EKTRAK Biji Annona muricata dan Schleicera oleosa TERHADAP MORTALITAS IMAGO Callosobruchus maculatus Fabrichus Fransiska Paskalia Bria; Petronella Syahyanti Nenotek; Yasintha Letak Kleden; I Wayan Mudita; Yosefina Rofina Yuliaty Gandut; Rika Ludji; Agustina E. Nahas
Jurnal Agrotek Tropika Vol 12, No 2 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, Mei 2024
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v12i2.7607

Abstract

Callosobruchus maculatus merupakan salah satu hama pascapenan pada biji kacang hijau. Aktivitas makan dari hama ini menyebabkan menurunnya kualitas dan kuantitas biji kacang hijau. Pengendalian dengan fumigant insektisida nabati dapat menyebabkan residu pada biji kacang hijau dan menghambat perkecambahan biji kacang hijau pada saat tanam. Oleh karena diperlukan teknologi pengendalian yang ramah lingkungan, salah satunya adalah menggunakan insektisida nabati dari biji Annona muricata dan Schleicera oleosa. Kandidat insektisida nabati dari dua tumbuhan asal Pulau Timor belum pernah diuji. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh ektrak biji A. muricata dan S. oleosa terhadap mortalitas imago C. maculatus. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Hama Tumbuhan. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan menggunakan metode kontak yaitu residu pada permukaan cawan. Setiap perlakuan terdiri dari lima konsentrasi yaitu 0,06%; 0,125%, 0,25%; 0,5%; 1 %; dan kontrol. Setiap perlakuan diulang tiga kali. Pada setiap ulangan diinfestasi dengan 10 pasang imago C. maculatus. Varieable pengamatan adalah mortalitas dan gejala kematian. Data mortalitas dihitung 24 Jam Setelah Perlakuan (JPS) sampai dengan 72 JPS. Data mortalitas dianalisis menggunakan program POLO PC. Ekstrak biji A. muricata dan S. oleosa menyebabkan kematian imago C. maculatus. Kematian imago C. maculatus yang diberi dengan ekstrak biji sirsak sebesar 96,66% pada konsentrasi tertinggi (1%). Sedangkan pada ekstrak biji kusambi pada konsentrasi yang sama mortalitas sebesar 88,33%. Hasil analisis probit menunjukan bahwa nilai LC50 dan LC95 ekstrak biji sirsak terhadap imago C. maculatus sebesar 0,10% dan 0,81%,sedangkan untuk esktrak biji kusambi LC50 dan LC95 sebesar 0,12% dan 1,50%. Dengan demikian ekstrak biji A. muricata dan S. oleosa asal daerah lahan kering di Pulau Timor memiliki potensi untuk dikembangakan sebagai insektisida nabati
HUBUNGAN PERKECAMBAHAN BENIH DAN PERFORMA BIBIT DI LAPANG PADA BEBERAPA VARIETAS TERUNG HIBRIDA Hariyono, Kacung; Nathaniel, Talitha
Jurnal Agrotek Tropika Vol 12, No 1 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, Februari 2024
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v12i1.6134

Abstract

Benih dengan mutu tinggi akan menunjukkan hasil uji laboratorium dan lapang yang tinggi. Analisis hubungan uji perkecambahan benih di laboratorium dengan performa bibit di lapang perlu dilakukan agar nilai hasil pengujian mutu benih sesuai dengan kondisi benih sesungguhnya.  Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui korelasi perkecambahan benih terung hibrida di laboratorium dengan performa bibit di lapang. Percobaan dilakukan di Laboratorium dan green house PT. East West Seed Indonesia pada bulan Januari hingga Februari 2022. Percobaan dilakukan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat varietas benih terung hibrida sebagai perlakuan dengan empat ulangan. Tolak ukur yang diamati di laboratorium meliputi daya berkecambah, indeks vigor, dan kecepatan tumbuh, sedangkan tolak ukur yang diamati di green house meliputi daya tumbuh dan rataan waktu pemunculan bibit di lapang (MET). Hasil penelitian menunjukkan terdapat korelasi kuat baik positif atau negatif antara parameter pengujian benih di laboratorium dengan di green house. Kata kunci:  Mutu Benih, Kemunculan Bibit, Viabilitas.
PEMANFAATAN KOMPOS DALAM PENINGKATAN BAHAN ORGANIK TANAH PADA PERKEBUNAN NANAS PT. GREAT GIANT FOOD Shofihatul Maula; Siswanto Siswanto; Haidar Fari Aditya; Sri Yusnaini; Winih Sekaringtyas Ramadhani
Jurnal Agrotek Tropika Vol 12, No 1 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, Februari 2024
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v12i1.7948

