cover
Contact Name
Maria Tuntun Siregar
Contact Email
Maria Tuntun Siregar
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal_ak@poltekkes.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. lampung selatan,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Analis Kesehatan
ISSN : 22523553     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Analis Kesehatan particularly focuses on the main problems in the development of the sciences of medical areas. It covers the parasitology, bacteriology, virology, haematology, clinical chemistry, toxicology, food and drink chemistry.
Arjuna Subject : -
Articles 179 Documents
Analisis Kontrol Kualitas Ureum dan Kreatinin Menggunakan Grafik Levey-Jennings dan Sigma Metrik Al-azizah, Daffa Aulia; Widyantara, Aji Bagus; Ulfah Mua’wanah, Isnin Aulia
Jurnal Analis Kesehatan Vol. 12 No. 2 (2023): Jurnal Analis Kesehatan
Publisher : Department of Health Analyst, Politeknik Kesehatan, Kementerian Kesehatan Tanjungkarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jak.v12i2.4229

Abstract

Kontrol kualitas merupakan sebuah prosedur yang dilakukan untuk mengevaluasi proses pemeriksaan laboratorium guna memastikan sistem manajemen mutu berjalan dengan baik sehingga hasil yang dikeluarkan dapat dipercaya dan dipertanggungjawabkan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui akurasi, presisi, evaluasi grafik levey-jennings, dan sigma metrik terhadap pemeriksaan ureum dan kreatinin. Desain penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Penilitian ini menggunakan data sekunder di RS PKU Muhammadiyah Gamping. Data yang digunakan adalah data kontrol harian pemeriksaan ureum dan kreatinin pada bulan Oktober-Desember 2022. Hasil penelitian didapatkan nilai akurasi baik karena masih dibawah batas nilai maksimum ±10% begitu juga dengan nilai presisi yang menunjukan hasil baik karena tidak ditemukan nilai yang melewati CV% maksimum ureum 8% dan CV% maksimum kreatinin 6%. Evaluasi grafik levey-jennings dengan aturan westgard ditemukan beberapa pelanggaran serta peringatan di bulan Oktober-Desember untuk pemeriksaan ureum dan di bulan November untuk pemeriksaan kreatinin. Sigma metrik pada pemeriksaan ureum memiliki nilai buruk dan baik yaitu dari bulan Oktober-Desember 2022 berturut-turut adalah 2,54; 3,34; 4,14. Pemeriksaan kreatinin memiliki nilai sigma kelas dunia yaitu dari bulan Oktober-Desember 2022 berturut-turut adalah 8,6; 8,4; 16,13. Berdasarkan penelitian dibutuhkan peningkatan dan perbaikan strategi kontrol kualitas khususnya pada parameter pemeriksaan ureum.
Hubungan Konsumsi Kopi Dengan Kadar Asam Urat Hasfika, Essydhea; Sarihati, I Gusti Agung Dewi; Sofi Yanty, Jannah; Bekti, Heri Setiyo
Jurnal Analis Kesehatan Vol. 12 No. 2 (2023): Jurnal Analis Kesehatan
Publisher : Department of Health Analyst, Politeknik Kesehatan, Kementerian Kesehatan Tanjungkarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jak.v12i2.4269

Abstract

Kopi mengandung senyawa polifenol. Senyawa polifenol dalam kopi diantaranya adalah asam klorogenat yang berfungsi dalam metabolisme asam urat yaitu dapat menghambat kerja xantine oxidase. Asam klorogenat juga bersifat diuretik yang dapat meningkatkan pengeluaran asam urat melalui urine Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan konsumsi kopi dengan kadar asam urat pada peminum kopi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan desain cross sectional. Penelitian ini melibatkan 85 responden yang ditentukan dengan cara accidental sampling. Responden terdiri dari laki-laki dan perempuan berusia 17-72 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden yang memiliki kadar asam urat normal sebanyak 86% sedangkan yang memiliki kadar asam urat tinggi sebanyak 14%. Persentaase terbanyak responden dengan kadar asam urat tinggi ditemukan pada volume konsumsi kopi 200 ml dalam sehari. Sedangkan responden yang mengonsumsi kopi dengan volume 800 ml dalam sehari semuanya memiliki kadar asam urat normal. Analisis korelasi menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan antara volume konsumsi kopi dengan kadar asam urat dan terdapat korelasi negatif yang sangat rendah yaitu -0,019. Simpulan hasil penelitian menggambarkan volume kopi yang dikonsumsi memiliki korelasi negatif yang rendah terhadap kadar asam urat dalam darah.
Evaluasi Faktor-Faktor Putus Pengobatan Pasien TB di Kota Bandar Lampung Tuntun, Maria; Aminah, Siti; Yusrizal, Yusrizal
Jurnal Analis Kesehatan Vol. 12 No. 2 (2023): Jurnal Analis Kesehatan
Publisher : Department of Health Analyst, Politeknik Kesehatan, Kementerian Kesehatan Tanjungkarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jak.v12i2.4312

