cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Agrotek Tropika
Published by Universitas Lampung
ISSN : 23374993     EISSN : 26203138     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Agrotek Tropika (JAT) is a journal of science in the field of agrotechnology which covers several fields of science such as Agronomy, Horticulture, Soil Science, and Plant Pests and Diseases. Journal of Tropical Agrotek published since 2013 and published three times in one year ie in January, May, and September. Journal of Tropical Agrotek published by Department of Agrotechnology, Faculty of Agriculture, University of Lampung in cooperation with Agroteknologi Association of Indonesia (PAGI) Lampung.
Arjuna Subject : -
Articles 811 Documents
PENGARUH EKSTRAK RIMPANG TEMU IRENG, DAUN KELOR DAN STREPTOMYCES SP. TERHADAP PERKECAMBAHAN SPORA PERONOSCLEROSPORA SP. DAN DAN KETERJADIAN PENYAKIT BULAI JAGUNG Erni Aslinda; Titik Nur Aeny; Joko Prasetyo; Sudiono Sudiono; Suskandini Ratih Dirmawati
Jurnal Agrotek Tropika Vol 11, No 3 (2023): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 11, Agustus 2023
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v11i3.7676

Abstract

Penggunaan fungisida nabati dan agen pengendali hayati merupakan satu alternatif dalam pengendalian penyakit bulai pada tanaman jagung.  Ekstrak rimpang temu ireng, daun kelor dan bakteri Streptomyces sp. dilaporkan memiliki kandungan senyawa yang perpotensi sebagai antijamur.  Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui pengaruh ekstrak rimpang temu ireng dan daun kelor terhadap perkecambahan spora Peronosclerospora sp., intensitas penyakit bulai dan pertumbuhan tanaman jagung, dan (2) mengetahui pengaruh interaksi antara ekstrak tanaman dengan Streptomyces sp. terhadap intensitas penyakit bulai dan pertumbuhan tanaman jagung.  Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok yang disusun dalam faktorial.  Faktor pertama merupakan jenis ekstrak tanaman (tanpa ekstrak, ektrak temu ireng, ekstrak daun kelor) dan faktor kedua adalah jenis isolat Srteptomyces sp. (tanpa Streptomyces, isolat I1, dan isolat i18) sehingga terdapat 9 perlakuan.  Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 4 kali sehingga diperoleh 36 satuan percobaan.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak rimpang temu ireng dan daun kelor berpengaruh nyata dalam menghambat perkecambahan spora Peronosclerospora sp., memperpanjang masa inkubasi, menekan intensitas penyakit bulai dan meningkatkan pertumbuhan tanaman jagung.  Interaksi antara ekstrak tanaman dan  isolat Streptomyces sp. hanya perpengaruh nyata dalam memperpanjang masa inkubasi penyakit bulai tanaman jagung.  Ekstrak tanaman dapat menekan intensitas penyakit bulai dan pertumbuhan tanaman jagung sedangkan Streptomyces tidak berpengaruh.
Binucleate Rhizoctonia SEBAGAI PENGHAMBAT Peronosclerospora maydis PENYEBAB PENYAKIT BULAI PADA TANAMAN JAGUNG (Zea mays L.) Ali, Nur Ayu Aisyah; Kasiamdari, Rina Sri
Jurnal Agrotek Tropika Vol 12, No 2 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, Mei 2024
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v12i2.8106

Abstract

Salah satu komoditas pertanian terbesar di Indonesia adalah jagung (Zea mays L.). Produksi jagung yang dihasilkan cukup signifikan tetapi dalam proses penanaman terdapat kendala. Salah satunya akibat serangan penyakit bulai yang disebabkan oleh jamur Peronosclespora maydis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi BNR dalam menghambat jamur penyebab penyakit bulai secara in vivo. Penelitian ini dilakukan dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan empat perlakuan dan empat ulangan. Perlakuan terdiri dari Kontrol (P0), BNR (P1), P. maydis (P2) dan BNR + P. maydis (P3) serta penggunaan varietas Pertiwi dan Pioneer-21. Hasil penelitian menunjukan bahwa jamur endofit yang digunakan sebagai penghambat jamur penyebab penyakit bulai adalah Binucleate Rhizoctonia dan jamur penyebab bulai yang ditemukan adalah Peronosclerospora maydis. BNR berpotensi menghambat pertumbuhan jamur P. maydis secara in vivo pada varietas Pertiwi sebesar 72% dan Pioneer-21 sebesar 67% serta dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman jagung.
PEMANFAATAN HAMA KEONG MAS SEBAGAI BIO ZPT AUKSIN UNTUK MEMATAHKAN MASA DORMANSI UMBI BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) Nafiroh, Alun; Sawitri, Budi; Purnomo, Dwi
Jurnal Agrotek Tropika Vol 12, No 3 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, AGUSTUS 2024
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v12i3.6130

Abstract

Bawang merah (Allium ascalonicum L.) merupakan salah satu pelengkap hidangan masakan yang berkontribusi tinggi di Indonesia.  Tingginya kontribusi tersebut perlu dilakukannya peningkatan produktivitas. Rendahnya produktivitas bawang merah salah satunya disebabkan oleh penggunaan bibit yang kurang bermutu. Bibit yang digunakan harus pecah masa dormansi ditandai apabila dilakukan pemotongan 1/3 ujung umbi tunas hijau sudah terlihat. Apabila belum terlihat umbi tersebut perlu dilakukannya penyimpanan lebih lama lagi yang berdampak pada penyusutan kadar air didalam umbi. Pemanfaatan hama keong mas sebagai bio ZPT auksin ini dapat digunakan untuk mematahkan masa dormansi umbi. Tujuan penelitian ini, yaitu untuk mengetahui pemanfaatan hama keong mas sebagai bio ZPT auksin untuk mematahkan masa dormansi umbi bawang merah dengan umur simpan yang berbeda. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak kelompok (RAK) yang terdiri dari 4 perlakuan 6 ulangan yaitu umbi umur simpan 2 bulan tanpa perendaman bio ZPT auksin keong mas (P0), umbi umur simpan 1 bulan dengan perendaman (P1), umbi umur simpan 2 bulan dengan perendaman (P2), umbi umur simpan 3 bulan dengan perendaman (P3). Proses perendaman dilakukan sebelum penanaman yaitu, ujung umbi dipotong 1/3 ujung umbi kemudian direndam dengan bio ZPT auksin keong mas:air (500 ml:500 ml) selama 3 jam. Analisis data dilakukan menggunakan Software SPSS 24 pada taraf 5%. Umbi umur simpan 2 bulan dengan perendaman bio ZPT auksin keong mas memberikan pengaruh nyata terhadap awal tumbuh tunas (cm), tinggi tanaman(cm), jumlah anakan (rumpun), jumlah daun (helai) dan berat basah umbi (g).
STUDI PEMBERIAN DOSIS PUPUK NPK DAN PUPUK ORGANIK CAIR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TOMAT (Solanum lycopersicum) Farikatu Daroini; Widiwurjani Widiwurjani; Ramdan Hidayat
Jurnal Agrotek Tropika Vol 12, No 1 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, Februari 2024
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v12i1.7557

Abstract

Tomat merupakan komoditi hortikultura yang memiliki kandungan gizi tinggi sehingga banyak dimanfaatkan oleh masyarakat. Manfaat dan kandungan gizi yang dimiliki buah tomat yang tinggi menyebabkan permintaan pasar terhadap tomat setiap tahunnya mengalami peningkatan. Peningkatan hasil produksi tanaman tomat dapat diupayakan melalui pemupukan yang tepat. Pelaksanaan penelitian bertempat di Desa Bulurejo, Diwek, Jombang pada bulan Februari-Juni 2023. Rancangan percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan dua faktor. Faktor pertama yaitu pupuk NPK (16 gram/tanaman, 24 gram/tanaman, 32 gram/tanaman, dan 40 gram/tanaman). Faktor kedua yaitu POC DI Grow (tanpa POC DI Grow, 4 ml/tanaman, 8 ml/tanaman dan 12 ml/tanaman). Hasil penelitian dan analisis data mengungkapkan bahwa kombinasi dosis pupuk NPK 32 gram/tanaman dan POC DI Grow 12 ml/tanaman menghasilkan jumlah daun umur 28 hst terbanyak dan umur berbunga tercepat. Pemberian dosis pupuk NPK 32 gram/tanaman cenderung menghasilkan rata-rata terbaik pada parameter pengamatan vegetatif tanaman, sedangkan dosis 40 gram/tanaman cenderung memberikan hasil rata-rata terbaik pada parameter pengamatan generatif tanaman. Pada pemberian dosis POC DI Grow 12 ml/tanaman memberikan hasil rata-rata terbaik pada seluruh parameter yang diamati. sedangkan dosis 40 gram/tanaman cenderung memberikan hasil rata-rata terbaik pada parameter observasi generatif tanaman. Pada pemberian dosis POC DI Grow 12 ml/tanaman memberikan hasil rata-rata terbaik pada seluruh parameter yang diamati. sedangkan dosis 40 gram/tanaman cenderung memberikan hasil rata-rata terbaik pada parameter observasi generatif tanaman. Pada pemberian dosis POC DI Grow 12 ml/tanaman memberikan hasil rata-rata terbaik pada seluruh parameter yang diamati.
AKTIVITAS EKSTRAK DAUN DAN KULIT BATANG BUAH NONA (Annona reticulata L.) TERHADAP MORTALITAS ULAT GRAYAK JAGUNG (Spodoptera frugiperda J. E. Smith) Dinda Safa Maura; Nur Yasin; Efri Efri; Purnomo Purnomo
Jurnal Agrotek Tropika Vol 12, No 1 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, Februari 2024
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v12i1.8526

Abstract

Contoh dari hama utama yang menyerang tanaman jagung yakni ulat grayak (Spodoptera frugiperda J.E. Smith)yang perlu dikendalikan. Penggunaan pestisida kimia dalam pengendalian jangka lama memengaruhi dengan cara negatif terhadap lingkungan ataupun kesehatan khalayak. Maka dari itu, dibutuhkan bahan pengganti yaitu pestisida yang ramah lingkungan. Pestisida nabati merupakan contoh dari bahan pengendalian alternatif yang dapat digunakan diantaranya yaitu dengan pengaplikasian ekstrak daun dan kulit batang buah nona (Annona reticulata L.). Penelitian ini diselenggarakan di bulan Januari sampai Juli 2023 dalam Laboratorium Hama Tumbuhan dan Laboratorium Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung. Riset ini dirancang menggunakan Rancangan Acak Kelompok, yang ekstraknya mencakup 6 konsentrasi serta 3 ulangan (kelompok). Data yang diperoleh dilakukan analisa menggunakan sidik ragam yang setelah itu dilaksanakan uji Beda Nyata Jujur dalam taraf nyata 5%. Di sisi lain dilaksanakan analisa probit guna mengetahui LC50 menggunakan program SPSS 29. Hasil riset membuktikan jika aplikasi ekstrak daun dan kulit batang buah nona (A. reticulata L.) sangat nyata dapat menyebabkan mortalitas pada larva S. frugiperda dan mampu menghambat perkembangan S. frugiperda serta menyebabkan gagal pupa dan gagal imago. Nilai LC50 pada 4 hari setelah aplikasi ekstrak daun buah nona yaitu 1,27 (0,37-1,79)%. Sedangkan, nilai LC50 pada 6 hsa untuk aplikasi kulit batang buah nona yaitu 2,24 (0,78-3,23)%. 
RESPON PERKECAMBAHAN BENIH SORGUM (Sorghum bicholor [L.]Moench)TERHADAP PRIMING DENGAN LARUTAN POLYETHYLENE GLYCOL-6000 Sakti, Alfiana Revo; Pramono, Eko; Agustiansyah, Agustiansyah; Kamal, Muhammad
Jurnal Agrotek Tropika Vol 12, No 3 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, AGUSTUS 2024
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v12i3.9427

Abstract

Ketersediaan benih sorgum yang bermutu menjadi salah satu pendukung bagi budidaya tanaman.  Benih yang mengalami kemunduran akibat lamanya periode penyimpanan perlu diperbaiki dengan menerapkan perlakuan priming.  Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui respon perkecambahan benih sorgum, Numbu dan UPCA-S1, yang telah disimpan 35 bulan dalam ruang simpan bersuhu ±18ºC terhadap perlakuan priming dengan konsentrasi bertaraf Polyethylene glycol (PEG-6000).  Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Benih dan Pemuliaan Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Lampung dari bulan April sampai dengan Mei 2021.  Percobaan priming yang menggunakan PEG-6000 dengan konsentrasi meningkat 0, 5, 10, 15, dan 20% ini diterapkan pada benih sorgum Numbu dan UPCA-S1.  Lama perendaman benih dalam larutan PEG-6000 adalah 24 jam.  Percobaan ini menggunakan faktor tunggal PEG-6000 dengan lima taraf konsentrasi dengan dua ulangan.  Respon perkecambahan benih sorgum terhadap konsentrasi PEG-6000 yang meningkat dilihat dengan regresi menggunakan perangkat lunak pengolah data Minitab-17. Hasil menunjukkan bahwa respon perkecambahan benih terhadap konsentrasi PEG-6000 yang meningkat adalah kuadratik.  Daya berkecambah benih sorgum Numbu dan UPCA-S1 mencapai maksimum 88% dan 98% yang masing-masing dicapai pada konsentrasi PEG-6000 9% dan 16%.
PENGARUH SISTEM OLAH TANAH JANGKA PANJANG DAN PEMBERIAN PUPUK NITROGEN (KE-34) TERHADAP KANDUNGAN ASAM HUMAT DAN ASAM FULVAT TANAH PADA PERTANAMAN JAGUNG DI POLITEKNIK NEGERI LAMPUNG Afrianti, Nur Afni; Kartini, Bunga; Sarno, Sarno; Novpriansyah, Hery; Supriatin, Supriatin; Utomo, Muhajir
Jurnal Agrotek Tropika Vol 11, No 4 (2023): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 11, November 2023
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v11i4.8251

Abstract

Asam humat adalah komponen terpenting dari senyawa humus karenamembantu menggemburkan tanah, dan membantu transfer nutrien dari tanah kedalam tanaman, serta meningkatkan retensi kandungan air, dan memacu pertumbuhan mikroba di dalam tanah. Asam fulvat berperan dalam melarutkan sisa-sisa pupuk kimia, memperbaiki tanah dan mengatur aktivitivas mikroorganisme tanah. Olah tanah konservasi (OTK) merupakan cara penyiapan lahan yang dapat mengurangi kehilangan tanah dan air kerena erosi dan penguapan dibandingkan dengan cara-cara penyiapan lahan secara konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sistem olah tanah dan pemberian pupuk nitrogen jangka panjang pada pertanaman jagung terhadap kandungan asam humat dan asam fulvat tanah, serta mengetahui interaksi anatar sistem olah tanah dan pemupukan nitrogen jangka panjang terhadap asam humat dan asam fulvat tanah. Faktor pertama adalah sistem olah tanah yaitu T1= olah tanah intensif, T2= olah tanah minimum, T3= tanpa olah tanah, dan faktor kedua adalah pemupukan nitrogen yaitu N0= tanpa pemupukan dan N2= pemupukan 200 kg N/ha. Data yang diperoleh diuji homogenitasnya dengan uji Bartlet dan aditifitasnya diuji dengan uji Tukey dan dilakukan analisis ragam kemudian dilanjutkan dengan uji BNJ taraf 5%. Hasil menunjukkan bahwa olah tanah minimum berpengaruh nyata mampu meningkatkan kadar asam humat dibandingkan pada tanpa olah tanah intensif, sedangkan sistem olah tanah tidak berpengaruh nyata terdahap kadar asam fulvat tanah pada kedalaman tanah 0-5 cm, 5-10 cm, dan -10 cm. Pemberian pupuk nitrogen (N) mampu meningkatkan kadar asam humat di dalam tanah, dibandingkan tanpa pemberian pupuk nitrogen. Pemberian pupuk nitrogen (N) juga mampu meningkatkan kadar asam fulvat di dalam tanah daripada tanpa pemupukan nitrogen. Pada sistem olah tanah dan pemupukan nitrogen memiliki interaksi pada kedalaman 0-5 cm, dan 5-10 cm. Pada kedalaman 0-5 cm dan 5-10 cm olah tanah minimum dengan tanpa pemupukan nitrogen nyata meningkatkan kadar asam humat, sedangkan pada tanpa olah tanah dengan pemupukan nitrogen nyata meningkatkan kadar asam humat. Pada pemupukan nitrogen sistem olah tanah nyata meningkat kadar asam humat dibandingkan tanpa pemupukan nitrogen.
PENGARUH KOMBINASI KONSORSIUM BAKTERI DARI RIMPANG NANAS DAN TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT (TKKS) DENGAN PUPUK ORGANONITROFOS TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN BUNGA KOL (Brassica oleracea L.) Scolastika Viola Febriant; Dermiyati Dermiyati; Radix Suharjo; Sri Yusnaini; Ainin Niswati
Jurnal Agrotek Tropika Vol 12, No 1 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, Februari 2024
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v12i1.8551

