cover
Contact Name
Thomas Triadi Putranto
Contact Email
jgt@live.undip.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jgt@live.undip.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Geosains dan Teknologi
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 26156520     EISSN : 2620634X     DOI : -
Jurnal Geosains dan Teknologi (JGT) merupakan terbitan berkala yang diterbitkan oleh Departemen Teknik Geologi Universitas Diponegoro. JGT menyediakan ruang publikasi untuk karya ilmiah di bidang ilmu kebumian dan terapan teknologinya.
Arjuna Subject : -
Articles 117 Documents
Integrasi Metode Gravity dan Metode Geomagnetik Menggunakan Dekonvolusi Euler untuk Delineasi Struktur pada Sistem Panas Bumi di Kawasan Candi Umbul-Telomoyo, Magelang, Jawa Tengah Hanatha, Fauzi Daffa; Hamid, Hanafiah
Jurnal Geosains dan Teknologi Vol 7, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgt.7.1.2024.19-28

Abstract

Penelitian berlokasi di daerah outflow Candi Umbul -Telomoyo yang memiliki sistem panas bumi yang ditandai dengan adanya manifestasi air panas. Pemetaan struktur bawah permukaan dilakukan dengan metode geomagnet dan gravity dengan menggunakan analisis euler deconvolution untuk memperjelas orientasi, kedalaman, dan lokasi struktur. Hasil yang diperoleh berdasarkan nilai gravity, zona manifestasi berada pada nilai anomali gravity rendah dengan nilai 3,3 mgal hingga 7,4 mgal dan terdapat zona anomali tinggi di sebelah selatan manifestasi dengan nilai 7,4 mgal hingga 13,4 mgal. Berdasarkan nilai geomagnet, terdapat nilai magnetik rendah pada daerah manifestasi dengan nilai -472,8 nT hingga -89,7 nT dan terdapat nilai tinggi pada bagian selatan dengan nilai -89,7 nT hingga 415,4 nT. Zona anomali rendah pada daerah manifestasi mata air panas diinterpretasikan sebagai zona hancuran akibat struktur dan telah teralterasi. Hasil euler deconvolution menunjukkan adanya sesar utama berarah barat-timur yang diinterpretasikan sebagai sesar pengontrol panas bumi di daerah penelitian. Perhitungan euler deconvolution pada anomali geomagnet didapatkan struktur sedalam ±156,8 m dan pada anomali gravity didapatkan struktur sedalam ±524,9 m.
Pemodelan 3D Kawasan Longsor Berdasarkan Data Geolistrik Konfigurasi Schlumberger di Kecamatan Ungaran Timur Widyaningrum, Erlina; Niyartama, Thaqibul Fikri; Wibowo, Nugroho Budi; Andi, Andi
Jurnal Geosains dan Teknologi Vol 7, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgt.7.1.2024.29-35

Abstract

Desa Kalongan merupakan daerah yang mengalami tanah longsor yang sangat ekstrim pada tahun 2022. Tanah longsor di desa ini terjadi di sekitar pemukiman warga sehingga sangat membahayakan apabila terjadinya longsor secara terus menerus. Salah satu faktor utama penyebab terjadinya tanah longsor yaitu bidang gelincir. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pemodelan 3D dan menganalisis bidang gelincir berdasarkan pemodelan 3D kawasan longsor sebagai penyebab terjadinya tanah longsor di Desa Kalongan. Daerah penelitian terletak di Desa Kalongan Kecamatan Ungaran Timur Kabupaten Semarang. Pengukuran geolistrik sebanyak 11 titik pengukuran dengan panjang lintasan bervariasi antara 120 m s.d. 300 m. Hasil pemodelan multilog 3D menunjukkan distribusi nilai dan susunan lapisan bawah permukaan berdasarkan nilai resistivitasnya. Hasil pemodelan stratigrafi menunjukkan tiga klasifikasi stratigrafi pada daerah penelitian yaitu batuan sedimen (material longsor) dengan nilai resistivitas 1,05 Ωm s.d. 659,16 Ωm, batuan sedimen (diduga sebagai bidang gelincir) dengan nilai resistivitas 0,31 Ωm s.d. 38,45 Ωm, dan batuan dasar dengan nilai resistivitas 469,96 Ωm s.d. 4.130,37 Ωm. Berdasarkan hasil pemodelan tersebut bidang gelincir berasal dari batuan sedimen dengan nilai resistivitas yang rendah yaitu 0,31 Ωm s.d. 38,45 Ωm yang diidentifikasikan sebagai batulempung dan dominan mengarah dari selatan menuju utara.
Analisis Perbandingan Transportasi Sedimen Menggunakan Metode Granulometri pada Sungai Damar Section Hulu dan Hilir Kabupaten Kendal Wicitra, Annisa Puspa; Taufiqi, Khoirul; Rianawati, Ranita Fitri; Jayanti, Anita Galih Ringga
Jurnal Geosains dan Teknologi Vol 7, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgt.7.1.2024.62-74

Abstract

Granulometri merupakan analisis untuk mengidentifikasi ukuran butiran dan hubungannya dengan proses sedimentasi. Penelitian ini dilakukan di aliran Sungai Damar, Kabupaten Kendal, dengan dua titik lokasi pengambilan sampel, yaitu di hulu (Kecamatan Sukorejo) dan hilir (Kecamatan Weleri). Keterdapatan endapan sedimen material vulkanik, material batuan karbonat pada Formasi Kerek, dan aluvial yang terdapat di sepanjang aliran Sungai Damar menjadi cukup menarik untuk mengetahui  proses transportasi sedimen berdasarkan ukuran butiran yang tertransportasi. Metode yang digunakan adalah analisis granulometri cara grafis, untuk mendapatkan nilai sortasi, Skewness, dan Kurtosis. Hasil penelitian menunjukkan aliran Sungai Damar melalui beberapa formasi, seperti Formasi Kaligetas, Formasi Kerek, Formasi Damar, dan Endapan Aluvium. Dari hasil perhitungan didapatkan nilai sortasi kedua sampel dengan sortasi sangat baik, nilai Skewness kedua sampel termasuk ke dalam strongly coarse skewed, sedangkan dari hasil Kurtosis pada bagian hulu termasuk platykurtic, sedangkan bagian hilir termasuk very leptokurtic. Dari hasil transportasi tersebut menunjukkan adanya faktor kontrol lain, seperti kondisi geologi, geomorfologi, dan hidrodinamika mempengaruhi proses transportasi sedimen di Sungai Damar. Formasi geologi pada bagian hulu tingkat erosi lebih tahan daripada bagian hilir. Geomorfologi mencakup bentuklahan struktural berbukit terjal di hulu dan landai di hilir. Hidrodinamika dengan pola aliran dendritik dan cabang sungai pendek yang mempengaruhi transportasi sedimen di wilayah tersebut. Pada bagian hulu, dominan traksi karena kemiringan lereng yang curam, sedangkan dominan saltasi di hilir karena kemiringan lereng yang lebih landai.
Analisis Pengaruh Perubahan Tutupan Lahan Terhadap Ancaman Bencana Longsor Dengan Menggunakan Sistem Informasi Geografis (Studi Kasus: Kabupaten Kebumen) Hanifudin, Faiz; Nugraha, Arief Laila; Firdaus, Hana Sugiastu
Jurnal Geosains dan Teknologi Vol 7, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgt.7.1.2024.36-46

Abstract

Bencana longsor merupakan bencana yang paling sering terjadi di Kabupaten Kebumen. Berdasarkan data BNPB tercatat pada tahun 2014 hingga 2023 terdapat 400 bencana, 193 diantaranya merupakan bencana tanah longsor. Pada penelitian ini dilakukan pemetaan ancaman bencana tanah longsor pada tahun 2016 dan 2022 serta dilakukan analisis terkait perubahan tutupan lahan yang paling mempengaruhi terhadap bencana longsor. Pembuatan peta ancaman mengacu pada Permen PU No.22/PRT/M/2007 dengan enam parameter yaitu kemiringan lereng, curah hujan, kedekatan sesar, jenis tanah, jenis batuan, dan tutupan lahan. Pembobotan parameter menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) serta analisis pengaruh perubahan tutupan lahan menggunakan metode Frequency ratio (FR). Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa bencana longsor di Kabupaten Kebumen tahun 2016 dan 2022 tidak memiliki perubahan signifikan, untuk ancaman longsor didominasi oleh kelas rendah berkisar 73%, kelas sedang 24%, kelas 3%, dan yang terakhir kelas sangat tinggi 0%. Untuk analisis pengaruh perubahan terhadap ancaman longsor, perubahan tutupan lahan menjadi lahan kosong merupakan perubahan tutupan lahan yang mempunyai pengaruh paling besar terhadap ancaman bencana longsor. Sedangkan perubahan tutupan lahan menjadi hutan merupakan perubahan tutupan lahan yang paling kecil pengaruhnya terhadap ancaman tanah longsor, hal ini dibuktikan dengan nilai FR lebih dari 1 dan cenderung lebih besar dari tutupan lahan lainnya.
Analisis Kinematik Dan Karakterisasi Massa Batuan Menggunakan Metode Kuantifikasi Geological Strength Index (GSI) Pada Lereng Tambang Batubara PT. Mifa Bersaudara Wusqa, Urwatul; Rezky, Danu Mirza
Jurnal Geosains dan Teknologi Vol 7, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgt.7.1.2024.47-61

Abstract

Karakterisasi dilakukan untuk mempelajari dan mengelompokkan massa batuan berdasarkan keterdapatan struktur, pelapukan serta faktor lain yang dapat mempengaruhi kondisi massa batuan, Kondisi massa batuan terus berubah seiring berjalannya waktu dan pergerakan kemajuan penambangan. Oleh karena itu, Pembaruan data mengenai kekuatan massa batuan diperlukan sebagai adjusment parameter analsis kestabilan lereng guna memastikan rekomendasi geoteknik yang dikeluarkan sesuai dengan kondisi aktual di lapangan. Metode karakterisasi massa batuan yang digunakan adalah kuantifikasi GSI yang diperbarui oleh Sonmez dan Ulusay (1999), dengan menggunakan dua parameter yaitu struktur rating dan surface condition rating. Metode kuantifikasi GSI dipakai untuk mengurangi bias dari penentuan GSI secara kualitatif. Analisis kinematik dilakukan menggunakan proyeksi stereografis menggunakan software Dips untuk menentukan potensi longsoran apa yang mungkin terjadi sesuai hasil geotechnical mapping dilapangan. Dari sembilan lereng yang di mapping, teridentifikasi tiga jenis longsoran, yakni longsoran toppling, baji, dan bidang. Hasil pengelompokkan massa batuan terhadap sembilan lereng menunjukkan bahwa kelas massa batuan sebagian besar berada pada tingkat baik dan sedang. Hasil dari GSI akan digunakan sebagai parameter masukan kekuatan massa batuan pada saat analisis dengan output rekomendasi geometri lereng tambang sesuai dengan lokasi pengukuran. Penjelasan tentang pemilihan metode kuantifikasi GSI serta tahapan penentuan nilai GSI dan analisis kinematic dibahas lebih lanjut pada paper ini.
Karakteristik Unsur Nikel berdasarkan Litologi, Mineralogi, dan Analisis Fraksi Butir pada Zona Saprolit di Lapangan “K”, Pulau Gebe, Kabupaten Halmahera Tengah, Provinsi Maluku Utara, Indonesia Imalianda, Nabila Putri; Pratomo, Septyo Uji; Sutarto, Sutarto; Darmawan, Petrus P. Abimanyu
Jurnal Geosains dan Teknologi Vol 7, No 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgt.7.2.2024.111-122