Abstract

Latar Belakang: Kasus TB yang terus meningkat dari tahun ke tahun, perlu mendapat perhatian serius. Pemerintah telah mencanangkan bebas TB di tahun 2050, hal ini semakin mendorong masyarakat untuk mensukseskan program tersebut. Salah satu penanggulangan penyakit TB adalah mengatasi kegagalan pengobatan pasien TB. Metode: Jenis penelitiannya kualitatif analitik, desain case control. Populasinya seluruh pasien TB yang gagal pengobatan dan tercatat pada buku register TB 04. Sampel pada kelompok kasus adalah pasien TB yang gagal pengobatan sebanyak 35 pasien, kelompok kontrolnya yaitu pasien TB yang selesai pengobatan sebanyak 35 pasien. Pengumpulan data menggunakan kuisoner. Pengolahan data menggunakan uji Chi square dan analisis multivariate. Hasil penelitian didapatkan pasien TB sebagai kelompok kasus terbanyak dengan jenis kelamin laki-laki (68,57%), berumur produktif (57,14%), berpendidikan dasar (48,57%), bekerja sebagai buruh/wiraswasta (54,29%), terbanyak berpenghasilan 1-3 juta perbulannya (37,14%), tidak merokok (62,86%), mempunyai PMO (91,43%), jarak rumah pasien TB ke PKM 1-2 km sebanyak 74,29%, ada dukungan keluarga (97,14%), serta kunjungan pasien TB ke PKM yang sesuai sebanyak 54,29%. Dari semua faktor tersebut, yang mempunyai hubungan dengan kegagalan pengobatan pasien TB yaitu jarak ke puskesmas dan kunjungan ke puskesmas dengan p value < 0,05. Saran: puskesmas agar lebih mengawasi pasien TB yang tidak aktif dalam pengobatan.
Pengaruh pH Terhadap Stabilitas Daun Pacar Kuku Sebagai Counterstain Alternatif pada Pewarnaan Gram Damayanti, Sunita; Novalina, Dhiah; Hadi, Wahid Syamsul
Jurnal Analis Kesehatan Vol. 13 No. 1 (2024): Jurnal Analis Kesehatan
Publisher : Department of Health Analyst, Politeknik Kesehatan, Kementerian Kesehatan Tanjungkarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jak.v13i1.4523

Abstract

Identifikasi bakteri pewarnaan gram dilakukan dengan metode konvensional atau molekuler secara mikroskopis. Pewarnaan gram memiliki kemampuan menyeleksi bakteri gram positif dengan bakteri gram negatif berdasarkan peptidoglikannya.Pewarnaan gram menggunakan safranin sebagai cat penutup.Safranin merupakan pewarna kationyang bersifat karsinogenik dan menimbulkan permasalahan bagi lingkungan dan kesehatan manusia. Oleh sebab itu, perlu dikembangkan pewarna alternatif dari bahan alami yang sama dengan safranin. Daun pacar kuku merupakan senyawa fenolik dan termasuk dalam protein yang memberikan kemampuan pewarnaan yang baik. Penelitian ini memiliki tujuanmenentukan pengaruh antara variasi pHdengan stabilitas daun pacar kuku sebagai counterstain alternatif pewarnaan gram dan membuat inovasi baruberbahan dasar alami untuk pewarnaan gram yang stabil dan lebih ramah lingkungan. Metode penelitian ini dilakukan secara eksperimen dengan uji stabilitas untuk mengukur absorbansi. Selanjutnya, setelah pewarnaan diamati dibawah mikroskop perbesaran 100x. Hasil penelitian menunjukkan bahwa zat warna pada pH 3 lebih stabil dibanding dengan zat warna pada pH 7 dan pada pewarnaan dengan ekstrak daun pacar kuku bakteri Staphylococcus aureus lebih terwarnai dan terlihat jelas dibanding dengan bakteri Esherichia coli yangtidak terwarnai oleh ekstrak daun pacar kuku. 
Pengaruh Ekstrak Etanol Daun Pegagan (Centella asiatica (L.) Urban) Terhadap Jumlah Trombosit Tikus Putih (Rattus norvegicus) Fatmawati, Ni Luh Putu Indah Sari; Sulasmi, Sulasmi
Jurnal Analis Kesehatan Vol. 13 No. 1 (2024): Jurnal Analis Kesehatan
Publisher : Department of Health Analyst, Politeknik Kesehatan, Kementerian Kesehatan Tanjungkarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jak.v13i1.4524

Abstract

Pegagan merupakan tanaman obat yang mengandung beberapa bahan aktif yang bermanfaat bagi kesehatan. Salah satu kandungan aktif daun pegagan adalah flavonoid seperti kuersetin. Kuersetin merupakan senyawa kelompok flavonoid yang banyak terkandung pada tanaman serta memiliki kemampuan meningkatkan jumlah trombosit dalam darah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dan dosis yang paling berpengaruh pada pemberian ekstrak etanol daun pegagan (Centella asiatica (L.) Urban) terhadap jumlah trombosit tikus putih (Rattus norvegicus). Penelitian ini merupakan penelitian analitik eksperimental dengan “Post test only kontrol group design”. Pembagian kelompok menggunakan teknik sampling Simple Random Sampling. Terdapat 4 kelompok yaitu kontrol (-), kontrol (+), perlakuan 450 mg/kgBB dan 900 mg/kgBB. Pemberian perlakuan dilakukan selama 22 hari lalu dilakukan pengukuran jumlah trombosit menggunakan hematology analyzer abacus 3CT. Data penelitian dianalisa menggunakan One-Way ANOVA dengan SPSS. Didapatkan hasil uji normalitas Shapiro-Wilk dengan nilai sig>0.05; uji homogenitas Levene Test dengan nilai sig.>0.05; uji One-Way ANOVA dengan nilai sig<0.05; dan uji Post Hoc Tukey pada perlakuan 450 mg/kgBB dan 900 mg/kgBB memberikan nilai sig<0.05. Terdapat pengaruh yang signifikan terhadap jumlah trombosit tikus putih (Rattus norvegicus) setelah dilakukan pemberian ekstrak etanol daun pegagan (Centella asiatica (L.) Urban) dengan dosis 450 mg/kgBB dan 900 mg/kgBB
Nilai Tumor Marker CA 15-3 dan Kadar Leukosit Pada Penderita Kanker Payudara Yang Menjalani Kemoterapi Jahidin, Wiwin; Irfani, Farida Noor; Widyantara, Aji Bagus
Jurnal Analis Kesehatan Vol. 13 No. 1 (2024): Jurnal Analis Kesehatan
Publisher : Department of Health Analyst, Politeknik Kesehatan, Kementerian Kesehatan Tanjungkarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jak.v13i1.4525

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengamati penggunaan CA 15-3 sebagai penanda tumor dalam memantau efektivitas pengobatan pada penderita kanker payudara yang menjalani kemoterapi di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Data penelitian berupa data sekunder diperoleh 46 penderita yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh sampel (100%) adalah perempuan, dengan 9 orang (19,6%) berusia dewasa, 26 orang (56,5%) pra-lansia, dan 11 orang (23,9%) lansia. Sebanyak 15 orang (32,6%) tidak memiliki riwayat keganasan kanker payudara dalam keluarga, sementara 31 orang (67,4%) memiliki riwayat  keganasan kanker payudara dalam keluarga. Hasil pemeriksaan CA 15-3 menunjukkan bahwa 40 orang (87%) memiliki nilai di bawah 25 U/mL, sedangkan 6 orang (13%) memiliki nilai di atas 25 U/mL. Sementara itu, dalam hal kadar leukosit, 36 orang (76,1%) mengalami leukopenia, 10 orang (21,7%) memiliki kadar normal, dan 1 orang (2,2%) mengalami peningkatan kadar. Uji chi-square untuk kedua parameter menunjukkan nilai p value masing-masing 0,858 dan 0,919 (p < 0,05), menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara usia dengan hasil pemeriksaan CA 15-3 dan leukosit pada penderita kanker payudara yang menjalani kemoterapi.
Potensi Buah Tomat (Lycopersicum esculentum) Sebagai Alternatif Pengganti Eosin 2% Dalam Pemeriksaan Telur Cacing Phayana, Yulinda Mayanti; Nurhidayanti, Nurhidayanti; Juraijin, Denny
Jurnal Analis Kesehatan Vol. 13 No. 1 (2024): Jurnal Analis Kesehatan
Publisher : Department of Health Analyst, Politeknik Kesehatan, Kementerian Kesehatan Tanjungkarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jak.v13i1.4526

