cover
Contact Name
Jurnal Medik Veteriner
Contact Email
jmv@psdku.unair.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
faisalfikri@fkh.unair.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Medik Veteriner
Published by Universitas Airlangga
ISSN : 26157497     EISSN : 2581012X     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
urnal Medik Veteriner (JMV) publishes high quality and novelty papers focusing on Veterinary and Animal Science. The fields of study are anatomy, pathology, basic medicine, veterinary public health, microbiology, veterinary reproduction, parasitology, animal husbandry and animal welfare. Food animals, companion animals, equine medicine, aquatic animal, wild animals, herbal medicine, acupuncture, epidemiology, biomolecular, forensic, laboratory animals and animal models of human infections are considered. Jurnal Medik Veteriner (JMV) published two times a year: April and October.
Arjuna Subject : -
Articles 25 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 2 (2020): October" : 25 Documents clear
Antiparasit Ekstrak Gliricidia sepium Secara In Vivo Terhadap Sarcoptes scabiei Kelinci di Pesanggaran, Banyuwangi Kristina, Silvia Martha; Yudhana, Aditya; Sunarso, Agus
Jurnal Medik Veteriner Vol. 3 No. 2 (2020): October
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jmv.vol3.iss2.2020.236-240

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui ekstrak daun gamal (Gliricidia sepium) secara in vivo terhadap Sarcoptes scabiei kelinci. G. sepium dikoleksi di wilayah sekitar Desa Pesanggaran, Banyuwangi. Jenis penelitian adalah eksperimental, subjek penelitian adalah kelinci yang terinfeksi S. scabiei sejumlah 20 ekor, dengan 5 perlakuan 4 kali pengulangan. Pembagian kelompok terdiri atas (K+) kelompok kontrol positif dengan invermectin, (K-) kontrol negatif, kelompok perlakuan berisi konsentrasi ekstrak daun gamal pada perlakuan satu (P1) sebesar 10%, perlakuan dua (P2) sebesar 20%, perlakuan tiga P3 (30%). Hasil penelitian ini menunjukkan (P2) ekstrak daun gamal 20% berpengaruh pada kesembuhan luka pada kelompok perlakuan dengan pertumbuhan rambut, keropeng dan penebalan kulit.
Pengaruh Ekstrak Kunyit (Curcuma domestica Val) Terhadap Berat Badan, Jumlah Eosinofil dan Basofil Ayam Petelur yang Diinfeksi Salmonella pullorum Hidayah, Nurul; Puspita, Reina; Mujahidah, Mujahidah
Jurnal Medik Veteriner Vol. 3 No. 2 (2020): October
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jmv.vol3.iss2.2020.230-235

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak kunyit terhadap berat badan, jumlah eosinofil dan basofil pada ayam petelur dengan infeksi Salmonella pullorum. Sebanyak 28 ekor ayam petelur, dengan 4 perlakuan, yaitu P0 (kontrol), P1 (40% ekstrak kunyit), P2 (50% ekstrak kunyit), P3 (60% ekstrak kunyit). Masa adaptasi DOC selama 7 hari, pada hari ke-8 hingga ke-26 ayam diberi perlakukan. Pemberian ekstrak kunyit secara per oral satu kali sehari dengan dosis 0.1 ml per ekor. Proses pengambilan darah dilakukan pada hari ke-21. Analis statistik menggunakan Anova, menunjukkan tidak ada perbedaan yang nyata (p>0.05) terhadap berat badan ayam maupun terhadap peningkatan eosinofil dan basofil, namun dilihat dari data kenaikan, pemberian ekstrak kunyit dengan konsentrasi 50% paling bagus dalam meningkatkan berat badan ayam petelur dan pada konsentrasi 60% paling banyak terjadi peningkatan eosinofil dan basofil. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ekstrak kunyit dapat digunakan sebagai imunostimulan pada ayam petelur.
Uji Potensi Ekstrak Daun Biduri (Calotropis gigantea) sebagai Akarisida terhadap Infestasi Gurem (Ornithonyssus bursa) pada Ayam Buras Kedang, Virgilius Martin Kelake; Rianto, Rama Adi; Al Kholik, Idho Anugrah; Hadi, Upik Kesumawati
Jurnal Medik Veteriner Vol. 3 No. 2 (2020): October
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jmv.vol3.iss2.2020.208-215

Abstract

Infestasi ektoparasit merupakan salah satu masalah serius di bidang peternakan. Infestasi ektoparasit terbukti dapat menurunkan produktivitas ternak dan dapat menyebabkan kematian yang berdampak pada kerugian peternak. Salah satu ektoparasit yang sering menginfestasi ayam buras adalah gurem (Ornithonyssus bursa). Biduri (Calotropis gigantea) merupakan salah satu tanaman obat yang berpotensi untuk dikembangkan sebagai bioakarisida. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi ekstrak daun biduri sebagai bioakarisida dalam mengendalikan infestasi gurem pada ayam buras. Ayam buras yang terinfestasi gurem secara alami dikelompokkan ke dalam lima kelompok masing-masing terdiri atas tiga ekor ayam. Perlakuan yang diuji dalam penelitian ini adalah larutan ekstrak daun biduri dengan konsentrasi 2 g/l, 4 g/l, dan 6 g/l, kontrol positif dengan sipermetrin 2 g/l, dan kontrol negatif dengan hanya pemberian air. Pengujian akarisida dilakukan dengan menggunakan metode dipping. Pengamatan gurem dilakukan sebelum pengujian, 24 jam setelah pengujian, 48 jam setelah pengujian, dan 72 jam setelah pengujian. Gurem dihitung dengan menggunakan counter berdasarkan regio tubuh ayam. Hasil yang diperoleh kemudian dianalisis dengan analisis ragam sidik. Pengamatan perilaku menelisik bulu dilakukan dengan menggunakan metode scan sampling. Frekuensi perilaku menelisik bulu dihitung dan dianalisis secara deskriptif. Hasil perlakuan ekstrak daun biduri dengan persentase reduksi gurem dan aktivitas menelisik bulu tertinggi berpotensi sebagai akarisida terhadap infestasi gurem pada ayam buras.
Gastrointestinal Disorders in Cat due to Feed Mycotoxin Contamination Sukmanadi, Mohammad; Sofyan, Miyayu Soneta
Jurnal Medik Veteriner Vol. 3 No. 2 (2020): October
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jmv.vol3.iss2.2020.283-287

Abstract

This case reported about mycotoxin contamination on cat feed cause gastrointestinal disorders. A 5 y.o. male domestic short hair cat (Felix domesticus) was brought to the Animal Hospital, Universitas Airlangga with a history has been lethargic and disphagia for 2 days with vomiting a yellow fluid and diarrhea. Bowel movements, increasing in panting, and urination were examined. Observation in cat with gastrointestinal disorders for 5 days in animal hospital. Abnormal intestine and hepatomegaly based on x-ray were confirmed about mycotoxin contamination on cat food. Treatment for contamination on cat food was done by given protexin like probiotic to stimulate a villi intestinal growth and gastric condition. Itraconazole for antifungal to maintanace mycotoxin contamination was also considered. Our prescription was performed for our management treatment with gastrointestinal disoders. In advice, veterinarians should be giving information about the nutritional diet for a pet animal.
Infeksi Larva Angiostrongylus cantonensis pada Keong Mas (Pomacea canaliculata) di Lima Desa Lingkar Kampus IPB Dramaga Tiuria, Risa; Noviara, Sherly
Jurnal Medik Veteriner Vol. 3 No. 2 (2020): October
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jmv.vol3.iss2.2020.182-187

Abstract

Keong mas (Pomacea canaliculata) adalah keong air tawar yang banyak dijumpai di area persawahan. Banyak masyarakat mengkonsumsi keong mas karena selain rasanya yang enak, keong mas juga memiliki kandungan protein yang cukup tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persentase kecacingan nematoda pada keong mas. Angiostrongylus cantonensis adalah parasit nematoda zoonotik yang hidup pada keong mas  dalam stadium larva infektif. Manusia terinfeksi A. cantonensis bila  memakan keong mas yang terinfeksi larva infektif A. cantonensis dalam kondisi tidak matang. Studi cross-sectional digunakan dalam pengumpulan 150 ekor keong mas dari genangan air di sawah lima desa di sekitar Kampus IPB Dramaga. Hasil pengamatan menunjukkan persentase larva A. cantonensis yang terdapat pada keong mas sebesar 20% di Desa Cihideung Hilir, 16% di Desa Cangkurawok, 6% di Desa Ciapus, 3% di Desa Suka Makmur dan 0% di Desa Cinangneng. Perbedaan persentase keberadaan larva nematoda pada keong mas  tampaknya sangat dipengaruhi oleh kondisi sanitasi lingkungan  pada habitat keong mas. Hasil studi ini mengindikasikan bahwa terdapat ancaman infeksi cacing zoonotik pada masyarakat di kelima desa tersebut dan hal ini perlu mendapat perhatian dari sisi sanitasi dan hiegene lingkungan sebagai salah satu upaya pencegahannya.
Sparganosis pada Ular Jali (Ptyas korros) Fransiska, Eunike Melanda; Hamid, Iwan Sahrial; Yudhana, Aditya; Triakoso, Nusdianto; Praja, Ratih Novita
Jurnal Medik Veteriner Vol. 3 No. 2 (2020): October
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jmv.vol3.iss2.2020.258-262

Abstract

Ular Ptyas korros atau ular jali merupakan salah jenis ular yang ada di Indonesia.. Berbagai penyebab kepunahan adalah salah satunya masalah kesehatan seperti penyakit yang disebabkan parasit. Laporan kasus ini bertujuan untuk mengidentifikasi cacing yang ditemukan pada ular P. korros yang telah mati, metode identifikasi menggunaka pewarnaan carmine dan diamati dibawah mikroskop dengan perbesaran 40x dan 100x. Hasil identifikasi ditemukan cacing pita Spirometra sp. sebanyak 18 ekor di  daerah subkutan dan muskulus sepanjang tubuh ular. Cacing Spirometra sp. menyebabkan penyakit spargonosis yang bersifat zoonosis atau dapat menular pada manusia.
Seroprevalensi Penyakit Infeksius Bronkitis dengan Metode Indirect-ELISA pada Itik (Anas platyrhynchos domesticus) dan Ayam Buras (Gallus gallus domesticus) yang Dijual di Pasar Mojosari Mojokerto Rahmahani, Jola; Widjaja, Nanik Sianita; Suwarno, Suwarno
Jurnal Medik Veteriner Vol. 3 No. 2 (2020): October
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jmv.vol3.iss2.2020.241-245

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seroprevalensi kejadian Infeksius Bronkitis (IB) pada itik dan ayam buras berdasarkan pengujian antibodi. Itik dan ayam buras yang mengandung antibodi dipastikan pernah tertular virus IB karena tidak ada program vaksinasi.Sampling dilakukan di Pasar Mojosari Kabupaten Mojokerto, masing-masing sebesar 120 ekor, yang diambil selama kali empat kali, masing-masing sebanyak 30 ekor. Pengujian antibodi dilakukan dengan teknik indirect-ELISA menggunakan strain Massachusetts sebagai antigen. Hasil penelitian menunjukkan kasus seroprevalensi IB pada itik menunjukkan jumlah yang positif sebesar 30ekor (25%) dari 120 ekor sampel yang diperiksa. Pada ayam buras dari sejumlah 120 ekor yang diperiksa, 87 ekor (72.5%) diantaranya menunjukkan hasil positif. Reaktivitas antiboditerdeteksi ditunjukkan dengan kisaran titer antibodi antara 4.157-12.217 pada itik dan antara 4.173-170.795 pada ayam buras.
Identifikasi Molekuler Blastocystis sp. pada Monyet Ekor Panjang (Macaca fascicularis) di Taman Nasional Baluran, Situbondo, Jawa Timur Kurniawati, Dyah Ayu; Suwanti, Lucia Tri; Lastuti, Nunuk Dyah Retno; Koesdarto, Setiawan; Suprihati, Endang; Mufasirin, Mufasirin; Pratiwi, Arif
Jurnal Medik Veteriner Vol. 3 No. 2 (2020): October
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jmv.vol3.iss2.2020.138-144