Abstract

Peningkatan produktivitas bunga kol dapat dilakukan dengan cara mengaplikasikan konsorsium bakteri rimpang nanas dan Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) dengan pupuk organonitrofos. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi konsorsium bakteri Rimpang Nanas dan TKKS dengan pupuk organonitrofos terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman bunga kol. Penelitian dirancang secara faktorial 4 × 3 dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 3 ulangan. Faktor pertama adalah konsorsium bakteri rimpang nanas dan TKKS (tanpa konsorsium bakteri, konsorsium bakteri rimpang nanas, konsorsium bakteri TKKS, dan konsorsium bakteri rimpang nanas + TKKS), faktor kedua adalah pupuk organonitrofos (tanpa pupuk organonitrofos, pupuk organonitrofos steril dan pupuk organonitrofos non-steril). Data nilai tengah perlakuan diuji dengan Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsorsium isolat bakteri dari rimpang nanas memberikan hasil terbaik pada bobot bunga dan pH tanah. Pupuk organonitrofos non-steril memberikan hasil terbaik pada variabel pengamatan tinggi tanaman, bobot basah brangkasan, bobot kering brangkasan, usia berbunga, bobot bunga, dan diameter bunga. Terdapat interaksi antara Konsorsium bakteri rimpang nanas dan pupuk organonitrofos steril terhadap bobot basah akar, bobot kering akar, dan P-tersedia tanah. Perlakuan konsorsium bakteri kombinasi rimpang nanas dan TKKS dengan pupuk organonitrofos non-steril dapat direkomendasikan untuk diaplikasikan di lapang.
APLIKASI PUPUK ORGANIK UNTUK MENGOPTIMALKAN PERTUMBUHAN TANAMAN SAWI DI LAHAN MARGINAL BERMIKORIZA INSITU Mani Yusuf; Adrianus Adrianus; Jefri Sembiring; Anwar Anwar; Wa Ode Asryanti Wida Malesi; Maya Sari Rupang; Tresjia Corina Rakian; Rachmawati Hasid
Jurnal Agrotek Tropika Vol 12, No 2 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, Mei 2024
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v12i2.6044

Abstract

Kesuburan tanah yang rendah merupakan salah satu faktor pembatas dalam budidaya tanaman khususnya tanaman sawi di lahan marginal. Penelitian ini bertujuan utuk mengetahui pengaruh pupuk organik terhadap pertumbuhan tanaman sawi di lahan bermikoriza insitu. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Lapangan Universitas Halu Oleo yang berlangssung pada bulan November sampai Desember 2021. Penelitian ini dilaksanakan menggunakan rancangan acakkelompok (RAK) yang terdiri dari 5 taraf perlakuan yaitu kontrol/tanpa pupuk organik (P0), pupuk organik dosis 5 ton ha-1 (P1), pupuk organik dosis 10 ton ha-1 (P2),  pupuk organik dosis 15  ton ha-1 (P3)  dan  pupuk organik dosis 20 tonha-1 (P4) yang di ulang sebanyak 3 kali.  Variabel yang diamati yakni tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), luas daun, panjang daun, lebar daun dan berat basah serta jumlah spora. Data pengamatan dianalisis ragam, dan data menunjukkan pengaruh nyata dilanjutkan Uji Jarak Berganda Duncan (UJBD) pada taraf kepercayaan 95 %. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pupuk organik berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan tanaman sawi berupa tinggi tanaman,  jumlah daun,  panjang daun,  lebar daun,  luas daun dan bobot basah. Perlakuan pupuk organik pada dosis 5, 10, 15, 20 ton ha-1  menunjukkan perbedaan yang  tidak nyata pada semua variabel pertumbuhan tanaman sawi, tetapi berbeda nyata dengan perlakuan kontrol. Selain itu, pupuk organik dapat meningkatkan jumlah spora mikoriza pada rizosfer tanaman sawi dengan jumlah spora terbanyak diperoleh pada perlakuan 10 ton ha-1 sebanyak 736,00 spora/ 100 g tanah yang diikuti perlakuan 15 ton ha-1, 5 ton ha-1, 20 ton ha-1 dan kontrol.
PENGARUH PENGOLAHAN TANAH DAN PEMUPUKAN TERHADAP POPULASI DAN BIOMASSA CACING TANAH PADA TANAMAN JAGUNG (Zea mays) MUSIM KE-5 Thesya Pratiwi; Sri Yusnaini; Jamalam Lumbanraja; Dermiyati Dermiyati
Jurnal Agrotek Tropika Vol 11, No 3 (2023): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 11, Agustus 2023
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v11i3.7519

