cover
Contact Name
Agus Mailana
Contact Email
agus@staiabogor.ac.id
Phone
+6281222202006
Journal Mail Official
admin@staiabogor.ac.id
Editorial Address
Jl. Raya Dramaga KM. 7, Kelurahan Margajaya, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
ISSN : 25811754     EISSN : 22528970     DOI : https://doi.org/10.30868
Core Subject : Education,
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam focuses on publishing articles that contain ideas, research results, and literature studies in the field of Islamic Education. Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Scope are: Al Quran and Hadith-based Islamic Education, Media and Learning Resources in Islamic Education, Study of Islamic Education Figures, Islamic Religion Education Curriculum, History of Islamic Education, Philosophy of Islamic Education, Research on Islamic Religion Education, Issues about Islamic Religion Education, Psychology of Islamic Religion Education, Management of Islamic Religion Education, Islamic Religious Education Guidance and Counseling
Articles 2,616 Documents
Desain Baru Dalam Menangkal Radikalisme Agama Melalui Pembelajaran Fiqh Multi Madhab di Mahad Aly Situbondo Abd. Muqit; Moh. Nawafil; Djuwairiyah Djuwairiyah
Edukasi Islami : Jurnal Pendidikan Islam Vol 12, No 04 (2023): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v12i04.4389

Abstract

Perkembangan radikalisme agama yang masuk pada sektor pendidikan melalui berbagai macam strategi dakwahnya, tentu menjadi perhatian serius bagi para pemangku kebijakan disetiap jenjang pendidikan. Tidak terkecuali pendidikan tinggi berbasis pesantren salaf. Penelitian ini membahas tentang desain pembelajaran fiqh multi madhab, kandungan nilai-nilai moderasi dalam pembelajaran tersebut, dan ragam penerapan metode pembelajaran yang digunakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang menekankan pada metode deskriptif untuk memperoleh gambaran tentang desain pembelajaran fiqh di Mahad Aly Situbondo dalam menangkal radikalisme agama. Dalam mengumpulkan data, peneliti menggunakan teknik wawancara, observasi dan studi dokumen. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa konsep pembelajaran fiqh progresif digunakan untuk mencegah pemahaman radikal santri terhadap hukum Islam. Konsep pembelajaran ini diantaranya menyajikan kajian fiqh multi madhab, interkoneksi antar disiplin ilmu, dan menjadikan fiqh tekstualis menjadi kontekstual. Nilai-nilai moderasi yang ditanamkan dalam konsep pembelajaran fiqh progresif ini diantaranya adalah pandangan washatiyah, sikap nasionalisme, dan nilai keadilan. Sedangkan metode pembelajaran yang digunakan adalah ekspositori, diskusi mandiri dan bahtsul masail.
Upaya Guru Kelas Dalam Membentuk Karakter Religius dan Disiplin Pada Siswa Kelas VI B SDS Karakter Al-Adzkiya Cianjur Nur Muhammad Sofiyulloh Mujamil; Rudi Ahmad Suryadi
Edukasi Islami : Jurnal Pendidikan Islam Vol 12, No 001 (2023): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam (Article In Progress Special Issue 20
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v12i001.5908

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis upaya yang dilakukan oleh guru kelas dalam membentuk karakter religius dan disiplin siswa kelas VI B di SDS Karakter Al-Adzkiya Cianjur. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pengumpulan data observasi dan wawancara dengan guru kelas dan siswa. Penelitian ini menyoroti berbagai inisiatif yang diambil oleh guru kelas untuk mencapai tujuan pembentukan karakter religius dan disiplin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru kelas memberikan perhatian khusus pada aspek-aspek keagamaan seperti sholat Dhuha, sholat berjama'ah, serta praktik infaq pada hari Jumat. Selain itu, pembentukan karakter disiplin diperkuat melalui kebijakan membentuk barisan sebelum masuk kelas dan pembiasaan membaca buku, membuat diary, serta melibatkan siswa dalam kegiatan positif di luar sekolah. Upaya ini mencerminkan pendekatan holistik yang diterapkan oleh guru kelas untuk memastikan bahwa siswa tidak hanya berkembang secara akademis, tetapi juga sebagai individu yang memiliki karakter religius dan disiplin. Temuan ini memberikan kontribusi pada pemahaman praktik-praktik pembentukan karakter dalam konteks pendidikan karakter di sekolah-sekolah Islam. Penelitian ini dapat menjadi pedoman bagi sekolah-sekolah lain yang ingin mengimplementasikan strategi serupa dalam membentuk karakter siswa.
Self Regulated Learning di Masa Pandemi Covid-19 Terhadap Motivasi Belajar Siswa Pada Pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) SMA di Provinsi Banten Mamat Rahmatullah; Basrowi Basrowi
Edukasi Islami : Jurnal Pendidikan Islam Vol 12, No 04 (2023): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v12i04.5222

