cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Bioma : Berkala Ilmiah Biologi
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 25982370     DOI : -
BIOMA (ISSN 1410-8801) adalah Majalah Ilmiah Biologi yang bertujuan mewadahi semua informasi hasil penelitian, telaah pustaka, makalah teknis, dan kajian buku, dari berbagai cabang ilmu Biologi. Diharapkan penerbitan ini dapat berkontribusi dalam penyampaian informasi ilmiah yang merupakan mata rantai proses kegiatan ilmiah. Terbit sejak tahun 1999.
Arjuna Subject : -
Articles 318 Documents
Karakteristik dan Kualitas Nata De Cane dari Nira Tebu (Saccharum officinarum L.) dengan Penambahan Ekstrak Kedelai (Glycine max L.) sebagai Sumber Nitrogen Wigiyanti, Vitriya; Zakiah, Zulfa; Rahmawati, Rahmawati
Bioma : Berkala Ilmiah Biologi Vol. 25 No 2, Tahun 2023
Publisher : Departemen Biologi, Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/bioma.2023.58419

Abstract

Sugarcane sap is a liquid found in sugarcane stalks, which can be drunk directly as a refreshment and as a basic ingredient for making granulated sugar. The nutritional content contained in sugarcane juice can be a growth medium for Acetobacter xylinum bacteria forming cellulose (nata). One of the factors supporting the growth of Acetobacter xylinum bacteria is a nitrogen source. This study aims to determine the effect and the best concentration of soybean extract on the quality characteristics of nata de cane. The research design used was a completely randomized design (CRD) with 7 concentrations of nitrogen sources including control (0%), 1% ZA, 2.5%, 5%, 7.5%, 10% and 12.5% soybean extract. Each treatment consisted of 4 replications. Parameters observed were the thickness and fiber content of nata and then analyzed using ANOVA (Analysis of Variance). Based on the results of the study, the addition of soybean extract (Glycine max L.) had an effect on the thickness and fiber content of nata de cane compared to the control treatment. The resulting Nata has a chewy texture and a distinctive aroma of fragrant sugarcane juice. The highest thickness and fiber content of nata de cane was obtained in the 12.5% soybean extract treatment, namely 1.58 cm and 2.95% and has met the quality requirements of SNI 01-4317-1996. Overall, the most preferred nata de cane organoleptic test result was nata de cane with the addition of soybean extract at a concentration of 12.5% in the very like category. The reseach results can be recommended to the public that soybean extract has the potential as an alternative to ZA in the process of making nata.
Diversitas dan Distribusi Spasial Pohon Ficus di Kota Semarang, Indonesia Baskoro, Karyadi; Khotimperwati, Lilih; Utami, Sri
Bioma : Berkala Ilmiah Biologi Vol. 26, No 1, Tahun 2024
Publisher : Departemen Biologi, Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/bioma.2024.64167

Abstract

Studi tentang Ficus sudah cukup banyak dilakukan, baik mengenai taksonomi, distribusi, ekologi, namun umumnya terkait dengan habitat alami atau kawasan konservasi. Kajian keragaman dan distribusi Ficus di habitat urban, sub-urban atau diluar kawasan konservasi, baru dilakukan di beberapa tempat, namun belum pernah dilakukan di kawasan Kota Semarang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keanekaragaman, kelimpahan dan distribusi spasial pohon Ficus di Kota Semarang. Metode pengumpulan data dilakukan dengan metode cruise, dengan menjelajahi semua area yang ada di wilayah Semarang. Setiap spesies Ficus yang ditemukan dicatat dan dihitung jumlah individu dari setiap spesies. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan metode analisis spasial. Diperoleh sebanyak 15 spesies. Total individu pohon sebanyak 658 individu, dengan spesies terbanyak adalah F. benjamina (444), diikuti oleh F. kurzii, F. virens, F. microcarpa, F. callosa, F. drupacea, F. elastica, F. religiosa, F. altissima, F. variegata, F. superba, F. tinctoria. Keragaman, kemelimpahan individu, distribusi spasial, serta jaminan perlindungan, memberikan potensi besar sebagai sumber pakan satwa liar. Namun demikian masih diperlukan studi lebih lanjut.
Exploration of Pilobolus sp. Fungi from Various Livestock Manures in Kedung Pacul Village, Klaten Mahardhika, Wahyu Aji; Akmaliyah, Rizna; Diana, Milsa Solva; Listyowati, Sri
Bioma : Berkala Ilmiah Biologi Vol. 26, No 1, Tahun 2024
Publisher : Departemen Biologi, Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/bioma.2024.55874

