cover
Contact Name
Maria Tuntun Siregar
Contact Email
Maria Tuntun Siregar
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal_ak@poltekkes.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. lampung selatan,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Analis Kesehatan
ISSN : 22523553     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Analis Kesehatan particularly focuses on the main problems in the development of the sciences of medical areas. It covers the parasitology, bacteriology, virology, haematology, clinical chemistry, toxicology, food and drink chemistry.
Arjuna Subject : -
Articles 179 Documents
Hubungan Antara Dengue Blood IgG IgM Dengan Jumlah Neutrofil Pada Pasien Anak Penderita Demam Dengue di RSUD Koja Jakarta Utara Susanti, Endang; Saktiningsih, Hari
Jurnal Analis Kesehatan Vol. 11 No. 2 (2022): JURNAL ANALIS KESEHATAN
Publisher : Department of Health Analyst, Politeknik Kesehatan, Kementerian Kesehatan Tanjungkarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jak.v11i2.3318

Abstract

AbstrakDemam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dengue dan ditularkan kepada manusia melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Data Ikatan Dokter Anak Indonesia  menunjukkan anak usia di bawah 15 tahun yang paling rentan terinfeksi. Pemeriksaan dengue IgG IgM di laboratorium dijadikan sebagai diagnosa dengue. Pada pemeriksaan jumlah neutrofil juga ikut berpengaruh terhadap kondisi pasien DBD. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pemeriksaan dengue IgG IgM dengan Neutrofil pada pasien DBD. Metode penelitian ini menggunakan cross sectional. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan cara Quota Sampling dan diperoleh jumlah sampel sebesar 30 sampel. Dari penelitian didapatkan hasil terdapat hubungan antara pemeriksaan dengue IgG IgM dengan jumlah Neutrofil yang bermakna secara statistik dengan nilai p value sebesar 0,009 (nilai Asymp. Sig (2-sided) < 0,05). Kesimpulan : Terdapat hubungan pemeriksaan dengue IgG IgM dengan jumlah Neutrofil.   Kata Kunci : Neutrofil, Dengue IgG IgM, Demam berdarah Dengue 
Pengaruh Penambahan Fruktosa dan Lama Penyimpanan terhadap Jumlah Bakteri Asam Laktat pada Produk Olahan Yoghurt Widhyasih, Retno Martini; Iriyanti, Dewi Bintang; Lestari, Puji
Jurnal Analis Kesehatan Vol. 11 No. 2 (2022): JURNAL ANALIS KESEHATAN
Publisher : Department of Health Analyst, Politeknik Kesehatan, Kementerian Kesehatan Tanjungkarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jak.v11i2.3205

Abstract

Yoghurt probiotik merupakan hasil fermentasi susu oleh bakteri asam laktat (BAL). Rasa yang asam menjadikan yoghurt kurang disukai konsumen, sehingga dilakukan penambahan pemanis seperti fruktosa. Jika yoghurt tidak habis terjual dalam sehari maka akan disimpan, sedangkan hal itu dapat berpengaruh terhadap total BAL. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi fruktosa dan lama penyimpanan terhadap total BAL pada yoghurt. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap pola faktorial dengan faktor pertama adalah konsentrasi fruktosa 10%, 20% dan 30%, serta faktor kedua yaitu lama penyimpanan 7, 14 dan 21 hari, pada suhu 2-8ᵒC. Seluruh perlakuan diulang 3 kali. Hipotesis diuji dengan Two Way ANOVA dan Duncan’s Multiple Range Test (CI 95%). Hasil menunjukkan bahwa variasi konsentrasi fruktosa dan lama penyimpanan berpengaruh nyata terhadap rata-rata total BAL (p<0,05). Konsentrasi optimum fruktosa adalah 20%, jika terlalu rendah maupun terlalu tinggi maka jumlah BAL menurun. Semakin lama waktu penyimpanan, total BAL cenderung menurun. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa total BAL tertinggi terdapat pada penambahan fruktosa  konsentrasi 20% yang disimpan selama 7 hari, sedangkan total BAL terendah terdapat pada penambahan fruktosa konsentrasi 30% yang disimpan 21 hari. Namun, rata-rata total BAL pada seluruh kondisi perlakuan masih sesuai standar SNI, sehingga masih layak sebagai minuman probiotik.
Pengaruh Penambahan Oksidator Pada Air Rendaman Angkak dan Daun Jati Terhadap Hasil Modifikasi Pewarnaan Gram Nurhidayat, Nurhidayat; Silviani, Yusianti
Jurnal Analis Kesehatan Vol. 11 No. 2 (2022): JURNAL ANALIS KESEHATAN
Publisher : Department of Health Analyst, Politeknik Kesehatan, Kementerian Kesehatan Tanjungkarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jak.v11i2.3249