Abstract

Kegiatan pengolahan tanah yang dilakukan petani saat ini kurang memperhatikan keberlanjutannya, sehingga banyak lahan yang terdegradasi.  Pengolahan tanah secara berlebih dapat menyebabkan struktur tanah berubah dan kandungan bahan organik menurun.  Untuk itu perlu dilakukan perbaikan lahan dengan menerapkan sistem pengolahan tanah konservasi diantaranya olah tanah minimum (OTM) dan tanpa olah tanah (TOT).  Penelitian ini bertujuan untuk 1) mempelajari pengaruh penerapan sistem olah tanah terhadap populasi dan biomassa cacing tanah, 2) mempelajari pengaruh pemupukan terhadap populasi dan bimassa cacing tanah 3) mempelajari pengaruh interaksi antara sistem olah tanah dan aplikasi pemupukan terhadap populasi dan biomassa cacing tanah.  Perlakuan yang diterapkan terdiri dari 2 faktor yaitu sistem olah tanah (T) dan pemupukan (P).  Sistem olah tanah terdiri dari olah tanah minimum (T0) dan olah tanah intensif (T1).  Sedangkan aplikasi pupuk terdiri dari tanpa pupuk (P0), dengan pupuk (P1).Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember sampai dengan April 2020 di Laboratorium Lapang Terpadu Fakultas Pertanian, Universitas Lampung.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa olah tanah berpengaruh nyata terhadap populasi dan biomassa cacing tanah pada pengamatan 40 hari setelah tanam (HST) dan 90 HST di kedalaman 0-10 cm.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa olah tanah berpengaruh nyata terhadap total biomassa cacing tanah pada 40 HST dan 90 HST.  Terdapat korelasi positif antara kadar air tanah dengan populasi cacing tanah pada pengamatan 40 HST dan biomassa cacing tanah pada pengamatan 40 HST dan 90 HST.  Sedangkan C-organik berkorelasi nyata dengan populasi dan biomassa cacing tanah pada pengamatan 40 HST.

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 4 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, NOVEMBER 2025 (ON PROGRESS) Vol. 13 No. 3 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, AGUSTUS 2025 Vol 13, No 1 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, FEBRUARI 2025 (ON PROGRESS) Vol. 13 No. 1 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, FEBRUARI 2025 Vol 12, No 4 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, NOVEMBER 2024 Vol 12, No 3 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, AGUSTUS 2024 Vol 12, No 2 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, Mei 2024 Vol 12, No 1 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, Februari 2024 Vol 11, No 4 (2023): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 11, November 2023 Vol 11, No 3 (2023): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 11, Agustus 2023 Vol 11, No 2 (2023): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 11, Mei 2023 Vol 11, No 1 (2023): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 11, FEBRUARI 2023 Vol 10, No 4 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, NOVEMBER 2022 (ON PROGRESS) Vol 10, No 4 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, NOVEMBER 2022 Vol 10, No 3 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, AGUSTUS 2022 Vol 10, No 2 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, MEI 2022 Vol 10, No 1 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, JANUARI 2022 Vol 9, No 3 (2021): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 9, SEPTEMBER 2021 Vol 9, No 2 (2021): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 9, MEI 2021 Vol 9, No 1 (2021): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 9, JANUARI 2021 Vol 8, No 3 (2020): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 8, SEPTEMBER 2020 Vol 8, No 2 (2020): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 8, MEI 2020 Vol 8, No 1 (2020): Jurnal Agrotek Tropika Vol 8, Januari 2020 Vol 7, No 3 (2019): JAT September 2019 Vol 7, No 2 (2019): JAT Mei 2019 Vol 7, No 1 (2019) Vol 6, No 2 (2018): JAT Vol.6 (2) 2018 Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol 5, No 3 (2017) Vol 5, No 2 (2017) Vol 5, No 1 (2017) Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol 3, No 3 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol 2, No 3 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol 1, No 3 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue