cover
Contact Name
Agus Mailana
Contact Email
agus@staiabogor.ac.id
Phone
+6281222202006
Journal Mail Official
admin@staiabogor.ac.id
Editorial Address
Jl. Raya Dramaga KM. 7, Kelurahan Margajaya, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
ISSN : 25811754     EISSN : 22528970     DOI : https://doi.org/10.30868
Core Subject : Education,
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam focuses on publishing articles that contain ideas, research results, and literature studies in the field of Islamic Education. Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Scope are: Al Quran and Hadith-based Islamic Education, Media and Learning Resources in Islamic Education, Study of Islamic Education Figures, Islamic Religion Education Curriculum, History of Islamic Education, Philosophy of Islamic Education, Research on Islamic Religion Education, Issues about Islamic Religion Education, Psychology of Islamic Religion Education, Management of Islamic Religion Education, Islamic Religious Education Guidance and Counseling
Articles 2,616 Documents
KONSEP PENDIDIKAN ANAK DAN AMANAH KONSTITUSI INTERNASIONAL Mariana Widjaja; Dinn Wahyudin; Rusman Rusman
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 1 No. 02 (2012): Jurnal Edukasi Islami - Juli 2012
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v1i02.20

Abstract

Anak merupakan amanah keluarga, negara dan bangsa-bangsa di dunia, oleh karena itu anak harus memperoleh perhatian khusus. Perhatian tersebut meliputi kesehatan, ketenangan, kebebasan dan pendidikan. Amanah konstitusi nasional tertuang dalam undang-undang dan peraturan pemerintah yang memberikan hak penuh kepada anak-anak. Dengan demikian pemerintah harus memberikan kontribusi kepada hak-hak anak.Juga amanah dunia internasional terhadap hak-hak anak mendapat perhatian yang besar dan amanah tersebut tertuang dalam amanah konstitusi PBB terhadap seluruh bangsa-bangsa di dunia. Dan bahkan bagi negara yang tidak mengindahkan hak-hak anak akan diberikan sanksi tegas.Pendapat para pakar pendidikan banyak menaruh perhatian kepada anak, bahkan anak yang sejak kecil diberikan pendidikan yang cukup akan memperoleh kesuksesan pada jenjang pendidikan berikutnya.Perhatian pakar pendidikan juga banyak meneliti tentang berbagai perkembangan seperti; perkembangan kognitif, perkembangan afektif dan perkembangan psikomotorik anak melalui proses pembelajaran.Dari berbagai penelitian para pakar, akan melahirkan teori-teori baru dalam dunia pendidikan dan memberikan sumbangsih pemikiran pendidikan di tingkat nasional dan internasional. 
MANAJEMEN KELAS BERKARAKTERISTIK SISWA Muhammad Rizal Masdul
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 1 No. 02 (2012): Jurnal Edukasi Islami - Juli 2012
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v1i02.21

Abstract

Hakikat dari manajemen kelas adalah penciptaan kondisi belajar siswa yang lebih kondusif. Sedangkan kondisi belajar yang kondusif merupakan prasyarat yang paling penting bagi kelancaran terselenggaranya kegiatan belajar siswa, sehingga dengan lancarnya proses pembelajaran berpengaruh terhadap hasil belajar yang lebih optimal. Manajemen kelas yang baik adalah yang dapat melayani dan membantu kebutuhan siswa dalam pembelajaran. Oleh karena itu, karakteristik dan kebutuhan siswa adalah hal yang paling pertama perlu diketahui dan diperhitungkan oleh guru dengan sebaik-baiknya.Adapun yang menjadi kajian dalam penulisan ini adalah: (1) untuk mengetahui gambaran langkah-langkah kegiatan guru dalam manajemen kelas pembelajaran; (2) untuk memperoleh gambaran karakteristik siswa dalam pembelajaran; dan (3) untuk memperoleh gambaran keterampilan guru dalam manajemen kelas. Metode kajian yang digunakan adalah studi pustaka.Kesimpulan dari kajian ini adalah: (1) manajemen kelas yang dilakukan guru guna mencapai tujuan pembelajaran perlu direncanakan terlebih dahulu dengan langkah-langkah yang jelas dan opersional sebagai bahan persiapan mengajar; (2) karakteristik dan kebutuhan siswa dalam manajemen kelas perlu diperhitungkan dengan baik oleh guru untuk mendapatkan dalam penggunaan metode/media mengajar yang lebih tepat; dan (3) dalam manajemen kelas agar terpelihara kondisi belajar yang optimal diperlukan beberapa keterampilan dan pendekatan mengajar yang dilakukan guru dalam melayani kebutuhan siswa.
KEBIJAKAN SEKOLAH BERTARAF INTERNASIONAL (SBI) ANTARA IDEALIS DAN DILEMATIS Isniatun Munawaroh; Mohammad Ali; Asep Herry Hernawan
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 1 No. 02 (2012): Jurnal Edukasi Islami - Juli 2012
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v1i02.22

Abstract

Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) bangsa Indonesia saat ini masih sangat rendah jika dibandingkan dengan negara lain. Salah satu faktor utama rendahnya kualitas SDM ini tentu berhubungan dengan dunia pendidikan nasional. Program pendidikan nasional yang telah dirancang diyakini belum berhasil menjawab harapan dan tantangan masa kini maupun masa depan. Padahal, dunia pendidikan nasional perlu dirancang agar mampu melahirkan generasi atau SDM yang memiliki keunggulan pada era globalisasi.Di sisi lain, era globalisasi ditandai dengan persaingan antar negara, baik tingkat regional (ASEAN) maupun tingkat internasional. Oleh karena itu, tidak hanya potensi sumber daya alam semata yang diperhatikan, tetapi juga dibutuhkan SDM yang berkualitas dan mampu bersaing dengan negara lain.Fakta-fakta tersebut mendorong perlunya peningkatan kualitas layanan pendidikan, seperti layanan pendidikan berstandar internasional yang berbasis teknologi informasi maupun pembelajaran dengan metode bilingual. Salah satu realisasinya adalah dengan dikeluarkannya kebijakan pengembangan Sekolah Bertaraf Internasional (SBI) guna meningkatkan kemampuan dan daya saing bangsa Indonesia di forum internasional. Kebijakan SBI merupakan upaya pemerintah untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional melalui kerjasama dengan negara-negara maju yang memiliki keunggulan, khususnya dalam bidang pendidikan. Pendidikan diperkaya dengan mengacu pada standar pendidikan salah satu negara anggota Organization for Economic Co-operation and Development (OECD) dan negara maju lainnya.Di sisi lain, penyelenggaraan SBI dapat melahirkan konsep pendidikan yang diskriminatif, dimana pada realitasnya sekolah ini hanya mampu dijangkau oleh siswa yang memiliki kemampuan/kecerdasan unggul dan cenderung ekslusif. Layanan pendidikannya juga seakan diperuntukan bagi anak orang kaya atau kaum “the have”, dan sangat berpotensi terjadinya komersialisasi pendidikan. Dalam makalah ini, penulis mencoba mendeskripsikan secara global salah satu isu kritis dalam pendidikan, yakni seputar penyelenggaraan Sekolah Bertaraf Internasional tersebut yang masih ditanggapi pro dan kontra oleh banyak kalangan, termasuk para pemerhati dunia pendidikan dan lebih-lebih oleh para orang tua siswa. Pemerintah menuai banyak pujian dan juga kritikan, seakan konsep dan penyelenggaraan SBI dinilai belum dikaji secara mendalam.  Keywords : international school, teknologi informasi, analisis, public policy, idealist and dilematis
PEMIKIRAN IBNU AL-QAYYIM TENTANG PENDIDIKAN KRISTOLOGI (Studi Terhadap Kitab Hidāyah al-Hayārā fī Ajwibah al-Yahūd wa al-Nashārā) Ahmad Hariyadi; Muhajir Musa; Moh. Solehuddin; Reviandari Widyatiningtyas
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 1 No. 02 (2012): Jurnal Edukasi Islami - Juli 2012
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v1i02.23

Abstract

Perbedaan konsepsi di antara agama-agama yang ada adalah sebuah realitas, satu kenyataan yang tidak dapat dipungkiri oleh siapapun. Perbedaan –bahkan benturan konsepsi– itu terjadi pada hampir semua aspek dalam agama, baik bidang konsepsi tentang Tuhan maupun konsepsi sistem pengaturan kehidupan. Sejak munculnya manusia di muka bumi, mulailah perbedaan itu muncul. Manusia dikarunia akal dengan kadar kemampuan dan jenis serta jumlah informasi yang berbeda, sehingga berkemungkinan memahami sesuatu dengan berbeda pula. Itu hal yang alami dalam kehidupan manusia. Sumber-sumber informasi yang dialami setiap manusia juga berbeda. Belum lagi sikap apriori atau fanatisme –karena berbagai faktor– yang menyebabkan munculnya perbedaan pandangan dan sikap. Perbedaan pendapat dan konsepsi keagamaan tidaklah otomatis memunculkan konflik pada level praktis. Sepanjang sejarah, kehidupan damai dan harmonis lebih banyak dijalani umat beragama, dibandingkan periode-periode konflik. Setidaknya, demikianlah titik tolak dan landasan bagi sebuah telaah (perbandingan) atau bahkan dialog sekalipun.
Analisis Instrumen Skripsi Mahasiswa STAI Al-Hidayah Bogor Tahun 2005-2010 Jihan J; Bambang Ismaya; Muqarramah Sulaiman Kurdi; Ninik Sudarwati; Musyarrafah Sulaiman Kurdi
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 1 No. 02 (2012): Jurnal Edukasi Islami - Juli 2012
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v1i02.24

Abstract

Penelitian kualitatif dengan menerapkan analisis dokumen ini berupaya mendeskripsikan ketidaktepatan penerapan instrumen pada skripsi mahasiswa program S1 Pendidikan Agama Islam STAI Al-Hidayah Bogor yang disusun antara tahun 2005 – 2010  yang menggunakan pendekatan kuantitatif. Unit analisis penelitian ini adalah skripsi mahasiswa yang memuat ketidaktepatan pada instrumen penelitian. Setelah menelusuri lebih dari 80 skripsi pada rentang tahun tersebut, ditemukan 22 skripsi yang memuat kesalahan dalam instrumen penelitian. Temuan penting dalam penelitian ini meliputi: Pertama, dari 22 skripsi tersebut, hanya 5 skripsi (22,73%) yang memuat indikator atau aspek variabel penelitian. Kedua, dari 22 skripsi tersebut, sebanyak 17 skripsi (77,27%) tidak memuat  indikator penelitian dan kisi-kisi isntrumen penelitian. Ketiga, terdapat kesalahan dalam penentuan opsi jawaban sehingga besaran atau parameter tidak bergerak dalam suatu rentangan yang kontinum. Keempat, terdapat penempatan kata yang menunjukkan frekuensi yang tidak tepat dalam penyusunan instrumen dikaitkan dengan opsi jawaban instrumen.
PENGEMBANGAN NILAI-NILAI SPIRITUAL BERBASIS PESANTREN KILAT (Studi Pengembangan Model Pembelajaran Pesantren Kilat yang Inovatif dan Efektif untuk Siswa Sekolah Lanjutan Tingkat Atas) Muhammad Ihsan Dacholfany; Ni Putu Ayu Kartika Sari Dewi; Bambang Ismaya; Suhardi Suhardi; Ratih Kusumastuti
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 1 No. 02 (2012): Jurnal Edukasi Islami - Juli 2012
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v1i02.25

Abstract

This research was carried out based on the notion that there was a low awareness of religious conducts especially among senior high school students. As an effort to increase this awareness, during the holly month of Ramadhan many high school in big cities held short religious teaching program known as pesantren kilat.  These programs were also held as extra-curricular activities during Ramadhan holiday.  However, most programs were not managed so that their contribution to increase students’ awareness of religious conducts was not significant.The study was focused on developing an effective and innovative pesantren kilat learning model for senior high school students.  Particular emphasis was given on the development of program objectives, materials, methods, teaching and evaluation technique, interaction patterns and dissemination method of the model.            A developmental research approach with main stages of actual model description, hypothetical model development, experiment, hypothetical model revision, and dissemination method design, was used.  Data were obtained from participants of pesantren kilat held in SMU Taman Islam and pesantren kilat organizers in SMUN V, SMU Bina Bangsa Sejahtera and SMU Ibnu 'Aqil.  All respondents were selected purposively.  A qualitative method was used to test the model invention and design and quantitative method to test the effectiveness of the experiment.It was found from the observation that the implementation of pesantren kilat in four selected SMUs did not meet the criteria of good pesantren kilat program.  The programs were only considered as extra lessons of Islamic Education given as extra-curricular activities.  An effective pesantren kilat model will exist if the relation within teacher and students is like that of kyai and santri.  Therefore, a learning model was introduced.  The model was aimed at increasing the knowledge and understanding of Islamic values as well as increasing the knowledge and practice of daily rituals.  The courses covered materials related to individual obligation (fardhu ‘ain).  The teaching method and techniques included discussion (mudzakarah) and field practice.  The evaluation technique was directed toward the recognition of students’ knowledge and skills as a means of motivating them to learn Islamic values.  In addition, the program was conducted in a participatory learning.Based on the results of quantitative and qualitative analyses, it was found that the model showed significant effectiveness. It was concluded that with its limitations, the learning model proposed was still applicable.  Other learning models in pesantren kilat such as a boarding system deserve further investigation.
BIOGRAFI INTELEKTUAL PROF. DR. H. MAHMUD YUNUS Meyniar Albina; Abdul Fattah Nasution
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 1 No. 02 (2012): Jurnal Edukasi Islami - Juli 2012
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v1i02.26

Abstract

Agama Islam masuk ke Indonesia dan berkembang di Nusantara ini tidak terlepas dari peran para ulama. Para ulama mendedikasikan hidupnya untuk menyebarkan Islam di bumi Indonesia yang kita cintai sehingga alhamdulillah kita saat ini menganut agama Islam, sebuah agama yang diridhoi Allah Subhanahu wa Ta’ala.Ada beberapa teori masuknya Islam ke Indonesia, diantaranya:Teori Gujarat, teori ini berpendapat bahwa Islam masuk ke Indonesia pada abad 13 dari Gujarat.[1]Teori Persia, teori ini berpendapat bahwa Islam masuk ke Indonesia dari Persia (Iran) dan bermazhab Syiah.[2]Teori Cina, teori ini berpendapat bahwa Islam masuk ke Indonesia dari Cina.[3]Teori Arab, teori ini berpendapat bahwa Islam masuk ke Indonesia pada abad ke-7 dari Arab (Mekah dan Mesir).[4]Di antara keempat teori yang telah disebutkan, teori Arab yang menunjukkan tahun tertua datangnya Islam ke Indonesia yang dapat dijadikan pegangan. Jadi Islam telah masuk ke Indonesia sejak masa Khulafa al Rasyidinmemerintah, berarti para Ulama yang berasal dari Mekah dan Madinah telah berperan menyebarkan Islam ke Indonesia.[1]     Tiar Anwar Bahtiar, Sejarah Nasional Indonesia Perspektif Baru, Andalusia Islamic Education & Management Services (AIEMS), Jakarta, 2011, hlm. 75[2]    Ibid, hlm. 76[3]    Ibid, hlm. 78[4]    Ibid, hlm. 79
KESEIMBANGAN PERAN ORANG TUA DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER ANAK Noor Aziz; Robingun Suyud El Syam; Sunanih Sunanih; Mahlail Syakur Sf; Zulkifli Musthan
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 2 No. 03 (2013): Jurnal Edukasi Islami - Januari 2013
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v2i03.27

Abstract

Dalam pandangan Islam, anak merupakan amanah Allah  atas kedua orang tua. Untuk itu, orang tua berkewajiban menjaga dan mendidik anaknya supaya selamat dunia dan akhirat. Bahkan keselamatan kehidupan keluarga juga merupakan tanggung jawab orang tua. Banyak anggapan bahwa kewajiban dan peran ayah hanyalah bekerja mencari nafkah untuk menghidupi keluarga, sedangkan ibu mendidik anak serta mengurusi pekerjaan rumah tangga, padahal seharusnya orang tua (ayah-ibu) harus dapat berkerja sama untuk mendidik anak-anaknya, dalam arti tugas mendidik anak bukan hanya tanggungjawab ibu saja, karena ayah merupakan pemandu, pendidik, pelindung dan pemimpin atau kepala keluarga. Adapun kewajiban dan tanggungjawab ibu adalah menjaga, memelihara, dan mengelola keluarga di rumah suaminya, terlebih lagi mendidik dan merawat anaknya.  Optimalisasi peran orang tua dalam pembentukan karakter anak diharapkan mampu mempersonalisasikan nilai-nilai karakter dan akhlak mulia sehingga terwujud dalam perilaku yang baik dalam kehidupan sehari-hari dan hasilnya dapat dilihat yaitu antara lain; cinta kepada Allah, RasulNya dan kebenaran, jujur, amanah, bertanggungjawab, disiplin, hormat dan santun, peduli, kasih sayang, bisa mengendalikan diri dan percaya diri, kreatif, pantang menyerah, adil dan berjiwa pemimpin, baik, sabar, tawakkal, rendah hati dan toleran serta cinta damai.
PENDIDIKAN KARAKTER PADA ANAK USIA 6 – 12 TAHUN Izdiharunnisa Izdiharunnisa; Hasanuddin Hasanuddin; Suaidah Lubis
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 2 No. 03 (2013): Jurnal Edukasi Islami - Januari 2013
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v2i03.28

Abstract

Pendidikan adalah proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dan lain-lain usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan; proses, cara, perbuatan mendidik. Adapun karakter adalah watak, tabiat, akhlak, atau kepribadian seseorang yang terbentuk dari hasil internalisasi berbagai kebajikan (virtues) yang diyakini dan digunakan sebagai landasan untuk cara pandang, berpikir, bersikap, dan bertindak. Pendidikan karakter Islami yang harus ditanamkan kepada anak-anak sebagai bentuk pembiasaan ibadah, etika, adab dan akhlak sejak kecil. Anak perlu diajarkan ibadah dengan berbagai macamnya menurut tingkatan usia mereka. Anak harus diajarkan shalat, berzakat, berpuasa dan juga berhaji. Selaku orang tua harus mendidik anak-anak mereka adab dan etika Islam dalam perkara ini, dan Islam sudah sempurna megajarkan anak dengan pendidikan terbaik bagi usia mereka. Islam mengajarkan bagaimana meminta izin baik ketika memasuki rumah maupun ketika memasuki kamar, menundukkan pandangan dan menjaga aurat, memisahkan tempat tidur, tidur dengan miring ke kanan , cepat tidur dan cepat bangun, menjauhkan anak dari berbagai perangsang syahwat, dan mengajarkan anak tata cara mandi. Secara lengkap akan kita dapatkan dalam literature kitab-kitab para ulama kita. 
PENDIDIKAN KARAKTER BAGI REMAJA Tastin Tastin; Winni Herliana Sari; Ahmad Syarifuddin; Amir Hamzah; Nurlaeli Nurlaeli
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 2 No. 03 (2013): Jurnal Edukasi Islami - Januari 2013
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v2i03.29

Abstract

Saat ini persoalan karakter remaja di Indonesia menjadi sorotan tajam masyarakat. Sorotan itu mengenai berbagai aspek kehidupan, tertuang dalam berbagai tulisan di media cetak, wawancara, dialog, dan gelar wicara di media elektronik. Selain di media massa, para pemuka masyarakat, para ahli, dan para pengamat pendidikan, dan pengamat sosial berbicara mengenai persoalan karakter remaja di berbagai forum seminar, baik pada tingkat lokal, nasional, maupun internasional. Salah satu alternatif yang bisa dilakukan untuk mengatasi, paling tidak mengurangi, masalah karakter remaja yang dibicarakan itu adalah pendidikan. Pendidikan dianggap sebagai alternatif yang bersifat preventif  dan kuratif karena pendidikan membangun generasi baru bangsa yang lebih baik. Sebagai alternatif yang bersifat preventif, pendidikan diharapkan dapat mengembangkan kualitas remaja dalam berbagai aspek yang dapat memperkecil dan mengurangi penyebab berbagai masalah karakter bangsa. Sedangkan yang bersifat kuratif adalah pendidikan dianggap dapat memperbaiki masalah karakter yang telah terjadi pada para remaja. Inovasi pola kemitraan peran orang tua di lingkungan keluarga dengan peran guru di lingkungan sekolah dalam pendidikan karakter bagi remaja diharapkan dapat mengatasi berbagai masalah yang kita hadapi saat ini dan untuk mengatasi masalah yang mungkin muncul dimasa yang akan datang. Karena masalah besar hanya mungkin dapat diatasi secara bersama-sama dan dengan koordinasi yang bagus.

Filter by Year

2012 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 15 No 01 (2026): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam (Article On Progress) Vol. 15 No. 01 (2026): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam (Article On Progress) Vol. 14 No. 001 (2025): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam (Spesial Issue) Vol. 14 No. 04 (2025): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 14 No. 03 (2025): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 14 No. 02 (2025): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 14 No. 01 (2025): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 13 No. 04 (2024): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 13 No. 03 (2024): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 13 No. 02 (2024): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol 13, No 01 (2024): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam (In Press) Vol. 13 No. 01 (2024): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 12 No. 001 (2023): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam (Special Issue 2023) Vol 12, No 001 (2023): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam (Article In Progress Special Issue 20 Vol. 12 No. 04 (2023): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol 12, No 04 (2023): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 12 No. 03 (2023): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol 12, No 03 (2023): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol 12, No 02 (2023): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 12 No. 02 (2023): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 12 No. 01 (2023): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol 12, No 01 (2023): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol 11, No 001 (2022): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam (Special Issue 2022) Vol. 11 No. 001 (2022): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam (Special Issue 2022) Vol 11, No 03 (2022): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 11 No. 03 (2022): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol 11, No 02 (2022): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 11 No. 02 (2022): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol 11, No 01 (2022): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 11 No. 01 (2022): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam (Special Issue 2022) Vol. 10 No. 001 (2021): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam (Special Issue) Vol 10, No 001 (2021): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam (Special Issue) Vol 10, No 02 (2021): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 10 No. 02 (2021): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 10 No. 01 (2021): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol 10, No 01 (2021): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol 9, No 02 (2020): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 9 No. 02 (2020): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol 9, No 01 (2020): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 9 No. 01 (2020): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol 8, No 02 (2019): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 8 No. 02 (2019): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol 8, No 01 (2019) Vol. 8 No. 01 (2019) Vol 7, No 02 (2018) Vol. 7 No. 02 (2018) Vol 7, No 01 (2018) Vol. 7 No. 01 (2018) Vol 6, No 11 (2017) Vol. 6 No. 11 (2017) Vol. 6 No. 02 (2017) Vol 6, No 02 (2017) Vol. 5 No. 10 (2016): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam - Juli 2016 Vol 5, No 10 (2016): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam - Juli 2016 Vol 5, No 09 (2016): Edukasi Islami - Jurnal Pendidikan Islam Januari 2016 Vol. 5 No. 09 (2016): Edukasi Islami - Jurnal Pendidikan Islam Januari 2016 Vol. 4 No. 08 (2015): Edukasi Islami - Jurnal Pendidikan Islami JULI 2015 Vol 4, No 08 (2015): Edukasi Islami - Jurnal Pendidikan Islami JULI 2015 Vol 4, No 07 (2015): Edukasi Islami - Jurnal Pendidikan Islami Januari 2015 Vol. 4 No. 07 (2015): Edukasi Islami - Jurnal Pendidikan Islami Januari 2015 Vol 3, No 06 (2014): Edukasi Islami : Jurnal Pendidikan Islam - Juli 2014 Vol. 3 No. 06 (2014): Edukasi Islami : Jurnal Pendidikan Islam - Juli 2014 Vol. 3 No. 05 (2014): Edukasi Islami : Jurnal Pendidikan Islam - Januari 2014 Vol 3, No 05 (2014): Edukasi Islami : Jurnal Pendidikan Islam - Januari 2014 Vol 2, No 04 (2013): Jurnal Edukasi Islami - Juli 2013 Vol. 2 No. 04 (2013): Jurnal Edukasi Islami - Juli 2013 Vol. 2 No. 03 (2013): Jurnal Edukasi Islami - Januari 2013 Vol 2, No 03 (2013): Jurnal Edukasi Islami - Januari 2013 Vol 1, No 02 (2012): Jurnal Edukasi Islami - Juli 2012 Vol. 1 No. 02 (2012): Jurnal Edukasi Islami - Juli 2012 Vol 1, No 01 (2012): Jurnal Edukasi Islami - Januari 2012 Vol. 1 No. 01 (2012): Jurnal Edukasi Islami - Januari 2012 More Issue