Abstract

Penggunaan safranin memiliki kelemahan yaitu harganya yang mahal serta warnanya sulit terserap pada preparat tertentu. Penggunaan pewarna alami merupakan alternatif untuk menggantikan pewarna safranin. Salah satu pewarna alami yang dapat digunakan adalah air rendaman angkak dan daun jati. Penambahan oksidator pada pewarna alam menghasilkan lapang pandang bersih dan bentuk bakteri sempurna. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh penambahan oksidator pada air rendaman angkak dan daun jati terhadap modifikasi pewarnaan Gram. Desain penelitian adalah deskriptif dengan pendekatan eksperimental untuk melihat pengaruh penambahan oksidator KMnOâ‚„ dan Hâ‚‚Oâ‚‚ pada pewarna alami rendaman angkak dan daun jati terhadap bakteri gram positif dan bakteri gram negatif dengan mengamati parameter kejelasan lapangan pandang, kekontrasan warna dan kesempurnaan bentuk bakteri yang diwarnai. Teknik sampling menggunakan metode probability sampling secara simple random sampling. Hasil penelitian menunjukan hasil pewarnaan bakteri Staphylococcus aureus memberikan hasil baik dapat diamati dan diidentifikasi morfologi nya, sedangkan bakteri Escherichia.coli hanya terwarnai sel nya saja sedang morfologi tidak dapat diidentifikasi. Simpulan dari penelitian ini bahwa tidak ada pengaruh penambahan oksidator pada air rendaman angkak dan daun jati terhadap hasil modifikasi pewarnaan Gram.
Perbandingan Kadar Kadmium (cd2+) Dalam Darah Antara Pengguna Rokok Elektrik Metode Direct To Lung dan Metode Mouth To Lung Pada Komunitas Vapor Di Kota Bandar Lampung Nurdianto, Sefri; Wimpy, Wimpy
Jurnal Analis Kesehatan Vol. 11 No. 2 (2022): JURNAL ANALIS KESEHATAN
Publisher : Department of Health Analyst, Politeknik Kesehatan, Kementerian Kesehatan Tanjungkarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jak.v11i2.3227

Abstract

Merokok merupakan aktivitas yang tidak asing lagi bagi kita dalam kehidupan sehari-hari saat ini. Rokok konvensional yang dibakar berdampak negatif bagi tubuh. Beberapa tahun terakhir, banyak dari perokok konvensional beralih menggunakan rokok elektrik. Dalam liquid Rokok elektrik ditemukan beberapa logam yang berdampak bagi kesehatan manusia salah satunya adalah Kadmium..Rokok elektrik di hisap dengan 2 metode yang berbeda yaitu direct to lung dan mouth to lung. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan kadar Kadmium dalam darah pada pengguna 2 metode rokok elektrik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional study. Uji Statistik menggunakan Uji Mann Whitney untuk mengetahui perbandingan kadar Kadmium. Dari hasil penelitian di dapatkan bahwa secara statistik tidak ada perbedaan Kadar Kadmium dalam darah pada pengguna rokok elektrik yang menggunakan 2 metode penghisapan. Simpulan dari penelitian bahwa tidak ada perbedaan kadar Kadmium dalam darah pada pengguna rokok elektrik yang menggunakan 2 metode Hisap. Kadar Kadmium dalam darah pengguna rokok elektrik masih dalam batas normal. Hasil normal ini dapat di pengaruhi beberapa faktor diantaranya pola makan, diet, konsumsi buah dan sayuran, yang dapat mempengaruhi kadar Cd dalam darah.
Evaluasi Waktu Layanan dan Kepuasan Pengguna Terhadap Penggunaan Orange Sistem Informasi laboratorium di Puskesmas Sukaraja Dinutanayo, Wimba Widagdho; Sariyanto, Iwan
Jurnal Analis Kesehatan Vol. 11 No. 2 (2022): JURNAL ANALIS KESEHATAN
Publisher : Department of Health Analyst, Politeknik Kesehatan, Kementerian Kesehatan Tanjungkarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jak.v11i2.3637