Abstract

Soil Transmitted Helminths (STH) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat diseluruh dunia, terutama pada masyarakat desa, pinggiran kota ataupun perkotaan yang memiliki kepadatan penduduk yang tinggi pada negara yang beriklim tropis dan subtropis. Infeksi STH merupakan infeksi yang disebabkan oleh nematoda usus yang membutuhkan tanah untuk penularannya. Diagnosis infeksi STH dapat dideteksi dengan pemeriksaan feses secara mikroskopis yang dapat dilakukan menggunakan pewarnaan Eosin 2% yang merupakan Gold Standart untuk pemeriksaan. Tujuan Penelitian untuk mengetahui perbedaan hasil kualitas sediaan telur cacing menggunakan pewarnaan Eosin 2% dan pewarnaan ekstrak buah tomat dengan perbandingan konsentrasi (1:1), (1:2), dan (1:3). Metode penelitian yaitutrue eksperimental. Penelitian dilakukan pada tanggal 19-20 Januari 2023 di Laboraturium IKesT Muhammadiyah Palembang yang berjumlah 32 sediaan, dengan 4 perlakuandanpengulangan 8 kali. Hasilpenelitian yang didapat pada penelitian ini pada pewarnaan Eosin 2% dan pewarnaan ekstrak buah tomat perbandingan konsentrasi (1:1), (1:2), dan (1:3) terdapat 5 tingkatan kualitas yaitu sangat baik, baik, cukup baik, tidak baik, dan sangat tidak baik. Simpulan menunjukkan bahwa konsentrasi (1:2) memberikan kualitas pewarnaan yang baik untuk mewarnai telur cacing hal ini terlihat bahwa lapang pandang kontras, telur cacing menyerap warna dan bagian telur terlihat jelas. Dengan demikian, Buah Tomat (Lycopersicum esculentum) dapat digunakan untuk mewarnai telur cacing.
Perbandingan Aktivitas Penghambatan Sel Kanker Payudara Fraksi Aseton dan Etil Asetat Kulit Buah Coklat (Theobroma cacao) Hartanti, Hartanti; Sariyanto, Iwan
Jurnal Analis Kesehatan Vol. 13 No. 1 (2024): Jurnal Analis Kesehatan
Publisher : Department of Health Analyst, Politeknik Kesehatan, Kementerian Kesehatan Tanjungkarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jak.v13i1.4527

Abstract

Kanker payudara merupakan kanker yang paling sering didiagnosis di kalangan wanita, berdampak pada 2,1 juta wanita setiap tahunnya. Kemoterapi masih menjadi penanganan utama kanker payudara. Akan terapi kemoterapi memiliki efek samping berbahaya bagi sel-sel normal. Oleh karena itu, masih diperlukan senyawa baru dengan potensi terapeutik yang lebih baik dan efek samping yang lebih rendah. Penelitian ini menggunakan kulit coklat sebagai kandidat penemuan senyawa obat kanker payudara. Tujuan penelitian ini untuk membandingkan fraksi aseton dan etil asetat dalam menghambat pertumbuhan sel kanker payudara MCF-7. Metode ekstraksi yang digunakan adalah maserasi dan dilanjutkan dengan fraksinasi cair-cair. Uji aktivitas antikanker MCF-7 dilakukan dengan metode MTT assay  menggunakan sel kanker payudara MCF-7 (ATCC HTB 22). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Fraksi etil asetat memiliki kemampuan penghambatan pertumbuhan sel kanker payudara MCF-7 lebih tinggi dibandingkan dengan fraksi aseton. Nilai penghambatan pertumbuhan sel kanker MCF-7 tertinggi pada fraksi etil asetat diperoleh pada konsentrasi 50 ?g/mL, yaitu 14,13%. Sedangkan, pada konsentrasi yang sama nilai persen inhibisi fraksi etanol hanya 7,9%. Berdasarkan nilai IC50,baik fraksi aseton maupun etil asetat kulit coklat memiliki aktivitas antikanker yang tergolong lemah. Perlu dilakukan optimasi metode ekstraksi untuk mendapatkan nilai IC50 yang lebih optimal dalam menghambat pertumbuhan sel kanker payudara MCF-7
Potensi Ekstrak Etanol Biji Duku (Lansium domesticum Corr) Terhadap Mortalitas Larva Nyamuk Culex Sp Darmadi, Darmadi; Lukiyono, Yauwan Tobing; Patmawati, Ike
Jurnal Analis Kesehatan Vol. 13 No. 1 (2024): Jurnal Analis Kesehatan
Publisher : Department of Health Analyst, Politeknik Kesehatan, Kementerian Kesehatan Tanjungkarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jak.v13i1.4528