Abstract

Pilobolus is a coprophilous fungus belonging to the Zygomycota. Pilobolus sp. is called a coprophilous fungus because it can live in animal feces. The uniqueness of this fungus is that it can shoot its spores, so Pilobolus sp. is called a shotgun fungus. Pilobolus sp. exhibits a phototropism mechanism in which the sporangium shoots spores in the direction of light. Pilobolus has a unique living habitat, namely in the manure of herbivores such as cows, goats, sheep, etc. This habit of life may seem terrible to us, but fungi like Pilobolus sp. are very important in life because they are a type of decomposer, capable of breaking down organic matter from dead living things. So the purpose of this study was to observe the spores produced by the fungus Pilobolus sp.  (a fungus in animal waste). The method used was to cultivate the fungus Pilobolus sp. for seven days on various animal wastes placed in jam bottles. The results showed that the Pilobolus sp. fungus grew on various media of animal feces, such as horses, cows, goats, and pigs, with different growth times, and there were also spores shot on the glass walls that had been perforated.
Mekanisme Penyakit Kardiovaskular terkait Penuaan Nuriliani, Ardaning; Apriliyani, Tia; Pusparini, Nur Ainun Oktavia; Karmilah, Karmilah; Rohmah, Zuliyati; Tunjung, Woro Anindito Sri
Bioma : Berkala Ilmiah Biologi Vol. 26 No 2, Tahun 2024
Publisher : Departemen Biologi, Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/bioma.2024.59115

Abstract

Penuaan merupakan proses patofisiologis ditandai dengan penurunan fungsi sel dan jaringan yang menyebabkan peningkatan risiko penyakit terkait penuaan, salah satunya penyakit kardiovaskular. Kajian pustaka ini bertujuan untuk mempelajari mekanisme beberapa penyakit kardiovaskular seperti hipertensi, aritmia, dan stroke. Data kajian berupa data sekunder yang berasal dari jurnal dan artikel tanpa batasan tahun terbit. Basis data yang digunakan yaitu Science direct, google scholar, NCBI, scopus, dan web. Kata kunci yang digunakan untuk pencarian buku, jurnal, dan artikel adalah hipertensi, hypertension mechanism, hypertension factor, stroke diseases, stroke mechanisms, risk factor causes stroke, stroke molecular mechanisms, arrhythmia, arrhythmia disease, arrhythmia mechanism, risk factor of arrhythmia, risk factor of arrhythmia. Hipertensi disebabkan oleh ROS  yang mengikat nitrat oksida (NO) menghasilkan peroksinitrit (ONOO2) sehingga terjadi disfungsi endotel. Aritmia terjadi akibat kondisi inflamasi yang mengaktivasi oksidase NADPH menyebabkan perkembangan fibrilasi atrium kronis. Stroke terjadi akibat penyempitan pembuluh darah yang menyebabkan akumulasi sel senesen dan menginduksi peradangan serta penuaan endotel. Penyakit kardiovaskular seperti hipertensi, aritmia, dan stroke dapat disebabkan oleh mekanisme yang berkaitan dengan penuaan.
Perbedaan Kerentanan dan Pertumbuhan Berbagai Jenis Biji Kacang Terhadap Serangan Kumbang Callosobruchus maculatus (F.) (Coleoptera: Bruchidae) Yang Dilakukan Di Laboratorium Hidayatullah, Noval Tauhid; Sutajaya, I Made; Dewi, Ni Putu Sri Ratna; Widayanti, Sri; Widinni, Trijanti A.
Bioma : Berkala Ilmiah Biologi Vol. 26 No 2, Tahun 2024
Publisher : Departemen Biologi, Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/bioma.2024.61555

