cover
Contact Name
Thomas Triadi Putranto
Contact Email
jgt@live.undip.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jgt@live.undip.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Geosains dan Teknologi
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 26156520     EISSN : 2620634X     DOI : -
Jurnal Geosains dan Teknologi (JGT) merupakan terbitan berkala yang diterbitkan oleh Departemen Teknik Geologi Universitas Diponegoro. JGT menyediakan ruang publikasi untuk karya ilmiah di bidang ilmu kebumian dan terapan teknologinya.
Arjuna Subject : -
Articles 129 Documents
Kajian Studi Hidrogeologi dan Hidrogeokimia di Area Waste Dump PT. XYZ Octaviani, Hanifa; Iskandar, Irwan; Al Hakim, Andy Yahya; da Costa, Janice Clementine
Jurnal Geosains dan Teknologi Article in progress
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgt.0.0.0.%p

Abstract

PT. XYZ merupakan perusahaan tambang emas yang membangun sistem underdrain untuk mengalirkan air permukaan melewati area waste dump. Seiring peningkatan elevasi timbunan, muncul rembesan dengan debit tinggi saat hujan (hingga ±8 L/s) dan tetap muncul pada musim kering (±1 L/s). Kondisi ini mengindikasikan muka airtanah telah mencapai permukaan, sehingga air keluar sebagai seepage yang berpotensi mengganggu kestabilan lereng serta menjadi jalur transport kontaminan. Uji tracer rhodamine tidak menunjukkan hasil pada area hilir, diduga akibat dilusi dan penjebakan pada kantong air bawah permukaan, sehingga diperlukan studi hidrogeologi dan hidrogeokimia untuk mengetahui sumber dan mekanisme rembesan. Penelitian ini mengintegrasikan pengukuran fisika-kimia in situ dan analisis laboratorium terhadap sampel airtanah, air permukaan, dan air hujan. Analisis ion utama dan logam terlarut dilakukan menggunakan IC dan ICP-MS, sedangkan isotop stabil δ²H–δ¹⁸O dan δ¹³C dianalisis dengan Picarro Analyzer serta IRMS. Hasil plot pada diagram Piper menunjukkan dua fasies air, yaitu Ca-SO₄ dan Ca-HCO₃. Data isotop mendukung bahwa rembesan berasal dari interaksi airtanah dangkal dan air permukaan yang meresap melalui zona permeabel. Model konseptual aliran bawah permukaan berhasil menggambarkan jalur rembesan potensial, dan penelitian ini merekomendasikan peningkatan sistem drainase, kontrol infiltrasi, serta optimalisasi underdrain sebagai mitigasi.
Prediksi Jarak Lemparan Flyrock pada Aktivitas Peledakan Overburden Tambang Batubara di PIT 110 IUP PT. Kemilau Rindang Abadi Rifai, Achmad; Wijaya, R. A. E.; Pandita, Hita
Jurnal Geosains dan Teknologi Vol 8, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgt.8.2.2025.85-92

Abstract

Lokasi penelitian berada di Pit 110 IUP PT. Kemilau Rindang Abadi yang merupakan lokasi pertambangan batubara, dengan aktivitas peledakan sebagai metoda utama dalam memberai overburden. Namun, aktivitas peledakan berpotensi menyebabkan kerugian apabila flyrock mengenai alat atau manusia, sehingga perlu diperhitungkan prediksi lemparan flyrock. Tujuan penelitian untuk mengetahui nilai prediksi jarak lemparan flyrock, dan mengetahui korelasi parameter-parameter peledakan yang berpengaruh terhadap jarak lemparan flyrock. Metoda penelitian yang digunakan pada penelitian ini yaitu metoda kuantitatif dengan menghitung rumusan prediksi jarak lemparan flyrock yang dibandingkan dengan jarak aktual flyrock yang diukur menggunakan GPS handheld dan meteran. Berdasarkan perhitungan prediksi Richard dan Moore dihasilkan nilai deviasi yang sangat tinggi dengan hasil perhitungan metoda face burst memiliki penyimpangan sebesar 118,01 m (93%), cratering 90,60 m (69%), dan rifling 97,01 m (74%), kemudian perhitungan prediksi Ebrahim Ghasemi dengan perhitungan analisis dimensi dihasilkan nilai dengan tingkat keakuratan paling tinggi yaitu 77% dengan penyimpangan sebesar 28,7 m (23%) yang dijadikan rekomendasi perhitungan prediksi jarak flyrock. Berdasarkan hasil analisis regresi linier diketahui parameter yang dapat dikontrol dari tingkatan tertinggi hingga terendah yaitu kedalaman (R2=0,8024), burden (R2=0,7433), water content (R=0,6734), dan powder factor (R=0,6292), dan spacing (R2=0,0061).
Perancangan Desain Timbunan Batubara dan Pengaruhnya Terhadap Kestabilan Lereng di Sekitar ROM 4 Site DMP PT Cipta Kridatama Suparno, Fanteri Aji Dharma; Kusuma, Di Ajeng Arum; Haeruddin, Haeruddin; Aminah, Siti; Manek, Emanuel Grace; Rini, Utari Sulistyo; Mulyani, Kurnia Dewi
Jurnal Geosains dan Teknologi Article in progress
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgt.0.0.0.%p