Abstract

Penurunan produksi komoditas nanas karena pemakaian pupuk kimia secara intensif. Pupuk kimia awalnya dapat meningkatkan produktivitas, namun diberikan secara intensif akan mengakibatkan kerusakan. Upaya memperbaiki kesuburan tanah dilakukan aplikasi kompos sebagai tambahan bahan organik. Tujuan penelitian yaitu mempelajari dan mengetahui hasil aplikasi kandungan bahan organik tanah dari kompos yang diaplikasikan 50 ton/ha pada umur 3 Bulan Setelah Tanam (BST), 5 Bulan Setelah Tanam (BST), dan 9 Bulan Setelah Tanam (BST). Penelitian dilakukan pada bulan November 2022 - Februari 2023, berlokasi pada lahan nanas monokultur PT. Great Giant Food, Lampung Tengah. Penelitian dilakukan dengan metode survey dengan menentukan titik sebanyak 5 titik secara diagonal pada 13 lokasi dan diulang 2 kali sehingga diperoleh 26 sampel. Pengambilan sampel dilakukan dengan mengambil tanah pada kedalaman 0 – 20 cm serta mengkompositkan 5 titik bertujuan untuk mengamati bahan organik tanah dan KTK tanah.  Metode pengukuran karbon organik tanah dengan metode walkey and black dan KTK tanah spektrofotometri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi kompos 50 ton/ha mengalami peningkatan kandungan bahan organik tanah. Kandungan bahan organik tanah pada 3 BST 3,56%, pada 5 BST 3,61%, dan 9 BST 4,42%. Bahan organik tanah pada 3 BST ke 5 BST mengalami peningkatan 1.40%, dan pada 5 BST ke 9 BST mengalami peningkatan 22.43%. KTK tanah pada 3 BST 10,41 cmol/kg, pada 5 BST 13,16 cmol/kg, dan 9 BST 13,30 cmol/kg. KTK tanah pada 3 BST ke 5 BST terjadi peningkatan 26,41%, dan pada 5 BST ke 9 BST terjadi  peningkatan 1,06%.
PENGARUH KONSENTRASI DAN LAMA PERENDAMAN AIR KELAPA TERHADAP PERKECAMBAHAN DAN PERTUMBUHAN TOMAT DALAM MENGATASI CEKAMAN SALINITAS Siti Nur Rahma; Tantri Palupi; Wasi&#039;an Wasi&#039;an
Jurnal Agrotek Tropika Vol 12, No 2 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, Mei 2024
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v12i2.7814

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengukur pengaruh berbagai konsentrasi dan lama perendaman air kelapa muda terhadap perkecambahan dan pertumbuhan tomat di cekaman salin serta mengukur tingkat toleransinya terhadap garam. Penelitian dilaksanakan di Kota Pontianak, Kalimantan Barat sejak Februari hingga Maret 2023. Penelitian terdiri dari 2 fase yaitu fase perkecambahan dan pertumbuhan awal. Fase perkecambahan menggunakan metode eksperimen dengan pola Rancangan Acak Lengkap yang diulang 4 kali terdiri atas 2 faktor yaitu konsentrasi (0, 30, dan 60%) dan lama perendaman (1, 2 dan 3 jam). Fase pertumbuhan awal menggunakan metode eksperimen dengan pola Split Block yang diulang sebanyak 3 kali. Anak petak berupa konsentrasi kelapa muda + lama perendaman (0% + 1 jam dan 30% + 3 jam) dan kadar garam (0, 4, dan 6 dS/m) sebagai petak utama. Hasil penelitian pada fase perkecambahan maupun pertumbuhan awal didapatkan pemberian air kelapa dengan konsentrasi 30% + perendaman selama 3 jam memberikan respon terbaik terhadap indeks vigor, keserempakan tumbuh, daya berkecambah, kecepatan tumbuh, panjang plumula, jumlah daun pada 3 minggu setelah tanam, dan panjang akar. Pemberian air kelapa dengan konsentrasi 30% + perendaman selama 3 jam mampu meningkatkan ketahanan tanaman tomat dilihat dari respon panjang akar yang sama hasilnya pada kadar garam 6 dS/m dan tanpa cekaman garam (0 dS/m). Kadar garam 6 dS/m memberikan pertumbuhan paling rendah pada semua variabel pengamatan.
AMELIORASI LAHAN RAWA PASANG SURUT TIPE B DAN PENGARUHNYA TERHADAP PRODUKTIVITAS PADI HIBRIDA Masganti Masganti; Muhammad Saleh; Andin Muhammad Abduh; Rusmila Agustina; Anna Hairani
Jurnal Agrotek Tropika Vol 11, No 4 (2023): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 11, November 2023
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v11i4.6901