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui serangan hama kumbang Callosobruchus maculatus (F.) (Coleoptera: Bruchidae) yang mengakibatkan perbedaan kerentanan berdasarkan persentase biji kerusakan, persentase penurunan berat biji, indeks kerentanan, dan pertumbuhan berdasarkan berat basah seluruh bagian tanaman pada berbagai kacang yang ditumbuhkan. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen lingkungan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Pada penelitian ini terdapat 10 perlakuan yaitu 5 perlakuan pemberian kacang tunggak (A), kacang hijau (B), kacang bogor (C), kacang adzuki (D), dan kacang hitam (E) tanpa infestasi dan 5 perlakuan dengan infestasi kumbang Callosobruchus maculatus (F.), dengan jumlah ulangan masing-masing sebanyak 3 kali. Penelitian ini dianalisis dengan menggunakan uji hipotesis One Way Anova dan dilanjutkan dengan uji beda nyata terkecil (BNT) pada taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan yang signifikan (p < 0,05) antara parameter yang diteliti yaitu: (1) persentase kerusakan biji, tertinggi pada kacang bogor sebesar 43,60 ± 6,48% dan rerata terendah pada kacang hitam sebesar 6,70 ± 2,53%, (2) persentase penurunan berat biji, tertinggi pada kacang bogor sebesar 6,51 ± 1,27% dan terendah pada kacang hitam sebesar 1,09 ± 0,57%, (3) indeks kerentanan biji, tertinggi pada kacang hijau sebesar 16,01 dengan kategori sangat rentan dan terendah pada kacang hitam sebesar 7,23 dengan kategori cukup tahan, (4) berat basah seluruh bagian tanaman, tertinggi pada kacang tunggak sebesar 0,49 ± 0,80 gram dan terendah terletak pada kacang hijau sebesar 0,02 ± 0,01 gram.
Pengaruh Pemberian Salep Ekstrak Daun Sirih Merah (Piper crocatum) Terhadap Penyembuhan Luka Bakar Pada Mencit (Mus musculus) Kayla, Nabila; Fadhilah, Rifda Zaiza; Pandiangan, Tantri Ayu; Napitupulu, Debora Chalista; Hamidah, Afreni; Mursyd, Danial
Bioma : Berkala Ilmiah Biologi Vol. 26 No 2, Tahun 2024
Publisher : Departemen Biologi, Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/bioma.2024.60325

Abstract

Luka bakar adalah luka yang terjadi dijaringan kulit yang disebabkan oleh panas atau terkena radiasi,radioaktivitas, listrik, sentuhan atau kontak dengan bahan kimia. Penelitian ini merupakan penelitian eksperiment, dimana penelitian ini menguji pengaruh dari pemberian salep ekstrak daun sirih merah terhadap kecepatan penyembuhan luka bakar pada hewan mamalia mencit. Penelitian ini terbagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok perlakukan yang diberi salep ekstrak daun sirih merah dan kelompok kontrol yang diberi dengan salep bioplacenton. Data dari hasil penelitian ini dianalisis dengan menggunakan analisis data deskriptif, adapun hasil penelitian yang dilakukan selama delapan hari didapatkan bahwa adanya pengaruh pemberian salep ekstrak daun sirih merah terhadap kecepatan penyembuhan luka, dimana luka pada mencit kelompok perlakuan terlihat mengering dan mulaiterbentuknya jaringan kulit yang baru sedangkan untuk luka pada kelompok kontrol yang diberi bioplacenton luka terlihat masih belum kering secara sempurna dibandingkan dengan kelompok salep ekstrak daun sirih merah.
Uji Aktivitas Antijamur Ekstrak Etanol, Aseton Dan Kloroform Buah Cabai Merah (Capsicum annuum L.) terhadap Fusarium oxysporum Sari, Rachel Dewita; Lunggani, Arina Tri; Purwantisari, Susiana
Bioma : Berkala Ilmiah Biologi Vol. 26 No 2, Tahun 2024
Publisher : Departemen Biologi, Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/bioma.2024.64714