Abstract

Penggunaan sistem informasi pada pelayanan kesehatan khususnya laboratorium sangat diperlukan untuk menyajikan data yang tepat, akurat dan jelas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan waktu layananan laboratorium (pra analitik, analitik dan pasca analitik) dan kepuasan pengguna terhadap penggunaan Orange Sistem Informasi laboratorium (OSIL) yang telah dibuat pada penelitian sebelumnya pada tahun 2021 untuk meningkatkan pelayanan laboratorium di Puskesmas Sukaraja Kota Bandar Lampung. Penelitian ini bersifat deskripsi analitik dengan responden sebanyak 50 responden sebelum digunakan OSIL dan 50 responden setelah digunakan OSIL dan penilaian dilakukan oleh ATLM sebagai pengguna OSIL. Pengumpulan data dilakukan melalui kuisoner dan observasi sedangkan analisis data menggunakan uji T. Hasil dari penelitian ini menunjukkan pemakaian aplikasi OSIL memiliki dampak baik pada parameter waktu akses riwayat hasil laboratorium (p
Analisis Timbal (PB) Pada Rambut Masyarakat Pulau Pasaran Kecamatan Teluk Betung Barat Bandar Lampung Nuraini, Sri; Ujiani, Sri
Jurnal Analis Kesehatan Vol. 11 No. 2 (2022): JURNAL ANALIS KESEHATAN
Publisher : Department of Health Analyst, Politeknik Kesehatan, Kementerian Kesehatan Tanjungkarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jak.v11i2.3511

Abstract

Logam berat merupakan salah satu unsur pencemar perairan yang bersifat toksik dan harus diwaspadai keberadaanya. Logam berat yang masuk ke dalam perairan akan mencemari laut. Selain mencemari air, logam berat juga akan mengendap di dasar perairan yang mempunyai waktu tinggal (residence time) sampai ribuan tahun dan logam berat akan terakumulasi ke dalam tubuh makhluk hidup dengan proses bioakumulasi dan biomagnifikasi dengan beberapa jalan yaitu melalui saluran pernafasan, saluran makanan dan melalui kulit. Bioindikator pencemaran di perairan yaitu dengan. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh masyarakat yang tinggal di Pulau Pasaran Teluk Betung Lampung sampel diambil sebanyak 20 responden  Analisa data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisa Univariate. Hasil penelitian didapatkan 90% responden terpapar logam timbal di atas toleransi WHO yaitu sebesar <12 µg/g. kadar terendah sebesar 11.49 µg/g dan kadar teringgi sebesar 200.73 µg/g
Uji Toksisitas dan Aktivitas Antimalaria Melalui Penghambatan Polimerisasi Hem Fraksi Etil Asetat, N-Heksan dan Lendawati, Lendawati; Yuniza, Filia; Hartanti, Hartanti
Jurnal Analis Kesehatan Vol. 12 No. 1 (2023): JURNAL ANALIS KESEHATAN
Publisher : Department of Health Analyst, Politeknik Kesehatan, Kementerian Kesehatan Tanjungkarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jak.v12i1.3831

Abstract

The population at risk of developing malaria in the Asian region is 1.4 billion people. Nine countries are at high risk of developing malaria in the Asian region where the highest proportion is achieved by India 89%, Myanmar 2% and Indonesia 7%. Inhibition of heme polymerization is an initial screening test for antimalarial activity. Bidara leaves (Ziziphus mauritiana L.) were selected based on the content of secondary metabolites containing alkaloids. Plant compounds that have been shown to have heme polymerization inhibitory activity are phenolic compounds such as flavonoids, anthraquinones, tannins, saponins, terpenoids, alkaloids, and glycosides. This study aims to determine the chemical content and inhibition activity of heme polymerization based on the IC50 value of the N Hexane, Ethyl Acetate and ethanol fractions of bidara leaves (Ziziphus mauritiana L.). The research method was carried out using the modified Basilico method. Heme polymerization inhibition activity is expressed in 50% Inhibition Concentration (IC50), which is the extract level that can inhibit heme polymerization up to 50%. IC50 data showed that the lowest average IC50 value of the ethyl acetate fraction was 1.107 mg/mL, which means that the ethyl acetate fraction of bidara leaves with a concentration of 1.107 mg/mL could provide 50% inhibition. Followed by an average IC50 of the N Hexane fraction of 3.052 mg/mL and an average IC50 value of chloroquine diphosphate of 8.059 mg/mL. Meanwhile, the ethanol fraction of bidara leaves has an IC50 value above the positive control, which is 21.815 mg/ml.
Identifikasi Spesies Plasmodium Malaria Di Wilayah Kerja Puskesmas Desa Hanura Pesawaran Lampung Prasetyo, Eko; Haryatmi, Dwi
Jurnal Analis Kesehatan Vol. 12 No. 1 (2023): JURNAL ANALIS KESEHATAN
Publisher : Department of Health Analyst, Politeknik Kesehatan, Kementerian Kesehatan Tanjungkarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jak.v12i1.3243