Abstract

Filariasis dikenal sebagai penyakit menular menahun yang disebabkan oleh infeksi cacing filaria, Culex Sp. sebagai vektor utama. Upaya untuk menanggulangi sebaran nyamuk salah satunya menggunakan insektisida kimia, namun penggunaannya dapat menimbulkan dampak negatif bagi manusia dan lingkungan. Oleh karena itu, alternatif yang lebih aman dan ramah lingkungan seperti penggunaan insektisida nabati perlu dieksplorasi misalnya menggunakan ekstrak biji duku. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi potensi ekstrak biji duku (Lansium domesticum Corr) dalam mengendalikan populasi nyamuk Culex Sp. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen laboratorium dengan desain penelitian "Post Test Only Control Group Design". Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi 15%  mortalitas larva mencapai 76%, konsentrasi 10% menjadi 46%, sedangkan konsentrasi 5%  persentase kematian larva adalah 26%. Pada kontrol positif kematian larva Culex Sp. sebesar 100%, dan kontrol negatif yang tidak menunjukkan adanya kematian larva Culex Sp., dapat disimpulkan bahwa ekstrak biji duku memiliki potensi yang signifikan dalam membunuh larva Culex Sp. Penemuan ini menunjukkan bahwa ekstrak biji duku dapat menjadi alternatif yang efektif dalam pengendalian populasi nyamuk Culex Sp. Selain itu, penggunaan insektisida nabati seperti ekstrak biji duku juga memiliki keunggulan dalam hal keamanan dan keberlanjutan lingkungan, sehingga dapat menjadi solusi yang lebih baik dalam upaya pencegahan dan pengendalian filariasis.
Perbandingan Nilai Laju Endap Darah (LED) Otomatis Menggunakan Antikoagulan K3EDTA dengan LED Manual Menggunakan Antikoagulan Natrium Sitrat Hakim, Aisyah; Widhyasih, Retno Martini; Siridian, Prima Indah Siridian2 Indah
Jurnal Analis Kesehatan Vol. 13 No. 1 (2024): Jurnal Analis Kesehatan
Publisher : Department of Health Analyst, Politeknik Kesehatan, Kementerian Kesehatan Tanjungkarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jak.v13i1.4529

Abstract

Laju Endap Darah (LED) merupakan pemeriksaan yang mengukur kecepatan pengendapan eritrosit.  Nilai LED dapat dihgunakan sebagai petunjuk adanya penyakit kronik. LED berperan dalam memantau perjalanan penyakit dan keberhasilan terapi pada penyakit kronik. Saat ini metode otomatis banyak tersedia, tetapi ICSH menetapkan metode standar pemeriksaan LED adalah metode Westergren. Standar pemeriksaan LED yang direkomendasikan ICSH menggunakan antikoagulan Na sitrat, namun pada metode otomatis menggunakan K3EDTA. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbandingan nilai LED menggunakan metode otomatis menggunakan antikoagulan K3EDTA dengan nilai LED manual menggunakan antikoagulan Na sitrat. Penelitian dilakukan secara obeservasional analitik. dengan 57 responden penelitian yang melakukan pemeriksaan LED di Laboratorium RSUD Serpong Utara.  Hasil penelitian mendapatkan rerata nilai LED otomatis K3EDTA dan manual Na Sitrat berturut-turut adalah 34,42 mm/jam dan 39,39 mm/jam.   Uji bivariat digunakan nonparametrik Wilcoxon. Nilai p yang diperoleh 0,002 (nilai p<0,05), yang berarti terdapat perbedaan yang bermakna antara nilai LED otomatis K3EDTA dengan manual Na Sitrat. Penggunaan antikoagulan Na Sitrat masih menjadi rekomendasi dari ICSH dan ICCLS. Antikoagulan K3EDTA pada alat otomatisasi juga direkomedasikan karena pada penelitian ini hanya 5 dari 57 sampel yang memberikan perbedaan hasil. Kedua antikoagulan dapat digunakan untuk pemeriksaan LED.