Abstract

Pulau Gebe, yang terletak di Kabupaten Halmahera Tengah, Provinsi Maluku Utara, merupakan salah satu wilayah dengan potensi endapan nikel laterit yang signifikan akibat proses pelapukan ultramafik yang intensif. Zona saprolit dalam endapan laterit ini menjadi fokus utama eksplorasi karena kandungan nikel yang bernilai ekonomis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik dan distribusi nikel serta unsur-unsur lainnya berdasarkan analisis litologi, mineralogi, dan analisis fraksi butir pada zona saprolit di lapangan “K”, Pulau Gebe, Kabupaten Halmahera Tengah, Indonesia. Metode penelitian yang dilakukan antara lain pemetaan geologi permukaan berskala 1:4.000 dan pengambilan sampel batuan, analisis deskriptif secara megaskopis, serta analisis kuantitatif dengan menggunakan X-ray Fluorescence (XRF). Berdasarkan pemetaan geologi, stratigrafi daerah penelitian terbagi menjadi dua satuan litodem, yaitu satuan litodem Peridotit Gebe dan satuan litodem Serpentinit Gebe dengan interpretasi struktur geologi berupa sesar mendatar menganan berarah baratlaut-tenggara. Hasil analisis laboratorium menunjukkan bahwa kadar nikel, besi, silikon, dan magnesium pada zona saprolit bervariasi tergantung pada ukuran fraksi butir, mineralogi, dan litologi dari bedrock. Pada ukuran butir yang lebih halus, terjadi pengayaan nikel yang signifikan, terutama di lokasi yang mengalami proses laterisasi lebih intensif. Hasil penelitian menunjukkan korelasi langsung antara litologi serta mineralogi bedrock dengan kadar nikel pada zona saprolit, dengan keberadaan garnierit yang meningkatkan kelayakan ekonomis di titik-titik tertentu. Litologi yang dominan di setiap lokasi, seperti peridotit dan serpentinit, serta variabilitas mineralogi, terutama mineral pembawa nikel, secara substansial mempengaruhi distribusi dan konsentrasi nikel.
Analisis Deformasi menggunakan DInSAR pada Gempa Bumi Blitar 10 April 2021 dan Kaitannya dengan Jenis Batuan Makara, Desnata Pozya Adi
Jurnal Geosains dan Teknologi Vol 8, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgt.8.1.2025.24-33

Abstract

Gempa bumi sering terjadi di Indonesia akibat aktivitas tektonik di zona subduksi. Pada 10 April 2021, gempa berkekuatan 6,1 Mw mengguncang Kabupaten Blitar, menyebabkan kerusakan infrastruktur dan perubahan topografi yang signifikan. Penelitian ini menganalisis deformasi permukaan akibat gempa tersebut menggunakan metode Differential Interferometry Synthetic Aperture Radar (DInSAR) dengan data satelit Sentinel-1, yang memungkinkan pemantauan perubahan elevasi tanah secara akurat. Hasil analisis menunjukkan bahwa seluruh wilayah Kabupaten Blitar mengalami subsidensi dengan rentang deformasi antara -0,566 m hingga -0,357 m. Deformasi terbesar terdeteksi di daerah dengan litologi batuan vulkanik muda dan sedimen tidak terkonsolidasi yang rentan terhadap perubahan struktural akibat gempa. Jenis batuan dan kondisi tanah berperan dalam amplifikasi gelombang seismik dan risiko likuefaksi. Wilayah dengan batuan berpori tinggi mengalami pergeseran tanah lebih signifikan dibandingkan dengan daerah yang memiliki batuan lebih padat. Temuan ini memberikan wawasan penting untuk mitigasi bencana dan perencanaan infrastruktur tahan gempa. Selain itu, penelitian ini membuktikan bahwa metode DInSAR efektif dalam mendeteksi deformasi permukaan akibat aktivitas seismik dan dapat diterapkan dalam studi pemantauan risiko gempa di wilayah rawan bencana.
Analisis Karakteristik Reservoir dan Perhitungan Volumetrik Cadangan Gas Bumi pada Prospek Reservoir Formasi Meliat, Lapangan ARB Job Pertamina-Medco E&P Simenggaris Abdurrahman, Rais Brian; Setyawan, Reddy; Ali, Rinal Khaidar
Jurnal Geosains dan Teknologi Vol 7, No 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgt.7.2.2024.123-134

Abstract

Lokasi penelitian berada di Lapangan ARB, Cekungan Tarakan Pulau Kalimantan yang memiliki 4 sumur eksplorasi dan produksi. Cekungan Tarakan termasuk lingkungan pengendapan berasal dari delta plain. Target reservoir berada pada Formasi Meliat yang memiliki prospek hidrkarbon sehingga menarik mengevaluasi karakteristik reservoir. Tujuan penelitan ini mengidentifikasi zona prospek hidrokarbon pada Formasi Meliat menggunakan metode analisis kualitatif dan kuantitatif, serta mengetahui estimasi jumlah cadangan gas menggunakan metode volumetrik. Berdasarkan analisis elektrofasies dan data core Formasi Meliat terbentuk pada distributary channel bagian dari delta plain. Berdasarkan analisis kualitatif dapat diketahui bahwa litologi daerah penelitian adalah batupasir dolomit, serpih, batubara, dan diidentifikasi terdapat 21 reservoir dengan jenis fluida berupa air dan gas pada lokasi penelitian. Berdasarkan analisis kuantitatif diketahui nilai cut-off yang digunakan meliputi PHIE>0,084 V/V, Sw<0,7 V/V dan Vsh<0,412 V/V, sehingga berdasarkan nilai tersebut dapat diidentifikasi 3 prospek reservoir hidrokarbon pada lokasi penelitian. Berdasarkan analisis perhitungan volumetrik didapatkan reservoir RBA-12 menghasilkan cadangan gas sebesar 12,7 MMSCF/d, reservoir RBA-34 menghasilkan cadangan gas sebesar 4,58 MMSCF/d, reservoir RBA-24 menghasilkan cadangan gas sebesar 5,3 MMSCF/d. Cadangan gas paling besar terdapat pada reservoir RBA-12 dikarenakan karakteristik reservoir dan lingkungan pengendapan pada reservoir tersebut mendukung untuk terakumulasinya gas secara maksimal.
Analisis Potensi Pasir Kuarsa Sebagai Bahan Baku Semikonduktor Daerah Kecamatan Dusun Selatan dan Dusun Utara, Kabupaten Barito Selatan, Provinsi Kalimantan Tengah Arif, Subhan; Razi, Faizal; Fadhli, T. Muharrizal
Jurnal Geosains dan Teknologi Vol 8, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgt.8.1.2025.34-41

Abstract

Kebutuhan akan pasir silika berkualitas tinggi untuk berbagai aplikasi industri, terutama sebagai bahan baku semikonduktor membutuhkan eksplorasi komoditi ini perlu ditingkatkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui geometri dan persebaran batupasir kuarsa serta kualitas pasir kuarsa di lokasi penelitian sebagai bahan baku semikonduktor. Metode yang digunakan adalah analisis geokimia X-ray fluorescence (XRF) untuk mengukur komposisi masing-masing sampel. Karakter pasir kuarsa berupa endapan dengan ukuran butir membundar tanggung, sortasi baik. Hasil analisis menunjukkan bahwa Sampel 1 dan Sampel 3 memiliki kandungan SiO2 yang tinggi (di atas 99%), namun masih mengandung pengotor di atas batas yang ditetapkan untuk bahan semikonduktor. Sampel 2 memiliki kandungan SiO2 terendah (92,17%) dan pengotor tertinggi. Analisis korelasi Pearson menunjukkan hubungan negatif yang kuat antara SiO₂ dengan pengotor, terutama Al2O3 dan TiO2. Disimpulkan bahwa ketiga sampel pasir silika tidak memenuhi standar kemurnian untuk bahan baku semikonduktor tanpa proses pemurnian lebih lanjut.
Karakteristik Petrografi Batugamping Anggota Batugamping Formasi Bojongmanik, Ciampea, Provinsi Jawa Barat Dalimunthe, Hasnan Luthfi; Jambak, Ali; Putra, Bagaskara Wahyu Purnomo
Jurnal Geosains dan Teknologi Vol 7, No 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgt.7.2.2024.135-142

Abstract

Batugamping pada Anggota Batugamping Formasi Bojongmanik yang berlokasi di daerah Ciampea memiliki umur yang ekuivalen dengan Formasi Parigi di Cekungan Jawa Barat Utara yang memiliki cadangan gas 1490 BCF, sehingga sangat menarik untuk dipelajari dan diteliti dari segi fasies sebagai analogi Formasi Parigi di bawah permukaan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan karakteristik petrografi dari Anggota Batugamping Formasi Bojongmanik. Metode penelitian adalah pengambilan sampel batuan yang kemudian dilakukan analisis petrografi dan point counting untuk penamaan dan komposisi batuan. Interpretasi dilakukan dengan mengambil sampel dari 16 singkapan batugamping di daerah penelitian yang digunakan untuk analisis petrografi yang menunjukkan litologi packestone, wackestone dan boundstone. Hasil analisis petrografi menunjukkan terdapat 3 tipe mikrofasies yang teridentifikasi, yaitu 1) boundstone, 2) red algae packstone, 3) skeletal wackestone, dengan tipe standard microfacies (SMF) 10 (bioclastic packstone or wackestone with worn skeletal grain), SMF 8 (wackestone or floatstone which whole fossils), dan SMF 7 (organic boundstone, platform margin reef). Lingkungan pengendapan berada pada Facies Zone (FZ) 7 (open marine) dan FZ 5(organic buildups).

Page 11 of 12 | Total Record : 117