Abstract

Malaria is one of the causes of death and morbidity in children and adults in tropical countries. Malaria is caused by Protozoa of the genus Plasmodium, Plasmodium in humans consists of 4 species, namely Palsmodium falciparum, Palsmodium vivax, Palsmodium malariae and Palsmodium ovale. Pesawaran District is the area most commonly found with malaria, in 2017 there were 1,738 cases of malaria in the working area of the Hanura Health Center. The purpose of this study was to find out and identify Plasmodium malaria species that infect people in the work area of the Hanura Village Public Health Center, Teluk Pandan District, Pesawaran Regency, Lampung. This type of research is a descriptive survey research using cross-sectional methods using univariate data analysis. The data in this study were primary data, namely the results of Plasmodium identification in blood smears and in the form of patient demographic data (age, sex, education and behavior using mosquito nets or not). The results showed that out of 164 respondents, 22 patients found Plasmodium parasites. The identified Plasmodium vivax parasites were 20 people (90.9%) while for Plasmodium falciparum there were 2 people (9.1%). Plasmodium parasites identified at the age of 5-11 years (children) were 6 respondents (27.3%), in female sex there were 13 people (59.1%), at the elementary school level there were 15 people (68.2%), the behavior of not using mosquito nets was 12 people (54.5%). From the results of this study it can be concluded that Plasmodium parasites were found and identified that infect people in the work area at the Hanura Village Health Center, Teluk Pandan District, Pesawaran Regency
Penggunaan Kalium Feri Sianida Untuk Pengolahan Serum Ikterik Sujono, Sujono; Sistiyono, Sistiyono; Widada, Subrata Tri
Jurnal Analis Kesehatan Vol. 12 No. 1 (2023): JURNAL ANALIS KESEHATAN
Publisher : Department of Health Analyst, Politeknik Kesehatan, Kementerian Kesehatan Tanjungkarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jak.v12i1.3813

Abstract

A bad sample gives an invalid laboratory test result. There are several reasons that can cause a sample to be unfit for examination. The serum that most often causes errors are hemolysis, jaundice and lipemia. Icteric serum is serum that is yellow brown due to hyperbilirubinemia (increased levels of bilirubin in the blood). Icteric serum may cause interference with laboratory tests. Icteric serum can affect measurements at a wavelength of 400-500 nm. Examination by the method of oxidase or peroxidase reactions, such as glucose, cholesterol, triglycerides and uric acid can be disrupted. Potassium Ferricyanide is added to oxidize bilirubin to biliverdin before testing, and can reduce absorption disorders. Potassium ferric cyanide can reduce total bilirubin levels (p=0.000) in icteric serum. There were differences in the results of total cholesterol (p=0.000), triglycerides (p=0.019), glucose (p=0.001), total protein (p=0.011), albumin (p=0.004), globulin (p=0.002), creatinine ( p=0.011), urea (p=0.014), SGOT (p=0.007), SGPT (p=0.030) and alkaline phosphatase (p=0.002) in icteric serum added and not added potassium ferric cyanide.
Efek Homogenisasi Spesimen Darah Metode Inversi Terhadap Nilai Hematokrit Fadillah, Noor; Afriansyah, Muhammad Ardi; Sukeksi, Andri; Santosa, Budi
Jurnal Analis Kesehatan Vol. 12 No. 1 (2023): JURNAL ANALIS KESEHATAN
Publisher : Department of Health Analyst, Politeknik Kesehatan, Kementerian Kesehatan Tanjungkarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jak.v12i1.3714

Abstract

Laboratory examination consists of three stages, namely pre-analytical, analytical, and post-analytic. The biggest error occurred in the pre-analytical stage, which was around 61%. Homogenization including the pre-analytical stage is the process of mixing blood and anticoagulants which are included in the pre-analytical stage. Homogenization has two ways namely manual and automatic. Inadequate homogenization can cause clots or rupture of erythrocytes/lysis and shrinkage of erythrocytes, leading to a falsely low hematocrit value. The study aimed to find out and analyze differences in hematocrit values by homogenizing the inversion method 2, 4, and 10 times. This type of research is observational analytic. The research was carried out in June - August 2021 at the Clinical Laboratory of Muhammadiyah University of Palangkaraya. The research sample consisted of 9 EDTA blood from 9 people according to the inclusion criteria. All samples were examined for hematocrit using a Hematology Analyzer Sysmex XP-300. The results showed that the average hematocrit value in 2 times inversion homogenization was 38.40%, 4 times homogenization was 38.78%, and 10 times homogenization was 39.14%. The conclusion of this study was that there was no significant effect of the inversion homogenization technique 2, 4, and 10 times on the hematocrit value (p=0.584 > 0.05).