Abstract

Pertambahan penduduk, peningkatan kebutuhan energi individu, dan tekad Pemerintah Republik Indonesia untuk menjadi lumbung pangan dunia (LPD) pada tahun 2045 menyebabkan jumlah beras yang diperlukan meningkat. Kapasitas produksi beras Indonesia dapat ditingkatkan melalui pemanfaatan lahan rawa pasang surut, meskipun terkendala dengan sifat kimia dan kesuburan tanah terutama rendahnya kadar C-organik, dan kalsium. Langkah lain adalah penggunaan padi hibrida yang produktivitasnya lebih tinggi. Penelitian telah dilaksanakan di Desa Mulyasari, Kecamatan Pandih Batu, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah pada musim hujan 2021, bertujuan menentukan kombinasi bahan amelioran untuk meningkatkan produktivitas padi hibrida vaerietas Supadi di lahan rawa pasang surut tipe B. Perlakuan yang diuji meliputi dosis kapur (K): K0 (tanpa kapur), K1 (1,5 ton/ha), dan K2 (3,0 ton/ha) dan dosis pupuk organik (O): O0 (tanpa bahan organik), O1 (1,5 ton/ha), dan O2 (3,0 ton/ha) dengan kombinasi perlakuan K0O0 (kontrol); K0O1; K1O0; K1O1; K1O2; K2O1. Perlakuan ditata dalam rancangan acak kelompok dengan tiga kali ulangan.  Parameter yang diamati: sifat kimia tanah sebelum perlakuan, tinggi tanaman (cm) dan jumlah anakan pada umur 30, 60 HST dan menjelang panen, panjang malai (cm), jumlah gabah isi per malai, bobot 1000 biji (g), dan produktivitas padi (ton/ha). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ameliorasi meningkatkan produktivitas padi hibrida. Produktivitas tertinggi 8,7 ton/ha) dihasilkan dari petak yang diberi kapur 3,0 ton/ha kapur dan 1,5 ton/ha pupuk organik. 

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 4 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, NOVEMBER 2025 (ON PROGRESS) Vol. 13 No. 3 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, AGUSTUS 2025 Vol 13, No 1 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, FEBRUARI 2025 (ON PROGRESS) Vol. 13 No. 1 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, FEBRUARI 2025 Vol 12, No 4 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, NOVEMBER 2024 Vol 12, No 3 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, AGUSTUS 2024 Vol 12, No 2 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, Mei 2024 Vol 12, No 1 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, Februari 2024 Vol 11, No 4 (2023): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 11, November 2023 Vol 11, No 3 (2023): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 11, Agustus 2023 Vol 11, No 2 (2023): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 11, Mei 2023 Vol 11, No 1 (2023): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 11, FEBRUARI 2023 Vol 10, No 4 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, NOVEMBER 2022 (ON PROGRESS) Vol 10, No 4 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, NOVEMBER 2022 Vol 10, No 3 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, AGUSTUS 2022 Vol 10, No 2 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, MEI 2022 Vol 10, No 1 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, JANUARI 2022 Vol 9, No 3 (2021): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 9, SEPTEMBER 2021 Vol 9, No 2 (2021): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 9, MEI 2021 Vol 9, No 1 (2021): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 9, JANUARI 2021 Vol 8, No 3 (2020): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 8, SEPTEMBER 2020 Vol 8, No 2 (2020): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 8, MEI 2020 Vol 8, No 1 (2020): Jurnal Agrotek Tropika Vol 8, Januari 2020 Vol 7, No 3 (2019): JAT September 2019 Vol 7, No 2 (2019): JAT Mei 2019 Vol 7, No 1 (2019) Vol 6, No 2 (2018): JAT Vol.6 (2) 2018 Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol 5, No 3 (2017) Vol 5, No 2 (2017) Vol 5, No 1 (2017) Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol 3, No 3 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol 2, No 3 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol 1, No 3 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue