cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Agrotek Tropika
Published by Universitas Lampung
ISSN : 23374993     EISSN : 26203138     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Agrotek Tropika (JAT) is a journal of science in the field of agrotechnology which covers several fields of science such as Agronomy, Horticulture, Soil Science, and Plant Pests and Diseases. Journal of Tropical Agrotek published since 2013 and published three times in one year ie in January, May, and September. Journal of Tropical Agrotek published by Department of Agrotechnology, Faculty of Agriculture, University of Lampung in cooperation with Agroteknologi Association of Indonesia (PAGI) Lampung.
Arjuna Subject : -
Articles 841 Documents
PENGARUH BIOAMELIORAN TERHADAP SERAPAN NITROGEN DAN FOSFOR SERTA HASIL TUMPANGSARI JAGUNG-KEDELAI Astiko, Wahyu; Mohamad Taufik Fauzi; Lolita Endang Susilowati; Lalu Zulkifli
Jurnal Agrotek Tropika Vol. 13 No. 4 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, NOVEMBER 2025
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v13i4.11421

Abstract

Lahan suboptimal memiliki potensi besar sebagai lahan pertanian produktif di masa depan. Untuk meningkatkan efisiensi penggunaan lahan, sistem tumpangsari merupakan alternatif budidaya yang efektif. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh berbagai formulasi bioamelioran terhadap serapan nitrogen (N), fosfor (P), dan hasil tumpangsari jagung–kedelai. Penelitian dilaksanakan pada Juni–Agustus 2025 di Dusun Sumur Mual, Desa Pemenang Barat, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara. Analisis biologi dan kimia tanah dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi dan Kimia Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Mataram. Rancangan Acak Kelompok (RAK) digunakan dengan lima perlakuan dan tiga ulangan, yaitu: P0 (tanpa bioamelioran), F1 (10% kompos, 10% pupuk kandang, 10% biochar sekam, 70% pupuk hayati mikoriza), F2 (15%, 15%, 15%, 55%), F3 (20%, 20%, 20%, 40%), dan F4 (25%, 25%, 25%, 25%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan F4, yang terdiri atas campuran 25% kompos, 25% arang sekam, 25% pupuk kandang, dan 25% pupuk hayati mikoriza, menunjukkan hasil terbaik dalam meningkatkan populasi spora mikoriza dan persentase kolonisasi akar. Perlakuan ini juga memberikan hasil panen jagung dan kedelai yang lebih tinggi, serta meningkatkan konsentrasi hara tanah (N total dan P tersedia) dan serapan hara oleh tanaman. Aplikasi bioamelioran F4 mampu meningkatkan efektivitas bioamelioran dalam mendukung pertumbuhan dan produktivitas tumpangsari jagung- kedelai.
IN VITRO PLANT REGENERATION FROM CHRYSANTHEMUM CALLUS INDUCED BY GAMMA IRRADIATION AND ISSR GENETIC ANALYSIS Maulida, Dr., Desi; Taisa, Rianida; Erfa, Lisa; Wahyu Prajaka, Nanang; Febria, Dilla; Hamiranti, Rahmadyah; Mubarok, Syariful
Jurnal Agrotek Tropika Vol. 13 No. 4 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, NOVEMBER 2025
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v13i4.11828

Abstract

Conventional breeding methods of chrysanthemum plants face several challenges to overcome, and physical mutagens such as gamma rays have proven effective in creating chrysanthemum mutants. As an important tool in flower germplasm innovation and variety improvement, gamma rays have greater penetrating power compared to other breeding methods. This research aims to determine the effect of various doses of gamma irradiation on chrysanthemum callus growth, plant regeneration, and morphology due to induction and to determine the existence of genetic variations using ISSR markers. The experiment consisted of four stages, namely, chrysanthemum callus explants were irradiated at doses of 0, 10, 20, and 30 Gray using gamma rays to induce mutations and observe the effect on callus growth. The irradiation results were planted in BA media 0.5, 1.5, and 3.0 mg L-1 to observe shoot growth. Next, the shoots were planted in rooting media containing NAA with and without activated charcoal (AC) for plant regeneration and amplification of chrysanthemum genomic DNA. The results showed that a lower radiation dose (10 Gray) had a positive influence on all growth parameters, while 30 Gray caused a significant reduction in plant height and number of leaves. NAA 1 mg L-1 AC 2 mg L-1 media gave the best results in supporting the growth of chrysanthemum plants at various levels of radiation exposure. Analysis using ISSR markers confirmed the presence of genetic variation in irradiated plants.
PERILAKU PERTUKARAN AMONIUM PADA TANAH ULTISOL DAN NITROGEN TERPANEN PADA TANAMAN JAGUNG AKIBAT PERLAKUAN OLAH TANAH DAN PEMUPUKAN PADA MUSIM TANAM KE-9 Azzah Alfia; Septi Nurul Aini, Septi Nurul Aini; Nur Afni Afrianti; Supriatin, Supriatin; Astriana Rahmi Setiawati; Jamalam Lumbanraja, Jamalam Lumbanraja
Jurnal Agrotek Tropika Vol. 13 No. 4 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, NOVEMBER 2025
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v13i4.12042

Abstract

Kadar nitrogen yang rendah pada tanah dengan tingkat kesuburan yang rendah seperti tanah Ultisol, menyebabkan penurunan produksi tanaman jagung. Upaya yang dapat diterapkan untuk memperbaiki kualitas tanah Ultisol yaitu dengan pengolahan tanah dan pemupukan yang tepat. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh perlakuan olah tanah dan pemupukan dalam meningkatkan parameter Q/I amonium (PBCNH4+, CRNH40, ∆NH40 dan KG) dan nitrogen terpanen pada pertanaman jagung akibat perlakuan olah tanah dan pemupukan. Metode penelitian yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang disusun secara faktorial (2×2) dengan 4 kelompok. Faktor pertama adalah perlakuan sistem olah tanah (T) yaitu T1 = olah tanah minimum, dan T2 = olah tanah intensif. Faktor kedua dalam penelitian ini adalah pemupukan (P) yaitu P0 = pemupukan setengah dan P1= pemupukan penuh. Hasil menunjukkan bahwa perlakuan olah tanah intensif dan pemupukan setengah meningkatkan parameter Q/I amonium (PBCNH4+). Perlakuan pemupukan penuh berpengaruh meningkatkan (CRNH40). Perlakuan olah tanah intensif dan pemupukan penuh meningkatkan (∆NH40). Perlakuan olah tanah intensif dan pemupukan setengah meningkatkan (KG). Interaksi antara perlakuan olah tanah minimum dan pemupukan penuh berpengaruh terhadap parameter Q/I amonium. Parameter Q/I (CRNH40, KTK) berkorelasi nyata positif terhadap N terpanen tanaman jagung. Parameter Q/I (PBCNH4+ dan KG) berkorelasi nyata negatif terhadap N terpanen tanaman jagung.
KARAKTERISTIK BEBERAPA SIFAT KIMIA ULTISOL AKIBAT MASA BERA PADA SISTEM OLAH TANAH DAN PEMUPUKAN NITROGEN JANGKA PANJANG (TAHUN TANAM KE-37) zaqyah, irene; Nur Afni Afrianti; Roby Fernandi; Hery Novpriansyah; Sri Yusnaini; Rusdi Evizal; Tandaditya Ariefandra Airlangga; Hafiz Luthfi; Suprianto; Kresna Shifa Usodri
Jurnal Agrotek Tropika Vol. 13 No. 4 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, NOVEMBER 2025
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v13i4.12044

Abstract

Praktik pengolahan tanah dan pemupukan jangka panjang merupakan bagian kegiatan budidaya tanaman yang mempengaruhi secara langsung kesuburan tanah. Pemilihan tidak tepat metode praktik dapat menyebabkan penurunan kesuburan tanah, akibat penipisan kandungan bahan organik tanah, erosi, atau akibat leaching dan memicu terjadinya degradasi tanah. Masa bera adalah fase istirahat tanah yang bertujuan untuk peningkatan dan pemulihan kesuburan tanah secara alami. Tujuan penelitian yaitu untuk mengkaji karakteristik beberapa sifat kimia Ultisol akibat masa bera pada sistem olah tanah dan pemupukan nitrogen jangka panjang (tahun tanam ke-37). Tempat pelaksanaan penelitian adalah lahan percobaan tanpa olah tanah jangka panjang Polinela dan Laboratorium Ilmu Tanah FP Unila. Penelitian dirancang dengan RAK 2 faktor dan 4 ulangan yaitu praktik olah tanah jangka panjang (T1 = olah tanah intensif, T2 = olah tanah minimum, dan T3 = tanpa olah tanah) dan pemupukan N jangka panjang (N0 = tanpa pupuk N dan N2 = pemupukan N 200 kg ha-1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masa bera mampu meningkatkan pH tanah dan C-organik untuk semua perlakuan. Masa bera meningkatkan KTK tanah pada perlakuan pemupukan N jangka panjang. Praktik olah tanah dan pemupukan N jangka panjang sebagai faktor tunggal memberikan pengaruh signifikan terhadap pH tanah setelah masa bera dengan nilai pH tanah tertinggi pada perlakuan OTI dan pemupukan N jangka panjang.
KINETIKA DEKOMPOSISI TANAMAN JAGUNG (BATANG, DAUN, DAN TONGKOL KOSONG) DI PERMUKAAN DAN DI LAPISAN OLAH TANAH) Jessica Amarastha Hayu Panjerratri; Yusnaini, Sri; Jamalam Lumbanraja, Jamalam Lumbanraja; Supriatin, Supriatin
Jurnal Agrotek Tropika Vol. 13 No. 4 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, NOVEMBER 2025
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v13i4.12055

Abstract

Pengembalian biomassa tanaman jagung ke lahan menjadi salah satu upaya pemanfaatan limbah sebagai sumber bahan organik. Limbah biomassa tanaman yang dikembalikan ke lahan akan mengalami proses dekomposisi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui laju dekomposisi dan nisbah C/N bagian tanaman jagung (daun, batang dan tongkol kosong) di permukaan dan di lapisan olah tanah (0-20 cm). Penelitian ini dirancang dalam petak terbagi (split plot) yang terdiri dari 6 perlakuan. Petak utama adalah kedalaman tanah (A) yang terdiri dari A1 = permukaan; A2 = lapisan olah tanah (0-20 cm), dan anak petak yang yaitu bagian tanaman jagung (B) yang terdiri dari : B1 = daun; B2 = batang ; B3 = Tongkol Kosong. Tingkat dekomposisi diukur sebagai (k) = ln (X/X0)/t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi antara perlakuan bagian tanaman dan kedalaman inkubasi terhadap laju dekomposisi tanaman jagung. Laju dekomposisi bagian daun yang diletakkan pada lapisan olah tanah merupakan interaksi terbaik dibandingkan dengan interaksi perlakuan lainnya. Nisbah C/N bagian tanaman berkorelasi negatif dengan konstata laju dekomposisi dengan nilai r (koefisien korelasi) -0,95.
IDENTIFIKASI DAN UJI SENSITIVITAS FUNGISIDA PENYEBAB PENYAKIT HANGUS DAUN (LEAF SCORCH) PADA TANAMAN TEBU DI PT GUNUNG MADU PLANTATIONS Nora Apriska Verdiana; Titik Nur Aeny, Titik Nur Aeny; Rosma Hasibuan; Heru Pranata; Tri Maryono
Jurnal Agrotek Tropika Vol. 13 No. 4 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, NOVEMBER 2025
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v13i4.12058

