cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Bioma : Berkala Ilmiah Biologi
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 25982370     DOI : -
BIOMA (ISSN 1410-8801) adalah Majalah Ilmiah Biologi yang bertujuan mewadahi semua informasi hasil penelitian, telaah pustaka, makalah teknis, dan kajian buku, dari berbagai cabang ilmu Biologi. Diharapkan penerbitan ini dapat berkontribusi dalam penyampaian informasi ilmiah yang merupakan mata rantai proses kegiatan ilmiah. Terbit sejak tahun 1999.
Arjuna Subject : -
Articles 318 Documents
Studi Kandungan Logam Berat Besi (Fe) pada Air dan Ikan di Tambak Medan Belawan Sumatera Utara Syukriah, Syukriah; Fauziansyah, Hidayat; Amira, Siti
Bioma : Berkala Ilmiah Biologi Vol. 26, No 1, Tahun 2024
Publisher : Departemen Biologi, Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/bioma.2024.58929

Abstract

Kecamatan Medan Belawan merupakan lokasi industri perikanan terbesar ke tiga di Kota Medan. Kualitas air yang buruk pada Kecamatan Medan Belawan membuat industri perikanan diwilayah ini menghadapi sejumlah permasalahan terhadap kualitas ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar logam berat besi (Fe) pada air tambak, hasil budidaya perikanan dan Bioconcentration factor logam berat besi (Fe) pada ikan dan udang di Medan Belawan. Penelitian ini menggunakan metode Purposive Sampling dengan pengambilan sampel di tiga titik yaitu tambak budidaya ikan nila, udang dan ikan mujair. Pengujian logam berat besi dilakukan dengan menggunakan Atomic Absorption Spectophotometry (AAS) kemudian analisis kandungan logam berat di setiap sampel akan dibandingkan dengan PP No. 22 Tahun 2021. Hasil pengujian kandungan logam besi pada air  tambak melebihi standar baku mutu. Kandungan logam besi (Fe) pada air tambak 1, 2 dan 3 masing-masing sebesar 0,51, 0,93 dan 1,19 mg/L. Kandungan kadar besi (Fe) pada daging ikan nila 8,36 mg/kg, pada udang sebesar 10,0 mg/kg dan mujair 6,24 mg/kg. Hasil ini menunjukkan kandungan total ion Fe berada jauh di atas standar batas aman adanya kontaminan Fe dalam pangan berdasarkan FAO/WHO (2011) sebesar 0,8 mg/kg.
Keanekaragaman dan Potensi Pemanfaatan Tumbuhan Paku di Kawasan Tapos, Taman Nasional Gunung Gede Pangrango Ramadhani, Lidia Anggita; Haribowo, Dinda Rama; Khairiah, Ardian; Wulandari, Ainun; Hindrayani, Woro; Aminudin, Iwan; Putra, Anis Fuady Surya; Fadly, Iqbal Faraidlika; Vahlevi, Rizky Reza
Bioma : Berkala Ilmiah Biologi Vol. 25 No 2, Tahun 2023
Publisher : Departemen Biologi, Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/bioma.2023.58621

Abstract

Kawasan resort Tapos Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) merupakan daerah yang masih alami dan rendah aktivitas manusia sehingga informasi mengenai flora di dalamnya belum banyak dilaporkan. Salah satunya adalah tumbuhan paku yang memiliki banyak manfaat. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi mengenai jenis tumbuhan paku dan potensi pemanfaatannya di kawasan tersebut. Pengambilan sampel tumbuhan paku dilakukan dengan metode jelajah (Cruise Method) sepanjang jalur. Berdasarkan hasil diperoleh 34 jenis paku yang tergolong dalam 18 famili pada kedua lokasi. Terdapat 22 jenis paku yang termasuk dalam 15 famili di Cibayawak (CB) dan terdapat 15 jenis paku yang termasuk dalam 8 famili di Lebak Bumi Ciherang (LBC). Beberapa jenis tumbuhan paku yang ditemukan memiliki potensi yang bisa dimanfaatkan dalam bidang kesehatan, sosial dan ekonomi. Kondisi abiotik di kedua lokasi masih mendukung keberadaan jenis tumbuhan paku.
Identifikasi Penyakit pada Tanaman Vanili (Vanilla sp.) di Kebun Raya Liwa, Lampung Barat Amrani, Alfina; Mahfut, Mahfut; Umur, Khoirul
Bioma : Berkala Ilmiah Biologi Vol. 26, No 1, Tahun 2024
Publisher : Departemen Biologi, Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/bioma.2024.60829

Abstract

Vanili (Vanilla sp.) adalah salah satu tanaman yang memiliki nilai ekonomis dalam berbagai bidang industri. Lampung merupakan salah satu provinsi di Indonesia penghasil vanili terbanyak, dengan luas tanam 479 Ha dan produksi tahun 2014 sebanyak 63 ton. Tanaman vanili juga ditemukan dapat hidup dengan baik di Kabupaten Lampung Barat tepatnya di Kebun Raya Liwa karena letak geografisnya yang sesuai. Akan tetapi, jumlah tanaman vanili di Kebun Raya Liwa belum terlalu banyak karena teknik budidaya yang sulit dan banyaknya penyakit yang sering menginfeksi tanaman vanili. Beberapa penyakit yang menginfeksi tanaman vanili di Kebun Raya Liwa antara lain yaitu penyakit busuk batang, busuk akar, busuk pangkal batang, antraknosa, dan penyakit karat merah yang disebabkan oleh ganggang Cephaleuros henningsii. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengidentifikasi jenis-jenis penyakit, gejala dari masing-masing penyakit, dan pengendalian penyakit pada tanaman vanili (Vanilla sp.). Metode yang digunakan adalah metode observasi langsung melalui pengamatan, dokumentasi, mencatat, dan memperlajari penyakit pada tanaman vanili.
Efektifitas Penggunaan Air Laut Didinginkan (ALDI) terhadap Mutu Ikan Pasca Tangkap di Perairan Teluk Tahuna Mandeno, Jefri Antonius; Palawe, Jaka Frianto Putra; Rieuwpassa, Frets J.
Bioma : Berkala Ilmiah Biologi Vol. 25 No 2, Tahun 2023
Publisher : Departemen Biologi, Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/bioma.2023.59764

Abstract

 Abstrak : Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah penggunaan ALDI dapat meningkatkan mutu ikan tuna pasca tangkap di perairan Teluk Tahuna. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa pada nilai angka lempeng total terdapat perbedaan nyata antara perlakuan penggunaan air laut dari pasar Towoe (B) jika dibandingkan dengan perlakuan sekitar pasar Towoe (A,C) dan control (C). Sedangkan nilai alt dari perlakuan A,B dan C tidak berbeda nyata. Nilai dari ALT secara berturut turut dari perlakuan A,B, C dan D yaitu 1.9 x 105, 7 x 105, 3.7 x 105 dan 4.6 x 105. Sedangkan berdasarkan hasil pengujian organoleptik tingkat kesegaran mata yang terbaik yaitu pada perlakuan A dengan nilai 9 yang memiliki spesifikasi cerah, bola mata menonjol dan kornea jernih sedangkan yang yang paling rendah yaitu pada perlakuan B dengan nilai 7 yang memiliki spesifikasi agak cerah, bola mata rata, pupil agak keabu-abuan dan kornea agak keruh. Nilai kenampakan lendir yang terbaik juga terdapat pada perlakuan A dengan nilai 9 yang memiliki spesifikasi lapisan lendir jernih, transparan, mengkilat cerah. Sedangkan untuk nilai kenampakan lain seperti insang, daging, bau dan tekstur memiliki niali yang sama yaitu 8. Mangacu pada standar mutu ikan segar yang ditetapkan oleh SNI (2729-2006) maka ikan layang segar pada tiga perlakuan tersebut digolongkan sesuai standar karena memiliki nilai diatas 7.
Total Plate Number Test at 0.5 McFarland Standard in Escherichia coli Culture Bhakti, Tirta Setya; Porwanti, Ratna; Pribadi, Putik; Rahmawati, Dewi
Bioma : Berkala Ilmiah Biologi Vol. 25 No 2, Tahun 2023
Publisher : Departemen Biologi, Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/bioma.2023.52057

Abstract

Estimation of the number of bacteria can be calculated quickly by comparing the turbidity of the test bacterial suspension against the McFarland standard. In the microbiology laboratory, McFarland standard of 0.5 is often used as reference. There are still few scientific references about the estimated enumeration of bacteria according to McFarland standards. The purpose of this study was to provide basic information on the estimated number of E.coli bacteria according to the McFarland standard of 0.5. The analytical method use ISO SNI 16649-2: 2001 about the enumeration E.coli using TBX Agar specific media with 10 replications to get a good average result. The result of E.coli enumeration with the 0,5 McFarland standard was 4.0 x 107 colonies/mL. Thus the approximate information on the bacteria enumeration could be done quickly.  
Distribusi Karbohidrat Asam dan Netral pada Epididimis Sapi Sumba Ongole (Bos indicus) Ranus, Teresia Yoanista Wendardins; Amalo, Filphin A.; Maha, Inggrid T.; Nitbani, Heny; Selan, Yulfia N.
Bioma : Berkala Ilmiah Biologi Vol. 26, No 1, Tahun 2024
Publisher : Departemen Biologi, Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/bioma.2024.61592

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebaran senyawa mukopolisakarida yaitu karbohidrat asam dan karbohidrat netral pada epididimis sapi sumba ongole (Bos indicus). Sampel penelitian yang digunakan sebanyak 3 organ epididimis yang dikoleksi dari 3 ekor sapi sumba ongole yang dipotong di Rumah Potong Hewan Kabupaten Sumba Timur dengan kisaran berat potong 200-300 kg dan kisaran umur 1-3 tahun. Sampel difiksasi dalam formalin 10% dan dilakukan pemrosesan jaringan. Sebaran karbohidrat asam dan netral pada epididimis dideteksi dengan metode pewarnaan Alcian Blue (AB) dan Periodic Acid Schiff (PAS). Hasil penelitian menunjukkan karbohidrat asam dan karbohidrat netral terdistribusi pada 3 bagian epididimis, yakni caput, corpus, dan cauda. Pewarnaan AB pH 2,5 menunjukkan reaksi positif lemah (+) pada lapisan otot polos, jaringan ikat (tunika submukosa), tunika albuginea, dan menunjukkan reaksi positif sedang (++) pada stereosilia, lamina epitel, dan lamina propria. Intensitas yang lemah (+) untuk pewarnaan PAS terlihat pada jaringan ikat dan tunika albuginea. Stereosilia, lamina epitel, lamina propria, dan lapisan otot polos menunjukkan intensitas sedang (++) terhadap pewarnaan PAS. Terjadinya variasi distribusi karbohidrat asam dan netral pada epididimis sapi sumba ongole diduga disebabkan oleh proliferasi berbagai jenis sel dan aktivitas biosintetik sel pada epididimis.
Analisis Tutupan Kanopi dengan Metode Hemispherical Photography di Dusun Batu Ampar Desa Riding Panjang Kabupaten Bangka Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Febrizhad, Iqbal; Aditia, Tias; Anggraini, Nadilla; Farhaby, Arthur Muhammad
Bioma : Berkala Ilmiah Biologi Vol. 25 No 2, Tahun 2023
Publisher : Departemen Biologi, Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/bioma.2023.58576

Abstract

Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memiliki luas tutupan ekosistem mangrove sebesar 67.265 ha sedangkan untuk Desa Riding Panjang sendiri memiliki luasan hutan mangrove seluas 834 Ha. Tujuan dilakukan penelitian ini yaitu menganalisis persentase tutupan kanopi  dan menganalisis kerapatan hutan mangrove tutupan kanopi di Dusun Batu Ampar Desa Riding Panjang Kec. Merawang Kab. Bangka Prov. Kepulauan Bangka Belitung. Tutupan kanopi atau sering disebut juga dengan istilah tajuk pohon adalah suatu kondisi yang terbentuk oleh cabang – cabang dan daun pohon saling tumpang tindih. Metode yang di gunakan Metode hemispherical photography menggunaka kamera HP adalah metode tidak langsung untuk mengukur transmisi cahaya. Hasil yang didapatkan yaitu Persentase tutupan kanopi Mangrove di Dusun Batu Ampar Desa Riding Panjang masuk kedalam kategori baik kriteria sedang dengan nilai rata-rata 2 stasiun yaitu 63,71%. Hasil kerapatan mangrove Spesies yang ditemukan  sebanyak 8 (delapan) jenis yaitu : Rhizophora Mucronata, Rhizophora Apiculata, Sonneratia Alba, Ceriops Tagal, Ceriops Decandra, Avecenia Marina, Lumnitzera Littorea, dan Pemphis Acidula. Kemudian  untuk rata – rata nilai kerapatan mangrove yaitu 650 ind/ha.
Pengaruh Pestisida Nabati Ekstrak Kulit Bawang Merah (Allium cepa L.) Terhadap Mortalitas Hama Kutu Daun (Aphis gossypi) Wulandari, Diyah; Dewi Rani, Imas; Sandi, Kurnia; Nur Shabrina, Dhaifina; Gunita, Gunita
Bioma : Berkala Ilmiah Biologi Vol. 25 No 2, Tahun 2023
Publisher : Departemen Biologi, Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/bioma.2023.55491

Abstract

Shallot peel waste contains acetogenin, saponin, and squamocin compounds which can be used as botanical pesticides. The purpose of this research was to determine the effect of shallot peel pesticides on the mortality of Aphis gossypii. The research method used was Completely Randomized Design (CRD). The research data were analyzed using Analysis of Variances (ANOVA) and then continued with the Duncan’s test. The testing phase for pests by preparing 5 concentrations of the extract 0 ppm, 125 ppm, 250 ppm, 500 ppm, and 1,000 ppm. Based on the observations, it was obtained that data at a concentration of 0 ppm did not affect mortality, at a concentration of 125 ppm it had an effect of 47%, at a concentration of 250 ppm it had an effect of 67%, at a concentration of 500 ppm it had an effect of 93%, and at a concentration of 1,000 ppm it had an effect of 100%. Thus, 1,000 ppm is the concentration that has the most influence on the mortality of A. gossypii.  Keywords:  shallot peel extract,  botanical pesticides, A. gossypii  
Identifikasi Spesies Ikan Laut Menggunakan Teknik DNA Barcoding Halisah, Kharisma Ayu Zeina; Fitri, Andira; Irianto, Sherina Natalia; Aulya, Melvie; Sakti, Bima; Sanrina, Sanrina; Harmadi, Prima; Maha, Netty Sukma S; Cahyani, Ni Kadek Dita
Bioma : Berkala Ilmiah Biologi Vol. 26, No 1, Tahun 2024
Publisher : Departemen Biologi, Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/bioma.2024.62478

Abstract

Penelitian biodiversitas, terutama di bidang kelautan di Indonesia menjadi hal yang sangat penting. Ini dikarenakan tingginya keragaman hayati Indonesia yang memerlukan penelitian-penelitian pendukung, seperti identifikasi spesies, status populasi, dan juga stok genetik dengan pendekatan molekuler. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei sampai Agustus 2023. Sebanyak enam individu sampel dikoleksi dari tiga lokasi di Kabupaten Karangasem, Bali, yaitu Amed, Batu Dawa, dan Batuniti. Penelitian ini merupakan bagian dari program pendidikan yang dikembangkan di Indonesia yaitu program MBKM (Merdeka Belajar Kampus Merdeka). Kegiatan MBKM ini bertujuan memberikan keterampilan laboratorium terutama keterampilan molekuler kepada para peserta. Penelitian ini bertujuan untuk melaporkan hasil kegiatan yang dilakukan dengan mengambil tema identifikasi spesies ikan dengan pendekatan molekuler. Perbanyakan DNA dilakukan dengan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) dengan target gen COI (Cytochrome Oxidase Subunit I). Jenis ikan yang didapatkan meliputi empat individu ikan tongkol (Auxis rochei), satu ikan kuwe (Caranx sp.), dan satu ikan cucut (Tylosurus acus). Hasil analisis menunjukkan bahwa seluruh sampel memiliki kekerabatan dekat terhadap hasil perbandingan NCBI yaitu Auxis rochei, Caranx sexfasciatus, dan Tylosurus acus dengan nilai persentase kesamaan berkisar antara 98-100%.
Ragam Metode Pengendalian Gulma Eceng Gondok (Eichhornia crassipes (Mart.) Solm) Di Danau Rawapening Jawa Tengah, Indonesia Prasetyo, Syarif
Bioma : Berkala Ilmiah Biologi Vol. 26, No 1, Tahun 2024
Publisher : Departemen Biologi, Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/bioma.2024.54731

Abstract

AbstrakDanau Rawapening disorot mengalami penurunan kualitas lingkungan. Kondisi tersebut dapat dilihat dari semakin meluasnya invasi gulma eceng gondok yang meutupi permukaan air. Tumbuhan air dari Sungai Amazon yang masuk daftar 100 gulma paling invasif di dunia ini  memiliki kemampuan tumbuh pesat secara vegetatif dan generatif. Eceng gondok memicu percepatan penyusutan air pada danau melalui evapotranspirasi, menurunkan kadar oksigen terlarut yang berakibat pada hilangnya beragam spesies dan menurunnya produksi ikan. Pertumbuhan eceng gondok yang tak terkendali juga mengganggu navigasi kapal, merusak jaring nelayan, merusak turbin pembangkit listrik tenaga air, merusak pemandangan dan menjadi habitat bagi vektor penyakit. Kajian pustaka terkait metode pengendalian eceng gondok ini bertujuan untuk memberikan pilihan alternatif dalam mengatasi gulma invasif tersebut di Danau Rawapening. Semua metode dalam pengendalian eceng gondok memiliki keunggulan dan kekurangannya masing-masing baik pengendalian secara fisik (mekanis), kimiawi maupun pemanfaatan agen biologis. Pengendalian secara fisik tidak memerlukan keahlian khusus untuk membersihkan eceng gondok dari perairan. Namun, eceng gondok yang dipotong dan tenggelam akan mempengaruhi kadar oksigen terlarut serta penyuburan (eutrofikasi) perairan sehingga dapat memicu ledakan pertumbuhan eceng gondok itu sendiri. Pengendalian secara kimiawi dapat menghemat biaya maupun tenaga dibandingkan secara fisik, terutama untuk penanganan invasi eceng gondok di perairan luas. Namun, pemakaian herbisida dalam pengendalian eceng gondok juga dapat memusnahkan tumbuhan non target yang dapat menimbulkan permasalahan ekologis secara luas. Pengendalian menggunakan agen biologis untuk mengurangi jumlah eceng gondok menjadi opsi yang dapat dipilih. Kelemahan pengendalian secara biologis adalah lamanya proses pembersihan dibandingkan dengan metode mekanis dan kimiawi, sehingga membuat seseorang menjadi eggan untuk mengaplikasikannya. Metode biologis relatif aman bagi kesehatan lingkungan perairan tetapi membutuhkan waktu Panjang sedangan metode mekanis dan kimiawi dapat diterapkan secara efektif dan efisien, tetapi berdampak negatif terhadap kondisi ekologi perairan.