Abstract

Red chili (Capsicum annuum L.) is a plant that is widely used for food needs, medicine, and also has the potential as an antimicrobial agent. Fusarium oxysporum is known as a soil-borne phytopathogen that causes fusarium wilt disease that infects many plants, causing major losses in infected plants. This research aims to determine the antifungal potential of ethanol, acetone and chloroform extracts from red chili fruit (Capsicum annuum L.) against Fusarium oxysporum mold which infects potato plants. Red chilies (Capsicum annuum L.) were extracted using the maceration method. The yields of ethanol, acetone and chloroform extracts were respectively 15.3%, 13.43% and 14.56%. Based on antifungal tests on Potato Dextrose Agar (PDA) media, the three extracts in the same concentration, namely 100%, were unable to inhibit Fusarium oxysporum. This is possibly because Capsicum annuum L. is known to have antimicrobial abilities in a narrow spectrum, while Fusarium oxysporum is generally a stress-adaptive pathogen. Controlling Fusarium oxysporum by using red chili extract cannot be an alternative for controlling fusarium wilt disease.
Fitoanatomi Porang di Lahan Pasca Tambang Timah dengan Perlakuan Dosis Pupuk Organik Robika, Robika; Irwanto, Riko; Sanputra, Andre
Bioma : Berkala Ilmiah Biologi Vol. 26 No 2, Tahun 2024
Publisher : Departemen Biologi, Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/bioma.2024.62887

Abstract

Tanaman porang memiliki nilai ekonomis yang banyak dibudidayakan dengan pemanfaatan tailing pasir pasca tambang timah di Bangka melalui penggunaan pupuk organik. Struktur anatomi daun tanaman porang dapat digunakan untuk mengindikasikan efektifitas pertumbuhan porang di pasir tailing pasca tambang. Penelitian ini bertujuan mengetahui karakteristik anatomi daun porang dan pengaruh dosis pupuk organik di pasir tailing pasca tambang. Penanaman porang dilakukan di kebun percobaan pada media tanah tailing dengan perlakuan dosis pupuk organik yaitu D05 = 5 ton kompos kotoran sapi per ha (45 g/tanaman), D15 = 15 ton kompos kotoran sapi per ha (135 g/tanaman), D25 = 25 ton kompos kotoran sapi per ha (225 g/tanaman) dan kontrol. Pengamatan dilakukan secara laboratorik kemudian dianalisis menggunakan uji ANOVA taraf signifikansi 95% dan Uji Duncan (DMRT) 5%. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan dosis pupuk 45 g/tanaman beda nyata pada indeks stomata sebesar 16,31%, dosis pupuk 225 g/tanaman adanya beda nyata pada kerapatan stomata sebesar 110,49 mm2 dan lebar pembuluh angkut 40,66 µm, sedangkan perlakuan 135 g/tanaman tidak ditemukan beda nyata. Peningkatan dosis pupuk mempengaruhi perubahan anatomi daun porang yaitu kerapatan stomata, indeks stomata, lebar epidermis atas dan pembuluh angkut. Pengaplikasian dosis optimal sesuai karakteristik anatomi pada tanaman yaitu 135 g/tanaman & 225 g/tanaman.
Supporting Environmental Resilience through Biological Approach: Initial Step for Building Robusta Coffee Germplasm Database Rustiati, Elly Lestari; Priyambodo, Priyambodo; Pratiwi, Dian Neli; Srihanto, Eko Agus; Lestari, Septi Wahyu; Sandra, Shifa; Winarno, Winarno; Thesalonika, Natasya
Bioma : Berkala Ilmiah Biologi Vol. 26 No 2, Tahun 2024
Publisher : Departemen Biologi, Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/bioma.2024.65548

Abstract

In response to environmental challenges and the critical imperative for sustainable progress, rural regions including agriculture practices are important in ecological robustness. It can be achieved through a synergistic relationship between rural development sustainability and the biological sciences. Concurrently, research in stewardship approaches are underway to amass data on robusta coffee, Coffea canephora, species. In collaboration with Lampung Disease Investigation Centre and local coffee farmers in Pesawaran, Lampung, and under DIPA BLU Universitas Lampung year 2024, initial ongoing work on coffee germ plasm data is done. Robusta coffee leaves were sampled from 2 blocks of traditional coffee plantations, Wiyono and Bogorejo, Pesawaran, Lampung.  Of 18 robusta leaves’ samples DNA extraction, electrophoresis showed 14 samples with good results. The optimum temperature for amplification is 62 °C and 63 °C.  The results will be sequenced for its species confirmation.  This project is expected to contribute bottom up towards inclusive and sustainable rural futures at the local level.
Identifikasi Adaptasi Kamuflase Hewan pada Tiga Jenis Batang Pohon di Taman Hutan Raya Ir. Djuanda, Bandung, Jawa Barat Apriliani, Nurul Ilma; Sakinah, Rinrin; Nururrahmani, Azmah; Alfaris, Razib Ikbal; Saefudin, Saefudin; Suwandi, Tri
Bioma : Berkala Ilmiah Biologi Vol. 26 No 2, Tahun 2024
Publisher : Departemen Biologi, Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/bioma.2024.55842

Abstract

Kamuflase merupakan salah satu bentuk adaptasi morfologis makhluk hidup agar tidak dapat dikenali oleh pemangsa dengan mengatur warna tubuhnya sesuai dengan latar belakang objek di lingkungannya. Keragaman hewan yang memiliki kemampuan kamuflase salah satunya dapat diamati pada batang pohon. Jenis pohon dengan warna dan struktur berbeda dapat menjadi tempat hidup bagi spesies dan tingkat kamuflase yang berbeda pula. Salah satu tempat dengan keragaman flora dan fauna yang tinggi dan masih terlindungi adalah di Taman Hutan Raya Ir. Djuanda. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk adaptasi kamuflase dan kesesuaian morfologi hewan yang hidup pada dua jenis batang pohon yaitu Pterygota horsfieldii dan Khaya anthotheca pada tiga plot berbeda di Taman Hutan Raya Ir. Djuanda, Bandung. Data diambil dengan metode VES (Visual Encounter Survey) dengan mengambil gambar menggunakan kamera HP Xiaomi Redmi Note 10s. Hasil dokumentasi yang diperoleh kemudian dianalisis rata-rata nilai RGB (Red, Green, Blue) menggunakan perangkat lunak ImageJ untuk mengetahui nilai Euclidean Distance. Hasil penelitian menunjukkan terdapat beberapa famili hewan yang diidentifikasi dengan nilai rata-rata RGB yang paling mendekati rata-rata RGB pohon pada plot 1, 2, dan 3 secara berturut-turut adalah famili Gryllidae, Araneidae, dan Formicidae. Selain itu, nilai Euclidean Distance terkecil ada pada plot 3 yang menunjukkan tingkat kamuflase hewan yang paling baik. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa perbandingan nilai rata-rata RGB hewan dan rata-rata RGB pohon tidak berbeda jauh pada ketiga plot. Hal itu menunjukkan bahwa seluruh hewan pada ketiga plot memiliki kemampuan kamuflase yang baik.