Abstract

The COVID-19 pandemic has changed the virtual (online) learning system so that students are expected to remain motivated or motivated to learn. With the motivation to learn, it is expected that students will be interested in learning. Things that are considered to be able to affect students' learning motivation are self-regulated learning. The purpose of this study was to determine the effect of self-regulated learning on high school students in Banten Province. The results showed that self-regulated learning positively affected students' learning motivation in Islamic Religious Education (PAI). So self-regulated learning is essential in the learning process because it can affect learning motivation.
Dakwah Aisyiyah Berbasis Tabligh Mobil di Kota Padangsidimpuan Mira Rahmayanti Sormin; M. Nurul Humaidi; Romelah Romelah
Edukasi Islami : Jurnal Pendidikan Islam Vol 12, No 001 (2023): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam (Article In Progress Special Issue 20
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v12i001.5872

Abstract

Aisyiyah merupakan ortom khusus dalam organisasi Muhammadiyah, dimana seluruh anggotanya sudah menjadi anggota Muhammadiyah dan diberi wewenang khusus untuk menyelenggarakan amal usaha nya sendiri. Adapun rumusan masalah penelitian bagaimana gerakan dakwah Aisyiyah di Kota Padangsidimpuan dan Apakah model dakwah Tabligh Mobil dapat meningkatkan solidaritas bermuhammadiyah pada warga Aisyiyah kota Padangsidimpuan. Lokasi penelitian berada di kota Padangsidimpuan, Kecamatan   Padangsidimpuan Selatan, Sumatera Utara. Tepatnya diseluruh ranting yang ada  di cabang Padangsidimpuan Selatan yang berjumlah enam ranting (ranting Siborang, Batunadua dan Sitamiang, Kampung Sipirok, Kampung Darek, Jalan  Kenanga dan Padangmatinggi) Jenis penelitian ini merupakan deskriptif dengan  melalui pendekatan kualitatif. Subjek utama (key informan) dalam penelitian ini adalah ibu ketua Aisyiyah dan ibu ketua Majelis Tabligh disetiap ranting. Karena    beliau dianggap paling mengetahui perihal pengajian Tabligh Mobile. Objek    penelitian ini adalah ibu-ibu Aisyiyah yang tergabung dalam kegiatan pengajian Tabligh Mobil baik anggota tetap maupun simpatisan. Teknik pengumpulan data yaitu dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini adalah bahwa Tabligh Mobile yang diadakan setiap hari jumat dapat meningkatkan solidaritas warga Aisyiyah, hal ini terlihat dari antusias mereka dalam menghadiri pengajian sehingga menghasilkan pemahaman yang baik tentang agama dan ber Muhammadiyah. Selain itu dapat dilihat dari perkembangan amal usaha yang dikelola oleh Aisyiyah.
Implementasi Metode Talqin Dalam Membina Hafalan Al-Quran Santri Tunanetra Di Pesantren Disabilitas Generasi Qurani Cipanas Cianjur Doni Sriwahyudi; Neng Kurniawati; Cep Ramdan Hidayat
Edukasi Islami : Jurnal Pendidikan Islam Vol 12, No 001 (2023): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam (Article In Progress Special Issue 20
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v12i001.5592

Abstract

One of the processes of learning the Koran is by memorizing it, the talqin method is one solution to enable blind students to memorize the Koran. The formulation of the problem of this research is: 1) How is the implementation of the talqin method for blind students in memorizing the Al-Quran at the Qurani Generation Disability Islamic Boarding School, 2) What are the supporting factors and obstacles to implementing the talqin method for blind students at the Qurani Generation Disability Islamic Boarding School, 3) What are the results or impacts of applying the talqin method in memorizing the Al-Quran for blind students at the Qurani Generation Islamic Boarding School with Disabilities. This type of research is a qualitative type of research, the data collection method uses: 1) Observation, 2) Interview, 3) Documentation. The results of this research show that the implementation of the talqin method in memorizing disabled students at the Qurani Generation Islamic Boarding School with Disabilities, the process begins with a tahfizh teacher modeling reading with certain systematics and repetitions, then the students follow it until they produce reading or memorization as exemplified. Supporting factors for applying the talqin method in developing the memorization of blind students: a) Media and Talqin Method, b) Muhafidz (Teacher), c) Role of Students, d) Role of Accompanying Teachers and Parents, e) Reweads. The constraining factors are facilities and infrastructure. The impact of implementing the talqin method in fostering student memorization at the Qurani Generation Disability Islamic Boarding School is that it makes it easier for blind students to memorize the Qur'an, especially for students who cannot read or use the Braille Al-Quran.
Ajaran Tasawuf Dalam Naskah Suluk Daka Dan Relevansinya Terhadap Pendidikan Islam Aprilia Saputri; Nur Hanifah Insani
Edukasi Islami : Jurnal Pendidikan Islam Vol 12, No 001 (2023): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam (Article In Progress Special Issue 20
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v12i001.5366

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ajaran tasawuf dalam naskah suluk Daka dan relevansinya dalam pendidikan Islam. Jenis penelitian yang digunakan adalah model penelitian deskriptif kualitatif yang didahului dengan kajian filologi, karena objek pada penelitian ini berupa manuskrip atau naskah kuno. Data pada penelitian ini yakni berupa frasa, kata dan kalimat,  sedangkan sumber data berupa naskah yang berjudul suluk Daka dengan kode BR 61 koleksi Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan hermeneutika untuk menganalisis isi teks. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ajaran tasawuf yang terdapat dalam naskah suluk Daka meliputi tauhid, salat tunggal, niat, dan tahap manunggaling kawula gusti yakni syareat, tarekat, hakikat, dan makrifat. Relevansi ajaran tasawuf dalam suluk Daka bagi pendidikan Islam yakni memberikan pemahaman mengenai  tauhid, niat, salat sejati, serta ajaran syariat, tarekat, hakikat serta makrifat untuk menjadi manusia sejati dalam mendekatkan diri hingga bersatu kepada Tuhan.
PENDIDIKAN KARAKTER BERBASIS KEARIFAN LOKAL La Hadisi; Miftahur Rahman Hakim; Zulkifli Musthan; Husna Nashihin
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 5 No. 10 (2016): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam - Juli 2016
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v5i10.6

Abstract

Kearifan lokal yang terdapat pada beberapa kelompok/ masyarakat adat  di Indonesia banyak mengandung nilai luhur budaya bangsa yang masih kuat menjadi identitas karakter warga masyarakatnya. Namun disisi lain, nilai kearifan lokal sering kali  diabaikan, karena dianggap tidak sesuai dengan perkembangan zamannya. Padahal dari kearifan lokal tersebut dapat di promosikan nilai-nilai luhur yang bisa dijadikan model dalam pengembangan budaya bangsa Indonesia.Dalam konteks inilah  studi lapangan ini dilaksanakan  untuk melihat bagaimana masyarakat adat sebagai  kelompok minoritas menginternalisasi nilai-nilai budayanya menjadi nilai yang kohesif dan merefleksi dalam karakter yang kuat. Masyarkat adat, yang berada di Kampung Pulo Desa Cangkuang Kampung Ciakar Kecamatan Leles Kabupaten Garut Propinsi Jawa Barat, merupakan kelompok masyarakat  adat yang tetap menginternalisasi dan melestarikan nilai-nilai tradisi menjadi karakter warga masyarakatnya, dalam dominasi budaya mayoritas.Jenis  penelitian  ini  adalah  penelitian  lapangan  (field  research) yaitu penelitian yang dilakukan di lingkungan masyarakat tertentu, yakni masyarakat kampung Adat Pulo dan masyarakat luar kampung Adat Pulo di Candi Cangkuang desa Cangkuang, Kampung Ciakar, Kecamatan Leles Kabupaten Garut Jawa Barat.Adapun tujuan yang ingin  dicapai dalam penelitian ini adalah pertama, mendeskripsikan  secara  singkat, kondisi  umum, nilai-nilai yang masih diinternalisasi oleh warga masyarakat kampung adat tersebut. Kedua, mendeskripsikan  secara  singkat,  proses internalisasi nilai yang mereka yakini. Ketiga, mendeskripsikan  secara  singkat,  peran pemimpin/kepala suku dalam menjaga dan melestarikan nilai-nilai lokal. Keempat, mendeskripsikan  secara  singkat, bentuk karakter yang mereka miliki sebagai hasil dari proses internalisasi nilai. Kelima, mendeskripsikan  secara  singkat,  nilai dari masyarakat kampung adat yang bisa di promosikan sebagai basis pembentuk karakter Bangsa Indonesia.Berdasarkan  analisis dari berbagai  fakta  yang ada kaitannya dengan kampung Adat Pulo, maka dapat di simpulkan bahwa masyarakat kampung Adat Pulo merupakan kampung adat yang sampai saat ini masih eksis memegang teguh tradisi yang telah diwariskan leluhurnya. Hal ini disebabkan karena mereka masih memiliki  aturan  adat  yang  apabila  di  langgar  akan  mendapatkan  sanksi  adat, sanksi adat tersebut di percayai karena sifatnya yang sakral.Bentuk Karakter yang dimiliki sebagai hasil dari proses internalisasi nilai dan bisa dipromosikan sebagai basis pembentuk karakter Bangsa Indonesia adalah, karakter Religius, Jujur, Toleransi, Disiplin, Kerja Keras, Mandiri, Demokratis, Bersahabat/Komuniktif, Cinta damai, Peduli Lingkungan, Peduli Sosial, serta Tanggung-jawab.
PENDIDIKAN KARAKTER DALAM PERSPEKTIF AL QURAN Dedi Supriadi; Endin Mujahidin; Bahagia Bahagia
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 5 No. 10 (2016): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam - Juli 2016
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v5i10.7

Abstract

Bani Ădam adalah makhluk yang memiliki kelebihan dan keistimewaan dibandingkan dengan makhluk lain, meliputi fithrah keagamaan, peradaban, dan kemampuan memanfaatkan alam. Yang berada dalam relasi (hablum) dengan Tuhan (hablum min Allah), relasi dengan sesama manusia (hablum min an-nâs), dan relasi dengan alam (hablum min al-‘âlam). Agar terwujud dengan baik sebagai manusia dalam posisi basyar, an-nâs, al-insân, dan bani Ădam, yang diberikan potensi fithrah aqal, nafs, qalbu, dan rûh, maka manusia harus mengacu kepada karakter Nabi Ibrâhîm as yang diabadikan dalam Al-Qurân. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode tafsir maudhu’i/tematik. Sedangkan pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. Temuan baru dari penelitian ini adalah memberikan pernyataan kurang sejalan dengan teori Thomas Lickona yang mengajukan 10 karakter kebajikan utama, untuk memperbaiki manusia tidaklah cukup, melainkan harus mengikuti karakter utama Nabi Ibrâhîm as yang diabadikan dalam Al-Qur’ân._______________________________*   Dosen Pascasarjana Institut PTIQ Jakarta   Yaitu waffâ/menyempurnakan janji, halîm/kesabaran dan murah hati, awwâh/banyak memohon rahmat/kasih sayang, munîb/bertaubat dan kembali kepada Allah swt, muhsinîn/orang yang merasakan kehadiran dan kebersamaan dengan Allah swt, mu’minîn/orang yang stabil keimanannya, ummah/pemimpin yang sangat perlu diteladani, qânitan Lillâh/orang yang taat kepada Allah swt, hanîfâ/yang selalu cenderung kepada kebenaran, lam yaku min al-Musyrikîn/tidak pernah menyekutukan Allah swt, syâkiran lian’umih/senantiasa mensyukuri nikmat Allah swt, istighfar/memohon ampunan, tabarra’/berlepas diri dari kekafiran dan kemusyrikan,  aslam wajhah Lillah/menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah swt, muhsin/mawas diri dan merasakan kehadiran Allah swt, khalîlâ/kesayangan Allah swt, al-Mûqinîn/sangat mantap keyakinannya, keyakinan terhadap akhirat, ketenangan hati, tawakkal/berserah diri kepada Allah swt, shiddiq/jujur, tabligh/menyampaikan, amanah/dapat dipercaya, fathanah/cerdas, kokoh pendirian, pemberani dan gigih, rasional, peduli dan tanggung jawab, monoteisme, dermawan, murah hati, ramah tamah, istiqamah, komitmen, ikhlas, kerja sama dan tolong menolong, sabar, menghormati tamu, menebarkan salam,  sebagai pijakan untuk memperoleh kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat. 
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) DI ISLAMIC BOARDING SCHOOL Syukri Syukri; Sabariah Sabariah
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 5 No. 10 (2016): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam - Juli 2016
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v5i10.8

Abstract

Salah satu cara terbaik mengajarkan sisi afektif adalah pemberian teladan dan contoh dari para pemimpin dan orang-orang yang berpengaruh di sekitar anak. Dengan sistem sekolah berasrama (boarding school ), anak didik tidak hanya mendapatkan pelajaran secara kognitif, melainkan dapat menyaksikan langsung bagaimana perilaku para ustadz, guru, dan orang-orang yang mendidik mereka. Dewasa ini, sistem boarding school dinilai lebih mampu mengoptimalkan ranah kognitif, afektif, dan psikomotor murid sekaligus. Kelebihan lain dari sistem ini adalah meniadakan dikotomi keilmuan yang sering terjadi di sekolah-sekolah umum, yaitu dikotomi antara ilmu agama dan ilmu umum. Dengan sistem pembelajaran yang mengintegrasikan antara ilmu agama dan ilmu umum, sistem boarding school lebih mampu membentuk kepribadian murid yang utuh.Keyword: pendidikan, agama Islam, pendidikan agama Islam, boarding school
MODEL PEMBELAJARAN MAKE A MATCH DALAM PENINGKATAN HASIL BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM PADA SISWA KELAS VIII C SMP NEGERI 200 JAKARTA Panggah Adi Putranto; Deni Setiawan
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 5 No. 10 (2016): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam - Juli 2016
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v5i10.9

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar PAI pada siswa kelas VIII.C SMP Negeri 200 Jakarta khususnya pada standar kompetensi zakat perniagaan melaui penerapan model pembelajaran Make A Match. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus dengan tiga pertemuan melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Instrumen penelitian mengguanakan lembar observasi dan lembar test kepada siswa setelah pelaksanaan siklus satu dan perlakuan model pada akhir siklus dua. Objek tindakan yang terlihat dalam penelitian tindakan kelas ini adalah siswa kelas VIII.C SMP Negeri 200 Jakarta pada semester dua tahun pelajaran 2013 – 2014 selama bulan Januari – Juni tahun 2014.Hasil Penelitian Menunjukkan bahwa keterlibatan peserta didik meningkat dari siklus satu ke siklus dua. Peningkatan tersebut berkonsentrasi dan perhatian secara penuh pada penjelasan guru dari 71% menjadi 86%. Persiapan peserta didik juga meningkat ada peningkatan mempersiapkan diri untuk menghadapi materi pembelajaran dari 71% menjadi 94%. Diketahui juga adanya peningkatan peserta didik yang aktif mencari sumber belajar dan Make A Match dari 63% menjadi 71%. Kemampuan peserta didik dalam menjawab pertanyaan guru juga meningkat yaitu dari 43% menjadi 71%. Dan berdasarkan hasil pretest dan postest dari siklus satu ke siklus dua yaitu dari skor 1910 menjadi 2500 dan dari 2570 menjadi 3150. Ketuntasan belajar siswa otomatis meningkat dari 20% menjadi 43% dan dari 46% menjadi 86%.

Filter by Year

2012 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 15 No 01 (2026): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam (Article On Progress) Vol. 15 No. 01 (2026): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam (Article On Progress) Vol. 14 No. 001 (2025): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam (Spesial Issue) Vol. 14 No. 04 (2025): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 14 No. 03 (2025): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 14 No. 02 (2025): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 14 No. 01 (2025): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 13 No. 04 (2024): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 13 No. 03 (2024): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 13 No. 02 (2024): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol 13, No 01 (2024): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam (In Press) Vol. 13 No. 01 (2024): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 12 No. 001 (2023): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam (Special Issue 2023) Vol 12, No 001 (2023): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam (Article In Progress Special Issue 20 Vol. 12 No. 04 (2023): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol 12, No 04 (2023): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 12 No. 03 (2023): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol 12, No 03 (2023): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol 12, No 02 (2023): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 12 No. 02 (2023): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 12 No. 01 (2023): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol 12, No 01 (2023): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol 11, No 001 (2022): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam (Special Issue 2022) Vol. 11 No. 001 (2022): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam (Special Issue 2022) Vol 11, No 03 (2022): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 11 No. 03 (2022): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 11 No. 02 (2022): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol 11, No 02 (2022): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 11 No. 01 (2022): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol 11, No 01 (2022): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam (Special Issue 2022) Vol. 10 No. 001 (2021): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam (Special Issue) Vol 10, No 001 (2021): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam (Special Issue) Vol 10, No 02 (2021): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 10 No. 02 (2021): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 10 No. 01 (2021): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol 10, No 01 (2021): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol 9, No 02 (2020): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 9 No. 02 (2020): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 9 No. 01 (2020): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol 9, No 01 (2020): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 8 No. 02 (2019): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol 8, No 02 (2019): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 8 No. 01 (2019) Vol 8, No 01 (2019) Vol. 7 No. 02 (2018) Vol 7, No 02 (2018) Vol 7, No 01 (2018) Vol. 7 No. 01 (2018) Vol. 6 No. 11 (2017) Vol 6, No 11 (2017) Vol. 6 No. 02 (2017) Vol 6, No 02 (2017) Vol. 5 No. 10 (2016): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam - Juli 2016 Vol 5, No 10 (2016): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam - Juli 2016 Vol 5, No 09 (2016): Edukasi Islami - Jurnal Pendidikan Islam Januari 2016 Vol. 5 No. 09 (2016): Edukasi Islami - Jurnal Pendidikan Islam Januari 2016 Vol. 4 No. 08 (2015): Edukasi Islami - Jurnal Pendidikan Islami JULI 2015 Vol 4, No 08 (2015): Edukasi Islami - Jurnal Pendidikan Islami JULI 2015 Vol 4, No 07 (2015): Edukasi Islami - Jurnal Pendidikan Islami Januari 2015 Vol. 4 No. 07 (2015): Edukasi Islami - Jurnal Pendidikan Islami Januari 2015 Vol 3, No 06 (2014): Edukasi Islami : Jurnal Pendidikan Islam - Juli 2014 Vol. 3 No. 06 (2014): Edukasi Islami : Jurnal Pendidikan Islam - Juli 2014 Vol. 3 No. 05 (2014): Edukasi Islami : Jurnal Pendidikan Islam - Januari 2014 Vol 3, No 05 (2014): Edukasi Islami : Jurnal Pendidikan Islam - Januari 2014 Vol 2, No 04 (2013): Jurnal Edukasi Islami - Juli 2013 Vol. 2 No. 04 (2013): Jurnal Edukasi Islami - Juli 2013 Vol. 2 No. 03 (2013): Jurnal Edukasi Islami - Januari 2013 Vol 2, No 03 (2013): Jurnal Edukasi Islami - Januari 2013 Vol 1, No 02 (2012): Jurnal Edukasi Islami - Juli 2012 Vol. 1 No. 02 (2012): Jurnal Edukasi Islami - Juli 2012 Vol 1, No 01 (2012): Jurnal Edukasi Islami - Januari 2012 Vol. 1 No. 01 (2012): Jurnal Edukasi Islami - Januari 2012 More Issue