Abstract

Peningkatan produksi batubara di PT Cipta Kridatama site Dizamatra Powerindo memerlukan penambahan area Run of Mine (ROM) untuk menampung kelebihan produksi. ROM 4 sebagai area timbunan baru belum memiliki data teknis terkait daya dukung tanah, tinggi maksimum timbunan, dan kestabilan lereng. Penelitian ini bertujuan mengkaji kondisi geoteknik ROM 4 melalui uji berat volume batubara dan Dynamic Cone Penetrometer (DCP) untuk menentukan tinggi timbunan yang optimal. Analisis kestabilan lereng dilakukan menggunakan empat metode Limit Equilibrium Method (LEM): Bishop, Janbu, Morgenstern-Price, dan Spencer. Hasil penelitian menunjukkan desain optimal timbunan ROM 4 memiliki tinggi maksimum 17 meter, sudut lereng 36°, dan kapasitas 511.594,44 ton. Nilai faktor keamanan (FK) pada kondisi statis >1,3 dan dinamis >1,1. Metode Janbu menghasilkan nilai FK terkecil dibandingkan metode lainnya. Nilai FK setelah pembebanan menurun dibanding sebelum pembebanan akibat pengaruh beban tambahan terhadap kestabilan lereng. Secara keseluruhan, lereng ROM 4 dinyatakan aman dan sesuai dengan Keputusan Menteri ESDM No. 1827/K/30/MEM/2018.
Penentuan Konstanta Massa Batuan Utuh (mi) Andesit Pada Pertambangan Rakyat Bawah Tanah Emas Plampang II, Kulon Progo, Yogyakarta Suryani, Diana Azizah; Saptono, Singgih; Dwinagara, Barlian; Wiyono, Bagus; Rosadi, Peter Eka; Titisariwati, Indun
Jurnal Geosains dan Teknologi Vol 8, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgt.8.2.2025.93-104

Abstract

Penambangan bawah tanah memiliki tantangan utama dalam menjaga kestabilan lubang bukaan, yang sangat dipengaruhi oleh kekuatan massa batuan. Di daerah penambangan emas rakyat Plampang II, batuan andesit sebagai batuan induk memerlukan penentuan nilai konstanta massa batuan utuh (mi) sebagai parameter dalam generalized Hoek-Brown failure criterion untuk memperkirakan kekuatan batuan di bawah kondisi tegangan tiga arah. Penelitian ini menggunakan uji triaksial terhadap lima belas conto batuan andesit dengan variasi tegangan utama minimum (σ3). Data diolah menggunakan pendekatan statistik dan numerik untuk menentukan nilai mi, lalu dianalisis kesesuaiannya dengan referensi dari Hoek (2006). Nilai mi yang diperoleh, yakni 29,46 (statistik) dan 27,14 (numerik), berada dalam rentang literatur (25 ± 5) menurut Hoek (2006). Nilai mi hasil penelitian digunakan dalam simulasi kestabilan lubang bukaan dan vertical shaft menggunakan perangkat lunak elemen hingga. Hasil simulasi menunjukkan bahwa lubang bukaan dan vertical shaft menunjukkan kondisi tidak stabil. Nilai Strength Factor (SF) pada keduanya kurang dari 1,00, menandakan kondisi batuan sudah berada di fase plastis. Oleh karena itu, diperlukan penyangga tambahan untuk meningkatkan kestabilan dan keamanan tambang bawah tanah.
Identifikasi Jalur Air Panas dengan Menggunakan Metode Geolistrik 2D dan Very Low Frequency Electromagnetic di Desa Muara Putih, Kecamatan Natar, Lampung Selatan Atsani, Ahmad Rozali; Rumansah, Raka Putra Pratama; Saragi, Ibrani Uli; Cahyanto, Muhammad Hashfi; Irawati, Selvi Misnia
Jurnal Geosains dan Teknologi Article in progress
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgt.0.0.0.%p

Abstract

Mata air panas Cisarua di Desa Muara Putih, Natar, Lampung Selatan, merupakan manifestasi panas bumi yang terletak jauh dari zona vulkanik aktif, sehingga memerlukan penelitian untuk memahami mekanisme kemunculannya. Daerah ini tersusun atas endapan vulkanik muda, Formasi Lampung, dan batuan malihan, serta dilalui patahan berarah barat laut–tenggara sebagai bagian dari Sesar Lampung Panjang. Penelitian ini bertujuan mendeteksi jalur aliran fluida panas bumi melalui kombinasi metode Geolistrik 2D dan Very Low Frequency Electromagnetic (VLF-EM). Pengukuran dilakukan pada dua lintasan terintegrasi, sepanjang 350 m dan 470 m. Data VLF-EM diolah menggunakan filter NA- MEMD, Fraser, dan Karous-Hjelt serta inversi 2D. Hasilnya menunjukkan anomali resistif vertikal (≤100 Ωm) dan anomali resistif dangkal (≤60 Ωm) yang diduga jalur fluida. Tiga lapisan utama teridentifikasi: top soil (>80 Ωm), lempung tufan (0–20 Ωm), dan lempung pasiran (20–70 Ωm). Pada lintasan pertama terindikasi tiga zona sesar, salah satunya sesuai dengan penelitian sebelumnya yang diperkirakan sebagai jalur air panas dengan arah barat laut–tenggara . Lintasan kedua tidak menunjukkan sesar karena tidak adanya kontras anomali resistivitas dan tidak didukung oleh data sekunder atau penelitian yang lain. Kedua metode menunjukkan pola resistivitas yang selaras, sehingga efektif digunakan untuk studi pendahuluan panas bumi.
Pemetaan Sebaran Tingkat Bahaya Dan Laju Erosi Di DAS Brantas Tahun 2025 Menggunakan Metode RUSLE ( REVISED UNIVERSAL SOIL LOSS EQUATION) Kurniasih, Mirna; Azhari, Desy Fitriani; Hudzwah, Rifdah Ashma; Rohmat, Dede; Handayani, Tiara
Jurnal Geosains dan Teknologi Vol 8, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgt.8.2.2025.105-123

Abstract

Erosi tanah merupakan permasalahan utama yang mengancam kelestarian Daerah Aliran Sungai(DAS) Brantas, Jawa Timur. Aktivitas pemanfaatan lahan yang intensif tanpa memperhatikanprinsip konservasi tanah memperparah laju degradasi lahan di kawasan ini. Penelitian inibertujuan untuk memetakan sebaran tingkat bahaya dan laju erosi di DAS Brantas tahun 2025menggunakan metode Revised Universal Soil Loss Equation (RUSLE). Parameter RUSLE yangdigunakan dalam penelitian ini meliputi faktor erosi hujan (R), erodibilitas tanah (K), panjangdan kemiringan lereng (LS), penutup lahan (C), serta tindakan konservasi (P), yang seluruhnyadiolah secara spasial dengan bantuan Sistem Informasi Geografis (SIG). Hasil analisismenunjukkan bahwa laju erosi di DAS Brantas sangat bervariasi dengan kategori bahaya erosimulai dari rendah hingga sangat berat. Sebaran bahaya erosi tertinggi umumnya terkonsentrasidi wilayah perbukitan yang mengalami konversi lahan hutan menjadi lahan pertanian dengankemiringan lereng curam serta minimnya penerapan konservasi lahan. Temuan ini menunjukkanpentingnya penguatan konservasi lahan terpadu berbasis spasial untuk menekan laju degradasitanah di DAS Brantas secara berkelanjutan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuandalam perencanaan pengelolaan DAS yang lebih efektif.
Pemetaan Ancaman Tanah Longsor Menggunakan Metode Frequency Ratio di Kabupaten Temanggung Kurniawan, Akhmad; Rahman, Muhammad Fiqri; Firdaus, Hana Sugiastu; Awaluddin, Moehammad
Jurnal Geosains dan Teknologi Article in progress
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgt.0.0.0.%p

Abstract

Tanah longsor merupakan bencana alam yang sering terjadi di Indonesia, khususnya di wilayah pegunungan seperti Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Kabupaten ini memiliki dua gunung aktif, Sindoro dan Sumbing, serta tingkat kejadian longsor yang tinggi, dengan 71 kasus tercatat pada tahun 2023 hingga Februari 2025 di Kecamatan Kranggan, Kandangan, Kaloran, dan Pringsurat. Penelitian ini bertujuan memetakan tingkat kerawanan longsor menggunakan metode Frequency Ratio (FR) berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) dengan mempertimbangkan sepuluh parameter lingkungan. Hasil analisis menunjukkan bahwa kemiringan lereng >20% memiliki nilai FR sebesar 7,724, arah lereng barat laut FR 2,275, jenis batuan Gunungapi Gilipetung FR 3,495, dan jarak dari garis sesar 1.000–2.000 m FR 2,367, yang semuanya berkontribusi signifikan terhadap kerentanan longsor. Pemetaan zona kerawanan menggunakan Jenks Natural Breaks menghasilkan tiga zona: rendah (LSI 2,39–8,60), sedang (LSI 8,60–12,07), dan tinggi (LSI 12,07–19,41), dengan zona tinggi mendominasi bagian utara Kaloran dan timur Kandangan. Validasi model menggunakan Area Under Curve (AUC) menunjukkan Success Rate sebesar 0,875 dan Prediction Rate 0,682, menandakan akurasi yang baik. Penelitian ini menegaskan bahwa metode FR efektif dalam mengidentifikasi zona rawan longsor serta menjadi dasar penting untuk mitigasi bencana dan perencanaan tata ruang di Kabupaten Temanggung.
Analisis Batugamping Sebagai Bahan Baku Semen Di Desa Gombang Kabupaten Gunung Kidul Hardiyanto, Dwi Wahyu; Pandita, Hita
Jurnal Geosains dan Teknologi Vol 8, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgt.8.2.2025.124-130

Abstract

The Wonosari Formation is composed of reef limestone, which possesses excellent qualifications as raw material for cement production. However, the presence of the Gunung Sewu Geopark has limited the permissible mining areas, making it interesting to study its potential not only as cement raw material but also for other products. The quality and quantity levels of the limestone are of significant importance in both scientific and industrial contexts. The genesis of the limestone in the study area consists of muddy allochem limestone and muddy micrite. Porosity tests indicate that the limestone has a generally moderate to good porosity level, ranging from 15% to 20%, with dominant structures of vug and channel types. Chemically, it meets the standard requirements for economically viable cement raw material, with SiO₂, Al₂O₃, Fe₂O₃, MgO, and SO₃ contents below 5%, and CaO content above 50%.
Analisis Subsidence dan Kestabilan Lereng Disposal pada Area Sump Batutegi di Site North Tutupan, PT Adaro Indonesia Suparno, Fanteri Aji Dharma; Maulana, Muhammad Thoriq; Haeruddin, Haeruddin
Jurnal Geosains dan Teknologi Vol 8, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgt.8.2.2025.60-68

Abstract

PT Adaro Indonesia merupakan sebuah perusahaan tambang batubara dengan target produksi yang besar dan terus meningkat. Pertumbuhan produksi ini menghasilkan peningkatan volume tanah penutup yang harus dibongkar dan ditimbun. Namun, masalah yang dihadapi adalah keberadaan lumpur dalam jumlah besar di lapisan dasar disposal, yang dapat menyebabkan penurunan muka tanah pada area disposal tersebut. Penelitian ini bertujuan menganalisis subsidence yang terjadi pada disposal di area Sump Batutegi dan pengaruhnya terhadap faktor keamanan disposal. Analisis dilakukan dengan Metode Kesetimbangan Batas berupa Metode Bishop dan Janbu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subsidence rata-rata sekitar 2,34 cm, dengan faktor keamanan sebelum subsidence berkisar antara 1,78984 hingga 1,81830, bergantung pada metode yang digunakan. Setelah subsidence, faktor keamanan mengalami penurunan tetapi tidak signifikan. Dari ketiga metode, pengaruh subsidence terhadap faktor keamanan pada disposal berkisar antara 35,52% hingga 38,38%. Selain itu, trendline menunjukkan bahwa semakin besar subsidence, maka faktor keamanan akan semakin kecil.

Page 13 of 13 | Total Record : 129