Abstract

Interaksi yang dekat antara monyet ekor panjang dengan manusia dapat meningkatkan risiko penularan penyakit zoonosis. Blastocystis sp. adalah protozoa gastrointestinal pada manusia dan hewan yang yang bersifat zoonosis. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi Blastocystis sp. yang menginfeksi monyet ekor panjang melalui identifikasi molekuler. Identifikasi Blastocystis sp. pada penelitian ini menggunakan metode morfologis dan molekuler. Sebanyak 90 feses individu monyet ekor panjang Taman Nasional Baluran dilakukan pemeriksaan secara mikroskopis setelah dilakukan kultur pada Jones Medium. 28 dari sampel yang positif secara mikroskopis dilanjutkan dengan uji PCR dengan target primer barcode region yang mempunyai visualisasi 600bp. Tiga sampel dengan band positif 600bp dilanjutkan dengan squencing. Hasil sekuens diproses dalam BLAST dan MLST. Satu sampel yang terkonfirmasi sebagai Blastocystis sp. dengan infeksi campuran dari subtipe 1 alel 2 dan subtipe 3 alel 34. Hasil menunjukkan bahwa Blastocystis sp. terdapat pada monyet ekor panjang di Taman Nasional Baluran dengan prevalensi rendah.
Indexing, Subscribed Form, Guidelines for Author, Back Cover Nisa, Choirun
Jurnal Medik Veteriner Vol. 3 No. 2 (2020): October
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jmv.vol3.iss2.2020.v-ix

Abstract

Toksisitas Larutan Perak Nitrat (AgNO3) pada Mencit Balb-c Berdasarkan Kadar SGPT dan SGOT Amri, Indah Amalia; Hendrasmara, Muhamad Ferian; Qosimah, Dahliatul; Aeka, Ajeng; Rickyawan, Nofan; Purwatiningsih, Wawid; Dameanti, Fidi Nur Aini Eka Puji
Jurnal Medik Veteriner Vol. 3 No. 2 (2020): October
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jmv.vol3.iss2.2020.251-257

Abstract

Perak Nitrat (AgNO3) sering dimanfaatkan di bidang kesehatan sebagai bahan antimikroba. Efek pada organisme yang terpapar perak nitrat dapat mengakibatkan adanya akumulasi toksik pada hepar. Penelitian ini bertujuan mengetahui dampak toksisitas perak nitrat terhadap kadar SGPT dan SGOT pada mencit Balb-c. Hewan coba yang digunakan pada penelitian ini berjumlah 20 ekor mencit Balb-c dengan berat badan 25-30  gram dan umur 2-3 bulan serta masa pemberian perlakuan selama 14 hari. Perlakuan yang diberikan terdiri dari kelompok K- (tanpa induksi), P1 (100 µg/ml), P2 (200 µg/ml), P3 (300 µg/ml), P4 (400 µg/ml). Kadar SGPT dan SGOT diamati dengan menggunakan metode spektrofotometri. Data dianalisa menggunakan uji One Way ANOVA dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil dan kesimpulan menunjukkan induksi larutan perak nitrat pada mencit Balb-c dengan dosis P4 (400 µg/ml) dan volume induksi 0.5 ml dapat menyebabkan toksisitas pada mencit yang ditandai dengan peningkatan kadar SGPT dan SGOT.

Page 2 of 3 | Total Record : 25