Abstract

Penyakit hangus daun (leaf scorch) tebu merupakan salah satu penyakit dengan potensi menimbulkan kehilangan hasil moderat. Penelitian bertujuan mengetahui identitas dan sensitivitas penyebab penyakit hangus daun pada tebu terhadap fungisida bahan aktif karbendazim, mankozeb, dan prokloraz mangan klorida kompleks. Penelitian dilaksanakan dari Juli 2023 sampai Februari 2024 di Laboratorium Disease PT Gunung Madu Plantations (PT GMP), Laboratorium Bioteknologi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Lampung. Sampel tebu bergajala hangun daun diambil dari perkebunan tebu PT GMP. Identifikasi penyebab penyakit hangus daun dilakukan secara morfologi dan molekuler. Uji sensitivitas penyebab penyakit hangus daun terhadap fungisida dilakukan menggunakan metode makanan beracun. Fungisida dan konsentrasi yang digunakan yaitu; karbendazim (0,1 g/100 mL), mankozeb (0,24 g/100 mL), dan prokloraz mangan klorida kompleks (0,25 g/100 mL). Hasil identifikasi secara morfologi dan molekuler menunjukkan bahwa patogen hangus daun tebu di PT GMP adalah jamur Saccharicola bicolor. Hasil uji sensitivitas menunjukkan bahwa jamur S. bicolor bereaksi sangat sensitif terhadap fungisida dengan bahan aktif karbendazim, mankozeb, dan prokloraz mangan klorida kompleks.
PENGARUH APLIKASI EKSTRAK KUNYIT (Curcuma longa Linn.) DAN Trichoderma sp. TERHADAP PERTUMBUHAN, PRODUKSI DAN KETERJADIAN PENYAKIT ANTRAKNOSA PADA TANAMAN CABAI RAWIT (Capsicum frutescens L.) Andre Janu Wibowo; Suskandini Ratih Dirmawati; Rugayah; Joko Prasetyo
Jurnal Agrotek Tropika Vol. 13 No. 4 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, NOVEMBER 2025
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v13i4.12060

Abstract

Cabai rawit merupakan cabai yang permintaannya selalu meningkat walaupun produksinya berfluktuasi karena antraknosa. Pengendalian secara kimiawi dapat menyebabkan resistensi patogen serta menimbulkan berpengaruh negatif terhadap lingkungan. Upaya alternatif mengatasi antraknosa yaitu dengan penggunaan ekstrak kunyit dan Trichoderma sp. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aplikasi ekstrak kunyit dan Trichoderma sp. dalam melindungi tanaman dari keterjadian penyakit antraknosa serta efek bagi pertumbuhan dan produksi cabai rawit.   Penelitian disusun dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan pola faktorial (4x2). Faktor pertama konsentrasi ekstrak kunyit (K), yaitu tanpa ekstrak kunyit (K0), ekstrak kunyit 2,5% (K1), ekstrak kunyit 5% (K2), dan ekstrak kunyit 7,5% (K3).  Faktor kedua pemberian isolat Trichoderma sp. (T), yaitu tanpa Trichoderma sp. (T0), dan dengan Trichoderma sp. kerapatan konidia 106 sel/ml. (T1). Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi ekstrak kunyit dan Trichoderma sp. memiliki kemampuan dalam mengurangi keterjadian penyakit antraknosa dan meningkatkan tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah bunga, serta jumlah buah  tanaman cabai rawit.  Aplikasi ekstrak kunyit berpengaruh meningkatkan bobot  per buah cabai rawit .
PENGARUH APLIKASI KOMPOS KOTORAN SAPI DAN PUPUK PREMIUM TERHADAP BIOMASSA KARBON MIKROORGANISME TANAH PADA PERTANAMAN NANAS RATOON, LAMPUNG TENGAH Winih Sekaringtyas Ramadhani; Ulia Karlismayani; Dermiyati; M. A. Syamsul Arif
Jurnal Agrotek Tropika Vol. 13 No. 4 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, NOVEMBER 2025
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v13i4.12061

Abstract

Biomassa karbon mikroorganisme (C-mik) tanah merupakan indikator kesuburan tanah yang dipengaruhi oleh penggunaan pupuk di dalam tanah. Pupuk premium pada penelitian ini merupakan produksi PT Great Giant Pineapple (GGP) yang di dalamnya terkandung campuran bahan organik dan amelioran yang diharapkan mampu meningkatkan C-mik tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh pemberian kompos kotoran sapi dan pupuk premium dalam meningkatkan C-mik tanah pada pertanaman nanas. Penelitian dilakukan di PT GGP kemudian analisis tanah dilakukan di Laboratorium Bioteknologi, Universitas Lampung. Penelitian ini dirancang menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 4 perlakuan dengan 4 ulangan. Perlakuan pertama yaitu P1 = standar budidaya tanaman, P2 = kompos kotoran sapi (50 ton ha-1), P3 = pupuk premium A (kompos kotoran sapi 77,6%, batubara muda 9,8%, zeolit 9,8%, LOB 1,8%, vermikompos 1%) dan P4 = pupuk premium B (kompos kotoran sapi 72,7%, batubara muda 14,7%, zeolit 9,8%, LOB 1,8%, vermikompos 1%). Data yang diperoleh diuji homogenitas ragam dengan uji Bartlett dan aditifitas data dengan uji Tukey kemudian dilakukan uji analisis ragam taraf 5%. Kemudian, data diuji lanjut menggunakan uji Ortogonal Kontras. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kompos kotoran sapi dan pupuk premium tidak berpengaruh terhadap C-mik tanah. Pemberian pupuk premium B menunjukkan nilai C-mik tertinggi dibandingkan dengan perlakuan lainnya yaitu sebesar 13,68 mg C-CO2 kg tanah-1 10 hari-1. Uji korelasi menunjukkan adanya korelasi positif antara respirasi tanah, c-organik dan pH tanah dengan C-mik tanah.
PENGARUH APLIKASI ASAM HUMAT DAN DOSIS PUPUK P TERHADAP P TERSEDIA TANAH DAN P TERPANEN TANAMAN KACANG TANAH (Arachis hypogea L.) PADA TANAH ULTISOL Ragil Saputra; Kuswanta Futas Hidayat; Nur Afni Afrianti; Sri Yusnaini
Jurnal Agrotek Tropika Vol. 13 No. 4 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, NOVEMBER 2025
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v13i4.12064

Abstract

Permintaan kacang tanah terus meningkat, namun produksinya mengalami penurunan. Lahan yang memiliki tingkat kesuburan tanah rendah menjadi salah satu penyebab terjadinya penurunan produksi kacang tanah.Tanah Ultisol merupakan tanah yang memiliki ketersediaan P yang rendah. Salah satu upaya untuk meningkatkan ketersediaan P pada tanah Ultisol adalah dengan penambahan asam humat sebagai bahan pembenah tanah serta pemupukan P. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aplikasi asam humat dan pupuk P serta interaksi antar keduanya terhadap P tersedia tanah dan P terpanen tanaman kacang tanah pada tanah Ultisol. Penelitian ini menggunakan polibag dan merupakan merupakan penelitian lapang. Penelitian ini menggunakan rancanganperlakuan pola faktorial 2x5 dalam Rancangan Acak kelompok lengkap (RAKL) dengan 3 ulangan sebagai kelompok. Faktor pertama merupakan pemberian asam humat dengan 2 taraf yaitu tanpa asam humat (H0) dan dengan asam humat (H1) pada dosis 30 kgha-¹ (0,075 g polibag-¹). Faktor kedua adalah dosis pupuk P yang terdiri dari 5 taraf yaitu: 0 kg ha-¹ (P0),50 kg ha-¹ (P1), 100 kg ha-¹ (P2), 150 kg ha-¹ (P3), 200 kg ha-¹ (P4).Hasilpenelitian menunjukkan bahwa: (1) Aplikasi asam humat dapat meningkatkan Ptersedia tanah secara kuadratik dan P terpanen tanaman brangkasan kacang tanah secara linier.(2) Aplikasi pupuk P dapatmeningkatkan P tersedia tanah dan P terpanen tanaman kacang tanah secara linier.(3) Terdapat pengaruh interaksi secara linier antara aplikasi asam humat dan dosis pupuk P tertinggi pada dosis 200 kg ha-1 terhadap P tersedia tanah.
TEKNOLOGI PERBANYAKAN TANAMAN UBI KAYU (Manihot esculenta Crantz.) MELALUI EMBRIOGENESIS SOMATIK DENGAN MENGGUNAKAN EKSPLAN DAUN MUDA Sabrina Salsabila Sulaeman; Fitri Yelli; Agus Karyanto; Radix Suharjo
Jurnal Agrotek Tropika Vol. 13 No. 4 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, NOVEMBER 2025
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v13i4.12075

Abstract

Ubi kayu merupakan tanaman pangan penting dengan beragam fungsi. Perbaikan genetik ubi kayu dibutuhkan untuk menghasilkan tanaman dengan kuantitas dan kualitas yang lebih baik. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan perbaikan genetik secara bioteknologi melalui transformasi genetik. Proses transformasi genetik memerlukan sel target yang dapat diperoleh melalui embriogenesis somatik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis dan konsentrasi auksin terhadap induksi kalus primer dan embriogenesis somatik ubi kayu klon SN. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap faktor tunggal berupa berbagai jenis dan konsentrasi ZPT, yaitu: kontrol (MS + NAA 6 mg/l), MS + Picloram (8 mg/l, 12 mg/l, dan 15 mg/l) + NAA 6 mg/l, dan MS + 2,4-D (8 mg/l, 12 mg/l, dan 15 mg/l) + NAA 6 mg/l. Hasil penelitian berdasarkan perhitungan rata-rata menunjukkan bahwa waktu muncul kalus tercepat adalah pada media dengan penambahan 2,4-D 8 mg/l + 6 mg/l NAA (9,79 hsi) dengan bobot kalus sebesar 0,091 g. Perlakuan picloram 12 mg/l, 2,4-D 8 mg/l, dan 2,4-D 12 mg/l menghasilkan persentase eksplan berkalus yang sama yaitu sebesar 92±1,1%. Persentase kalus berembrio perlakuan 2,4-D 8 mg/l adalah sebesar 44±1,8% dengan jumlah embrio sebanyak 35 embrio. Perlakuan picloram 12 mg/l memiliki persentase kalus berembrio sebesar 17±1,8% dan jumlah embrio sebanyak 8 embrio.

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 4 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, NOVEMBER 2025 Vol. 13 No. 3 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, AGUSTUS 2025 Vol 13, No 1 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, FEBRUARI 2025 (ON PROGRESS) Vol. 13 No. 1 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, FEBRUARI 2025 Vol 12, No 4 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, NOVEMBER 2024 Vol 12, No 3 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, AGUSTUS 2024 Vol 12, No 2 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, Mei 2024 Vol 12, No 1 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, Februari 2024 Vol 11, No 4 (2023): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 11, November 2023 Vol 11, No 3 (2023): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 11, Agustus 2023 Vol 11, No 2 (2023): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 11, Mei 2023 Vol 11, No 1 (2023): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 11, FEBRUARI 2023 Vol 10, No 4 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, NOVEMBER 2022 Vol 10, No 4 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, NOVEMBER 2022 (ON PROGRESS) Vol 10, No 3 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, AGUSTUS 2022 Vol 10, No 2 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, MEI 2022 Vol 10, No 1 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, JANUARI 2022 Vol 9, No 3 (2021): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 9, SEPTEMBER 2021 Vol 9, No 2 (2021): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 9, MEI 2021 Vol 9, No 1 (2021): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 9, JANUARI 2021 Vol 8, No 3 (2020): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 8, SEPTEMBER 2020 Vol 8, No 2 (2020): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 8, MEI 2020 Vol 8, No 1 (2020): Jurnal Agrotek Tropika Vol 8, Januari 2020 Vol 7, No 3 (2019): JAT September 2019 Vol 7, No 2 (2019): JAT Mei 2019 Vol 7, No 1 (2019) Vol 6, No 2 (2018): JAT Vol.6 (2) 2018 Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol 5, No 3 (2017) Vol 5, No 2 (2017) Vol 5, No 1 (2017) Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol 3, No 3 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol 2, No 3 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol 1, No 3 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue